PART 3

.

.

ENJOY

.

.

NATSU P.O.V

Aku tetap menunggu jawaban Lucy.

"Bagaimana?"

"O-ok." Akhirnya dia menyutujuinya juga. Rasanya lega.

LUNCH TIME

Aku duduk di meja 5 orang. Disampingku ada gray,gajeel,laxus,dan freed. Memang membosankan jika duduk bersama mereka tetapi ya,sudahlah.

"Heeh….Natsu sudah ada kemajuan ni,ye." Kata Gray dengan canda.

"Ah,biasa aja." Kataku sambil memalingkan mukaku.

"Yah Natsu gitu sih. Kalo sama bunny girl aja langsung nyengir-nyengir ngakk jelas. Apa gerangan dengan kita." Kata Gajeel dengan sok-sok pangeran.

"Ngakk kenape-nape. Ngakk ada masalah kok."

"O,iya hari ini jangan lupa,ya latihan basket." Kata freed yang bertugas sebagai panitia.

"Iya." Sahut semuanya dengan girang.

AT THE BASKETBALL COURT

LUCY P.O.V

aku duduk disalah satu bangku yang terdapat di tempat itu. Aku mengikat rambutku gaya pony tail.

"Hah….aku masih bingung tentang tadi. Dan kenapa aku disini?" Gumamku sambil menggigit chocolate yang aku pegang dari tadi.

TIME SKIP

Aku melihat latihan basket yang sudah selesai. Tiba-tiba datang si Natsu.

"Hey Lucy. Kamu ingin main?"

"A-aku tidak bisa bermain basket. Gomen." Dia segera menarik tanganku ke lapangan tengah.

"Sini aku ajari." Dia menempatkanku di depan tubuhnya. Aku masih bisa merasakan gemetaranku. Dia menempatkan bola basket itu ditanganku,lalu ia pegang kedua tanganku yang saat itu sedang memegang bola basket.

"Lempar saja seperti ini." Dan bola itu masuk ke keranjangnya.

"Tuuh,gampang,kan?"

"I-iya…" aku sedikit memalingkan kepalaku.

"Oh iya Lucy,aku ingin ganti baju kamu tunggu dulu,ya."

"H-hai…" aku pergi keluar gedung sekolah tapi sepertinya hujan.

"Yah,hujan. Levy juga kemana? Dia kan tadi minjem paying aku." Tiba-tiba ada sesuatu yang bordering di kantongku.

"Ah ada telfon masuk…..Levy?!" aku mengangkat hpku ke telingaku.

Levy! Dimana saja kamu! Payungku ada di kamu!

Maaf lu-chan aku pulang bersama Gajeel. Besok aku akan kembalikan oke. Bye!

Chotto-matte kudasai….

Aku pun menutup ponselku

"Ha percuma dia terlalu asik dengan Gajeel sampai aku pun tidak diajak." Aku memancungkan mukaku.

"Yo Luce!" seorang menepuk pundakku dari belakang.

"Apa lagi mau mu?" aku memutarkan kepalaku menghadapnya.

"Ayo pulang." Dia menyenderkan badannya ke punggungku dengan muka =.= begitulah.

Aku mencoba mendorong tubuhnya menjauh dengan tubuhku.

"Tapi aku tidak membawa payung." Kataku sambil melemahkan pundakku.

"Kenapa tidak pulang berdua denganku saja lagi pula kita bisa memakai payungku." Katanya sambil mengambil payungnya dari dalam tasnya.

"Ayo." Dia mulai menarik tanganku.

"T-tapi kan payungnya Cuma satu. Aku ngakk mau berdua."

"Daripada disini lama-lama."

Aku menutup mukaku dengan tasku untuk menutupi blushing beratku.

"Luce…."

"Apa?" Aku melirikkan pandanganku kearah lain.

"Aku punya permintaan."

"Apa? Aku segera melirik kearah mukanya."

"Luce…bolehkah satu hari saja kamu berubah menjadi cowok?"

"Hah buat apa?" mukaku penuh dengan teka-teki.

"Erm…aku hanya ingin…erm…lakukan saja l-lagi pula k-kamu sudah berjanji."

.

.

.

To be continued…..