Disclaimer : cerita ini punya Rafiz Sterna, plot dan ide cerita ini milik rafiz sterna juga. Semua tokoh yang muncul milik Masashi Kishimoto.
Warning : OOC, AU, garing, typos, dan lain-lain.
Chapter 3: Gaara & Cuci Otak
.
.
.
Berita perekrutan Gaara marak dibicarakan dibursa pergosipan sekolah selama 1 minggu kemudian. Urutan pertama bursa gosip sekolahan. Semua orang sepertinya sepakat dan setuju-setuju saja dengan rekrutmen itu, katanya seperti meletakkan mutiara di etalase yang tepat.
Buatku itu tidak menyenangkan. Sedikit banyak aku aku menyukai Gaara. Dia tidak suka membicarakan dirinya, tidak suka membicarakan kekayaannya walau tampak jelas pada dirinya. Dia juga bergaul dengan semua orang termasuk aku. Santun, ramah, dan terpenting tak intimidatif seperti Impressive Person. Karena dia juga cerdas. Tak pernah sekalipun aku melihatnya meminta tugasnya dikerjakan orang lain.
Dan sepertinya, klub drama sekolah ini juga tertarik dan cocok sekali dengan Gaara.
Uchiha Itachi, senpai setingkat diatas kami (Aku, Gaara, dan Sasuke and the gank) yang merupakan ketua klub drama. Mereka benar-benar cocok didekatkan, maksudku adalah Gaara dan Itachi senpai. Apa lagi Itachi senpai yang aku ketahui adalah seorang yang sebisa mungkin mendapatkan peran sebagai seorang perempuan. Dan aku mengakui kemampuan metamorfosisnya menjadi perempuan yang benar-benar cantik. Yah, namun tidak untuk suaranya yang begitu berat. Itachi senpai punya asisten –teman- yang luar biasa untuk membantunya. Blonde berambut panjang yang tahun lalu lulus, namanya Deidara-san.
Topik mengenai kedekatan yang terjalin antara Itachi senpai dan Gaara, tidak dapat mengalahkan peringkat pertama chart gosip di sekolah.
Tapi sekarang Gaara telah masuk ke dalam geng tak jelas, absurd dan kutu busuk. Setelah itu semua akan berubah, Gaara berubah. Kurasa mereka memiliki ruangan khusus untuk melakukan hal semacam pencucian otak. Bukti nyatanya adalah Neji dan Karin. Setelah bergabung dengan Impressive Person, yang satu bertingkah layaknya perempuan, yang satunya bodoh. Padahal awalnya mereka tidak seperti itu. Aku makin benci saja dengan mereka.
Hari ini saja mereka melewati koridor sekolah bersama Gaara, berjejer rapi persis F4 di drama beberapa tahun lalu, yang lebih tepatnya seperti model video klip boyband. Dua bulan kemudian, dugaanku terbukti. Gaara persis seperti anggota Impressive Person yang lain, tak bergaul lagi dengan yang lain. Menempel lekat dengan para cecunguk tak jelas itu.
Bahkan Itachi senpai pun tak meyukainya, seperti hari ini dia datang kembali ke kelasku untuk mendapatkan Gaara masuk lingkungannya.
"Gaara dimana?"
Tanyanya tanpa basa-basi ke penjuru kelas. Dia masih saja gencar berusaha mendapatkan Gaara. Karena, jarang sekali ada manusia di sekolah ini yang satu prinsip dengannya, bahkan bisa dikatakan tak ada. Sepeninggalan Deidara-san tidak ada lagi yang bisa patner gila di klub drama. Hanya Gaara, laki-laki yang menyukai peran perempuan. Sama sepertinya.
Tanpa dijawabpun semua tahu jika Gaara bersama dengan Impressive Person. Dan Itachi senpai hampir tak pernah absen untuk mencari Gaara ke kelas, setiap hari, selama dua bulan. Kebetulan sekali saat ini Sasuke masih berada di bangkunya. Aku dan yang lainnya hanya menyaksikan saja percakapan singkat antara Sasuke dan Itachi senpai.
"Akan aku pastikan Gaara menjadi milikku, milik klubku. Apapun yang kau perbuat dengannya."
Sasuke menanggapinya dengan wajah datar dan Itachi senpai semakin mengintimidasinya dengan berjalan mendekati bangkunya dengan derap langkah yang menggema di kelas yang mendadak sunyi.
"Aku tak berniat mencari masalah dengamu, nii-san."
Sekedar pemberitahuan, Itachi senpai adalah nii-san kedua seorang Sasuke. Terpaut setahun. Terpisahkan oleh jurang perbedaan begitu besar untuk beberapa hal. Dan kali ini memiliki ketertariakan yang sama pada Sabaku Gaara.
"Tapi kau sudah menggangguku dengan memasukkannya dalam komplotanmu. Jangan kau macam-macam dengannya. Atau kau berhadapan denganku, adik."
Di usapnya pelan lembaran surai hitam legam milik Sasuke. Dan kemudian dia berlalu ke luar kelas sambil meninggalkan flying kiss ke Sasuke.
"Dia pikir aku perempuan diberikan ciuman seperti itu? Dasar waria."
Desis Sasuke di bangkunya.
"Oi! Aku dengar itu Uchiha Sasuke, Big Head, Chicken Butt!" teriak Itachi senpai dari koridor. Bagaimana dia bisa mendengar umpatan Sasuke?
.
.
.
Sebuah kejutan datang saat festival musik yang di adakan OSIS, Imperssive Person ikut ambil andil dengan menampilkan sebuah pertunjukan. Biasanya mereka menampilkan hal semacam grup band, yah seperti itulah. Sasuke mengisi posisi vocalist. Mereka memang bukan merupakan pemain profesional, semua serba standar kecuali Neji. Namun mereka nekat mengusung lagu yang cukup sulit. Tahun lalu mereka membawakan lagu Shayne Ward yang berjudul Breathless yang diusung dengan menyusupkan suasanya Jazz dengan hasil yang begitu porak poranda. Tahun ini bersama Gaara, entahlah.
Suasana riuh rendah ketika di siang itu mereka naik panggung dengan potongan pakaian yang menutupi seluruh tubuh mereka seperti jubah hitam kebesaran. Siulan dan teriakan menggema berasal dari perempuan-perempuan norak –dan sakit jiwa- penggemar mereka. Itachi senpai ada dibarisan penonton dengan tatapan yang sulit diartikan memandang adik manisnya, Sasuke. Ini kegiatan langka dimana seorang Itachi senpai tertarik akan hal semacam ini.
Neji dengan senyumnya berdiri di barisan paling kanan. Naruto terus menerus menggerakkan jubah kepanjangannya hingga menyikut saudara sakit jiwanya. Karin berusaha menenangkan Naruto guna berhenti melakukan gerakan yang mengganggunya. Sasuke hanya diam saja dan agaknya sempat melemparkan pandangan ke barisan penonton yang menghasilkan teriakan tercekat karena Itachi senpai dan Sasuke saling melempar senyum. Hubungan mereka harmonis, sepertinya. Gaara membuka penampilan dengan beberapa kalimat.
"Teman-teman, berikut akan kami tampilkan satu lagu yang luar biasa. Spesial untuk kalian semua. Terimalah persembahan kami... Alone." Setelah itu beraksilah Imperssive Person.
Kegegeran di halaman sekolah yang telah disulap menjadi panggung festival dimulai. Diiringi dengan musik yang mulai berdentum dan mereka berlima melepaskan jubah kebesaran yang mereka kenakan tadi. Yang kemudian menghasilkan satu kata, 'Astaga!'
Alone dari grup girl band SISTAR –itu loh, grup yang mengusung cantik dan seksi dan negeri gingseng- versi Imperssive Person dibawakan dengan sentuhan rock. Suara mereka bagus. Cukup bagus jika dibandingkan tahun lalu. Namun bukan itu yang menjadi fokus utamanya. Tapi penampilan mereka itu yang membuatku terpaku di tempatku berdiri.
Tak pernah dalam sejarah Imperssive Person membiarkan hal semacam itu memasuki wilayah mereka apalagi dengan dandanan Perempuan. Iya, PEREMPUAN! Kepalaku makin sakit melihatnya. Tapi hari ini mereka membawakannya dengan kesadaran penuh. Kelimanya menggunakan rok ketat di atas lutut sekitar 15 cm dan sukses mengekspos kaki putih yang... ahh aku tak tahu harus menggambarkannya seperti apa. Jangan lupakan high heel yang terpasang dikaki kelimanya. Menggunakan wig panjang se-siku terkecuali untuk Sasuke dan Neji yang tetap tanpa wig namun aku akui mereka terlihat cantik dengan dandanan yang terlihat seperti perempuan itu.
Sedangkan Itachi senpai sudah berteriak histeris bergabung dengan kelompok perempuan-perempuan norak dan mulai merangsek kedepan panggung sambil mengacungkan kamera atau apapunlah yang bisa mengabadikan momen itu.
"Sasuke! I love you!"
Teriak Itachi senpai persis seperti perempuan yang baru mengenal namanya cinta.
Seberapapun anehnya penampilan di panggung dengan dance mengangkat kaki itu, aku tidak dapat beranjak dari posisiku sekarang.
"Kyaa... Neji. Cantiknya~"
Bayangkan seorang Neji yang begitu menggilai warna pink, kini mengekspose perutnya dan jelas dia menikmati penampilannya. Astaga! Bukankah ini penampilan festival sekolah? Kenapa menjadi panggung penampilan tak jelas seperti ini?
"Uzumaki-san! Lihat kesini.. kyaa~"
Karin dengan rambut merah, pakaian ketat di atas paha hanya menjalankan posisinya sebagaimana yang telah didiktekan sebelumnya bersama Naruto dengan wig panjang yang enjoy saja dengan semua ini.
Gila. Pasti aku sedang berhalusinasi karena terlalu benci dengan mereka. Ini pemandangan yang bisa menghantui sisa masa mudaku yang damai.
Karin, aku masih bisa mengerti jika dia mengikuti kegilaan Gaara. Toh dia perempuan tulen. Sumpah. Beberapa kali aku berpapasan dengannya di toilet khusus perempuan. Tapi, Sasuke, Neji dan Naruto? Dimana otak mereka ketika memutuskan untuk tampil seperti itu?
"Sasuke... I love youuuuu!!"
Itachi senpai masih saja meneriakan kalimat yang sama. Sasuke yang kemungkinan selama ini terpapar virus dari Nii-sannya, Itachi senpai, justru akan aneh jika tak terlihat santai.
"Gaara... senyum dong. Minta wink-nya..."
Dari semua penampilan dialah yang paling totalitas membawakannya. Kurasa dia sempat memanggil entah roh perempuan mana guna membuatnya terlihat benar-benar seperti perempuan hari ini. Kelimanya cantik. Jika tak mengingat fakta bahwa mereka empat orangnya adalah laki-laki.
Dan semua itu tidak mengurangi histeris penonton. Semua penonton tanpa terkecuali termasuk para laki-laki (selain Itachi Senpai). Kurasa mereka berteriak guna menghilangkan kekesalan yang entah bagaimana kelompok Impressive Person yang mereka agungkan selama ini sebagai yang perfecto, bertransformasi dengan mengerikan seperti ini. Sedangkan sebagian yang lain ikut berteriak dengan menyebutkan nama yang mereka tujukan.
Hari ini, mitos Impressive Person runtuh. Tak ada lagi Impressive Person yang ekslusif. Beberapa waktu ini memang tak benar-benar menemukan mereka berkeliaran hingga tak tahu bagaimana mereka bisa berubah se-dramatis ini. Mungkin mereka tak benar-benar berubah, namun fakta bahwa Gaara dan segala hobinya masuk kedalam lingkungan mereka, itu keajaiban. Dan kita tak tahu apa yang terjadi besok.
Mungkin kah perekrutan penerus seorang leader klub drama sekolah ini dari kelimanya oleh Itachi senpai?
Dan dugaanku bahwa otak Gaara telah telah tercuci benar-benar salah besar. Yang terjadi justru sebaliknya. Gaara telah mencucui otak mereka. Dan bagaimana cara Gaara melakukannya dalam dua bulan?
.
.
.
THE END
.
A/N :
Sepanjang beberapa paragaraf mengenai penampilan panggung mereka aku bahkan mengulang Alone hingga 15 kali guna mendapatkan fell, kira-kira bagaimana jika mereka seperti itu dan aku menontonnya, bersama dengan seorang Itachi yang sibuk ber-fanboy menjadi fans berat seorang Sasuke dari salah satu penonton yang ada.
Oke, cukup cuap-cuapku. Ada kemungkinan ini akan berlanjut, bahkan mungkin endingnya cukup sampai di sini.
Mohon kritik dan sarannya atas pengerjaan ff ini.
Arigato.
*bow
