Parody by kurobas 3 (err...sebenarnya ide ini muncul saat aku dan teman-temanku berbincang dan untuk yg request tolong tunggu sebentar)

Karena ada pertandingan basket antar sekolah, klub basket SMP Teiko meningkatkan menu latihan mereka. Dan kita semua tau bagaimana stamina tokoh utama kita yang unyu sendiri yang bahkan mengalahkan unyunya Boneka jelangkung #Diseruduk

BRUUUGH!

Suara seperti sekarung beras yang terjatuh terdengar di dalam Gym, ditengah-tengah latihan kerja paksa yang merangkap menjadi kerja rodi (apa bedannya?) mereka, menoleh ke sumber suara, mereka membelalakkan mata mereka dan berteriak

"KUROKO!"

.

.

.

"Anjay kenapa lu bisa lupa kalo Kuroko tuh pupuk bawang Bakashi?" komen berani pemuda item-dekil-mesum-biang kerok mereka yang bahkan tak bisa disamakan sama langit malam, juara bertahan petak umpet di kompleknya. Ahomine Daki-Aomine Daiki yg bener

"Jaga ucapanmu, Eromine, sekarang aku punya tantangan untuk kalian, siapa yang bisa membangunkan Kuroko, segala perintahnya akan dituruti selama sehari" kata Akashi dengan seringai selebar papan karambol

"Aku duluan! Tetsu-kun, bangunlah~ chuuu" dengan genitnya Momoi memonyongkan bibirnya yang bisa mencetak rekor di Guniess Book dengan judul bibir termengerikan yang pernah ada

Di tengah perjalanan muka Kuroko berubah dari udah pucet tambah pucet lagi dan ada raut-raut kayak orang lagi Ambeien. Dan Momoi berhenti, tapi tanda-tanda(?)nya masih berlangsung makin parah kayak dan sekarang kayak orang lagi trauma dan kesambet setan alas.

Momoi mundur secara dramatis di selingi oleh tawa sang teman masa singkongnya yang di hadiahi hujan gunting, omelan dan teriakan (wuih)

Percobaan pertama : gagal

"Kurokocchi~ bangun-ssu! Aku akan jadi anak baik Kurokocchi~ Ayolah Kurokocchi~ Banguuun... aku akan mentraktirmu apa saja Kurokocchi! Apa saja!" Kise menggoyangkan tubuh di bluenette perlahan tapi tak membuahkan hasil, air mata buaya mengucur deras kayak bendungan sungai yang lagi jebol. Kayak si Kuroko bakal mati aja dramatisnya

meskipun wajah kuroko entah kenapa berbinar dan mengeluarkan aura bunga-bunga yang terlempar dan kena mata si banci-eh, si Kise

"MATA GUEEEEEE! AAAAARGH!" katanya sambil glindhingan keliling lapangan tujuh kali biar varokah dan dapet bakiak cantik. Dan kayaknya mata Kise bakal berubah jadi salah satu jurus mata terkuat dari fandom sebelah

Percobaan kedua : gagal

"Ck, kau itu memang selalu merepotkan Tetsu, oi, ayo bangun oi, Tetsu" kata Aomine datar di selingi suara *plak-plak-plak* akibat tamparan buntut ikan yang entah dia dapat dari mana, nyolong kali?

"EMAAAK! GANGUROCCHI KASAR AMA KUROKOCCHI-SSU!" Kise nangis meraung-raung dan ngadu ke ibunya

"Menurutku tak masalah pakai cara apapun" ujar si ibu*bletak* maksudku Akashi

"Tapi sableng juga ada batasnya Akashi" Midorima minum Pok Nari Sweet dan lap-lap kaca yang bertengger dan berbingkai di depan matanya

Dan setelah cukup lama Aomine kena damprat Kuroko yang reflek(?) menendang mukanya dengan segenap tenaga dan alhasil sekarang muka Aomine gak bisa di bedain ama aspal

"MUKA GANTENG(?) GUEEEEE!" teriak Aomine ke rumput yang bergoyang

Percobaan ketiga : gagal

"Kuro-chin... aku kasih Maiubo-ku deh... ayo bangun..." kata si titan ungu sambil menyodorkan batangan(?) tak berdosa itu ke sudut mulut Kuroko yang tak bergeming.

Murabara mulai lelah

"Kuro-chin gak mau bangun,maiubo-nya dicuekin, karena kasihan maiubonya buat aku aja ya..." yah, bagi Murasakibara tak ada yang lebih penting dari pacar(maiubo)nya

Percobaan keempat : gagal

Temen-temennya sweatdrop, ah apa sih yang bisa memalingkan temen mereka itu dari pacarnyaa?

"Ketahuan kalo si Author jones nih"

Aomine, jangan buka aib ku atau kau kujadikan bintang di langit

"entah kenapa aku menangkap ada maksud lain yang lebih menakutkan dari kedengarannya"

Memang.

"Udah, udah, jangan mulai debat presiden di sini, Sampai kapan kita akan begini-nanodayo?" Midorima mulai lelah bang

"Sekarang giliran Midorimacchi-ssu" kata Kise mengingatkan sambil pasang koyo di matanya yang bengkak(?!)

Karena pada dasarnya si Tsunderima-"Namaku Midorima-nanodayo!" ah maaf

Si Midorima-nanodayo- "OI!"

"Buakakakakakakak" Aomine dan Kise ketawa nista, bahkan Akashi menahan tawanya, Murasakibara mah senyum-senyum aja

Kembali ke comberan

Karena Midorima itu Tsunderima, jadi dia melempar lucky itemnya yang kebetulan adalah sebuah boneka hello kitty yang unyu dari kejauhan

Walau~ raga kita terpisah jauh~ namun hati kita selalu deka-

"Authorcchi jangan nyanyi-ssu! Suaramu terlalu MerDu-ssu!"

Iya, aku tau, Merusak Dunia kan? Iya aku ngerti kok *Ngirim hati ke tukang urut*

Lemparan Midorima kena Kuroko, Head Shoot malahan

Kuroko tak bergeming dan tidur bagai putri salju

Akashi menghela nafas dan mengeluarkan senjata pusakanya

*ckris* *ckris* begitulah bunyinya

"Selamat pagi semuanya"

Dan para Kisedai kecuali Akashi Cuma bisa gigit kepala (karena jari udah mainstream).

Part 2

"Kodok ngorek, kodok ngorek, ngorek pinggir kali..." ada daki eh-Aomine yang lagi nyanyi

"Aominecchi berhentilah menyanyi-ssu..." di sebelahnya Kise lagi ngitung bulu keteknya

"Teot teblung-teot teblung teot-teot teblung..." dan Aomine mendadak budeg dan terus menyanyi dengan tidak elitnya

*mpft* "Aomine-kun, kau akan menjadi penyanyi yang terkenal"-Kuroko

"Aku bosan..." Kata Aomine

"Aku setuju, apa hari ini gak ada yang bisa dilakukan ya?" kata Kise.

"Kalian ini... kita sedang reuni! Berhentilah berkata seperti itu-nanodayo!" Midorima ngelus-ngelus lampu ajaib-sebenernya Cuma lampu minyak- nya, kali aja muncul wanita dewasa yang cantik, sesuai seleranya

"Ah... dari tadi aku mau bertanya... Kuroko, kenapa Kagami ada di sini?" Tanya Akashi. Kagami keselek kulit duren yang dia makan(?!)

"Aku habis dari apartement Kagami-kun, jadi sekalian kuajak dia kesini" Kuroko dengan datarnya sampai gak bisa di datarin lagi

'Ngapain dia di apartement Kagami? Eh? Kagami tinggal di apatement?' Batin mereka semua ngebayangin yang iya-iya

Pra ujian, latihan diliburkan, reuni mengharukan(?) para Kisedai sudah berlangsung beberapa menit yang lalu di sekolah mereka dulu, smp Teiko. Musim gugur.

"Hei Kalian para pemuda ganteng nan tinggi!(dua pengecualian) Bisa tolong bapak tua ini sebentar?" panggil seorang lelaki tua yang diketahui berprofesi sebagai tukang kebun.

.

Murasakibara nggendong Midorima, Lalu berikutnya Aomine, lalu diatas Aomine ada Kise, lalu Akashi dan teratas Kuroko.

"Ha-hati-hati-ssu! Goyah dikit bisa berabe muka gue!" teriak Kise penuh peluh dengan pandangan horor

"Banyak bacot lu tong! Dasar banci! Gendong yang bener!" komen Aomine yang uratnya udah sampai ubun-ubun

"Kampret jangan teriak-teriak en banyak gerak! Kuroko! Cepat ambil-nanodayo!" Gerutu Midorima yang berusaha keras menjaga keseimbangan dunia-maksudku menara manusia mereka berenam.

"Akashi-kun, kau membawa pisau yang besar itu nggak?" kata Kuroko datar.

"Ha? Tidak, yang suka bawa barang-barang berbahaya seperti itu Cuma si Bokushi" jawab Akashi kalem. Kok dia tau nama julukan kepribadiannya yang lain? Yah, Akashi mah gitu orangnya

"BAJING! SIALAN LU PRET! JANGAN CEPIT PALA GUE AMA PAHA KEKAR LU!" teriak Aomine misuh-misuh.

"Huwaaaa! Ti-tinggi sekali-ssu! Aku takut-ssu!" rengek Kise minta di gampar pantat panci bekas

"Jangan banyak gerak Kise!" titah Akashi dan Kise langsung tegap dan menjelma menjadi patung (Maling Kondang?)

"Oi! jangan lama-lama! Gak varokah tuh!" teriak Kagami ala anak meme yang bersiaga di bawah dengan tangan terbuka bersiap menangkap siapapun atau apapun yang jatuh kalau yang jatuh buah kelapanya ya sebuah rejeki untuknya.

"Mido-chin, jangan bergetar begitu, geli nih..." Murasakibara makan kripiknya, gak megangin kaki Midorima dan alhasil Midorima melipat kakinya di bawah lengan (ketek) si titan

"gue gak bakal geter kalo lu megang yang bener titan laknat! Udah diem aja sono!" Midorima kehabisan asupan dan persediaan kesabarannya

"Kagami-kun, tangkap!" seru Kuroko dari langit ketujuh-enggak- dari atas sambil njatuhin pelepah kelapanya gitu aja, 2 helai(?) lagi

"Woi! Jangan jatohin semuanya-" *Bruuugh* RIP, Kagami Taiga, 16 Tahun.

"Ah, sebuah jiwa telah kembali ke atas langit" ujar Akashi

"Senang mengenalmu, Bakagami" Aomine mengamini

"Hiks..Hiks... Kagamicchi... walaupun kau itu bodoh tapi kau temanku yang berharga..." Kise sesenggukan

Midorima menundukkan kepalanya dan mengatupkan kedua tangannya, berdoa

Murasakibara meletakkan maiubo bekas makannya ke atas jasad-

"GUE MASIH IDUP SETAAAAN!"

.

.

.

Maaf kalau garing