Tittle : Matchmaking

Author : Lieya EL

Cast : HUNHAN, HUNBAEK and Other . . .

Genre : Hurt comfort, Romance . . .?

Lenght : 2 / ?

Warning : This is yaoi boyxboy, jadi yang gak suka yaoi jangan sekali-kali membaca ini oke !

Luhan milik Sehun, Sehun milik Luhan, dan Hunhan adalah milik keluarganya, disini saya hanya meminjam Karakter keduanya saja, untuk selebihnya murni karangan saya semata.

.

.

.

*** Matchmaking ***

.

.

.

"Aku senang, setidaknya kau masih mau menjadi sahabatku sampai sekarang Kai"

" Meskipun hanya senyum kecil yang kau tampilkan, namun aku sangat senang Lu. Aku berjanji akan selalu membuatmu tersenyum semampuku Lu. Aku janji."

.

.

.

Chapter 2

""Hyung haruskah aku berdandan seperti ini, aku seperti orang idiot Hyung." Gerutu Sehun. Bagaimana bisa Hyungnya itu menyuruhnya berdandan seperti ini. Kaca mata bulat bertengger manis didepan matanya,dan kemeja sekolahnyapun ia kancingkan sampai atas, persis seperti dandanan orang cupu sekarang.

" Sudahlah Hun, bukankah kau ingin melihat bagaimana sifat asli calon istri-eh Suamimu itu." Ujar Yifan menenangkan Sehun.

" Tapi Hyung. . . ."

" Jangan merengek seperti itu Hun. Penyamaran ini hanya satu minggu, setelah itu kau bisa kembali untuk menjadi dirimu sendiri. "

" Baiklah Hyung." Putus Sehun akhirnya. Mereka kini mulai berjalan memasuki gedung sekolah tersebut.

Banyak siswa dan siswi yang berdecak kagum melihat ketampanan Yifan. Dan juga ada beberapa pula yang mengatai penampilan Sehun.

" Haha siapa namja itu ? Culun sekali. Sangat tidak modis. Bisa-bisanya dia bersekolah di sekolahan elit seperti ini."

" Haha, Seperti seekor bebek dan angsa jika mereka berjalan beriringan seperti itu."

Yifan tersnyum geli mendengar bisik-bisik dari siswa tersebut. Pasti setelah ini adiknya itu akan mengamuk. Bayangkan saja seorang pangeran sekolah disekolahnya dulu, kini harus rela menjadi seekor bebek buruk rupa di sekolah barunya. Hancurlah sudah reputasi sang pangeran sekolah itu.

" Haissshh . . . ini semua gara-gara Yifan Hyung. Puas kau hyung, sekarang. Hah. Sabar Sehun, satu minggu. Ya, hanya satu minggu. Setelah itu kau akan mendapatkan gelarmu lagi." Batin Sehun menyemangati dirinya.

Yifan dan Sehun kini sudah sampai didepan ruang kelas yang bertuliskan XII B.

" Sehun ini kelas pergi dulu ne." Ujar Yifan sembari menepuk bahu Sehun. Sehunpun menganggukkan kepalanya lesu.

" Fighting !" Yifan berlalu sambil melambaikan tangannya meninggalkan Sehun.

Sehun berbalik untuk membuka pintu ruang kelas tersebut.

Cklekkk . . .

Pukk . . .

Sebuah penghapus terbang dan mendarat tepat mengenai wajah tampan Sehun.

" Haha . . . bagus juga lemparanmu Chen. Tepat mengenai wajahnya." Ujar seorang siswa bername tag Xiumin sembari berjalan mendekati obyek sasarannya. Xiumin sedikit mencondongkan tubuhnya untuk melihat name tag namja dihadapannya kini.

" Selamat datang di kelas XII B, Ehm. . . OH SEHUN-ssi . Semoga kamu betah di kelas ini" Bisik Xiumin di telinga Sehun, kemudian menegakkan badannya kembali.

" Sudahlah Minnie, biarkan dia duduk dulu pasti dia sangat lelah sekarang. Orang cupu seperti dia pasti kesekolah dengan menggayuh sepedah tadi. Lebih baik biarkan dia istarahat dulu." Ujar Chen sembari tertawa mengejek.

" Haha, iya Chen kau benar. Uh . . . kasihan, . . . . pasti kaki mu pegal ya ? " Tanya Xiumin.

Seluruh siswa yang berada di kelas itupun hanya diam melihat kelakuan pasangan Xiuchen itu. Mereka sudah terbiasa dengan aksi ke jahilan yang dilakukan pasangan pembuat onar itu. Pasalnya setiap siswa baru yang datang di kelas tersebut pasti akan di bully oleh pasangan evil itu.

Sehun tak mengindahkan pertanyaan-pertanyaan bodoh yang di lemparkan Xiumin tersebut. Wajah datarnya, sangat berguna untuk menjadi topeng dalam keadaan yang seperti ini, padahal dalam hati Sehun tengah merutuk sekarang.

" Bodoh ! Dasar namja-namja bodoh ! "

" Aishhh. . . Wajahku yang tampan, sakit !."

" Sabar Sehun, mereka hanya belum tahu siapa dirimu sebenarnya. Tunggu satu minggu lagi, pasti mereka akan bertekuk lutut di hadapanmu."

Batin Sehun menyemangati dirinya sendiri.

Sehun mengarahkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan. Tatapannya berhenti pada seseorang yang kini tengah melambaikan tangannya sambil menunjukkan sebuah bangku kosong disampingnya. Wajah seseorang itu terlihat familiar dimata Sehun. Dengan sedikit membenarkan letak kaca matanya, Sehun berjalan menuju bangku itu kemudian, dan berhenti tepat di depan namja yang tengah menebar senyum kearahnya kini.

" Hai, Oh Sehun. Kita bertemu lagi." Ujar sosok namja berkulit exotic itu.

" Eh, kau mengenalku ?" Tanya Sehun sedikit ragu. Pasaalnya sosok di hadapannya kini seolah-olah mengetahui jati diri Sehun sebenarnya.

" Apakah orang ini mengenalku ? Siapa dia ?!" batin Sehun.

" Haha, tentu. Kau melupakanku eoh ?! " Tanya Namja itu kemudian. Sehun terbingung-bingung dengan pernyataan namja itu. Apakah mungkin namja itu telah mengenalnya. Namun kenapa Sehun tidak pernah merasa bahwa ia pernah bertemu ataupun mengenal namja ini.

Melihat Sehun yang kebingungan itu membuat sosok namja dihadapannya terkikik geli, karena menurutnya wajah Sehun terlihat seperti orang bodoh sekarang.

" Mungkin kau telah melupakanku. Dulu kita bertemu saat kompetisi dance costum. Saat itu aku memakai costum Zombie, dan kau . . . vampir, benarkan?. Kau bahkan memuji-muji penampilanku dulu. Kau lupa?" Ujarnya.

" Kau ?! Kim Jong in ?!" Kaget Sehun saat teringat akan kompitisi yang diceritakan namja itu.

Bagaimana kagumnya Sehun pada namja itu saat meliukkan tubuhnya diatas panggung dulu. Jika mereka bertemu lagi, Sehun bahkan sudah membuat janji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan berkolaborasi dengan sosok itu nanti.

" Yeah . Aku Kim jong in tapi kau bisa memanggilku Kai. Namja tampan yang telah merebut gelar king of dance costume tahun lalu." Sombong Kai. Sehun memutar bola matanya malas mendengar celotehan namja berkulit exotic tersebut.

" Ehm. Lalu bagaimana kau bisa tahu kalau aku Sehun ? Bukankah aku sudah merubah penampilanku seperti ini." Ujar Sehun sambil memegang ujung kaca mata bulatnya yang dia pakai sekarang.

" Hahaha. Kau fikir, kaca mata bulatmu itu bisa menipuku ?! Tidak Sehun. Mungkin mata mereka tidak bisa mengenalimu sekarang, tapi tidak dengan tidak lihat, warna kulitmu yang terlalu mencolok itu juga mudah dikenali, Sehun." Ujar Kai tertawa renyah.

Sehun mendengus sebal. Ternyata namja exotic dihadapannya ini selain percaya diri dia juga sangat cerdik.

" Baiklah. Karena kamu sudah mengetahui jati diriku yang sebenarnya, aku ingin kau membantuku untuk merahasiakan ini untuk sementara." Pinta Sehun kemudian.

" Wae ? Kenapa kau harus merahasiakan jati dirimu yang sebenarnya Sehun ? Bukan karena kau takut terkalahkan oleh ketampananku kan ?. Lihatlah mereka, mereka semua mengolok-olok penampilanmu yang sekarang. Seorang princ-smmmkkm" Belum sempat Kai menyelesaikan kalimatnya. Sehun sudah terlebih dulu membungkam mulut Kai dengan tangan kanannya.

" Yak Oh Sehun ! Kenapa kau membekap mulutku eoh ?!" Sewot Kai, sembari melepaskan tangan Sehun.

" Makanya jangan banyak bicara." Ujar Sehun datar kemudian duduk dibangku barunya dan di ikuti Kai disebelahnya.

" Selama satu minggu kedepan, aku ingin kau menjaga rahasia ini." Tambah Sehun.

" Baiklah." Jawab Kai menganggukkan kepalanya. Kai tidak ingin bertanya-tanya yang lebih jauh lagi, karena kini seorang guru telah datang memasuki kelas itu.

.

.

.

*** Matchmaking ***

.

.

.

Nampak sosok namja cantik kini tengah duduk termenung di bangku paling ujung kelasnya, yang tak lain adalah bangkunya sendiri. Dahinya sedikit mengkerut, pertanda bahwa ia tengah memikirkan sesuatu yang cukup berat kini. Sesaat ia juga terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya, mungkin ia belum cukup yakin tentang pemikirannya.

" Tidak. Kau tidak boleh lemah Xi Luhan. Ingat ! Dia yang telah menyebabkan Eommamu meninggal. Kau harus memberi pelajaran padanya sekarang." Batin Luhan sembari mengepalkan tangannya kuat.

Luhan mulai berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan menghampiri meja yang berada di depannya kini. Dimana ada seorang namja imut yang tengah asyik membaca novel kesayangannya itu.

Merasa ada seseorang yang tengah berdiri dihadapannya, Baekhyunpun menghentikan aksi membacanya dan memutuskan untuk melihat siapa orang itu.

" Luhan Hyung !" Kaget Baekhyun sambil berdiri dari tempat duduknya. Perasaannya sangat bahagia sekarang, pasalnya kini Hyungnya itu mau menghampirinya. Baekhyun berfikir bahwa Luhan mungkin sudah mulai melupakan kejadian itu.

Tanpa banyak bicara, Luhan mencekal tangan mungil Baekhyun dan menariknya keluar dari ruangan. Baekhyun secara reflekpun mengikuti kemana langkah Luhan akan membawanya.

" Aw. Hyung sakit." Rintih Baekhyun, karena Luhan kini tengah mencekal pergelangan tangan Baekhyun dengan sangat erat. Bahkan apabila cekalan tangan itu dilepas, mungkin bekasnya sangat merah.

.

.

.

" Hey teman-teman. Aku melihat Xi Luhan menyeret seorang namja imut tadi, dia membawanya ke lapangan basket. Ayo kita lihat, pasti seru." Ujar seorang siswa saat memasuki kelas XII B tersebut heboh.

"Xi Luhan ? Apakah Xi Luhan ini yang dimaksud Appa ? "

Batin namja berkulit pucat itu saat secara tidak sengaja mendengar nama Xi Luhan disebut.

" Ayo, ayo." Seru siswa-siswi yang lain. Merekapun mulai beranjak dari kursinya dan berlari menuju lapangan basket yang dimaksud.

" Astaga Lu. Kau membuat masalah apa lagi , eoh?!" Gumam Kai sembari memegang pelipisnya, sungguh citra sahabatnya itu pasti akan bertambah buruk sekarang. Dan gumaman Kai tersebut berhasil membuat namja albino disampingnya kini penasaran.

" Kau mengenal Xi Luhan ?" Tanya Sehun.

" Tentu. Dia sahabatku sejak kecil." Jawab Kai kemudian. Sehun hanya menganggukkan kepalanya paham.

" Annyeong Kai Sunbae. Kau dipanggil Kim Seongsangnim di ruangannya." Ujar sosok yeoja cantik yang memasuki ruang itu, berhasil mengalihkan pemikiran Kai.

" Ah, Ne. Gomawo." Sahut Kai kemudian.

Kai sangat bingung sekarang. Kai sangat ingin melihat Luhan, ia takut kalau sahabatnya itu akan berbuat hal-hal yang tidak masuk akal pada namja imut yang dibawanya tadi, yang Kai yakini bahwa itu adalah Baekhyun. Namun disisi lain Kai juga tidak ingin membuat Kim Saem kecewa, karena tidak menepati janjinya untuk membantu Kim Saem mengawasi hobaenya yang sedang latihan dance, untuk kompetisi bulan depan.

Kai memutar kepalanya kesamping untuk melihat sosok Sehun yang tengah membaca sebuah novel ditangannya. Tiba-tiba saja muncul sebuah ide di otak cerdiknya itu.

" Ehm, ehm. Sehun." Deheman Kai berhasil mengalihkan pandangan Sehun dari novelnya.

" Wae?" Tanya Sehun ketus. Sifat aslinya yang dingin kini mulai kembali lagi.

" Bolehkah aku meminta bantuan ?" tanya Kai sedikit ragu.

" Mwo ?"

" Ehm, aku ingin kau melihat apa yang tengah dilakukan sahabatku itu dilapangan basket sekarang. Karena kau juga mendengar bahwa aku tengah dipanggil Kim Saem diruangannya, aku jadi tidak bisa melihat apa yang Xi Luhan lakukan. Jadi bisakah kau membantuku untuk melihat keadaan Luhan sekarang?" Tanya Kai dengan wajah yang penuh harap.

Kai juga sengaja mengeluarkan jurus puppy eyesnya untuk membuat Sehun luluh. Sehunpun hanya memutar bola matanya jengah melihat jurus puppy Kai. Baru juga pertama kali bertemu, sudah berani meminta-minta fikir Sehun.

" Hemm, Baiklah." Ujar Sehun kemudian.

" Yeay, Gomawo Tuan Oh. Sekarang aku bisa menemui Kim Saem dengan lega. Dan kau lekaslah menuju lapangan." Suruh Kai sebelum beranjak dari kursinya.

.

.

.

*** Matchmaking ***

.

.

.

Brukkk . . .

" Aw . . . Luhan Hyung, kenapa kau mendorongku." Tanya Baekhyun dengan raut wajah kesakitan karena tubuh mungilnya terhempas menyentuh lantai lapangan basket dengan keras.

" Cih, hanya segitu kau bilang sakit ! Dasar anak manja. Kau tahu Baek, aku sangat muak melihat wajahmu !. Berkat kau semua orang mulai menjauhiku dan berpihak menyayangimu. Dan sekarang Appa juga mulai membelamu, dan menyalahkanku ! . Kenapa ?! Kenapa aku yang harus selalu disalahkan ?! Kenapa ?!. Aku membencimu BAEK !" Amarah yang ditahan-tahan Luhan sedari kemarin itu, akhirnya ia keluarkan sekarang. Dan kini Baekhyunlah yang menjadi amukan sasaran Luhan.

Luhan berjalan mendekati Baekhyun, kemudian mencondongkan sedikit tubuhnya untuk menjambak rambut Baekhyun dengan kasar, hingga membuat sang empunya berteriak kesakitan.

" Aaw. Sakit Hyung lepaskan,Hiks. . . Hyung, sebegitu besarkah rasa bencimu kepadaku . . .sakit hyung ." erang Baekhyun ditengah – tengah isakannya.

"Ku kira kau sudah mulai memaafkanku Hyung. Tapi mengapa ? mengapa kau malah menyiksaku seperti ini ? Tidak kah kau sadar Hyung, bahwa perbuatanmu kini telah menambah citra burukmu di depan mereka." Batin Baekhyun sembari melihat – lihat sekelilingnya. Mereka tengah menjadi tontonan warga sekolah sekarang.

"Kejam Sekali dia."

" Apakah benar dia calon istriku , yang dimaksud Appa?"

Batin namja albino yang kini tengah berdiri mematung di dekat kejadian itu. Mata sipitnya melotot lebar tatkala melihat hal apa yang akan di lakukan namja cantik dihadapannya itu. Sehunpun langsung berlari menuju tempat kejadian sembari membawa dua gelas jus jeruk yang ada ditangannya, entah ia mendapatkan jus itu dari mana tadi.

" Iya. Aku memang sangat membencimu Baek ! Maka itu aku akan memberikan sebuah hadiah untukmu, selamat menikma-YAKKK APA INI ?!" Teriak Luhan saat cairan berwarna orange tersebut mengenai baju seragamnya.

Belum sempat Luhan menjalankan aksinya untuk menyiram kan sebuah ember yang berisikan air bekas pel itu ke tubuh Baekhyun, namun kini tubuhnya sudah terlebih dulu tersiram oleh cairan berwarna orange yang diyakininya sebuah jus itu.

" Siapa yang berani menyiramnya dengan jus jeruk sialan ini ! " geram Luhan. Kemudian menurunkan ember yang dipegangnya kelantai. Luhan memutar tubuhnya untuk melihat seseorang yang telah berani menyiramnya tersebut.

" Kau ?! DASAR IDIOT ! Wajah cupu sepertimu berani juga menyiramku !. Kau belum tahu siapa XI LUHAN, hah ?!" Bentak Luhan kepada namja yang berpenampilan cupu didepannya kini. Namun namja itu hanya memasang wajah datarnya.

Luhan yang geram akan tingkah namja itu, mulai tak tahan untuk tidak memberinya pelajaran. Luhanpun mengambil ember yang berisikan air pel tadi, kemudian menyiramkannya ke arah Sehun- namja itu. Hingga berhasil membuat sekujur tubuh Sehun basah kuyup.

" Sekarang kau tahu siapa itu XI LUHAN, OH SEHUN !" Ujar Luhan penuh penekanan kepada namja bername tag Oh Sehun itu.

Luhanpun berbalik untuk meninggalkan tempat kejadian itu, dengan senyuman yang meremehkan.

Namun, baru beberapa langkah Luhan berjalan senyuman yang terpatri di wajahnya itu hilang, digantikan dengan sebuah kerutan didahinya. Luhan yakin bahwa sesuatu yang paling di bencinya itu akan datang lagi sekarang.

" Oh, Shit ! Jangan sekarang !." batin Luhan sembari melangkahkan lebar-lebar kakinya saat dirasa penglihatannya mulai mengabur akibat kepalanya yang mulai pusing.

.

" Haha, kasihan sekali namja culun itu. Harus menjadi bulan-bulanan Xi Luhan."

" Iya memang itu hukuman yang pantas sih untuk si idiot itu, karena telah berani menumpahkan Jus di baju Luhan Oppa."

Bisik-bisik para siswa yeoja yang sedari tadi tengah menonton adegan tersebut, merasuk kedalam telinga Baekhyun. Baekhyun merasa kasihan sekaligus bersalah sekarang. Pasalnya karena Baekhyun, namja inilah yang menjadi sasaran kemarahan Hyungnya.

" Hei. . . Gwaenchana ?" Ujar Baekhyun mendekati Sehun sembari memberikan sebuah tisyu.

"Nan, Gwaenchana. Gomawo" gumam Sehun kemudian mengambil tisyu yang disodorkan Baekhyun.

"Ehm. Oh Sehun imnida." Sehun mengulurkan tangan kanannya untuk memperkenalkan dirinya. Meskipun kini tubuhnya tengah basah kuyup, namun Sehun masih terlalu pede untuk berkenalan dengan namja imut dihadapannya kini.

" Cheonmaneyo. Ehm . . Xi Baekhyun imnida." Jawab Baekhyun sembari menyambut uluran tangan Sehun dengan senyum kecilnya.

" Xi Baek-hyun, kau . . .?" Kaget Sehun sembari memelototkan matanya, yang terbingkai kacamata.

" Ya. Aku adalah adik dari orang yang telah menyirammu tadi- Xi Luhan. Mianhae, maaf karena hyungku telah menyirammu. Aku tahu sebenarnya Luhan hyung tidak bernat melakukan itu padamu tadi. Aku yang seharusnya dia siram. Jadi kau jangan sampai menyalahkannya ya, akulah yang sepatutnya dipersalahkan ." Ujar Baekhyun dengan penuh penyesalan. Sehun tersenyum hangat melihat tingkah Baekhyun. Sehun mengangkat kedua tangannya untuk menyentuh wajah Baekhyun. Tatapan keduanyapun bertemu.

" Gwaenchana. Ini bukan kesalahanmu. Jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri, ne. Wajah cantikmu tidak cocok jika harus bersedih seperti ini. Tersenyumlah." Tenang Sehun. Sehun sedikit menarik ujung bibir Baekhyun untuk mengukir sebuah senyuman di wajahnya.

" Benarkah Xi Luhan yang seperti itu yang akan Appa jodohkan denganku?"

" Kenapa bukan Baekhyun, yang imut dan baik hati ini Appa ?" batin Sehun. Sehun rupanya tengah terpesona oleh kelembutan serta wajah imut Baekhyun.

Baekhyunpun melemparkan senyum cantiknya kearah Sehun. Perlakuan manis Sehun itu, mampu membuat jantung Baekhyun berdebar tak karuan sekarang.

" Kenapa mata namja cupu ini terlalu indah ? Senyumnya begitu . . .."

"Aaigooo . . . Jangan ! Jangan berdetak seperti ini jantung, aku tidak mau mati konyol sekarang." Batin Baekhyun .

.

" Aish. . bocah itu ada-ada saja. Kenapa malah berkenalan dengan Baekkyung, eh, Baekhyun. Bukankah seharusnya ia mengejar Luhan, kata Appa calon istrinya kan Xi Luhan ." Batin sosok namja tampan yang tak lain adalah Yifan, sedari tadi rupanya ia juga mengawasi kegiatan adiknya tersebut.

Yifan tersenyum geli saat mengingat kejadian dimana seorang namja cantik, dengan berani membentak dan menyiram dongsaeng datarnya dengan seember air bekas pel. Seumur-umur Yifan hanya sekali melihatnya, pasalnya selama ini adiknya selalu diagung-agungkan, namun berbeda dengan namja cantik itu, dia bahkan dengan lantang berani menghina dan menyiram adiknya .

" Xi Luhan ? menarik juga." Batin Yifan, kemudian berlalu meninggalkan tempat itu.

END/BECE


Kyaaaaa . . . . . . . !

Berhubung hari ini tanggal 24, angka yang paling aku sukai #gaknanya, aku fast update :v

Mian kalau ceritanya gaje, banyak typo dan sebagainya, hehe. Mungkin dua chap selanjutnya alurnya sedikit Lieya majukan, karena konfliknya terlalu banyak. Nggak akan selesai2 kalau tidak dpercepat alurnya #gaknanyajuga, nggak apa2 aku cuma ngasih tau. Lieya harap readers semua masih mau membaca dan mereview epep ini ya sampai akhir ya. :D

Buat yang nanya NC, mungkin adegan tersebut ada di beberapa Chapter kedepan, karena jujur Lieya masih belajar buat bikin part itunya, haha.

See you in the next chap . . .#byebye ^^

BIG THANKS FOR

v3phoenix, levy. , .58, Chiello, lisnana1, NoonaLu, yeonkkoch, hwa497, Leona838, , myhunhanbaby, HunHanina's, PandaYehet88, Oh Zhiyulu Fujoshi, Guest, tobbikkkkoooo, Guest, 13613, farfaridah16, Safira Blue Sapphire, oh chaca, Oh SeHan, HunHanCherry1220.

Kalian semua memang DAEBAKK . . . . . ! ^^

SILENT READER TOBAT DONKK . . . . !

Give your review again !

OKKE ! ;)

#bow