LukaxGakupo

Warning: bahasanya jahat, alur (sangat) kecepetan, gaje, typo

Tidak habis pikir seluruh murid satu sekolah SMA Crypton Yamaha, melihat pasangan yang aneh ini. Luka Megurine dengan Gakupo Kamui.

Semua fans Luka berteriak frustasi, karena tidak percaya Luka pacaran dengan Gakupo, cowok yang terdengar playboy dan agak 'baka' itu.

YamiRei28, sahabat Luka. Kenapa 28? Entah, saya juga enggak tahu. Memang namanya seperti itu. "So, ada yang ingin kau ceritakan?" kata Rei kepada Luka. Luka dengan cuek tidak menjawab pertanyaan Rei. Oke, akhirnya Luka kalah, karena Rei bisa tersenyum menantang kepada Luka.

"Oke, aku kalah. Akan aku ceritakan," ucap Luka. "Aku dijodohkan oleh orangtuaku dengan manusia terong itu."

"Bagus dong, enggak JONES (baca: JOmblo ngeNES)!" kata Rei.

"Tidak! Sangat tidak bagus, malahan kacau!" kata Luka. "Arrrgh! Aku tidak menyukainya!" kata Luka berteriak frustasi.

"Sana baca novel kesukaan lo tuh! Siapa tahu bisa menenangkan pikiranmu," ucap Rei.

"Sedang dipinjam oleh Iroha. Sepertinya, kami cocok karena sama-sama pendiam. Ia meminjamkan padaku novel yang bagus sekali, tapi aku sudah selesai membacanya."

"Ya sudah, seringnya kau menguji obat-obatan terbarumu," kata Rei. "Oh iya, Luka. Aku ngerequest obat, dong!"

"Boleh, obat apa?"

"Obat Cinta."

"Ha?"


SKIP TIME

"Hoi, Luka. Kau sudah selesai obatnya?" kata Rei masuk ke dalam laboratorium. "Ck ck ck, seperti biasa tempat ini sangat berantakan, ya," ucap Rei.

"Sudah," ucap Luka. "Aku mencampurkan nafsu hormon dengan…"

"Stop! Nafsu hormon!?" kata Rei kaget.

"Habisnya kalau aku sebutkan nama aslinya, kau pasti tidak mengerti," kata Luka.

"Sekarangpun aku tetap tidak mengerti," gumam Rei.

"Oh iya, harganya mahal, 20.000 yen," ucap Luka santai.

"Perampokan! Mahal!" kata Rei.

"Hei, cari bahannya susah, tahu. Harus impor barang. Belum lagi ongkosnya."

"Ya ya ya, ini uang mukanya. Kalau berhasil, akan aku bayar seluruhnya," kata Rei. Luka memberi botol berisi obat itu. "He-"

"Luka-chaaaan~!" Gakupo memaksa masuk ke dalam laboratorium.

"Kamui-san," ucap Luka.

"Panggil Gakupo aja, Luka-chan. Kan kita sekarang kekasih," ucap Gakupo manja.

Karena aku dipaksa, kata Luka dalam hati.

Rei memanaskan air, dan menuangnya dalam gelas. "Nee. Luka, apa obat cinta ini bagus sekali?" kata Rei sambil memberikan gelas ke pada Gakupo dan Luka.

"Iya. Tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, sampai orang yang meminum itu tidak menyadarinya," ucap Luka sambil meneguk teh.

"Wah, Luka-chan sugoi!" kata Gakupo lalu meminum teh yang diberikan oleh Rei.

"Efeknya hanya 2-3 hari. Tapi segitu saja sudah memakan waktu untuk menjalin cinta, kan?" kata Luka.

"Pantas ia sama sekali tidak menyadarinya," ucap Rei.

"Eh?" kata Luka dan Gakupo. Rei memberikan botol yang sudah kosong kepada Luka.

"Kau tuang ke salah satu minuman kami!?" kata Luka berteriak. Rei tersenyum. "Siapa?"

"Siapa ya~?" kata Rei. Luka dan Gakupo melongo. "Yah, kan cukup untuk menjalin cinta kalian, kan?"


SKIP TIME, NEXT DAY

Gakupo sedang mencari Luka. Ia tidak peduli perkataan Luka kemarin.

"Mengerti!? Jangan dekati aku selama 3 hari!"

"Ada yang lihat Megurine Luka?"

"Tidak. Tanya saja adiknya," kata seseorang.

"Oke," ucap Gakupo. Ia pergi ke kelas 1-A, tempat Luki Megurine, adik Luka. "Ada Luki Megurine?"

"Ada. Luki!" teriak Lui. Luki, berambut pink seperti Luka, menghampiri Gakupo.

"Ada apa, Nii?" tanya Luki. Kemarin, ia memanggil Gakupo sebagai senpai. Sekarang, ia diharuskan memanggil kakak iparnya itu Nii.

"Lihat Luka?"

"Nee-chan? Tidak," ucap Luki. "Tapi tempat favoritnya, di ruang kelas, ruang data, laboratorium, dan perpustakaan. Cari saja, Nii."

"Makasih, Luki," ucap Gakupo. Ia sudah mencari di ruang kelas dan laboratorium.

"Luka?" tanya Iroha. Gadis itu menggeleng.

"Terima kasih ya!" kata Gakupo. Beberapa meter setelah Gakupo pergi, Iroha berkata.

"Sudah aman, Luka-san."

"Terima kasih, Iroha," ucap Luka yang sebenarnya lagi jongkok sambil membelakangi tembok.

Sial, gara-gara Rei memasukkan obat itu ke dalam minuman kami…

"Hoi, Gakupo!" teriak seseorang sambil menarik Luka.

"R-rei…" kata Luka. "Kau jahat!"

"Tehee… aku lebih mendukung pria, kau tahu?" ucap Rei dengan senyum evilnya.

"Di minuman siapa kau masukkan obatnya?" kata Luka.

"Eng… tidak tahu," kata Rei polos. Luka seperti orang stress. "Ah, Gakupo. Ini Luka-chan nya!"

"Luka…"

"Gyaaa!" teriak Luka meronta dari Rei, dan berlari kabur.

Sial… efek obatnya bagus sekali. Sekarang wajahku sukses dibuat merona olehnya.

Braaak! Luka terjatuh. Lebih tepat terjun dari tangga lantai 3 menuju lantai 2. Seorang anak perempuan berjongkok melihatnya.

"Senpai tidak apa-apa?"


SKIP TIME

"Maaf, Luka-chan," ucap Rei. Luka sedang terbaring di UKS karena pingsan akibat terjun.

"Syukurlah, senpai tidak apa-apa," ucap gadis itu. "Ah, perkenalkan. Namaku Rin Kagami. Kelas 2-B."

"Terima kasih, Rin," ucap Luka. "Kau yang membawaku kemari, kan?" Rin menggeleng.

"Bukan saya, senpai. Kamui-senpai yang membawa anda," ucap Rin sambil menunjuk Gakupo.

"Nee, nee, Rin-chan, kita harus pergi~" ucap Rei mendorong Rin ke luar.

"Hum. Kalau senpai membutuhkan obat, panggil saya, ya," ucap Rin. Blam! Rei dan Rin meninggalkan Gakupo dan Luka berduaan.

"Luka-chan," kata Gakupo.

"A-a-a-a-apa, Kamui-san?" kata Luka tergagap dan menyelimuti kepalanya sehingga ia tidak dapat melihat Gakupo.

"Luka-chan, tidak sopan bicara pada seseorang seperti itu, loh," kata Gakupo. Ditariknya wajah Luka, sehingga mata mereka bertemu.

"Ah, ah, ah, Argggh!" teriak Luka seperti orang frustasi. Didorongnya Gakupo sehingga ia bisa bergerak leluasa. Lalu ia kabur secepat kilat.

Gakupo cengo melihat Luka yang berlari tidak kalah cepat dengan angin. Rei masuk ke dalam ruang kesehatan itu sambil terkikik, dengan Rin yang bingung.

"Luka lucu!" kata Rei masih sambil tertawa.

"Rei-san, aku boleh tanya?" ucap Gakupo. "Sebenarnya, kau taruh di minuman siapa obat itu?"

"Rahasia, Gakupo-san," ucap Rei dengan senyumnya.

"Kenapa aku bisa merasakan debaran ini?"

"Tapi bukannya kau memang seperti itu pada semua wanita?" ucap Rei.

"Baru pertama kali aku rasakan ini."


IN ANOTHER PLACE, LUKA

Luka sedang berjongkok karena kecapekan berlari. Sekarang ia berada di atap sekolah, di tempat yang tidak pernah dikira orang.

"Si-sial, wajahku pasti kacau sekali," gumam Luka. Disentuhnya wajahnya yang memanas. "Perasaan ini, belum pernah aku rasakan. Aku… aneh. Semua perasaan ini campur aduk. Rasanya sangat tidak biasa."

"Onee?"

"Lu-luki!? Sedang apa kau disini?" kata Luka kaget.

"Onee-chan sedang apa?" tanya Luki.

"Ti-tidak sedang apa-apa. Hanya sedang menikmati angin," ucap Luka asal. Padahal, di atap sama sekali tidak ada angin dan sangat panas serta gerah.

"Oh," ucap Luki singkat. Mereka terdiam. "Onee-chan, apa Luka-nee punya masalah?" tanya Luki.

"Ap-apa yang kau bicarakan?" kata Luka kaget akan pertanyaan adiknya.

"Onee-chan tidak pernah cerita padaku. Setidaknya aku ingin membantu," ucap Luki.

"Arigatou, Luki."

"Mungkin masalah dengan teman? Atau dengan Gakupo-nii?" tanya Luki. "Atau Onee bermasalah dengan nilai? Percobaan gagal? Stress belajar?" Luka kaget akan pertanyaan Luki tentang eksperimennya.

"A-aku baik baik saja. Terima kasih sudah mau mengawatirkan kakak," ucap Luka sambil mengusap kepala Luki. "Sudah, sana masuk. Onee juga mau masuk kelas."

"Hai, Onee."


NEXT DAY

"Luka," panggil Iroha. "Kau dicarikan oleh Kamui-san," ucapnya.

"Kamui!?"

"Adiknya Gakupo Kamui, Gakuko Kamui."

"O-oh," ucap Luka. Dihampirinya adik kelasnya itu. "Ada apa, Kamui-san?"

"Halo, Onee-chan!" kata Gakuko. "Onii bilang, kalau ia ingin kau menunggunya sepulang sekolah. Ia hari ini tidak bisa bertemu denganmu, karena dihukum oleh Kiyo-sensei. jadi… Onee?" Tanpa Luka sadari, ia tertawa kecil. "Halo? Luka-nee!"

"Ah, hai!"

"Sudah ya, Luka-nee. Onii minta ditunggu di atap sekolah."

"Ya," ucap Luka. Gakuko melambaikan tangannya dengan ceria, dan pergi. Rei menepuk Luka dari belakang. "Kyaaa!"

"Tehee…"

"Rei!" kata Luka. "Kaget!"

"Sengaja~" kata Rei. "Jadi, bagaimana?"

"Apanya?"

"Kemajuan obatnya?" kata Rei. Luka langsung blushing.

"Ma-manjur sekali," kata Luka pelan. Rei bertepuk tangan.

"Sugoi! Akhirnya Luka Megurine, mengakui kalau jatuh cinta de- pffttt!"

"Ini pengaruh obat, Rei-chan," kata Luka mendekap Rei. "Mengerti?" Rei mengangguk dengan tanda aku-sesak-napas-nih.

"Puaah! Sesak," kata Rei. "By the way, apa yang kau rasakan?"

"Rasa apanya?"

"Efek obatnya," kata Rei. Luka blushing berat.

"Soal itu," kata Luka mencari alasan. Akhirnya Luka kalah. "Rasanya… err… berdegub kencang, gemetaran, isi kepala kosong, rasanya hanya ingin memikirkan dia, dia, dan hanya dia. Pusing, tidak bisa konsentrasi. I-i-i-i-ini efek obatnya, loh ya," ucap Luka.

"Hooo," kata Rei polos. "Sudah masuk nih."


SKIP TIME

Luka sedang menunggu Gakupo di atap sekolah. Ia beberapa kali melirik jam, menunggu pria itu.

"Yo, Luka."

"Ka-ka-kamui-san," kata Luka. Perasaannya ingin meledak.

"Maaf membuatmu menunggu."

"Ya, apa yang ingin kau bicarakan?" kata Luka berusaha tidak gugup. Tiba-tiba Gakupo memeluknya. "Ka-kamui-san?"

"Maafkan aku, Luka-chan. Aku sangat mencintaimu dari dulu, perasaan ini tidak bisa ditahan lagi," kata Gakupo. "Aku rasa, pengaruh obat ini sangat kuat. Dadaku berdegub kencang saat bersamamu. Aku tidak bisa memikirkan apa-apa selain dirimu."

Luka cukup kaget akan pernyataan perasaan Gakupo. "Kamui-san, kau bilang kau mencintaiku dari dulu?"

"Iya, saat pertama kali kita berjumpa…

"Maaf!" kata pria berambut ungu dan diikat ponytail. Gadis berambut pink itu terdiam, dan memunguti barangnya. "Ano, mau kubantu?"

"Tidak usah," kata gadis itu ketus. Mereka terdiam. Lalu gadis itu selesai memunguti barang itu.

"Aku benar-benar minta maaf. Mau kubantu bawakan?" kata cowok tersebut. Gadis itu mengangguk.

"Tolong bawakan ke laboratorium lantai 4."

Pria itu membawakan barang-barang gadis itu. "Buat apa kau bawa ke laboratorium lantai empat? Tidak di laboratorium lantai 2?"

"Laboratorium lantai 4 adalah laboratorium pribadiku," ucap gadis itu sambil memeluk buku. "Aku akan tunjukkan kepada yang lain kalau aku mampu menemukan obat-obatan."

Setelah itu mereka sampai. "Terima kasih," ucap gadis itu.

"Sama-sama."

Gadis itu mengulurkan tangan. "Namaku Megurine Luka. Salam kenal. Kalau kau butuh obat-obatan manjur, silakan datang ke laboratoriumku."

"Namaku Kamui Gakupo. Salam kenal, Luka-chan."

"Maksudmu, perjumpaan waktu itu?" kata Luka.

"Ya. Pertama kali aku pikir kau adalah gadis ketus dan dingin. Tapi kau tersenyum padaku saat perkenalan kita."

"A-aku…" Luka tidak bisa bicara karena perasaannya meledak. Ia membalas pelukan Gakupo. "Aku juga mencintaimu."

"Benarkah?" kata Gakupo gembira. Luka mengangguk.

"Yeay!" teriak Rei. Sepertinya ia mengintip mereka berdua. Luka dan Gakupo kaget, dan langsung blushing. "Akhirnya, jadian juga! Tidak salah orang tua kalian menjodohkan!"

"A-aku akui obat cinta itu efeknya luar biasa," kata Luka. "Aku sampai tidak kuat lagi. Ternyata percampuran sel…"

"Stop!" cegah Rei. Kalau tidak, Luka akan bicara panjang lebar tentang asal terbentuknya obat itu. "Kau merasa keberatan akan obat cinta itu?"

"Bukannya keberatan, tapi…"

"Baiklah, ini aku kembalikan," kata Rei memberikan botol berisi obat yang masih penuh.

"APA!?"

"Jangan bilang kalau kau sama sekali belum memakainya!" kata Luka. Rei cengar-cengir.

"Aku sudah merencanakannya untukmu," kata Rei. "Akhirnya kalian mau jujur pada perasaan kalian satu sama lain. Kupikir aku tidak perlu repot sana sini. Ternyata berkat aku juga kalian jadian," kata Rei bangga.

"Dasar, kau ini!"

"Perasaan yang kau bilang tadi, itu semua perasaan alami yang muncul jika jatuh cinta, Luka-chan. Sepertinya kau belum cukup untuk menjadi ilmuan~" kata Rei.

"Rei!"

"Rei-san, jangan bilang kau sengaja berbuat begini?" kata Gakupo.

"Iya. Berterima kasih padaku bahwa foto kalian lagi berpelukan tidak aku sebarkan ke madding sekolah," kata Rei sambil menunjukkan foto Luka dan Gakupo lagi berpelukan 6 menit yang lalu.

"Rei!"

"Jangan lupa pajak untukku, ya!"


END LUKAXGAKUPO


Sae: Selesai! Gomenne lebih singkat dari cerita sebelumnya!

Hikaru: gomenne jika author tidak seiseng ini, tidak sejahat ini, tidak senekad ini

Nao: Gomenne jika lama updatenya

Yuu: iya. Sae-san, siapa yang mau baca peran.

Hotaru: hompimpa!

(Miya dan Yuu kalah)

Mitsu: kalian yang baca! Cie!

Ann: Mi-mitsu-chan…. Dibelakang Miya-chan…. Ada aura hitam….

Shou: cepet baca! Jangan banyak cingcong!

Miya:

Shiro no Hikari (cewek) = Rin Len

Rainna Kudo (cewek) = Ring Lui

Reynyah (cewek) = Miki Piko

ScorpioNoKuga (cewek) = Kaito Miku

YamiRei28 (Cewek) = Luka Gakupo

Himeko Hikari (cewek) = Gumi Gumiya

Hikari Kengo (cowok/guru kendo Gakuko) = Luki Gakuko

Kagane Mikasa-san05 (cewek) = Mikiya Iroha

Sae Hinata (cewek) = Rinto Lenka

Kisasa Kaguya (cewek) = Meiko Akaito

Yuu: sepuluh author dan pairing. Kalau ada kesalahan, tolong beritahu Sae-san