WARNING : NC SCENE, GS YUNJAE, SEKALI LAGI NC (yang anti NC harap menskip sampai bagian aman) DON'T LIKE DON'T READ, NO BASH, NO FLAME, NO PLAGIAT(kritik membangun diterima)
Joongiekitty presents
Chapter 2
Kim Jaejoong menaiki tangga menuju kamar salah satu sahabatnya, Jin Yihan setelah sebelumnya menyapa Kim Taeyeon sang nyonya rumah yang memang sudah terbiasa dengan tabiat serampangan gadis manis yang menjadi teman anaknya itu.
Ada urusan yang harus ia selesaikan dengan Yihan yang tidak dapat ditunda, namun langkahnya terhenti karena dihadapannya seorang lelaki dalam balutan kaos dan celana pendek berdiri menghadang langkahnya. Lelaki yang belum pernah ia lihat.
Begitu tampan, dengan hidung mancung rambut kecoklatan yang dipotong pendek mata musang yang tajam serta bibir menggoda. Oh Jaejoong bersumpah belum pernah melihat laki-laki setampan ini sebelumnya hingga membuatnya terpana dengan wajah merona.
"Ekhem..miss" Jaejoong tersentak begitu pemuda di hadapannya berdehem pelan untuk menyadarkannya. Malu karena ketahuan memandangi malaikat dihadapannya secara terang-terangan. Buru-buru jaejoong menunduk sambil mengipasi wajahnya yang masih terasa panas.
Melihat tingkah gadis di hadapannya yang begitu menggemaskan membuat Yunho tak bisa menahan dirinya untuk terkekeh pelan, kemudian berhenti saat gadis dihadapannya kembali menatapnya dengan malu-malu
"Apakah ada yang kau butuhkan miss ? kau kelihatan terburu-buru dan kalau boleh tau siapa kau ?" Yunho kembali membuka suara
"Aku ada perlu dengan Yihan, aku temannya namaku Kim Jaejoong" Jaejoong mencicit pelan, masih merasa malu dengan pemuda tampan di hadapannya.
"Kalau begitu silahkan" Yunho memiringkan tubuhnya memberi jalan, membiarkan gadis manis dengan hoodie dan mini skirt hitam itu melangkah lebih tenang. Menatap gadis itu hingga menghilang di ujung tangga Yunho tersenyum menyadari gadis itu berjalan sambil sesekali menoleh ke arahnya.
Sejenak godaan untuk mengikuti langkah gadis itu dan sedikit mengintip apa yang kira-kira dilakukannya bersama Yihan menari-nari di benak Yunho. Yihan yang beruntung, mendapat tamu malam seorang bidadari dengan pipi semerah persik. Sial.
Yunho meneruskan langkahnya menuju dapur, tujuan awalnya adalah membuat susu hangat. Sambil menunggu susu yang ia taruh di microwave sesuai dengan suhu yang ia inginkan pikirannya berkelana ke pertemuan singkatnya dengan gadis tadi. Kim Jaejoong, Yunho ingat gadis itu sama dengan gadis yang ada di foto pada buku agenda di kamarnya. Ya Tuhan gadis itu bahkan jauh lebih cantik. Pikiran liarnya yang kurang ajar membuat Yunho penasaran seindah apa tubuh gadis itu dibalik hoodie longgar yang tadi ia kenakan. Membayangkan kaki mulus gadis itu saja Yunho yakin tubuhnya yang lain pastilah seindah dan semulus kakinya. Astaga otakmu rusak Jung Yunho ?
Menggelengkan kepala Yunho mengusir bayang-bayang kaki indah Jaejoong. Kakinya membawanya kembali ke kamar dengan susu hangat di tangan. Sengaja melangkah pelan-pelan, berharap keberuntungan kembali membuatnya berpapasan dengan Jaejoong. Menyedihkan sekali kau Jung.
Namun sepertinya Yunho harus menelan kekecewaan, karena sampai ia di depan pintu kamarnya. Gadis itu tak terlihat. Yah mungkin lain kali. Membuka pintu Yunho berdiri dengan tubuh membeku menatap surga yang terpampang dihadapannya.
Bokong indah dengan celana dalam mungil berwarna magenta serta paha mulus dengan leluasa dijarah mata Yunho. Sementara gadis itu, Jaejoong belum sadar ada sepasang mata yang dengan kurang ajar mengeksplorasi tubuhnya. Ia masih asyik membungkuk mencari entah apa. Sampai suara tercekat pria di belakangnya membuat tubuh Jaejoong terlonjak kaget hingga kakinya dengan bodoh tersandung satu sama lain membuatnya terjatuh diatas ranjang empuk dalam posisi telentang.
Pekikan gadis itu seakan menyadarkan Yunho, buru-buru ia menaruh susu di meja nakas lalu menghampiri gadis yang kini duduk meringis di ranjangnya.
"Maaf aku mengagetkanmu, kau tidak apa-apa miss?" Yunho membungkuk dihadapan gadis itu
"Ah tidak-tidak. Aku tidak apa-apa, maaf aku tidak tau kalau ini kamarmu. Biasanya kamar ini selalu kosong."
Yunho tersenyum "Tak apa,tapi apa yang sedang kau lakukan ?" Yunho memilih duduk disamping gadis itu
"Aku mencari sesuatu tapi sepertinya memang tidak ada disini."
"Bukannya kau ada urusan dengan Yihan?" sebelah alis Yunho terangkat
"Si bodoh itu tidur jadi aku memutuskan untuk mencari sendiri" bibirnya mengerucut tanpa sadar membuat Yunho gemas ingin menggigitnya.
"Apa perlu aku membantumu ? benda apa yang kau cari ?"
"Oh bukan sesuatu yang penting, jadi tak perlu"
Yunho kembali tersenyum "Baiklah" lalu mengalihkan pandangannya pada gelas susu "Ini minumlah, kau pasti sangat terkejut tadi" menyerahkan segelas susu yang mengepul hangat pada gadis itu yang disambut Jaejoong dengan senang hati.
Melihat gadis itu mendongak meminum susu yang ia berikan Yunho merasa imannya diuji, bagaimana tidak leher gadis itu jenjang, putih dan mulus menggoda Yunho untuk mendaratkan bibir dan menodai leher itu dengan jejak-jejak cintanya.
Nafasnya memberat, dan tanpa bisa dikendalikan bibirnya dengan lancang mengecup lembut leher jenjang Jaejoong membuat gadis itu seketika menjauhkan gelas dari bibirnya, terkejut. Gadis itu hanya diam dengan mata membelalak, apa yang dilakukan lelaki gila ini ? lidahnya oh Tuhan merintih pelan, sebelum setan di kepala dengan lancang menggelitik saraf birahinya, membuka sekat-sekat pembuluh darahnya hingga berdesir hebat menikmati cumbuan Yunho.
Yunho menjauhkan wajahnya, lalu bibir hatinya berpindah ke tepi bibir cherry gadis itu, menjilat sisa-sisa susu. Membuat Jaejoong mabuk kepayang. Setelah bibir gadis itu bersih Yunho kembali menarik wajahnya. Menatap Jaejoong dengan mata gelap dipenuhi kabut nafsu.
Sesaat mereka saling menatap, "Kau cantik sekali Jaejoong" pujian Yunho membuat Jaejoong terpaku. Mata besarnya menyapu wajah Yunho yang tampan dan menatap mata Yunho yang menggelap, membuat tubuhnya ikut bereaksi aneh. Reflek matanya terpejam saat bibir Yunho kembali memagut bibirnya dengan sedikit kasar. Membuat birahinya menggelegak.
"Habiskan manis" seakan tersihir Jaejoong menurut, meminum sisa susu di gelas itu hingga tak bersisa. Lalu membiarkan Yunho kembali menyesap tepi bibirnya membersihkan sisa cairan manis itu. Menggodanya dengan madu termanis yang disajikan dalam cawan emas, bibir. Memejamkan mata merasakan hangat dan lembut bibir Yunho menyapu bibirnya, sekaligus menyapu kewarasannya. Jaejoong dibuat mabuk kepayang oleh cumbuan Yunho.
"Apakah enak sayangku ?" Yunho bertanya dengan nada seduktif sembari menarik gadis yang setengah sadar itu kepangkuannya.
"Ya.." Jaejoong hanya mampu menjawab lirih karena tubuhnya lemas seperti jelly
"Apa kau suka susunya hm ?" Yunho kembali menjelajahi leher Jaejoong yang dibalas desahan lirih dari mulutnya yang setengah terbuka. Sentuhan Yunho pada tubuhnya membuat Jaejoong hilang akal. Bergelenyar, panas membara membakar sisa-sisa norma yang terbias samar di akalnya.
"Apa kau mau yang lebih enak sayang ? aku bisa memberikanmu susu yang lebih enak dari yang baru saja kau minum" jemari Yunho menjelajah di punggung sempit Jaejoong membuat lenguhan nikmat yang seksi lolos dari bibirnya.
Disisa-sisa kewarasannya Jaejoong mengerti apa yang Yunho maksud, dan oh ia tak sabar menantikan lelaki yang tengah memangkunya ini memberi kenikmatan yang lebih besar, yang belum pernah ia rasakan
"Aku mau..berikan padaku" Jaejoong merapatkan tubuh mungilnya pada tubuh kekar Yunho, menimbulkan getaran nikmat pada tubuh keduanya.
Yunho terkekeh tampan "Kau akan mendapatkannya manis" menenggelamkan wajah pada payudara Jaejoong yang masih tertutup hoodie Yunho merasa puas merasakan benda bulat kenyal itu yang membuat gadis dipangkuannya memekik kecil. Jemari Jaejoong terbenam di rambut Yunho menunjukkan reaksi alami karena tubuhnya menyukai perlakuan Yunho.
Tak puas, kedua tangan Yunho mengangkat hoodie Jaejoong hingga lolos dari tubuhnya. Menampakkan tubuh mungil kencang dengan dua payudara kenyal membulat menggantung indah. Seindah buah surga yang membuat Adam rela dibuang ke dunia kotor untuk merasakannya. Yunho bernapas semakin berat melihat keindahan tubuh gadisnya. Dengan tergesa tangannya menarik lepas bra yang Jaejoong kenakan lalu melahap pucuk merah dari gundukan lembut didepan wajahnya.
"Ahhh…." Jaejoong memekik setengah mendesah merasakan lidah Yunho menjilat liar putingnya, sesekali menyedotnya hingga menimbulkan bunyi yang membuat Jaejoong semakin bergetar liar di pangkuan Yunho.
"Payudaramu indah sekali sayang, begitu kenyal dan empuk." Yunho berbicara dengan puting Jaejoong di dalam mulutnya membuat gadis berambut panjang ini memekik nikmat.
"Ahh yah..ya sedot lebih kencang" Tanpa malu Jaejoong mendorong kepala Yunho semakin melesak ke dalam payudaranya
"Yunho, Jung Yunho. Itu namaku manis" astaga Jaejoong bahkan baru tau nama dari pangeran tampan yang tengah melahap payudaranya ini.
Yunho menarik mulutnya menggantikan dengan kedua tangannya. Sementara mulut pemuda itu beralih melumat bibir merah Jaejoong. Menyesapnya, mengulum menghasilkan bunyi kecipak basah yang membuat Jaejoong meremas liar rambut Yunho. Kewanitaannya terasa basah, geli dan berkedut karena kelakuan nakal Yunho.
Yunho memasukkan lidahnya ke dalam goa hangat Jaejoong, memutarnya menjelajahi isi mulut gadis itu. Menghiraukan air liur mereka yang menetes di dagu keduanya. Kepala Jaejoong pening merasakan lidah Yunho di dalam mulutnya dan tangan pemuda itu yang meremas payudaranya.
Melepaskan pagutan mereka beberapa detik untuk mengambil nafas, Yunho mnejulurkan lidahnya mengajak lidah Jaejoong menari mengakibatkan lebih banyak air liur menetes memanaskan suasana kamar mereka. Saling membelit, lidah kedua insan beda jenis ini bergerak liar mereguk kenikmatan.
"Allmmhh…mpckk..ahhhh" bunyi kecipak basah bercampur dengan desahan nikmat Jaejoong. Tanpa malu gadis ini menggesekkan pinggulnya pada bagian bawah Yunho yang menegang sempurna, menekan vaginanya yang basah. Ooh Jaejoong dapat merasakan seberapa besar dan keras kejantanan Yunho meskipun masih ada celana Yunho dan celana dalamnya yang menghalangi.
Yunho menggeram tertahan, lalu kembali mengulum bibir Jaejoong, sebelah tangannya berpindah dari payudara Jaejoong menuju bagian bawah gadis itu. Celana dalam basah menyambut jari panjang Yunho. Tangannya yang besar meraup vagina yang masih terbungkus itu, menimbulkan pekikan Jaejoong yang melepas pagutan mereka
"Ahh Yun…nikmat" gadis itu mendongak dengan kepala terpejam. Tangan Yunho menggosok bagian terintim dari gadis itu, merasakan tangannya semakin basah dengan cairan khas kewanitaan Jaejoong
"Kau suka sayang ?" Yunho menjilat telinga Jaejoong
"Suka ahhh… oh Tuhan, lebih cepat Yunho" Jaejoong mendongak tubuhnya menegang, matanya terpejam erat dan tangannya mnecengkeram pundak Yunho. Lenguhan Jaejoong dan tubuhnya yang melemas di pelukan Yunho menyadarkan pemuda yang masih menggosok kewanitaannya ini bahwa Jaejoong telah mencapai puncaknya.
Merebahkan Jaejoong di ranjang lembutnya Yunho menarik tangannya, membawanya ke depan wajah Jaejoong yang terengah hebat.
"Lihatlah sayangku, tanganku penuh dengan cairanmu. Kau keluar banyak sekali sayang"
Jaejoong membuka matanya sayu, mendapati Yunho memandangnya dengan sorot nakal. Matanya melebar penuh gairah saat melihat Yunho menghirup tangannya sendiri yang penuh dengan cairan Jaejoong membuat wangi khas itu merasuk ke hidung Yunho, lalu dengan penuh nafsu Yunho menjilati tangannya, tiap senti jarinya, merasakan rasa Jaejoong yang manis membuat hasratnya memuncak
Dengan nakal Jaejoong menarik tangan Yunho lalu memasukkan ke dalam mulutnya sendiri. Mengulum jari-jari panjang Yunho dengan liar. Lidah mungilnya melingkar di jari paling panjang, menyeruput jari yang beraroma khas cairan cintanya juga berbalut air liur Yunho.
"Kau nakal sekali seksi, kau membuatku semakin tegang" Yunho menarik tangannya lalu membalurkan tangannya yang basah ke payudara jaejoong memmbuat Jaejoong membusungkan dadanya menggoda.
Lalu jari tengah dan ibu jarinya masuk kedalam mulut Jaejoong menarik keluar lidah gadis itu untuk ia jilati dengan lidahnya sendiri. Untuk waktu yang lama mereka saling memagut, menyesap dan mengaduk isi rongga mulut masing-masing.
Bosan dengan mulut Jaejoong, Yunho merosot ke bawah, menempatkan wajahnya di depan vagina Jaejoong. Mendongak kembali untuk melihat wajah penuh gairah gadisnya Yunho menyeringai. Dua jarinya dimasukkan ke dalam mulut jaejoong dan gadis itu dengan senang hati mengulumnya dengan wajah menggoda.
Yunho beralih pada pemandangan indah di hadapannya, menarik celana dalam jaejoong dengan giginya Yunho disuguhi pemandangan gundukan indah tanpa bulu berwarna kemerahan mengkilat karena cairan yang terus menerus keluar dari lubang kehidupan gadisnya. Vagina Jaejoong yang berkedut membuat Yunho langsung menenggelamkan wajahnya, mereguk cairan nikmat yang melebihi madu terbaik mengalir di kerongkongannya. Jaejoong berteriak, mendesah, melenguh merasakan lidah Yunho bermain diantara lipatan-lipatan bagian tubuhnya yang paling rahasia.
Matanya terbalik nikmat, mulutnya terbuka tanpa suara. Gerakan mulut Yunho di kewanitaannya seakan membawa nyawa Jaejoong ke awang-awang. Seakan roh dalam tubuhnya dapat melayang kapan saja.
Puas membuat gadisnya melayang nikmat, Yunho melepaskan mulutnya. Merangkak naik, memagut bibir bengkak Jaejoong beberapa saat.
"Kau siap sayang ? aku ingin merasukimu" menggoda Jaejoong dengan ciuman-ciuman kecil di sekeliling wajah gadis itu, membuat Jaejoong menganggukkan kepalanya cepat. Memandang tubuh lelakinya alis Jaejoong mengerut. Tangannya yang lemas menarik-narik kaos Yunho, menghadirkan tawa pelan dari lelaki tampan itu.
Duduk menindih Jaejoong Yunho melepaskan kaos yang ia kenakan, menampilkan dada bidang dan perutnya yang membuat gadis manapun rela bersujud menyentuh tanah untuk dapat menyentuhnya. Dan Jaejoong berbinar bahagia menatap tubuh sempurna lelaki yang menggagahinya apalagi saat Yunho menanggalkan celana dan celana dalamnya sekaligus. Oh…Jaejoong merasa gila. Matanya tidak dapat berpaling dari benda besar yang keras di bawah pusar Yunho
"Suka dengan apa yang kau lihat ? ingin menyentuhnya ?" Jaejoong mendongak menatap Yunho dengan pandangan bertanya
"Kau boleh menyentuh apapun yang kau mau sayang" Yunho duduk mengangkang sembari menarik tangan gadis yang kini telah telanjang bulat itu untuk duduk
Jaejoong menggigit bibir memandang Yunho yang terlihat begitu jantan, maskulin dengan tubuh yang membuat gadis manapun panas dingin. Perlahan Jaejoong menunduk, menyentuh kesejatian Yunho dengan tangan lembutnya. Menghadirkan desahan kecil dari bibir Yunho.
Bibir mungilnya menyapu cairan bening di ujung kejantanan Yunho, sedangkan tangannya mengurut pelan batangnya yang keras tegak mengacung dengan urat-urat jantan.
Mendongak menatap Yunho "Yunho-ya..aku mau susu" Jaejoong mengerling genit sebelum memasukkan penis Yunho ke dalam mulutnya. Mengulum penis besar Yunho dengan nikmat, lidahnya berputar di sekeliling batangnya yang besar. Membuat Yunho menggeram pelan, merasakan bagian private tubuhnya tenggelam dalam mulut mungil Jaejoong yang hangat
"Sedot lebih kencang sayangku, dan kau akan mendapatkan susu yang kau inginkan" Yunho mengelus rambut lembut Jaejoong yang terbenam di selangkangannya.
Jaejoong semakin bersemangat saat merasakan penis Yunho membesar dalam kuluman mulutnya. Disedotnya dengan kencang barang kebanggaan Yunho itu hingga dirasakannya tubuh Yunho bergetar dan kepalanya di dorong hingga penis Yunho menusuk tenggorokannya.
Jaejoong terbatuk pelan saat merasakan semburan hangat sperma Yunho mengalir ke tenggorokannya. Begitu hangat, kental memenuhi mulutnya hingga sebagian meleleh melalui sudut bibirnya. Dengan mata terpejam Jaejoong mencolek cairan itu lalu memasukkan kembali ke dalam mulutnya.
Di hadapannya Yunho terengah pelan setelah dihantam gelombang kenikmatan. Jaejoong bangkit lalu mendudukkan diri diantara kedua kaki Yunho, mengecup bibir hati yang terbuka karena terengah
"Susunya enak sekali" membuat Yunho terkekeh, lalu kembali membaringkan Jaejoong "Aku tidak tahan sayang" memposisikan kejantanannya yang masih tegak di pintu surga Jaejoong
"Tatap aku, dan rasakan diriku" Yunho menatap gadis dibawahnya dengan pandangan memuja, membuat jaejoong tersenyum merasakan bahagia yang membuncah di dadanya.
Perlahan Yunho menuntun kesejatiannya memasuki liang ketat Jaejoong yang sudah basah. Menekan perlahan menghadirkan pekikan Jaejoong karena ini adalah pertama kalinya bagi gadis itu, juga bagi Yunho. Matanya basah merasakan benda besar hangat dan berdenyut menembus pertahanan terakhirnya, mengisi tubuhnya dengan cara luar biasa, nikmat dan sakit dalam waktu bersamaan. Isakan tertahan keluar dari bibirnya.
"Sshhh….maaf aku menyakitimu. Maafkan aku, tenanglah sayang. Rasa sakitnya hanya sebentar" Yunho mengecup sayang pipi gadis manis yang menjadi miliknya ini, menenangkan.
Menggerakkan pinggulnya perlahan menghasilkan pekikan pekikan kecil lolos dari mulut manis yang menjadi candunya. Gadis itu begitu ketat, begitu hangat membungkus kesejatiannya. Desahan mereka mengalun memenuhi kamar, saling bersahutan merasakan nikmat yang sama. Jaejoong melingkarkan tangannya di sekeliling leher Yunho menarik kepala pemuda itu untuk menunduk dan memberikan ciuman-ciuman yang membuatnya ketagihan. Bibir mereka bergerak seirama, kepala mereka miring ke kiri dan ke kanan mencari kenikmatan lebih. Tangan Yunho membelai bagian manapun dari tubuh gadisnya yang dapat ia jangkau. Sementara pinggulnya bergerak teratur membuat tubuh gadisnya terhentek-hentak.
Ciuman gadis itu membuat kepala Yunho berkunang, pinggulnya semakin kencang menyodok tubuh nikmat gadisnya, semakin cepat, semakin liar. Jaejoong menghentakkan tubuh berlawanan arah dengan Yunho. Mereguk kenikmatan yang ditawarkan pemuda tampan yang tengah memejamkan mata menggagahinya.
"Ahh…ahhh….ohh…Yunhoo…." Jaejoong meremas rambut Yunho penuh gairah, membuat lelakinya mendaratkan bibir hati itu diatas bibirnya.
Geraman tertahan Yunho membuatnya puas, mengetahui bahwa lelaki ini merasakan kenikmatan yang sama besar dengan dirinya. Dengan nakal, Jaejoong mengetatkan kewanitaannya membuat Yunho melenguh tajam
"Ohh…nakal sekali kau sayang" dengan gemas Yunho memutar tubuh gadis itu agar membelakanginya, lalu mengangkat pinggul Jaejoong membuat gadis itu bertumpu dengan bagian atas tubuhnya
"Yunho ?" gadisnya menatap ke belakang penuh tanya menghasilkan seringai tampan di bibir Yunho. Dengan gemas Yunho meremas bongkahan seksi dihadapannya menghasilkan pekikan manja Jaejoong
"Akan kuajarkan cara memuaskanku manis"
Menghentakkan kembali pinggulnya Yunho membuat Jaejoong melolong nikmat dengan mata terpejam. Sesekali tangannya menampar gemas pantat mulus Jaejoong. Mulutnya aktif menyusuri sepanjang garis punggung gadisnya, membawa kenikmatan berkali lipat untuk gadis dibawahnya.
Jaejoong tanpa malu melenguh,mendesah melepaskan apapun yang membuatnya puas. Yunho begitu pandai memanjakan tubuhnya. Tidak ada lagi rasa sakit, hanya rasa nikmat yang menjalar dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Hentakan pinggul Yunho membuat pandangannya memburam, bintang bertaburan di pelupuk matanya sesaat kemudian bintang-bintang itu pecah menjadi jutaan butiran emas membawanya menuju surga dunia.
Yunho menghentikan sejenak gerakan tubuhnya, membiarkan gadisnya merasakan dahsyatnya orgasme. Membalik tubuh Jaejoong menjadi kembali telentang Yunho memberikan ciuman-ciuman lembut. Lalu kembali menghentakkan tubuhnya mereguk kenikmatan untuk dirinya sendiri. Jaejoong hanya mampu mendesah pasrah merasakan kejantanan Yunho membesar dan makin berdenyut didalam tubuhnya.
Yunho memacu pinggulnya, maju mundur, wajahnya mendongak ke atas menyambut nirwana beserta gadis cantik yang mencuri hatinya
"Ohh Jaejoong, aku hampir sampai sayang." Yunho meunduk menumpukan tubuh besarnya pada tubuh mungil Jaejoong, berbisik dengan suara serak penuh nafsu
"Penuhi aku Yunho, berikan aku semuanya" Jaejoong mengecup dagu lelakinya, memberikan gelenyar hebat pada tubuh Yunho.
Tubuh besar atletis itu bergetar, bersiap memuntahkan sari kental tubuhnya
"OHHH..…."
.
.
.
Yunho terduduk diatas ranjangnya, keringat mengalir deras di seluruh tubuhnya. Matanya mengedar liar, mendapati ia terduduk seorang diri di atas ranjang besar. Menurunkan pandangan, Yunho mendapati celana katun yang ia kenakan basah oleh cairan kental berwarna putih.
Seperti orang linglung Yunho menoleh ke sekeliling kamar "Jaejoong.." mulutnya bergumam pelan. Sebelum mengumpat dengan segala cacian yang ia ketahui. Sial, brengsek ! bagaimana mungkin ia bermimpi kotor dengan gadis yang bahkan tidak dikenalnya. Mimpi basah, sekali lagi MIMPI BASAH. Melihat sekali gadis itu hanya dari foto mampu membuat pemuda cuek seperti Yunho bermimpi basah.
Oh sialan gadis itu dan kecantikannya yang membutakan Yunho dalam sekejab. Brengsek..Jung Yunho brengsek..dasar otak mesum.
Tak henti Yunho memaki dirinya sendiri, menutup wajah dengan kedua tangannya merasakan wajahnya memanas karena malu. Astaga sekotor itukah pikirannya?
Yunho tidak percaya dirinya semesum ini, ini adalah mimpi basah keduanya setelah mimpi pertamanya saat berusia 14 tahun. Rasanya pun dulu tak sedahsyat ini hingga membuat Yunho berkeringat. Astaga…bahkan bayangan-bayangan adegan panasnya bersama gadis itu masih berkeliaran liar di kepalanya.
Yunho bukan tipe orang mesum yang selalu memikirkan kemolekan seorang gadis, tidak sedikit gadis-gadis teman sekolahnya yang mendekati Yunho saat di Kanada. Bahkan mengajak one night stand pun banyak. Kehidupan barat yang bebas sedikitnya membuat Yunho terbiasa menemui hubungan semacam itu, tak lagi tabu. Namun Yunho selalu menolak karena selain tidak ada gadis yang membuatnya tertarik, ia juga menganggap gadis adalah permata berharga yang harus ia jaga.
Mengingat bagaimana mimpinya begitu kotor membuat Yunho ingin menenggelamkan dirinya sendiri. Malu bukan main.
Sesegera mungkin Yunho melompat dari tempat tdiur menuju kamar mandi untuk mengguyur kepalanya dengan air dingin sekaligus menghilangkan bekas kenikmatan dan pikirannya yang berkelana kemana-mana.
Keluar dari kamar mandi Yunho baru sadar ini masih sangat pagi. Sekitar pukul 5, double shit. Memutuskan untuk lari pagi di sekitar komplek Yunho mengambil jaket dan celana training. Mengambil handphone, menyalakan timer agar tidak telat dengan rencananya bersama Yihan.
Menyapa satpam di pintu gerbang Yunho bertanya rute yang enak untuk jogging.
"Oh anda hanya harus berjalan ke selatan sampai menemukan gerbang perumahan. Lalu berbelok ke barat, sekitar beberapa ratus meter akan ada taman yang biasa digunakan untuk bersepeda maupun jogging" tersenyum ramah dan berterimakasih Yunho mulai berjalan kembali.
Menghidupkan music lalu menyumbat telinganya dengan headset Yunho memakai hoodie jaketnya lalu mulai berlari pelan.
Jogging adalah kebiasaan rutinnya selama di Kanada, biasanya Yunho akan jogging bersama beberapa kawannya. Sebenarnya Yunho bisa mengajak Yihan, ia yakin Yihan akan dengan senang hati menemaninya. Hanya saja pikirannya yang kacau membuat Yunho ingin menikmati waktu kesendiriannya.
Sambil berlari menyusuri trotoar perumahan yang sepi benak Yunho kembali memutar wajah manis Jaejoong. Gadis itu sangat cantik, Yunho penasaran bagaimana sifatnya ? bagaimana sikapnya ? apakah ia ramah ? atau ketus dan dingin ? dan apa hubungan gadis itu dengan Yihan ? mungkin Yunho akan bertanya pada Yihan nanti. Yunho tidak pernah merasa setertarik ini dalam hidupnya, apalagi hanya untuk seorang gadis.
Ah ini dia taman yang dimaksud satpam tadi, cukup indah. Yunho berbelok lalu berlari dengan tubuhnya yang ringan. Otot-ototnya yang terbiasa melakukan kegiatan ini membuat Yunho merasa nyaman dan dapat berlari dengan ritme konstan. Berbeda jauh dengan saat pertama kali dulu, tubuhnya terasa berat, otot-ototnya menjerit seakan hampir lepas dan nafasnya terengah.
Hampir 20 menit menyusuri taman yang ternyata luas ini Yunho memutuskan untuk berhenti di salah satu stand penjual minum yang banyak tersebar. Lalu berjalan beberapa meter untuk duduk di bangku taman yang dicat dengan warna hijau. Menikmati sejuknya air mineral yang dibelinya. Istirahat beberapa menit sepertinya bagus.
Berjalan pelan berniat pulang Yunho memandang kerumunan beberapa meter darinya. Penasaran Yunho mendekat. Melihat 3 orang yang berada di tengah kerumunan kecil
Dua orang gadis dan seorang pemuda
"Sudah kubilang aku tidak sengaja" gadis berambut panjang dengan jaket hijau muda terdengar mengeluarkan suara
"Bagaimana mungkin tidak sengaja. Jelas-jelas kau mendorongku" pemuda yang kelihatan seperti anak smp itu menyahut dengan mata melotot. Kedua gadis itu membelakanginya hingga Yunho tidak dapat melihat wajah mereka
"Yaa ! apa kau tidak sadar bahwa sebenarnya kau yang salah bocah ! sudah tau jalan taman ini sempit masih saja berjalan bertiga. Kalau kau tersenggol orang itu artinya salahmu. Kenapa tidak berjalan di jalan raya saja eoh ? kurasa akan bagus kalau yang menyenggolmu bukan seorang gadis tetapi truk sampah"
Alis Yunho terangkat sebelah, bibirnya berkedut menahan senyum. Merasa lucu dengan suara manis dari perempuan satunya yang lebih tinggi dari gadis berjaket hijau, meskipun sejujurnya gadis itu mengucapkannya dengan nada jengkel.
Belum sempat si bocah membalas, seekor makhluk gemuk berwarna hijau jatuh dari atas pohon tepat di bahunya. Membuat ketiganya sontak tersentak kaget.
Sibocah menoleh menatap makhluk hijau yang menggeliat meliuk. Seekor ulat.
"HUAAAA…"
Bocah itu berteriak sekuat tenaga, minuman ditangannya terlempar keudara dan mengguyur wajah gadis tinggi dihadapannya. Menghadirkan teriakan lain karena kaget dan rasa perih menyerang matanya
"Hyaaaa…Kim Junsu mataku perih" gadis itu mundur beberapa langkah mengusap kasar wajahnya. Lalu tangannya bergerak liar mencoba meraih si gadis berjaket hijau yang ia panggil Junsu, meminta pertolongan.
Namun naas, gadis bernama Junsu itu telah menjauh sejak ulat bulu terjatuh dibahu bocah yang bersitegang dengan mereka.
"Junsuuuu…tolong aku" gadis itu masih mengulurkan tangan mencoba meraih apa saja.
Yunho tersentak saat gadis yang sibuk mengusap wajah dengan lengan jaket itu mencengkeram lengannya kemudian menubruk tubuhnya lalu menggesekkan wajah di dadanya, lebih tepatnya di hoodie. Mencoba menghalau perih di kedua matanya.
"Yaa….lakukan sesuatu mataku perih" seakan tersadar Yunho memegang kedua bahu gadis itu.
"Membungkuklah" ujarnya. Saat gadis itu membungkuk Yunho mengguyurkan air mineral dari botolnya yang tersisa setengah ke wajah gadis itu. Membuat gadis dihadapannya ini langsung mengusap wajahnya menghilangkan lemon tea yang lengket dengan air sejuk.
Setelah air dalam botol itu habis Yunho meraih handuk kecil disaku trainingnya lalu mengusap wajah gadis itu.
Saat itulah Yunho melihat wajah gadis itu dengan jelas. Wajah putih dengan bibir merah bulu mata lentik dan bibir mungil. Gadis cantik. Gadis cantik yang menjadi bintang dalam mimpi kotornya semalam. Kim jaejoong. Mata Yunho terbelalak. Gerakan tangannya terhenti.
Merasakan usapan handuk lembut diwajahnya terhenti Jaejoong membuka mata dengan wajah setengah basah. Matanya bertatapan dengan mata musang tajam yang menatapnya tanpa berkedip membuat Jaejoong mematung sesaat.
Kedua insan itu hanya menatap satu sama lain, Yunho dengan keterkejutannya dan Jaejoong dengan kekagumannya pada mata tajam pemuda dihadapannya.
"Joongie, astaga maafkan aku. Kau baik-baik saja? Aku panic melihat ulat tadi, hiii…gemuk sekali. Kau tidak terluka kan ? matamu baik-baik saja kan ?" kedatangan gadis berjaket hijau-Kim Junsu-yang langsung menangkup wajah Jaejoong menyadarkan keduanya.
Berkedip beberapa kali Yunho mengulurkan kembali handuk itu untuk Jaejoong gunakan, yang diterima Jaejoong dengan kikuk sebelum berbalik pada Junsu
"Kau ini teman macam apa hah ? kalau aku buta bagaimana ? Kim Junsuuu…..akan kuadukan kau pada Yoochun" Jaejoong mendelik lucu pada Junsu sambil sibuk mengeringkan wajahnya
"Maaf..kau tau aku takut ulat" Junsu meringis lucu
Yunho menatap kedua gadis dihadapannya dalam diam. Merutuki nasibnya yang entah mujur atau sial bertemu dengan gadis yang membuatnya panas dingin.
Puas menghadiahi Junsu dengan cubitan-cubitan kecil, Jaejoong berbalik menatap pria tampan yang menolongnya. Jantungnya berdetak lebih cepat.
"Terimakasih sudah menolongku" Jaejoong membungkuk sopan, membuat Yunho ikut membungkuk dengan kaku. "Tak apa" lidah Yunho terasa kelu.
Junsu berbisik pada Jaejoong sambil menatap dadanya, membuat Yunho ikut menunduk. Menemukan jaketnya basah dibagian dada,
"Omo .. maafkan aku, aku membuat anda basah. Maafkan aku. Maafkan aku" Jaejoong kembali membungkuk berkali-kali dengan panic.
Membuat Yunho mau tak mau tertawa melihat ekspresi menggemaskan gadis yang diam-diam menghantui pikirannya sejak kemarin ini. Jaejoong sedikit lega mendengar tawa Yunho.
"Hahaha ….tidak apa-apa ini hanya basah." Yunho menatap gadis itu dengan senyum diwajah, membuat pipi Jaejoong merona tipis. Astaga, laki-laki ini kenapa tampan sekali sih
Senyum Yunho bertambah lebar melihat rona manis di pipi gadisnya, oh bolehkah ia berharap? Takdir membawanya bertemu dengan gadis ini, dan Yunho tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk lebih dekat dengan satu-satunya gadis yang membuatnya berdebar.
"Apa yang bisa aku lakukan untuk membalas pertolonganmu…."
"Yunho, aku Jung Yunho" Yunho menyahut
"Ah ya Yunho-ssi. Sekali lagi aku minta maaf membuat jaketmu basah. Oh dan handukmu juga" Jaejoong memasang wajah memelas yang biasa ia gunakan untuk meluluhkan keempat penjaganya. Membuat Yunho terkekeh tampan.
"Ini bukan masalah besar, jadi tidak perlu merasa bersalah nona."
Jaejoong mengangguk mengerti "Tapi…." Jaejoong kembali mendongak dengan alis terangkat mendengar Yunho menggantung ucapannya. Seringai Yunho membuat wajahnya terlihat makin tampan, membuat Jaejoong kembali merona dengan hati berdebar
"Kau harus mengembalikan handukku dalam keadaan kering nona manis" Yunho sedikit menunduk menyejajarkan wajahnya dengan Jaejoong dan berucap dengan nada pelan yang manis "Aku akan datang lagi besok, untuk mengambil handukku"
Jaejoong menunduk malu dengan rona parah. Menggigit bibirnya sendiri agar tak memekik. Ajakan terselubung untuk bertemu lagi dari seorang lelaki kelewat tampan. Perutnya tergelitik, dadanya membuncah, nafasnya menjadi sesak mendengar nada menggoda dari mulut Yunho. Astaga baru pertama kali ia memalingkan wajah dari seorang lelaki. Mengangkat kembali wajahnya, Jaejoong buru-buru kembali menunduk karena Yunho masih menatapnya dengan senyum di bibir.
"Baiklah, akan ku kembalikan besok Yunho-ssi"
Jawaban malu-malu Jaejoong membuat Yunho puas. Suara dentingan pelan terdengar dari saku trainingnya, alarm handphone. Artinya waktu jogging Yunho sudah habis.
"Kurasa aku harus pergi sekarang. Sampai bertemu besok Kim Jaejoong" Yunho melangkah mundur dan berbalik untuk berlari kecil tanpa menunggu jawaban Jaejoong. Meninggalkan gadis itu yang terpaku dengan mulut setengah terbuka menatap kepergian pemuda tampan yang mengajaknya bertemu lagi besok.
"Kyaaa…Joongie pemuda itu mengajakmu berkencan. Astaga dia tampan sekali" Junsu berteriak heboh "Aish..sudah ayo pulang. Aku bisa terlambat." Jaejoong berpura-pura cuek "Lagipula dia hanya ingin handuknya kukeringkan" Jaejoong tak mampu menahan senyum di bibirnya sendiri.
"Kau bodoh hah ? jelas-jelas ia tertarik padamu" Junsu tak menyerrah
"Sudahlah Junsuie, kau terlalu mengada-ada" membalikkan badan unutuk kembali berjalan, dengan handuk ditangan dan debaran di dada.
Namun, diam-diam Jaejoong sendiri tidak sabar menantikan hari esok untuk bertemu dengan pemuda itu lagi. Senyum manis bertahta di wajah ayunya, untuk pertama kali Jaejoong kita yang polos berdebar di dekat lelaki. Lelaki bermata tajam dengan senyuman menggoda.
Seakan tersadar Jaejoong menghentikan langkah dan berbalik menatap arah jalan dimana pemuda itu menghilang
"Kim Junsu…." Lirihnya membuat Junsu menatapnya bingung
"Darimana ia tahu namaku ?"
TBC
Nyahahaaaa…gimana ? adakah yang tertipu scene diatas nc beneran ? wkwkwkwk itu Cuma bayangan mesum appa bear. Hohoho saya lebih tertarik untuk menyiksa appa gom lebih lanjut. Enak aja mau langsung grepe umma wkwkwkw
Hiks….hiks… /lap ingus/ makasih buat yang udah review ato fav. Saya senang sekali mnedapat respon dari kalian. Yosh saya akan lebih semangat…
Saya akan update tiap sabtu atau kalo bisa mungkin update 2 kali seminggu,
So~ berniat meninggalkan jejak ?
