Reply for Review(s)
Bbangssang : Wkwk iya cerdas. Tapi kasian :' Terimakasih sudah review~~
Jeonkim12 : Sudah dilanjut ya kak ^^~ Makasih sudah review.
Fera95 : Mark bukan ya? Mark bukan ya? Tunggu aja la :v Makasih sudah review..~~
Sffnnaaaa07 : Iya Insya Allah dikasih jatah. :v Makasih sudah review~~^^
Taeeee : Iya semanis author/? *digampar Ini sudah lanjut yaa~Makasih sudah review.
Chaekyungiee : Kamu aja gemess...Apalagi aku...Makasih sudah revieww~
Wafertango : namamu bikin laper/? Hehe Jeno atau Mark ya? Atau kembar aja? Atau atau atau- Ups...liat aja nanti ya :v Makasih sudah review~
ExileZee : Mamas doank nih? Dedek Taeyong nggak disemangatin? /plak Hehe makasih sudah revieww~
Jaeyong : Nggak bisa janji panjang-panjang sepanjang anunya Mas Jae. Hehe makasih ya kakak sudah revieww~
Terimakasih juga untuk yang follow + Favorite. :* /kecup basahhh/
.
Pasutri Gaje – JaeYong Vers
"Mood Swing"
.
.
Jung Jaehyun X Lee Taeyong (GS)
Etc.
Warn! GS!Tae Older!Jae
.
T fiction! Rate berubah sewaktu-saktu. XD
Terinspirasi dari Webtoon Pasutri Gaje, judulnya sama panggilan antara Jaeyong aja.
.
.
Taechnology
Hari ini adalah hari Senin. Jam menunjukkan pukul sembilan pagi dan Jae-hyun masih setia menyesap kopi di teras depan sambil membaca koran. Sesekali ia bersiul ketika melihat beberapa gadis lewat di depan rumahnya. Kurang ajar. Dan se-ketika ketika tau kelakuan suaminya itu, Taeyong menggeplak kepala Jaehyun dengan nampan yang baru ia pakai untuk mengantar kimbab ke depan. "Bagus, ya? Sukanya sama daun muda? Duh, niatan nambah istri, kok." Taeyong berkata dengan nada menyindir pedas.
Fak. Mood swing. Batin Jaehyun
"Enggak, Adek." Kata Jaehyun.
"Enggak salah?" Taeyong tersenyum sinis.
Ngomong-ngomong hari ini Jaehyun libur. Katanya SD lagi UN. Nggak tau apa hubungannya anak SD UN sama Jaehyun libur. Tapi terserah sama cogan aja lah ya. "Adek sensian banget, sih?" tanya Jaehyun. "Kenapa? Nggak suka? Ini gara-gara bayi kita juga. Siapa suruh nanem di dalem sini." Taeyong mengelus perutnya lembut tapi dengan tatapan menusuk ke arah Jaehyun.
"Tatapannya nusuk banget, dek? Minta ditusuk?" tanya Jaehyun terkekeh.
"Matamu yang tak tusuk pake sumpit! Udah sana makan! Banyak bacot, deh." Jaehyun melongo. Seumur hidup baru dua kali ia mendengar Taeyong berkata sangat 'kasar'. Pertama dulu saat pertemuan pertama mereka yang bisa dibilang kurang baik. (penasaran? Pankapan ae ya.) "Adek mulutnya dijaga, ya." Jaehyun menghela nafas. Taeyong menggembungkan pipinya. Kemudian segera masuk dengan menghentakkan kakinya. Jaehyun masih melongo. Kenapa suami selalu salah? -_-
"Dek, Adek? Marah nih?" tanya Jaehyun yang langsung masuk begitu menge-tahui bahwa istrinya itu sedang dalam mode 'PMS turn on'nya. Pipinya menggembung, tangannya dilipat di depan dada, matanya menatap tajam. "Gatau." Jawab Taeyong.
Jaehyun mendekat, "Terus biar dimaafin kamu minta apa? Kue cokelat? Kue stroberi? Puding mangga?" Taeyong menggeleng. "Dek, Mas dirumah niatnya biar bisa mesra-mesraan, loh. Jangan marah, dong." Jaehyun memeluk istrinya itu sambil mengecup pelan pipi Taeyong.
"Habisnya Mas suka jelalatan. Adek nggak suka." Taeyong menyentil pelan dahi Jaehyun. "Meskipun Mas suka gitu, tapi temen ranjang mas Cuma satu. Mau tau?" tanya Jaehyun. Taeyong menoleh, "Hum?"
"Temen ranjangnya Jung Jaehyun ya cuma Jung Taeyong. Haha..."
Taeyong sukses memerah. Kemudian segera memukul pelan perut suaminya. "Mas, habis ini kita belanja gimana? Isi kulkas udah mau habis." Tuh, kan? Mood si manis udah balik lagi kalo digombalin. Jaehyun mengangguk, "Dua jam dari sekarang. Aku mandi dulu." Taeyong mengangguk, kemudian segera mengambil remote TV dan memilih acara yang bagus.
Ia bersyukur beberapa hari terakhir ia sudah jarang mual. Hanya dua atau tiga kali saja. "Nggak sabar kamu lahir, deh." Taeyong terkikik gemas sambil mengelusi perutnya.
.
.
Jaehyun menghela nafasnya. "Dek, jadi belanja?" tanya Jaehyun.
"Bentar, ih! Itu sumpah Hae Jin oppa ganteng banget! Pengen jadi ceweknya." Taeyong berfan girl ria sambil memeluk setoples keripik kentang. Beberapa kali ia berteriak gemas saat idolanya, Park Hae Jin, muncul di layar karena menjadi tokoh di drama favoritnya. Jaehyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia sebenarnya tak tahu siapa Park Hae Jin, Lee Min Ho, atau Kim So Hyun. Baginya sama saja semuanya.
"Tapi ini udah jam sebelas, loh. Nanti jalanan macet."
"Huh! Iya, iya!" Taeyong dengan wajah kesal segera mematikan televisi dan melarikan diri ke kamar dengan langkah cepat. "Nggak usah lari, dek! Mas enggak bakal pergi sebelum sama kamu!" kata Jaehyun.
Kemudian Taeyong keluar dengan pakaian yang telah diganti. "Udah! Ayo!" kata Taeyong dengan nada kesal. "Hae Jin ditinggal bentar, oke? Keburu sore dan jalanan rame." Kata Jaehyun.
"Tapi ini tuh episodenya Adek belum lihat!" bela Taeyong. "Iya, Mas tau. Tapi bukannya tadi adek minta belanja? Kalau nggak jadi yaudah dirumah." Jaehyun berhenti didepan mobil. Sementara Taeyong menggeleng, "Yaudah belanja aja. Kapan-kapan aku juga bisa nonton lagi."
"Nah, pinter." Kata Jaehyun.
Mereka masuk ke dalam mobil dan segera melaju menuju sebuah mall yang lumayan jauh dari rumah. Sepanjang perjalanan, Taeyong terus bernyanyi lagu dari boyband kesukaannya, BTS. Kata Taeyong disana semuanya mirip dengan beberapa orang yang ada di sekitarnya. "Mas Taehyung mirip V, Jungkook eonni mirip Baby Seagull...blablabla..." Jaehyun hanya tersenyum mendengarnya. Mungkin beberapa bulan ke depan ia harus sabar menghadapi mood Taeyong yang berubah-ubah. Artinya ia juga harus hati-hati agar tidak merusak mood Taeyong.
"Ssak da bultaewora...Bow wow wow...FIREEEEE!" Jaehyun hampir banting setir saat kaget mendengar suara nyanyian istrinya yang bisa dibilang mirip dengan berteriak barusan. "Astaga, dek! Mas kaget, loh." Jaehyun mengelus dadanya.
"Hehehe. Maaf, Mas." Taeyong terkekeh.
.
.
"Mas, beliin boneka, ya?" kata Taeyong dengan mata puppynya. Jaehyun me-nelengkan kepalanya. "Bukannya sebulan lalu Mas beliin boneka juga? Kenapa kamu sekarang minta lagi?" tanya Jaehyun.
"Huh, Adek bosen sama bonekanya. Adek pengen beli boneka Brown yang itu." Taeyong menunjuk boneka brown dari LINE Friend yang terpajang di etalase. "Boleh, ya?" tanya Taeyong. Jaehyun tersenyum, "Kita selesaiin belanjaan dulu, oke? Urusan boneka belakangan."
"Makasih, Mamas!" kata Taeyong memeluk Jaehyun.
Keduanya sempat jadi pusat perhatian ketika berjalan beriringan sambil memilih bahan-bahan yang akan mereka beli. Kebanyakan para wanita menatap kagum pada Jaehyun yang terlihat gagah diantara rombongan para kaum hawa yang sedang berbelanja juga.
"Ganteng, ya?"
"Mirip artis. Sayang udah punya istri."
"Andaikan jomblo, gue rela lamar duluan!"
Perempatan muncul di dahi Taeyong. Dengan segera ia menggandeng lengan Jaehyun dan mendelik tajam pada para wanita yang sedang bergosip dibelakangnya. "Oh, halo. Ngomongin suami saya, ya? Maaf, ya. Kami pergi duluan." Taeyong lalu menarik Jaehyun menjauh dari tempat sayuran dan beralih pada tempat daging. Jaehyun diam-diam tersenyum. Ia merasa kalau istrinya memang benar-benar mencintainya setulus hati. "Cemburu, ya?" tanya Jaehyun mencolek dagu Taeyong. "Apa, sih? Iya adek nggak suka mas jadi perhatian." Jawab Taeyong. Jaehyun terkikik, "Duh manisnya istriku."
"Mas mau daging ayam apa sapi?" tanya Taeyong.
"Ayam aja, deh." Jaehyun menunjuk daging ayam. Taeyong mengangguk dan segera mengambil daging ayam. Setelah itu keduanya berjalan ke tempat susu ibu hamil dan tempat makanan ringan. "Jangan beli kebanyakan, ya? Kamu harus banyak makan sayur." Kata Jaehyun.
Taeyong mengangguk, "Cuma keripik kentang aja."
Jaehyun menatap datar pada keranjang, "Kayak gini Cuma?" Banyak makanan ringan mendominasi keranjang daripada buah, sayur, dan susu. Tapi ia hanya bisa menghela nafas daripada nantinya Taeyong ngambek kemudian meninggalkannya di area mall seluas ini. Taeyong ilang terus diculik terus Jaehyun nggak tau statusnya itu beristri atau duda. Terus mamahnya nyoret Jaehyun dari KK karena ngilangin menantu kesayangannya terus dia dipenggal sama Taehyung terus dia juga mati terus-
"Mas, ayo!" Jaehyun tersentak saat Taeyong tiba-tiba menariknya. Mereka pergi ke tempat boneka tadi. Kemudian Taeyong segera mengambil boneka itu sambil tersenyum manis pada Jaehyun. Senyum yang membuat mata Jaehyun jadi buta akan cinta dan membuat hari-hari Jaehyun lebih berwarna. Kalau kata anak gaul, "Silau, men."
"Udah? Yuk ke kasir."
Mereka berjalan ke kasir. Kemudian segera membayar sebelum mbak-mbak kasir menggoda Jaehyun kembali. "Kembaliannya mau disumbangkan? Atau ditabung untuk biaya pernikahan kita?" goda mbak-mbak kasir pada Jaehyun membuat Taeyong mengeluarkan aura terbakar dari tubuhnya.
"Didonasikan buat peti mati mbaknya aja. Saya ikhlas."
"Busedh bini gue." Kata Jaehyun dalam hati sambil menahan nafas. Si Mbak kasir tersenyum canggung kemudian segera berterimakasih. Ia lalu menyuruh Tae-yong dan Jaehyun pergi karena antrian masih panjang. "Gila. Bininye galak bener." Kata si mbak-mbak kasir pada temannya.
"Ya nyadar. Istrinya cantik pol kayak boneka, sedangkan elo muka pas-pasan pake gombalin si masnya." Kata temen si Mbak kasir.
"Yeu, nyesel cerita."
.
.
"Mas Jaehyun?" panggil Taeyong malamnya. Jaehyun hanya ber'hm' tanpa menoleh dari laptopnya. Ia sedang menyelesaikan pekerjaannya. "Mas nggak capek?" tanya Taeyong. Jaehyun menoleh dan melepas kacamatanya, kemudian menerima sebuah pelukan hangat dari Taeyong. "Mas nggak tidur?" tanya Taeyong.
"Belum ngantuk, dek?" tanya Jaehyun.
"Nggak bisa tidur kalau nggak ada Mas." Jawab Taeyong. Kemudian ia meng-hirup aroma mint dari tubuh Jaehyun. "Kenapa nggak peluk boneka yang tadi Mas beliin buat Adek?" tanya Jaehyun menyisir rambut Taeyong dengan jarinya. Kemudian meniup poni Taeyong pelan membuat si cantik terkikik geli. "Nggak. Peluk Mas lebih enak." Kata Taeyong.
Jaehyun tersenyum, "Mas lebih suka kamu yang manja gini."
"Adek nyusahin, ya? Suka marah-marah gak jelas." Tanya Taeyong. Jaehyun menggeleng, "Nggak, kok. Mas malah bisa belajar buat jaga perasaan adek." Taeyong lalu menggesekkan hidungnya dengan hidung Jaehyun, "Maaf, Mas. Adek sayang sama Mas."
"Mas juga sayang sama Adek."
Drrtt...Drrtt...
"Halo? Mas Taehyung?"
"..."
"Hyung Ki? Taerin? Dititipin? Besok?"
"..."
"Oh, oke." Taeyong mengernyit saat Jaehyun tengah berbicara dengan kakak-nya di telepon. Setelah Jaehyun menurunkan ponselnya ia baru bertanya, "Siapa?" tanya Taeyong. "Mas Taehyung." Jawab Jaehyun.
"Ada apa? Tumben nelpon." Tanya Taeyong.
"Besok Mas Taehyung sama Jungkook mau ke Busan. Ada acara nikahan temen disana. Karena nggak boleh bawa anak kecil, jadi besok Hyung Ki sama Taerin dititipin kesini." Jawab Jaehyun. Taeyong mengangguk, "Jadi besok aku bertiga sama mereka? Atau Mas mau libur lagi?"
"Nggak tau. Nanti Mas coba tanya sama Papah dulu."
"Oke."
.
.
Makin Gaje Ye gak?
Mianhae gue telat apdet. Tugas membunuhku. :'
Ngerasa bosen nggak sih? '-' kenapa feel gue pas ngetik kurang, ya?
Apa karena tugas gue jadi lupa sama OTP gue ini? :''
Kasih saran dong enaknya ceritanya JaeYong ngapain. Naena? :v
Review dong Review~~ /teriak pake toa masjid/
.
Oy? Ada yg follow guyonanbangtan di IG? *promosi
