Chapter 3

.

.

.

.

Ngocah apa dulu ya…?

Ah… makasih buat yg udah review ^^. Buat yg udah pernah nonton animenya. Gya…gyagya… aku juga suka banget ama anime ini. Tapi aku buat luhan jadi ngeselin banget disini kayaknya cs klo di animeya dy Cuma rada canggung aja bukan minta ditabok kaya di sini. Baobao seketika terkenal. Muehehhe

Aku bawa chap 3nya ni.. moga aja gak buat bingung ya ceritanya. Happy reading all^^

.

.

.

Minseok pov

Pagi pertamaku dengan keluarga baru. Dengan perlahan ku buka gorden cantikku dan menikmati cahaya mentari pagi yang menerobos masuk dari jendela kamar yang terbuka.

Pagi yang indah dan aku berharap hari ku juga akan seindah pagi ini

'xiu.. kau harus berhati-hati dengan serigala-serigala itu. Kita tak tahu apa lagi yang akan mereka lakukan pada mu' ok… pagi-pagi tupai manisku mulai berkicau dan menunjukan taringnya. Itu juga kalau tupai punya taring.

"ayolah bao. Mereka itu saudaraku. Tak mungkin mereka berbuat jahat pada ku" ku bela saudara-saudara baru ku dan mendudukkan diriku pada ranjang. Menyangga tubuhku dengan tangan yang tertopang di belakang punggungku.

'itukan menurutmu. Bagiku mereka itu serigala yang berbahaya. Aku tak mau kau kenapa-kenapa xiu!' baobao mulai melakukan ceramah paginya dan membuatku meringis dan menatapnya bosan

"bao, kau tahukan aku berharap memiliki seseorang di sisiku. Dan sekarang aku memilikinya. Tidak hanya satu tapi tiga belas. Bahkan empat belas dengan ryewook umma" tangan ku sacara tak sadar menepuk pelan kepala bao yang terangkat ke arahku

"mereka memang ajaib. Tapi kau tahukan aku tak kalah ajaibnya dengan mereka. Jadi jangan terlalu cemas bao. Mereka hanya berusaha bersikap baik padaku." Aku melihat bao mulai melunak dan meloncat menaiki pundakku

'tetap saja kita harus waspada. Terlebih lagi dengan chanyeol,N,Luhan atau siapapun itu. Mereka semua berbahaya. Percaya saja dengan radarku'

Sepertinya percuma saja menenangkan bao jadi kuputuskan untuk mulai turun dan memulai sarapan.

Minseok pov end

.

.

.

Minseok menatap kagum hidangan lengkap yang tersaji di meja makan pagi ini. Ada sup ayam, ikan bakar, ayam goreng, roti dan aneka selai. Ini hanya sarapankan. Kenapa selangkap ini.

"selamat pagi.." sapa minseok ceria pada suho yang baru muncul dari arah dapur dengan semangkuk sup lagi di tangannya.

"pagi. Kau bangun pagi sekali"

"ku rasa kak suholah yang bangun sangat pagi karena menyiapkan semua hidangan ini"

"yah.. itu memang sudah menjadi tugasku tiap harinya untuk memasak bagi orang-orang berisik itu" minseok tertawa pela mendengar candaan suho

"ada yang bisa ku bantu kak?"

"ah.. kalau begitu tolong siapkan nasi dan dan susunya ya adik kecil" lagi-lagi godaan jahil yang membuat minseok mencebikkan bibirnya kesal dan beranjak ke arah penanak nasi.

"wah.. makan besar sepertinya" kai tiba-tiba muncul dari arah tangga, ada luhan di belakangnya.

Nampak tampan dengan kemeja hitam pas badan dan celana jins yang juga hitam. Pria itu dari pada seperti seorang mahasiswa justru nampak seperti seorang model majalah. Wajahnya datar dan ketika netranya bertemu pandang dengan mata coklat minseok seketika itu juga bias nakal terlihat pada mata setajam elang itu. Membuat minseok menggigit bibir bawahnya gugup dan merasa sedikit salah tingkah.

"tumben sekali kalian bangun pagi?" Tanya suho heran dan mendudukkan dirinya di kursi meja makan.

"selamat pagi.." sapa minseok dari arah konter dapur dan dibalas kai dengan datar.

"pagi juga adik manis" nada menggoda dari suara luhan membuat minseok mencengkram gelas ditangannya dengan erat. Entah mengapa ia merasa terintimidasi akan keberadaan pria luar biasa tampan itu

"hei bocah-bocah tak tahu diri. Aku bertanya dengan kalian" sungut suho dari balik koran paginya

"aku ada kuliah pagi. Dan mana yang lainnya?" jawab luhan cuek dan mencomot roti tawar di depannya dengan enggan. Malas untuk sarapan tapi tergoda untuk mengganggu anggota baru mereka yang nampak sibuk di dapur.

"selamat pagi…!" ok, itu jelas mark. Karena hanya dia yang memiliki suara semanis itu.

"pagi juga mark" jawab minseok yang sudah selesai dengan pekerjaannnya menyiapkan susu dan juga nasi.

"ah… aku suka ini. Akhirnya ada anggota baru yang manis dan tidak menyebalkan seperti mereka" celetuk mark santai, mengacuhkan beberapa pasang mata yang menatapnya tak suka.

"makin besar sifatmu itu makin seperti luhan ya, iblis berwajah tampan" chanyeol yang baru datang menoyor kepala mark tak suka dan di balas mark dengan erangan kesal

"wah…wah..wah.. ada ramai-ramai apa ini?"

'muncul lagi orang gila satunya' sungut bao tak suka dan menggeram marah pada target-target kekesalannya. Siapa lagi jika bukan N dan chanyeol yang baru tiba dengan kyungsoo dibelakangnya. Ia juga tadi menggeram marah pada luhan dan kai.

"mana kris?' Tanya chanyeol di sela kegiatannya menikmati nasi dan supnya

"tidak pulang. Lagi-lagi ada pasien dadakan yang menahannya pulang."

"kak suho tidak sarapan?" Tanya minseok pada suho yang menyesap kopinya di sela-sela kegiatnnya membaca Koran

"dari pada memerhatikannya sebaiknya kau memerhatikanku saja Seokie cantik" dan geraman baolah yang menjawab perkataan N dan membuat pria tampan itu meringis

"kai, kau berangkat bersama minseok ya. Mulai hari ini kau ku izinkan membawa mobil tapi hanya jika kau pulang dan pergi dengan minseok" tegas suho ketika melihat wajah berbinar kai yang langsung melempeng ketika mendengar harus selalu bersama dengan minseok

"anu.. itu.. aku bisa pergi degan bis kak" tolak minseok tak enak hati ketika melihat raut kaku kai

"tidak. Kau berangkat dengan ku" tegas kai sembari menarik tangan minseok meninggalkan meja makan. Mengacuhkan teriakan beberapa kakaknya dan tawa mengejek luhan di belakanggnya.

.

.

.

.

"kai… maaf jika kedatanganku di keluarga kalian membuatmu tak nyaman" cicit minseok pelan dan mencengkram sabuk pengamannya dengan cengkraman kuat. Ia melirik kai takut-takut dengan ujung matanya

"dari pada mencemaskan itu sebaiknya kau cemaskan saja dirimu sendiri" kalimat dingin itu membuat minseok tersentak pelan dan menggigit bibir bawahnya. Salah satu kebiasaan buruk minseok ketika ia gugup dan resah

"tapi aku senang bisa mengenal keluarga mu dan menjadi bagian dari kalian" bisik minseok pelan dan membuat kai mendesah sama pelannya

"kau itu bodoh ya. Maksut ku lindungi saja dirimu dari keluargaku. Kau tahu sendiri bagaiman seenaknya saja keluargaku itu. Kedepannya kau akan mendapat lebih banyak kerepotan untuk menghadapi kami semua" cetus kai kasar dan membuat minseok terkesiap

"aku tak masalah kok" melotot, kai melotot tak percaya mendengar kalimat polos yang meluncur dari bibir minseok itu.

"terserahlah. Yang jelas aku sudah mengingatkanmu" kai membuka pintu mobinya dan membuat minseok celingak-celingukan memerhatika sekitarnya.

Oh Tuhan,. Ternyata mereka sudah sampai sekolah. Dan begitu minseok keluar dari mobil seketika semua mata terarah kepada mereka. Heran kenapa si mungil minseok bisa satu mobil dengan pangeran sekolah mereka. Dan tatapan-tatapan itu membuat minseok luar biasa terganggu. Dengan cepat ia meninggalkan parkiran dan meninggalkan kai yang masih berdiri di dekat mobil mereka. Tak sadar dengan tatapan kai yang melembut dan mendesah putus asa melihat punggung mungilnya yang makin menjauh

"kenapa harus kau?, kenapa bukan orang lain saja. Kenapa harus kau, orang yang ku sukai yang menjadi saudaraku?" ujarkai lirih dan melangkah lesu meninggalkan parkiran. Mengacuhkan teriakan memekakkan telinga para fansnya yang berisik.

.

.

.

.

"aku pulang…" teriak minseok ceria dan tak ada jawaban sama sekali untuk teriakannnya itu. Rumah nampak lengang dan tak berpenghuni

"apa mereka belum ada yang pulang?" gumam minseok heran, matanya memindai ruangan besar di depannya dengan wajah bingung

'tidak, ada satu serigala berbahaya di sini' cetus bao sinis dan mebuat minseok mentapa bao bingung

"perasaanmu saja bao"

'aku serius xiu. Ada satu serigala di sini. Kau harus berhati-hati' tegas bao yakin ketika mereka melangkah masuk lebih dalam dan terpaku melihat wajah rupawan yang baru kali ini dilihat oleh minseok secara langsung,'apa kata ku.' Teriak bao heboh dan menegakkan bulu-bulunya dengan waspada

"dia chen… lebih tampan dilihat secara langsung" gumam minseok pelan, takut menggangu tidur lelap chen

'kau ini bicara apa sih. Jelas dia tampan. Dia itu menjadi idol sejak umur 12 tahun xiu. Hati-hati dengannya' lagi-lagi bao mewanta-wanti minseok yang tersenyum kecil ketika melihat mata terpejam chen perlahan terbuka dan memperlihatkan iris madunya

"siapa kau?" Tanya chen bingung dengan suara serak khas bangun tidurnya, pria itu bahkan sudah mendudukkan tubuhnya sembari menatap minseok dengan curiga"ah.. kau pacar si mesum chanyeol ya?. Seleranya standar sekali" detik berikutnya chen mengernyit terganggu ketika bao menggeram marah padanya

"hewan aneh apa lagi ini?" telunjuknya teracung pada bao yang dengan seketika menggigit telunjuk kurang ajar itu dengan kuat.

"bao. Lepaskan. Kau bisa melukainya" minseok menarik pelan kepala bao mejauhi jari chen"maafkan bao ya chen. Ah.. sebelumnya perkenalkan. Aku minseok. Aku baru kemarin pindah kemari" sapa misneok ramah

"ah… anaknya papa baru kami" tanggap chen tak peduli dan diangguki dengan semangat oleh minseok,"kau cukup manis kak. Tapi sepertinya kau cukup bodoh juga" seringai menyebalkan itu lagi.. minseok medesah putus asa dan bao sibuk memaki sembari berusaha menggapai-gapai tubuh chen, sayangnya tak berhasil karena minseok menahannya dalam kungkungan tangan minseok

"ku pikir akan seperti apa rupamu. Kau bodoh sekali masuk kedalam keluarga ini. Selamat datang di kandang serigala kakak manis" goda chen dengan wajah menyebalkannya dan meninggalkan minseok yang tergagap kaget mendengar perkataan sambil lalu chen yang membuat baobao mengamuk dalam pelukan minseok

.

.

.

.

"selamat datang…" sapa minseok ceria ketika suho baru saja memasuki ambang pintu dan membuat suho terpaku. Matanya menatap minseok kosong dan membuat minseok mengernyit bingung,"ada apa kak?" Tanya minseok akhirnya

"ah.. tak apa-apa. Hanya merasa senang saja ada yang mengucapkan kata itu. Sudah lama tak ada yang mengucapkannya untuk ku" jawab suho canggung dan memasuki ruang keluarga dengan berkantuung-kantung belanjaan

"biar ku bantu" putus minseok cepat dan mengambil beberapa belanjaan dari tangan suho yang dengan senang hati membagi bawaannya pada minseok

"kenapa kakak belanja sebanyak ini?" Tanya minseok bingung, tangannya sibuk memasukkan beberapa bahan makanan ke dalam kulkas

"ah, itu. Besok luhan ulang tahun. Biasanya sih tidak dirayakan tapi karena besok ia ulang tahun yang kedua puluh kami memutuskan untuk merayakannya" jawab suho dari arah dispenser

"wah… beruntungnya aku bisa ikut merayakannya bersama kalian" pekik minseok heboh dan membuat suho tertawa pelan.

"ya, kami juga senang kau ikut meramaikan acaranya besok"

"apa yang bisa kusiapkan untuk acara besok?" Tanya minseok semangat

"kebetulan sekali kau bisa membantuku untuk membuat kuenya?"

"aku bisa!" minseok menjawab dengan semangat, membuat suho tersenyum dan baobao mencicit senang melihat minseok sesenang itu

"kalau begitu tolong ya minseok"

"serahkan saja padaku kak" teriaknya penuh semangat

.

.

.

"ini merepotkan…" rengek minseok pada bao yang bertengger mantap pada pundaknya

'salah siapa menawarkan diri unuk membuat kue. Kaliankan bisa membelinya' rutuk bao kesal, sepertinya semenjak minseok pindah rumah kerjaan baobao itu hanya marah-marah dan marah-marah.

"akukan hanya mau membantu bao. Aku juga ingin berperan serta dalam menyiapkan petanya. Aku hanya tak menyangka saja kalau aku akan kerepotan membawa belanjannya." Sungut minseok kesal. Bao ini benar-benar tidak pengertian sekali

'terserah. Aku sudah lelah mengingatkanmu. Lagian kenapa kau mau repot-repot buat si menyebalkan itu?' Tanya bao tak habis fikir dengan sikap minseok yang memang ajaib ini.

"karena dia kakakku bao. Walaupun dia menyebalkan aku yakin dia juga pasti akan menerimaku seperti yang lain. Selain itu kurasa dia juga sangat keren. Jago olah raga. Masuk klub inti sepak bola dan selalu malakukan kegiatan-kegiatan amal dengan seluruh kegiatan olah raganya itu. Aku kagum dengannya!" ok.. sepertinya minseok terkena virus-virus fans girling. Membuat baobao menganga dan mereka berdua terkesiap kaget ketika mendengar tawa renyah dan terhibur di belakang mereka.

Pucat, minseok memucat ketika melihat luhan berdiri dengan gagahnya di depan mereka begutu ia membalikan badannya. Beruntung ia tak menjatuhkan belanjaannya. Wajah luhan nampak menawan dan menarik perhatian setiap pejalan kaki. Tawa itu masih ada dan membuat wajah luhan lebih lembut dan makin tampan. Membuat minseok menahan nafasnya dan mengatur detak jantungnya yang mulai menggila. Pria itu nampak memikat dengan kaus olah raga berwarna biru dengan berkerah. Ngomong-ngomong, minseok suka sekali dengan warna biru

"kak luhan.." lirih minseok nyaris tak terdengar dan membuat luhan menghentikan tawanya dan melangkah mendekati minseok

"aku tak tahu jika kau sekagum itu denganku" goda luhan dan membuat minseok salah tingkan. Bao menggeram marah pada luhan yang mengacuhkannya,"haruskah aku memberimu penghargaan untuk semua kekagumanmu itu?" sebelah alis luhan terangkat naik dan membuat minseok mencebik kesal

"kau salah paham kak. Aku bukan pengagummu" sungut minseok kesal

"stalker ku kalau begitu?" godah luhan lagi dan membuat minseok menganga tak percaya,"ok setalker ya. Kita sepakat." Ujar luhan sembari melangkah meninggalkan minseok yang masih terpaku mendengar kata-kata luhan tadi.

"luhan menyebalkan…!" teriak minseok kesal setelah tersadar dari rasa terkejutnya dan menghasilkan tawa geli luhan yang belum terlalu jauh dari mereka.

Jika dilihat dari pakaiannya sepertinya luhan akan pergi latihan.

.

.

.

Dengan langkah menghentak kesal minseok memasuki rumah dan membeku ketika melihat kaki seseorang menyembul dari balik tembok. Seketika minseok meletakkan belanjaanya pada lantai dan menghampiri si pemilik kaki.

"kak tao..? kakak kenapa?' Tanya minseok panic ketika ia mengetahui jika itu tao

'dia tak apa-apakan xiu?' Tanya bao tak kalah paniknya dan erangan samar dengan mata yang perlah terbukalah yang menjawab pertanyaan baobao itu

"xiu…?" panggil tao setengah sadar

"kenapa ia memanggilku dengan panggilan itu?. Hanya baobao yang memanggilku dengan nama kecilku itu" iner minseok bingung

'ini aneh, kenapa ia bisa tahu nama kecilmu?'

"kenapa kakak tudur di lantai?" Tanya minseok heran dan mengacuhkan perkataan baobao

"aku ingin tidur disofa tapi aku tak berhasil mencapainya karena sudah terlalu mengantuk" jawab tao dengan diiringi tawa canggungnya

"oh.. aku mengerti"

"xiu.. biarkan aku menata rambutmu hari ini" tao menahan minseok yang akan meninggalkannya,"inikan hari ulang tahun luhan. Aku ingin membuatmu tampil beda untuk hari ini"

Dan di sini lah minseok akhirnya. Duduk anteng pada kursi yang di siapkan oleh tao dan menatap tak percaya pada pantulan dirinya yang ada di cermin. Rambutnya nampak lembut dan sekarang telah berganti warna dengan warna coklat madu. Ada ikal samar pada rambutya yang sudah sedikit memanjang itu.

"ah.. hairspraynya habis. Aku akan mengambil yang lainnya. kau tunggu di sini ya" ujar tao dan membuat minseok tersentak pelan.

"tak usah kak. Ini juga sudah bagus kok" tolak minseok cepat tapi tao sudah beranjak dari posisi awalnya.

"hei.. pendatang baru.. ada apa dengan penampilanmu itu?" suara merdu itu membuat minseok menengadahkan kepalanya ke arah lantai dua dan menemukan chen yang menatapnya dengan mata membola,"sialan, kau nampak manis dengan penampilan barumu." Rutuk chen gusar dan menatap minseok lekat-lekat

"ah… bisakah kita melupakan kalau kita bersaudara. Kurasa aku menyukaimu" minseok tersentak kaget mendengar perkataan chen tersebut dan mengernyit bingung ketika mendengar chen tertawa geli

"kau harus lihat wajahmu tadi. Aku hanya bercanda. Kau benar-benar bodoh ya menanggapi serius ucapan ku tadi" baobao seketika murka dan minseok mengepalkan tangannya kesal mendengar perkataan chen tersebut

"siapa yang menata rambutmu?"

"kak tao" jawab minseok ketus dan membuat chen mengernyit

"dimana dia sekarang?"

"manaku tahu!" ketus dan makin ketus

"arght,,, sialan. Aku ke tempatnya bekerja dan katanya dia di rumah. Aku kerumah dia justru pergi lagi. ini mengesalkan" gerutu chen kesal dan makin kesal saat telfonnya berbunyi,"hei, sampaikan salam ku pada yang lain.. aku harus kembali bekerja. Sampai bertemu lagi kakak manis" masih sempat-sempatnya pria itu menggoda minseok dengan flying kissnya.

"ini tidak akan mudah" lirih minseok lelah

'ku bilang juga apa' sungut baobao kesal

.

.

.

Terpaku… semuanya menatap satu titik dengan tatapan kagum dan penuh semangat. Beberapa mendesah secara berlebihan, bahkan mark sudah melonjak-lonjak kegirangan ditempatnya.

"kau yang membuatnya?" Tanya chanyeol tak percaya

"kurasa begitu." Jawab minseok ragu

"wah… ini cantik sekali" heboh mark dan di angguki oleh kris dan suho

"kau berbakat ya dik" goda N dan membuat minseok meringis

"kau membuatkannya untuk luhan?" Tanya kai tak percaya, matanya menyorot tak suka pada minseok dan juga kuenya secara bergatian

"jelas untuk luhanlah. Yang ulang tahunkan luhan bukan kau hitam!" sindir kyungsoo kejam dan membuat kai memelototinya dengan tak suka

"hentikan sekarang juga. Aku bosan mendengar kalian rebut saja" whoa.. sang tetua mulai menunjukan taringnya sehingga membuat keadaan menghening

"hai.. halo.. dimana semua orang..?" teriakan heboh itu menyentak mereka dengan cepat dan menanti kehadiran luhan dengan semangat. Di tangan mereka sudah tersedia semprotan confetti dan juga beberapa terompet kecil. Terompet itu mah sudah jelas kerjaan N dan chanyeol yang terkadang suka membuat keributan

"happy birthday…!" teriak mereka bersamaan dan berjenis konfeti menerjang luhan begitu ia menginjakkan kaki kea rah dapur. Jangan lupakan suara berisik terompet yang ditiup dengan gila-gilaan oleh N dan chayeol ditambah dengan si bungsu mark

"whao.. haruskah aku mengatakan waw…?" tanggap luhan ketika kebisingan itu menghilang, wajahnya nampak datar dan membuat semuanya melotot kesal ke arah luhan.

"apa kataku. Dia itu tak tahu diri dan tak tahu terima kasih. Percuma saja memberinya kejutan" gerutu N kesal dan diangguki dengan lemas oleh yang lain.

"bubar-bubar. Biarkan saja rusa tak tahu diri ini sendirian" usir chanyeol tak kalah kesalnya dan membuat luhan tertawa geli.

"berapa umur kalian sih begitu saja marah" goda luhan dan mengecup pipi minseok yang ada di dekatnya dengan kilat. Membuat semua yang berada di sana membeku dan detik berikutnya menerjang luhan dengan berutal

"brengsek. Jangan mengecupnya sesukamu rusa" buak… hantaman bantal yang entah di dapat dari mana oleh kyungsoo mengenai kepala luhan

"kau pikir kau siapa sialan berani menciumnya sembarangan hah!" kali ini chanyeol yang menggeplak kepala luhan kesal

"kakak curang.. aku juga mau cium-cium kak minseok" protes mark sembari melonjak-lonjak di atas tubuh luhan yang tertawa dengan hebohnya di lantai

"ahahhaha. Maafkan. Aku.. oh tuhan.. hentikan itu kyungsoo. Jangan menggelitikiku lagi kai" ujar luhan terpatah-patah. Ia mulai kehabisan nafas karena terlalu banyak tertawa.

Menyisakan suho,kris, minseok, lay, dan tao yang melihat kegiatan itu dengan geli. Minseok bahkan lupa dengan kecupan luhan pada pipinya tadi.

.

.

.

.

"ah… terima kasih atas pesta kecilnya" ujar luhan setelah mereka semua duduk melingkari meja makan dengan luhan menjadi penunggu kepala meja.

Nampak ceria dan senang dengan kebersamaan mereka ini. Senyumnya senantiasa terkembang mendengar celetukan-celetukan saudara-saudarnya. Matanya tanpa sengaja bertemu pandang dengan mata cantik minseok

"gomapta" ujar luhan tanpa suara dan membuat minseok merona sempurna bak buah apel yang sudah matang dan merah menggoda. Terlebih lagi minseok melihat luhan tersenyum tulus untuk pertama kalinya. Bukan senyum menggoda seperti yang biasa luhan lakukan untuk minseok.

Setelah acara potong kue semua nampak asik menikmati cake masing-masing walaupun awalnya kai menolak untuk memakannya. Tapi karena godaan dari N pria itu akhirnya memakan cakenya juga.

"em.. bolehkah aku mengambil foto sebagai kenang-kenangan?" Tanya minseok di sela obrolan mereka

"silahkan saja minseok" kris tersenyum lembut ke arah minseok yang melojak senang dengan kamera ditangannya.

Dengan semangat di ambilnya foto tiap anggota keluarga. Ada foto kyungsoo dan N yang sedang menatap minseok dengan senyum lembut mereka. Tak lupa kedipan genit N yang akan selalu hadir untuk menggoda minseok. Kris yang disibukkan dengan celotehan mark dan lay yang menatap datar pada kamera. Suho yang juga tersenyum ramah pada minseok. Kai yang juga menatap minseok dengan wajah merajuknya. Chanyeol dan tao yang juga tersenyum lembut pada kamera atau pada minseok?. Dan luhan yang dengan terang-terangan mengedip genit pada minseok yang lagi-lagi merona dan salah tingkah.

Ternyata minseokpun tak kebal dengan pesona seorang bad boy setingkat luhan. Dengan cepat di alihkan perhatiannya dari luhan yang lagi-lagi menyeringai dengan menyebalkannya pada minseok. Hilang sudah sikap manisnya tadi digantikan luhan yang jahil dan menyebalkan.

"kau melakukannya dengan baik seokie" bisik chanyeol pelan dan membuat minseok menatap chanyeol meminta penjelasan,"kau lihat wajah bahagia semuanya. Itu semua berkat cake buatanmu dan juga kehadiranmu. Kau memberi kesan positif pada keluarga ini. Kami menjadi satu kembali dan tidak sibuk dengan urusan masing-masing lagi." jelas chanyeol dengan senyum kecil di bibirnya dan itu entah mengapa membuat minseok merasa sedikit berdebar dan salah tingkah

"aku tidak melakukan apa-apa" tanggap minseok cepat dan berimbas belaian sayang pada surai coklat madunya

"aku baru sadar minseok mengganti gaya rambutnya" celetuk kris tiba-tiba dan semua mata sekarang terarah pada minseok yang nampak salah tingkah

"kak tao yang menggantinya tadi" jawab minseok sembari melirik tao yang tersenyum ke arah minseok

"kau terlihat lebih manis dengan rambut barumu" puji suho dan diangguki oleh yang lainnya

"terima kasih.." minseok tersenyum senang dan membuat semuanya seketika terpaku.

Tersihir dengan senyum manis yang membuat wajah minseok berkali-kali lipat lebih manis dari biasanya.

"ah… kakak manis sekali!" pekik mark heboh dan membuat minseok salah tingkah

"ngomong-ngomong kemana bocah sok sibuk itu?. Bukannya seharusnya di sudah di rumah sekarang?"

"siapa maksutmu yeol?" Tanya suho penasaran

"si idol kita"

"ah.. aku lupa. Chen bilang ia tak bisa ikut berkumpul dengan kita karena ada pekerjaan mendadak" ujar minseok tak enak hati karena melupakan pesan chen padanya tadi siang

"kapan kau bertemu dengannya?" Tanya kai penasaran

"kemarin dan tadi siang" jawab minseok cepat

"oh.. biarkan saja kalau begitu. Tak heran jika ia tak bisa datang" cetus kyungsoo dan di angguki oleh yang lainnya.

Dan setelah itu mereka kembali disibukkan dengan pesta mereka. Keluarga yang bahagia dan ramai itu memberikan rasa hangat pada diri minseok. Ia tak akan pernah menyesal masuk ke dalam keluarga besar ini. Keluarga barunya dengan segudang kejadian mengejutkan yang nantinya akan minseok alami dikemudian hari.

.

.

.

.

Tbc

Ahahha… apa ini. Kenapa aku buat ff kayak gini. Luhan aku buat melenceng banget dari karakter aslinya di tu anime. Tapi yang lainnya nggak berbeda jauh kok. Cuma beberapa seting yang aku ganti biar nggak sama banget ama animenya.

Buat yang udah review… makasih reviewnya.. ^^.

Moga aja ni ff nggak buat kalian bosen bacanya karena aku buat ffnya jadi absurt gini.