Tittle : NO OTHER coz IT'S YOU
Part : 3/5 end
Author : AM-NYM
Pairing : SiBum Slight : EunHae
Genre : Romance, Drama
Desclaimer : Kibum hanya milik Siwon, dan Siwon hanya milik Kibum #plak. Saya gak punya apa-apa selain dari fic ini
Sumary : "Kau bahkan punya waktu untuk memikirkan hal kecil tentang EunHae... TAPI BAGAIMANA DENGAN KITA?" Pada Akhirnya mereka kembali saling membohongi. Gak pinter bikin Summary. Langsung baca aja deh. Pair : SIBUM. Slight : EunHae. Sho-ai/BL/Yaoi. RnR Please...
Part 3
(Siwon POV)
Mondar mandir diruangan Heechul hyung sambil menatap ponsel. Hahh... aku ini benar-benar menyedihkan. Bahkan untuk menelponnya saja aku gugup begini. Choi Siwon... Kemana perginya percaya dirimu yang ada selama ini?
"Kau kenapa Siwonie? Mondar mandir gak jelas begitu?" tanya Heechul hyung mengagetkanku. Aku sama sekali tidak menyadari saat ia membuka pintu tadi.
"Gwenchana hyung" jawabku lalu duduk dikursi rias yang ada disana.
"benarkah? Tapi tingkahmu membuatku tak percaya" ujarnya.
Aku hanya menghela nafas. Harus kuakui Heechul hyung satu-satunya orang yang sulit untuk kubohongi.
"Kau mau menelpon Kibum kan?" pertanyaannya berhasil membuatku melotot. Apa Heechul hyung bisa membaca pikiran orang lain?
"Hnn" sahutku menjawabnya.
Heechul hyung tersenyum puas lalu mengambil Heebum dan menggendongnya lalu mengelus-elus kucing kesayangannya itu.
"Kau tahu? Kami berhasil!" ujarnya senang.
Aku mengernyitkan dahi. "Berhasil? Emangnya kau ngapain hyung?" tanyaku tak mengerti.
"Aku taruhan, apa Kyuhyun bisa mengerjai Kibum dengan sempurna. Ternyata dia berhasil menjalankan misi dengan sukses!" jawabnya.
"Taruhan? Kau tega sekali menjadikannya objek taruhan?" komentarku tak percaya. Kasihan sekali nasibnya harus menjadi objek taruhan sekumpulan orang aneh ini dan aku yakin Wookie dan Yesung hyung pasti ikutan.
Kadang aku heran dengan mereka semua. Terlebih-lebih pada Yesung hyung. Yah... meskipun aku tau dia ini memang sangat aneh dan mempunyai aura yang seram dan dingin, kenapa dia membiarkan dongsaeng kesayangan sekaligus kekasihnya itu berbuat jahil bersama Kyuhyun. Kyuhyun sih masih lumayan bisa dijinakin sama Sungmin hyung yang merupakan pawangnya, tapi kalau Wookie... Boro-boro dijinakin, Yesung hyung malah ngebiarin bahkan ikut-ikutan ngejahilin yang lainnya. Dasar couple aneh!
"Yha! Kenapa kau bengong begitu!" seru Heechul hyung mengembalikanku kealam nyata.
"Gwenchana hyung" jawabku sambil tersenyum.
Heechul hyung menatapku tajam. Cepat sekali dia berubah. Tadi dia menggodaku sekarang dia malah menatapku dengan serius begitu.
"Mwo?" tanyaku tak mengerti.
"Kenapa kau bohong pada Kibum?" tanyanya.
"Hah? Apa maksudmu hyung?"
Heechul hyung menghela nafas. "Kenapa kau bilang kau pulang hari ini? padahal kau menginap ditempatku" tanyanya lalu berbaring.
Aku terdiam. Aku memang sengaja tidak memberitahunya. Tapi alasannya... aku sendiri juga tidak tahu.
"Molla hyung" jawabku jujur.
Heechul hyung langsung bangkit dari tidurnya lalu menatapku dengan tatapan tidak percaya.
"kau itu... Apa kau ini benar-benar bodoh? Kau tahu? Gara-gara kau bilang akan pulang hari ini dia gak jadi nginap tahu! Dasar Babo!" katanya kesal.
"Maksudmu hyung?" jujur aku masih belum mengerti apa yang dimaksudkan oleh orang ini.
"hahh... padahal kalian sudah tahu perasaan masing-masing tapi gak ada kemajuan sama sekali... gak seru tau!" gumamnya tidak jelas.
Aku hanya diam saja, tidak bisa berkomentar apapun. Harus kuakui kata-kata Heechul hyung memang benar. Selalu saja seperti ini. Tidak ada perkembangan sama sekali.
"Sudah. Sana cepat telepon dia sebelum dia dimonopoli oleh Kyu! Kudengar malam ini dia bakalan duel starcraft sama maniak jerawatan itu" ujarnya lalu keluar kamar.
Duel starcraft sama kyuhyun? Lebih baik nanti saja ku telepon dia. Kalau sudah main game dia sama gilanya sama Kyuhyun.
Sudah hampir tengah malam sekarang. Kurasa kedua maniak Starcraft itu sudah selesai bertanding sekarang. Kuronggoh BB-ku dan kutimang kembali, apakah harus kuhubungi dia? Mengingat kembali kata-kata Heechul hyung barusan, ya, aku harus menghubunginya. Akhirnya, kutekan tombol 1 di rentetan keypad qwerty itu dan akhirnya muncul juga petunjuk dialing.
"Yoboseyo," sapa suara serak Kibum.
"Bum ah," sapaku. Ia menarik nafas.
"Oh, hyung," sahutnya. Ia terdengar tidak sehat.
"Kau dimana? Sedang apa?" tanyaku sedikit cemas. Ia tertawa pelan.
"Tidak sekalian bertanya aku sedang dengan siapa, hyung?" candanya.
Aku menghela nafas sambil menggaruk alisku. "Kim Kibum," panggilku.
"Hnn?" sahutnya.
"Kau sedang minum?" tanyaku. Kibum kembali tertawa.
"Ne, hyung, hanya satu kaleng," katanya. "Tenang saja, aku tidak akan melompat dari atap kok."
"Yha! Jangan menakutiku, babo!" bentakku. Kibum menghela nafas.
"Hyung," panggilnya.
"Hnn?" sahutku.
"Kenapa kau pulang? Padahal aku begitu rindu padamu," bisiknya. Jantungku berdegup kencang. Kebahagiaanku membuncah sekarang.
"Bum ah," panggilku gugup. "Kau mabuk?"
"Aniyo, hyung," tukasnya. "Ah, ya... Aku mabuk..."
"Tsk! Tunggu aku! Aku akan segera kesana! Jangan berani-berani memindahkan bokongmu dari tempatmu berada!" kataku. Kuputuskan hubungan telepon itu dan kularikan diriku ke atap gedung.
(Author POV)
Kibum menggoyangkan kaleng birnya dengan perlahan. Pintu terbuka dan Siwon terengah menghampirinya. Ia tampak kaget melihat lima kaleng bir kosong yang sudah habis ditelan Kibum.
"Yha! Kau bilang hanya sekaleng?" tanya Siwon sambil memunguti kaleng-kaleng kosong itu. Kibum mendongak dan terkekeh.
"Kebablasan, hyung," katanya. "Aku sedang stress."
Siwon duduk di pagar pembatas di samping Kibum. "Kenapa? Kalah duel dengan Kyuhyun?"
Kibum mengangkat bahunya sambil tersenyum. "Hnn, bisa jadi salah satunya," jawabnya asal. Siwon mengerutkan keningnya. Lalu meraih kaleng di tangan Kibum.
"Berikan padaku!" katanya sambil meletakkan kaleng itu di tumpukan kaleng kosong lainnya. "Apa yang membuatmu stress?"
Kibum menghela nafas. "Pertama... Aku stress karena aku kehabisan bensin dan tidak bisa pulang," jawabnya. Ia mengangkat jari telunjuknya dan mengerjap berkali-kali untuk memastikan hanya satu jari yang diangkatnya.
"Lalu?" tanya Siwon. Kibum mengangkat lagi satu jari.
"Kedua... Aku stress karena Kyuhyun mempermainkan aku tadi, dan aku menjadi barang taruhan. Cih," dengusnya. "Menyebalkan."
Siwon masih menatap Kibum dengan penasaran. "Kemudian?"
Kibum menatap Siwon. "Ketiga... Aku stress karena aku rindu kalian."
"Masih ada lagi?" tanya Siwon memancing. Ia ingin mendengar kata, 'aku rindu padamu' dari bibir Kibum. Rasa rindu yang benar-benar hanya untuknya, sekali lagi, bukan dari telepon, namun langsung dikatakan padanya.
"Terakhir... Aku merasa stress karena Eunhyuk hyung dan Donghae hyung tampak seperti orang bodoh yang tidak peka satu sama lain. Pfftt, orang-orang bodoh," kekehnya seraya melambaikan tangannya ke udara. Siwon tampak kecewa sejenak.
"Kau tertekan... Karena memikirkan EunHae?" tanya Siwon tidak percaya. Kibum mengangguk dalam.
"Ne, hyung," desahnya. Ia menunjuk dirinya. "Aku... terus memikirkan mereka... Memikirkan bagaimana perkembangan cinta mereka... Hahahaha... sungguh bodoh..."
Siwon menggigit bibirnya. "Bum ah..."
"Hnn?" sahut Kibum.
"Apakah kau..."
"Ah!" cela Kibum. Ia kembali menatap Siwon dengan serius. "Dan tahukah kau hyung? Eunhyuk hyung bahkan tidak menyadari bahwa Donghae hyung berubah karena dia! Astaga!"
Siwon kembali terdiam.
"Ckckck. Kedua orang itu... Apa saja sih yang mereka pikirkan? Aku jadi heran... Apa mungkin mereka bisa jadian? Haha," tawanya. Siwon bangkit.
"Oh, hyung!" panggil Kibum. "Odie ya?"
Siwon berhenti dan menatap Kibum dengan kemarahan yang tertahan. "Kau bisa menghabiskan waktumu untuk memikirkan tentang kisah EunHae?"
"Hyung? Wae geurae?" tanya Kibum. Ia pun bangkit, berdiri menghadapi Siwon yang mematung menatapnya.
"Kau melewatkan waktu tidurmu hanya untuk memikirkan jalan keluar untuk membantu EunHae?" tanya Siwon tidak habis pikir. Kibum menatapnya.
"Hyung..." panggil Kibum. "Kau ini kenapa?"
Siwon tertawa getir. "Kau bahkan punya waktu untuk memikirkan hal kecil tentang EunHae... TAPI BAGAIMANA DENGAN KITA?"
Kibum tersentak. Siwon mengalihkan pandangannya. "Aku tidak yakin... Apa ada kata 'kita' sekarang," katanya sambil lalu. Meninggalkan Kibum dengan wajah yang terkejut.
Kibum menatap kepergian Siwon dengan perasaan yang tak menentu. Ia kembali terduduk ditempatnya semula dan mengambil sekaleng bir yang tadi entah dimana ia sembunyikan lalu meminumnya.
"dan satu hal lagi yang membuatku stress hyung, yaitu sesak disini" ujarnya sambil tersenyum miris dan memegang dadanya.
Kibum kembali meneguk birnya. "Rasa yang selama ini sedikit banyak sudah menyiksaku dan aku yakin kau juga begitukan hyung?" Kibum berhenti bicara sejenak sambil menatap langit malam yang gelap lalu kembali meneguk birnya.
"Aku ini memang bodoh hyung! Tidak bisa jujur pada diriku sendiri dan juga dirimu" lanjutnya. Ia mengeluarkan semua isi hatinya. Namun sayang, Siwon tidak mendengar apapun yang dikatakannya.
(Siwon POV)
"AAARGH! Sial! Sial! SIAAAL! Apa hanya aku saja yang memikirkannya?"
Aku memukul dinding kamar mandi dengan kesal. Air yang dari tadi mengguyur tubuhku sama sekali tidak bisa mendinginkan kepalaku ini.
Kenapa? Kenapa dia selalu memikirkan Eunhae sementara dia sama sekali tidak pernah memikirkan hubungan kami? Apa kau mau menyiksaku selamanya Kibum-ah?
Mata ini tiba-tiba terasa panas. Lagi? Lagi-lagi aku menangis. Kenapa aku jadi lemah seperti ini?
TBC
Jawaban Review :
Arisa Adachi : Yaa..gak ada SiBum-nya..
Hohoho..saia penasaran ama rencana kyu n heechul
Jawab : Heechul nyuruh Kyu buat ngerjain Kibum biar balik ke dorm lagi. hehehe
Sapphire Pearls : haha kasian bummie dikerjain...
yaudah cpt lanjut aja chingu ^^
Jawab : sip! Ini juga udah lanjut lagi kok ^^
R
E
V
I
E
W
