CHAPTER III

TURNAMEN DIMULAI!!!

Sama sekali tidak terpikir oleh Shikamaru dia akan bertemu lagi dengan wanita itu disini. Dia benar-benar tidak menduga Suna akan mengirimkan wanita merepotkan sebagai wakilnya. Untuk turnamen sebesar dan seberbahaya ini, sangat tidak bijaksana mengutus seorang perempuan. Bukannya Shikamaru meremehkan perempuan, tapi... Lihat saja, dia satu-satunya peserta wanita. Entah apa yang ada di pikiran Gaara dan Kankurou membiarkan kakaknya sendiri, yang –walaupun Shikamaru tahu kalau dia sangat mengerikan- adalah seorang wanita.

Setelah menjelaskan alasan keterlambatannya, Temari langsung menuju tempat yang sudah disediakan untuknya. Kursi Sunagakure berada di dua deret paling kanan, hanya terpisah dua kursi dari Shikamaru.

Dalam perjalanannya menuju kursi Suna, Tanpa sengaja dia bertatapan dengan Shikamaru. Temari terlihat kaget, walaupun detik berikutnya dia sudah bisa menguasai diri dan terus berjalan ke kursinya.

"Baiklah!" Suara si ketua panitia menarik perhatian semua orang. "Sekarang semua peserta sudah hadir. Sudah saatnya untuk menjelaskan aturan permainannya."

"Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu"

Seharusnya sudah dari tadi kan... pikir Shikamaru

"Nama saya Yukichi Kano, saya adalah ketua panitia Turnamen Shinobi ini. Orang-orang dibelakangku ini adalah mereka yang ikut membantu dalam mensukseskan turnamen ini." Yukichi menunjuk orang-orang yang berjejer dibelakangnya.

"Kami, para panitia, adalah orang-orang yang independen. Tidak berasal, memihak, dan mempunyai hubungan apapun dengan desa peserta. Kami terpilih berdasarkan seleksi yang diawasi oleh kesepuluh desa. Karenanya, kami tidak akan segan-segan dengan kalian!"

Aura ketegangan mulai terasa sekarang. Beberapa sudah duduk dengan gelisah, dan beberapa lagi jadi lebih bergairah. Hanya Shikamaru yang sedang berjuang keras menahan kantuk.

"Saya akan mulai menjelaskan peraturannya!" Yukichi memperkeras suaranya sekarang. "Peraturannya adalah... peserta pertama yang berhasil mendapatkan ikat kepala berlambangkan dunia, maka dialah pemenangnya!"

Kalimat terakhir Yukichi tadi menimbulkan banyak tatapan heran. Yukichi tersenyum melihat ini, lalu dia memberikan isyarat kepada salah satu panitia dibelakangnya dan berkata "Bawa masuk!"

Panitia itu mengangguk, lalu keluar. Tidak lama kemudian, dia kembali sambil membawa sebuah kotak besar yang terbuat dari kaca transparan. Isi kotaknya sendiri terhalang oleh badan si panitia. Kotak itu kemudian diletakkan di atas meja tepat didepan Yukichi berdiri.

Sekarang, barulah terlihat benda apa yang mengisi kotak itu.

Begitu melihatnya, banyak peserta yang menggumamkan kekaguman. Beberapa orang malah berdiri untuk melihat lebih jelas. Bahkan Shikamaru sampai melupakan rasa kantuknya.

Benda itu... benar-benar indah. Sebuah ikat kepala yang luar biasa. Ukurannya sama dengan ikat kepala biasa. Namun lempengannya terbuat dari emas. Lambang dunia ditengahnya tersusun dari jamrud, intan, berlian dan permata. Kain pengikatnya terbuat dari sutera. Ikat kepala ini akan membuat bangga shinobi manapun yang memakainya.

Benar-benar simbol kejayaan. Batin Shikamaru. Memang pantas diperebutkan...

Shikamaru melirik Temari. Dia juga sedang menatap ikat kepala itu. Tapi... ada yang aneh dengan ekspresinya. Temari menatap benda itu dengan ekspresi rindu. Seperti sudah lama ia menantikan benda itu. Matanya berkaca-kaca, bibirnya bergetar. Namun tangannya menggenggam erat. Begitu eratnya sampai Shikamaru melihat ototnya keluar.

"Ehm..."

Suara batuk Yukichi menyadarkan semua orang. Suasana menjadi tenang kembali.

"Benda inilah... yang akan kalian perebutkan. Ikat kepala inilah... yang akan kalian perjuangkan mati-matian. Sebuah harga yang sangat mahal. Karena shinobi yang berhasil mendapatkan ini, akan mengantarkan desanya ketempat yang paling tinggi. Tempat dimana dunia akan mengakui kekuatannya, kehebatannya, dan keberadaanya."

Semua hening

"Tentu saja, untuk mencapai semua itu, ada tahap yang harus kalian lewati. Untuk itulah kalian semua berkumpul disini kan?"

Yukichi diam sesaat. Menunggu apakah ada yang ingin bicara. Tapi yang ia dapat hanyalah kesunyian. Maka dia melanjutkan "Ikat kepala ini, akan diletakkan di tengah-tengah hutan kematian. Menunggu seseorang mengambil dan mengikatnya dikepala." Dia memandang semua peserta. "Tapi, untuk menuju ke sana, kami telah menyiapkan beberapa rintangan!"

Mendengar ini, seorang peserta menelan ludahnya.

"Rintangan pertama, adalah maze. Semua pintu masuk hutan kematian sampai ke gerbang rintangan kedua telah di buat menjadi labirin. Ada 10 lapis dinding labirin yang terpasang. Masing-masing lapisan dinding terdapat 10 pintu. Dan dari kesepuluh pintu itu hanya ada satu yang bisa membawa kalian ke lapis berikutnya!"

"Tapi kalian tenang saja, kami tidak akan membiarkan kalian lolos dengan mudah!" Saat mengatakan ini, Yukichi tersenyum kecil. " Kami telah memasang perangkap, hewan dan tumbuhan berbahaya, serta beberapa ninja berpengalaman disana."

Labirin, perangkap, mahluk berbahaya dan ninja... semuanya merepotkan... Shikamaru berkata dalam hati.

"Setelah kalian berhasil melewati labirin ini. Maka kalian harus menghadapi rintangan selanjutnya, yaitu Empat Gerbang Keadilan!"

Banyak alis terangkat mendengar ini. Lagi-lagi Yukichi menanggapinya dengan senyum. "Empat Gerbang Keadilan disini adalah, empat gerbang yang mewakili empat elemen. Yaitu gerbang tanah, gerbang air, gerbang api dan gerbang angin. Masing-masing gerbang mempunyai rintangan yang berbeda. Di rintangan kedua ini, logika kalian lebih dibutuhkan!"

"Bila kalian berhasil melewati keempat gerbang ini, maka kalian akan semakin dekat dengan kemenangan. Satu langkah lagi, kalian akan mendapatkan hadiahnya!"

"Ada satu gerbang lagi setelah kalian berhasil menaklukkan semua rintangan tadi. Gerbang ini disebut Gerbang Kemenangan. Disitulah Ikat kepala ini berada. Peserta pertama yang berhasil mencapainya dan memakainya, maka dialah pemenangnya!"

Yukichi tahu kata-katanya barusan telah membakar semangat semua peserta. Disana-sini terlihat senyum kegairahan.

"Baiklah! Tidak usah membuang-buang waktu lagi! Ayo berangkat ke hutan Kematian!"

Yukichi keluar. Diikuti oleh peserta dan panitia lainnya. Temari sengaja berjalan agak lambat, menunggu Shikamaru menghampiri dirinya.

"Aku sama sekali tidak menyangka Konoha akan mengutus orang sepertimu! Apakah mereka sudah kehabisan shinobi hebat?" Temari memulai pembicaraan ketika Shikamaru sudah berada disampingnya.

Shikamaru agak sedikit tersinggung. Tapi dia menanggapinya dengan malas. "Apa kau benar-benar tidak bisa menjaga perasaan orang sedikit saja?"

"Hei! Apa kau mau mulai menangis lagi? Baiklah! Aku minta maaf kalau begitu!" Senyum jahil terbingkai diwajah Temari sekarang. Shikamaru heran sekali ada orang seperti ini.

"Kau masih belum melupakan kejadian itu ya? Itu kan sudah lama sekali... merepotkan..."

"Yah... itu karena aku tak pernah habis pikir... ada seorang shinobi yang menangis karena rekannya terluka. Bukankah aturan dasar shinobi dalam menjalankan misi, tidak boleh melibatkan perasaan! Shinobi Konoha memang lemah! Dan sekarang mereka malah mengutusmu kesini!"

"Hei... hei... daripada itu... bukankah lebih aneh melihatmu berada disini? Maksudku... kau satu-satunya peserta wanita. Apakah Suna..."

"Omong kosong tentang pria dan wanita lagi!" Potong Temari. Raut wajahnya berubah serius. "Apa kalian para laki-laki selalu merasa lebih hebat dari perempuan? Aku akan membuktikannya disini! Aku akan membuktikan kalau kami..."

Temari terus marah-marah selama perjalanan. Shikamaru heran sekali melihat perubahan sikapnya yang tiba-tiba. Kenapa dia jadi begitu marah? Perempuan memang merepotkan! Sebentar baik, sebentar lagi marah-marah. Shikamaru mengingatkan dirinya untuk tidak melibatkan diri dengan mahluk bernama perempuan lagi.

Yukichi berhenti didepan sebuah gapura. Diatas gapura itu tertulis "HUTAN KEMATIAN". Dia berbalik untuk menghadapi semua peserta, yang balas menatapnya dengan pandangan bergairah.

"Disinilah semuanya akan dimulai. Saya beritahu sekali lagi peraturannya. Semua peserta harus melewati rintangan yang telah disiapkan. Masing-masing peserta bebas menggunakan cara apapun untuk melewatinya!"

Yukichi memandang para peserta sekali lagi. "Sebelum mulai, izinkan saya mengucapkan ini. Saya... sangat bangga bisa bertemu dengan kalian semua disini. Kalian orang-orang terpilih yang akan berjuang mati-matian demi desanya. Kalian adalah pejuang sejati! Seperti apapun hasilnya nanti, bagiku, dan dunia, kalian adalah pahlawan!"

Mau tidak mau, Shikamaru merasakan gelora kebanggaan pada dirinya sendiri sekarang. Bukan hanya dia, seluruh peserta juga merasakannya. Shikamaru menatap Temari, yang membalasnya dengan tatapan menantang.

"Dengan ini... TURNAMEN DIMULAI!!!"

Kesepuluh Peserta langsung menghilang kedalam hutan. Menuju kejalan yang berbeda-beda. Dan takdir yang berbeda pula.


Gomen kalo penjelasannya agak ribet!!!

Makasih banget buat yang udah review!! Author jadi lebih ngerti bahasa jepang! Hehe..

chapter 2 kependekan ya? sori deh, karna niat awalnya chapter1 dan 2 tuh nyambung, tapi mending dipisah aja deh!

O iya! Author boleh minta bantuan gak?

Author pusing mikirin nama dan jurus kedelapan peserta lain...

Kira-kira kalian ada ide ga tentang nama, jurus dan desa asal mereka???

Kalo ada, bisa berguna banget buat chapter berikutnya loh!!

Thx!