Okeh! Update chapter 3!
dan terimakasih yang udah review chapter 2 kemarin yang tak lain adalah…..Jreng!

Makasih buat pangya85, bjtatihowo, alia dragfillia, snowypon, Niha-chan The Nekoni, Nadiah Heartfilia dan Nadia

Saran dan kritikannya serta masukannya sangat berguna bagi saya^^
jadi terimakasih banyak dan maaf fict ini tidak terlalu memuaskan para readers sekalian!

Sekian trims~


Kenapa!

Disclaimer by Hiro Mashima

(*sudah pasti bukan saya,saya dengan izin mashima-sensei hanya meminjam karakter dari fairy tail)

Rate T

WARNING: miss Typo(s), kurang greget, alur abal, deelel

RnR,please!(*but don't like, don't read)


Chapter 3

Lucy POV

Aku terus berlari memasuki hutan sambil terus memperhatikan Natsu yang berlari agak jauh di belakangku

"Lucy kenapa aku harus ikut denganmu?" tanya Happy padaku

"Agar kau tidak bisa menolong Natsu, jadi sekarang diam saja!" balasku dengan aura gelap menguar dari seluruh tubuhku.

"Ha…ha'i!" balas Happy cepat karna perasaannya jadi tidak enak karna ulahku.

Aku tidak ingin Natsu menanggkapku sebelum sampai di tempat yang ingin ku tuju. Yaps, aku bermaksud membimbing Natsu agar bisa mengikutiku ke tempat yang ingin ku tunjukkan padanya dan hukuman ini hanya akal-akalan ku saja. Karna itu aku terus berlari berusaha agar tidak tertangkap olehnya, karna tempat itu sudah dekat tapi jarakku dengan Natsu juga sudah semakin dekat

"Semoga saja masih sempat!" ujarku entah pada siapa

"Kita mau kemana ,Lucy? Apa kita tidak akan tersesat?" tanya Happy kembali membuka mulut

"Tadikan sudah ku bilang ,kau diam saja ,Happy!" kata-kataku langsung saja membuat Happy menggangguk diam dan tak bersuara. Aku pun kembali menoleh ke arah Natsu di belakangku

"Aku akan menangkapmu!" terdengar suara Natsu yang makin dekat di belakangku.

"Hah? aku harus cepat! AH! Itu dia tempatnya!" aku pun mempercepat lariku dengan sekuat tenaga. Untuk sampai ke tempat itu, aku hanya perlu melompati semak-semak yang menutupi jalan. Saat sudah dekat, aku pun langsung melompat untuk melewati semak-semak tersebut, tapi ternyata Natsu sudah berada di belakangku dan meraih tanganku saat melompat. Alhasil kami pun tak bisa mendarat dengan mulus dan malah jatuh tersungkur menyentuh tanah

BRUKK!

"Wuaaaa…aduh!" rintihku saat badanku sudah menyentuh tanah

"Ah? Kau baik-baik saja ,lucy?" tanya Natsu yang langsung bangkit dan melihat keadaanku

"Aku baik-baik saja! Kau sendiri bagaimana? Ada yang luka?" tanyaku balik

"Tidak ada kok!" jawab Natsu sambil mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri

"Huh untung saja pas sampai disini!" ujarku setelah berdiri kembali, Natsu menatapku heran

"Memangnya ada apa disini?" tanya Natsu

"Lihatlah sekelilingmu ,Natsu!" ujarku sambil berlari merentangkan kedua tanganku. Dan ku lihat exspresi wajah Natsu yang tadinya terlihat bingung berubah menjadi exspresi tak percaya dan terkejut. Bagaimana tidak? Sekarang terpampang jelas pemandangan padang rumput yang hijau di malam hari tanpa terhalang oleh pohon-pohon yang tinggi. Dan di sertai langit malam yang cerah ,memperlihatkan bintang-bintang yang bersinar terang menghiasi langit dengan kilauan sinar mereka.

"Woaaahhh keren sekali!"ujar Natsu kagum melihat hamparan padang rumput yang luas dan menghempaskan badannya di rerumputan

"AYE!" komentar Happy singkat

"Bagaimana? Tempat ini sangat baguskan? Untung aku membawa kalian kesini!" ujarku senang sambil duduk di sebelah Natsu

"Jadi…. Ini semua rencanamu?" tanya Natsu padaku

"Hmmmm di bilang rencana, tidak juga. Aku tidak punya rencana apa-apa sebelumnya. Hanya saja tadi teringat saja dengan tempat ini, makanya aku ingin mengajakmu ke sini! Ku pikir mungkin kau akan senang jika ke sini?" balasku sambil menatapnya

"AKU SANGAT SENANG!" teriak Natsu senang, aku pun tersenyum melihat tingkahnya dan menyisirkan jari-jari tanganku di rambutnya. Natsu hanya tersenyum dan memejamkan matanya, menikmati setiap terpaan angin yang mengenai wajahnya

"Kau masih polos ya ,natsu!" ujarku singkat

"Hmm? Apa maksudmu?" natsu pun membuka matanya dan menoleh padaku

"Kau itu masih terlihat seperti anak kecil! Lugu dan bersemangat!" ucapku menggodanya

"Ummmm,terserah kau saja! Toh walau pun kau menganggapku anak kecil. Kau tetap menyukaiku! hehe,"

Blush!

Wajahku seketika langsung memerah, malu mendengar perkataan Natsu tadi. Sedangkan Natsu hanya tersenyum menatapku dan mulai duduk. Natsu pun meraih untaian rambutku

"Bagiku itu saja sudah cukup kok!" ucap Natsu sambil mencium rambutku yang berada di tangannya. Aku pun hanya bisa diam dengan wajah yang sudah memerah

"Siapa bilang aku menyukaimu?" ujarku setelah bisa mengendalikan perasaanku

"Heee? Kalau kau tidak menyukaiku lalu kenapa kau mau menjadi pacarku?" tanya Natsu dengan tampang bingung

"Aku memang tidak menyukaimu. Tapi aku….." aku pun menyentuh kedua pipinya, ku lihat kedua pipinya sedikit merona

"Aku mencintaimu~," jawabku sambil menarik kedua pipi Natsu

"Awww…aduhhh~ lepaskan Lucy, sakit~!" jerit Natsu ,aku pun hanya tertawa melihat Natsu

"Lucy~! Kau mau mempermainkanku? Hah!" Natsu terlihat tak senang, aku pun berhenti tertawa

"Hehe maaf, habisnya menyenangkan sekali mengerjaimu!" jawabku dengan tampang tak bersalah

"Kalau begitu sekarang giliranku mengerjaimu! Haha," Natsu pun membalasku dengan langsung menggelitikiku, aku pun tak sempat menghindar

"Hahahaha Natsu, ampun deh! Haha Aku kan hanya….bercanda! hahaha," mohonku sambil menahan geli

"Haha rasakan itu! Salahmu sendiri malah mengerjaiku!" ujar Natsu tertawa senang

"Ahahaha… maaf deh! Aku benar-benar… minta maaf nich! Haha…. GELI TAU!" teriakku karna tak tahan lagi. Natsu pun berhenti menggelitikiku dan tertawa lepas melihat keadaanku yang sekarang hanya terbaring lemas karna masih terasa geli

"Hahaha makanya kalau tak mau dikerjai, jangan mengerjai orang lain dulu! Hahaha," Natsu pun ikut merebahkan badannya di sampingku dan menatap bintang di langit

"Iya iya, aku tau," aku pun ikut menatap ke langit

"Kau tahu, Lu? Bintang-bintang itu sungguh cantik!" Gumam Natsu masih bisa ku dengar

"Ya! Memang cantik dan mengagumkan!" balasku

"Tapi walau pun begitu, masih ada yang lebih cantik dan mengagumkan!" tegas Natsu

"Apa itu?" aku pun menolehkan kepalaku menghadap Natsu

"Kau, Lucy! Kau lebih bersinar dari bintang-bintang itu!" ujar Natsu sambil menyentuh pipiku dan tersenyum padaku. Seketika langsung ku rasakan wajahku memanas

"Kau lebih cantik dari segala hal! Kau sangat berharga bagiku ,Lu!karna itu aku akan selalu menjaga dan melindungimu!" tegas Natsu sambil tersenyum. Aku pun hanya diam dan tanpa sadar air mataku mengalir begitu saja

"Hei jangan menangis seperti itu! Sejak kapan kau jadi cengeng begini?" ujar Natsu sambil menghapus air mataku, aku pun tersenyum menatap Natsu dan kembali menatap langit. Suasana pun menjadi hening diantara kami karna tak ada yang mengeluarkan suara. Natsu terlihat asyik memandangi langit malam

"Natsu?" panggilku pada Natsu yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri

"Hmm?" gumam Natsu

"Ummm bagaimana jika seandainya aku pergi?" tanyaku langsung

"Hmm? Pergi?" Tanya Natsu memastikan

"Ya?" balasku meyakinkan atas pertanyaanku tadi

"Hmm tidak mungkin terjadi!" jawab Natsu cepat

"Kenapa kau seyakin itu?" tanyaku heran

"Karana aku tak akan mambiarkanmu pergi!" jawab Natsu singkat

"Tapi bagaimana jika itu adalah takdir?" tanyaku lagi sambil menoleh pada Natsu, Natsu hanya menghela nafas dan kemudian berdiri

"Aku akan merubah takdir tersebut bagaimana pun caranya!" tegas Natsu sambil menatapku dengan senyuman, tapi dalam senyumannya itu bisa ku lihat tak ada keraguan sama sekali dengan apa yang diucapkannya. Aku pun ikut tersenyum lega

"Kau itu benar-benar egois, sama seperti anak kecil!" aku pun berdiri dan memukul pelan lengan Natsu. Namun Natsu berhasil menangkap tanganku

"Biarkan saja, asalkan itu bisa membuatmu tetap berada di sisiku!' Natsu pun menggenggam tanganku dan kembali menatap langit sambil tersenyum


Normal POV

Natsu dan Lucy masih terlihat menikmati langit malam sambil bergandengan tangan. Dari kejauhan terlihat seekor kucing biru terbang dengan cepat

"Natsu~…Lucy~?" panggil Happy pada Natsu dan Lucy yang berada jauh di depannya

"Oh ,Happy? Dari mana saja kau?" Tanya Lucy

"Kemana saja?" Natsu pun ikut bertanya

"Ah itu sekarang tidak penting! Tapi aku menemukan sesuatu!" ujar Happy bersemangat

"Sesuatu?" Natsu terlihat bingung

"Apa itu ,Happy?" Tanya Lucy pada Happy

"Ada seorang bayi di sana!" jawab Happy sambil menunjuk ke sebuah pohon tak jauh dari tempat mereka sekarang

"Ouw bayi!" tukas Natsu dan Lucy bersamaan

"Umm," angguk Happy meyakinkan

.

.

.

"EHHH? BAYI?" teriak Lucy terkejut

"Ada apa sich ,Luce?" Tanya Natsu dengan tampang innocent

"Natsu, itu bayi! Mana mungkin seorang bayi ada di hutan malam-malam begini?" ujar Lucy sedikit panic

"Mungkin saja dia bersama orang tuanya?" tukas Natsu ragu

"Dia sendirian!" sela happy

"Heeee? Happy ,tunjukkan tempat kau menemukan bayi itu sekarang padaku!" seru Lucy

"AYE!" angguk Happy

"Ayo ,Natsu!" aku pun menarik Natsu yang masih terlihat bingung

.

.

"Ayo, tadi dia ada di sini! Ummm….. Ah? Itu dia, Lucy!" tukas Happy sambil berjalan mendekat ke sebuah keranjang bayi yang berada di samping pohon. Lucy dan Natsu pun terlihat mengikuti dari belakang

"Hay!" Happy terlihat menyapa bayi tersebut, tapi bayi itu langsung menangis

"Ehhh?" Happy terlihat bingung karna bayi itu menangis begitu saja

"Ada apa ,Happy? Kenapa dia menagis?" Tanya Lucy dan langsung melihat bayi tersebut

"Entahlah, Lucy! Dia tiba-tiba menagis begitu saja," balas Happy. Lucy pun langsung menggendong bayi tersebut

"Hay, ada apa? Jangan menangis! Cup cup cup!" ujar Lucy sambil menimang-nimang bayi tersebut

"Kau terlihat seperti ibunya saja ,Lucy!" seru Happy sambil melihat Lucy dan bayi tersebut

"Dan natsu sebagai ayahnya. Benar-benar keluarga yang bahagia!" tukas Happy sambil geleng-geleng kepala. Sedangkan Lucy dan Natsu sedikit malu dengan ucapan Happy

"Sudahlah ,sepertinya bayi ini haus! Bagaimana kalau kita bawa ke rumahku saja?" Tanya Lucy pada Happy dan Natsu

"Mungkin lebih baik begitu! Berbahaya jika seorang bayi berada di dalam hutan sendirian!" tukas Natsu menyarankan

"Baiklah, ayo!" Lucy pun mulai berjalan meninggal tempat tersebut, diikuti olah Natsu dan Happy

"Lucy, kenapa bayi ini bisa ada di hutan begini? Bagaimana dengan orang tuanya?" Tanya Happy sambil berjalan di samping Lucy

"Entahlah Happy, aku juga tak tau! Mungkin saja dia terpisah dari orang tuanya atau mungkinkah orang tuanya yang sengaja meninggalkannya?" Lucy mencoba memikirkan beberapa kemungkinan. Sedangkan Natsu terdiam saat mendengar perkataan Lucy

"Di tinggalkan oleh orang tuanya…."

"Maksudmu dia dibuang, begitu Lucy? Berarti orang tua nya tidak menyayangi dan tak mengharapkan kehadiran bayi kecil ini?" Tanya Happy lagi sambil menatap bayi dalam pelukan Lucy

"Bukan….. Bukan seperti itu juga Happy, aku tak bisa mengatakan hal sekejam itu saat ini. dan lagi… eh dimana Natsu?" Lucy baru menyadari Natsu sudah tak berada di sampingnya. Lucy pun menoleh ke arah belakang, dan mendapati Natsu yang termenung sendirian

"Natsu~ apa yang kau lakukan di sana? Ayo cepat!" panggil Lucy pada Natsu

"Oh? Ah ya, tunggu sebentar!" Natsu pun tersadar dan langsung berlari ke tempat Lucy dan Happy

"Ada apa? Apa ada yang sedang kau pikirkan?" Tanya Lucy khawatir

"Ah bukan apa-apa," ujar Natsu dan kembali melanjutkan perjalanan

"Oh ya sudah!" ujar Lucy singkat


Skip time~

Rumah Lucy…
Lucy ,Natsu ,Happy dan seorang tamu lainnya yaitu seorang bayi yang mereka temukan di tengah hutan tadi akhirnya sampai di rumah Lucy dengan selamat tanpa ada sedikit pun halangan. Tapi ada hal lain yang mengganggu pikiran Lucy, gadis berambut blonde tersebut tak henti-hentinya menatap heran dan khawatir pada pacarnya yang kini lebih pendiam dari sifat aslinya yang suka bikin onar, entah apa yang sudah menimpanya…


Lucy POV

"Natsu! Bisa tolong gendong bayi ini sebentar, aku tak bisa mengambil kunci jika terus menggendongnya?" pintaku pada Natsu yang kini tengah berdiri tepat di sampingku. Namun permintaanku tak ditanggapinya sama sekali

"Natsu?" ulangku lagi memanggilnya, sama seperti tadi suaraku hanya seperti angin lalu baginya

"NATSU!" panggilku dengan sedikit mengeraskan suara

"Ah?... ada apa ,Lucy?" Tanya Natsu yang sudah kembali ke alam sadarnya

"Seharusnya aku yang tanya ada apa denganmu?" aku pun balik bertanya

"Eh aku?" Natsu hanya terlihat heran

"Ah sudahlah!" aku pun beralih berusaha mengeluarkan kunci dari dalam tasku ,dengan sedikit usaha yang maksimal, kami pun berhasil masuk ke dalam rumah. Kini bayi yang berada dalam gendonganku pun sudah terlelap dan tertidur

"Huh cepat sekali bayi ini tidur? Padahal tadi ia kelihatan haus, ya kan ,Natsu?... Natsu? Aduh ya ampun ,Natsu!" aku pun mulai menyadari Natsu masih berdiri mematung di depan pintu seprti enggan untuk masuk

"Natsu ,masuklah!" panggilku

"Eh?" mendengar respon Natsu, aku pun mulai mendekat ke arahnya setelah meletakkan bayi tadi di sofa dan mendorong pelan punggung Natsu agar dia masuk ke dalam

"Jangan melamun terus. Masuklah! Kau bisa kedinginan jika berdiri di luar!" saranku, Natsu hanya membalas ucapanku dengan anggukan kecil

"Ada apa ,Natsu? Kau terlihat berbeda?" tukasku

"Tidak ada apa-apa kok," balas Natsu cepat

"Tapi dari tadi ku perhatikan kau terus saja melamun? Kenapa ,Natsu? Ceritakanlah apa ada yang mengganjal di hatimu?" tanyaku lagi

"benar, tidak ada apa-apa kok! Percayalah! Haha mungkin hanya perasaanmu saja," jawab Natsu dengan sedikit tertawa, tapi tawanya itu sedikit membuatku lega karna Natsu benar-benar baik-baik saja, pikirku

"Ya sudahlah! Kau sepertinya lelah? Hari ini ku izinkan kau tidur di sini! Tidurlah lebih cepat!" ujarku sedikit memerintah

"Heh benarkah? Biasanya kau selalu melarangku tidur di sini?" Tanya Natsu memastikan

"Anggap saja hari ini aku sedang berbaik hati pada pacarku tersayang!" jawabku dengan senyuman dan menarik natsu agar cepat tidur. Wajah Natsu terlihat sedikit merona namun ia pun langsung tersenyum dan mengecup pelan keningku. Dan segera beranjak ke arah tempat tidur dan dalam sekejab Natsu sudah terlelap. Sekarang balik aku yang merasa wajahku sedikit memanas

"Selamat tidur ,natsu!" bisikku saat dia sudah mulai terlelap

Aku pun kembali beralih ke arah bayi yang tadi ku tinggalkan sejenak karna mengurus Natsu

"Huh sepertinya bayi ini sudah benar-benar lupa kalau dia haus dan malah terlihat makin terbuai mimpi!" aku pun sedikit tersenyum dan mulai menidurkan bayi tersebut di sebelah Natsu yang sudah terlelap. Setelah memastikan pintu rumah sudah terkunci aku pun mulai merebahkan badanku di tempat tidur, untung masih ada sedikit tempat untuk tempat ku tidur dan aku pun mulai menutup mataku mencoba untuk tidur

Tengah malam yang hening…

Saat tengah tertidur lelap, aku sedikit tersadar karna serasa ada yang mengganggu tidurku. Dengan setengah kesadaran aku pun sedikit membuka mataku. Ku lihat tidak ada apa-apa yang terjadi dengan kamarku. Namun aku pun mengalihkan pandanganku ke arah Natsu yang tertidur namun terlihat tidak tenang.

"Natsu?" pikirku. Tangan kanannya menutupi sebagian wajahnya, nafasnya terasa berat dan wajahnya sedikit berkeringat. Tidak seperti biasanya ,Natsu biasanya selalu sedikit tenang kalau tidur. Tidak seperti sekarang.

"Natsu ada apa denganmu?"

TBC~


Woaaaa=='a masih kurang greget?
bingung? Kerasa lucynya yang lebih memanjain natsu=3=

Ah jika para readers sekalian belum merasa puas dan merasa chap ini masih ada kekurangannya, mohon reviewnya,
karna saran dan kritikan dri readers sekalian sangat berarti^^
sekian trimakasih!