Akhirnya saya kembali dengan chappy 3 yang abal, gaje, dll. Terima kasih untuk Kireina, minnie, EndahhyukiELF, Sakyu, Choi Chinatsu, Kimchi Fedeoya, Choisky13, Nashelf, Han Eun Kyo atas reviewnya dan jeongmal mianhe updatenya lama soalnya author lagi sibuk ujian. Jadi agak telat update, jangan lupa review yang banyak ya^^


CLOSE TO THE LIPS


Cahaya matahari yang masuk dari celah-celah kamar, membangunkan seorang namja yang sejak tadi tertidur dengan pulas. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, agar kesadaran datang seutuhnya.

Dengan langkah gontai, ia berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan rutinitas seperti biasanya. Namja itu adalah Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk.

Tak ada yang spesial hari ini, hanya saja ada perasaan yang mengganjal di hatinya. Tapi apa itu? Ia juga tidak tahu, meskipun sudah mendinginkan kepalanya bahkan kini ia sudah berpakain rapi. Tetapi otaknya masih belum merespon, siapa pagi ini yang harus dia temui.

Eunhyuk berjalan dengan malas menuju ruang tengah, disana appa dan ummanya sedang duduk santai sambil menikmati teh hangat yang tersedia di atas meja. Sambil memperhatikan kedua orang tuanya yang begitu mesra pagi ini, ia menarik sebuah kursi dan mendudukinya.

"Appa dan umma mau kemana? Pagi-pagi sudah rapi," tanya Eunhyuk sambil memperhatikan kedua orang tuanya dari atas kepala sampai ujung kaki.

"Mau pergi ke kantor Yunho ajjushi, dua hari lagi kan pertunanganmu dengan Hae. Rumah perlu di dekorasi atau kau mau pestanya di kandang ayam belakang rumah?" canda Hankyung kepada anaknya.

Mendengar hal itu, Heechul sang umma hanya terkikik geli. Apalagi saat melihat wajah cemberut Eunhyuk, anak sulung yang sangat disayanginya.

"Iihh…emangnya appa mau merusak pertunangan kami? Gimana kalau salah satu ayam loncat ke kepala Hyukkie kan malu-maluin," ujar Eunhyuk dengan kesal dan memajukan bibirnya dua senti.

Melihat wajah manyun Eunhyuk, sang appa yang diketahui bernama Hankyung hanya bisa menahan tawa. Melihat tingkah laku anaknya.

"Kalian berdua ini, pagi-pagi sudah membuat umma sakit perut karena tertawa. Kerjaannya hanya bercanda melulu," jelas Heechul sambil tersenyum sumringah melihat suami dan anaknya.

"Sekali-kali tidak apalah umma, appa kan sering pergi. Anakmu ini sering merindukan appanya, emangnya umma tidak merindukan appa?" tanya Eunhyuk menggoda ummanya

Heechul hanya tersipu malu mendengar pertanyaan anaknya dan hal itu sukses membuat Eunhyuk terkikik geli.

"Kau ini kecil-kecil, pikiran sudah mesum." ujar Hankyung dan terlihat dengan jelas ada semburat merah dipipinya.

"Ani appa, aku sudah besar. Buktinya sebentar lagi aku bertunangan dengan Hae," jelas Eunhyuk dengan bangga.

Heechul hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia heran anaknya ini mulai bicara ngelantur. Sedangkan Eunhyuk dengan wajah tanpa dosanya melahap sarapan yang ada di depan matanya.

"Ne, anak appa sudah besar dan semakin tua. Hahaha…" ujar Hankyung sambil tertawa

Eunhyuk yang mendengar hal itu, menatap sinis pada appanya.

Lalu ia meletakkan makanannya dan menyeringai.

"Appa tidak ingat umur sendiri, padahal lebih tua." ejek Eunhyuk sambil menyeringai setan.

Tiba-tiba Hankyung menghentikan tawanya, ia ingin membalas ucapan anaknya tapi pada kenyataannya itu benar.

"Sudah-sudah, Hyukkie lebih baik kau panggil Mora. Sejak tadi ia belum keluar dari kamar, bukankah semalam ia tertidur di rumah Teukkie ajjumha? Apa dia bertengkar denganmu atau dengan Kyuhyun?" tanya Heechul dengan khawatir.

Eunhyuk memukul dahinya, pantas ada yang mengganjal hatinya. Sejak semalam ia khawatir dengan adiknya itu, sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Sampai-sampai ia tertidur di kamar Kyuhyun atau Mora bertengkar dengan Sungmin. Soalnya terakhir bertemu, setahu Eunhyuk Mora akan menemui Sungmin.

Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak mengerti, lalu ia berjalan menuju kamar adiknya itu. Ia benar-benar penasaran, apa yang membuat Mora begitu lelah. Apalagi dilihat dari wajah tidurnya semalam, sepertinya ia ketiduran karena kelelahan menangis. Eunhyuk tak akan membiarkan adiknya menangis, kalau sampai ia menangis pasti itu sudah sangat menyakitkan bagi Mora. Karena selama ini, sesedih apa pun itu. Ia tak pernah menangis, paling tidak ia mengurung diri dikamar. Lalu beberapa jam kemudian, balik lagi deh kayak semula.

"Mora ireone…ireone…sudah pagi, kau mau sarapan tidak!" panggil Eunhyuk di depan pintu kamar Mora.

Tak terdengar jawaban apa pun dari dalam kamar, padahal Eunhyuk sudah mengetuk pintu beberapa kali bahkan sudah memanggilnya.

"Ya sudah kalau kau tak mau keluar, oppa masuk ya?" tanya Eunhyuk dan tanpa jawaban ia menerobos masuk kamar Mora.

Eunhyuk hanya diam tak bergeming sedikit pun, ia begitu terkejut melihat yeosaengnya ini. Mora duduk termenung diatas tempat tidur dengan selimut yang masih menutupi setengah tubuhnya, matanya terlihat kecil dan bengkak seperti yang Eunhyuk duga ia menangis semalaman. Mora hanya memandang kosong kearah depan seakan-akan panggilan dari siapa pun tak akan didengarnya.

Dengan langkah pelan Eunhyuk berjalan mendekati Mora, ia duduk di depan Mora. Sejenak Eunhyuk hanya memandang sayu mata Mora, kemudian ia memeluk Mora membelai lembut rambut Mora.

"Mora gwenchana? Katakan pada oppa, apa yang terjadi?" tanya Eunhyuk dengan lembut

Di dalam dekapan Eunhyuk, Mora hanya menggelengkan kepalanya. Eunhyuk hanya dapat menghela nafas berat, ia lalu melepaskan pelukkannya dan memandang Mora dengan tatapan memohon.

"Jika kau tak memberi tahu, oppa tak akan mengerti apa yang terjadi padamu." jelas Eunhyuk sambil menyunggingkan senyum tipisnya.

Mora tetap diam tak bergeming, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu. Dan hal itu membuat Eunhyuk bertambah heran, sepertinya berat sekali bagi yeosaengnya ini memberitahu apa yang sedang terjadi.

Akhirnya Mora mengangkat kepala dan menatap sendu pada Eunhyuk.

"Oppa bisakah, aku meminta sesuatu darimu." tanya Mora dengan penuh harap.

Mendengar pertanyaan Mora, Eunhyuk tersenyum lebar dan mengusap lembut rambut Mora.

"Ne, apa pun itu. Oppa pasti akan mengabulkannya," jawab Eunhyuk dengan yakin.

Mora hanya tersenyum miris, menanggapi jawaban dari Euhnyuk. Ia menutup matanya dengan pelan dan menghela nafas. Lalu memandang Eunhyuk dengan tatapan sendu.

"Kalau begitu, bisakah oppa bata…"

"Hyukkie Hyung! cepat ke rumah Donghae Hyung," teriak Kyuhyun dari depan pintu kamar.

Mendengar teriakkan Kyuhyun, Mora menghentikan ucapannya dan refleks menoleh kepada Kyuhyun. Begitu pula Eunhyuk, sepertinya Kyuhyun begitu terburu-buru. Nafasnya sampai terdengar.

Kyuhyun melangkah dengan pasti menuju Eunhyuk dan menariknya menuju pintu keluar ruangan itu, meninggalkan Mora yang berwajah tak mengerti.

"Aigoo…pelan-pelan Kyu, ada apa kau menyuruhku ke ruamah Hae?" tanya Eunhyuk dengan kesal.

Bagaimana mungkin, ia begitu tepat waktu merusak atmosfir yang mulai membaik antara dirinya dan Mora. Dasar iblis, tak berperi kemanusiaan.

"Hae hyung sakit, sepertinya ada seseorang yang memukulinya." ujar Kyuhun dan memandang sinis kearah Mora.

Mora hanya diam, memasang wajah tak mengerti atas tatapan sinis Kyuhyun.

"MWO! Kalau begitu aku pergi dulu, kau jaga Mora sebentar." perintah Eunhyuk dengan cepat.

Eunhyuk langsung berlari menuju rumah Donghae yang berjarak tak jauh dari rumahnya, meninggalkan Kyuhyun dan Mora berdua di rumah mereka. Karena di ruang tengah tadi, appa dan ummanya sudah tidak ada.

"Yesung ajjushi, buka pintunya. Ini aku Hyukkie," panggil Eunhyuk dari pintu depan keluarga Lee.

Terdengar langkah kaki dari dalam rumah dan ada seseorang yang membuka pintu.

"Oh Hyukkie, mau menemui Hae?" tanya orang itu.

"Ne, Wookkie ada? katanya ia sakit?" tanya Eunhyuk dengan nada cemas.

"Hae hanya sedikit terluka, kau langsung masuk saja. Hae ada dikamarnya," jelas Wookkie dan mempersilahkan Eunhyuk masuk kedalam.

Setelah permisi, Eunhyuk langsung menghampiri Donghae dengan khawatir.

"Hae gwenchana!" panggil Eunhyuk sambil membuka pintu dan berderap masuk ke kamar Hae.

"Hyukkie tenanglah, aku hanya jatuh dari tangga." jelas Donghae dengan senyum tipis.

Eunhyuk langsung duduk ditepi tempat tidur Donghae dan mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, setelah itu ia memperhatikan Donghae. Sepertinya benar, sejauh yang Eunhyuk lihat tak ada sedikit pun luka di tubuh Donghae.

"Apa ada yang luka?" tanya Eunhyuk dengan lembut.

"Gwenchana, sepertinya tulang rusukku agak bergeser. Tenang saja, dua hari lagi akan sembuh kok." jelas Donghae sambil mengusap lembut rambut Eunhyuk.

"Malhajima, kau bohong. Mana ada luka dalam dua hari sudah sembuh," ujar Eunhyuk tak percaya.

"Ada kok, kalau aku yang luka. Lagi pula tidak terasa sakit saat aku jatuh dari tangga kemarin." bela Donghae sambil bercanda.

Eunhyuk hanya tersenyum kecut, orang lagi khawatir setengah mati. Donghae sempat-sempatnya bercanda.

"Oh, kenapa Kyuhyun tadi bilang kau dipukul orang." ujar Eunhyuk tak mengerti.

Donghae hanya menggelengkan kepalanya dan mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti, bukannya Kyuhyun tak ada saat ia dipukul oleh Mora. Kenapa Kyuhyun bisa tahu hal itu.

"Ya sudah, kalau begitu seharian ini. Aku akan menjaga dan merawatmu," ujar Eunhyuk dan tersenyum manis.

Donghae pun membalas senyum Eunhyuk tak kalah manisnya dan memeluk Eunhyuk, membawa kedalam dekapannya.

At Kyuhyun

Kyuhyun melangkah pelan menuju Mora yang masih memandang heran padanya

"Kau kira, aku tidak tahu yang membuat Hae hyung terluka itu. Kau!" ujar Kyuhyun sambil memandang Mora dengan tatapan tak suka.

Kini Mora mengerti arti dari tatapan sinis itu, ia hanya memasang wajah tak bersalah dan kembali tidur.

"Mora, kau itu sudah keterlaluan. Tak bisakah kau melepaskan Hyukkie hyung, lagi pula apa salah Hae hyung padamu?" tanya Kyuhyun tak mengerti.

Mora malah menutup matanya dan bersikap acuh tak acuh.

"Aniya, tapi aku tak suka padanya. Dia bukan orang yang tepat untuk Hyukkie oppa," ujar Mora dengan tetap menutup matanya.

"Nuguya? Aku kira hanya Hae hyung yang dicintai Hyukkie hyung," jelas Kyuhyun tetap bersikeras.

"Entahlah, I don't know." jawab Mora dan berbalik membelakangi Kyuhyun.

"Jika aku yang memohon, apa kau masih tak mau berubah pikiran?" tanya Kyuhyun dengan penuh harap.

"Ani, kau banyak salah padaku. Jadi aku tak akan mengabulkannya," jawab Mora dan bangkit dari tempat tidurnya.

Ia berjalan menuju kamar mandi, melewati Kyuhyun begitu saja.

"Arraseo, jika ini yang kau mau. Aku akan melakukan apa pun agar Eunhyuk hyung bahagia, meskipun harus memutuskan tali persahabatan kita." ujar Kyuhyun dengan kesal Mendengar hal itu, Mora berhenti di depan pintu kamar mandi dan berbalik memandang Kyuhyun.

"Kuharap kau tak akan menyesal nanti," ucap Kyuhyun lagi dan pergi meninggalkan Mora yang termenung menatap kepergiaan Kyuhyun.

"Seharusnya aku yang berkata seperti itu dan kau selalu saja berpihak pada oppa, dasar namja tak berperasaan." gumam Mora tersenyum miris.


TBC


Author mengucapkan Jeongmal

Gomawo^^

Sudah mau review dan fav FF ini

Mohon reviewnya lagi ya^^

Yang banyak, author akan usaha-in update kilat!