Hallo, minnaaaaa~...

Udah lama nih Kagoya ga update nih fic..

:P

Maklum, udah kelas 3, mau ujiaaann..

Tapi, tetep aja ya minna...

Enjoy this brand new chapter!

Haruno Sakura

Summary: Another Story About Sakura's Life's History..

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Part 3. It's All Sakura's Destiny

Konoha Academy

"Hei, lihat deh! Itu kan si jidat lebar!"

"Jangan dekat-dekat! Selain jidatnya lebar, dia juga seorang monster dan dia datang dari klan paling hina di Konoha!"

"Iiihh... Kenapa Yondaime mau menerima dia di Konoha? Bukankah lebih baik bila dia tetap di pinggir desa saja?"

"Sudah, ah! Ayo, pergi!"

Sakura diam saja mendengar ucapan penduduk setempat. Ia memang tak tinggal lagi di klan Haruno. Klan itu sudah tiada, hanya dia satu-satunya yang bertahan hidup. Dan atas usul Orochimaru, Sakura tinggal di pusat desa Konoha. Ia bahkan bersekolah di akademi ninja. Sakura tahu dia tidak berhak tinggal disini. Ia adalah seorang jinchuuriki. Dan ia datang dari klan terbuang, klan Haruno.

"Hei! Jangan pikirkan tentang mereka!" seru seorang anak perempuan seumuran Sakura dengan senang. Anak itu adalah Yamanaka Ino. Bagi Sakura, Ino adalah satu-satunya orang yang mau berteman dengannya.

"Tinggalkan aku." sahut Sakura ketus dan berlalu.

"Huh! Dia seperti Sasuke saja!" gerutu Ino sebal.

XXX

"Anak baru seperti Sasuke?" ulang Naruto bingung.

Ino mengangguk. "Iya! Dia cuek dan dingin, seperti Sasuke!" tegas Ino.

"Hei! Apakah dia itu Haruno Sakura?" sahut Sai.

"He? Kau tahu soal anak itu, Sai? Iya, iyaaa! Itu adalah anak yang kubicarakan! Si survivor dari Klan Haruno!" jawab Ino.

Telinga Sasuke menegak. Mata dan pikirannya memang tengah membaca buku, tapi telinganya juga mendengarkan percakapan teman-temannya. Klan Haruno? Sasuke tahu klan itu..

"Hei."

"Huaaahh! Kau membuatku kaget, Sasuke! Kau tidak perlu menepukku seperti itu, tahu!" seru Ino.

"Hn." sahut Sasuke asal.

"Jadi? Untuk apa kau memanggilku?" tanya Ino.

"Tidak jadi. Lupakan saja." jawab Sasuke sambil berlalu meninggalkan tempat itu.

XXX

Haruno.. Haruno.. Sakura.. Sakura.. Haruno Sakura..

"Aneh.. Sepertinya aku kenal nama itu.." batin Sasuke.

"Sharingan!"

Langkah Sasuke terhenti. Sharingan? Apa ada seorang Uchiha sedang berlatih di halaman belakang sekolah ini? Karena penasaran, Sasuke mengintip dari balik tembok. Dan mata onyx-nya melihat seorang gadis perempuan seumuran dengannya yang cantik dengan rambut pink panjang terurai. Kedua mata gadis itu dalam mode sharingan.

"Kurasa.. Dia bukan anggota Uchiha. Aku tidak pernah merasa mengenalnya." gumam Sasuke.

"Aduh!"

Sasuke segera keluar dari persembunyiannya.

"Hei! Ada ap.."

Mata Sasuke membulat. Gadis itu! Gadis yang memiliki sharingan itu! Mata kirinya masih dalam mode sharingan dan mata itu berdarah!

"Hei! Kau kenapa?" seru Sasuke panik sambil menghampiri gadis itu.

Gadis itu segera menon-aktifkan sharingannya, dan Sasuke dapat melihat sepasang mata emerald milik gadis itu, dengan mata emerald kiri gadis itu masih dilumuri darah.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Sasuke sambil meraih lengan gadis itu.

"Lepaskan!" tepis gadis itu dan ia menutup mata kirinya dengan sebelah tangannya.

Sasuke hanya diam. Sesaat kemudian, gadis itu pun berdiri.

"Dari lambang di bajumu.." desah gadis itu. "Kau seorang Uchiha?"

Sasuke mengangguk. "Ya. Aku Uchiha. Uchiha Sasuke." jawab Sasuke.

"Sasu..ke?" ulang gadis itu.

"Ya." jawab Sasuke sambil mengulurkan tangannya.

Gadis itu memandang tangan Sasuke dengan ragu menggunakan mata kanannya. Kemudian, ia pun menjulurkan tangan kanannya, menjabat tangan Sasuke.

"Aku.. Sakura." sahut gadis itu.

"Oh? Nama keluargamu?" tanya Sasuke setelah ia melepaskan jabatannya.

Sakura hanya menggigit bibirnya, lalu mendesah pelan. "Haruno. Aku.. Namaku adalah Haruno Sakura."

Sasuke tersentak. Ia menatap lekat sosok gadis cantik di depannya. Tiba-tiba, satu buah pertanyaan keluar dari bibir dingin Sasuke.

"Kenapa kau bisa memakai sharingan, meski kau bukan Uchiha?"

Sakura tersentak lalu menggigit bibirnya. Ia kelihatan ragu, tapi Sasuke sudah terlanjur tahu. "Aku mendapatkannya." jawab Sakura.

"Dari siapa?" tanya Sasuke penasaran.

Sakura tetap tidak menurunkan tangan kiri dari matanya yang berdarah. Ia menatap Sasuke hanya dengan mata kanannya. "Dari.. Ayah tiriku. Dia.. Dia bisa memberikanku sharingan buatan." jawab Sakura.

Sasuke hanya diam. Sharingan.. Buatan?

"Maksudmu?" tanya Sasuke lagi.

Sakura hanya menunduk, menggigit bibirnya, lalu menggeleng. "Maafkan aku." ujar Sakura pelan lalu berlari meninggalkan Sasuke.

"Hei!" panggil Sasuke, tapi kakinya tak mau mengejar.

"Sepertinya.. Aku kenal gadis itu." gumam Sasuke.

XXX

Sakura tetap berlari dengan keadaan mata kirinya berdarah. Matanya selalu berdarah apabila ia tidak menggunakan Byakugan maupun Sharingan dengan benar. Karena kedua mata itu adalah buatan, maka, butuh lebih banyak usaha untuk mengendalikan mereka.

Sreet!

"Huaah!" pekik Sakura kaget lalu berhenti berlari.

Mata kanan Sakura memandang sesosok pria berambut kuning di depannya. Setelah pria itu berdiri, Sakura bisa melihat jelas wajah pria itu.

"Dei.. Deidara?" gumam Sakura.

Deidara, anggota Akatsuki itu membungkuk hormat kepada Sakura. "Salam bagi Hime. Saya disini, hendak mengantarkan hadiah Hime." ujar Deidara.

"Hadiah?" ulang Sakura.

Greep!

"Uaaaargghhh!" pekik Sakura.

Deidara melepaskan gigitannya. Sebuah simbol berbentuk awan berantai warna hitam muncul di pergelangan tangan kanan Sakura.

"Ini hadiah Hime. Tanda kutukan dari Pein." ujar Deidara, lalu ia menghilang.

Sakura memandang tangan kanannya yang seolah mati rasa, lalu ia ambruk.

OMG...!

Kagoya bisa menyelesaikan chap ini!

Ya, emang dikit, siih..

Wkwkk..

Just wait for the next chapter..

And by the way..

Review pleaseee?

:D