What Happened?!

Summary : Kuroko akhirnya bertemu dengan semua penghuni mansion tersebut. Begitu mengejutkan, ada sebuah berita yang membuat dirinya Shock. Berita apakah itu? RnR please~

Kuroko no Basket bukan milik saya, kalau milik saya pasti Kuroko sudah saya jadikan uke para GoM.

Fict ini terinspirasi dari sebuah anime yang akhir-akhir ini saya sukai. Jadi, silahkan menikmati fanfiction ini :D


Kini Kuroko sudah berada di sebuah ruangan yang luas nan megah. Ia tidak sendirian, ada 2 lelaki yang menemaninya. Midorima Shintaro dan Akashi Seijuro.

"Jadi, untuk apa kau kemari?" tanya Akashi menyudahi acara sunyi-sunyian yang tadi menghinggapi suasana di ruangan luas tersebut

"Aku hanya mengikuti perintah otou-sanku," jawab Kuroko singkat "Otou-sanku memberikan alamat mansion ini dan menyuruhku kemari," lanjut Kuroko masih dengan wajah datarnya, tangannya bergerak mengeluarkan secarik kertas dari saku celananya

"Dan, siapa nama ay—" Akashi hendak bertanya, namun sebuah suara baritone memotongnya "Wah wah, kalian curang sekali," tampak seorang lelaki tinggi berkulit coretredupcoret yang memiliki surai biru tua

"Ne~ benar sekali. Akashicchi dan Midorimacchi curang sekali karena menikmati 'santapan' hanya berdua," tambah seorang lelaki tampan berambut pirang

"Hm? Apa benar yang kulihat ini? Ada seorang gadis manusi—" lelaki berambut ungu yang tiba-tiba ada di belakang Kuroko dengan segera mendapat tatapan sinis dari surai baby blue "Maaf mengecewakanmu, tapi setauku kelaminku ini laki-laki." Kata Kuroko dengan penuh penekanan, sedang sang empu yang mendapat tatapan sinis hanya acuh tak acuh sambil memakan keripik kentang di tangannya

"Tch, kalian ini benar-benar tidak sopan." Ujar Midorima, ia mendengus sebal "Setidaknya perkenalkan diri kalian dulu, bodoh."

Sang lelaki bersurai pirang dengan segera berlari kecil menghampiri Kuroko lalu duduk di sebelahnya. Dirangkulnya pundak Kuroko dengan kelewat erat, dan itu otomatis membuat Kuroko susah bernafas.

"Hehe, kenalkan, aku Kise. Kise Ryouta. Panggil saja aku Ryo—" dan dengan seenaknya Kuroko memotong perkenalan lelaki pirang di depannya itu "Kuroko Tetsuya. Salam kenal, Kise-kun,"

"Aihhh~ Kurocchi, panggil aku Ryouta! Bukan Kise-kun!" Kuroko mengacuhkan perintah Kise dan hanya menjawabnya dengan memutar kedua bola matanya bosan.

SLLRP~

Dapat Kuroko rasakan ada sebuah benda lunak dan basah menyentuh pipi kirinya. Secara reflek Kuroko memukul perut pelaku 'menjilat pipi mulus miliknya', namun sayang, sang pelaku menahan tangan Kuroko sambil menyeringai.

"Khekhe, kenalkan aku Aomine Daiki. Asal kau tahu, yang dapat memukulku hanya aku seorang," dengan sekali dorongan, Kuroko sudah berada dalam pelukan Kise dan di atasnya ada Aomine yang siap 'melahapnya'.

Aomine dan Kise menyeringai mesum. Kise yang berada di belakang Kuroko tiba-tiba menjilat telingan Kuroko, sedang, Aomine yang berada di depannya menjilat leher—atau lebih tepatnya jakun milik Kuroko dengan sensual

"Nggh!" Kuroko meronta "Suaramu boleh juga, Tetsu," Aomine mendekatkan wajahnya pada wajah Kuroko. Perlahan namun pasti, jarak yang ada semakin menipis. 5 senti…4 senti…3 senti…2 senti…1 sen—

SREEET!

Sebuah keripik kentang terbentang tepat di antara bibir Aomine dan bibir ranum Kuroko. Aomine langsung saja memberi pandangan membunuh pada makhluk jelmaan titan dari anime tetangga yang ada di belakangnya

"Jangan menggangguku," sang makhluk jelmaan titan itu hanya menggeleng pelan, bak bocah yang tidak mau diajak pulang ke rumah oleh ibunya.

"Tidak mau. Kalian juga curang, Kisechin, Aominechin." Lelaki bersurai ungu tersebut menjilat pipi Kuroko sekilas, lalu melanjutkan perkataanya "Aku Murasakibara Atsushi, salam kenal, Kurochin. Kau manis, aku jadi ingin memakanmu."

Kuroko berani bersumpah, baru saja ia dapat melihat lelaki yang tadi menjilat pipinya itu menyeringai, dan lebih mengerikan daripada seringaian kedua lelaki yang menghimpitnya. Ya, walau seringaian itu hanya beberapa detik saja.

"Bukannya aku ingin mengganggu kalian atau memiliki Kuroko sendirian, tapi, bagaimana bila kita kembali ke topic utama?" semua pandangan mengarah pada Midorima Shintaro

"Ya, aku setuju denganmu, Shintaro. Bukankah, kau tadi mengatakan bahwa kau dikabari seseorang bahwa Tetsuya adalah tamu 'spesial' kita?"

"Begitulah, Akashi." Midorima membetulkan letak kacamatanya,

"Biar kutebak, orang yang dimaksud itu…'dia'? si brengsek itu kan?" tanya Aomine tanpa ada rasa sopan santun, Midorima mengangguk sekali

"Jadi, apa yang dikatakan oleh 'dia'?" kini yang bertanya adalah Murasakibara masih dengan keripik kentang yang entah kenapa tidak habis-habis

Midorima langsung mengarahkan pandangannya pada Kuroko Tetsuya. Kuroko yang dipandangi dengan intens merasa risih—oh, dan ingat, ia masih dihimpit oleh Kise dan Aomine.

"Kuroko Tetsuya…" Midorima diam cukup lama, ia menghela nafas

"Akan menjadi tunangan kita,"

Mata Kuroko membulat seketika. Ini tak mungkinkan? Mana mungkin dirinya yang laki-laki ini ditunangkan oleh 5—oke ingat! LIMA BERJENIS KELAMIN SAMA DENGANNYA!

'otou-san, apakah…Tetsuya anakmu tersayang dan paling unyu ini menjemputmu ke surga?!' batin Kuroko benar-benar ingin menangis

Bila Kuroko kini tengah meratapi nasib, berbeda dengan kelima pemuda lain yang ada di ruangan itu. Mereka tampak menyeringai senang.

'Ada mainan baru~' batin mereka bebarengan

_TBC_

Yahoo! Saya balik lagi~ sebelumnya, saya minta maaf yak arena baru update sekarang.

Oiya, makasih buat yang udah baca fanfict ini ya~ Makasih buat readers, silent readers, reviewer, dan semuanya~ *kechup basah satu-satu*

Tanpa kalian fanfict ini gak bakalan ada~ *wink* /plakk!

Sebisa mungkin saya akan update kilat, ya, mengingat karena saya habis ini mau UTS T_T

Oke, jangan bosen baca cerita saya ya~

Jaa ne~ Mind to review~ *wink*