Hai minna~

Maaf sudah laaamaaaaa sekali nggak apdet.. berapa taon yak ? #lebay#. maklumin ya, soalnya Author baru saja melewati Ujian Sekolah. Dan hampir saja inspirasiku hilang T^T. Jadi aku minta maaf kalau di sini mungkin kesannya agak rush.

Makasong yah buat Saika Tsuruhime, iffuchan, hafiza uzumaki, dan Kuro Neko Nahoko-chan untuk reviewnya~ :3

Karena ada yang minta balas-balas komen, yasudahlah aku kabulkan ! :D

Saika Tsuruhime : Waah, bikin geregetan ? Saika-san nggak suka sama pairing sampingannya ya memangnya ? Ya, memang sebagai sahabat, Gray harus begitu XD. Karena aku NaLu fans, jadi ya aku sedikit membuat Lisanna jadi agak antagonis di fic ini XD. Oke, ini udah dikabulin. Tenang, nggak ditendang kok, paling juga dibakar(?) XD.

Iffuchan : Seperempatnya bener sih. Tapi kalo Lucy ngebunuh… itu pasti nggak mungkin XD.

Hafiza uzumaki : Oke, ini dia chapter 3. Maaf sudah menunggu lama ya, memang authornya ini tidak bertanggung jawab T^T.

Kuro Neko Nahoko-chan : Terima kasih sudah ngefave fic yang gajebo ini :D.

This is it ! Chapter 3!

Happy Reading ~

Disclaimer : Fairy Tail © Hiro Masahima.

Lucy's Confusion

Chapter 3 : Kau Sungguh Bodoh, Luce !

.

.

.


(Lucy's POV)

Kakiku yang semula kaku, langsung bergerak bebas menjauhi tempat itu. Aku sudah tidak tahan dengan semuanya. Tidak tahan dengan pengakuan gadis itu. Tidak tahan dengan senyumnya yang merona. Dan yang paling penting, aku tidak tahan dengan jawaban dari sang salamander itu.

Pengakuan sang gadis itu sudah cukup membuat ratusan jarum menembus dadaku. Sakit. Perih. Dan pemuda itu malah menambahnya menjadi ribuan jarum dengan membalas pengakuan gadis itu seperti itu. Dadaku seperti siap retak dan hancur kapan saja. Karena itu, aku segera meninggalkan tempat itu dalam diam.

Aku tidak mau dengar apa-apa lagi.

Aku terus melangkahkan kaki sakitku ini kembali ke rumah. Aku tidak bisa memikirkan apa-apa selain pulang ke rumah, berendam dan tidur.


~ NaLu 4ever ~


Sesampai di rumah, aku langsung melakukan apa yang aku rencanakan tadi. Berendam di air hangat, dan menebarkan sedikit parfum kamar mandi wangi mawar yang selalu membuatku tenang. Ketika aroma mawar itu menyapa hidungku, otakku serasa terelaksasi dengan sendirinya. Yah, cara ini selalu sukses.

Aku tidak tahu sudah berapa lama aku duduk diam di bathtub. Yah, seperti aku peduli tentang waktu. Sesudah itu aku berganti baju khusus tidur alias piyama. Lalu aku merebahkan tubuhku di kasurku. Lembut, empuk dan nyaman. Ternyata kasur ini tidak buruk juga. Pantas saja Natsu menyukainya.

Ah.

Pikiranku melayang lagi kepadanya.

Beberapa saat kemudian, aku yang belum menutup korden, melihat bintang-bintang yang bersinar terang. Aku langsung mengubah posisiku untuk bersandar miring di tembok dan duduk memandangi bintang-bintang itu.

Pikiranku kosong.

Aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Sedih ? Marah ? Bingung ? Huh, konyol. Aku kan hanya keduluan beberapa menit dari gadis berambut putih itu. Ya, gadis itu beruntung sekali. Aku tertawa miris dan mataku mulai mengeluarkan air mata lagi.

Kenapa aku selalu berakhir seperti ini ? Tadi pagi, ekspresiku juga seperti ini. Tadi siang juga. Begitu pula dengan malam ini. Sepertinya usulan Gray tidak bisa aku lakukan sekarang. Aku tidak bodoh. Aku tidak mau merusak hubungan orang yang baru jadian. Meskipun aku hanya menyatakan dan tidak mengharap lebih. Tapi, bukankah tujuan utama dari menyatakan cinta adalah untuk mendapatkan ? Lalu apa yang akan aku dapatkan kalau aku menyatakan perasaanku pada seorang yang sudah memiliki pendamping ?

Pikiranku kacau lagi. Seperti hari-hari lalu sebelum aku diberi nasehat oleh Gray. Aku berharap di sini ada seseorang seperti Gray yang dapat menampung ceritaku lagi. Aku tidak mau mengganggu Gray lagi, mengingat dia juga tadi bersama Juvia. Aku tidak mau membuat Juvia cemburu lagi.

Mirajane ? dia mungkin akan memberitahukan kepada Natsu secara blak-blakan. Hahaha, si ratu gossip itu. Erza ? well, mungkin dia membantu. Tapi kadang aku tidak tahan dengan sikapnya yang terlalu over dalam menghadapi sesuatu hal. Levy ? Tidak tidak tidak. Dia sedang kasmaran dengan Gajeel. Cana ? mungkin aku akan tepar duluan kena efek alkohol yang dibawanya.

Aku menengadah ke atas. Bintang-bintang itu masih berkilauan. Aku harap ada yang menemaniku malam ini, batinku memandang benda-benda langit itu. Tiba-tiba—

"Hai, Lucyku yang cantik."

—ada seseorang yang memanggilku dengan lembut. Ah, orang ini. Kenapa dia bisa melewati gerbangnya tanpa seizinku ? ini kekuatanku yang semakin bertambah atau memang spiritku itu kurang ajar ?

"Loki… ? Sedang apa kau di sini ? Aku tidak berniat memanggilmu." ucapku melihat Loki yang mendekat padaku dan duduk di sebelahku.

"Hmmm…, aku tidak boleh ya mengunjungimu sekali-sekali ? Kau tidak memunculkanku selama satu bulan ini dan aku rindu padamu, Lucyku yang manis," jawabnya sambil mengelus-elus rambutku.

"Heeeh… Spirit lainnya tidak seperti itu tuh," sanggahku.

"Sudahlah, emang kenapa sih ? Lagipula aku tidak menggunakan kekuatan sihirmu kan ? Aku menggunakan kekuatan sihirku sendiri," sahutnya sambil menepuk-nepuk rambutku.

Aku terdiam sesaat. Apa aku harus bercerita kepadanya tentang apa yang terjadi padaku akhir-akhir ini ? Asal kau tahu saja, Loki itu mudah membaca perasaan. Jadi aku tidak memunculkannya selama sebulan ini hanya agar dia tidak melihatku seperti ini. Tapi, aku lupa kalau Loki bisa membuka gerbangnya sendiri dan menangkap basah aku seperti saat ini.

Loki yang menyadari bekas-bekas air mata yang bersarang di pipiku langsung memegang pipiku. Oh, sudah kuduga. Dia pasti menyadarinya. Apa yang harus aku lakukan ?

"Lucy, kau habis menangis ? Kau kenapa ? Apa ada yang menyakitimu ? Siapa ?" tanyanya bertubi-tubi. Aku hanya diam menatap matanya. Sesaat kemudian aku mengalihkan pandanganku.

"Aku… tidak apa-apa,"

"Kau tidak bisa berbohong di hadapanku, Luce." ucapnya dengan nada memaksa. Aku hanya diam selama beberapa menit dan tangan Loki sepertinya tidak mau berpindah dari pipiku.

Apa yang harus aku lakukan ? Apakah aku akan mencurahkan isi hatiku ini dengan Loki, spiritku sendiri ? Memang tidak ada larangannya, tapi … Hatiku merasa ragu.

Entah kenapa, aku merasa tidak enak. Tidak mau. Apa karena Loki memang benar-benar mencintaiku lebih dari pemegang kunci dan spirit ? Aku hanya tidak mau menyakiti hatinya. Ya, sudah kuputuskan untuk tidak menceritakan hal ini pada Loki.

Bukan apa-apa, aku cuma tidak mau hatinya tersayat-sayat saat mendengar ceritaku seperti aku mendengar percakapan dua orang tadi. Mungkin aku tidak akan menceritakannya kepada siapapun, atau mungkin aku akan bercerita lagi dengan Gray besok, dengan izin Juvia tentunya. Dan tanpa pelukan seperti tadi sore.

Aku yang terdiam beberapa menit, tidak merasakan adanya perubahan posisi dari Loki yang ada di sampingku dan memegang pipiku. Aku memandang mata spirit singa itu. Dia menatapku balik dengan ekspresi kekhawatiran dan penasaran.

"Kau tidak perlu tahu, Loke." ucapku dengan nada lemah.

"Oh, apa yang tidak bagimu Luce ? Aku memberikan semuanya untukmu ! Dan kau, hanya sekedar berbagi masalah saja kau tidak mau ? Ayolah Luce," sahut Loki. Aku sedikit miris mendengar perkataan itu.

"Loke, kau akan selalu mendengarkan permintaanku kan ?" tanyaku padanya.

"Apapun yang kau inginkan, Luce." jawabnya lembut.

"Sekarang aku hanya ingin kau diam menemaniku tidur di sini. Aku sangat capek, Loke. Kau tidak ingin aku lebih parah dari ini kan ?" kataku sambil tersenyum lemah.

"E, eh ? Tidur denganmu ! A, aku tahu saat-saat ini akan datang tapi—"

"Bukan itu maksudku BODOH ! hanya tidurlah disampingku. Menemaniku. Titik. Tidak ada hal aneh lainnya !" potongku dengan nada kesal. Lalu aku mendorong tubuh Loki dan tidur. Di luar dugaan, Loki malah tertawa dan mengelus-elus rambutku. Aku yang bingung dengan ketawanya langsung membuka mataku lagi.

"Inilah Lucyku yang aku kenal." ucap Loki sambil merebahkan badannya di sampingku. Lalu dia memelukku erat. Aku merasa nyaman.

"Terima kasih, Loke…"

"Bukankah aku sudah bilang, apa sih yang tidak buat kau Luce ? aku tidak akan memaksamu cerita kalau keadaanmu seperti ini." jawab Loki lembut.

Terima kasih… setidaknya aku bisa menenangkan diri di pelukan seseorang.


~ NaLu 4ever ~


(Third Person POV)

Mata coklat itu menampakkan dirinya. Dia bangun dari mati surinya. Dia mengucek-ucek matanya itu. Ah, sudah pagi rupanya. Dia melirik jam wekernya. Jam itu menunjukkan pukul 08.30 A.M. Wah, dia bangun lumayan siang. Perasaan kemarin dia tidak tidur larut malam ? tapi kenapa dia bisa bangun sesiang ini ? Ah, mungkin dia terlalu nyaman di pelukan sang singa itu.

Dia menoleh ke sebelahnya. Kosong. Pria itu sudah tidak ada di tempat tidurnya. Apa mungkin dia kabur setelah melakukan sesuatu padanya ? Tidak tidak tidak. Hal yang paling logis adalah dia kembali ke dunia spirit untuk memulihkan energinya. Yah, itu masuk akal.

Lucy bangkit dari tidurnya dan mengambil beberapa pakaian plus handuk. Setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi. Aroma mawar yang masih menyeruak dalam bathtub itu membuat dia teringat kejadian-kejadian kemarin. Ah, dia sedang tidak ingin memikirkannya sekarang. Dia mencoba melupakan itu dan mandi seperti biasa.

Setelah mandi dan memakan sarapan instannya, Lucy telah siap. Dia memakai kaos tanpa lengannya yang berwarna putih biru itu dan rok pendek berwarna biru. Tak lupa gemerincing dari kunci-kuncinya setia berada di pinggulnya. Setelah berkutat di cermin sebentar, dia mulai diam dan bingung.

Kemana dia akan pergi ? biasanya hari ini dia akan pergi ke guild dan mengambil misi, atau hanya ngobrol bersama Levy. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah dia mampu untuk ke guild ? Lucy membayangkan Natsu dan gadis itu bermesraan di bar guild dengan dia di sampingnya. Menyedihkan. Sementara semuanya mulai berpasangan, dia tidak mempunyai siapapun.

Dia duduk di kursi rias dan menenggelamkan wajahnya di meja riasnya.


Satu jam sebelum Lucy memperlihatkan iris coklatnya, seorang laki-laki berambut oren sedang berjalan menuju Fairy Tail. Sesudah sampai di sana, dia langsung menuju bar dan menanyakan kepada orang-orang di sekitar situ.

"Oh, selamat pagi, Loki ! Lama tidak melihatmu ! Apakah kau baik—" sapa Mirajane dengan ramah tapi dengan cepat dipotong oleh penerima salam.

"Apa yang terjadi pada Lucy?" potongnya dengan memberikan penekanan di setiap katanya. Mirajane, Cana, Lisanna, Natsu, Levy dan lainnya mengangkat alis.

"Maksudmu apa, Loke ?" tanya Cana.

"Sudah kuduga, ada yang aneh dengan Lu-chan akhir-akhir ini," ujar Levy sambil mengelus-elus dagunya yang tidak berjenggot.

"Kalian semua tidak tahu atau tidak mau memberitahuku ? Memangnya kalian tidak melihat ekspresi Lucy yang begitu menyedihkan ?" kata Loki sambil menggebrak meja itu dengan kasar. Gray yang semula tidak peduli dengan kedatangan Loki, menjadi kaget mendengar kata-kata Loki barusan.

"Kalian tahu, kemarin aku berkunjung ke rumahnya. Dan aku melihat Lucy—" ucapan Loki terpotong oleh tangan kekar seseorang yang menarik tangannya untuk menjauhi guild. Semuanya kaget dan bertanda tanya besar.

Setelah agak jauh dari guild, Gray melepaskan tangannya dari Loki. Loki menatap Gray dengan bingung.

"Apa maksudmu menarikku seperti itu ?"

"Ceritakan padaku bagaimana keadaan Lucy kemarin." kata Gray mengabaikan pertanyaan dari sang singa.

"Apa ? Kalau hanya bertanya begitu kau tidak perlu seperti ini kan ! Aku tadi akan bercerita begitu,"

"Kau tidak bisa menceritakannya di depan dia,"

"Dia ? Siapa ?" tanya Loki penuh penasaran.

"Sudahlah. Ceritakan padaku bagaimana keadaan Lucy kemarin," kilah Gray. Loki hanya diam di tempat. Sesaat kemudian dia berjalan menjauh.

"Memangnya aku mau begitu ? Aku tidak mau rahasia-rahasiaan lagi, kau tahu." ucap Loki lalu dia berjalan menjauh. Gray yang kaget dengan reaksi Loki langsung menahannya dengan teriakan.

"Hei ! Tunggu ! Kau tidak akan mendapatkan apa-apa kalau kau bertanya kepada anggota-anggota guild lainnya karena masalah ini hanya aku yang tahu !" teriakan Gray mau tak mau membuat Loki berhenti. Dia menoleh ke belakang.

"Aku … Berjanji akan menceritakan semua yang aku tahu setelah kau bercerita tentang apa yang kau tahu. Aku tahu kau khawatir," tambah Gray. Loki terlihat berfikir, lalu beberapa saat kemudian dia kembali ke Gray.


"Jadi… Begitulah ceritanya Loke. Aku tahu kau pasti terluka. Tapi kau ngotot ingin tahu sih." Kata Gray.

"Tidak apa-apa kok. Lagipula aku juga mencoba menganggap Lucy sebagai kakak perempuanku." jawab Loki lembut. Setelah mereka berdua menceritakan apa yang mereka tahu mengenai masalah Lucy, keduanya terdiam. Sampai Gray memecah keheningan.

"Apa ini berarti… Saranku tidak berguna ya ?"

"Kurasa tidak, Gray. Saranmu itu sudah bagus. Mungkin disaat dia akan menyatakannya, dia tidak sengaja melihat Natsu sedang berpelukan dengan beberapa gadis jadi dia sakit hati," sahut Loki. Gray yang mendengar penuturan terakhir Loki hanya bisa sweatdrop.

"Kurasa Natsu bukan tipe seperti itu. Itu kan kau," ucap Gray. Loki hanya nyengir. Lalu setelah itu, keheningan menyelimuti mereka lagi.

"Pendapatmu bagus. Mungkin dia melihat sesuatu yang membuatnya sakit hati. Tapi, apa ?" ucap Gray kemudian.

"Mungkin ada hubungannya dengan Lisanna ? Natsu kan dulu sering bermain dengannya,"

"Aku rasa itu tidak mungkin. Kulihat hari ini Lisanna agak sedikit murung. Tapi aku tidak tahu kenapa." Keduanya diam lagi. Bingung mencari solusi masalah ini. Sesaat kemudian ada suara seseorang sedang mendekatin mereka berdua. Mereka berdua langsung meyiapkan segala sihirnya. Dan ketika orang itu sudah dekat dengan mereka, orang itu membuka semak-semak.

Astaga.

Natsu.

"Sedang apa kau di sini kepala api ?" tanya Gray kebingungan dan nervous karena dia dan Loki baru saja membicarakan dia.

"Kalian sendiri ngapain di pojok kota ? Jangan-jangan kalian …" ucap Natsu jahil dan nyengir lebar. Tapi tak butuh waktu lama, Natsu sudah tepar dengan kepala benjol di sana-sini.

"Beraninya kau menganggap kami dengan hal-hal aneh itu. Kami di sini hanya mendiskusikan sesuatu." ujar Loki kesal. Tapi di sisi lain Loki dan Gray bernafas lega karena sepertinya Natsu tidak mendengar apa yang mereka berdua bicarakan.

"Ah, persetan dengan gossip kalian ! Aku hanya mau tanya apakah kalian melihat Lucy ? Aku tidak melihatnya selama beberapa hari ini," tanya Natsu dengan nada agak sedih. Loki dan Gray saling berpandangan.

"Kau tidak bertemu Lucy sama sekali ? Bahkan kemarin ?" tanya Gray tidak percaya. Natsu hanya menggelengkan kepalanya.

"Ada apa dengan dia memangnya ? Dia akhir-akhir ini tidak mengajakku misi bersama, dia terkesan menghindariku," ucap Natsu dengan agak khawatir.

"Apa ada yang salah ?" tanya Natsu lagi. Gray dan Loki hanya diam.

"Kenapa kau tidak mengunjungi rumahnya langsung ?" tanya Loki kemudian. Natsu diam sebentar. Kemudian dia menjawab dengan suara agak bergetar.

"Bukankah Lucy itu … Pacarmu ? Ja, jadi kupikir kau tahu persis di mana Lucy berada," jawab Natsu.

Loki yang memang sudah mengetahui seluk beluk rintangannya tidak kaget mendapati info ini. Yang membuat Loki dan Gray kaget adalah kenapa dia tidak tahu hal yang sebenarnya ?

"Natsu… Kau ketinggalan informasi ya ? Aku dan Lucy tidak berpacaran, kau tahu." ucap Gray sambil melipat tangannya.

"Ya, lagipula dia sudah berpacaran dengan gadis dari Phantom Lord itu, siapa namanya ? Jukia ?" tukas Loki menggoda Gray.

"Juvia." ucap Gray sedikit memerah karena godaan Loki tadi.

Sementara Natsu melongo. Dia berusaha menerima kebenaran ini. Sepertinya loading otak Natsu agak lambat sehingga dia berteriak setelah beberapa detik Gray mengucapkan kebenarannya.

"HAH !" teriak Natsu tidak percaya. Dua orang itu kaget dan bingung. Kenapa reaksi si Salamander ini begitu kaget dan terlihat berbinar-binar ?

"Jadi sekarang dia di mana ? Di mana ?" tanya Natsu dengan girang.

"Dia mungkin masih tidur di apartementnya. Aku menemainya semalaman," jawab Loki walaupun dia masih bingung dengan reaksi Natsu tadi. Gray pun juga bingung.

"Kalau begitu terima kasih kalian berdua !" tukas Natsu sambil berlari menuju rumah Lucy. Dua orang itu hanya berpandangan satu sama lain. Dan tidak lama kemudian mereka berdua menyeringai.

"Kau penasaran apa yang terjadi selanjutnya, Loke ?"

"Oh, aku sangat, sangat, sangat."

Dan dengan segera dua penyihir itu berlari juga menuju rumah penyihir stellar spirit itu.


~ NaLu 4ever ~


"Luuuuce …~" ucap sang Salamander sambil menggedor-nggedor pintu rumah Lucy. Dia berusaha tidak melewati jendela lagi, karena itu membuat Lucy bertambah marah.

Selang beberapa menit kemudian dua makhluk menepuk pundak Natsu. Natsu menoleh dan terlihat Gray dan Loki sedang menyeringai kepadanya.

"Mau apa kalian ke sini ? pulang sana !" ucap Natsu menyuruh dua orang itu pergi.

"Aku hanya penasaran apa yang akan terjadi setelah ini," ucap Gray menyeringai. Sementara Natsu hanya mengalihkan pandangan dan sedikit memerah.

Setelah beberapa menit mereka bertiga berada di depan pintu rumah Lucy, tidak ada tanda-tanda bahwa pintu itu akan dibuka. Mereka yang sudah lelah menunggu di depan terpaksa lewat jendela kamar Lucy.

Kamar Lucy, kosong. Mereka bertiga mencari-cari Lucy di rumahnya. Di kamar mandi, di ruang makan, tidak ada tanda-tanda kehidupan.

"ARRGGH !"

Sampai terdengar suara Natsu menggebrak meja dan berteriak. Dengan segera Gray dan Loki kembali ke kamar Lucy dan ingin mengetahui apa yang Natsu temukan.

"Natsu, apa yang kau temukan ?" tanya Loki.

Natsu sedang memegang sebuah kertas notes. Dia menggenggam kertas itu kuat-kuat, lalu membuangnya tanpa arah. Dia langsung beranjak dari rumah Lucy.

"KAU SUNGGUH BODOH LUCE ! BODOOOH !" ucap Natsu lalu dia berlari keluar rumah Lucy.

Loki dan Gray yang bingung dengan sikap dan reaksi Natsu, segera mengambil kertas catatan yang sempat digenggam dan dibuang Natsu. Ketika mereka membaca kertas itu, mereka berdua saling berpandangan kaget.

'Aku ingin menenangkan diri dari semua ini. Aku akan pergi ke suatu tempat dan aku tidak tahu apakah aku kembali atau tidak. Sampaikan pada seluruh teman-teman di guild bahwa aku tidak apa-apa. Dan sampaikan juga selamatku pada Natsu dan Lisanna yang baru saja menjalin hubungan. Siapapun yang membaca ini, tolong ya.'


~ To Be Continued ~


Bagaimana ? Puaskah readers-sama dengan chapter ini ? Ada yang bisa menebak Natsu itu sebenarnya pacaran nggak sama Lisanna ? dan Natsu sebenarnya menyukai siapa ?

Aku janji chapter depan aka nada NaLu moment(s), mengingat bahwa di sini yang lebih dominan adalah Loki Lucy dan Loki Gray -.-"

Read dan review sangat diwajibkan ! :D

Yang ngereview kok berkurang sih ? apakah fic ku ini jelek ya :(

RnR ?