Annyeong….!

Rizuka is back!

Neomu mianhae updatenya gak bisa asap, kilat, thunder, megapro. lah? PLAK1000x

Alasannya uda Rizuka jelasin di FF 'The Vampire and The Lycan' jadi Rizuka gak jelasin lagi disini #sujudmintaampun T_T intinya rizuka minta maap banget! T_T

Fine! Tanpa perlu panjang lebar kali tinggi lagi, kita mulai Chapter 3.

Semoga readerdeul masih suka….. ^,^


Happy Reading…!

Disclimer: SUPER JUNIOR adalah milik Tuhan YME

Cerita ini dibuat dan dimiliki oleh Rizuka ©2012

Cast: (Lee Donghae X Lee Hyukjae)and other cast

Pairing: HaeHyuk

Genre: Romance

Rate: T semi M (gak yakin)

WARNING!

YAOI, geje, abal, typo(s), EYD failure, OOC, Alur kacau

.

.

THE NEW SONG

~Merriage~

.

.

Life is not the same as a musical?

When a phase of life is over, of course we will not step back to repeat the phases that have been missed.

We would have to move forward and create a new phase give more color to our lives.

Just like the music, when a song is finished playing, we will definitely choose another song to be played.

A new song that signifies new life and a new story pieces..

.

.

Donghae berjalan dengan sedikit tergesa-gesa menuju mobil chevrolet camaro nya yang telah terparkir tepat di depan pintu rumah kediaman Choi.

Dengan seringaian yang terpasang di wajah tampannya, Donghae segera membuka pintu mobilnya dan melangkah masuk, seringaiannya bertambah lebar saat melihat sosok namja manis nan imut tengah duduk manis di kursi penumpang dengan kondisi bibir mengerucut, muka di tekuk, serta tangan dan kaki yang terikat.

"Are you ready Hyukkie baby?" namja manis yang ternyata adalah Eunhyuk itu pun memalingkan mukanya acuh tanpa mengindahkan pertanyaan Donghae.

Merasa kesal karena di acuhkan begitu saja oleh Eunhyuk, Donghae segera meraih dagu Eunhyuk, memaksa Eunhyuk menatap Donghae. "Saat aku bertanya seharusnya kau menjawabnya chagi, atau-." Donghae menjeda kalimatnya, kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Eunhyuk, namun Eunhyuk masih enggan menjawab dan memasang muka datar. "-kau mau bibir sexymu tak berbentuk lagi?".

"A-" belum sempat Eunhyuk menjawab Donghae sudah terlebih dulu mengunci bibir Eunhyuk dan melumatnya dengan sedikit kasar.

'Euunggh H-hyung Euummpph'

Eunhyuk terus meronta tanpa membalas lumatan Donghae, ingin sekali Eunhyuk saat ini mendorong Donghae karena kesal, namun apa daya tangan Eunhyuk terikat dan tidak bisa berbuat banyak.

Donghae akhirnya melepas pagutannya "Kita pergi saja. Lagipula sebentar lagi pasti akan ada keributan besar di rumah ini." ucap Donghae ketus.

Dengan amarah yang memuncak karena ciumannya tak terbalaskan, Donghae segera memacu mobilnya meninggalkan rumah kediaman Choi dengan kecepatan tinggi.

.

.

Dan tepat setelah mobil Donghae tidak terlihat lagi, keributan memang benar-benar terjadi di rumah itu.

"Kim Donghae~~"

Dan akhirnya, semua orang yang ada di rumah kediaman Choi itu menghampiri sumber suara, yang ternyata pelakunya tak lain adalah Leeteuk, eomma Donghae.

"Waeyo hyung?" tanya Kibum, sembari mendekati Leeteuk yang sedang menatap horror sebuah tiket pesawat.

"Dia kabur Bummie!" pekik Leeteuk frustasi, sedangkan Siwon dan Kangin yang sedari tadi berdiri di belakang Kibum, hanya bisa saling melempar pandangan dengan tatapan penuh tanya.

"Mwo Jepang?" Kibum ikut berteriak histeris saat melihat tujuan dalam tiket itu.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Jelaskan pada kami!" pinta Siwon tak sabar.

.

~Flashback~

Kamar Eunhyuk yang tadinya bernuansa baby blue kini tengah berganti menjadi serba putih, mengapa? Mari kita lihat bersama-sama.

Eunhyuk saat ini tengah terduduk manis di depan meja rias, berulang kali ia menatap cermin yang memantulkan bayangan dirinya dengan rasa tidak percaya, resah dan gugup.

"Apa ini mimpi?" Eunhyuk menepuk-nepuk pipinya meyakinkan dirinya bahwa apa yang terjadi saat ini bukanlah sebuah mimpi.

'CKLEKK'

"Aigoo~ chagiya kau cantik sekali!" ucap Leeteuk histeris, Kibum yang ada di belakang Leeteuk hanya bisa tersenyum lebar melihat Eunhyuk mengenakan wedding dress dengan make up minimalis namun tetap bisa memancarkan aura kecantikan yang luar biasa dari diri Eunhyuk.

"Kau tahu hyung, betapa sulitnya memakaikan gaun itu padanya, dia terus menolak dan mengurung diri di kamar selama dua minggu ini karena tidak mau mengenakan gaun itu." Jelas Kibum panjang lebar.

Eunhyuk yang sebenarnya tidak suka di bilang cantik, ditambah saat ini harus mengenakan wedding dress ala yeoja berusaha menahan amarahnya di depan calon mertuanya, bagaimanapun ini hari terpenting, Eunhyuk tidak akan membiarkan dirinya merusak moment bersejarah dengan tidak bisa mengendalikan emosinya.

"Ahjumma, Mommy, aku gugup!" ucap Eunhyuk lirih.

"Chagiya ini tidak akan lama, kau cukup memikirkan Hae, hanya ada Hae di fikiranmu, dan nanti kau cukup mengatakan 'aku bersedia' bukan yang lain, dan itu semua akan berakhir, arra?" Eunhyuk mengangguk.

"Ahjumma dimana Hae hyung?" Leeteuk hanya menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Eunhyuk.

"Chagiya kau harus bersabar sebentar lagi ne!" kali ini Eunhyuk yang terlihat menghembuskan nafas berat mendenganr perkataan Kibum. "Arrasseo!"

.

.

Ditempat lain, lebih tepatnya halaman belakang kediaman Choi yang telah diubah menjadi altar, terlihat seorang namja brunatte tengah mendengus kesal.

"Kau tidak boleh menemui Hyukkie sekarang, kalian baru boleh bertemu nanti di depan altar, ini sudah menjadi tradisi dan kau harus mematuhinya, jika tidak, tidak akan ada pernikahan hari ini." Ucap Siwon tegas dan kemudian segera meninggalkan Donghae begitu saja.

"Sabarlah Hae ah, mungkin daddy Hyukkie hanya ingin menghabiskan waktunya dengan anaknya sebelum Hyukkie kau kurung selama satu minggu di kamar." Yesung mencoba menenangkan Donghae, namun Donghae tetap menekuk mukanya.

"Sudahlah hyung sebentar lagi juga kau akan bersama Hyukkie-mu. Apa kau tidak bisa sabar sebentar saja?" ucap Kyuhyun asal, namun kali ini Kyuhyun mengucapkannya dengan penuh perhatian tanpa memandang PSP tercintanya. Donghae akhirnya menghembuskan nafas berat dan menyandarkan dirinya pada kursi yang ia duduki.

'Jika bukan karena calon mertuaku adalah teman appaku, pasti saat ini aku sudah membawa kabur Hyukkie, tanpa perlu menjalni ritual merepotkan seperti ini. Apa-apaan ini, kenapa di jaman modern seperti ini masih menggunakan tradisi pingitan? Apa belum cukup dia mengurung hyukkie baby selama dua minggu dan tidak membiarkanku menemuinya, dan sekarang, aku ingin melihatnya sebentar saja tidak bisa. Bahkan batang hidung Hyukkie pun aku tidak bisa membayangkannya sekarang. Huuaah calon mertuaku itu memang primitif.' batin Donghae frustasi, ingin sekali saat ini Donghae mengacak-acak rambutnya namun mengingat beberapa saat lagi merupakan upacara sakral, maka dirinya tentu tidak mau terlihat berantakan di depan calon istrinya.

"Kajja! Kau harus segera ke altar Hae ah, upacara akan segera dimulai." Suara bariton Yesung akhirnya membuyarkan lamunan Donghae. Dan dengan sigap Donghae menegakkan badannya, berjalan dengan gagahnya menuju altar.

'Tapi benar yang di katakan Kyuhyun. Hyukkie sebentar lagi dirimu akan berganti hak kepemilikan dari Choi Siwon, menjadi milik Kim Donghae.'

Donghae mengembangkan senyumannya mengingat Eunhyuk benar-benar akan menjadi miliknya seutuhnya hari ini.

.

.

Semua tamu undangan yang ada di halaman belakang yang tengah terduduk manis di depan altar segera berdiri ketika melihat Eunhyuk dan Siwon berjalan beriringan memasuki altar.

Decakan kagum para tamu tak henti-hentinya terucap dari bibir para undangan saat melihat kecantikan Eunhyuk, yang terlihat sangat alami.

Terlihat Ryeowook, Sungmin, Kyuhyun, Yesung, Minho, Taemin dan wajah-wajah lain yang sangat ia kenal ikut menatap Eunhyuk dengan tatapan bahagia dan senyum sumringah. Dan jangan lupakan seorang yeoja yang berdiri di barisan paling belakang yang sedang menatap Eunhyuk dengan tatapan sendu, "Oppa, akhirnya kau menikah dengan sunbae itu, apa aku harus merelakanmu sekarang?" yeoja yang ternyata adalah Hyo itupun tersenyum kecut ke arah Eunhyuk.

"Sudahlah Hyo! Relakan Hyukjae oppa!" bisik Yoona yang memang dari tadi berada di samping Hyo, Hyo hanya mengangguk dan kembali fokus memandang Eunhyuk. "Semoga kau bahagia dengan sunbae itu Oppa."

Eunhyuk yang merasa menjadi pusat perhatian jadi salah tingkah sendiri, dirinya kini sangat gugup, Eunhyuk hanya bisa mencengkeram kuat lengan Siwon, berharap rasa gugupnya segera hilang.

Siwon yang mengetahui kegugupan Eunhyuk segera menggenggam tangan kanan Eunhyuk yang ada di lengannya sembari mengelus dan menenangkan Eunhyuk.

Muka Donghae yang sedari tadi tertekuk kini berubah 180 derajat menjadi sumringah saat melihat malaikat monkey nya berjalan menghampirinya. Begitupula Eunhyuk, rasa gugup yang tadi melanda hatinya kini seakan lenyap entah kemana saat melihat Donghae tengah tersenyum lembut ke arahnya.

Dengan sedikit perasaan tidak rela Siwon menyerahkan tangan putih susu Eunhyuk yang terbungkus sarung tangan tipis pada Donghae yang tentu saja di sambut dengan sangat antusias oleh Donghae.

Dan mau tidak mau Siwon akhirnya melangkah mundur dan berjalan menuju sebuah kursi kosong di sebelah Kibum, meninggalkan pasangan pengantin yang kini saling bertatapan dengan senyum yang merekah di bibir masing-masing. Sungguh pemandangan yang membuat orang iri. T_T

Donghae dan Eunhyuk memang sudah terbawa suasana saat ini, rasa rindu yang telah mereka pendam selama dua minggu akhirnya bisa mereka keluarkan sekarang, perlahan Donghae dan Eunhyuk saling mendekatkan wajah mereka.

'EHEEM'

'UHUK'

'HEEM'

Donghae dan Eunhyuk segera menjauhkan diri mereka masing-masing dan segera memasang sikap formal saat mendengar deheman protes dari para tamu.

"Aish apa mereka tidak bisa menahan sebentar saja?" gumam Siwon lirih, Kibum yang mendengar gumaman Siwon hanya bisa terkikik pelan.

'Aish mereka semua sangat mengganggu! Sabar Kim Donghae, tahan sebentar lagi!' batinnya menyemangati

Dan entah mengapa Donghae yang tadinya bersikap tenang kini mulai gugup.

Dengan aba-aba sang pendeta Donghae dan Eunhyuk dengan tegas dan penuh keyakinan mulai mengucapkan janji suci mereka, janji yang akan menyatukan mereka, janji yang akan membawa mereka pada sebuah kesetiaan sampai maut memisahkan mereka.

Dan saat tiba giliran Donghae, Donghae segera membusungkan dadanya dan berkata dengan lantang dan tegas "SAYA BERSEDIA!" Eunhyuk menatap Donghae dengan tatapan bahagia dan mata berbinar, karena akhirnya Donghae benar-benar membuktikan perasaannya dengan perbuatan 'menikahinya'.

Kibum yang melihat keseriusan dan ketegasan dalam perkataan Donghae tanpa sengaja meneteskan air mata bahagianya.

Dan akhirnya pendeta resmi menyatakan Donghae dan Eunhyuk sebagai suami istri, setelah membacakan do'a, pendeta itupun mempersilahkan Donghae mencium Eunhyuk.

Tanpa ragu sedikitpun Donghae segera mencium Eunhyuk, memagut bibirnya lembut, para undangan pun bersorak dan mulai ricuh, namun Donghae dan Eunhyuk tak mengindahkannya sedikitpun, hari itu, tempat itu, jam itu, telah menjadi saksi sebuah kehidupan baru yang akan segera dimulai oleh Eunhyuk dan Donghae.

"Welcome to the new life Hyukjae!" Eunhyuk hanya bisa tersenyum dalam ciuamannya mendengar Donghae menyebut nama barunya dengan seduktif.

.

.

Upacara sakral yang membuat jantung ingin melompat akhirnya selesai, dan tanpa membuang waktu lagi Donghae segera menyembunyikan Eunhyuk di kamar Eunhyuk, meninggalkan para tamu yang masih menikmati acara resepsi di halaman belakang.

Tanpa melepas pakaian pengantin mereka Donghae segera merebahkan Eunhyuk di ranjang king size milik Eunhyuk dan melumat bibir merah cherry Eunhyuk yang sudah lama tidak bisa ia rasakan.

"Euuump Euuung Hyuuung aaahh hen-ti-kan!" pinta Eunhyuk susah payah.

Tak sedikitpun Donghae mengindahkan permintaan Eunhyuk, Donghae malah makin gencar melumat dan menggigit bibir bawah Eunhyuk. Tak puas sampai di situ, perlahan ciuman Donghae turun ke leher jenjang dan pundak Eunhyuk yang memang tidak terbalut wedding dress.

"H-Hyuuung aahh~~" Eunhyuk sedikit mengeliat geli saat Donghae menjilat dan menghisap jakun Eunhyuk, bibir Donghae kembali bergerak menuju pangkal leher Eunhyuk, Donghae kembali menjilat, menggigit, dan menghisap pangkal leher Eunhyuk sampai menimbulkan bekas merah disana.

Tangan nakal Donghae pun tak tinggal diam, perlahan tangannya berusaha menurunkan Wedding dress Eunhyuk dan-

'BRAAAKK'

Pintu kamar Eunhyuk terbuka dengan tidak berperi kepintuan dan langsung menampilkan sosok Siwon yang tengah menatap pasangan pengantin baru itu dengan tatapan kesal.

"Ya! Apa yang kalian lakukan? Kalian tidak boleh melakukan 'itu' sekarang!" pekik Siwon histeris.

Donghae dan Eunhyuk segera mendudukkan diri mereka masing-masing saat melihat Siwon tengah berkacak pinggang di depan pintu kamar mereka.

"Cepat turun! Acaranya belum selesai." Siwon segera meninggalkan kamar Eunhyuk dan Donghae dengan sedikit kesal.

Dengan sangat terpaksa Donghae dan Eunhyuk segera melangkah mengikuti Siwon, sebelum mereka menjadi santapan becham.

.

.

"Jangan memanggilku Daddy!" bentak Siwon. "Kau belum aku akui sebagai menantuku." Saat ini mereka tengah terduduk santai di ruang keluarga kediaman Choi.

"MWO_!" seru Donghae dan Eunhyuk bersamaan.

"Tapi kami sudah menikah daddy!" protes Eunhyuk.

Donghae yang masih shok dengan perkataau Siwon hanya bisa menatap Siwon dengan tatapan tidak percaya, sedangkan Siwon yang melihat keputus asaan di mata Donghae segera memasang senyuman penuh kemenangannya.

"Tidak ada tapi-tapian. Kalian memang belum kami anggap sebagai menantu kami." kali ini Kangin ikut angkat suara "Sampai-" Kangin menjeda kalimatnya dan menatap Siwon sambil memasang seringaian.

"Sampai apa?" tanya Donghae mulai frustasi.

"-kami mendapatkan seorang cucu heheheee." lanjut Kangin disertai Siwon dan kemudian mereka berdua tertawa lantang.

Mendengar pernyataan Kangin dan Siwon, Donghae langsung sweatdrop menatap mereka. 'Tidak di akui sebagai menantu keluarga Choi juga tidak masalah, asalkan aku bisa bersama nae Hyukkie baby.' Batinnya. Senyuman tipis akhirnya terukir di wajah tampan Donghae, menggantikan raut muka yang tegang seperti seorang mayat hidup karena dipermainkan oleh appa beserta mertuanya.

Berbeda dengan Donghae, Eunhyuk nampak menanggapi serius pernyataan orang tuanya, Eunhyuk yang mendengar pernyataan daddy sekaligus mertuanya nampak resah dan masih shok. 'Cucu?' Itu artinya dia harus segera hamil, dan itu berarti dia harus sering melakukan 'itu' dengan Donghae, dan mungkin itu artinya dia akan di kurung satu minggu di dalam kamar, setidaknya itulah yang ada dipikiran polos Eunhyuk.

"Dan kami sudah menyiapkan tempat untuk honeymoon kalian." Leeteuk ikut angkat suara.

"Kemana?" tanya Eunhyuk antusias.

"Jepang, tepatnya di Tokyo, kami sudah menyiapkan sebuah rumah disana, kalian tinggal menempatinya saja." Tambah Kibum, melengkapi penjelasan Leeteuk.

"Umma tidak sedang mempersiapkan sesuatu kan untuk kami? Selidik Donghae cepat.

"Tentu saja tidak!" Elak Leeteuk tak kalah cepat.

'Kau tidak bisa menipuku eomma, aku sangat tau apa yang difikirkan orang maniak peralatan spy sepertimu eomma, tapi seperti biasa, eomma tidak akan mendapat apa yang eomma inginkan, haha.'

"Eumm bolehkah aku membawa Choco?" Ucap Eunhyuk dengan mata berbinar. Dalam fikiran Eunhyuk setidaknya jika dia membawa Choco Donghae tidak akan terlalu sering menguncinya di kamar.

Namun sepertinya pemikiran Eunhyuk sama dengan pemikiran orang-orang yang ada di ruangan itu.

"TIDAKK!" Jawab semua orang yang ada di ruangan itu serentak. Eunhyuk mendengus kesal melihat semua orang tidak berpihak padanya.

.

.

"Chagiya penerbangannya satu jam lagi, jika tidak cepat kita bisa terlambat." Bujuk Donghae. Eunhyuk memalingkan mukanya acuh, tak mengindahkan sama-sekali perkataan Donghae.

Donghae menyerah, sudah satu jam Donghae membujuk Eunhyuk namun Eunhyuk tetap tidak mau berangkat tanpa membawa Choco.

Donghae akhirnya keluar untuk mencari bala bantuan.

Tak lama kemudian Donghae kembali memasuki kamar disertai Kangin dan Siwon

Dengan aba-aba dari Siwon Donghae segera menyergap tubuh Eunhyuk dari belakang, melihat ada kesempatan emas Siwon dan Kangin segera mendekat dan mengikat tangan beserta kaki Eunhyuk.

"Ya! Apa yang kalian lakukan?" Pekik Eunhyuk panik.

"Mianhae chagi!" Bisik Donghae. Dan dengan seluruh kekuatannya Donghae segera mengangkat tubuh Eunhyuk ala bridal style menuju mobilnya yang telah terparkir di bawah.

Setelah Donghae menyamankan posisi Eunhyuk, Donghae segera kembali mesuk ke dalam rumah, mengambil barang-barang yang tertinggal.

'Appa, Daddy gomawo telah membantuku!'

~End Flashback~

.

.

Akhirnya mobil Donghae berhenti di depan bandara incheon.

'BLEEEM'

Donghae masih terlihat kesal karena masih saja di acuhkan oleh Eunhyuk.

Dengan sedikit kasar Donghae membuka pintu mobilnya, menaraik kaki Eunhyuk yang masih terikat dan melepaskan ikatan itu dengan tidak ikhlas.

"Hyung! Kau marah padaku?" Selidik Eunhyuk saat mengetahui perubahan sikap Donghae.

Donghae enggan menjawab dan terus melepaskan ikatan Eunhyuk dengan muka tertekuk.

"Huuuuft. Mianhae hyung! Aku tidak bermaksud mengacuhkanmu." Donghae masih terlihat tak merespon. "Apa boleh buat!" Dengan susah payah dan tangan yang masih terikat Eunhyuk meraih dagu Donghae memaksa Donghae mendongakkan wajahnya ke atas dan-

CHU~~

Eunhyuk mengecup dan sedikit memberi lumatan pada bibir Donghae. Donghae yang memang terlena dengan ulah Eunhyuk segera berdiri dan membalas lumatan Eunhyuk namun sayang, Eunhyuk kini telah mengatupkan rapat bibirnya. "Apa kau masih marah padaku hyung?".

"Asal kau tidak mengacuhkanku lagi, aku tidak akan marah padamu chagiya!" Ucap Donghae lembut sembari mengusap surai redbrown Eunhyuk.

"Jinjja?"

Donghae mengangguk dan kembali melepaskan tali yang masih mengikat tangan Eunhyuk.

.

.

"MACAU?" Eunhyuk berteriak histeris melihat dua tiket pesawat yang ada ditangannya.

"Ne chagi kita akan ke Macau." Jelas donghae sambil merentangkan tangannya merangkul Eunhyuk dari samping.

"Bukankah orang tua kita menyuruh kita untuk pergi ke Jepang?" Donghae menghela nafas panjang mendengar perkataan Eunhyuk.

"Aku tidak mau diawasi selama 24 jam oleh mereka Hyukkie baby! Lagipula-" Donghae menjeda kalimatnya dan mulai memasang tampang memelas.

"Apa hyung?" tanya Eunhyuk penasaran.

"-Aku sudah lama mempersiapkan ini, tapi jika kau ingin pergi ke Jepang, aku tidak bisa berbuat banyak." Jelas Donghae dengan nada yang dibuat sesedih mungkin sambil tertunduk.

"Geuraeyo, kita ke Macau ne!" Seketika itu juga Donghae mendongak dan menatap Eunhyuk dengan wajah berseri, seperti seorang anak kecil yang mendapatkan kado istimewa di hari ulang tahunnya.

.

.

Setelah menempuh perjalanan selama berjam-jam Eunhyuk dan Donghae kini telah sampai di sebuah rumah pantai di daerah Macau. Tanpa pikir panjang Donghae dan Eunhyuk segera memasuki rumah itu, dan segera beristirahat tentunya.

CKLEK

Donghae terlihat keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah tubunya, Donghae mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar mencari dimana keberadaan Eunhyuk, namun Donghae tidak menemukan Eunhyuk.

"Dimana Hyukkie baby?" Tanpa sadar ekor mata donghae menangkap sebuah pintu kaca yang sedikit terbuka, dihampirinya pintu itu dan segera membukanya. Tepat setelah pintu itu terbuka Donghae segera melihat Eunhyuk tengah berdiri di tepi pantai sambil menatap bulan purnama. Donghae segera menghampiri eunhyuk.

GREBB

"Euuunggh"

Eunhyuk terlonjak dan melenguh saat Donghae memeluk, mencium serta menjilat pangkal leher Eunhyuk dari belakang.

"Apa yang kau lakukan disini Chagiya?" Donghae memegang pinggang Eunhyuk dan membalik badan Eunhyuk sampai menghadap padanya.

"Aku bosan menunggumu mandi!" Eunhyuk mengalungkan tangannya di leher Donghae dan bergelayut manja di dada bidang Donghae.

Tangan Donghae tergerak mengangkat dagu Eunhyuk membuat Eunhyuk mengangkat wajahnya, "Rupanya kau sudah tidak sabar?" Donghae mulai memasang seringaiannya yang membuat Eunhyuk bergidik ngeri.

Donghae mendekatkan wajahnya pada wajah Eunhyuk, menghapus jarak diantara mereka, dan tentunya menautkan bibir mereka.

CHU~~~

Donghae memagut, menghisap dan menggigit bibir bawah Eunhyuk, meminta Eunhyuk membuka bibirnya supaya Donghae bisa menjelajahi seisi goa hangat Eunhyuk, namun tak berhasil. Eunhyuk masih ingin menggoda Donghae dengan tidak membuka mulutnya meskipun kini Donghae tengah menggerakkan tangannya masuk ke dalam piyama yang ia kenakan, meraba perut yang sedikit terbentuk, kemudian bergerak ke atas menuju nipple kanan Eunhyuk.

"Aaumphh"

Eunhyuk terlonjak saat Donghae dengan kasar menarik nipplenya, membuat bibirnya terbuka dan dengan mudah memberi akses lidah Donghae untuk masuk ke dalam goa hangatnya.

Eungh—

Eunhyuk melenguh saat Donghae mulai memainkan, memelintir, serta meremas dada beserta nipplenya ditambah lidah Donghae yang bergerak liar membelai langit-langit goa hangatnya membuat Eunhyuk mengeliat dipelukan Donghae.

TES TES

Tetesan air hujan perlahan turun menyapu tanah yang kering, menyirami semua tumbuhan hijau yang haus akan air, dan tak lupa pula membasahi dua pasangan pengantin baru yang masih asyik bercumbu dibawah guyuran air hujan yang tidak lebat.

Donghae dan eunhyuk sama sekali tak menghiraukan sedikitpun air hujan yang telah membasahi tubuh mereka, mereka malah makin gencar memperdalam ciuman dan lumatan mereka, sampai akhirnya mereka merasakan kekurangan oksigen dan melepaskan ciuman panas mereka.

Dongan nafas memburu Eunhyuk menatap Donghae dan menagkup pipi kanan Donghae. "Kita masuk ne! cukup untuk malam ini, istirahatlah, kita lanjutkan besok." Ucap Eunhyuk lembut.

Donghae menggeleng cepat dan segera menganggkat tubuh ramping Eunhyuk memasuki kamarnya.

"Hyung turunkan aku!" Donghae segera menurunkan Eunhyuk tepat didepan pintu kamar mandi. Dipandanginya tubuh ramping eunhyuk yang kini tengah basah kuyup, membuat piyama yang ia kenakan menempel ditubuhnya, memperlihatkan tiap lekuk tubuhnya, dari atas hingga bawah. Eunhyuk yang merasa risih dipandang seperti itu oleh Donghae, segera menyilangkan ke dua tangannya didadanya.

Donghae hanya terkikik melihat tingkah kikuk Eunhyuk. Perlahan Donghae mendekatkan wajahnya di telinga Eunhyuk "Aku sudah pernah melihat tubuhmu, kenapa kau masih malu?"

BLUSHHH-

Muka Eunhyuk yang tadinya pucat akibat kehujanan kini berubah menjadi merah merona mendengar bisikan menggoda dari Donghae.

"Apa yang kau lakukan hyung?" Tanya Eunhyuk panik saat Donghae membuka kancing piyamanya satu persatu.

"Apa lagi kalau bukan memandikanmu!" Jawab Donghae santai sambil menyerigai ke arah Eunhyuk.

"Hyung Eump-" Eunhyuk tidak bisa lagi meneruskan kata-katanya saat bibir dan tangannya dikunci oleh Donghae dan pasrah saat dirinya dibawa masuk ke dalam kamar mandi oleh Donghae.

CLKEK

Donghae mengunci tubuh Eunhyuk dengan tembok dan kembali melepaskan piyama yang dikenakan Eunhyuk.

"Hyung jangan disini, jebal!" Pinta Eunhyuk saat Donghae berhasil menurunkan celana beserta underwear yang dikenakannya.

"Apanya yang jangan? Aku hanya ingin memandikanmu saja. Apa kau sudah benar-benar sudah tidak tahan ingin melakukan 'itu' chagi?" Eunhyuk mematung mendengar perkataan Donghae.

Dan tanpa berbasa-basi lagi Donghae ikut melepaskan handuk yang ia kenakan dan mengangkat tubuh Eunhyuk memasuki bathtub yang terisi penuh air hangat.

Bathtub yang terisi air hangat itupun perlahan meluap saat Donghae dan Eunhyuk memasukkan tubuh mereka ke dalamnya.

Donghae menyandarkan dirinya pada kepala bathtub, merenggangkan lebar kakinya, sedangkan Eunhyuk menyandarkan dirinya pada dada bidang Donghae, dan Donghae memeluk mesra Eunhyuk dari belakang.

"Saranghae!" Ucap Donghae sambil mengecup singkat pipi Eunhyuk.

"Nado saranghae!" Eunhyuk memutar kepalnya, menagkup pipi kanan Donghae dengan tangannya kemudian mengecup bibir tipis Donghae.

Sebelum sempat melepaskan kecupannya Donghae segera memutar sebagian tubuh eunhyuk hingga kini dada Eunhyuk menempel di dadanya, dan dengan sigap Donghae segera memagut bibir Eunhyuk, melumat serta menggigit bibir bawahnya.

Eungh—

Eunhyuk melenguh saat bibir tipis dan nafas Donghae menyapu kulit lehernya, Donghae menjilat, menggigit serta menghisap kuat leher eunhyuk sehingga menimbulkan bekas kemerahan di leher mulusnya.

Tangan Donghae pun tak tinggal diam, tangan kiri Donghae tergerak menuju nipple kiri Eunhyuk menarik, memelintir, serta meremas dada Eunhyuk, sedangkan tangan kanannya bergerak menuju selangkangan Eunhyuk, meraba, membelai serta meremas paha dalam Eunhyuk.

"H-Hyung ja-jangan di-disini! Aahh-" pinta Eunhyuk susah payah. Namun Donghae malah makin gencar menggoda Eunhyuk dengan menggerakkan tanggannya mendekati junior Eunhyuk.

GREBB

Eunhyuk dengan sigap mencengkeram tangan Donghae yang hendak meremas juniornya, dan segera membawa tangan Donghae naik ke atas.

Eunhyuk melepaskan ciumannya secara sepihak kemudian tertunduk dengan nafas memburu disertai wajah yang sudah sangat merah sambil menggenggam erat tangan Donghae.

Donghae hanya terkikik melihat Eunhyuk yang terenggah-enggah dan mulai panik. "Bukankah kita sudah pernah melakukannya? Kenapa kau masih setegang itu?" tanya Donghae dengan santainya.

Tak tahukah Donghae bahwa saat ini dada Eunhyuk mati-matian menahan jantungnya yang hendak melompat dari tempatnya? Mungkin Eunhyuk dan Donghae sudah pernah melakukan hal 'itu' namun situasi kali ini berbeda, saat ini Eunhyuk dan donghae sudah menjadi suami-istri dan itu membuat Eunhyuk gugup, ditambah permintaan orang tua mereka yang sudah tidak sabar ingin menambah cucu.

"Setidaknya jangan disini hyung!" Eunhyuk melingkarkan tangannya di leher Donghae dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Donghae.

"Ne, Arrasseo!" Donghae membelai surai redbrawn Eunhyuk yang masih basah, sambil sesekali menggoda Eunhyuk dengan menyiramkan air dengan tangannya di wajah Eunhyuk dan Eunhyuk membalas dengan melakukan hal yang sama.

.

.

Eunhyuk terlihat keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe disusul dengan Donghae dibelakangnya. Eunhyuk berjalan mendekati lemari pakaian di sudut ruangan, tak dihiraukannya Donghae yang kini bersandar di tiang ranjang sambil menatapnya dengan tatapan lapar.

Eunhyuk masih sibuk memilih piyama yang akan ia dan donghae kenakan.

"Hyung pakai ini! Eungh-" Belum sempat Eunhyuk membalikkan badannya, Donghae sudah terlebih dahulu memeluk dan menghisap kuat leher jenjang Eunhyuk.

"Hyung—Eungh—Aaahh—" Eunhyuk terus melenguh, mendesah serta mengeliat saat Donghae berusaha membuat tanda kepemilikan di pangkal leher Eunhyuk.

"Kita tak butuh baju malam ini chagi!" setelah melepaskan ciumannya di leher jenjang Eunhyuk, Donghae segera memutar tubuh Eunhyuk sampai menghadap padanya, ditariknya tali bathrobe Eunhyuk perlahan.

HAAATCHIIIING

Donghae sedikit terlonjak saat Eunhyuk memalingkan mukanya dan terbersin disampingnya.

"Gwaenchana?" tanya Donghae panik.

"Ne, gwaenchana!" Eunhyuk berusaha memasang gummy smilenya, dan memasang wajah seolah dia baik-baik saja.

Merasa tidak yakin Donghae segera memegangi kening Eunhyuk, bisa dirasakan Donghae suhu kening Eunhyuk lebih panas daripada tangannya. Donghae terlonjak, Donghae benar-benar panik saat ini, Donghae mulai menolehkan kepalanya ke kanan dan kekiri mencari sesuatu.

Eunhyuk yang menangkap ekspresi kecemasan pada wajah Donghae segera menangkup wajah Donghae dan memaksa Donghae menatap Eunhyuk. "Aku tak apa Hyung!"

"Mana mungkin kau tak apa! Kau demam chagiya! Apa kepalamu juga pusing?" Eunhyuk hanya menggeleng pelan, namun Donghae masih saja khawatir.

Dengan cepat Donghae menarik sebuah piyama lengan panjang dari dalam almari kemudian menyerahkannya pada Eunhyuk.

"Chagiya pakai ini! Aku akan segera kembali." Donghae segera melepas bathrobe yang ia kenakan kemudian menyambar celana piyama yang di carikan Eunhyuk untuknya dan dengan bertopless ria Donghae keluar kamarnya meninggalkan Eunhyuk yang masih tercengang dengan sikap over Donghae.

"Kau berlebihan hyung! Tapi aku bahagia bisa menjadi milikmu!" Senyuman tipis akhirnya terlukis dibibir merah cherry Eunhyuk saat Eunhyuk menyadari betapa perhatiannya Donghae padanya.

.

.

Donghae telah kembali memasuki kamar dengan membawa nampan yang berisi segelas teh madu, bubur dan obat flu. Donghae tersenyum ketika melihat Eunhyuk tengah tertidur tak beraturan diatas ranjang. Perlahan Donghae mendekati Eunhyuk, meletakkan nampan yang ia bawa diatas meja nakas dan duduk disebelah Eunhyuk.

"Chagiya kau harus minum obat supaya demammu turun." Donghae mengguncang-guncang tubuh Eunhyuk, berharap Eunhyuk segera bangun namun tidak berhasil.

"Heumm—Ne kita lakukan sekarang hyung!" pikiran Donghae segera melayang pada hal-hal yang berbau NC saat mendengar igauan Eunhyuk.

"Kau memimpikan hal itu chagi?" Donghae mendekatkan wajahnya pada wajah Eunhyuk membelai lembut surai beserta wajah Eunhyuk kemudian membenarkan posisi tidur dan menyelimuti Eunhyuk. "Kita akan melakukannya setelah kau sehat chagiya!" Donghae mengecup kening Eunhyuk, kemudian ikut merebahkan diri disamping Eunhyuk. "Mimpikan aku chagiya! Saranghae!" bisik Donghae sebelum akhirnya Donghae melingkarkan lengannya di pinggang Eunhyuk dan ikut terpejam bersama Eunhyuk.

.

.

Sinar matahari berlomba memasuki kamar Donghae dan Eunhyuk yang memang sebagian besar temboknya terbuat dari kaca, Donghae sedikit mengeliat dalam tidurnya saat merasakan dada toplessnya disapa oleh hangatnya sinar matahari.

Donghae perlahan membuka matanya, membiasakan cahaya masuk kedalam retina-nya sambil mencari sesuatu yang tadi malam ia dekap erat. Mata Donghae segera terbuka lebar saat menyadari Eunhyuk sudah tidak ada dipelukannya.

Tanpa menunggu lama Donghae segera bangkit dari posisinya, menuruni ranjang dan berjalan keluar kamar untuk mencari Eunhyuk. Donghae mengedarkan pandangannya keseluruh ruang santai, namun tak ditemukannya bayangan Eunhyuk, donghae kembali melangkahkan kakinya menuju ruang lain untuk mencari Eunhyuk.

GREEBB

"Kau mencariku hyung?" Donghae tersenyum lebar saat mengetahui Eunhyuk tengah memeluknya dari belakang.

"Apa demammu sudah turun?" Eunhyuk hanya mengangguk sebagai jawabannya, sedangkan Donghae memastikan dengan mengukur suhu kening Eunhyuk dengan keningnya. Donghae mengangguk-angguk saat menyadari demam Eunhyuk memang sudah reda.

"Kenapa kau meninggalkanku saat aku masih tidur?"

"Hyung ini sudah jam 9, aku sudah bosan menunggumu bangun!"

"Jika kau berikan aku morning Kiss, aku pasti segera bangun chagiya!" Dan tanpa persetujuan Eunhyuk, Donghae segera mengunci bibir Eunhyuk yang hendak mengeluarkan kata-kata penolakan.

Eunhyuk menangkup wajah Donghae dan menghentikan ciuman merka, "Wae?" tanya Donghae gusar.

"Kita jalan-jalan ne! di pantai sepertinya ada perayaan." Eunhyuk memasang puppy eyesnya yang sudah pasti tidak akan ditolak oleh Donghae.

"Geuraeyo! Tapi sebelum kita pergi-"

"Eungghh"

Donghae terlebih dahulu membuat sebuah kissmark di pangkal leher Eunhyuk sebelah kiri.

"-Akan kubuat tanda yang akan membuat semua orang tahu jika kau adalah milikku!" Donghae tersenyum, kemudian melangkah menuju kamar mandi. "Chagiya mau mandi bersamaku lagi?" Ucap Donghae setengah berteriak sebelum memasuki kamar mandi.

"Aku sudah mandi! Dasar ikan pervert!" terdengar Donghae mendengus kesal dari dalam kamar mandi.

.

.

(T.B.C)

Special thanks to: All Reviewers, Readers, Visitor and All of everyone who support this FF.


Makin lama makin gak jelas kayaknya FF ini T_T

Belum ada NC ea? Heheheee niat #digampar readers

Rizuka mau minta ijin dulu ama readers, boleh bikin NC ato enggak? ^,^

satu lagi! kira2 yang cocok jadi babynya HaeHyuk ntar cp? ato out of character aja kayak 'Eunhae'?

Neomu mianhae buat semua reviewers soalnya Rizuka gak bisa bales 1,1, tapi ntar kalo ada waktu pasti reviewnya Rizuka bales.

Semoga readers masih mau baca and nge-review FF gak jelas ini.

One more time! Neomu mianhaeyo! #sujudmintaampun.

Akhir kata Gomawo buat semua readers yang udah mau nyempetin baca and review FF ini

Keep read and support this FF ne!

Gomawo- and see you at next chap (jika masih ada yang minat T_T)

#Deepbow bareng Choco.