Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu dengan posisi saling berhadapan, baekhyun membersihkan luka dan darah diwajah sehun kemudian ia oleskan obat merah diwajah tampan yang kini penuh dengan luka lebam itu. Sehun menatap wajah manis dihadapannya dengan intens, tak ia kedipkan matanya barang sedetikpun untuk menikmati kecantikan alami yang memancar dari wajah pembantu barunya itu
Baekhyun yang terus ditatapi seperti itu merasa sangat risih, ia berdehem pelan untuk menghilangkan rasa canggung dan setelah selesai ia bereskan kembali kotak p3k yang ia bawa tadi
"Sudah selesai tuan, saya harap tuan lekas sembuh.. "
"Kau tidak ingin tahu bagaimana aku bisa mendapat luka-luka ini?"
"Saya rasa tidak.. "
Baekhyun merasa ia tidak perlu tau alasan mengapa sehun terluka sampai seperti ini, lagipula bukannya sehun sudah terbiasa dengan luka-luka semacam ini?
"Kalau begitu saya permisi tuan.. "
"Besok malam datanglah ke distrik myungcheon, aku akan menunggu mu disana.. "
Baekhyun menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah sehun ketika pemuda albino itu bicara padanya
"Kenapa saya harus datang kesana tuan?"
"Kau datang saja, aku tunggu jam 10 malam"
"Tidak bisa tuan, nyonya kyungsoo pasti tidak akan mengijinkan saya-"
"Ibuku akan pergi ke paris besok, dia akan pergi selama 2 minggu untuk urusan bisnis, kau tidak perlu khawatir"
"Ne? Lalu bagaimana dengan tuan chanyeol? Ia pasti tidak akan menginjinkanku-"
"Kau bisa cari alasan untuk pergi baekhyun ssi"
Baekhyun mengernyit kesal, mencari alasan katanya? Mudah sekali ia bicara begitu
"Saya tidak bisa tuan, besoknya saya harus bangun pagi lagi.. lagipula saya tidak suka keluar malam"
Sehun menghela nafas "jika kau tidak datang, ibuku akan langsung memecatmu"
"Kenapa nyonya kyungsoo harus melakukan itu?"
"Ibuku itu sangat menyanyangi ku, dia pasti akan menuruti semua keinginan ku, jika aku meminta ia untuk memecatmu. dia tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan itu"
"Nyonya kyungsoo tidak akan memecat saya jika tanpa alasan yang jelas tuan. saya yakin itu"
Sehun menyeringai "oh ya? Kau lihat ini.. "
Sehun berdiri dan berjalan menuju salah satu guci mahal koleksi milik ibunya
Baekhyun mengernyit bingung, apa yang akan dilakukan sehun?
PRAAAANG
Pembantu manis itu membelalakan matanya kaget ketika sehun dengan sengaja menjatuhkan guci import dari Italia milik ibunya hingga hancur berkeping-keping
"Tuan apa yang anda lakukan?"
Sehun tersenyum tipis "Aku akan bilang pada ibu jika guci ini pecah karena ulahmu"
"Apa? tapi kenapa-"
"Kau pikir ibuku akan lebih mempercayai asisten rumah tangga yang baru bekerja selama 2 hari dirumahnya ketimbang anak kesayangan nya sendiri begitu?"
Baekhyun terdiam, dalam hati ia mengutuk habis-habisan pria albino itu
"Sekarang cepatlah cari alasan apapun agar ayah mengijinkanmu keluar besok malam atau ucapkan selamat tinggal pada pekerjaan barumu"
.
.
"Meminta ijin untuk apa baekhyun ssi?"
"Besok adalah hari pernikahan temanku, jadi aku ingin meminta ijin untuk pergi kesana"
"Lalu bagaimana dengan pekerjaan rumah jika kau pergi?"
"Aku akan pergi setelah pekerjaan ku selesai, jika boleh aku akan pergi pukul 9 malam?"
Chanyeol sudah pulang sekitar satu jam yang lalu, ia baru selesai mandi dan kini hendak bersiap makan malam, tapi tiba-tiba saja asisten rumah tangga nya itu datang dan meminta ijin padanya
"Pukul 9 malam? apa tidak terlalu larut? kau mau aku antar?"
"Ah tidak usah tuan, saya bisa sendiri"
"Baiklah, aku mengijinkan mu"
Baekhyun tersenyum lega "terima Kasih tuan, saya janji akan segera pulang"
Pria tinggi itu hanya tersenyum sebagai balasan, atensinya teralih pada meja makan yang sudah diisi penuh oleh makanan. sudah lama sekali rasanya ia tidak melihat makanan rumahan seperti ini
"Kau yang memasak ini semua?"
"Iya tuan, saya yang memasaknya"
"Dimana sehun? Dia tidak pulang? "
"Siang tadi tuan sehun sempat pulang, tapi hanya sebentar lalu setelah itu pergi lagi"
Chanyeol mengangguk pelan "kalau begitu kau ikut makan denganku disini, kyungsoo seperti nya tidak akan pulang malam ini.. Aku tidak suka makan sendirian"
"N-ne? t-tapi tuan-"
"Tidak ada tapi-tapian baekhyun ssi"
Baekhyun mengangguk kaku, dengan perlahan ia duduk tepat dihadapan chanyeol, tempat yang biasanya ditempati kyungsoo
.
.
.
Setelah makan malam yang terasa sangat canggung bagi keduanya, baekhyun kini tengah sibuk dengan cucian piring bekas makan malam mereka tadi, suara air dari wastafel mewah itu masih terdengar deras dan nyaring tapi pikiran baekhyun seolah melayang entah kemana
Besok adalah waktu terakhir pembayaran untuk perawatan ibunya dirumah sakit, belum lagi biaya spp sekolah adiknya yang sudah menunggak selama 3 bulan
Dia baru bekerja selama 2 hari dan belum mendapat gaji, ia tidak berani meminta gaji dimuka kepada majikannya. Meminjam pada minseok? Rasanya tidak mungkin, ia sudah terlalu sering merepotkan pria mungil yang mirip hamster itu
"Baekhyun ssi? Kau melamun?"
Lamunan baekhyun langsung buyar ketika suara berat chanyeol menginterupsi pendengarannya
"Ah tuan, maafkan saya.. "
"Tidak apa-apa baekhyun ssi, ada yang sedang kau pikirkan?"
"Tidak tuan saya baik-baik saja"
Baekhyun masih merasa canggung dengan chanyeol, begitu juga chanyeol yang terlihat sangat kikuk berbicara dan berhadapan dengan baekhyun
"Anda perlu sesuatu tuan?"
"Aku ingin membuat kopi.. "
"Biar saya buatkan tuan"
"Tidak usah baekhyun ssi, aku bisa membuat kopi sendiri.. Kau lanjutkan saja cuci piringnya"
Baekhyun mengangguk dan tersenyum kilas, baekhyun kembali melanjutkan pekerjaan nya namun sesekali pria mungil itu memperhatikan chanyeol yang terlihat kebingungan
Pria tinggi itu membuat kopi dengan asal, ia memasukan bersendok-sendok kopi hitam kedalam cangkir dan bahkan memasukan beberapa sendok garam yang sepertinya ia kira gula
Baekhyun berusaha menahan senyumannya sambil masih terus mencuci piring
Dengan perlahan chanyeol mengaduk kopinya, sambil tersenyum tipis ia minum kopi itu langsung dari cangkir. tak selang berapa detik kedua alisnya langsung mengernyit dan ekspresi wajahnya langsung terlihat kecut
"Kenapa asin sekali?.."
Baekhyun benar-benar tidak bisa menahan senyumannya lagi
"Biar saya saja yang membuat kopi tuan, anda sepertinya tidak bisa membuat kopi"
Sadar baekhyun yang terlihat seperti menahan tawa, chanyeol hanya bisa menggaruk tengkuknya malu
"Nanti setelah pekerjaan saya selesai, akan segera saya antarkan kopinya ke kamar anda tuan"
Chanyeol tersenyum malu "Ne, kamshamnida baekhyun ssi.. "
.
.
Baekhyun membuka pintu kamar majikannya setelah chanyeol mengijinkan nya masuk, dengan membawa secangkir kopi hangat ditangannya baekhyun berjalan memasuki kamar yang luasnya 5x lipat dari rumahnya
"Tuan apa yang sedang anda lakukan?"
Chanyeol terlihat memegang kemeja dan celana kerja yang seperti nya akan digunakan besok, ia juga memutar-mutar tombol di setrikaan yang entah ia dapat darimana
"Apa anda hendak menyetrika pakaian?"
Chanyeol mengangguk "Ya, aku harus menggunakan seragam ini besok, tapi bajunya kusut dan belum disetrika.. "
Pria mungil itu berjalan kearah meja dan meletakan kopinya disana
"Berikan padaku tuan, biar saya saja yang melakukan nya"
"Tidak usah baekhyun ssi, aku bisa melakukannya"
"Membuat kopi saja anda tidak bisa, lalu bagaimana caranya anda menyetrika pakaian tuan?"
Chanyeol bungkam seribu bahasa, ia memang tidak pandai mengurus pekerjaan rumah
"Berikan itu padaku tuan.. "
Dengan sigap baekhyun mengambil pakaian kerja chanyeol dan mulai menyetrikanya
"Anda memutar tombolnya terlalu panas tuan, jika saya tidak datang. Mungkin baju anda sudah berlubang karena terlalu panas"
Chanyeol mengangguk mengerti, entah apa jadinya jika dirumah ini tidak ada baekhyun
"Selesai.. Saya akan menyimpan pakaian anda dilemari tuan, besok anda bisa memakainya"
"Terimakasih baekhyun ssi.. "
Chanyeol tersenyum lembut, jika tidak ada asisten rumah tangga dirumahnya sudah bisa dipastikan chanyeol akan sangat kerepotan. kyungsoo bukanlah tipikal istri yang suka dengan pekerjaan rumah, ia cenderung lebih suka mempercayakan semuanya pada asisten rumah tangga termasuk dalam hal melayani chanyeol, selama pernikahan mereka kyungsoo tidak pernah memasak makanan untuknya, menyetrika bajunya, atau membuatkan kopi untuknya. satu-satunya hal yang dilakukan kyungsoo sebagai seorang istri adalah melayani kebutuhan biologis chanyeol diatas ranjang saja, itupun sudah tidak pernah ia lakukan lagi selama beberapa Bulan terakhir ini
"Kalau begitu saya permisi tuan.. "
Baekhyun melangkah hendak keluar dari kamar, namun langkahnya terhenti takala suara berat chanyeol kembali menginterupsi
"Sekali lagi terimakasih baekhyun ssi.. "
DEG
jantung baekhyun berdetak cepat tak karuan ketika tanpa sengaja ia melihat senyuman manis dari wajah majikannya
'Tampan'
Ya, chanyeol memang sangat tampan meskipun usianya sudah hampir kepala empat. tapi itu sama sekali tidak mengurangi kadar ketampanan si jenderal besar kepolisian seoul itu. menurut baekhyun chanyeol terlihat sangat matang dan dewasa diusianya sekarang. benar-benar tipikal idaman baekhyun sekali
ah.. Tidak-tidak, apa yang sedang kau pikirkan byun baekhyun?
"N-ne, k-kalau begitu saya permisi tuan"
Buru-buru baekhyun berbalik dan pergi Dari kamar itu. dibalik pintu baekhyun berusaha menetralkan detak jantungnya yang seolah menggila, baekhyun bahkan bisa merasakan wajahnya memanas hanya karena senyuman kecil diwajah majikannya.
"Yatuhan, ada apa denganku?"
.
.
Pukul 7 pagi baekhyun sudah selesai menghidangkan sarapan di meja makan, dan disaat bersamaan chanyeol datang dengan seragam kepolisian yang sudah lengkap ditubuh tegapnya, selama beberapa detik baekhyun seolah terpesona dengan penampilan chanyeol pagi ini. pria itu benar-benar sangat cocok menggunakan seragam kepolisian itu
"Ada apa baekhyun ssi?"
Merasa diperhatikan chanyeol pun langsung bertanya pada baekhyun,
"T-tidak ada apa-apa tuan, s-silahkan sarapannya" jawabnya gugup
"Maafkan aku baekhyun ssi, aku tidak bisa, pagi ini aku harus menghadiri upacara kemerdekaan di istana negara"
Istana Negara? Ah iya baekhyun sampai lupa, hari ini kan hari kemerdekaan korea selatan. karena terlalu banyak pikiran ia sampai lupa hari kemerdekaan negaranya sendiri
"Ah baiklah tuan, saya mengerti.. tapi setidaknya minum susu dulu tuan, minum susu dipagi hari bagus untuk kesehatan"
Chanyeol mengangguk, ia meminum segelas susu putih yang sudah disediakan baekhyun dengan cepat
"Aku pergi baekhyun ssi.. "
"Tuan.. "
Chanyeol menoleh, ada apa lagi?
"Dasimu terlihat kurang rapi tuan, jika anda ingin menghadiri sebuah upacara kenegaraan bukankah anda harus terlihat sempurna?"
DEG
Chanyeol membatu ditempatnya ketika tangan baekhyun bergerak membetulkan dasinya, jarak mereka hanya terpisah beberapa centi saja
Dalam jarak sedekat ini chanyeol bisa dengan jelas melihat wajah cantik baekhyun. kulit wajahnya putih dan sangat mulus seperti kulit bayi, matanya kecil namun terlihat sangat Indah dengan bulu-bulu mata yang lentik, hidungnya juga kecil namun seolah terpahat sempurna diwajah manisnya, dan bibir itu.. bibir yang sudah pernah ia kecup berkali-kali sampai bengkak, sampai sekarang chanyeol bahkan belum bisa melupakan bagaimana tekstur lembut bibir itu dan bagaimana manisnya benda itu ketika ia kulum dengan bibir tebalnya
"Selesai.. "
Chanyeol berdehem sebentar untuk menghilangkan rasa gugupnya,
"Terimakasih baekhyun ssi, aku pergi... "
.
.
.
"Jadi seluruh biaya perawatan ibuku sudah dilunasi semua? tapi bagaimana bisa?"
"Ada seseorang yang sudah melunasi semua biaya nya tuan, tapi seseorang itu tidak ingin identitas nya diketahui"
Baekhyun terkejut sekali ketika ia datang kerumah sakit untuk meminta tenggang waktu lagi tapi ternyata tunggakan biaya perawatan ibunya sudah lunas dibayar
Apa mungkin jongin? Jika benar pria itu yang melakukannya, ia pasti akan sangat marah
"Hey lihat, bukankah itu brigjen chanyeol?"
"Ah iya, astaga kenapa ia tampan sekali?"
"Dia terlihat sangat gagah dengan pakaian jenderal itu"
"Dia sangat sempurna, sungguh beruntung orang yang menjadi istrinya"
Suasana di lobby rumah sakit tiba-tiba saja menjadi ricuh ketika televisi yang terpasang di dinding rumah sakit menayangkan acara live upacara peringatan hari kemerdekaan di istana negara
Bukan tentang upacara itu yang menjadi topik pembicaraan, melainkan sosok brigadir jenderal park yang tampak gagah menjadi pemimpin upacara
Ya, harus baekhyun akui majikannya itu terlihat sangat mempesona meskipun hanya dilihat dari televisi
"Apa ada yang bisa saya bantu lagi tuan?"
"Ah tidak, terimakasih. Kalau begitu saya permisi"
Baekhyun berjalan keluar rumah sakit, ia mendial nomor seseorang yang sudah ia hafal diluar kepala
"Halo sayang, apa-"
"Kai apa kau yang sudah melunasi tunggakan biaya rumah sakit ibuku?"
"Aku tidak-"
"Kai, ada seseorang yang melunasi seluruh biaya perawatan ibuku. aku tidak tahu siapa itu, tapi aku berpikir satu-satunya orang yang mungkin melakukan nya hanya kau seorang jongin"
"Sayang, aku tidak-"
"Kai, kau tau aku akan sangat marah jika kau melakukan itu?"
Terdengar helaan nafas dari seberang sana
"Baekhyun, aku tidak membayar biaya perawatan ibumu sama sekali. kau sendiri yang selalu melarang ku melakukan itu bukan?"
"Lalu siapa lagi jika bukan kau?"
"Aku tidak tau sayang.. "
Baekhyun menghela nafas, jika bukan kekasihnya yang melakukannya lalu siapa?
"Yasudah, maaf aku sudah menganggumu kai"
"Tidak apa-apa, aku sama sekali tidak merasa terganggu"
"Kau dimana? Sekarang hari libur, apa kita tidak bisa pergi berkencan?"
"Maafkan aku baek, hari ini aku ada jadwal penerbangan ke paris"
"Ah begitu, yasudah tidak apa-apa. Hati-hati lah jangan lupa makan dan jangan tergoda oleh rayuan pramugari-pramugari haus belaian itu jongin-ah"
Jongin tertawa pelan "iya baek, kau tidak perlu khawatir.. "
"Yasudah, aku tutup teleponnya.. Saranghae"
"Nado saranghae baekhyunie.. "
.
.
"Paman apa harganya tidak bisa kurang?"
"Tidak bisa tuan, harga segitu sudah harga pas"
Setelah dari rumah sakit baekhyun pergi menuju pasar swalayan untuk membeli bahan makanan, ia sengaja tidak pergi ke supermarket untuk mendapat harga yang lebih murah
"Yasudah, kalau begitu aku beli telur ayamnya satu kilo"
"Paman, aku ingin beli telur dan juga sayurannya"
Baekhyun menoleh ketika suara seseorang yang terdengar sangat familiar terdengar dari arah samping
"Oh luhan hyung?"
Pria itu terlihat terkejut melihat baekhyun "baekhyunie?"
.
.
Mereka memutuskan untuk mampir sejenak di kedai tteopokki pinggir jalan setelah pertemuan yang tak terduga
"Aku sangat merindukan mu hyung, semenjak kau diterima kerja di rumah keluarga choi, kau sudah jarang menemui ku lagi"
Luhan adalah salah satu asisten rumah tangga dari perusahaan penyalur tenaga kerja milik minseok, ia diterima bekerja 5 bulan sebelum baekhyun bekerja di rumah keluarga park. luhan bekerja di rumah keluarga choi, sebuah keluarga yang memiliki kerajaan bisnis properti yang tersebar hampir diseluruh wilayah korea Selatan. hubungan mereka terbilang cukup dekat, baekhyun bahkan memanggil pria cantik itu dengan sebutan hyung
"Aku juga sangat merindukanmu baekhyunie, maaf aku tidak punya banyak waktu untuk menghubungimu.. Aku dengar dari minseok kau sudah diterima bekerja?"
"Iya hyung, aku sudah bekerja dirumah keluarga park"
"Keluarga park? Maksudmu park chanyeol? Jenderal besar kepala kepolisian seoul itu?"
"Iya hyung, aku bekerja disana sekarang"
"Wah rumah keluarga park tidak terlalu jauh dari rumah keluarga choi, sekarang kita bisa lebih sering bertemu baekhyunie"
"Ah benarkah? Aku tidak tau jika keluarga park dan keluarga choi bertetangga, tapi apapun itu, aku senang sekali jika sekarang kita bisa lebih sering bertemu"
Keduanya kemudian tertawa bersama
"Ngomong-ngomong kau terlihat lebih berisi sekarang hyung"
Tubuh luhan tiba-tiba saja menegang, dan itu tidak luput dari perhatian baekhyun
"Dan ada apa dengan lehermu hyung? Itu terlihat memar.. "
"ahahaha belakangan ini aku memang banyak makan, jadi mungkin itu yang membuatku terlihat lebih gemuk, dan soal ini.. tadi pagi aku jatuh, dan leherku terpentuk meja"
Baekhyun tersenyum tipis, ia tahu luhan tengah berbohong, luka dileher luhan itu bukan luka biasa, jelas sekali itu kissmark
Huweeekk
luhan mendadak mual dan hendak muntah, buru-buru ia pergi ke toilet untuk memuntahkan isi perutnya
"Kau tidak apa-apa hyung?"
"Sepertinya aku masuk angin baekhyun ah, aku harus segera pulang"
"Baiklah, kalau begitu kita pulang bersama saja"
"Ah tidak usah baek, aku bisa pulang sendiri.. Nanti akan kuhubungi lagi, sampai jumpa baek"
Baekhyun mengernyit heran melihat tingkah luhan yang menurutnya aneh
.
.
Siang harinya, baekhyun pergi kesekolah baekhee untuk menjemput anak itu sekaligus menanyakan soal spp baekhee yang masih menunggak
"Apa? Jadi sudah lunas? Siapa yang membayarnya?"
Anak kecil berkuncir kuda itu hanya menganggukan kepalanya lucu
"Ada seorang ahjussi tampan yang membayarnya oppa, dia bahkan mentraktir ku makan siang dan membelikan ice cream"
"Apa paman jongin?"
"Bukan paman jongin, yang ini jauh lebih tampan dari paman jongin"
Baekhyun mengernyit bingung "siapa baekhee ya?"
"Baekhee sudah janji pada ahjussi tampan itu untuk tidak memberitahu oppa"
"Dia kenal oppa?"
"Iya, dia bilang dia kenal oppa"
Baekhyun semakin dibuat bingung, pertama biaya rumah sakit lalu biaya sekolah adiknya
Ada apa ini sebenarnya?
.
.
Chanyeol pulang kerumah tepat pukul 7 malam, ia langsung disambut baekhyun yang sudah menunggunya di depan rumah, ia membawakan tas, jas serta sepatu kerja chanyeol. setelah itu ia bahkan disiapkan air hangat untuk mandi, dan dihidangkan makanan-makanan lezat yang sangat menggugah selera, terakhir baekhyun kembali menyuguhkan nya kopi hitam yang menjadi minuman favorit chanyeol, baekhyun melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh kyungsoo istrinya
"Terimakasih baekhyun ssi"
"Sama-sama tuan.. "
"Tuan, apa saya boleh bertanya sesuatu?"
"Apa itu?"
"Begini.. Aku punya tunggakan biaya perawatan rumah sakit ibuku dan juga biaya sekolah adikku, seharusnya hari ini adalah hari terakhir aku harus melunasi semuanya, tapi saat dirumah sakit tadi aku dikejutkan dengan kabar jika seluruh biaya perawatan ibuku sudah lunas begitu juga dengan biaya sekolah adik bungsuku.. Aku tidak bisa menebak siapa yang melakukan semua ini, tapi... Aku mendapat informasi dari minseok hyung jika anda pernah datang kesana untuk meminta informasi pribadi tentang saya.. "
Chanyeol masih terdiam tenang ditempatnya
"Apa mungkin jika-"
"Ne, aku yang melunasi semuanya"
Baekhyun terdiam, jadi.. Ini semua karena chanyeol?
.
.
"Aku melakukan ini demi menebus kesalahan ku padamu, kau tau aku telah melakukan tindakan asusila padamu waktu itu"
Baekhyun masih tidak percaya jika chanyeol yang melakukan semua ini
"Aku benar-benar minta maaf baek, aku.. Biar bagaimanapun aku ini pria normal, istri ku menolak melayani ku dan aku tidak tau harus berbuat apa, jadi saat aku melihatmu waktu itu-"
"Cukup tuan, jangan dibahas lagi"
Jujur baekhyun cukup risih jika kembali di ingatkan akan kejadian itu
"Apapun itu aku benar-benar minta maaf baek, sebagai permintaan maaf aku akan menanggung semua biaya pendidikan adikmu dan juga biaya perawatan ibumu"
Baekhyun tidak tau harus bicara apa, disatu sisi ia tidak mau menerima bantuan chanyeol karena itu membuatnya merasa seperti pengemis. tapi disatu sisi lagi chanyeol memang telah melakukan hal yang tak senonoh padanya. bukankah tidak adil jika chanyeol bisa mendapatkan keperjakaannya secara cuma-cuma?
"Baiklah, tapi akan aku anggap ini sebagai hutang. aku pasti akan melunasinya"
"Aku tidak berharap uangku dikembalikan, tapi jika kau memang berniat melakukan nya aku tidak akan menolak"
.
.
Pukul 21.30, baekhyun berbaring terlentang diatas kasur kamarnya. masih sulit dipercaya baginya jika chanyeol lah yang melunasi semua tunggakan hutangnya, entah kenapa ia jadi merasa seperti pelacur karena telah menerima bantuan chanyeol atas apa yang telah pria tinggi itu perbuat, tapi mau bagaimana lagi? Ia sedang dalam kondisi terdesak dan ia juga tidak mau jika keperjakaan nya direnggut secara cuma-cuma oleh orang yang bukan suaminya
Hah.. Sudahlah, ia tidak mau memikirkan ini terlalu jauh.
Baekhyun melirik jam di dinding kamarnya, sudah pukul 21.35 apakah ia harus pergi menemui sehun sekarang?
.
.
"Sudah hampir jam sepuluh, apa orang yang kau tunggu itu akan benar-benar datang?"
"Tunggu saja sebentar lagi jonghyun ah, dia pasti datang"
.
.
Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle
Pesawat yang dimana jongin menjadi pilot disana baru saja mendarat dengan selamat
"Kerja bagus jongin ah" ucap jinwoo co-pilot pesawat korean airlines
"Kau juga sudah bekerja keras jinwoo ah"
"Kapten jongin, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda. dia menolak turun dari pesawat jika belum bertemu dengan anda"
Ucap kahi, salah seorang pramugari korean airlines yang tiba-tiba masuk keruang pilot
"Siapa?"
"Aku.. "
Seorang wanita cantik berambut panjang yang terlihat sangat anggun berjalan menuju ruang pilot
Jongin menghela nafas "bisa kalian tinggalkan kami berdua?"
Kahi dan jinwoo tampak saling pandang dalam kebingungan sebelum akhirnya mereka keluar dari ruang pilot
"Ada perlu apa kau mencariku?"
"Kenapa kau terus berusaha menghindari ku? Kau bahkan tidak mengangkat telepon dariku semalam"
"Kenapa aku harus mengangkat telepon dari seseorang yang sudah punya suami?"
Wanita itu mengepalkan tangannya erat
"Kau bisa menghindariku, tapi kau tidak akan pernah bisa mengelak dari sehun"
Jongin menajamkan tatapan matanya ketika wanita itu menyebut-nyebut nama sehun
"Apa yang kau inginkan?"
.
.
.
.
.
TBC
Gimana sama chapter ini? Makin ngebosenin ya? 😂 diusahain update seminggu sekali ya, dan makasih banget buat yang udah ngefav, follow sama review ff ecek-ecek ini hehehe see you in the next chap bye bye bye 😘😘😘
