Rise and Fall
Disclaimer Masashi Kishimoto
By Deera Dragoneela
.0.
WARNING!
(Abal, GJ, g sesuai EYD, OOC, Gender Switch, dE-eL-eL)
.0.
Naruto menatap minimarket didepannya cukup terkejut, melihat betapa lengkapnya barang-barang didalamnya. Dengan semangat pun gadis itu mengambil sebuah troli dan mulai mengisinya dengan barang-barang yang dibutuhkannya. Gadis itu terlalu sibuk hingga tidak sadar ada sosok Gaara dihadapannya, sehingga trolinya menabrak kaki Gaara.
"Ah, Gomenasai" Naruto menunduk ketika mengatakannya. Gaara hanya menatapnya sekilas sebelum pergi. Sementara Naruto yang dicuekin sama Gaara hanya mengedikkan bahu nggak peduli. Toh, nggak kenal, kan? Naruto kembali mencari bahan dapur yang dibutuhkannya.
Ditempat lain, Gaara kembali bersama gerombolannya.
"Gimana?" Tanya Kiba.
"Seperti yang lo lihat" Gaara mengedikkan bahunya tak peduli. Entah kenapa, diantara yang lain, dirinya yang paling sering dijadikan bahan uji coba pertama teman-temannya. Katanya, kalo para gadis suka klepek-klepek lihat wajah pandanya.
"Wah, boleh juga tu anak" Ujar Suigetsu. Biasanya, setiap cewek yang simpangan sama Gaara, nggak senior maupun junior pasti langsung lirik lihat face panda-nya.
"Mungkin, tuh cewek udah punya cowok. Jadi nggak berani lirik-lirik" Kiba menatap kawan-kawannya minta jawaban, tapi dicuekin.
"Ato mungkin cuma jual mahal" Jawaban sarkastik Sasuke membuat yang lain menatapnya.
"Apa?" Mereka menggeleng.
"Kalo lo kecewa sama mantan loe, jangan jadiin cewek lain sasaran dong" Suigetsu menasehati yang dijawab dengusan oleh Sasuke.
"Menurut gue, tu cewek kagak punya cowok" Ucapan Gaara membuatnya dihadiahi tatapan tanya.
"Kok lo tahu?" Tanya Kiba
"Lo inget siapa Bakoro, kan? Mana mungkin tuh cewek dia bolehin pacaran. Apalagi dia adiknya Kyuubi"
"Dari mana lo tahu?" Kiba menatapnya penuh selidik.
"Profil FB Kyuubi. Barusan gue lihat foto mereka barengan" Semua mengangguk mendengarnya.
"Tapi, kayaknya ni cewek lebih pemalu dari pada Kyuubi. Lihat aja sikapnya kalo ketemu cowok. Nunduk mulu dari tadi" Gaara menunjukkan Naruto yang tidak sengaja berpapasan dengan beberapa cowok dan cewek yang berbelanja disana.
"Jadi gampang-gampang susah lah" Tambahnya.
.0.
Naruto sudah mendapatkan kenalan beberapa orang yang menjadi tetangga kamarnya. Ada Temari anak TI yang beberapa tahun diatasnya, Ino dan Ayame anak Psikologi setahun diatasnya, Hinata anak Manajemen yang sepantaran Ino, Shizune anak Bahasa Inggris sepantaran Temari, Anko anak Pendidikan dan Karin anak Matematika yang sepantaran Ino. Jadilan Naruto anak paling bontot diantara mereka. Dari mereka, Naruto mengenal lingkup KU dan berbagai informasi, termasuk para pemuda disana yang berbahaya.
"Lo harus hati-hati, Nar. Cowok KU, terutama yang lama-lama kaya seangkatan mereka, pada suka mainin cewek" Temari mengucapkannya sambil menunjuk Ino dan yang lain yang sepantaran.
"Eh, tapi kalo mereka serius, beneran serius lho, Nar. Jadi ya... persiapan batin aja, biar nggak kaget kalo ternyata dimainin" Ino mengakhirinya dengan tawa.
"Aa" Seperti aku peduli saja
"Eh, denger-denger, mereka mulai ngedeketin para junior lho. Siapa tahu, lho salah satu korbannya" Karin ikut nimbrung setelah meletakkan segelas jus jeruk diatas meja kantin. Mereka sedang berkumpul, karena secara kebetulan pada hari itu, mereka memiliki jam kosong yang sama. Pengecualian buat Temari yang tinggal ngurus TA.
"Tapi lo santai aja, Nar. Kita-kita ada kok buat lo" Naruto cuma bisa tersenyum mendengar ucapan Shizune. Bukan apa-apa, dia hanya tidak ingin berharap lebih pada apa yang orang-orang ucapkan padanya. Sudah terlalu lama mengalami rasa sakit dan pengkhianatan membuatnya mengalami krisis kepercayaan. Namun begitu, dia menyayangi mereka, karena mengenal mereka, membuatnya merasa ada.
.0.
"Kapan kita gerak?" Tanya Kiba bosan. Sudah hampir 3 bulan berlalu, namun mereka belum juga bergerak untuk mendekati Naruto. Bukannya Kiba nggak tahu, kalo teman-temannya jadi segan pada Naruto sejak tahu kalo Naruto adik Kyuubi, terlebih mereka beneran males berhubungan sama Orochimaru – Bakoro. Belum lagi, siapa aja kenalan Naruto sekarang. Salah sedikit, bisa bonyok mereka.
"Batalin aja napa?" Shikamaru menguap bosan mendengar rengekan Kiba. Doi yang paling nggak antusias dengan ide mereka. Jangankan ikutan, ikut mikirin rencana aja ogah. Mana mau dia dihabisin sama Temari, ceweknya?
"Ck, tapi tu anak bikin gue penasaran, Shik" Jawaban Kiba membuat Shikamaru menggeleng.
"Mau dikemanain, Hinata?" Kiba hanya cengengesan mendengarnya.
.0.
Naruto duduk di gazebo depan asramanya sambil ngadep laptop. Awal-awal kuliah ternyata berat juga. Nggak nyangka tugas anak kuliah sebanyak itu. Batinnya yang masih kaget. Prasaan di film-dilm kuliah itu nyantai kaya di pantai, gitoh. Eh-ternyata~ Tralala... Ngerjain tugas aja kadang sampe nggak tidur. Tugas praktikumnya itu, Boooo'... Tulis tangan macam makalah 1 cm, plus itu tugas individu lebih dari satu. 3 laporan tulis seminggu ituuuu... Rasanya sesuatu. Batinnya antara pengen ketawa sama merutuki nasibnya. Iya, meratapi nasib yang sering di cuekin Kyuubi, padahal doi kan masih butuh perhatian di tanah perantauan. Che, kalo bukan karena nyadar diri kakaknya lagi pusing Skripsweet-nya, doi udah nguyek-nguyek tu kepala rubah buluk. Ups, jangan bilang-bilang Kyuubi, ne? #kedip2unyu
Menghela nafas sejenak, Naruto membuka mata dan segera mengerjakan tugas paling mudah menurutnya. Tugas praktikum tulisnya ntar dulu aja, toh bahan udah ada. Yang penting ngerjain yang belum dia mengerti and belum dapet bahannya. Sebagai MaBa yang kagak tahu perpus punya bejibun buku dengan berbagai sumber, Naruto kesusahan sendiri. Dia hanya tahu internet. Tanya mbah Google atau tante Wiki, siapa tahu mereka berbaik hati memberi pencerahan.
Setengah jam mencari bahan untuk kedua tugasnya, Naruto mengurut pelipisnya yang terasa pening. Ugh, ini nih salahnya jadi maba dengan sikap apatis yang kurang praktis buat statusnya yang maba Fakultas Pertanian. Temen seangkatannya aja cuma ada Sara dan Tenten yang jadi sohibnya sejak ospek. Tapi keduanya beda kelas dengannya, jadi dia tidak bisa mengajak mereka belajar bersama. Mereka punya tugas sendiri yang – entah bagaimana – berbeda dengannya. Cih, padahal materi praktikum juga sama, kenapa tugasnya beda tiap kelas? Ah, mungkin dia harus belajar melakukan semuanya sendiri, juga agar tidak bergantung dengan orang lain.
Menutup folder bahan tugas kuliahnya, Naruto membuka folder bahan tugas tulis praktikumnya.
"Hah~" Helanya sambil menelungkupkan kepala diatas meja. Bisa tua sebelum waktunya kalau begini caranya. Batinnya miris sebelum menegakkan tubuh dan mulai membuka file bahan dan mengambil pena dan kertas A4 yang akan digunakannya untuk menulis. Gadis itu lalu terlarut dalam tugasnya, tanpa menyadari beberapa pasang mata yang sejak tadi memperhatikannya.
Di sisi lain gazebo yang cukup jauh dari tempat Naruto duduk, tampak gerombolan Sasuke Cs. Mereka tampak kusyuk memperhatikan tingkah Naruto sejak seperempat jam yang lalu, sejak mereka tidak sengaja melihat gadis itu duduk dengan menghadap laptop di mejanya.
"Tuh anak rajin juga yak" Komentar Suigetsu sambil meminum cola-nya. Yang lain hanya diam, namun mengiyakan dalam hati.
"Kayaknya kita batalin aja deh, ganggu tuh anak. Kasihan juga lihat dia susah. Lihat noh, tugas dia sebanyak itu. Kalo kuliah dia gagal, gue nggak bisa ngebayangin gimana dia ntar. Apalagi tuh anak kan anak beasiswa" Lanjut Suigetsu sambil menatap teman-temannya yang kini menatap penuh padanya.
"Tahu dari mana loh? Tumben lu mikir segitunya? Biasanya juga masa bodo" Ejek Kiba, meski membenarkan dalam hati untuk membatalkan niatnya jika apa yang dikatakan Suigetsu itu benar.
"Ye, elo lupa siapa gue? Kakak gue kan ketua BEM, gampanglah dapat data tuh anak" Jawab Suigetsu bangga. Yang lain hanya mendengus mendengarnya. Yang jadi ketua BEM siapa yang bangga siapa?
"Hentiin aja kali. Nggak usah lagi jadiin anak orang bahan mainan. Kalo suka tembak aja, putus yang cari lagi. Tapi jangan jadiin ajang taruhan juga. Nggak mikir apa kalo ada keluarga kita yang digituin?" Semua terdiam mendengar kata-kata Shikamaru.
"Gue cabut" Sasuke langsung berdiri dan pergi.
"Mau kemana lo? Oi! Sas!" Teriakan Kiba dan Suigetsu hanya dianggap angin lalu oleh Sasuke. Sementara Gaara dan Shikamaru saling tatap, seolah keduanya bertelepati.
"Gue cabut dulu, mau kencan" Gaara segera beranjak meninggalkan teman-temannya setelah telepati singkatnya dengan Shikamaru.
"Ck, mereka kenapa, sih? Tumben pergi gitu aja. Nggak asyik tahu" Keluh Kiba.
"Apa Sasuke tertarik sama tu anak, Shik? Kok kayaknya dia kagak terima gitu kita batalin taruhannya?" Tanya Suigetsu, tak memperdulikan perempatan di pelipis Shikamaru yang mendadak muncul mendengar kata kita. Sejak kapan dia ikut-ikutan permainan mereka?
"Tau, tanya aja sama dia. Kalo pun dia suka" Shikamaru beranjak dari duduknya.
"Biarin aja deketin sendiri. Kalian nggak usah ikut-ikutan. Udah mau semester tua masih aja main perempuan. Inget masa depan woi." Tambahnya kemudian menegak habis kopi hitamnya.
"Gue duluan, aja janji sama Sarutobi Sensei" Pamitnya meninggalkan dua sohibnya yang hanya bisa menatap kepergiannya dengan penuh tanya.
"Kayaknya, Sasuke beneran suka deh sama tuh anak" Ujar Suigetsu sambil menatap Naruto penuh minat.
"Apa kita comblangin aja?" Tanya Kiba kemudian.
"Yah, tapi kalo ternyata Sasuke kagak suka, gimana? Kan kasihan juga" Jawab Suigetsu. Sepertinya, para playboyers KU itu mulai menyadari jika mereka sudah tidak bisa bermain-main lagi. Sudah semester tua, bukan waktunya untuk bermain-main lagi.
"Udah ah, bodo amat. Yuk balik. Kita kudu ngerjain proposal magang kita sebelum senin depan. Gue nggak mau nunggu tahun depan buat magang and ketinggalan yang lain" Balas Kiba yang kini mulai beranjak pergi diikuti Suigetsu. Meninggalkan Naruto yang sibuk dengan tugasnya di sudut gazebo.
Mereka memang membatalkan niat untuk mempermainkan Naruto, namun siapa yang tahu? Takdir apa yang akan terjadi di masa depan antara Naruto dan mereka?
.0.
-TBC-
