Royal Class: Heart
WARNING! OOC! Maybe typo Saya nggak baca, ngeliat Kurobas kecuali adegan Chihuahua dimakan Lion!
-.-
A/N : Terima kasih untuk segala review yang masuk, untuk episode Akafuri tunggu chapter depan ya masih bingung gimana Kouki bisa tetep hidup habis ketemu Akashi
rissa : cerita ini memang berasal dari beberapa doujin Hetalia tentang kartu remi, tapi disini endingnya ngaco kok kayak authornya
-.-
Sementara ini :
Akashi : King of Spade
Kuroko : Jack of Spade
Midorima : King of Heart
Murasakibara : King of Club
-.-
"Takao, dimana kamu meletakkan lucky item-ku?" tanya Midorima Soutarou pada lelaki berambut hitam dengan mata tajam yang baru saja memasuki ruangan kerjanya dengan membawa banyak sekali dokumen.
"Kenapa juga aku harus tahu lucky item-mu hari ini hah?" kesalnya. Semenjak diangkat menjadi Jack sementara sampai lelaki dengan role tersebut ditemukan lelaki itu terus-menerus merasa menderita karena kelakuan King Kingdom of Heart tersebut.
"Bukannya itu tugas yang harusnya kamu ketahui?" tanya King berambut hijau itu sambil menaikkan kacamatanya.
"Kuh, kelinci yang memakai lonceng di leher kan? Sudah aku taruh di laci meja tempatmu duduk!" kesalnya yang tanpa sadar sudah menyiapkannya sejak dini hari tadi.
"Seharusnya kamu bilang dari tadi," cetusnya.
"Karena itu bukan tugas orang yang dengan seenaknya dipaksa jadi Jack!" teriak Takao semakin senewen.
"Tidak ada yang memintamu menjadi Jack," celutuk King yang telah meletakkan luck item-nya di atas meja.
Takao mengepalkan tangannya mencoba untuk kesekian kalinya bersabar agar tidak menonjok King mereka, atau dia akan dihukum untuk mengobati dan berada di sekeliling lelaki di depannya itu selama 24 jam! Meskipun yang dia lakukan saat itu bukan melonjok Midorima melainkan melemparkan buku yang saat itu merupakan lucky item King dan menyebabkan kepala lelaki itu sedikit benjol karena tepat terkena sudut buku.
"Kalau kamu punya waktu menggerutu cepat cari Queen!" seru Takao kesal. "sudah tiga tahun sejak kamu jadi King, meskipun kerajaan ini keadaannya tidak separah Kingdom of Spade tetap saja kamu membutuhkan Queen."
Midorima mengangkat pandangannya dari dokumen yang sedang dibacanya. Dia menatap 'Jack' dan menghela nafas. "Apa kamu disuruh mengatakan itu lagi padaku?" tanyanya.
"Siapa yang suruh kamu menolak semua sentuhan dari orang-orang?" sebalnya. "apa kamu nggak tahu kalau sekarang beredar rumor kalau King Kingdom of Heart itu sebenarnya automysophobia!" jeritnya karena setiap hari Midorima selalu mengenakkan pakaian lengkap tertutup dari atas leher sampai ujung kaki. Bahkan dia mengenakkan perban untuk menutupi tangan kanannya dibawah sarung tangan yang dia kenakan! Selain itu dia sama sekali tidak suka bersentuhan dengan orang lain dan akan selalu mengomel panjang kalau ada kotoran atau benda yang tidak berada di tempatnya.
"Orang-orang yang disodorkan seperti itu menurutku bukan Queen Kingdom of Heart."
"Memangnya kamu siapa hah seenaknya memutuskan bahwa Queen bukan salah satu dari mereka? Memangnya kamu peramal?" histerisnya.
"Queen adalah soulmate dari King, jadi sudah seharusnya aku tahu bahwa siapa yang merupakan calon Queen siapa yang bukan."
"Heeh, memangnya sudah berapa orang yang kamu pikir calon Queen sejak kamu menjabat? Sudah berapa orang yang tangannya dengan senang hati kamu salami? Sudah berapa orang yang kamu perbolehkan untuk berada di dekatmu sehingga kamu bisa tahu kalau dia mungkin saja calon Queen?" cibir Takao yang membuat sang King sedikit merasa tertekan. "cuma aku tahu! Cuma aku yang seenaknya dipaksa untuk jadi bertindak menjadi 'Jack' karena bahkan keluargamu dengan bahagia melepas anak yang katanya sangat disayangi mereka untuk menjadi mandiri memimpin kerajaan ini. Bahkan tiap aku kenalkan orang baru, sarkasme sang King yang katanya sangat menjunjung tinggi keteraturan, langsung kamu usir. King yang seperti itu memangnya bisa tahu kapan dia bisa menemukan Queen!" omel Takao.
"Itu karena kamu sama sekali tidak pernah mencoba untuk menyentuhku," jawabnya sambil membuang muka dan membenarkan kacamatanya.
"Hah? Memangnya kenapa aku harus menyentuhmu? King Kingdom of Heart yang terkenal almighty dalam hal pengetahuannya, lebih memilih hidup menyendiri daripada berpesta, berperilaku sangat amat bangsawan sekali, dibandingkan dengan aku yang hanyalah seorang bayangan dari Jack Kingdom of Heart yang belum juga ditemukan."
"Takao, kenapa kamu berbicara seperti kamu tidak pantas berada di posisimu saat ini?" tanyanya.
"Itu karena ini memang bukan jabatanku! Aku lebih memilih pergi menemui Kise daripada melayanimu!" jeritnya.
"Meskipun kamu ingin menemuinya, belum tentu Kise mau menemuimu."
Takao bergerumel serasa menahan diri melemparkan apapun disisinya ke arah raja lumutan itu. Bisa-bisa kalau seperti ini terus bukan rajanya yang mati duluan, dia!
Takao membuang muka, tahu perkataan raja lumutan itu benar, sejak beberapa tahun lalu teman masa kecil mereka, gadis berambut pirang dengan senyum yang lebih terang daripada matahari tidak pernah menampakkan dirinya meskipun diundang. Gosip yang mereka dengar adalah gadis tersebut sedang disiapkan untuk menjadi Queen Kingdom of Diamond, meskipun sampai sekarang King Kingdom of Diamond masih belum juga ditemukan.
"Dia pasti terjebak politik kerajaan," gumam Takao kesal. Kise terlalu baik hati untuk lahir menjadi salah satu bangsawan. Sejak kecil dia sudah dididik dengan keras. Kabar terakhir yang mereka dapat adalah Kise dikirim ke sebuah rumah peristirahatan terpencil dikarenakan kondisi tubuhnya yang buruk.
"Kita tidak bisa berbuat apapun sampai King of Diamond ditemukan," jawab Midorima yang mencoba menenangkan lelaki berambut hitam itu sambil melihat-lihat dokumen yang harus dikerjakannya.
Takao bergerumel untuk kesekian kalinya. Dia tahu ucapan the almighty King ada benarnya, meskipun dia mencoba untuk menemui Kise pun tidak ada gunanya. Pertama, keberadaan Kise disembunyikan bahkan dia tahu darimana Kise mengirim semua surat berisi informasi yang dibutuhkan mereka. Kedua, meskipun dia ingin pergi pun, Takao adalah Jack Kingdom of Heart meskipun cuma sementara, sehingga tidak ada satu orang pun yang memperbolehkannya pergi jauh dari sang King. Meskipun dia sudah sering kali bilang seharusnya itu tugas Queen!
"Apa ada hal lain yang harus aku kerjakan?" tanyanya yang sudah merasa bosan berada satu ruangan dengan lelaki berkacamata itu.
Midorima memandangnya, "Meskipun aku bilang ada pun kamu pasti pergi," jawabnya sambil menghela nafas.
"Kalau kerjaan itu menungguimu selesai mengerjakan tugas tentu saja aku nggak mau!" jeritnya kemudian langsung keluar dari pintu. Dia berbalik menatap ke arah ruangan yang tadi ia masuki dan mengarahkan jari tengahnya.
-.-
Midorima menatap pintu yang dibanting sambil membenarkan letak kacamatanya. Dia melirik ke arah lucky item yang selalu saja disiapkan 'Jack' untuknya, menghela nafas kemudian menatap kembali ke arah dokumen yang menumpuk dimeja.
-,-
A/N : Saya merasa hina karena Midorima OOC
