Suhu tubuh Jaemin semakin naik. Ia bahkan tidak masuk sekolah. Jaemin hanya tidur dan merapatkan selimut. Ia membuka matanya ketika merasakan getaran ponselnya.

'Jaemin, bisa kita bertemu sekarang? Aku tunggu di taman'

Mark mengiriminya pesan. Jaemin bangun dan bergegas pergi.

"Kau ingin kemana? Kau sedang sakit Jaemin," kata ibu Jaemin.

"Aku ingin bertemu temanku sebentar eomma," kata Jaemin.

"Cepatlah pulang, hati-hati dijalan."

Jaemin menunggu Mark di bangku taman. Tak lama kemudian, Jaemin melihat Mark yang berjalan ke arahnya. Ia tersenyum melihat wajah Mark. Namun, senyumnya mereda ketika melihat wajah Mark yang penuh dengan amarah.

PLAK…

Jaemin memegang pipi kirinya yang memanas. Mark menampar Jaemin. Kenapa?

"Kau? Benarinya kau selingkuh dariku," kata Mark geram.

"Atas dasar apa aku menuduhku selingkuh?" tanya Jaemin tidak terima.

"Atas dasar apa? Bukankah kemarin kau berboncengan dengan Jeno dan tanganmu melingkar di pinggangnya?"

Emosi Mark semakin memuncak.

"Lalu kenapa? Jeno hanya teman sekelasku. Lagi pula kemarin aku pulang sendiri," kata Jaemin membela diri.

"Haruskah kau pulang bersamanya. Dia itu─"

"Cukup hyung, aku tidak mau berdebat denganmu. Apa kau ingin mengakhiri hubungan kita? Jika itu maumu, kita sudahi saja. Terima kasih atas kasih sayangmu selama ini hyung."Jaemin meninggalkan Mark yang mematung ditaman.

Apa yang kau lakukan Mark? Cepat kecar dia. Bukan hanya mematung disini.

. . .

TBC?

. . .

A/N : Bagaimana ch 3 ini? Memuaskan? Aku harap sih iya. Pada minta dipanjangin. Tapi aku gabisaaaaaaaaaaa~ entah gimana pemikiranku Cuma segini-gini aja. Maaf sebelumnya ya…. Tapi ini belum berakhir. So? Review juseyoooo :3