Author : Hibiki Kurenai
Title : Red ButterFly Promise
Genre : Fantasy –again –, Romance, Angst
Cast : EXO, SHINee, TVXQ, SuJu
Pair : Kris x Tao
Setting : Alternate Universe (about Golden Drake – Ageha Youkai)
Rate : T (dipertanyakan)
Length : 3 of 4
Warn : OOC! Cracks, Little bit Lime
.
.
DisClaim : semoga amal n ibadah semuanya di terima di sisi-Nya. *PLAKK! BUGH! DHIESS! dihajar massa* euhm... mereka semua milik Yang Maha Kuasa n orang tua masing2. Hehehe...
.
.
.
.
.
.
Warn : bahasa rada slengean, alur kecepetan, length extra panjang more than 5000 word, banyak chara numpang lewat, humor gaje. Coz gue asli.x dari fandom JapanRocks, jadi harap maklum kalo di fics ini ada dialog yang pake bahasa Jepang yak? hehehe...
.
.
.
Gomennasai atas keterlambatan gue meng-upload fics ini, coz setelah lebaran kemaren tugas kampus gue menggunung dan gak memungkinkan gue buat me-remake fics lawas ini secara kilat.
Semoga chapter ini bisa memuaskan readers ya nyaw?
.
.
.
.
.
.
.
.
DON'T LIKE DON'T READ!
HAPPY READING NYAAAAW~ (n_n)V
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sejak saat itu, udah sekitar sebelas tahun lebih Tao tinggal di apato sederhana milik Kris yang terletak di kawasan Akihabara. Hubungan dan perasaan mereka dijalin perlahan-lahan sesuai janji Kris yang gak pengen mendesak Tao buat buru-buru ngebales perasaannya. Yaaah… meski untuk itu Kris butuh pengendalian diri yang kuat dan pengorbanan kebutuhan biologis yang gak tanggung-tanggung supaya dia gak nyerang Tao setiap musim gugur datang. Ayolah, Kris itu cowok normal yang punya hasrat besar, apalagi musim gugur adalah waktu para alpha dari beberapa ras youkai mencari pasangannya dan melakukan proses 'mating'. Kepolosan, tingkah manja dan sikap childish Tao sama sekali gak membantu, yang ada malah makin mengobarkan nafsu Kris untuk 'memakannya'. Sampai-sampai cowok blonde itu harus mengkonsumsi obat anti depresi khusus racikan JinKi untuk menormalkan gejolak hormon dalam tubuhnya. Butuh waktu yang cukup lama sampai Tao percaya penuh padanya. Lalu, enam tahun yang lalu, sesuatu yang penting terjadi dalam hubungan mereka yang statusnya mengambang itu.
.
.
Sang Golden Drake dan sang Kupu-kupu Api disatukan dalam sebuah ikatan suci yang bernama pernikahan. Well, sebenernya pernikahan ini lebih cepat dari yang direncanakan Kris. Tapi apa boleh buat, kalau dia gak menyetujui keinginan –perintah, ding– ibunya, bisa habis nasib kesejatiannya sebagai cowok. Singkatnya, suatu malam saat Kris baru selesai memandikan Tao yang kondisi tubuhnya drop lagi, pintu apato-nya didobrak dengan brutal dan orang tuanya masuk apato begitu aja. Kris tentu aja kaget setengah mati, coz setahunya ortunya baru balik ke Jepang tahun depan setelah masa dinas luarnya di Norwegia habis. Alasan lainnya adalah, Kris sama sekali belum ngasih tahu tentang keberadaan Tao di apato-nya pada mereka, terutama pada ibunya, Yang Mulia Wu JiFan sang siluman es. Bukannya Kris lupa, tapi dia emang sengaja mengulur waktu. Biarpun KiBum ak.a JiFan adalah seorang yang sangat dingin, datar dan selalu mengandalkan ketajaman logikanya setiap mengambil keputusan, tapi kadang-kadang dia bisa jadi seorang drama queen yang lebih heboh dari HeeChul. Dan itulah yang terjadi.
.
.
Berawal dari kesalahpahaman konyol saat KiBum mengira anak semata wayangnya, saking depresinya dalam mencari jodoh, udah berubah jadi cowok penderita syndrom pedophilia. Salahkan cowok es itu yang masuk ke kamar Kris tanpa mengetuk pintu coz terlalu kangen pengen memeluk putranya itu. Di dalam sana KiBum disuguhi pemandangan yang –menurutnya– gak senonoh, Kris yang posisinya ada di atas tubuh telanjang Tao yang sedang terbaring lemas di ranjang, mana cowok blonde itu sedang memegang celana dalam Tao pula. Kontan aja KiBum menjerit histeris dan berpikiran yang aneh-aneh. Padahal kenyataannya, Kris baru akan memakaikan lagi baju-baju Tao setelah si panda selesai dimandikan dan bukan sebaliknya! Belum sempat hilang rasa kagetnya, tiba-tiba Kris udah ada di atas pangkuan SiWon dengan posisi tubuh meringkuk dan pantat menungging. Lalu KiBum datang dengan sebuah harisen (kipas kertas) raksasa sepanjang satu setengah meter yang langsung disabetkan ke pantat Kris tanpa ampun. Berasa kayak liat ibu-ibu ngehukum anaknya yang ketauan nyolong uang saku aja nih. Poor Kris~ Kekeke~ (*≧▽≦)ノシ))
.
.
.
-PLAKKK!-
.
.
" Pantas aja setiap cewek atau uke yang aku kenalkan pada mu selalu ditolak! Kris! Aku gak pernah ngajarin kamu buat jadi cowok pedofili! Dasar anak nakal! " geram KiBum sambil nyabetin kipas kertasnya yang super berat itu lagi.
.
.
-PLAKKK!-
-PLAKKK!-
-PLAKKK!-
.
.
" GYAAAAA! Okaa-san! Ittai! Ittai na! (Mama! Sakit! Sakit tahu!) Ampun! Ini gak seperti yang okaa-san pikirkan! " jerit Kris kesakitan, wajahnya sudah memerah dan air matanya hampir tumpah.
" Lalu apa heh?! Sudah jelas-jelas kamu melepas pakaian dalamnya! Terus habis itu apa?! Menidurinya begitu?! " amukan KiBum makin menjadi.
" HUWAAAA! Otou-san (ayah)! Tolongin aku! " pinta Kris, dia mendongak menatap wajah ayahnya untuk minta bantuan.
" Eeer… Gomennasai, Kris (maaf, Kris). Otou-san gak berani bantuin kamu. " SiWon cuman bisa nyengir miris ngeliat wajah memelas anaknya.
" Pokoknya kalian berdua harus menikah secepatnya! " titah KiBum mutlak.
" HEEEE?! Tapi kaa-san… " protes Kris kaget.
" Gak ada tapi-tapian! Dua hari lagi pernikahan harus dilaksanakan! " ucapan KiBum layaknya palu hakim yang baru diketok untuk mengesahkan vonis hukuman.
.
.
.
Begitulah, selang dua hari setelah kejadian memalukan yang mengguncang harga diri Kris sebagai cowok dewasa itu, hubungan Kris dan ZiTao diresmikan secara sederhana dalam upacara pernikahan sakral yang di pimpin oleh SiWon, ayah Kris sendiri. Kenapa harus SiWon?! Yeah, maklum aja, Golden Drake senior ini kan punya kerjaan sampingan sebagai pendeta di salah satu katedral tua di Tokyo. Lagian dia gak mau melewatkan moment-moment lepasnya masa lajang anaknya di tangan pendeta lain. Saking gak relanya, SiWon sampai ngebela-belain nyogok SeungHyun dan YunHo –yang kemungkinan bakal ditunjuk Kris jadi pendeta yang memimpin pernikahan mereka– dengan tiga kardus penuh dvd dorama hentai (drama BF-an) koleksi YooChun, sepupunya yang berotak mesum. Bah, mau nyogok aja kok gak modal banget sih?! ( ̄ェ ̄;)
.
.
.
" Tsk! Kenapa harus otou-san yang jadi pendetanya?! Masih ada SeungHyun-sama dan YunHo-sachou yang bisa mimpin upacaranya kan? " gerutu Kris rada gak rela.
" Kris, tega banget sih sama otou-san. Kapan lagi otou-san bisa menikahkan anak semata wayang otou-san? Emangnya kamu mau nikah sampai berapa kali?! Hiks… hiks… " SiWon pun ngeluarin jurus air mata buayanya yang biasanya bisa bikin anaknya luluh. Heuh… naga tua satu ini beneran gak inget umur deh.
" Aish! Oke! Otou-san menang! Puas?! " Kris setengah hati merangkul ayahnya yang kadang bisa lebih childish darinya itu.
" Sankyuuu~ " seru SiWon riang sambil tersenyum licik di balik bahu puteranya.
.
.
.
Dan KiBum pun menjadi 'ibu' mertua paling bahagia sedunia coz dapet menantu siluman Kupu-kupu Api yang cantik, baik hati, juga polos. Gak peduli kalau umur Tao beberapa kali lebih tua dari Kris, dengan sifat polos sang Ageha yang kadarnya melebihi orang normal, KiBum seolah dapat mainan baru buat didandani dengan macam-macam kostum cosplay koleksinya.( ̄~ ̄;) Mulai dari kostum yang NORMAL sampai yang RUARRR BINASA dan bikin Kris mimisan. Buat KiBum ini adalah balas dendam coz dia udah gak bisa lagi mendandani Kris jadi crossdresser cilik bernama Kristina sejak puteranya itu menginjak masa puber. Cowok es ini shock banget waktu dulu anaknya yang manis bin imut bisa tumbuh jadi remaja cowok bertubuh jangkung dan kekar selepas akhil baligh.
.
.
.
" Kyaaaa! Cantiknyaaaa! Gak salah tadi aku mampir ke mall sebentar buat beli outfit ala cewek mandarin ini! " teriak KiBum kegirangan dari dalam kamar pasangan KrisTao.
" Ah… anooo… hontou desu ka? (benarkah?) Aku secantik ini? " tanya Tao sambil mematut-matut diri di depan cermin setinggi badan. Cowok kupu-kupu ini kelihatan 'ready to eat' dalam balutan baju cheongsam ketat warna merah dengan belahan setinggi pangkal paha, kakinya yang jenjang dilapisi stocking hitam bermotif bunga peony dan kepalanya ditutupi wig hitam panjang.
" Cantik pakai banget! Aduuuh~ udah lama banget aku gak merasa sesenang ini setelah me-make-over orang. " cowok yang sedikit lebih pendek dari Tao itu terus melonjak-lonjak kayak anak kecil.
" Hoe? Dulu? Emangnya dulu siapa yang kaa-san make-over? " tanya Tao penasaran.
" Oooh… itu, tanya aja sama Kris. Kaa-san yakin foto-foto-nya jaman dia masih bisa kaa-san crossdress jadi cewek masih dia sembunyiin di dalam kloset~ " jawab KiBum watados tanpa memperhatikan wajah cengo Tao gara-gara fakta yang baru diungkapnya itu.
" Kaa-san! Tolong jangan bongkar rahasia memalukan orang! " raung Kris dari arah ruang keluarga.
.
.
.
.
~(o.O~)_,_(~O.o)~
.
.
.
.
Sementara ayah dan ibu mertua Tao berbahagia dapet mantu yang jauh lebih baik dari pada calon-calon yang pernah mereka kenalkan, pasangan pengantin baru ini, malah pasang sikap malu-malu kayak anak SMA yang baru pertama kali pacaran. Geez, bukannya jadi makin romantis, situasinya malah balik lagi kayak awal-awal mereka hidup bersama dulu. Lebih tepatnya mereka ngulangin lagi masa pacaran yang gak pernah mereka rasain selama tinggal satu atap tanpa status yang jelas. Pasangan ini menolak ide JiYong-sama yang nawarin acara resepsi kecil-kecilan di kantor pusat Umbram Equitis, sebagai gantinya, Kris meminta jatah cutinya yang selama ini gak pernah dia ambil sama sekali. Jadinya Kris memanfaatkan waktu liburnya yang lamanya hampir setengah tahun lebih untuk berbulan madu dengan Tao. Keduanya bepergian dari satu negara kecil ke satu negara kecil lainnya di kepulauan Macedonia di khaltulistiwa samudera Pasifik. Menikmati waktu kencan mereka yang romantis di hutan-hutan tropis dan pantai-pantai berpasir putih alami yang masih belum terjamah sambil mengabadikan banyak kenangan indah lewat lensa kamera DSLR hadiah dari pasangan HunHan.
.
.
Sepulangnya dari acara bulan madu itu, perlahan-lahan banyak hal yang berubah sejak mereka hidup sebagai suami-istri dan menetap kembali di Tokyo. Yang paling jelas perubahannya ya, si Kris itu. Cowok yang dulu sering diejek HeeChul sebagai 'Pangeran Es Bermuka Datar', sekarang jadi sering senyum-senyum gak jelas. So pasti ini bikin HeeChul rada uring-uringan, coz objek kejahilan dia yang paling seru jadi berkurang satu –satunya lagi ChangMin–. Squad gabungan sub-divisi EXO juga jadi pada heran sekaligus takut ngadepin Kris kalau yang bersangkutan sedang ada dalam 'dunia indah penuh warnanya' sendiri. Mereka pikir Kris salah makan obat atau kesambet mbak kunti atau, ah, lupain deh! Yang jelas pengaruh Tao beneran dahsyat! Back to Tao, hidup bersama Kris secara gak langsung udah memperpanjang umur fisiknya. Entah gimana caranya, daya regenerasi tubuh Kris yang melebihi kemampuan regenerasi normal ras Dragon pada umumnya tersalur pada Tao. Meskipun kemampuan itu gak cukup kuat untuk menghentikan efek negatif kekuatan sihir Tao yang terus menggerogoti dan melemahkan fisiknya.
.
.
Nah, untuk urusan sihir ini, Kris jadi super-duper protektif. Supaya badan Tao yang rapuh itu gak lebih rusak lagi, dia ngelarang Tao make sihirnya apapun yang terjadi. Meski Tao protes coz dia jadi gak bisa terbang lagi di langit luas, tapi dia gak berani macem-macem. Pasalnya, sedikit aja dia pakai sihir, jejaknya bakal ketauan sama Kris, mini GPS sebesar butiran beras karya ChangMin yang ditanam di lengan kiri Tao sangat efektif melacak bekas penggunaan sihir sekecil apa pun. Sebagai akibat kalau berani ngelanggar larangan, Tao bakal dapet hukuman dari Kris. Jangan mikir tentang hukuman yang sampai melukai fisik, ini cuman hukuman kecil kayak yang didapet JinKi waktu kalah taruhan dari ChangMin, ngerti kan maksudnya? (´▽`;) ノ~ Well, meski cuman hukuman kecil dan Kris melakukannya dengan pelan, tapi Tao gak sanggup kalau harus ngelayanin sampai tujuh ronde dalam sekali main. Heck! Tao juga gak mau kali, kalau setelah ijin terbangnya dicabut, dia juga harus sering jadi tahanan kamar selama seharian gara-gara gak bisa jalan!
.
.
.
" Tadaimaaaa! (aku pulang!) " seru Kris dari ambang pintu rumah.
" Okaerinasai, Kris-kun. (selamat datang, Kris) " sambut Tao di ruang tamu lengkap dengan celemek merah bermotif bunga whisterianya.
" Tao-er. Hari ini lo gak pakai sihir kan? " tanya Kris kayak hari-hari sebelumnya.
" Nggak kok, Kris. " jawab Tao dengan senyum terkembang.
" Ne, istri gue ini manis banget deh. " dan seperti biasa, Kris kasih hadiah sebuah ciuman ringan di bibir buat Tao.
" Ah, ne… " lalu Tao bakal nunduk malu dengan wajah merona merah.
" Tumben hari ini gak pake kimono? " cowok naga itu melepas pelukannya dan mengamati istrinya dari ujung kepala sampai ujung kaki.
" Uuummm… sekali-kali gak apa kan? Anooo… aneh gak sih aku pakai baju ini? " Tao bergerak-gerak risih sambil membenarkan wig pirang platinum-nya yang sepanjang punggung. " Kau tahu, kaki ku rasanya silir banget. Roknya kependekan. "
" Gak kok, baju goth-loli hitam berenda ini cocok banget di badan lo. " Kris terkekeh geli, tapi matanya gak lepas dari pemandangan betis dan paha mulus Tao. Nice job, kaa-san~
" Hontou desu ka? (beneran?) Gak kelihatan aneh? " Tao mengerjapkan mata feline-nya dengan sangat imut.
" U-humm… Lo jadi makin cantik. " juga makin sexy, lanjut Kris dalam hati. Tiba-tiba aja hidung Kris mengendus udara, " hmmm? Masak kare ya? Kayaknya enak nih. ".
" Kok tau? " tanya Tao polos.
" Tuh, sendok sayurnya masih lo bawa-bawa. Hehe… " Kris nunjuk tangan kiri Tao.
" Ah, wasureta desu (aku lupa)… Ehehe… " wajah Tao bersemu merah –lagi–. " Ano… kan udah mateng nih kare-nya. Mau makan dulu atau mandi dulu? EH?! "
.
.
-HUP!-
.
.
" Lebih enak kalau 'makan' lo dulu deh. Hmm… Hmm… " dengan gampangnya Kris nggendong Tao ala bridal style.
" Cho… chotto… (tunggu) sendoknya! " cetus Tao kebingungan.
" Ntar taruh aja di nakas, gampang kan? " jawab Kris cuek.
" Kalau gitu Kris mandi dulu ne? " pinta Tao setelah dengan susah payah dia merentangkan tangan untuk menaruh sendok sayur di nakas dekat rak sepatu.
" Kelamaan, gue udah kangen sama lo~ " rajuk Kris manja, dia menggembungkan pipi dan mengerucutkan bibir, meniru jurus merajuk ala Tao. Yang sayangnya gagal.
" Jangan meniru gaya ku, please? Bikin merinding aja ih! " giliran Tao yang ngeluarin jurus merajuk. " Mandi, atau gak dapat jatah? Pilih mana?! "
" Iya deh, iya… tapi foreplay sedikit boleh ya? Ya? Hehe~ " demi apa, otak mesum Kris bekerja cepat memanfaatkan moment singkat sebelum kepotong acara mandi.
.
.
.
Mereka berdua beranjak dari ruang tamu menuju kamar. Dalam jarak yang singkat itu, Kris berulang kali mengecup wajah cantik Tao. Dijilatnya dan disesapnya cerukan leher jenjang nan mulus Tao yang terbuka, perlahan Kris melepas simpul pita choker berenda di leher jenjang istrinya untuk mendapat akses ke bahunya yang putih tanpa noda. Aroma madu yang lembut dan manis, sekaligus membakar paru-paru, Kris gak pernah bosen menghirup wangi tubuh Tao yang unik itu. Beberapa hari dapat tugas patroli sampai ke luar kota, membuat Kris merindukan Tao-nya yang manis dan polos. Rindu wangi madu yang menguar dari tubuhnya, rindu suaranya dan rindu sentuhan lembut Tao. So, wajar aja kalau sepulangnya dari tugas luar, Kris langsung minta jatah. Hehe…. Desahan erotis Tao saat Kris menjilat titik sensitif di belakang telinga istri yang polos itu seketika membuat otak sang alpha Dragon melayang-layang dan dipenuhi fantasi liar. Shit! Baru dengar suara desahannya aja, darah Kris udah memanas dan celananya menyempit di bagian selangkangan. Ini yang gak Kris suka kalau kelamaan jauh dari rumah, gejolak hormon dan sikap kasarnya saat tiba di titik kepuasan bisa bikin Tao terluka.
.
.
.
" A… Kris… Aaaah~ " desah Tao saat Kris nyium cerukan lehernya dan ninggalin kissmark di sana.
" Habis mandi ntar, gue bantu ngelepas korset-nya ya? " tanya Kris sambil nutup pintu kamar pakai kakinya.
" Ha… hai'… " jawab Tao lirih, dia mulai terbuai hasratnya sendiri.
" Good boy, yakusoku ne? (janji?) " pelan-pelan Kris membaringkan Tao ke atas ranjang King size mereka.
" Uuuungghhhh… yakusoku… (janji…) " susah payah Tao menyahut di tengah desahannya.
" Tao… lo tuh beneran indah… " Kris sibuk memberikan tandanya di bahu putih Tao.
" Mmmmh~ " Tao cuma bisa menjawab dengan desahan.
.
.
.
.
~(o.O~)_,_(~O.o)~
.
.
.
.
Waktu berlalu dengan cepat, hingga perputaran musim kembali menuju ke puncak musim panas, waktu yang bersejarah untuk pasangan Golden Drake dan Ageha Youkai ini, coz puncak musim panas adalah saat mereka pertama kali bertemu dulu. Tapi semakin musim panas menuju puncaknya, tugas Venator Divicio dan Defensionem Divicio justru semakin menumpuk. Menjelang festival Hyakki Yakkou tahun ini, banyak terjadi kerusuhan di garis pembatas antara dunia manusia dan dunia belakang. Aura negatif yang terbentuk dari rangkaian pertempuran itu bahkan sampai mempengaruhi ketenangan kaum Akuma (iblis) di balik Gerbang Neraka yang biasanya hanya terpancing aura kegilaan Purnama Merah. Para iblis itu pun merangsek pintu Gerbang Neraka, hendak ikut ambil bagian dalam kerusuhan itu, hingga SeungHyun sang Enma Cho pun sakit kepala menanganinya. Situasi tegang itu berawal dari sebuah rumor yang beredar tentang the Tree of Life, pohon sihir raksasa yang bunga-bunganya jadi sumber nektar Hyakki Yakkou. Ada yang bilang kalau festival Hyakki Yakkou tahun ini sangat istimewa, coz sang Pohon Kehidupan akan memberikan nektar ajaib yang diproduksi setiap lima ribu tahun sekali yang bisa mengabulkan keinginan seperti apa pun, pada mahluk yang pertama kali tiba di depan sang Pohon Kehidupan.
.
.
Imbas dari rumor itu adalah, pertarungan antara kelompok-kelompok youkai yang berkuasa di setiap perfectur untuk menentukan siapa yang pantas mendapatkan nektar ajaib itu. Berhubung kerusuhan itu merata di seluruh Jepang –setiap negara punya the Tree of Life-nya sendiri–, maka tugas Umbram Equitis jadi makin berat. Nanganin para Akuma dan ngurusin kerusuhan di batas dunia di saat bersamaan bukan kerjaan mudah dengan sumber daya Venator Divicio dan Defensionem Divisio yang terbatas. Sang Enma Cho pun mau gak mau mengerahkan youkai-youkai dari divisi lain yang kira-kira bisa bertarung untuk membantu kedua divisi itu. Coz krisis itulah, akhir-akhir ini team-nya Kris sering banget kebagian tugas patroli luar –yang sering diprotes frontal sama HeeChul, coz jatah buat HanKyung-nya tertjintahh dan baby KyungSoo-nya tersayang jadi berkurang–. Kayak sekarang, udah hampir dua minggu ini mereka patroli di sekitar Chokohama yang jauh dari Tokyo sebagai tenaga cadangan. Squad gabungan sub-divisi EXO dan dua team patroli dunia belakang lainya ditugaskan menutupi kekurangan personel patroli di tengah gempuran dua buah clan besar youkai yang bertikai.
.
.
Kalau pertarungan antar clan yakuza di dunia manusia itu pakainya senjata tumpul, senjata tajam dan senjata api. Nah, pertarungan di dunia youkai jauh lebih ngeri dan susah ditanganin coz selaen pakai senjata-senjata konvensional ala manusia, mereka juga ngelibatin berbagai macam sihir hitam dan lemparan kutukan-kutukan sadis kelas kakap! Dan kalau tensi mereka udah sama-sama tinggi, youkai-youkai itu bakal jadi mahluk-mahluk gelap mata yang gak pandang bulu waktu ngelempar serangan. Mereka bahkan gak peduli kalau yang terkena serangan itu rekan satu kelompoknya sendiri, apapun bakal mereka lakuin asal bisa memenangkan pertarungan. Selama tugasnya kali ini, Kris bersusah payah menghindari serangan kutukan salah sasaran dan selama itu juga pikirannya terpecah, antara tugas dengan Tao. Kris khawatir kalau Tao bakal kesepian, coz dengan situasi kritis gini bisa-bisa waktu penugasannya bakal diperpanjang. Selagi Kris lebih sibuk mikirin nasib istrinya, sebuah tendangan maut nan indah dari kaki jenjang beralas stiletto tajam sepanjang dua belas senti mengarah tepat ke sebelah kepalanya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Yang Mulia Kim HeeChul?!
.
.
.
" Bocah Naga BEGO! Kalau lo mau mati, paling gak jangan ajak-ajak kita dong! " HeeChul menekan ujung stiletto-nya ke tembok sampai menimbulkan kawah selebar dua puluh senti.
" Lo tuh yang pengen ngebunuh gue! Kalau sampai kepala gue yang jenius ini luka, siapa yang mau tanggung jawab coba! " sergah Kris gak kalah sewot, tapi demi apa, ucapannya gak nyambung sama sekali.
" Narsis banget sih! Kalau lo celaka di sini, paling gak SuHo yang isi kepalanya masih lebih waras dari lo yang bakal ngegantiin tugas lo! " sembur HeeChul jauh lebih pedas.
" Eeer, guys… bisa berhenti bertengkar sebentar gak? " kata SuHo pelan-pelan dengan maksud melerai, tapi apa daya, dua mahluk galak itu malah memarahinya balik.
" Lo diem aja deh, GrandFather Wanna Be! " raungan Kris plus HeeChul sukses menyingkirkar SuHo dari area pertarungan pribadi –yang sebenernya gak perlu– itu.
" Hiks… kenapa malah gue yang diamuk coba? " jiaaahhh… SuHo malah pundung di pojokan reruntuhan bangunan tempat mereka mengamati situasi. " YiXing-chan, sebenernya gue ini berguna gak sih, jadi leader EXOsphere? "
" DAFUQQQ! Orang paling waras terakhir yang bisa diharapkan malah jadi down gitu! " seru ChangMin histeris tingkat dewa. Gimana pun juga, rencana penyerangan mereka bakal batal kalau tiga penggerak utamanya malah sibuk sama dunianya sendiri. " Bocah rambut jamur! Bocah kodok! Lo punya ide apa supaya mereka bisa balik lagi ke jalan yang bener?! "
" Senpai, bisa gak sih lo manggil kita berdua pakai nama yang bener?! " sahut ketus sang Froggy Prince alias Lee MinHo.
" Lagian, rambut gue kan udah panjang, potongannya udah gak kayak jamur lagi! " rajuk bocah satunya yang berwajah manis. Lee TaeMin, sepupu jauh MinHo itu dapet julukan rambut jamur coz potongan rambutnya yang aneh saat musim dingin kemarin.
" Aaaargh! YiXing-san! Sediakan satu kotak aspirin dosis tinggi buat gue setelah tugas ini kelar! Serius deh, kenapa gue bisa satu team sama orang-orang aneh ini! " ChangMin menjeritkan rasa frustasi akutnya di earphone.
" Boleh aja~ gue jamin setelah lo minum aspirin racikan gue, lo bakal melayang ke surga dan gak bakal balik-balik lagi. Hohoho~ " wuiihhh… YiXing dark-mode kumat gara-gara kelamaan begadang ngurusin kerusuhan ini. Ampun gila, aura sadisnya sampai bikin setengah ruangan markas milik squad gabungan sub-divisi EXO membeku.
" Be carefull guys! Chullie-nee-san, Kris-kun, SuHo-kun, berpencar ke arah jam sepuluh! Sisanya, lari ke arah jam dua! Enam detik lagi serangan water blast yang ditembakkan para Kappa akan menghancurkan gedung tempat kalian bersembunyi! " well, seenggaknya masih ada SeHun yang bisa diandalkan.
.
.
-ZRRRUUUAAAAASHHHHH!-
-BRUUUAGHHH!-
.
.
.
Benar aja, lima detik kemudian, gedung bertingkat empat yang memang asalnya udah runtuh setengahnya itu sekarang bener-bener rata dengan tanah. Sementara member squad EXO, yang untungnya masih bisa mendengar instruksi SeHun di tengah acara perang mulut gak jelas itu, berhasil melarikan diri tanpa luka satu apa pun. Dan diantara member yang mengumpati meriam air salah sasaran yang ditembakin kelompok yakuza youkai berkepala botak plontos nan kinclong yang memanggul rumah kura-kura kebesaran di punggungnya itu, cuma ChangMin yang bersujud syukur dalam hati. Pasalnya, serangan itu ngembaliin sense bertarung mereka menjadi siaga. Dari posisi melayangnya di atas sana, tiga member ujung tombak squad EXO itu bisa ngeliat seberapa parah kerusakan kota di bagian yang dikuasai para Kappa dan beberapa jenis youkai air lainnya, yah, gak sehancur kota yang dikuasai aliansi youkai berelemen dasar api sih. Tapi tetep aja bikin miris. Daerah perkantoran yang sekitar sebulan yang lalu masih teratur itu, sekarang setengahnya hancur berantakan. Separuh dari gedung-gedungnya runtuh, beberapa diantaranya ambles ke bawah tanah, sepertiga wilayah para Kappa digenangi air banjir dari saluran-saluran bawah tanah yang meluber.
.
.
Sebenernya sistem gorong-gorong raksasa di bawah tanah kota ini bagus banget dan bisa nyegah banjir sebesar apa pun. Tapi berhubung sistem gorong-gorong itu sekarang jadi tempat terkonsentrasinya ratusan Kappa, otomatis tempat yang gak seharusnya banjir, justru jadi tergenang air secara gak wajar. Tahu bagaimana air terjebak dalam sedotan dan gak bisa ngalir turun coz salah satu sisinya ditutup? Nah, kayak gitu kondisi di sejumlah titik tempat berkumpulnya para youkai berelemen air, ada semacam selaput vertikal yang membatasi antara udara kering dengan bagian terowongan yang disumbat air dalam volume besar. Kris dan SuHo menghela nafas, secara bersamaan pula mereka melirik ke arah arloji platina yang melingkar di pergelangan tangan kiri mereka. Pukul tiga dini hari, saatnya para Kappa dan youkai berelemen air lainnya balik ke persembunyiannya di terowongan penuh air yang gelap. Udah jadi pengetahuan umum kalau youkai air gak terlalu suka sama cahaya terang dan sebisa mungkin mereka menghindari berperang di bawah sinar terik matahari, beda dengan youkai api yang bisa beraktifitas kapan aja. Maka dari itu youkai air punya tempat persembunyian strategis yang gak bisa ditembus youkai api. Kris, SuHo dan HeeChul saling mengangguk, lalu mereka melayang turun ke tempat rekan-rekannya yang lain menunggu.
.
.
.
" Guys, waktunya kita mengeksekusi rencana kita. Kalian siap? " SuHo membuka briefing kilat.
" Makin cepet makin bagus, bro! Gue udah gak sabar buat nyelesaiin nih misi sialan! " gerutu HeeChul panjang lebar. Demi apa, dia udah kangen berat sama suami dan baby-nya di rumah.
" Gak secepet itu juga kali, kita masih harus nanganin youkai-youkai api yang jauh lebih ngerepotin ketimbang mahluk-mahluk botak ini. " sambung MinHo dengan kening berkerut. Ayolah, dia jenis youkai air juga, jadi wajar kalau dia males nanganin youkai api.
" Bener tuh. Squad Infinite di sisi kota yang satu lagi baru aja menghubungi kita satu jam yang lalu. Mereka nanyain progress yang di sini. Kayaknya mereka mulai kewalahan deh. " TaeMin nge-check rekaman hasil percakapannya dengan member squad Infinite di ponsel touch-screennya.
" Makanya, serangan kita kali ini gak boleh gagal. Beda dengan perintah membumihangus para youkai api yang kelakuannya mirip supporter hooligans itu. Buat youkai air ini kita diperintahkan buat membekukan gerakan mereka, seenggaknya sampai musim panas kelar. " ChangMin ngingetin lagi misi yang mereka terima.
" Oke, lets start! TigaMin, kalian pasang kekkai penghalang di area kota milik youkai air ini, supaya gak ada youkai lain yang mendekati mereka sampai masa pembekuan selesai. Gue, SuHo dan HeeChul bakal naruh bom bius di titik-titik berkumpulnya Kappa sesuai instruksi SeHun dan YiXing. Setengah jam lagi kita kumpul di sini buat ngeledakin semua bom bius itu. Paham?! Kalau begitu, KERJAKAN! " Kris membubarkan squad-nya begitu briefing selesai.
" YOSH! GANBATTE! " sahut rekan-rekannya yang lain.
.
.
.
.
~(o.O~)_,_(~O.o)~
.
.
.
.
" Xiu-nii-chan! Masakannya udah udah jadi belum? " seru Tao dari ruang tengah saat hidungnya mengendus bau masakan yang memenuhi apato mungil itu.
" Belum, TaoTao. Appetizer okonomiyaki isi daging tunanya baru aja gue balik. " sahut XiuMin dari dapur.
" Cepetan aku udah lapar berat ni~h! " rajuk Tao manja, dia berjalan menuju dapur untuk menghilangkan rasa bosan menonton televisi.
" Sabar ne? Nabe (makanan berkuah khas musim gugur di Jepang yang isinya daging, tofu dan sayuran) tahu rubahnya masih lama, soalnya daging ayamnya baru mau gue potong. " XiuMin terkekeh geli dengan tingkah childish juniornya ini.
" Tapi lapa~r. Xiu-nii-chan punya makanan lain gak? Cemilan gitu, atau buah? Aku udah lapar banget! " dari suaranya yang makin mengeras, XiuMin tahu kalau posisi Tao udah deket dapur.
" Bakpao mau? " tawar cowok chubby itu.
" Gak mau! Bosen ah, tiap hari makan 'sodara' ku terus? " goda Tao sambil menekankan kata 'sodara' dengan maksud nyindir pipi chubby XiuMin.
" TaoTao, lo nyindir gue ya?! Mentang-mentang pipi gue tembem! " XiuMin nggembungin pipinya, ah, kenapa dia malah mirip sama tupai yang nyimpen makanannya di rongga pipi yak? Atau malah mirip ikan fugu? (ikan buntal). " Ngomong-ngomong, jus strawberry-nya udah lo habisin? "
" Belum, ni masih ada setengah gelas. " balas Tao.
.
.
.
Sementara nun jauh di Tokyo, JinKi yang merasa kasian dengan situasi Tao yang sendirian dan kesepian di apatonya, akhirnya meminta tolong pada JiYong, istri sang Enma Cho, supaya mau mendatangkan XiuMin ke negeri Sakura ini. Cowok berparas teduh ini berharap dengan adanya saudara sesama Ageha Youkai, Tao gak akan merasa kesepian lagi. Dan emang, selama hampir tiga minggu terakhir ini dia seneng banget bisa ditemenin XiuMin. Rasa bosannya hilang coz setiap hari dia bisa nggodain cowok chubby yang jelas-jelas seniornya itu, atau lebih tepatnya, paman bungsunya. XiuMin adalah Ageha Youkai yang lahir paling bontot di generasinya yang kalau diurut pakai pohon keluarga, dia adalah adik terakhir otou-san Tao yang berasal dari tanah Tiongkok. Selain itu, XiuMin adalah Ageha Youkai terkuat di generasinya meski jarak kelahirannya dengan Tao gak terlalu jauh, sekitar dua puluh tahun atau dua tahun dalam umur manusia. Sedangkan Tao urutan lahirnya ada di tengah-tengah sodaranya yang lain, jadi di bawah Tao masih ada puluhan Ageha Youkai yang lebih muda. Biar gitu, kekuatan terdahsyat jatuh ke tangan Tao. Dari XiuMin, Tao juga mendengar banyak cerita tentang negara kelahirannya dan tentang Korea, negara tempat suami paman bungsunya itu berasal.
.
.
.
" Tao-chan~ tumben-tumbenan lo minta dimasakin makanan yang pedes-pedes sama yang asem-asem. Setau gue, lo kan paling anti sama yang asem dan pedes. Ada apa nih? " seru XiuMin dari arah dapur sambil motong-motong daging.
" Hmm… nande mo nai (gak ada apa-apa kok). Lagi kepengen aja. " Tao nyengir, dia ngejulurin kepalanya di pintu dapur sambil neguk jus strawberry super asam buatan XiuMin.
" Serius nih, gak ada apa-apa? " XiuMin nyeringai usil.
" Sumpah. Aku gak kenapa-apa! " sahut Tao yang mulai gak nyaman digodain terus.
" Ne~ jangan-jangan lo lagi ngidam ya? Hehe… " XiuMin masih belum mau nyerah.
" Xiu-nii-chan! Aku ini cowok lho! " protes Tao yang tahu kemana arah obrolan gaje ini.
" Hehe… asal lo tau ya, Ageha Youkai submissive tuh rata-rata bisa hamil. " terang XiuMin riang.
" Hkkhhh! Uhukk! Uhukk! Jangan becanda hal yang gak lucu gitu dong! " gerutu Tao yang tersedak tegukan terakhir jus strawberry-nya.
" Siapa yang becanda coba?! Kalau bukan gue yang hamil dan melahirkan, trus dari mana asalnya sepupu kecil lo si JongIn?! " teriak XiuMin gak terima.
" Eeer… aku pikir kalian adopsi dari panti asuhan. " Tao nyengir watados.
" Enak aja, JongIn tuh beneran anak kandung gue sama JongDae tahu! " lagi-lagi XiuMin nggembungin pipinya.
" Tapi kok gak mirip ya? JongIn hitem gitu, lha Xiu-nii-chan kulitnya putih, JongDae-kun kulitnya kuning. Hidung kalian juga gak ada yang pesek. " kening Tao berkerut heran.
" Wakaranai… (mana gue tahu) Yang jelas dari lahir dia emang udah begitu sih. " jawab XiuMin sambil mengedikkan bahu.
.
.
.
Cowok chubby itu lalu dengan senang hati nerangin –hal yang seharusnya jadi– pengetahuan umum di kalangan youkai, tentang youkai submissive dari beberapa ras tertentu yang bisa hamil layaknya youkai betina. Juga tentang perbedaan masa kehamilan, ada yang cepat, ada pula yang lama, tergantung dari seberapa kompleks ras youkai itu sendiri. Makin dekat kekerabatan nenek moyangnya dengan manusia dalam klasifikasi genetik atau makin mirip youkai itu dengan kelas mamalia, maka makin lama pula masa kehamilannya. Contohnya, masa kehamilan ras Vampire adalah enam bulan, lalu Raikou (harimau petir) dan Byakkou (harimau putih) masanya adalah tujuh bulan. Ras Tsuchigumo (laba-laba gunung) hanya perlu waktu satu bulan untuk bertelur dan dua bulan masa pengeraman sampai telur-telur itu menetas. Perkecualian berlaku untuk ras Dragon yang notabene satu kelas dengan reptil, ras yang satu ini masa kehamilannya bisa mencapai satu tahun. Dan ras Mermaid yang setara dengan kelas pisces masanya adalah delapan bulan. Sementara buat ras Ageha yang berasal dari kelas insecta, masanya sekitar tiga bulan. Tambahan, ras Ageha melahirkan keturunan dengan cara ovovivipar, telurnya menetas dalam tubuh sang induk.
.
.
Selama ngasih ceramah kilatnya yang dibuat sesederhana mungkin untuk kapasitas daya tangkap Tao, XiuMin terus-terusan cengar-cengir gak jelas. Dari wajah cengo Tao, sang Koori no Ageha (kupu-kupu es) ini udah menduga kalau junior tersayangnya gak tau apa-apa tentang dunia youkai selain dari sedikit pengalaman yang dia dapat selama pelarian. Berhubung bocah panda ini polosnya gak ketulungan, kemungkinan besar member squad gabungan sub-divisi EXO juga hanya ngajarin hal-hal mendasar aja, gak sampai menjurus ke hal-hal yang berbau dewasa. Meski XiuMin yakin kalau Tao sudah sering bercinta dengan suami blonde-nya itu. Haaah… bocah ini, biar jenius dalam soal ilmu eksak, tapi common sense-nya bener-bener payah! Sayang banget kejeniusannya ditenggelamin sifat polosnya yang setingkat sama anak TK… pikir XiuMin rada miris sekaligus geli. Sebenernya bukan tanpa alesan XiuMin ngejelasin hal ini, cowok chubby itu curiga Tao sekarang sedang hamil. Dia bisa narik kesimpulan begitu coz XiuMin udah pernah ngerasain yang namanya hamil dan melahirkan.
.
.
.
" Andai beneran bisa sih, aku seneng banget. " gumam Tao setelah semua info itu berhasil diserap otaknya.
" Ne, selama dua minggu gue nginep di sini, gue ngeliat banyak yang berubah dari lo. " XiuMin nerusin obrolan.
" Aku berubah? Gak ah. " sangkal Tao.
" Lets ya see~ ada tiga alasan yang ngedukung kecurigaan gue! Pertama, lo yang biasanya kalem, belakangan ini moodnya jadi angin-anginan. Kedua, dari kemaren lo minta dimasakin makanan yang aneh-aneh mulu! Mana mintanya gak kenal waktu lagi! Sejak kapan ada yang jual bahan-bahan makanan buat Oden Rubah di tengah malam musim panas, Tao-chan! Itu makanan buat musim dingin! Lo nyiksa orang aja nih! " XiuMin numpahin rasa keselnya sama sayuran yang lagi dia rajang.
" Ahaha… habis gimana ya, nii-chan. Aku kepengen banget sih, mana kalau gak bisa keturutan, rasanya aku bakal nangis seharian. " Tao beralasan sambil garuk-garuk belakang lehernya yang gak gatal. " Trus alesan ketiga? "
" Perut lo yang agak gemukan di bagian bawah pusar! Kalau itu lemak, gue yakin gak bakal bisa tumbuh secepat itu dalam waktu kurang dari tiga minggu! " XiuMin nunjuk-nunjuk perut Tao yang tertutup kain yukata tipis pakai sendok sayur.
" Hummm? Bisa aja ini beneran lemak kan? Soalnya akhir-akhir ini makan ku emang banyak sih~ " sanggah Tao dengan logisnya.
" Tao, gue serius! Kalau kecurigaan gue bener, menurut perhitungan lo sekarang sedang hamil satu setengah bulan. Yang kalau menurut usia kandungan manusia, usia janin lo sekitar empat bulanan. " cetus XiuMin tanpa nada bercanda dalam suaranya, yang ada dia malah makin brutal nyincang daun bawangnya.
.
.
.
Tao cuma bisa cekikikan denger XiuMin nggerundel sambil nyincang sayur. Tapi dia jadi kepikiran juga sama omongan onii-chan kesayangannya ini. Dirabanya perutnya yang entah sejak kapan mulai membuncit. Ini ya yang dibilang XiuMin tambah gemuk? Jujur aja Tao tuh termasuk orang yang gak begitu peduli sama berat badannya, selama Kris gak protes, dia sih fine-fine aja. Apa bener di dalam sini ada buah cinta kami?! Tapi masa iya sih?! dalam hati Tao masih berusaha menyangkal. Dan soal mood jeleknya, Tao ngaku kalau dia juga gak tau kenapa bisa begini. Tao tenggelam dalam lamunan sampai dia ngerasa ada yang aneh sama tubuhnya. Awalnya dia ngerasa kesemutan, seluruh tubuhnya gemetaran. Lalu jantungnya berdetak tiga kali lebih cepat. Tao nelan ludah, rasanya sangat sakit. Jantungnya berdentam keras seakan hendak mematahkan tulang rusuknya. Dengan sebelah tangannya, Tao meremas dadanya berharap sakitnya berkurang. Tapi sedetik kemudian, sesuatu yang lebih gak diharapkan terjadi pada tubuhnya.
.
.
.
-DHEGG-
.
.
" Aaargh… " rintihnya.
.
.
-PRAAAANG!-
.
.
" Nani kore?! (apaan tuh?!) " XiuMin yang lagi nyemplungin bahan-bahan ke dalam sepanci kaldu tersentak kaget waktu denger suara gelas pecah.
" A… aku… gelasnya… kok… gak bisa… aku pegang? " kata Tao terbata-bata, dia berdiri shock di sisi luar pintu dapur. " Gelasnya… nembus tangan ku… "
" Daijoubu ka? (lo gak apa-apa kan?) " tanya XiuMin khawatir, dia buru-buru ngampirin Tao.
" Iie… tiba-tiba… badan ku… terasa sakit… " kata Tao, seluruh tubuhnya gemetaran.
" Tao! Tao! Tangan lo! " XiuMin tambah cemas waktu liat tangan Tao yang memudar warnanya. Tangan itu perlahan berubah jadi transparan.
" Aaa… taihen desu… " bisiknya.
.
.
-ZRAAAKK!-
.
.
.
Sayap kupu-kupu Tao keluar dengan sendirinya. Sayap yang dulunya halus mengkilat kini permukaannya retak-retak dan pinggirannya memutih menjadi abu. Warnanya yang dulu merah cerah, kini jadi merah karat kusam tanpa cahaya kehidupan. Tao terduduk lemas, gak kuat nahan sakit yang serasa mencabik-cabik tubuhnya. Kenapa?! Kenapa?! Badan ku bisa sesakit ini?! Padahal udah lewat bertahun-tahun lamanya aku gak pakai sihir sama sekali! pikir Tao ketakutan. Air mata meleleh menuruni wajah cantiknya. Gak kuat menahan gelombang rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya, Tao pun memejamkan mata dan jatuh pingsan.
.
.
.
" TAO! " teriak XiuMin.
.
.
.
.
~(o.O~)_,_(~O.o)~
.
.
.
.
" DAFUQQQ! Kenapa harus 'dia' mahluk yang bakal gue jemput malem ini?! " cetus JongDae gak percaya sama daftar nama yang tertera di atas lembaran-lembaran hitam di tangannya.
" JongDae-san, kenapa pasang muka horror gitu sih?! " tanya seorang remaja cowok berwajah cantik dengan polosnya, necklace tag dari potongan lempengan tulang tengkoraknya berukir nama Choi MinKi.
" Nii-chan, kita ini emang Grimm Reaper yang punya reputasi serem, tapi gak sampai segitunya juga kali. " sahut cowok lainnya yang agak lebih pendek dari cowok cantik tadi, bracelet tag-nya berukir nama Kang DongHo. Tapi bocah ini lebih suka dipanggil BaekHo sih.
" Kalau soal itu gue juga tahu, baka (bego)! Tapi yang gak gue habis pikir, kenapa harus Tao?! " JongDae mengacak-acak rambutnya.
" Emang kenapa sama cowok panda bernama Huang ZiTao ini?! " MinKi bertanya lagi.
" Ada hubungan darah? " tebak BaekHo.
" Ada, tapi bukan sama gue. ZiTao ini keponakan XiuMin yang udah lama hilang. Dan mereka baru ketemu lagi kurang dari sebulan ini. " JongDae menghela nafas pasrah. Takdir yang ditetapkan Yang Maha Kuasa kan gak bisa dirubah sama sekali.
" Wah, pasti Xiu-nii-chan bakal sedih banget kalau sampe pisah sama ZiTao. " celetuk MinKi.
" Tul banget tuh. " BaekHo mengiyakan.
" Tapi tugas harus tetep jalan! Ayo, senpai (senior)! Jadwal kita malam ini lumayan padat! " sahut dua bocah ini kompakan.
.
.
.
Keduanya lalu melompat ke bagian depan sebuah kereta kuda antik dari era victorian yang keseluruhan permukaannya berwarna hitam pekat, bahkan dekorasi bagian dalam kereta beratap tertutup itu juga serba hitam dengan sedikit aksen perak di tepian pintu dan jendelanya. Sementara JongDae melompat masuk ke bagian dalam kereta untuk merapikan bantalan sofa dan membersihkan lantai kayu eboni-nya dari debu. Derak halus roda-roda yang menapaki jalanan kecil berpaving kelabu itu menandakan kereta telah berangkat dari halaman istal. Meninggalkan sebuah kastil kelabu besar di belakang mereka, beranjak dari dunia batas antara kehidupan dan kematian yang didominasi warna monochrome hitam-putih-kelabu itu menuju dunia orang hidup. Ketika memasuki hutan pepohonan kelabu berdaun merangas, BaekHo menghela tali kekang Headless Horses Skeleton (kuda kerangka tanpa kepala) yang menarik kereta kuda itu untuk mempercepat lajunya. Percepatan itu menimbulkan kepulan debu metalik akibat gesekan roda dengan paving.
.
.
.
Ada yang tahu mereka bertiga ini 'mahluk' apa? Kalau denger nama Grimm Reaper, yang ada di pikiran orang-orang pasti sesosok mahluk berjubah hitam, bertubuh tengkorak sambil bawa-bawa Death Scyhte gede. Yeah, mereka ini adalah Grimm Reaper yang di Jepang populer dengan nama Shinigami alias Dewa Kematian. Dan bayangan tentang Shinigami di atas bener-bener udah ketinggalan jaman. Buktinya, pakaian yang mereka kenakan sekarang modis-modis. Contohnya, BaekHo tampil gothic dengan pakaian asimetris bertumpuk-tumpuk, lengkap dengan aksesoris rantai melekat di tubuhnya, tampilannya persis kayak anggota band visual-kei. Kalau MinKi, dia lebih suka style Shota Lolita (baju lolita buat cowok) dengan topi tinggi ala kostumnya Ciel Phantomhive. Sedangkan JongDae lebih casual –kelewat sederhana malah–, dia cuma pakai kaus hitam tanpa lengan dan celana jeans selutut yang pahanya robek-robek. Mereka sama sekali gak bawa-bawa Schyte, coz para roh yang mereka jemput malem ini orang-orang baik. Mereka baru bawa senjata api, borgol, rantai dan bandul pemberat, Hound Dog (anjing pemburu neraka) bila perlu, kalau yang dijemput orang jahat.
.
.
.
" Nii-chan! Huang ZiTao giliran dijemput nomor berapa?! " teriak MinKi dari depan, berusaha nyaingin kerasnya suara kendaraan bermotor saat mereka mulai memasuki jalan raya di dunia manusia.
" Sebentar! Gue check dulu! " JongDae melongokkan kepala dari jendela kereta, dia gak khawatir kepalanya bakal disenggol mobil atau truck coz dimensi mereka beda sama manusia dan youkai pada umumnya.
" Ayo, bro! Kita dikejar waktu nih! " sahut BaekHo, dipercepatnya lagi laju kuda-kuda iblisnya.
" Giliran keempat! Waktu penjemputan jam dua dini hari! " jawab JongDae setelah membolak-balik catatan hitam di tangannya. " Kita tunggu di depan pintu masuk apatonya aja, gak usah sampai masuk ke dalam. "
" Loh, emang kenapa? " tanya MinKi heran, coz biasanya mereka njemput mahluk ya, langsung di sebelah yang bersangkutan.
" Private bussiness, the little ones~ " JongDae ber-sing-a-song, ditingkahi tawa BaekHo yang paham maksud omongannya.
" Apaan sih! Kenapa harus pakai rahasia-rahasiaan segala?! " protes MinKi gak terima.
" Uda~h, anak kecil gak perlu ikut campur urusan orang dewasa. " BaekHo nyengir lebar ngeliat wajah merengut MinKi yang imut banget. " Nii-chan, penjemputan pertama jam berapa?! "
" Kira-kira lima belas menit lagi, alamatnya di sekitar Kumagaya, Saitama. " JongDae membaca ulang catatannya. " Nandesuka? (ada apa?) "
" KUUSOOOOOO! Yang bener aja, jaraknya masih enam puluhan kilo meter lagi tahu! Semua, pegangan yang kuat! Gue gak tanggung kalau ntar kepalanya kejeduk! " raung BaekHo jengkel.
" Gini deh, nasib pegawai yang kalah pas ngambil nomor undi pemakaian kendaraan. " gumam MinKi yang lebih milih melompat masuk dalam kereta lewat jendela, ketimbang dandanan shota lolita-nya rusak.
.
.
.
JongDae ketawa pasrah ngedengerin gerutuan kedua kouhainya (juniornya). Apa boleh buat kalau mereka gak bisa dapet kendaraan yang lebih cepet dari pada kereta antik ini buat tugas penjemputan mereka kali ini. Buat JongDae, bisa dapet kereta antik era victorian yang biasa dipakai sebagai transportasi keluarga raja ini aja udah mendingan, ketimbang kereta bangsawan tanpa atap yang bisa bikin pakaian berantakan ketiup angin kalau pas lagi ngebut gini. Tapi buat kedua kouhainya yang suka peralatan modern dan lebih suka kendaraan yang bisa melaju cepat dari pada yang lajunya santai, mereka tentu berharap paling gak bisa bertugas pakai lamborghini atau limousine rollsroyce. Ayolah, malam ini mereka cuma ngerjain penjemputan single pada jiwa-jiwa yang bersih dan berhati baik, jadi boleh dong kalau mereka pergi dengan kendaraan mewah berkecepatan tinggi seharga jutaan yen? Lain lagi kalau yang mereka angkut itu para jiwa yang pantas dilempar dalam bara api neraka yang panasnya ribuan kali lipat dari pijaran inti bintang di dunia fana yang paling panas sekalipun. Kumpulan jiwa hitam macem itu sih, diangkut rame-rame pakai mobil pick-up bobrok kayak kambing yang bakal dikirim ke rumah jagal sih, no problem. Cara angkut macem itu masih terlalu baik untuk mereka.
.
.
Sekembalinya mereka dari penjemputan pertama dan dalam perjalanan menuju penjemputan kedua, di tengah hutan kelabu yang merangas, menjelang berpindahnya mereka ke dimensi manusia hidup. Sebentuk cahaya keemasan berwujud seekor humming bird yang besarnya gak lebih dari bola golden snitch menyelinap masuk ke dalam kereta. Di kaki burung super mungil itu tergantung sebuah toples kaca seukuran kaleng cola yang disumbat potongan kayu pinus bersegel lilin merah dan pita emas. Toples itu berisi segulung kertas warna gading. Kepakan sayap humming bird yang serupa dentingan puluhan lonceng kecil itu memecah suasana hening dalam kereta, sekaligus juga bikin MinKi kesel. Coz kepalanya beberapa kali kepentok toples kaca itu saking lincahnya gerakan si humming bird yang asyik mengitari dirinya. JongDae terkekeh ngeliat tampang merengut MinKi, cowok korea ini bersiul tiga kali, manggil si humming bird supaya mendarat di jemarinya. Kolibri mini ini adalah utusan khusus dari Chijou Sora (Tanah Langit, dengan kata lain, Surga), biasanya diutus Park Leeteuk-sama sang Jinsei no Kisei (Dewa Pengatur Kehidupan) kalau ada sesuatu yang penting. Hmmm… kalau diliat dari warna kertasnya sih, orang yang namanya tertulis harus kita bawa ke Jikan no Mizuumi (Danau Sang Waktu) buat nunggu giliran inkarnasi-nya ya? pikir JongDae sambil membuka gulungan kertas itu.
.
.
.
" Ah! Yokatta~ (syukurlah) " pekik JongDae setelah membaca pesan itu, tanpa sadar dia menangis bahagia.
" Onii-chan, naze kimi wa naite iru no? (kakak, kenapa lo nangis?) Emang isi pemberitahuannya apa sih?! " MinKi ngulurin sekotak besar tissue yang entah dia sembunyiin di mana dalam outfit shota lolita yang –kayaknya, sih– gak ada sakunya itu.
" Oi! Tadi ada utusan dari Chijou Sora kan?! Apa isi pesannya?! " teriak BaekHo dari depan, bocah ini penasaran ternyata.
" Ah… Hahaha… Nande mo nai… (gak ada apa-apa, kok) Gue cuma terlalu seneng coz Huang ZiTao diberi kesempatan buat hidup sekali lagi. " JongDae nyeka air matanya.
" Hontou desu ka?! (beneran?!) " MinKi menatapnya dengan mata berbinar-binar.
" Whoaaa! Omedetou ne, senpai! (selamat ya, senior!) " suara riang BaekHo terdengar jelas.
" Sankyuu~ yah, semoga dikehidupan barunya kelak, ZiTao-chan bisa ngedapetin kebahagiaan sejatinya. " JongDae menangkupkan kedua tangannya di dada seolah tengah berdoa.
" Kimi no inori wo Zen'nou ni yotte fuyo sa re kitai shite imasu. Amen. (Semoga doa mu dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. Amin.) " seru MinKi dan BaekHo serempak.
.
.
.
.
.
.
.
~(o.O~)_ Tsuzuku nyaw~ _(~O.o)~
.
.
.
.
.
Mind to Review nyaw?
