.

.

Title : Yīnwèi yǒu nǐ ( Because of You )

Chapter Three

Author : Titan18

Genre : Romance - Friendship - Family - Crime - Hurt/omfort

Cast : Huang Zi Tao - Wu Yi Fan ( Kris ) - Xi Luhan - other EXO Member, etc.

Rated : M

Disclaimer : All cast belong to them Management ! i just owned the story ^^

Warning :

BOYS LOVE! Yaoi! Rape Scene

.

.

Author tidak menerima berbagai jenis Flame dalam Kotak Review Nanti ne ^^

.

.

Tidak Suka ? Jangan Baca!

That's Simple Point

.

.

.

.

Tap –

"Lepaskan a –"

Tao memandang Kris tajam, membuat namja itu kembali mengunci bibirnya dan membiarkan saat Tao terus menariknya hingga menuju Pintu besi atap dan

BRAK.

Membanting pintu itu tanpa perasaan.

.

.

Selamat Membaca Readers :*

.

.

Kris tersenyum geli, bibirnya mengedut membentuk seringaian berarti dan membiarkan saja saat mahluk manis dihadapannya ini terus berjalan dengan menyeret dirinya.

'Menarik'

Tap –

Tap –

Melewati tangga kini mereka sampai di lantai empat –kawasan kamar yang dihuni oleh mahasiswa jurusan atas.

Tao berhenti sebentar, otaknya sedang berpikir keras terlebih merasa aneh karena Wu Yi Fan sudah tak berniat memberontak dan sekarang emosinya kembali padam dan parahnya Tao sedang mengutuk kerja otaknya.

Huang Zi Tao berbalik, mendongak untuk melihat wajah menyebalkan Wu Yi Fan yang terlihat beribu-ribu kali sangat jelas dibantu piasan cahaya.

Pegangannya terlepas, kini Tao memperhatikan seluruh penampilan pemuda tampan dihadapannya. Memperhatikan bagaimana sosok itu berdiri angkuh dengan senyuman –seringaian menyebalkan.

Keduanya berpandangan cukup lama, Tao mencegah dirinya untuk tak tersipu. Matanya bergulir merayapi penampilan seorang Wu kini : Kemeja hitam dengan tiga kancing yang terbuka memperlihatkan dada bidang dan atletis yang dimilikinya, celana jeans ketat dengan warna senada cukup ketat dan diyakini menonjolkan kaki panjangnya. Sebuah jam tangan yang berwarna hitam dengan sedikit aksen emas ( seandainya saja Zi Tao tahu bahwa jam itu merupakan salah satu koleksi edisi terbatas gucci dive watch, salah satu dari lima jenis terbaru yang dilelang dunia ) menambah penampilan casual simple namja itu. tak ada aksesoris berat tapi aura dominan serta taraf berkelas namja itu mampu membuat Tao bungkam.

'Tampan, eye catching'

'Sexy'

'Sempurna'

KLEK.

Tao terkejut saat mendengar langkah beberapa orang dari atas tangga –mungkin dari atap, telinganya menangkap suara omelan Kim Jongdae dan seorang lagi yang tak dikenalnya.

SRET.

"Ayo"

Entah apa, kali ini Tao membiarkan dirinya dibimbing mengikuti langkah Kris tanpa menoleh dan sebelum benar-benar memasuki sebuah ruangan dari ujung matanya Tao melihat jelas sosok Xi Luhan –sosok manis yang sedang dibopong orang lain itu tampak sudah tak sadarkan diri.

KLEK.

Bunyi pintu yang tertutup rapat membuatnya tersadar lagi,

Tao berbalik dan dengan berani memandang instens sang Wu, "Kamarmu?" tanyanya.

Kris mengangguk dan dengan santainya membuka kemejanya dihadapan Huang Zi Tao, membawa tubuhnya kedepan kulkas dan mengambil segelas kaleng bir dan kembali bersikap tak peduli dengan namja yang telah menganggu dan seenaknya tadi.

"Kau membiarkanku masuk? Apa kau sama sekali tak marah atas errr –keributan yang baru kubuat" kikuk Tao masih berdiri.

Kris menoleh, ucapnya dengan sedikit sarkastik"Well, keberatan untuk menjelaskan maksud kelakuanmu tadi eh?"

Skak mat.

Tao mendengus, ternyata pria didepannya ini menjebaknya dengan membalik situasi. Sekarang apa yang harus dijelaskannya? Maaf tadi aku kelepasan dan tak suka perlakuanmu pada 'Xi Luhan'.

Whattt theee –

Itu tidak mungkin, bahkan Tao saja tak mau mengakui bahwa sebenarnya dia bertindak diluar kemauannya hanya karena tak suka dengan 'adik'nya yang menjadi bahan taruhan.

Hell No.

"Errr –itu... errr –akuu"

Gulp.

Mendadak tenggorokannya merasa kering, baiklah posisinya kali ini sungguh-sungguh berbahaya. Kenekatannya benar-benar diluar batas, mencari masalah dengan seorang Wu Yi Fan –kehilangan jejak Zhang Yi Xing hanya karena Xi Luhan.

Oke, whats happen now?

"Perbuatanmu sungguh berani, kau terlihat liar eh. Tunggu –aku tak pernah melihatmu sebelumnya, dan lagi sejak kapan kau berani membantah seorang Wu, Panda Manis"

Tao menunduk, menggigit bibirnya sendiri.

Prok.. Prok.. Prok..

Tepukan tangan yang diyakininya berasal dari Wu Yi Fan membuatnya merasa terbalik diintimidasi sekarang, bisa saja Tao bersikeras keluar dari sana dan bersikap tidak tahu apa-apa dan mengurung dirinya.

"Hey.. jadi kau mahasiswa transferan itu eh? Seorang junior yang tak menghormati seniornya sendiri"

'Tsk, aku bahkan lebih tua darimu Wu Yi Fan' dumel Tao.

"Dimana keberanianmu tadi hn?" suara bariton dengan nada mengejek itu membuat Tao kesal setengah mati, membuat perasaan muaknya menjadi-jadi.

Lagi pula, sial. Oke disini Tao yang ceroboh, tapiiiiiiiii sekarang yang dibutuhkan adalah Alibi yang cukup tepat melepasnya dari suasana berat sebelah seperti ini.

Taktik perang, taktik melepaskan diri dari kukungan penjahat, taktik blah... blah... blah... ayolah Tao memohon sekali ini untuk bekerja sama dengannya.

Brakkk...

Bantingan kaleng yang masih terdapat separuh liquid bening itu membuat Tao memandang Kris dengan heran, alisnya disatukan dan irisnya tampak kebingungan dengan tingkah laku Kris sekarang terlebih pemuda itu justru menunduk ditepi ranjangnya dengan meremas kepalanya sendiri.

Gulp.

Tao menelan ludahnya lagi, sosok tampan yang lebih muda dihadapannya ini bukan hanya tampan tapi menggoda. Tubuhnya berotot dan seksi well untuk ukuran seorang dominant dan sialnya –Wu Yi Fan benar-benar tipe seorang Huang Zi Tao.

'Oh Crap~ He is Sooo HOT'

Tao menggeleng-geleng kepalanya, mengusir sebuah bayangan nista yang berada diotaknya kini.

"Kalau bukan karena kau aku dan Lulu sudah mengalahkan si Dobi dan kekasih cerewetnya itu"

TING!

Seolah terhantam batu keras, Zi Tao membelalakan kedua matanya.

"Lu –lulu?" mulutnya mengucap satu nama itu tanpa disadari.

Kris memandang Tao kesal kali ini, "Ya Lulu, kekasihku –Xi Luhan. Kau sendiri yang menyuruh Chen membawanya kekamarnya bukan. Kau sendiri yang menyebutkan namanya"

"Hah?"

'Chen? Siapa?'

Huang Zi Tao berkedip aneh, sama sekali tak menyadari posenya yang benar-benar konyol dilihat oleh pemuda yang baru saja dia puji tampan –dan tipenya itu.

Beberapa detik melamun, Tao kembali memasang senyuman puasnya. Sebuah ide yang telah tersusun secara refleks membuatnya yakin sekali.

'Sekarang atau tidak sama sekali, Zi Tao' batinnya.

Tao mendekat,

Tap –

Tap –

Dengan ekspresi tak terbaca Tao mendekati tubuh top-less Wu Yi Fan, menahan napas saat tersadar Kris menatapnya tajam.

"Nah Wu Yi Fan –ssi, sejujurnya aku sudah lama mengenalmu sejak dulu. Bisa dibilang aku rela pindah kesini untuk mengejarmu"

BRUK

Kris menengadah, tak berbuat apa-apa saat Tao mendorongnya keatas kasurnya yang besar. Kulitnya bergesekan dengan cardigan Tao yang masih menutupi tubuhnya.

Tao diatas Kris, menahan tubuhnya dengan kedua lengannya sendiri.

Kris menyeringai, "Menggodaku"

Huang Zi Tao tersenyum manis, dengan sengaja menjilati bibirnya yang kering.

"Tidak, aku tidak menggodamu" bantahnya manis.

"Hn?"

Seringaian kemenangan terpatri dibibir Tao, "Seks denganku, hanya seks"

GREP.

"Akhhh" Tao menutup matanya saat tubuhnya dibalik dengan bantingan yang cukup keras, kini Wu Yi Fan lah yang berada diatas tubuhnya.

Aroma maskulin dan aroma minuman keras melekat dicampur bau keringat yang entah kenapa justru membuat Tao merasa semakin suka –aroma jantan yang sama seperti partner-partner one night standnya sebelum ini.

Untuk rank, mungkin Wu Yi Fan –remaja dibawah umurnya yang patut diacungi jempol karena membuat Tao tertarik , bahkan sejak pertama kali Tao mengenalnya melalui sebuah potret yang diberikan Jenderal Tan Hangeng.

"Aku tak tertarik" balasan dengan suara dingin itu membuyarkan memori Tao, membuatnya sangat terkejut hingga nyaris memekik karena perasaan tak percaya.

Kris diatasnya, memasang wajah dingin dan mengatupkan rahangnya. Bersikap stoic dihadapan wajah sedikit pucat Tao.

"Hahaha-ha"

Keningnya mengerut, gantian Kris yang kini menatap Tao tajam.

"Kenapa kau tertawa?" tuntutnya.

Tao menggunakan sebelah tangannya untuk menutupi wajahnya sendiri, menggigit bibirnya untuk menghentikan tawanya.

Sembari menggeleng, Tao menghentikan tawanya. "Tidak, hanya saja kupikir kau munafik Wu Yi Fan –ssi"

"..."

"Apa kau ingin membuktikan padaku bahwa kau seorang yang cukup setia?" nada ini, Huang Zi Tao sedang mengejeknya.

Tao menangkup pipi Kris kedalam telapak tangannya, menarik wajah Kris agar mendekatinya.

"Kau tertarik padaku Wu Yi Fan, benarkan?"

Cup.

Huang Zi Tao mengecup kening Kris tanpa ijin.

"Kau membawaku kesini padahal kau bisa saja kembali kekamar Lulu –mu itu eoh?"

Cup.

Cup.

Kali ini sepasang mata Kris lah yang menjadi sasaran kecupan hangat Zi Tao.

"Lagipula –"

Cup.

Kris tak mencegah saat bibirnya dikecup, hanya ditempelkan beberapa detik oleh mahluk manis dibawahnya ini.

"I have nothing to do with you other, sex" lanjut Tao.

Tak mendengar jawaban apapun dari Kris, Tao tersenyum tipis "Dengar Wu Yi Fan –ssi, aku tadi hanya cemburu karena melihat kau bersama Lulu –mu itu. Ah.. aku harus menghabiskan banyak waktu untuk dapat memasuki universitas yang sama dengan tempatmu ini. menunggu satu setengah tahun dan beruntung dapat memasuki tempat ini saat ada kekosongan jatah karena mahasiswa yang keluar adalah sesuatu yang sangat kusyukuri, jadi ayolah... sedikit menghargai pengorbananku hm?"

Huang Zi Tao bertanya dengan nada yang sangat antusias, menceritakan beberapa baris kalimat seolah-olah hal itu bukanlah sebuah kebohongan yang dibuatnya.

"Kau terobsesi padaku" wajah Kris –Tao dapat melihat sedikit ekspresi merendahkan disana.

"Hn –mungkin" balas Tao.

Iris gelap Kris memicing, jawaban Tao entah kenapa membuatnya tak puas.

"Apa untungnya buatku?"

Tao tersenyum, "Semuanya terserahmu, Wu –aku hanya perlu tubuhmu untuk memuaskanku. Aku tak akan meminta yang lain, kau bebas bergaul bersama teman-temanmu dan Luhan."

Tao sedikit berdehem, "Bukan sesuatu yang besar, it's all just Sex. Kau puas, dan aku puas. Kita tak akan terikat, tak berarti apa-apa"

Melihat ekspresi Kris yang mulai luluh, Tao semakin memperlihatkan seringaiannya.

"Bagaimana kalau kau mengujiku dulu hn? Jika kau puas, kita bisa melanjutkannya kapan-pun kau mau dan jika tidak kau bisa berhenti"

"Aku bukan seseorang yang terpuaskan begitu saja, hn –"

"Huang Zi Tao, kau bisa memanggilku Tao –Wu Yi Fan ssi"

"Hn, dan aku lebih senang dipanggil Kris. Tao –apa kau yakin? Aku hanya mengikuti apa keinginanmu jangan salah paham oke, aku harap kau tidak mengganggu hubunganku dengan Luhan walaupun kita telah melakukan sex"

"Jangan khawatir, Kris. Not Love"

Tao menaikkan kedua alisnya, menantang seorang Kris yang wajahnya kini hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya sendiri. Keduanya bahkan dapat mendengarkan detak jantung masing – masing.

'Bodoh, kau gila Zi Tao' umpat Tao dihatinya, walaupun begitu jantungnya masih berdebar menunggu jawaban Kris.

BLUSH.

Wajahnya memerah saat seringaian Kris tercetak jelas, bukan hanya itu –tapi sesuatu dibawah sana yang sedang menggesek junior kecilnya membuat Tao menelan ludah gugup karena milik Kris sudah bangun dan terasa keras menggoda juniornya sendiri.

"See? Take it easy and enjoy the ride" geram Kris.

Tao berpura-pura tertawa mengejek, "Cih, kau bahkan sudah mengeras hanya karena percakapan kecil kita eh –Hmmppppph"

Ini memang bukan ciuman pertama Tao, ciuman pertamanya terjadi beberapa tahun yang lalu dengan seseorang yang bahkan justru meninggalkannya demi seorang wanita yang kemudian mencela Huang Zi Tao karena orientasinya yang menyimpang alias Gay.

Kris memiringkan kepalanya, membuatnya dapat mengecap rasa dari bibir manis yang sedang dikulumnya saat ini.

"Hnnmmpp"

Tao mengerang kecil saat lidah Kris memasuki belahan bibirnya, rasa alkohol yang cukup terasa jelas dan sedikit membuat kernyitan dikeningnya. Kuluman ahli seorang Kris Wu segera membuat Tao kembali nyaman dan gelombang gairah yang melandanya membuat Tao dengan senang hati memainkan lidahnya.

"Mmhh –ngggh"

Bibir keduanya berpagutan, bahkan lidah Tao didesak dan dipermainkan oleh lidah Kris tanpa ampun –tak ada yang spesial. Hanya sebuah ciuman panas yang semakin didominasi oleh Kris, Tao mengakuinya ciuman Kris hebat dan nikmat dan memabukkan.

Tao mengalungkan lengan panjangnya, menghimpit tubuhnya dengan dada bidang Kris yang memang sudah tak mengenakan kemejanya.

"Ehhmmmp" Tao membiarkan saat Kris menarik tubuhnya dan membawa Tao ikut bangkit dengan posisi duduk yang saling menghimpit.

Kedua tangan Kris yang sebelumnya berada dipigangnya untuk menarik tubuh Tao kini mulai perlahan membuka cardigannya, membiarkan Tao yang masih mengenakan kaosnya meremas surai pirang Kris melampiaskan perasaan nikmat saat tangan kanan Kris memasuki kaos hitamnya.

Bibirnya yang terus disedot liar oleh bibir Kris mulai terasa perih, membuat Tao terkejut karena justru napasnya yang sekarang terasa kembang-kempis sedangkan pemuda didekapnya justru terlihat baik saja-saja.

Tao mengerang lagi, "K-krisshhmm suhhdahh"

Kris mendengarnya, dengan lembut Kris menarik kepalanya dan melepaskan ciuman panas yang baru saja mereka lakukan.

"Hah...Hah... Kriss..." Wajah Tao memerah sayu, dadanya naik turun menghirup udara sebisanya. Saliva yang mengalir melewati dagunya hingga leher mulusnya membuat Kris terbakar gairahnya sendiri.

Tak membuang waktu, Kris menyentuh belakang Tao dibalik kaosnya... mengelusnya lembut dan membelainya naik turun. Menyebabkan namja manis itu memekik nikmat sembari melengkukan badannya.

"Kriiishhh"

Kris mengabaikannya dan justru secara tiba-tiba menarik surai hitam Tao, membuat namja manis itu mendongak memperlihatkan leher jenjangnya.

Kris menundukan wajahnya, menghirup aroma yang menguar dari leher putih yang membuatnya menjilat bibirnya tak sabar untuk mencicipi tempat itu.

"Sshhhhs" lidah basah Kris terasa dipermukaan kulitnya, bermain-main dengan lembut hingga semakin intens menyesapnya dalam. Tao menggigit bibirnya pelan saat gigi Kris menandai lehernya, membuat hickey atau Kissmark yang tidak hanya satu.

Tak ingin membuat Kris kecewa, Tao dengan posisi duduknya menggunakan insting dan tangannya mencari letak sabuk jeans yang masih melekat ditubuh atletisnya, dan dengan cepat melepaskan kancingnya.

Sreetttt...

Tao menurunkan resletingnya, dan menyusupkan tangannya menyentuh milik Kris yang sudah mengeras sedari tadi.

"Oh astaga... Penismu besar" gumamnya.

Kris mendengarnya dan namja tampan itu tertawa "Tentu saja"

"Tsk, sok sekali"

"Aww –apa yang kau lakukan itu sakit" kaget Kris tiba-tiba, apalagi Tao meremas penisnya cukup keras.

"Hey Kris –handjob atau blowjob?" Tao mendongak, menatap Kris yang juga balas memandangnya kini.

Gelora nafsu diwajah namja tampan itu tak bisa disembunyikan dari wajahnya, membuat Tao yakin dia akan berhasil memuaskan namja ini.

"Terserah" balas Kris.

Tao tersenyum, dengan cepat Tao menarik tubuh Kris dan membuat keduanya berdiri ditepi ranjang. Celana yang dipakai Kris melorot hingga membuatnya telanjang dengan penisnya yang tegak mengacung dengan dialiri precum yang sudah sedikit demi sedikit keluar.

"Tampaknya kau benar-benar menginginkanku hm?" mendengar ucapan menggoda itu membuat Kris mendecih.

"Kau masih berpakaian lengkap"

"Kenapa? Ingin melihatku telanjang? Bersabarlah, i want to make you feel good First. So, just see and don't touch me okay?"

Bersamaan dengan ucapannya, Tao merendahkan tubuhnya sedikit menungging dan menempatkan mulutnya didepan penis besar Kris.

Terpaan napasnya yang terasa dipermukaan penisnya membuat Kris menggeram, "Berhenti main-main Tao, buka mulut dan julurkan lidahmu Suck it"

'Jangan ajari aku bodoh, 'milik'mu terlalu besar' umpat Tao.

Tao menyentuh milik Kris dengan lembut, menjulurkan lidahnya mengecap rasa asin dan pahit dari cairan precum itu –aroma khas dan efek kentalnya sama sekali diabaikan olehnya.

Huang Zi Tao mendongak keatas, mengacungkan penis Kris dengan posisi yang sedikit nyaman sebelum memasukannya kedalam mulutnya sendiri. Kris terdiam saat penisnya berkedut saat memasuki rongga mulut milik Tao, terasa lembab dan hangat.

"Nnnhhh... Uhhn"

'Ukh.. terlalu besar semoga muat' batin Tao lagi, sekarang Tao menyesal karena baru saja setengah masuk tapi penis milik Kris membuat rahangnya sakit.

Kris tak bergeming bahkan saat mata sayu namja manis dihadapannya menggoda, bagaimana cara Tao memaju mundurkan wajahnya –mengulum penisnya dengan lidahnya yang basah.

"Hnnn...mmpphh" Tao fokus pada batang kejantanan Kris dimulutnya dan terus memutar kejantanan Kris dengan tangan kirinya melakukan handjob memompa lebih naik turun menambah kenikmatan, tangan kanannya yang bebas digunakan untuk memainkan twinballnya yang menggantung.

"Hmmm" Nafas Kris yang terdengar berat membuatnya bersemangat, tangan kirinya mengocok setengah batang Kris yang tak muat ditenggorokannya. Tao terus menghisapnya bersemangat, kadang-kadang terbatuk saat ujung penisnya mengenai tenggorokannya.

"Ahhhnnn...akhhhh" Kris menarik lembut surai Tao, membuat namja itu kembali mendongakan wajahnya.

Keringat dan rona kemerahan diwajahnya membuat raut wajahnya semakin terlihat menarik,

"Masukkan lebih dalam lagi Tao"

Yang diperintah melototkan matanya, "Hnnn... thak...muatthh"

"Grrrrr" geram Kris tertahan, apalagi saat bagaimana Zi Tao berbicara membuat getaran yang terasa nikmat pada kuluman penisnya, sesekali Tao sengaja mengadukan gigi-giginya pada batang Kris dengan pandai tanpa membuatnya kesakitan.

"Yeahhhh~" erang Kris kenikmatan, menarik maju mundurkan kepala Tao seirama gerakan penisnya didalam mulut hangat itu.

'Sial, masih belum keluar' kesal Tao.

"..."

Kris yang menikmati kuluman itu terkejut setengah mati saat namja manis itu menggunakan sebelah tangannya yang bebas membuka kancing dan melorotkan celana hingga bokser yang dipakainya sendiri.

Penis yang menegang dengan ukuran yang masih dibawah Kris mulai dialiri precum dari ujungnya.

"Ugghh kauuh sudahh tegang ehhh" Kris menyeringai, matanya memandang lapar bagaimana merahnya dan bentuk mungil junior itu.

"..."

"Jangan menggigitnya Tao"

Tao melepas kulumannya, tak mengindahkan protes Kris justru tiga jarinya yang dikulumkan sebelum Tao kembali menggeseknya pada penis Kris yang basah dan dengan cepat memasukan penis besar itu kedalam mulutnya.

"Hmmmppphhh"

Tao mempercepat kulumannya, mengikuti ritme dari sodokan Kris dan tarikan rambut yang namja itu lakukan padanya.

"Engghhhh" Tao kembali menutup kedua matanya erat, badannya dilengkukan erotis saat sebuah jarinya memasuki lubang analnya.

Ketat dan panas.

"Kauuu... Amazing" puji Kris, matanya menyipit melihat bagaimana seorang Tao melumasi dirinya sendiri.

Benar-benar diluar prediksinya, namja ini sungguh berani dan sangat menantang membuat adrenalinnya terpacu.

"Akhhhh...Hnnnnmm" Tao mendesah tak karuan saat Kris memaju mundurkan kejantanannya tak beraturan, rahangnya semakin kaku dan mungkin mati rasa jika namja itu tak kunjung keluar.

Salivanya terus mengalir keluar tanpa sanggup dicegah.

Tao menambahkan jari telunjuknya, menusuk dalam menemani jari tengahnya yang lebih dulu merasakan kehangatan lubangnya sendiri. Sedikit kesusahan saat merasakan jarinya seperti terhisap, Tao kembali melenguh –bayangan akan apa nikmat dan sakit yang dideritanya apabila Penis Krislah yang memasuki lubang anal itu membuatnya terbakar gairah.

"Ennggghhh... Akkhhh"

Kembali menambah satu jari lagi hingga tiga jari memenuhi rektumnya, membuat gerakan memutar dan memperlebarnya disertai ringisan tak nyaman. Tao seolah merasakan bagaimana otot-otot manly penis Kris itu menyentuh prostatnya tepat dengan kasarnya, menusuknya keras dan ketat semakin cepat-cepat hingga dirinya memekik keenakan.

'Enngghh... lubangku benar-benar rapat, sudah berapa lama sejak terakhir kali ada penis memasuki' pikirnya asal.

Entah kenapa Tao menikmati tarikan rambutnya yang semakin kuat, tak memperdulikan rasa sakitnya lagi karena namja itu cukup yakin bahwa Kris akan sampai sebentar lagi. Dari tenggorokannya terdengar gumaman-gumaman yang tak dapat didengar Kris.

"Ahhhmmmm Khrriisssh" wajahnya yang memerah dengan sudut diujung matanya mengeluarkan air mata kenikmatan.

Akh.

SLURTPPPP...

Tao menarik napasnya panjang pendek disela Klimaks pertamanya, spermanya tumpah di lantai cukup banyak –cukup butuh beberapa detik hingga kejantanannya mulai mengecil sudah tak setegang tadi.

Rasa terpuaskan hanya dengan pikiran nakalnya sungguh dapat memuaskannya, gerakan tangannya didalam rektumnya pun sudah berhenti.

"Heh... Little Slut, cum tanpa aku sama sekali tidak menyentuhmu"

Matanya yang sayu membalas tatapan dalam Kris, penis didalam mulutnya mulai berkedut tak terkendali –tubuhnya pasrah saat Kris kembali menggerakannya maju mundur beberapa saat.

"!"

SLURTPPPP...

"Hnnn" Kris menggeram keras, melesatkan penisnya dalam-dalam hingga tertahan di ujung tenggorokan Tao. Spermanya muncrat didalam mulut manis itu tanpa dicegah, membuat Tao –namja manis itu menarik wajahnya cepat dan terbatuk akibat serangan mendadak bahkan wajahnya penuh dengan sisa cairan Kris yang masih mendesak keluar begitu pemuda itu menarik penisnya.

Cough.

Cough.

"Uhhuuuk... Uhhuukkh"

Sebagian sperma yang tertelan membuatnya melotot dan menggunakan tangannya untuk membersihkan sperma yang masih mengalir keluar dari dalam mulutnya.

Tao mendongak, menatap Kris dengan kekesalan yang sangat.

"Kauu... Cih, kalau ingin keluar setidaknya peringati aku dulu bodoh" sungutnya, menjilati sisa sperma.

Kris menatapnya, "Maaf".

Memutar bola matanya kesal Tao kembali mendecih, "Ternyata rasa sperma tak buruk".

Tao yang merasa dipandangi menoleh, "Kenapa memandangiku begitu? Wae? Seharusnya kau bersyukur karena baru kali ini aku memberikan service blowjob dan handjob pada partnerku bahkan hingga menelan spermanya"

'Well dan orang spesial itu lebih muda dariku' innernya.

Kris yang tadinya terkejut mau tak mau tersenyum lembut, menarik pinggang ramping Tao dan melemparkannya kembali keatas ranjang.

"Heyy" protes Tao kaget, terlebih anusnya sedikit berkedut karena jarinya yang masih menancap terlepas tiba-tiba. Celana serta boxernya ditarik lepas dan dibuang sembarangan keatas lantai, menyisakannya dengan sebuah kaos hitam yang menempel.

Tungguu... apa ituuu... Jantungnya berdebar saat Kris melebarkan pahanya... Oh astaga jangan bilang bahwa kini pemuda itu nekat memasukan penisnya sekarang jugaa. Bloody Hell... Tao tak yakin walaupun lubangnya sudah dilebarkan ditambah cairan sperma namja itu sendiri tapi For God's sake... Kejantanan Wu Yi Fan itu besar sekali.

Terbukti sudah, mungkin karena Wu dihadapannya ini mempunyai gen western alias luar negeri yang didapati dari Ibunya yang seorang kanada, dan membuat ukuran penisnya setara dengan ukuran big size sekelas aktor yaoi blue film seorang bule yang pernah diperlihatkan seorang rekannya dulu.

"Kau tahu aku merubah pikiranku beberapa detik lalu, bermain-main dengan tubuhmu mungkin menarik. Dan ini saatnya aku yang bekerja, nikmati saja Bitch"

"Krishh" Tao mendesah lagi, apalagi saat twinball miliknya tak sengaja beradu dengan batang kejantanan Kris yang mulai berdiri tegak.

'Ce-cepat sekali' batinnya horror.

"Kau siap?"

"Bisa kujawab Tidak?" balas Tao bosan, lubangnya terus berkedut apalagi nafsu sudah mulai menguasainya saat ini.

Kris tersenyum tipis, menggunakan tangan kanannya Kris memposisikan penisnya tepat didepan lubang rektum Tao. Tangannya yang bebas mengangkat kaki kiri Tao keatas hingga membuatnya menyamping, Tao menaruh sebelah lengan kakinya dibahu Kris yang basah karena keringat.

Perasaannya sedikit was-was.

JLEBB...

"Aku masuk" bersamaan dengan ucapannya, Kris melesakkan batang kejantanannya dengan cepat hingga masuk setengahnya.

"Arghhhhh" Tao memekik kesakitan dan nikmat, anusnya seolah terbelah akan tetapi euforia kenikmatan yang mulai sedikit dirasakannya semakin mendominasi. Kris menggeram nikmat saat miliknya terjepit oleh dinding rektum yang hangat.

Otot-otot didalamnya seolah memijat penisnya lembut dan menggairahkan, membuatnya menggeram sekali lagi saat benar-benar menusukan penisnya lebih dalam –memasukannya penuh tenaga hingga tepat mengenai titik prostat Tao.

"Arghhhh Krisshhh" Tao menggelinjang keenakan, perih dibarengi perasaan nikmat membuatnya seolah mabuk. Kepalanya sedikit terkulai lemas, seringaian puas dan bangga tercetak saat melihat bahwa Kris ikut menikmatinya.

"Kris, move it" pintanya, wajah sayunya sudah penuh keringat.

Sedangkan sang Wu sendiri dengan cepat menggerakan penisnya, sudah tak dapat menahan sensasi pijatan yang membuatnya menggila dan menginginkan lebih.

"Ahhnnn...Akhhh...Akhhh...Fhashterrr" Tao mengerang lagi, masih sedikit ngilu tapi diabaikannya.

"Ngghhh...Akhhh...Krisssshh"

Derit ranjang seirama dengan gerakan memompa yang penis Kris lakukan, erangan manis penuh nafsu yang dikeluarkan oleh pemuda manis dibawah Kris membuatnya menggila.

"Fuckkkk it harderr...Krisss... harderr...faster" wajahnya benar-benar memerah sempurna, mulutnya terbuka dan salivanya menetes, tubuhnya tersentak-sentak saat penis Kris mengenai titik sweetpotnya lagi. Tao meremas selimut Kris yang sudah acak-acakan.

"Hahh...Ngahhh...Ouuh inihh Nikmatt Krisssh..."

"Teruskann shitt... desahkan namaku" geram Kris, nafasnya semakin berat dan pemuda tampan itu sama sekali tak berniat menurunkan kecepatan gerakannya.

"Akkhh...Krisshh...Moreehh... lebihh dalam Krishh... lebih keras lagihh" seru Tao memejamkan matanya, penisnya semakin tegang dan rasanya ingin klimaks sekarang juga.

Tangannya bergerak menggenggam penisnya sendiri, memainkannya dan memaju-mundurkan... "Akhh...Krissh Kriss...teruss"

Kris tertawa dengan kabut nafsu, sama sekali tak berniat membantu Tao yang mencoba mendapatkan kenikmatan Klimaks keduanya. Pemuda tampan itu lebih tertarik menikmati ekspresi menggoda dan memohon dengan tetap menggenjot lubang namja manis itu.

'Sial' maki Kris saat perasaan nikmat dan terpuaskan benar-benar membuatnya ingin terus menerus memandangi namja manis ini.

Kaos yang masih dipakai Tao sudah basah berkeringat, dingin AC yang dirasakannya beberapa saat lalu saat memasuki ruangan ini sudah tak dapat dinikmatinya lagi. Hanya panas dan menggairahkan saja yang membuatnya menggeram nikmat.

"Kriissh...akuhh..."

"Ukh" Kris memegang erat sebelah kaki jenjang Tao yang melingkarinya, tanpa diduga oleh Tao namja itu menunduk dan menarik penis Tao yang hampir keluar dan menghisapnya menggunakan mulut.

Sedikit gerakan in-out dan akhirnya, "Akkkkhhhhhhh" Tao tak memperdulikan lagi bagaimana saat Kris menghentikan genjotannya di rektum –pemuda tampan itu ternyata berbaik hati membiarkan Tao menikmati klimaksnya bahkan sampai seorang Wu rela menelan spermanya.

Tanpa peduli betapa kusut dan berantakannya ranjang Tao melesakkan kepalanya, menutup kedua iris obsidian gelapnya dengan erat dan nafas yang tersenggal-senggal. Oh astaga... nikmat sekali.

"Hahhhh" Tao membuka matanya dan menarik napasnya tajam, irisnya membelalak saat melihat Kris dengan surai pirangnya yang basah tersenyum lembut apalagi jari jempolnya mengusap sudut bibirnya yang terdapat cairan kental putih yang dikenal Tao sebagai cairannya sendiri.

"Manis" ucap Kris santai, menjilati jarinya.

BLUSHH...

Tao menutup wajahnya dengan sebelah lengan dan tak urung sebuah senyuman penuh makna tersembunyi tanpa dilihat Kris.

"Ayo.. aku masih belum cum, panda"

Bersamaan dengan ucapannya, tanpa kode pemuda Wu itu menurunkan kaki namja manis itu dan membaliknya ke posisi menungging.

"Eunghhhh Krisss" desahan kembali terdengar dan Tao harus menelan ludahnya membasahi kerongkongannya saat penis Kris seolah memelintir rektumnya –bahkan Tao dapat merasakan panjang dan besar ukuran kejantanannya didalam.

"Ukhh" Tao memekik sedikit kesakitan, bagaimanapun posisi doggystyle benar-benar menumbuk titik rangsangan prostatnya.

"Ahhhhh Akhhh Kriss" Tao tak sanggup menumpukan tangannya yang seolah kehabisan tenaga, seks benar-benar menguras seluruh staminanya. Membuatnya menumpukkan kepalanya keatas bantal dan menyangga tubuhnya dengan kedua siku tangannya.

"Kriisss moreee...Akhh...Akhhh...Akhhh"

"Fuck" Libido Kris semakin memuncak saat mendengar desahan namja manis bernama Tao itu, gerakan maju mundur dan enjotan Kris semakin cepat. Kedua tangannya meremas bokong seksi yang terlihat menggiurkan, meremasnya lembut menghasilkan desahan lagi oleh pemiliknya.

"Akhhh...Akhhh..."

Tangan Kris dengan nakalnya memainkan twinball Tao dan meremasnya lembut, saking gemasnya pemuda WU itu bahkan menyentilnya berkali-kali tanpa ampun.

"Uhhh Shitt... Kriss... Akuuu ingin cum" kali ini Tao merasa wajahnya secara keseluruhan terbakar, bahkan cuping telinganya pun ikut panas. Sodokan Kris dan rangasangannya benar-benar membuatnya Gila.

Tao tak peduli jika disini terlihat dialah yang minta dipuaskan daripada namja tampan Wu itu.

Kris menggeram dan menarik pantat Tao mendekat, membuat gerakan maju mundur tak sabar dan keras membawa keduanya dalam lenguhan kenikmatan lagi.

"Tungguh akuh Tao... kita bersama"

JLEB

SLURTPPP

"Akkhhhhhhh..." desahan lega dan lengkungan manis yang Tao lakukan segera berlalu dan namja manis itu menjatuhkan tubuhnya diatas kasur, sudah tak sanggup lagi mengeluarkan tenaganya.

Klimaks ketiganya terasa lebih nikmat, menyenangkan dan luar biasa. Apalagi dindingnya terus berkedut dan menjepit penis Kris yang ikut mengalirkan cairan klimaks keduanya didalam.

Tubuh Kris ambruk menindihnya, membuat Tao sedikit pasrah karena berat badan Kris.

"Hahh... Hah..."

"Lain kali... kau berhutang untuk telanjang dibawahku Tao" bisikan Kris serta kuluman yang dilakukan ditelinganya membuatnya menggigit bibir, pikiran hati dan tubuhnya sudah cukup lelah dan tak ingin menggoda sang Wu yang ternyata mempunyai nafsu seks tinggi itu kumat lagi mesumnya.

Dia tahu apa yang dimaksud Kris karena memang Tao sama sekali belum membuka kaos yang dipakainya, Tao tersenyum lagi mengingat bahkan dia sampai Klimaks tiga kali tanpa nipplenya disentuh sedikit pun oleh Kris.

Kris Hebat.

"Hahh... Jadi? Kau menginginkanku eh?" ejek Tao, sedikit kesusahan mengontrol deru napasnya.

"Cih, tubuhmu. Ini hanya seks"

Tao menutup irisnya, "Ya... hanya seks"

Beberapa detik dalam keheningan,

"Keluarkan juniormu itu Kris" ucap Tao datar, masih menutup matanya.

"Hahaha ya ya"

Sret.

Tao menggigit bibirnya, walaupun sudah mengecil ternyata ditarik pun masih perih. Oh God... bagaimana nasib bokongnya setelah ini.

Kris bangun, tampak santai memperlihatkan tubuh sempurna dan ukiran atletisnya. Kulitnya putih lebih terang dibandingkan milik Tao yang sedikit gelap.

"Kau ingin mandi bersama?"

Tao menggeleng dan berusaha bangun, menahan perih pada lubang anusnya. Setelah berhasil berdiri Tao menunjukan jarum jam digital dikamar Kris,

"Pukul tiga pagi, aku harus mengurus pemindahanku pada rektor besok" jelas Tao, membuat Kris menyatukan alisnya tampak tidak senang.

"Jadi kau masih memiliki tenaga untuk kembali kekamarmu?"

"Ya, tentu saja. Aku itu Namja –Kris, selain seks tak ada hal lain yang harus kita –kau dan aku campuri oke? Lagian Rektor bisa saja marah padaku, dan Suho hyung sudah mengingatkannya padaku semalam"

Keduanya berhadapan, Kris memutar bolamatanya.

"Aku bisa memberitahu Suho, lagian Rektor sekaligus Ayah Suho itu pemilik Universitas ini"

Tao sedikit terkejut, "Benarkah?" padahal hatinya dongkol sekali, 'Kenapa jenderal Tan tidak memberitahuku'.

"Aku akan memberitahunya kau ditempatku jadi –"

Tiba-tiba Tao tertawa keras, sedikit membungkukan tubuhnya untuk memegang perutnya.

"Kenapa kau tertawa lagi?"

"Kau cerewet sekali Kris, apa ini sifat aslimu setelah kau sudah sama sekali tak dipengaruhi Alkohol sedikitpun" sembari berucap, Tao memungut Boxer dan jeansnya untuk dipakai.

"Aku tak akan mabuk, sudah terbiasa" kilahnya saat merasa diremehkan.

Tao yang kesusahan memakai celananya yang cukup ketat hanya membalas dengan gumaman saja.

"Kris, apa kau cukup dekat dengan Suho?" tanya Tao, namja manis itu lega berhasil mengancingkan jeansnya.

"Kenapa?"

Tao membungkuk mengambil cardigannya yang sudah tak karuan, apalagi beberapa cairan sperma menempel.

"Hanya ingin tahu, aku sedikit tertarik padanya err –maybe" ucapnya beralasan.

"APA?"

Tao melototkan matanya, "Kenapa kau berteriak, bodoh"

Kris mendecih kesal, "Apa kau juga akan terobsesi padanya heh? Jangan macam-macam, kami bersahabat dekat –Suho berpacaran dengan Lay. Mereka sahabatku, Tao –jangan mengotori mereka dengan tingkah slutmu"

Tao tersenyum manis, sama sekali tak terpancing hinaan Kris. "Lay? Apa itu Zhang Yi Xing?"

"Darimana kau tahu?"

Tao menggerakan telapak tangannya dan tersenyum, "Well –itu bukan urusanmu, Kris"

"Kau seharusnya memanggilku Gege"

Kali ini giliran Tao yang memutar bola matanya malas, "Di mimpimu"

"Nah –

Next time kita harus mempraktikan beberapa gaya sex baru Kris, dan sesekali terlibat percakapan panjang denganmu cukup baik. Sepertinya aku cukup penasaran dengan teman-temanmu, pacar temanmu, dan Lulu mu"

Cup.

Tao berjinjit dan mengecup bibir Kris, tanpa lumatan dan kembali menarik kepalanya.

"Aku harus pergi, segera bereskan kamar ini sendiri sebelum kau ketahuan melakukan Sex without Love dengan orang lain"

Tao menjauh dan membalikan tubuhnya,

Klek.

Membuka pintu, menoleh sedikit "Byeee" Wink~ dan memberikan kedipan menggoda pada pemuda itu.

Klek.

.

.

.

.

Tao yang sudah selesai mandi hampir pagi memakai piamanya dan menyetel alarm agar tidak asik ketiduran dan harus melakukan tugasnya sebagai mahasiswa.

"Well –syukurlah ketiga orang itu berhubungan dekat, aku hanya perlu mendekati Wu Yi Fan dan mendapatkan informasi dengan mudah dari mulutnya –sumber terpercaya and Ting! Laporkan pada Jenderal Han. Hn... Mengawasi mereka tanpa terikat, benar-benar mudah dannnnn nikmat." gumamnya sebelum tertidur.

Sebuah notebook dengan motif hitam putih terjatuh dari pinggir ranjangnya, posisinya terbuka pada halaman terakhir goresan tinta yang baru Tao tulis beberapa menit lalu.

Wu Yi Fan – Xi Luhan.

Oh Sehun.

XX Chanyeol dan kekasihnya.

Kim Joon Myeon a.k.a Suho dan Zhang Yi Xing a.k.a Lay.

.

.

.

.

To be continued

Oke ini chapter ketiganya readers, baru satu hari tiba tapi Zi Tao ku sudahhhh T.T uh, benar-benar deh... Author jadi bingung ama itu panda *lol*

Buat yang penasaran see you next chapter bebeb :*

Author udah ngantuk T.T ngepost ini udah ga dicheck ama typo(s)nya lagi, panjangnya ini segini dulu yaa :p lebih panjang dari dua chap kemaren pastinya.

Dengan hadirnya chapter ini akhirnya author memberi acungan ribuan jempol 'like' buat author lain yang sanggup membuat sebuah fanfic dengan rated M. Oh maaaaaa Gosh! Benar-benar menguras tenaga, waktu, jiwa, dan pikiran #Plak #Abaikan.

Maafkan author, kali ini dengan tangan terbuka author menerima kritikan pedas asal membangun untuk kedepannya hihihi #efek_menyerah.

Badan author lagi panas dingin pas ngetik NCnya, jadi salahkan Kris dan Tao yang membuatnya berantakan. Pura-pura amnesia ama moment sedih mereka diluar sana, tutup mata, tutup telinga dan abaikan segala macam rumor dan pra kontra. Percayalah pada Kris a.k.a Wu Yi Fan akan cintanya pada Huang Zi Tao.

Kristao or Fantao whatever... they're EXIST.

Welcome new readers {} Welcome old(?) reader's yang sudah menyempatkan diri mengfavoritkan atau memfollow FF BoY ini.

Deep bow to Silent Readers.

Okeeee pleasee... gimme some review ne?! Nasib kelanjutan fanfic author berada ditangan kalian readers *modus*.

.

Special thanks to :

ochaken : Ceritanya kelam yah T.T sama kayak pikiran eonni deh, pelukcium *kitasejiwa*

BabyMingA : Sama ding -_- aura Kris agak hihihi, maklum lebih dewasa umur Tao kalii *uhuk* mau jadi militer mau jadi hokage(?) takdirnya udah Uke bebeb :*

Juniel Is A Vampire Hybrid : Maafkan daku eonnie T.T ide ceritanya seperti itu *modus* {}

rizkyamel63 : done dear ^^

ShadowCrush : Terima kasih dongsaengnya noona yang cakeps #abaikan, ternyata emang bener typo, saking begonya dan baru ngeh 'Business'.

unique fire : Ohh benarkah?! Hohoho mari kita nistakan WuYiFan bersama Kkkekeke~

Nasumichan Uharu : Gomawo dear :* sipp Chapter 3 done.

Hanyoung Kim : Chapter Three is here, see you next chapter dear {}

junghyema : Nah loh anak polos(?) ngapain tanya2 urusan luhan-kris loh :p

chijari : umur mereka udah author tulis diauthor note chapter dua kemarin dear ^^

taoxxxtao : Nahhh sekarang adegan anu(?)nya udah ada loh kkkeke~

wereyeolves : ^^

sjhhktht : Bakal rumit? Entahlah *authorkabur*

NaughtyTAO : Semoga mereka jatuh cinta benerannn ya dear *amin* semoga halangan rintang badai tak mendera(?) kkkeke~

wulandari. apple : gpp dear {} kamu review aja authornya udah senang *uhuk*

TKsit : *uhukkk* secara Zi Tao lohhh :p Ehemm gomawo udah suka cerita author {}

coffe latte : gpp dear {} setidaknya kamu udah nyempatin review disini hiksseu T.T soo, bagaimanakah chapter ini?! kkkeke~

AulChan12: Yehet too~ udah update chapter3nya... kkekeke~ Kris lebih menang dikit urusan ranjang(?) mau mayor kekk... hokage(?) kek... ujung2nya Tao uke bebeb xD

futari chan : Yehett... makasih Futari –chan {} see you next chapter yaa {}

Young Minn Kim : Udah dilanjut chingu {} hope u like it ^^

EganimEXO: okee memang sepertinya update chap ini cukup lama -_-

MaiMae : secara refleks sih iya :') kaget aja liat orang yang katanya(?) adiknya dalam keadaan berantakan seperti itu. kalau pikiran Tao sendiri entahlah author sendiri tidak tahu #nahloh?! -_-

Couphie: huhuuhu senangnya... makasih sudah menyenangi(?) fanfict ini dear {}

Yuuhee: Annyeong Yuuhee –ya {} gomawo sudah meninggalkan jejak, Next chapternya sudah hadir... silahkan menikmati :* see yaa~ next chap.

Kirei Thelittlethieves : Donee dear {}

krisTaoPanda01: Heyyy you *soraksorak(?)* author bawa adegan rape nih :p

ShinJiWoo920202: pertanyaanmu terjawab, rape scane bahkan hadir tepat setelah last reviemu terakhir kkekeke~ author kagok sendiri ama perasaan Tao ke Luhan -_- hanya seorang Zi Taolah yang mengetahuinya :p *kabur*

Xyln: Huaaa kamu bakal lebih potek lagi pas baca diatas kan? Apalagi ternyata si naga pacarnya rusa malah selingkuh maen belakang(?) ama Panda kakak tirinya Naga -_-

pandazitao6 : eungg makasihhh {} udah dilanjut ^^

Hwangyiu : iyaa makasih {} nextnya udah kan dear {} see you next chap.

dreamers girl : *ommonaaaa, apa si tao malah sayang ke lulu? Kyaaaaaa* uhhukkk... *authorr kabur dan ga mau jawap :p*

Hyera Wu : wahhh Hyera Wu... ini sudah dilanjutkan kkekeke~

TM : TM –ssi, kita sehati sejiwa seraga(?) okee author yang ngetik aja panas(?) pas bikin adegan KrisHan #ditabok_KrisHanShipper... hihihi tenang... ada panda diantara naga dan rusa :p

Baekhyunsama : setujuuu... darah lebih kental daripada air hihihihi... makasih udah mereview yaa dear {} see ya next chap.

RomoKris : Udah dilanjut bebebbb {} see ya next chap.

driccha : sumpah demi kamu(?) udah dilanjut bebebb {} see ya next chapnya hihihihi *Taoris punya masa lalu ya?* uhukkk *author kabur dan tidak menjawab*

Kriwil : huuuahhh? Masaaa? Jadi terharu :') makasihhh... yeap dear... aku emang lebih suka make karakter Tao yang rambutnya masih hitam :p seksi cakep manis manly(?)

parkdwarf : hahaha sama author suka moment Tao membully Chen kkkekekeke~

ChiTao : Hahaha... ceritanya emang melenceng deh dear -_- abisnya aku ide awalnya emang dari itu pilem bollywood tapi pasti beda dong linestorynya hihihi.

Khasabat04 : Kris mode ON malah Tao ikutan ON Double ON banget hhihihihi :p

BubbleBbuing1 : T.T maafkan mengecewakanmu dear... author emang kadang kerja otaknya suka error... pengen banget bikin kisah rumit zitao-wufan dan berharap miracle(?) biar mereka bersatu selamanya hihihi... terima kasih sudah mereview hehehe {}

peachpetals : hohoho Tao kena karma grgr nyuekin si kkamjong, nahhh kalo ada Tao author ga' menjamin KrisHan akan bertahan lama *modus* hihihihi

el : udah dilanjut yaa dear {} see you next chap hihihihi

YuRhachan : yang ini udah dilanjut dear, makasih loh udah ngebaca #hidup_KTs {}

Haru3173 : Yeahhh~ kamuu yaa kamu readers baru yang membuat saya menangis haru *lebay* terima kasih sudah menyukai karya2 authorr hiksseu T.T hihihi penasaran ? Silahkan menunggu hingga ceritanya ini tamat *author kabur* kkekeke~

sycarp : wadehhh Tao ikutan liar ke Kriss hihihihi {}

NiarHyunbin : T.T huhuhu kemarin kesalahan teknis selama beberapa hari... jadinya XOXO gagal diproduksi dan terpaksa author harus mengantrinya dibagian belakang dan melanjutkan ff lainnya Hiksseu T.T tenang aja sudah dalam proses hampir seluruh FF author sekarang jadi staytune dan tetep check notif emailnya yaaa {} :*

Ps : Maaf apabila ada penname yang salah penulisan dan lebih fatalnya lagi apabila author lupa mencantumkan nama kalian T.T