Muscle and Brain

Drabble antara Luffy dan Nami dalam berbagai macam situasi

Disclaimer: One Piece milik Oda

Rating: K+

Pairing: LuNa

Genre: Friendship, Romance

Setting: Chapter 602

"Uwahhh...F...F...Franky...Kau..." teriak Luffy ke arah Franky yang telah memodifikasi tubuhnya sedemikian rupa.

"Tunggu Luffy. Aku tahu apa yang kau rasakan, tapi simpan saja untuk nanti. Kita diberi tahu kalau Kapal Marine mulai mendekati kapal kita!" Nami berusaha menahan Luffy yang masih tak bergeming menatap Franky dengan penuh kagum.

Tiba-tiba saja para kru dikejutkan dengan suara ledakan yang membuat kapal sedikit oleng dan mereka langsung menyadari bahwa Sunny sedang diserang. Pertemuan kembali kru Topi Jerami menjadi ricuh. Belum sempat mereka melepaskan kerinduan, tiba-tiba saja para kru dikejutkan dengan kedatangan Marine yang telah lama mengincar kedatangan mereka. Tanpa basa-basi lagi, para kru Topi Jerami bersiap-siap meninggalkan Shabody menuju Fishman Island dengan suasana kacau-balau. Jangkar diangkat, layar dikembangkan, senjata di kapal disipakan dan para kru menyiapkan kuda-kuda untuk mempertahankan diri dari serangan Marine.

"Oh tidak...Mereka sudah berada di jarak tembak!" teriak Usopp di tengah kepanikan kru SH saat bersiap-siap untu kabur dari Marine.

"Tembak! Tenggelamkan mereka!" terdengar teriakan dari arah kapal Marine. Saat itu juga puluhan bola peluru melayang ke arah Sunny, membahyakan kapal dan seluruh kru SH.

"Slave Arrow!" terdengar teriakan perempuan di tengah aksi bombardir yang dilakukan Marine ke arah Sunny. Tapi tanpa diduga, bola peluru tersebut gagal mencapai target dan berubah menjadi batu. Bola-bola peluru itu pun tenggelam ke dalam lautan menimbulkan rasa lega di antara para kru dan sebaliknya, rasa kesal dirasakan pihak Marine.

"Tunggu! Berhentilah menembak!"

Sebuah kapal besar dengan aksen ular berlayar di depan perahu Marine. Posisi perahu tersebut yang memblokade perahu Marine membuat semua orang terkejut tak terkecuali kru Topi Jerami. Siapapun bisa menyimpulkan kalau kapten di kapal tersebut berusaha melindungi kru Topi Jerami. Siapa dia? Apa alasannya?

"Itu...simbol Kuja", kata Robin usai mengamati perahu tersebut dengan seksama.

"Kuja? Kelompok bajak laut kuat yang hanya beranggotakan perempuan? Bukankah bajak laut Kuja dipimpin oleh Pirate Empress dari Sichibukai?" tanya Nami penasaran.

"Wah...Terang...Sangat bercahaya. Kecantikannya tidak ada batasnya! K-Kenapa ada Sichibukai di sini?" teriak Brook yang kelihatan sangat terpana melihat kecantikan Hancock.

"Sichibukai? Siapa dia? Dia adalah perempuan paling cantik yang pernah aku temui!" Usopp pun tak kalah histerisnya saat ia melihat sosok Hancock melalui teropongnya. Sanji seharusnya menjadi orang pertama yang berteriak kegirangan melihat sosok Hancock, tapi belum sempat ia mengeluarkan sepatah katapun, tubuhnya telah berubah menjadi batu.

Luffy yang sedari tadi sibuk melindungi Sunny, langsung terdiam sesaat mengamati tingkah para krunya yang tengah mengagumi Hancock. Luffy mengangkat kedua alisnya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Hei Usopp", teriak Luffy memanggil teman berhidung panjangnya. Usopp melepaskan teropongnya dari matanya dan berbalik ke arah Luffy.

"Ada apa Luffy?"

"Apa kau tadi sedang bercanda?"

"Huh...apa maksudmu?"

Luffy lalu melihat Nami sesaat, membuat Nami dan kru lainnya memasang muka bingung.

"Aku heran Usopp. Kenapa kau dari tadi tidak menyadarinya? Perempuan paling cantik di dunia itu ada di kapalku sendiri. Shishishishi..." kata Luffy masih tidak melepaskan pandangannya dari sosok Navigatornya.

"Eh...?" teriak seluruh kru minus Sanji dan Robin bersamaan. Sanji berdiri membatu dengan posisi yang masih sama, meneropong Hancock yang tengah sibuk membackup kru Topi Jerami. Robin hanya tertawa kecil melihat situasi tersebut. Kru yang lain menunjukkan ekspresi shock, seolah-olah tidak percaya dengan pendengaran mereka.

Sedangkan Nami...Muka Nami langsung memerah dan mulutnya menganga. Ia terkejut dengan perkataan kaptennya sendiri dan ia benar-benar tidak tahu harus berekasi apa. Luffy masih saja tertawa dengan ceria di hadapan Nami seolah ia sedang menikamati rasa kikuk yang dialami navigatornya. Sesaat dunia di sekitar kru Topi Jerami berhenti berputar. Sejenak mereka 'harus' menikmati suasana baru yang Luffy hadirkan di tengah serangan para Marine yang berniat menangkap mereka.