YOU

Kuroko no Basuke—Fujimaki Tadatoshi

Male!Reader x Haizaki

Warning, FF ini berisi crack pairing. Dan maafkan Rena kalau readernya terasa agak melambai—semua karena faktor Abang Reo yang berputar di kepala Rena.

BTW, sudah masuk chapter ketiga! Akankah naik rating? Semoga nggak XD

QAQ

READERS POV

"Hei, (Name)."

"A-pa?"

"'Main', yuk."

"Eh? Maksudmu?" Aku menelengkan kepalaku, tak mengerti. "Ya, 'main' seperti yang la—"

KRIETT~

"Ada yang lihat snack-chin?"

Krik. Krik. Krik.

"ARRGGHHH! DASAR TITAN PENGGANGGU!" teriak Haizaki frustasi. "Memang aku salah apa, Zakichin?" tanya Murasakibara datar. "Kau! Kau mengganggu private time-ku! Dasar Titan!" seru Haizaki. Eh, apa katanya? Private Time? Dia gila, ya? "Apaan, sih? Zakichin iri, ya, gara-gara kalah tinggi?" tanya Murasakibara. "Heh, aku ini sudah tinggi, tahu! Dasar Titan!" Haizaki sewot. "Berisik! Kuhancurkan kau nanti! Aku mau main sama snack-chin aja! Zakichin jelek! Pendek! Kontet!"

"Gue gak kontet!"

"KONTET!"

"Heh!"

"KONTET-CHIN!"

"Gue..."

"KONTET!"

"..Nggak..."

"KONTEEEETTT!"

"...KONTET! GUE GAK KONTET DASAR TITAN!"

"ZAKICHIN KONTET-CHIIIIIINNN!"

"BERISIK!"

Akhirnya aku teriak. Haizaki dan Murasakibara kompak tercengang. "(Name)chin mirip iblis," gumam Murasakibara ngeri. "Maksudmu Akashi?" tanya Haizaki. "Iya. Memang di tim kita siapa yang paling mirip iblis? Akachin, 'kan?" sahut Murasakibara polos. "Mending mirip iblis daripada mirip TITAN," sindir Haizaki dengan sepenuh hati. "Mending Titan daripada Kontet!" sewot Murasakibara. "Yang kontet itu Akashi sama Tetsu!" kata Haizaki. "Mending mereka daripada Zakichin! Waktu di kantin, gara-gara Zakichin, aku jadi dimarahin sama Midochin! Mana Zakichin waktu itu mau ngambil jatahku!" seru Murasakibara. "Biarin! Suka-suka, dong!" sahut Haizaki.

"Aku mau pergi saja," kataku datar, lalu berbalik pergi. "Ya sudah, aku awalnya hanya ingin mengambil snack-chin, kok. Terus, ke sekolah Murochin," sahut Murasakibara tak acuh. "Mau apa ke sekolah Himuro?" tanya Haizaki dan aku serentak. "...mau 'main'."

Krik. Krik. Krik.

"HUWAAAAAATTTT?!"

Murasakibara juga?! MURASAKIBARA?

"Ya udah, aku pergi dulu, Zakichin, (Name)chin~" kata Murasakibara seraya berjalan pergi. Aku menatap punggung Murasakibara yang menjauh. Rambut ungunya yang terurai(?) indah(?!) berkibaran diterpa angin.

Untuk kesekian kalinya, hanya aku dan Haizaki yang tersisa disini. Haizaki menghela napas lega, aku mengembuskan napas kesal. "Akhirnya, Titan Gila itu keluar juga...," gumamnya pelan. Dia lalu menatapku lekat-lekat, membuatku jengah.

"Apa?" tanyaku ketus. "Kalau semakin diperhatikan, kau menggoda juga," sahutnya sambil menjilat ibu jarinya, kebiasaan Haizaki yang menjijikkan(buatku). Wajahku seketika memerah. "A-apa maksudmu?! Dasar Hentai!" kataku. "Maksudku... Kau sangat menggoda. Kira-kira bagaimana rasamu, ya?" gumamnya sambil memegang bahuku. Wajahku semakin memerah. "Kalau begini, tidak ada yang lihat, 'kan? Jadi kita bisa 'main' sepuasnya," kata Haizaki seraya memegang kedua pipiku dan—

"Apa yang kalian lakukan?"

—Momoi menatap kami dengan pandangan aneh. Tatapan kagum ala fujoshi(eh), bingung, dan ngeri bercampur jadi satu di wajah gadis itu(tolong jangan dibayangkan). "Mo-Momoi-san... Ini tidak seperti yang kau lihat... Sebenarnya..." Aku berusaha menjelaskan namun kehilangan kata-kata. Saat aku mencoba menjelaskan, Haizaki mengambil kesempatan ini dan langsung mencium bibirku.

"KYAAAAAAA!"

Jeritan Momoi bergema ke seluruh sudut gym. Wajahnya memerah dan tersenyum lebar. Matanya berbinar bahagia. Aku berusaha menjauhkan Haizaki, tapi dia terlalu kuat. Oh, bukan. Aku yang terlalu lemah.

Satu menit kemudian, Haizaki menjauhkan kepalanya dariku. Sambil menyeringai, dia menatapku puas. "Rasa capuccino, ya," gumamnya pelan. "Kau kurang ajar!" desisku. Tanganku terangkat dan mengayun dengan kecepatan penuh—

PLAKK!

Tangan kananku berhasil menampar pipi kanan Haizaki. "You, SICK PERSON!" seruku. "Oi, oi, jangan bicara dengan bahasa alien, Bodoh," kata Haizaki. "Bahasa alien apanya?! Itu Bahasa INGGRIS! Yang bodoh itu kau! Bahasa Inggris seperti itu saja tidak tahu! Apa saja kerjamu, hah?! Tidur?!" bentakku. "Memang. Kalau Bahasa Inggris, aku selalu tertidur," jawab Haizaki jujur.

Ba Dum Tss.

PLAKK!

"Matilah kau!"

"AAARRRGGHH!"

QAQ

HAIZAKI POV

Sakit... Sekali.

Ditampar orang itu sakit(ya iyalah).

Aku terus menggerutu seraya menempelkan plester ke pipi kananku. Percaya atau tidak, (Name) sukses membuat pipiku mengeluarkan darah. Pemuda kurus seperti itu... Kekuatannya besar sekali. Mengerikan. Apalagi saat melihat raut wajahnya. Cocok jadi Iblis III, saudara Iblis I(baca: Akashi) dan Iblis II(baca:Nijimura).

Oke, mari kembali ke pembicaraan. Aku malas membahas silsilah Keluarga Iblis Teikou.

Maka, di rumahku ini, aku terpaksa mengurusi pipi kananku yang berdarah, hasil tamparan seorang (Fullname).

Ngomong-ngomong, (Name) ternyata memiliki sisi iblis. Dia pernah menamparku dan menendangku. Yah, mungkin saja itu pembalasan dendamnya. Dia 'kan pernah kupukuli. Tak kusangka, setelah kupukuli, anak itu jadi menyeramkan. Apa pukulanku membuat sistem tubuhnya berubah? Apa mungkin—

'Kore ga mirai da to iu nara isso
Yarikirenai asu o tebanashite
Koe no kikoenai basho ni hitori de iyou~'

[JIN ft. Lia, DAZE]

Sial! Kenapa ringtone handphone-ku berubah?! Ini pasti kerjaan si Setan Cilik itu! Sewaktu di gym, dia merampas handphone-ku seenak jidatnya! Ya! Pasti dia!

Aku langsung menyambar handphone-ku dan mengangkatnya.

"Ha—lo?"

"Hmm. Halo. Siapa?"

"(Name)."

"Hoo. Ada apa?"

"Ano, maaf."

"Eh?"

"Tamparan itu. Maaf."

"Tumben kau meminta maaf."

"Yah, Ayano-san dan Shintaro-san memaksaku untuk mengatakan itu padamu."

"Hoh, begitu. Baiklah, akan kumaafkan kalau besok kau datang ke rumahku."

"Kau mencurigakan, tapi baiklah."

PIP.

Aku menutup telepon sambil menyeringai. Lihat saja, aku akan buat perhitungan dengannya—di tempat ini. Hehehe.

QAQ

ESOK HARINYA...

Pukul 05.00 AM. Masih pagi. Aku baru saja selesai mandi. Sehelai handuk menutupi bagian bawah tubuhku yang eksotis(Rena: Idih, memuji diri sendiri.. Dasar narsis!). Aku mengambil kaus berwarna hitam dan celana pendek berwarna putih dari lemari di kamarku, lalu menuju ke ruang tengah untuk memakai baju. Ingat, aku tinggal sendiri, jadi tak masalah mau berganti baju di rumah. Saat aku hendak menghempaskan tubuhku ke sofa, aku baru sadar—

"(Name)? Apa yang kau lakukan di rumahku?"

"Lah, kau sendiri yang menyuruhku ke rumah—" (Name) terdiam sejenak, lalu menatapku lekat-lekat dengan wajah memerah ala bishoujo. Biasalah, (Name) 'kan termasuk salah satu bishounen, jadi dia terlihat manis—

"PAKAI BAJUMU."

"Hee? Kenapa?"

"Itu memalukan."

"Sudahlah. Kita 'kan sama-sama pria, jadi tidak masalah, 'kan?"

"Bukan itu alasannya!"

"Hei, (Name)."

"A-apa?"

Aku mendorongnya sampai ke pojokan, lalu menyentuh kedua pipi mulusnya(padahal dia pria, kok bisa ya?) dengan tangan yang masih basah.

"Ha-Haizaki..."

Kudempet tubuhnya erat-erat supaya dia tidak bisa melawan. Dia itu lemah, jadi dia tidak akan bisa menahanku untuk tidak melakukan apapun.

"Hentikan..."

Aku tidak menyahut, malah mendekatkan bibirku ke bibirnya, memberikan kecupan singkat. Kemudian aku menarik mukaku untuk melihat reaksinya.

Anak ini semakin terlihat seperti perempuan. Bibirnya bergetar, pipinya memerah, dan air mata mulai berkumpul di sudut matanya.

"Kau..."

Aku menyeringai, lalu menyambar bibirnya lagi. Lebih intens.

Untuk hari ini, aku akan membuatnya mempertanggungjawabkan tamparannya padaku tempo hari. Aku tidak akan ragu.

To Be Continued

Akhirnya... Fiuh.

Maafkan Rena yang baru bangun dari hiatus! Otak Rena macet mendadak, jadi bingung mau nulis apa TT^TT

Akhirnya Mukkun nongol juga—meski hanya sbentar :P

REPLY:

Arata Yuu: Karena NijiHai udah mainsetrum, dibuatlah inovasi terbaru :v

Tsukuro Reiko: Sabar Nak #digaplok

sasamiajeng: Readernya UKE. UKE. Sekali lagi, UKE. Diulang agar lebih dramatis, UKE. Paham nak? #ditendang

Shiroi Twin: Semenya Haizaki. Jaki. Zakichin. Haizakicchi. ? #dibakar

Sabila Foster: Hem, saya setuju. Yak. #dibacok

Dedeknya Abang Niji: Naik rated? Moga aja #digampar

Btw, Bishounen itu cowok yang cantik(mirip cewek), bangsa-bangsanya si Sakurai gitu... #dishoot Sakurai

Kalau Bishoujo itu cewek cantik. Kalau Rena mah cewek yang diragukan jenis kelaminnya...

See you!