"Kau…"
I Want To Become An Angel, I Want To Meet Her
.
.
Kuroshitsuji©Yana Toboso
.
.
Chapter 2 :
"SEBASTIAN MICHAELIS…. MENGAPA KAMU BERDIRI SAJA? CEPAT DUDUK DI KURSI MU!" bentak Madam Red
Sebastian yang dari tadi hanya berdiri saja langsung kaget. Siapa yang mengira kalau guru sepolos itu bisa membentak seorang murid. Sedangkan murid-murid yang lain hanya tertawa saja melihat Sebastian dibentak untuk pertama kalinya oleh sang guru. Lalu, Sebastian pun cepat-cepat duduk ke tempat duduknya karena kursinya itu bersebelahan dengan perempuan yang tadi memanggilnya.
"Hey, Sebastian" panggil sang perempuan yang ada disebelahnya
"Ada apa?" jawab Sebastian.
"Temui aku diatap pada saat istirahat" kata sang perempuan
"Baiklah" jawab Sebastian.
Bel istirahat pun berbunyi. Banyak anak-anak yang pergi ke kantin, tapi ada juga yang memilih untuk pergi ketempat lain atau tetap dikelas dan suara inilah yang membuat Sebastian merasa malas.
"Hhh… sepertinya aku memang harus bertemu dengan perempuan itu dan aku memang memiliki banyak pertanyaan untuk dia" keluh Sebastian.
Saat melihat ke arah kursi yang ada disebelahnya, ternyata perempuan itu sudah tidak ada. Dengan terburu-buru, Sebastian pun langsung keluar dari kelas dan berlari ke atap.
Ciel's POV
Aku menunggu Sebastian diatap sambil melihat kearah langit. Saat itu juga, aku mengenang saat-saat pertama kali bertemu dengan dirinya.
Saat itu aku melihat seorang iblis yang sangat tampan melalui sebuah cermin. Aku pun langsung jatuh cinta pada iblis itu, karena aku merasakan hal yang berbeda dari iblis itu. Tapi, perbedaanlah yang tidak bisa menyatukan diriku denganya. Aku adalah malaikat sedangkan dia adalah iblis.
"hhh… sudahlah, selama apapun kau mendambakannya kau tidak akan bisa bersamanya" kata salah satu temanku. Aku hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan itu, tapi setidaknya aku masih bisa mengawasinya dari surga
Suatu hari, iblis itu datang kehadapan Tuhan dan mengatakan dia ingin menjadi malaikat agar bisa bersama dengan malaikat berambut kelabu panjang dan bermata biru yang seperti langit. Satu-satunya malaikat yang berciri-ciri seperti itu hanyalah…. AKU. Dalam sekejap perasaan yang amat senang datang pada diriku. Tapi, Tuhan memberikan syarat kepada iblis itu.
Syarat itu adalah dia akan hidup di dunia manusia dan menjalani beberapa rintangan. Setelah itu, sang iblis diubah wujudnya dan diturunkan ke bumi. Aku yang menyaksikan itu sangat ingin membantunya.
Lalu, setelah berpikir untuk waktu yang cukup lama, aku memutuskan untuk pergi ke hadapan Tuhan untuk berbicara dengannya.
"Wahai tuanku, izinkanlah hamba mu ini menjadi orang yang memberikan rintangan untuk iblis itu. Izinkanlah hamba mu ini untuk membantunya"
Tuhan pun mempertimbangkan permintaan ku dan akhirnya dia menyetujuinya.
"Baiklah, saya akan mengizinkan kamu berbuat sedemikian. Tapi ingat, kamu tidak boleh menggunakan kekuatan mu untuk mengubah iblis itu sebelum waktunya dan kamu akan saya turunkan ke bumi dengan wujud manusia. Jika kamu memakai kekuatanmu untuk membantu iblis itu, maka saya akan mengubah mu menjadi iblis dan iblis itu tidak akan pernah menjadi malaikat"
Aku yang mendengar hal itu langsung kaget. Aku tidak ingin hidup dalam api, aku ingin hidup sebagai malaikat yang melayani Tuhan. Aku tidak ingin menjadi pengkhianat.
Maka aku mengiyakan syarat-Nya. Wujud ku pun diubah dan aku langsung diturunkan ke bumi.
Setelah sampai di bumi, aku pun langsung mencari sosok iblis itu. Di dunia manusia namaku menjadi Anastasya Cecilia Phantomhive. Tapi, saat aku sedang berjalan-jalan sosok itu pun muncul dihadapanku secara tiba-tiba. Aku pun hanya berpura-pura tidak tahu dan bertanya padanya.
"Mhmm… maaf anda siapa? Mengapa anda tiba-tiba ada didepan saya?"
"Kamu manis ya. Siapa namamu?" tanya iblis itu yang aku ketahui namanya yang sekarang adalah Sebastian Michaelis.
"Namaku Anastasya Cecilia Phantomhive" jawabku sambil tersenyum.
"Boleh ku pangil Ciel?" tanyanya
Aku yang mendapatkan pertanyaan seperti itu hanya bisa malu tapi, untungnya aku bisa menyembunyikan rona itu.
"Boleh" jawabku singkat
Lalu, aku pun harus pergi karena mendengar suara panggilan dari Tuhan.
"maaf tapi saya sedang terburu-buru. Mungkin kita bisa bertemu lain waktu. Sebastian Michaelis" jawabku dengan tenang.
Dia yang mendengar hal itu hanya bisa kaget. Sedangkan aku pun pergi dari hadapannya.
Saat sedang mengenang saat-saat itu, Sebastian pun datang dengan tampang yang seperti kelelahan karena berlari. "Kukira dia tidak akan datang" kataku dalam hati.
End of Ciel's POV
.
.
Normal POV
Sebastian pun langsung mendekati perempuan itu. "Ada apa Ciel?" tanyanya. Perempuan itu adalah Anastasya Cecilia Phantomhive. Dia adalah perempuan yang pernah ditemui Sebastian.
"Aku ingin membicarakan sesuatu dan ini sangat penting" kata Ciel tegas
"Baiklah" jawab Sebastian dengan tenang.
"Pertama-tama aku akan memperkenalkan diriku secara sah. Aku Anastasya Cecilia Phantomhive penerus perusahaan Funtom Co. tapi itu hanya berlaku di dunia ini. Jati diriku yang sebenarnya adalah malaikat yang ditugaskan Tuhan untuk membantumu" jelas Ciel.
Sebastian yang mendengar hal itu hanya bisa bengong. "Jadi perkiraan ku selama ini benar, kalau Ciel itu adalah malaikat yang selalu ku awasi" pikirnya dalam hati.
"Lalu, Tuhan memberi mu tugas. Tugas mu adalah membantu manusia berjalan ke arah yang benar. Kamu hanya harus membantunya. Karena setiap manusia akan berubah bukan karena orang lain melainkan niatnya. Ini adalah rintangan pertamamu sebelum kamu benar-benar menjadi malaikat" jelas Ciel.
"Baiklah, aku akan menerima tugasku. Walaupun sekarang aku masih menjadi iblis tapi demi malaikat itu dan Tuhan, aku akan melakukannya" jawab Sebastian tegas.
"Bagus, karena sekarang bel masuk sudah berbunyi ayo kita masuk ke kelas" ajak Ciel.
Mendapatkan ajakan seperti itu dari malaikat yang ia cintai, Sebastian pun menerima ajakannya. Tapi ada satu hal yang tidak mereka sadari. Dari awal mereka berbicara seseorang dengan sayap hitam mengawasi setiap pembicaraan mereka.
"Ternyata, temanku yang satu ini ingin menjadi malaikat ya? Hanya demi seorang malaikat perempuan itu? Cih… aku harus membuat Lucifer kembali ke jalan sebelumnya. Jalan kegelapan"
Lalu, orang itu pun menghilang. Terbang ke neraka untuk membicarakan hal ini pada teman-teman yang lainnya. Mereka benar-benar tidak sudi jika Sebastian atau Lucifer lebih memilih Jalan Cahaya daripada Jalan Kegelapan.
"Aku akan sangat menantikan saat-saat malaikat itu disiksa oleh para iblis…"kata orang itu sambil tertawa.
Fiuh... chapter selanjutnya sudah di update...
Capek juga ternyata
Seperti biasa kalau ada salah typo...mohon dimaklumi
Kyknya ceritanya agak sedikit bertele-tele... tapi yasudahlah udh terlanjur kebuat plus ke update mau diapaain lagi -_-"
dan plus gue ini (loh? knp jd gue?) msh agak sedikit tidak terlalu pintar dalam makanya masih banyak kata yang ngk diketahui
Readers : Kenapa lo buat ni cerita kalau kyk gitu?
Author : ya namanya juga nyoba-nyoba. Plus ini cerita tiba-tiba datang ke otak gue pas gue lagi di kamar mandi *loh?*digampar readers*
Karena males nge-check 2 kali so...kalau ada yang salah atau apalah tolong dikasih tau ya.
Karena author baru yang satu ini agak buruk dalam hal tata bahasa yang baik dan benar.
Sekian kata penutup yang non-jelas plus gaje dari saya.
Mind to review?
