.

Namjoon menatap tajam Jungkook yang sedang duduk sambil menundukkan kepalanya, Jungkook terlalu takut melihat wajah marah sang kakak sedangkan Sehun terlihat tenang di sampingnya, tangan namja itu menggenggam erat tangan Jungkook

" untuk apa kau pergi ke Incheon? Dan kenapa tidak memberitahuku? " tanya Namjoon dingin

" mian oppa.. " jawab Jungkook sangat pelan

" dan kau? Untuk apa kau mengajak adikku kesana? " ucap Namjoon geram pada Sehun. Sehun memandang Namjoon tanpa ekspresi membuat Namjoon semakin emosi jika saja Seokjin tidak menahannya, namja pucat bernama Oh Sehun ini sudah mati ditangannya

" aku hanya ingin mengajaknya jalan-jalan hyung, kami baru saja menyelesaikan ujian semester selama seminggu dan aku rasa tidak ada salahnya aku mengajak Jungkook jalan-jalan ke tempat yang agak jauh "

" lalu kenapa tidak memberitahuku?! Kau pikir kau siapa bisa bebas mengajaknya kemana pun kau mau?! " bentak Namjoon

" yeobo.. tenanglah. Ingat tekanan darahmu " Seokjin mengelus lengan suaminya

Namjoon berbalik menatap Seokjin " tenang?! Kau menyuruhku tenang?! Kau tidak tahu betapa khawatirnya aku mendapati apartemen adikku kosong dan dia sedang pergi bersama namja yang bahkan tidak ku ketahui namanya dan kau menyuruhku tenang?! "

" itu sudah terjadi yeobo.. lagipula sekarang Jungkook sudah kembali " Seokjin berusaha menenangkan Namjoon yang sedang dikuasai amarah. Pagi ini mereka berencana sarapan di apartemen Jungkook namun betapa terkejutnya pasangan suami istri Kim itu ketika mendapati apartemen Jungkook kosong, saat Seokjin bertanya pada Junhong teman Jungkook yeoja bermarga Choi itu pun tidak tahu Jungkook pergi kemana dan emosi Namjoon semakin menjadi-jadi ketika resepsionis memberitahu jika Jungkook terlihat keluar bersama Oh Sehun jam 9 malam

" akhiri hubungan kalian " ucap Namjoon dingin

Jungkook terkejut " mwo? "

Namjoon menatap Jungkook dan Sehun tajam secara bergantian

" akhiri hubungan kalian dan mulai sore ini kau akan kembali ke rumah Kookie "

" yeobo.. itu berlebihan "

Namjoon mendelik " apanya yang berlebihan? Keputusanku ini sangat wajar "

Air mata Jungkook mengalir sedangkan Sehun tetap pada posisinya semula. Bersandar di sofa putih milik Jungkook dan menatap Namjoon dengan wajah tanpa ekspresinya

" oppa.. Kookie mohon tarik kembali ucapan oppa.. Kookie tidak ingin berpisah dengan Sehun oppa, Kokkie sangat menyayangi Sehun oppa " isak Jungkook

Seokjin memegang lengan Namjoon " yeobo sebaiknya.. "

" tidak ada yang perlu dibicarakan lagi yeobo. Ayo kita pulang dan kemasi barang-barangmu Kookie, aku akan menjemputmu sore nanti "

Namjoon bangkit dari sofa dan meraih kunci mobil serta ponsel yang diletakkannya diatas meja, bersiap untuk meninggalkan apartemen Jungkook

" aku mohon.. tolong tarik kembali kata-katamu hyung " Namjoon yang hendak membuka pintu pun menghentikan gerakannya lalu berbalik. Disana Oh Sehun berlutut persis di belakang Namjoon dan menundukkan kepalanya

" aku sangat mencintai Kookie dan aku minta maaf telah membawanya pergi tanpa ijin hyung tapi aku memohon dengan sangat pada hyung " kalimat Sehun berhenti karena merasa tenggrorokannya tercekat

" tolong cabut kembali kata-kata hyung " sambung Sehun dengan suara sedikit serak

" oppa.. " Jungkook menatap Sehun tidak percaya, namja dengan harga diri tinggi seperti Sehun sekarang berlutut di depan kakaknya dan memperjuangkan cinta mereka

Namjoon menatap Sehun yang terus berlutut dan menunduk, di sebelahnya Seokjin menatap Sehun tidak tega. Bagaimana dia tidak mempunyai perasaan seperti itu, setengah jam yang lalu Sehun baru saja dihajar habis-habisan oleh Namjoon. Namja blonde pucat itu memukul, menendang bahkan membanting tubuh Sehun ke aspal ketika namja berkulit pucat itu keluar bersama Jungkook dari mobilnya dan sekarang dengan kondisi tubuh terluka parah bahkan Seokjin yakin tulang rusuk Sehun retak

" oppa.. kumohon.. " Jungkook ikut berlutut di hadapan Namjoon. Memohon pada kakak satu-satunya. Jungkook sangat menyayangi Sehun

" jika kau membuatnya terluka aku akan membunuhmu Oh Sehun " setelah berkata seperti itu Namjoon menarik tangan Seokjin dan keluar dari apartemen Jungkook. Sementara itu Sehun mengucapkan terima kasih meski tidak didengar Namjoon, dia lalu memeluk Jungkook erat

" gomawo oppa, jeongmal gomawo "

.

" Jungkook " sapa Jongin ketika melihat Jungkook duduk sendiri di sebuah kafe

Jungkook menoleh dan tersenyum " Jongin oppa "

" sedang apa kau disini? Kau datang sendiri? "

" dia datang bersamaku " suara Sehun membuat mood Jongin menjadi buruk. Dia berbalik dan mendapati sosok berwajah datar yang paling dibencinya

" Sehun oppa sedang menservis mobilnya di bengkel tak jauh dari sini jadi sambil menunggu kami berdua datang kesini " jelas Jungkook

Sehun lalu duduk disamping Jungkook dan menatap Jongin tajam

" oh.. baiklah, aku pergi "

" eh oppa tunggu.. " Jungkook menahan Jongin membuat Jongin menyeringai senang dan Sehun berwajah masam

" ada apa Kookie? "

" bagaimana jika oppa bergabung bersama kami? Aku sudah lama tidak minum kopi bersama oppa "

" baiklah jika itu maumu " Jongin duduk di depan Jungkook

" aku pikir kau adalah orang yang sangat tahu diri dan dugaanku salah, kau orang paling tidak tahu diri yang pernah kutemui "

" oppa.. "

" yak Oh Sehun! "

" wae? Ucapanku salah? Apa sebutan untuk orang yang bergabung bersama pasangan yang sedang kencan? Pengganggu tidak tahu diri "

Jongin bangkit dari kursinya wajahnya merah padam menahan amarah " brengsek kau Oh Sehun! "

Sehun juga ikut bangkit dari kursinya. Dia sangat tidak menyukai Jongin karena namja itu menempeli kekasihnya seperti ulat bulu " kenapa? Kau tidak terima? "

" sudahlah oppa " Jungkook memegang tangan Sehun

" maafkan aku, kami permisi oppa " Jungkook menarik tangan Sehun yang sedang menyeringai pada Jongin keluar dari kafe

.

Sepanjang perjalanan pulang tidak ada satu pun dari mereka yang berniat memulai pembicaraan. Jungkook kesal pada Sehun yang sudah membuatnya malu dengan mulut lancangnya sedangkan Sehun kesal pada Jungkook yang memanggil Jongin untuk minum kopi bersama mereka, seharusnya Jungkook tahu jika Sehun sangat tidak menyukai Jongin

Pintu lift terbuka dan Sehun menyuruh Jungkook untuk masuk hanya dengan isyarat mata. Melihat wajah marah Sehun membuat Jungkook sedikit takut, dia tahu jika Sehun sedikit temperamental. Sehun melewati lantainya, Jungkook menekan password kamarnya dengan hati-hati. Setelah pintu terbuka Sehun buru-buru menariknya masuk lalu menghempasnya di sofa, Jungkook sedikit meringis namun terdiam karena sekarang Sehun sedang menatap tajam dirinya, kedua tangan Sehun berada di kedua sisi tubuhnya

" untuk apa kau memanggil Jongin? Kau ingin cari perhatian dengannya? " tanya Sehun dingin dan dalam. Tangannya mencengkram pinggiran sofa, mengurung tubuh mungil Jungkook

Jungkook menggeleng " Kookie tidak bermaksud seperti itu oppa "

" lalu? Kau tahu, aku kesal dengan kedekatan kalian. Kau pikir aku tidak tahu kalau kalian sering bersama di ruang olahraga? "

" i..itu karena dia datang bersama Jongup oppa lagipula kami tidak duduk berdua. Ada Junhong, Baekhyun dan Kyungsoo "

Sehun menempelkan dahinya ke dahi Jungkook " aku takut Kookie.. aku takut kehilangan dirimu.. aku bahkan tidak tahu bagaimana hidupku jika kau menghilang dariku.. aku mohon tetaplah bersamaku dan jangan tinggalkan aku "

Jungkook memeluk Sehun, membawa namja yang dicintainya itu ke dalam dekapannya. Mencoba menenangkan dan mengusir segala pikiran buruk yang ada di kepala blonde terang kekasihnya itu

" Kookie tidak akan meninggalkan oppa.. Kookie janji.. " mendengar hal itu Sehun tersenyum dia lalu mengecup bibir Jungkook, membawanya ke dalam ciuman panas yang menuntut dan berakhir di ranjang Jungkook dengan kondisi full naked

.

" selamat datang kembali nona, saya sangat senang anda kembali ke Korea " ucap seorang pria paruh baya pada seorang yeoja berumur 19 tahun

Yeoja bertubuh mungil itu melepas kacamata dan memperlihatkan sepasang mata rusanya, dia melihat ke sekitar dan menghirup udara sebanyak mungkin

" aku merindukan tempat ini "

" apa nona ingin segera pulang atau ingin ke suatu tempat? "

" antarkan aku ke tempat Sehun bersekolah " perintah yeoja itu

" baik nona "

.

Jungkook menatap masam pada motor Sehun sementara Sehun memberikan sebuah helm berwarna putih padanya

" kenapa hari ini bawa motor? Kookie tidak suka naik motor "

Sehun terkekeh lalu memakaikan Jungkook helm " kau lupa kalau mobilku sedang diservis? Tenang saja, hanya hari ini dua jam lagi aku akan mengambil mobilku "

" huh.. naik motor itu dingin oppa.. Kookie tidak suka dingin " Jungkook mempoutkan bibirnya lalu naik ke atas motor

" ini pakailah " Sehun menyerahkan jaketnya pada Jungkook

" lalu oppa? "

" aku baik-baik saja, udara dingin tidak terlalu berpengaruh padaku "

" arraseo. Antarkan aku ke restoran Jinnie unnie "

Jungkook memakai jaket Sehun. Sehun pun menyalakan mesin motornya dan meninggalkan halaman sekolah. Dia tidak menyadari jika ada sepasang mata menatapnya kesal dan cemburu

" cari tahu siapa jalang yang bersama Sehun, akan kupastikan dia menyesal mendekati dengan Sehun "

.

Sehun terpaku melihat sosok yeoja yang berdiri tepat di depan pintu apartemennya. Dia baru saja mengantar Jungkook dan kembali ke apartemennya kemudian mendapati yeoja mungil dengan mata mirip rusa dan bibir merah menggoda, yeoja yang membuat dunia Sehun jungkir balik dan yeoja yang membuat Sehun patah hati dan hampir gila ketika yeoja itu pergi meninggalkan Sehun

" Sehunna.. " panggil yeoja itu sambil tersenyum. Bahkan setelah membuat Sehun seperti ini dia masih bisa menampakkan diri di depan Sehun. Sehun melangkah dengan langkah gemetar, otaknya mengingat kembali semua memori manis yang pernah terjadi antara dirinya dan yeoja di depannya

" Luhanie noona.. "

Luhan langsung menghamburkan pelukan ke tubuh Sehun " bogoshipoyo Sehunna.. jeongmal bogoshipoyo "

Sehun marah, kesal, dan benci pada yeoja yang sedang memeluknya. Luhan meninggalkan dirinya ketika dirinya punya segenap cinta untuknya, Luhan membuat dunia Sehun jungkir balik dan Luhan juga yang membuat dunia Sehun runtuh. Sehun ingin mendorong, menampar bahkan memaki Luhan lalu menyuruh yeoja itu pergi dari kehidupannya namun Sehun tidak bisa melakukannya. Sehun balas memeluk Luhan, mencium surai coklat madu milik Luhan, menghirup aroma vanilla yang keluar dari tubuh Luhan, aroma yang selalu membuat dirinya tenang dan nyaman

Sehun merindukan saat-saat seperti ini, dimana Luhan memeluknya namun semua kenangan indah di otak Sehun hilang seketika diganti dengan wajah Jungkook di saat Luhan melepaskan pelukannya

" aku sangat merindukanmu Sehunna.. apa kau merindukanku? "

Sehun menatap mata Luhan dan menggeleng membuat yeoja itu mengeluarkan ekspresi kecewa " noona bertanya apakah aku merindukan noona? Tidak. aku sangat merindukan noona hingga aku berhenti bernafas ketika melihat noona kembali "

Luhan kembali memeluk Sehun " kau memang tidak pernah berubah Sehunna.. "

Sehun melepaskan pelukannya dan membuka pintu apartemen, mempersilahkan yeoja yang berusia 2 tahun lebih tua darinya masuk terlebih dahulu tanpa menyadari bahwa Jungkook melihat semuanya dari ujung lorong kemudian sedang menangis di pelukan Junhong

" bagaimana jika kita pergi membeli buble tea? " ajak Sehun

Luhan tersenyum lalu mengangguk kecil. Malam itu Sehun dan Luhan segera menuju kedai tempat mereka biasa membeli buble tea. Sepanjang perjalanan mata Luhan menatap jalanan Gangnam yang selalu ramai. Sehun memarkir mobilnya di depan sebuah kedai buble tea di kawasan Hongdae

" selamat datang tuan dan nona, ingin pesan sesuatu? " tanya pelayan itu ramah

Luhan baru saja akan memesan namun Sehun mendahuluinya " dua buble original"

" kuenya? " tanya pelayan itu lagi

" satu chese cake dan satu rainbow cake "

" terima kasih, pesanan anda akan datang 10 menit lagi " ucap pelayan itu lalu meninggalkan Sehun dan Luhan

" kau masih mengingatnya? "

Sehun mengangguk " tentu noona, bagaimana aku melupakannya jika dulu setiap hari kita selalu kesini dan memesan menu yang sama "

.

Jungkook membanting pintu apartemennya kasar setelah Junhong masuk

" wae? Apa dia tidak tahu jika hati Kookie sakit? " isak Jungkook, yeoja itu segera menghempas tubuhnya ke sofa. Dia bahkan menolak ajakan Seokjin untuk makan malam karena dia ingin makan malam bersama Sehun

Junhong duduk di sebelahnya dan membelai surai hitam Jungkook " sudahlah Kookie, mungkin ini tidak seperti yang kau pikirkan.. setelah dia pulang tanyakan saja padanya "

" tapi Junhongie, yeoja itu terlihat dekat sekali dengan Sehun oppa.. bagaimana jika yeoja itu selingkuhan Sehun oppa? Kookie tidak mau Sehun oppa meninggalkan Kookie " Jungkook kembali menangis

" kau bisa menanyakannya pada Sehun jika dia sudah pulang, sekarang coba hubungi Sehun dan tanya dia sedang berada dimana "

Jungkook mengangguk lalu menelpon Sehun namun Sehun tidak menjawab teleponnya membuat Jungkook melempar ponselnya ke karpet dan kembali menangis

.

Jungkook terbangun dari tidurnya, dilihat jam di atas meja sudah menunjukkan pukul 10 malam. Dia bangkit dari ranjang dan berjalan menuju dapur karena merasa haus, Jungkook tersenyum ketika melihat meja makannya dipenuhi makanan. Junhong menyiapkan makanan untuknya sebelum dia pergi, ada sebuah sticky notes berwarna kuning di samping mangkuk sup

Makanlah, aku tidak ingin kau sakit. jangan menangis lagi, kau terlihat jelek dengan mata yang bengkak

Besok bicarakan baik-baik dengan Sehun. Mian meninggalkanmu, Jongup oppa tiba-tiba menelpon

Junhong

Jungkook tersenyum membaca pesan di sticky notes, dia mulai memanaskan sup buatan Junhong karena dirinya sudah kelaparan. Saat selesai memanaskan sup bel apartemennya berbunyi, Jungkook mengerutkan keningnya mengira-ngira siapa yang datang semalam ini dia tidak sedang memesan makanan delivery dan jika itu kakaknya dia akan langsung masuk karena Namjoon maupun Seokjin tahu password apartemennya

Jungkook menaruh sup tersebut di atas meja dan berjalan ke pintu, dia sedikit menunduk untuk memeriksa intercom dan betapa terkejut dan kesalnya dia karena Sehun telah berdiri di depan pintu apartemennya. Ponselnya yang berada di dapur berdering karena sebuah panggilan dari Sehun namun Jungkook mengabaikannya, tak lama sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya

From : uri chagi

Kau dimana? aku di depan apartemenmu

Jungkook mencibir

To : uri chagi

Tidak usah mengurusku, urus saja yeoja yang pergi bersamamu sore tadi

From : uri chagi

Miane chagi, kita harus bicara

Jungkook berjalan menuju pintu depan dan menatap layar intercom

To : uri chagi

Katakan saja

From : uri chagi

Aku tahu kau ada didalam, aku tidak akan pergi dari sini sebelum kau membuka pintu

" terserah "

Dia lalu kembali ke dapur dan makan malam disana, setelah dia selesai makan malam, dia duduk di depan tv dengan sekotak salad buah dan segelas jus jeruk. karena penasaran Jungkook melihat layar intercom untuk memastikan apa Sehun masih ada disana atau tidak dan betapa terkejutnya dia melihat Sehun masih ada disana. Namja itu duduk di depan pintu apartemennya, Jungkook merasa dirinya jahat sekali membiarkan Sehun di depan dengan cepat dibuka pintu apartemennya

" masuklah oppa "

Sehun tersenyum lalu bangkit dari duduknya dan langsung memeluk erat Jungkook " miane chagi "

" sebaiknya kita masuk dulu oppa " kata Jungkook

" yeoja itu hanya temanku, dia baru kembali dari Cina " jelas Sehun. Sekarang dia sudah duduk di sofa putih milik Jungkook dengan secangkir coklat panas ditangannya

" jinjja? dia bukan selingkuhan oppa? Lalu kenapa dia memeluk oppa? "

Sehun menggeleng " bukan chagi, dia teman oppa sejak kecil namanya Luhan noona "

Jungkook menarik napas lega, segala pikiran buruk dikepalanya perlahan hilang dia lalu memeluk Sehun, menyandarkan kepalanya ke dada Sehun

" baguslah, Kookie senang mendengarnya "

" kau cemburu hm? " Sehun memainkan rambut Jungkook

Wajah Jungkook memerah " Kookie cemburu dan kesal oppa "

Sehun mengecup singkat pipi putih Jungkook " kau menggemaskan Kookie "

" Kookie tahu itu "

Ting.. pintu apartemen Jungkook terbuka dan masuklah seorang namja bersurai blonde pucat dengan sebuah kotak kecil di tangan kirinya. Namja itu mendelik tidak suka melihat Sehun berada di apartemen adiknya selarut ini

" oppa.. Kookie miss you " Jungkook bangkit dari sofa dan berlari memeluk Namjoon. Kakaknya baru tiba setelah tiga hari berada di Jepang

" selamat malam hyung " ujar Sehun sopan

" oppa bawa sesuatu untukmu " Namjoon memberikan kotak yang sejak tadi dipegangnya

" apa ini? " tanya Jungkook saat menerima kotak tersebut

" buka saja " Namjoon mengecup dahi Jungkook dan mendelik tajam pada Sehun

" untuk apa kau disini? "

" aku hanya menemani Kookie "

" wah.. gomawo oppa " Jungkook segera memeluk sambil sesekali mencium pipi Namjoon. isi kotak kecil yang dibawa Namjoon adalah kunci mobil

" nde sayang, mobilnya ada di basement 2 nomor 25 "

Namjoon melirik Sehun yang masih duduk disofa " ini sudah larut, sebaiknya kau pulang tidak baik terus berada disini "

Sehun tersenyum " baik hyung, aku pulang dulu "

Jungkook melepas genggamannya pada Namjoon dan memeluk Sehun " hati-hati oppa "

Saat Sehun hendak mengecup dahi Jungkook, Namjoon segera menarik Jungkook

" cepatlah pulang, kau terlihat lelah "

Sehun memutar bola matanya " baik hyung "

.

Jungkook bingung melihat ada dua orang namja serta seorang yeoja di depan kamar apartemennya, Junhong yang bersamanya juga kebingungan

" maaf, kalian siapa? kenapa berdiri di depan pintu apartemenku? " Jungkook bertanya sesopan mungkin

" apa kau yang bernama Kim Jungkook? " tanya yeoja itu lalu membuka kacamata hitamnya dan membuat Jungkook dan Junhong terkejut. Yeoja ini yang bersama Sehun kemarin

" nde, ada apa? "

" aku tidak ingin basa-basi, aku ingin kau menjauh dari Sehun-ku selamanya "

" m..mwo? "

" aku dan Sehun akan segera menikah, kami sudah dijodohkan sejak kecil dan sekarang kami akan menikah setelah Sehun lulus jadi jika kau masih punya harga diri maka aku memintamu untuk menjauh dari Sehun-ku "

Air mata Jungkook menggenang Junhong menepuk bahunya dan berusaha menenangkan Jungkook sambil menatap tajam Luhan

" aku tahu kau yeoja pintar dan berpendidikan jadi aku tidak perlu meminta untuk kedua kali, permisi " Luhan berbalik dan meninggalkan Jungkook serta Junghong

" Junhong-ie.. ottohke? Appo.. neomu appo.. " Jungkook terduduk dan menangis sambil memegangi dadanya

" uljima Kookie.. sebaiknya kau tanyakan pada Sehun "

" bagaimana jika apa yang dikatakan yeoja itu memang benar? Bagaimana jika memang benar Sehun oppa dan dia akan menikah? "

" jika itu terjadi maka kau harus meninggalkannya Kookie, tunjukkan pada yeoja itu jika kau punya harga diri "

" Kookie tidak bisa meninggalkan Sehun oppa, Kookie sangat menyayangi Sehun oppa Junhong-ie.. Kookie menyayangi Sehun oppa sampai terasa sakit disini "

" tenanglah Kookie.. ayo kita masuk "

Jungkook menggeleng " tolong antarkan Kookie ke rumah Namjoon oppa, Kookie ingin memeluk Namjoon oppa sekarang "

.

.

TBC

RnR please