BIG EVENT HUNHAN INDONESIA
.
.
PRESENT
I WILL JUST LOVE YOU MYSELF BY OCTAAERIN
MAIN CAST:
OH SEHUN
XI LUHAN
CAST:
BYUN BAEKHYUN
PARK CHANYEOL
D.O KYUNGSOO
KIM JONGIN
PARK SUNHEE
SUPPORT CAST: OTHER EXO MEMBER
CATEGORY: GENDERSWTICH FOR ALL UKE
GENRE: HURT/COMFORT, ROMANCE, FRIENDSHIP
RATE : M (MATURE)
SUMMARY:
JANGAN PERGI, JANGAN TINGGALKAN AKU, KAU TIDAK PERLU MENCINTAI DIRIKU, BIARKAN AKU YANG MENCINTAIMU, BISAKAH WAKTU DIULANG KEMBALI, DISAAT DIRIMU MASIH MENCINTAIKU?
.
.
.
TYPO (S)
DONT BASH ME
DONT LIKE DONT READ
(SO, IF YOU DONT LIKE THIS FF JUST GO AWAY. I REMIND YOU)
CRITIC AND SUGGESTION ARE PERMITTED
HAPPY READING
...
Mencari kebebasan salah satu cara untuk menghilangkan stres. Itulah yang sedang dilakukan yeoja manis ini. luhan. luhan sedang berada di atap sekolah sore itu, sebelum sebentar lagi akan memasuki kelas tambahan hingga larut malam. Duduk dekat pagar besi pembatas dengan menatap ke langit yang kini sudah berubah menjadi jingga pertanda matahari akan meninggalkan dirinya saat itu. Perlahan luhan menutup matanya dan membiarkan angin sejuk yang menyapu tubuhnya saat itu. Mungkin dengan cara itulah, dirinya akan lebih tenang menghadapi hari-harinya setelah ini, esok dan seterusnya.
Luhan merasakan tapakan sepatu yang mengarah kearahnya saat ini. perlahan ia membuka kembali matanya tanpa membalikkan tubuhnya. Siapa yang berani mengganggu ketenangan dirinya saat ini. bukankah murid yang lainnya sedang menikmati waktu istirahat mereka di kantin? Kenapa ada orang yang datang kemari? Batin luhan. huh, menyebalkan. Kala luhan ingin membalikkan tubuhnya, ia mendengar suara seseorang itu memanggil namanya.
"luhan-ssi, " panggilnya.
Suara itu..
"wah, tumben sekali anak sepertimu berdiam diri diatap sekolah yang mana tidak boleh diinjak oleh setiap murid disekolah ini."
"..." luhan tetap terdiam.
"apa yang membawamu kemari luhan-ssi?"
"..." tidak ada jawaban
"ahh, tampaknya kau tidak akan menjawabku. Aku akan duduk disini. Dan jangan menggangguku karena ini adalah tempatku. Kembalilah ke duniamu, kelas ,perpustakaan atau apalah itu."
"..." luhan tetap terdiam
Luhan cukup lama terdiam, hingga ia kembali tersadar karena deringan suara ponselnya yang menandakan bahwa ia harus masuk kelas saat itu juga. Ia menatap seseorang yang tertidur itu dan kemudian berjalan menuju pintu untuk turun ke ruang kelasnya.
...
Malam ini, luhan tidak fokus pada materi pembelajaran yang dijelaskan oleh lim seonsaengnim dan memilih untuk melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Mencoret buku, menatap kedepan, mencoret-coret, menatap keluar jendela, mencoret-coret, menatap kedepan kembali. 3 hal yang menjadi kebiasaan luhan malam itu. Entah kenapa ia malas sekali belajar untuk saat ini. ini adalah hal langka bagi luhan. karena ia hampir tidak pernah tidak fokus saat pembelajaran berlangsung.
Luhan, menatap jam yang melekat di pergelangan tangannya. Jam menunjukkan pukul 07.50, dan itu artinya 10 menit lagi kelas akan berakhir. Ia sedikit menampilkan senyumannya karena sebentar lagi akan bertemu dengan kasur kesayangannya. Kriiinggg...
Bel berbunyi. Luhan membereskan bukunya dan sesegera mungkin pulang. Ia tersenyum cerah. Kyungsoo yang melihatnya pun ikut senang. Karena sedari tadi ia terus memperhatikan luhan yang tidak ada mood sama sekali. Dan jika dibandingkan dengan sekarang, itu lebih baik.
Kyungsoo meraih tangan luhan dari belakang, dan berjalan disamping luhan hingga kedepan gerbang sekolah. Ia juga menampilkan senyumannya ke luhan. awalnya mereka mampir sebentar ke kelas sunhee. Tapi mereka tidak menemukan sunhee. Dan memutuskan untuk berjalan ke depan gerbang sekolah, karena mungkin saja sunhee sudah dijemput oleh orangtuanya.
"kyungsoo-ya, aku pulang duluan ya." Kata luhan sembari melambaikan tangan dan berjalan menjauh dari kyungsoo saat ini. luhan pulang sendiri, karena kyungsoo dijemput oleh appa nya.
"ya, hati-hati luhan-ah" balas kyungsoo sambil melambaikan tangannya.
Luhan menaiki bus yang bertujuan ke arah rumahnya. Ia duduk di dekat jendela dengan satu kursi yang kosong disebelahnya. Ia menatap keluar jendela, entah kenapa seketika ia merasakan kesedihan dalam hatinya. ia merasa masa lalunya kembali terputar dalam memorinya.
Flashback
"eomma, hari ini appa akan pulang kerumah kan?" kata luhan.
"ya sayang. Kenapa?" balas eommanya.
"tidak. Aku hanya memberikan kejutan buat appa. Besok kan hari appa, jadi aku akan membuat kado untuknya. Appa pasti suka." Balas luhan.
"baiklah, besok kita akan masak yang enak untuk appa." Sahut eommanya.
Luhan hanya menampilkan senyum manisnya yang ditanggapi dengan senyuman hangat dari eommanya.
...
Tring... tring...
"ne, yeobeoseyeo"
"..."
Ibu luhan menjatuhkan gagang telepon setelah mendapatkan panggilan.
Luhan yang melihat eommanya sontak langsung berlari ke arah eommanya.
"eomma, kenapa?" tanya luhan, sambil memeluk eommanya.
"a... ap... appa" balas ibu luhan terbata-bata.
"appa?, kenapa appa?" tanya luhan lagi.
"a...a...appa" kata ibu luhan lagi dengan airmata yang sudah mengalir dari matanya.
"appa, kenapa eomma?" bentak luhan.
Luhan memeluk eommanya erat dan tanpa sadar luhan pun menjatuhkan airmatanya, hingga beberapa saat kemudian ada beberapa petugas yang membawa luhan dan ibunya ke rumah sakit. Luhan tidak mengerti dengan apa yang terjadi dan membiarkan petugas itu membawa mereka dan menjelaskan kepada luhan nantinya.
Rumah sakit.
Petugas membawa luhan dan ibunya keruangan depan ruangan tindakan. Ibu luhan hampir pingsan kalau saja petugas itu tidak menolong ibunya dan mendudukkan ibunya disalah satu kursi tunggu. 15 menit menunggu akhirnya, dokter keluar dari ruangan tersebut dan meminta maaf kepada keluarga luhan. ibu luhan menangis histeris dan menjerit sejadi-jadinya. Luhan yang tidak tahan dengan kondisi seperti itu, akhirnya menanyakan kepada dokter yang berdiri didepannya.
"dokter, appa dimana?" tanya luhan.
"oh. Kamu yang sabar ya anak manis."kata dokter itu.
Luhan yang merasa tidak mendapat jawaban, akhirnya menanyakan kepada dokter itu kembali dengan suara yang meninggi, "appa dimana?"
Dokter itu mengusap kepala luhan dan mengatakan kalau appa nya sudah tenang di alam sana. Dan ia juga akan tetap bersama luhan. luhan menangis karena ia tidak mengerti maksud perkataan si dokter. Ibu luhan dibawa beberapa perawat untuk ditenangkan sementara luhan dibawa oleh perawat yang laiinya untuk ditenangkan juga.
Malam itu, ibu luhan dan luhan dihadapkan pada pahlawan mereka yang sudah terbujur kaku diatas tempat tidur. Ibu luhan kembali meneteskan airmatanya namun kali ini lebih tenang. Luhan yang melihat pemandangan didepannya sontak langsung berlari menuju appa kesayangannya. Ia mencoba memegang tangan appanya dan berbicara kepada appanya, tapi tidak ada jawaban.
Ia terus berbicara hingga akhirnya ia mengucapkan " selamat hari ayah, appa"..
Beberapa perawat yang melihatnya menangis terharu karena perlakuan luhan.
"kata dokter appa sudah tenang disana. Dan appa juga akan selalu bersama luhan. benarkan, appa?" "appa, luhan sudah menyiapkan surprise untuk appa. Luhan membuat lukisan appa, eomma dan luhan. luhan akan memberikan untuk appa besok. Semoga appa suka ya."
Flashback end
Luhan meneteskan airmatanya setelah mengingat masa lalunya. Ia kembali mengingat appanya, ketika kyungsoo mengatakan bahwa ia akan dijemput appa nya sepulang sekolah. Luhan menatap keluar jendela dengan airmata yang belum dapat berhenti, hingga seseorang tiba-tiba duduk disampingnya. Luhan yang merasakan adanya pergerakan disampingnya, akhirnya memutuskan untuk menghapus airmatanya dengan terburu-buru dan bersikap seperti biasa.
Luhan melirik kesampingnya untuk melihat siapa yang duduk disampingnya. Dia namja pikir luhan. namja itu memakai pakaian yang sangat menutupi tubunya menurut luhan. topi, jaket, jeans dan sepatu. Ia tampak seperti perampok, batin luhan. tapi ketakutan luhan memudar setelah namja itu mengatakan bahwa dirinya bukan perampok.
Sontak luhan kaget dan membalikkan tubuhnya mengarah pada namja itu. Apakah namja ini bisa membaca pikirannya, batin luhan. luhan kembali menatap keluar jendela dan membuang segala firasat buruk. Jangan berpikiran yang tidak-tidak, aku tidak seburuk itu, kata namja itu lagi yang membuat luhan semakin takut. Akhirnya ia turun dengan terburu-buru ketika bus itu berhenti di halte dekat rumah luhan. "aku berharap kita akan bertemu lagi," kata namja itu sambil tersenyum kearah luhan ketika luhan membalikkan tubuhnya dan melihat namja itu.
Luhan sempat terdiam, dan ketika bus akan melaju kembali luhan tersadar dari lamunannya.
...
Siapa yang selalu mengirimkan surat-surat ini kedalam lokerku? Tanya sehun dalam hati.
Dan kenapa pernyataanya seolah-olah aku telah menyakitinya? Batin sehun kembali.
Apa yang sudah kulakukan padanya,sehinga dia memberikanku surat ini hampir setiap harinya? Banyak pertanyaan yang melintas di pikirannya saat ini. ia ingin bertemu dengan orang yang selalu membuat surat ini kepadanya. Tidak ada alasan khusus, hanya saja ia ingin mengetahui apa maksud dan tujuan si penulis terhadapnya.
Sehun mencoba membaca satu per satu surat itu dengan baik. Memperhatikan setiap kata disana. Sehun mengamati sebuat tanda disana. Ia kemudian mencocokkan dengan beberapa surat disana. Hampir semuanya memiliki tanda yang sama. Ia menemukan sebuah kalimat yang bertuliskan
" Ada sesuatu yang aku pelajari dalam hidup, kau tak pernah tau kapan bahagia akan datang, tetapi kau bisa tau ketika kesedihan hampir datang." I love you.
Sehun menatap tulisan itu dengan sedikit lama, hingga ia kembali memasukkan kertas-kertas itu kedalam box kecil diatas meja nya memutuskan untuk tidur karena besok pagi dia harus kembali ke sekolah.
...
Luhan sedang mendudukkan dirinya diatas kasurnya setelah ia membasuh dirinya. Ia menatap box didepannya dan beberapa perlengkapan diantaranya. Ia mengambil box berwarna soft blue itu dan memasukkan barang yang ingin dimasukkannya kedalam box itu. Luhan menyelipkan sebuah surat didalamnya
" happy birthday for you my beloved. Semoga di tahun ini kau tetap mendapatkan kebahagiaan dan kesehatan. Selalu mendapatkan yang terbaik dan tentunya dari kerja kerasmu yang baik juga. Aku akan selalu bersamamu, dan aku berharap suatu saat nanti kau akan melihatku." – secret admirer. L.
Ia menaruh kadonya diatas meja belajarnya, dan berharap lusa ia bisa memberikannya pada sehun.
...
Keesokan harinya...
Pagi itu luhan menjalankan rutinitasnya seperti biasa.
Ia teringat dengan sunhee, karena kemarin dia tidak tidak menemukan sunhee dikelasnya.
Luhan pun melangkahkan kakinya menuju ruangan kelas sunhee. Dia dapat menemukan sunhee disana. Luhan pun memasuki kelasnya dan duduk didepan sunhee.
"hei" kata luhan.
"oh?, sejak kapan kau ada disini?" tanya sunhee
"ya,, kau sangat sibuk dengan ponselmu sampai-sampai kau tidak menyadari kedatanganku", balas luhan.
Sunhee hanya tersenyum, "mungkin kau sudah mempunyai sahabat baru." Tambah luhan.
Sunhee terkekeh pelan, "iya, aku sudah punya sahabat baru. Kau mau tau siapa?, balas sunhee.
"siapa?" tanya luhan penasaran.
"ini dia, ponselku." Balas sunhee sambil menunjukkan ponselnya.
Luhan hanya menanggapi dengan tatapan malas.
"oh ya, kemana kau kemarin? Aku tidak melihatmu diruangan ini?" tanya luhan.
"oh itu, aku pulang duluan, karena aku ada urusan sedikit." Balas sunhee.
"oh, begitu, tapi kenapa kau tidak memberi tau aku dan kyungsoo?" tanya luhan kembali.
"kalau itu, aku minta maaf sekali. Aku lupa memberitau kalian." Kata sunhee sambil memasang muka yang bersalah.
"baiklah, kalau begitu. Lain kali kalau kau mau pulang sendiri, beritau aku dan kyungsoo supaya kami tidak bingung seperti kemarin", nasehat luhan.
"baiklah, balas sunhee sambil mengedipkan sebelah matanya.
"ohya luhan, aku mau bicara sesuatu, ... kringgg...
Bel masuk berbunyi.
"apa yang ingin kau katakan?tanya luhan
"hmmm, itu nanti sajalah. " kata sunhee yang hanya dibalas anggukan oleh luhan.
Luhan meninggalkan kelas sunhee dan berjalan menuju kelasnya.
...
Jam istirahat
Luhan dan sunhee memutuskan untuk pergi ke taman sekolah karena tadi sunhee mengatakan bahwa dia ingin membicarakan sesuatu. Saat ini kyungsoo sedang berada di perpustakaan, karena ia tertarik dengan beberapa macam novel disana.
"luhan,"
"aku punya seseorang saat ini"
"apa maksudmu?"
"aku merasa aku memiliki pujaan hati saat ini. aku menyukainya dari segala aspek" kata sunhee.
"siapa dia?" tanya luhan penasaran.
"aku tidak bisa memberitahumu siapa. Tapi kau akan mengetahuinya suatu saat. Saat itu adalah pertemuan awal kami. Aku menyukainya sejak saat itu. Aku tidak tau kenapa bisa secepat itu menyukai dan mencintai seseorang di hari pertama bertemu. Aku bahkan belum mengenalnya saat itu. Tapi tatapan dan pandangannya saat itu sunggu membuatku terpanah" jelas sunhee.
"apa kau yakin itu bukan hanya mencintai sesaat?"
"mungkin saja bukan. Karena aku masih mencintainya saat ini. walaupun aku dan dia jarang bertemu ataupun bertegur sapa"
"aku berharap kau bisa mendapatkannya." Balas luhan dengan senyum miris.
Sunhee yang menyadari perbedaan ekspresi dari luhan, langsung menanyakan "kenapa"
"tidak. Aku hanya merasa aku tidak pantas dicintai."
"kenapa kau berfikiran seperti itu?"
"semuanya berawal saat itu. Pertemuanku pertama dengannya. Aku merasa dia sangat sempurna. Tubuh tingginya, matanya dan wajah tampanya hingga pesonanya yang melengkapi dirinya. Aku mengikutinya selama 2 tahun untuk mencari tahu tentang siapa dia. Menggali inforamasi sebanyak mungkin tentangnya. Aku bahkan mengikutinya sampai kerumahnya. Aku mencintainya hingga saat ini. tapi semuanya pupus ketika ada seseorang pengisi hatinya yang muncul tepat ketika aku sudah mulai mengenal dan mencintai dirinya. Aku merasakan sakit amat dalam saat itu. Aku merasa bahwa aku tidak pantas untuk dicintai. Karena apa? Karena aku mencintai seseorang yang sudah mencintai dan dicintai orang lain." Jelas luhan.
Sunhee yang mendengarnya, hanya menunjukkan ekspresi sedih dan langsung memeluk luhan dari samping. Ia mengerti apa yang dikatakan luhan.
Akhirnya mereka menghabiskan waktu dengan mendengar curhatan masing-masing.
...
Saat ini sehun berada di daerah sekolah baekhyun karena ia ingin menjemput dan mengantarkan baekhyun pulang kerumah sekaligus bertemu dengan orang tua baekhyun untuk meminta ijin orangtuanya. Sehun ingin dating dengan baekhyun weekend ini.
"apa kau sudah menunggu lama?" tanya baekhyun
"belum, ayo naik." Kata sehun sambil memberikan sebuah helm ke baekhyun.
Baekhyun melingkarkan tangannya pada perut abs sehun dan menaruh kepalanya di bahu sehun.
Setelah sampai, baekhyun langsung memasuki rumahnya yang diikuti oleh sehun dibelakangnya. Orangtua baekhyun yang saat itu sedang berada di ruang tengah, melihat kedatangan sehun yang langsung disambut hangat oleh orangtuanya.
Baekhyun langsung menuju kamarnya dan meletakkan tas nya lalu dengan segera turun kembali ke bawah, lebih tepatnya ke dapur untuk membawakan minuman.
Sehun menatap baekhyun tulus, sebaliknya yang ditatap pun membalas senyumannya tak kalah tulus.
Flashback
Seorang yeoja duduk manis disalah satu sofa ruang tamu keluarga byun. Yeoja itu sedikit gugup, pasalnya saat ini dia tidak hanya berada bersama dengan kedua orangtuanya, melainkan dengan keluarga orang lain. Mereka membawa anak mereka yaitu seorang namja yang cukup tampan menurut yeoja itu. Yeoja itu tidak tau apa alasan appa nya untuk meminta dirinya tetap berdiam diri disitu.
"ehem,," tuan byun buka suara.
"jadi, diakah namja yang akan menemani putriku?"tanya tuan byun.
"ya dia. Namanya oh sehun. " balas tuan oh.
"dia sangat tampan." Kata nyonya byun.
"baekhyun-ah, bagaimana menurutmu?" tanya nyonya byun pada baekhyun.
"ne?" balas baekhyun.
"jadi begini baekhyun, appa bukan bermaksud mengahalangi jalanmu untuk mencari namja yang kau sukai. Tapi ini berkenaan dengan perusahaan appa kelak. Appa sudah bekerja sama dengan perusahaan mereka sudah sangat lama. Bahkan semenjak jaman harabeoji mu. Dan ini juga bagian dari rencana harabeojimu. Jadi kami bermaksud untuk mendekatkan kalian terlebih dahulu. Mungkin ini agak sedikit canggung diantara kalian, mengingat kalian tidak mengenal satu sama lain. Tapi appa berharap kalian dapat bersama" jelas tuan byun.
Baekhyun yang merasa tidak suka dengan perjodohan lantas hanya bisa terdiam. Ia membendung airmatanya supaya tidak terjatuh. Baekhyun tetap bertahan dengan posisinya yang menunduk.
Jika kalian menanyakan tentang sehun, ia jelas tidak menyukai hal ini juga. Karena apa? Karena dia juga sudah memiliki seseorang yang dia sukai. Ia juga sempat berontak dengan orangtuanya. Tapi apa yang dapat diperbuatnya, ini adalah permintaan kakeknya sebelum meninggal dunia. Ia dapat merasakan keadaan baekhyun saat itu, bahkan ia tau kalau baekhyun akan menangis.
setelah orangtua baekhyun dan sehun melanjutkan pembicaraan mereka, baekhyun buru-buru beranjak dari tempat nya dan berjalan keluar dari rumahnya tepatnya ke taman belakang rumah. Ia mendudukkan dirinya di salah satu kursi taman disana. Ia menangis terisak dalam diam, tapi seseorang jelas dapat mendengar isakannya.
"baekhyun-ah" sapa namja itu halus.
Baekhyun yang merasa dirinya dipanggil, langsung menghapus airmatanya dan segera menoleh kearah sumber suara itu. Oh itu dia sehun, pikirnya.
"ada apa?" balas baekhyun sambil sedikit tersenyum.
"tidak apa, boleh aku duduk disampingmu?" balas sehun.
"kesinilah", balas baekhyun lagi sambil menepuk bagian yang kosong disampingnya.
Sehun melangkahkan kakinya kearah kursi disana, dan mendudukkan dirinya disamping kanan baekhyun. Kemudian ia berbicara
"aku tau kau tidak menyukai hal ini" kata sehun pelan..
"aku juga tau kau tidak menyukai hal ini," balas baekhyun sambil melihat kearah sehun.
"sebenarnya, aku sudah memiliki seseorang yang aku sukai" kata sehun
"hm?"
"aku tidak tahu harus bagaimana saat ini" sambung sehun kembali.
"aku juga memiliki seseorang yang aku sukai, bahkan aku mulai mendekatinya" kata baekhyun.
"aku juga tidak tau harus bagaimana saat ini. aku takut aku tidak bisa melakukan apa yang diperintahkan appa padaku. Aku tidak ingin mengecewakan mereka, mengingat aku hanya putri semata wayang mereka." Sambung baekhyun.
"aku mengerti. Aku takut akan satu hal. Aku takut kalau-kalau aku tidak bisa menerimamu dan mencintaimu sepenuhnya. Aku takut aku dapat menyakitimu. Aku juga takut kalau nantinya kau tidak akan bahagia bersamaku. Hm,, maksudku kita tidak akan bahagia bersama" jelas sehun.
Baekhyun yang sedari tadi menunduk sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah penuh dengan airmata harus menahan isakannya karena ia kembali teringat akan perkataan ayahnya tadi. Sehun yang melihatnya pun akhirnya mengelus kepala baekhyun dan membawa baekhyun ke pelukan nya. Baekhyun semakin menangis sejadi-jadinya dikarenakan perlakuan sehun yang seperti ini padanya. Hal ini berlangsung lama, hingga baekhyun tenang dan ia kembali menegakkan dirinya.
Sehun yang melihatnya pun cukup lega dan menghapus sedikit butiran bening di sudut mata milik baekhyun. "jangan menangis lagi" katanya.
"kita lakukan saja apa yang diminta oleh orangtua kita. Mungkin dengan begitu mereka akan senang. Apa kau setuju denganku?" tanya sehun sambil menunjukkan senyumannya pada baekhyun.
Cukup lama baekhyun terdiam hingga sehun kembali berbicara,"aku tidak bisa melihat yeoja yang menangis. Dan aku akan berjanji juga kalau nantinya aku tidak akan membuatmu menangis" kata sehun menenangkan.
Baekhyun yang tampak mencari kejujuran dari mata sehun akhirnya menanggapi dengan sebuah anggukan. Baekhyun sedikit tersenyum, dan kemudian menatap kedepan lagi.
Cukup lama mereka duduk disana dengan keheningan, hingga sebuah deringan handphone milik sehun mengagetkan mereka berdua. Sehun mendapat panggilan dari orangtuanya yang mengatakan bahwa mereka harus segera pulang.
Baekhyun yang mengerti pun menatap sehun dan kembali memberikan anggukan seakan mengerti dengan isi pembicaraan mereka.
"aku harus pulang. Mungkin aku akan kembali kesini lagi besok" kata sehun.
Baekhyun yang menanggapi dengan senyuman, dan ketika sehun sudah hampir beranjak dari tempat duduknya yeoja itu berkata, "terima kasih, sehun" dan sehun hanya mengusak rambut baekhyun lembut seraya menatapnya.
Flashback end...
...
Luhan kyungsoo dan sunhee pergi ke suatu pusat perbelanjaan karena mereka sudah janji akan bepergian bersama akhir pekan ini. mereka mengelilingi setiap lantai dan tidak jarang juga mereka memasuki toko-toko karena melihat barang-barang yang menarik. Mereka sangat menikmati kebersamaan mereka hingga mereka tidak sadar bahwa mereka sudah berjalan lebih dari 3 jam. Dan ini sudah menunjukkan pukul 3 sore. Bahkan mereka belum mengisi perut mereka. Akhirnya karena kelelahan dan sedari tadi kyungsoo sudah memberikan kode bahwa dia lapar, mereka pun memutuskan untuk memasuki daerah foodcourt. Mereka duduk disalah satu tempat dengan sebuah meja dan 4 kursi disisi meja tersebut. Kyungsoo dan luhan duduk bersampingan. Sedangkan sunhee duduk dengan beberapa kantung belanja disampingnya.
Mereka memesan makanan yang cukup banyak setara dengan energi yang mereka keluarkan. Sunhee menatap seseorang dikejauhan, dan memicingkan matanya untuk memastikan kalau itu benar adalah orang yang diinginkannya.
Sunhee kemudian berbicara yang membuat kegiatan luhan dan kyungsoo terhenti.
"itu dia." Kata sunhee
Luhan yang mengerti arti tatapan sunhee, segera menoleh dan mendapatkan seseorang disana.
Luhan menatap sunhee kembali dan melihat ke arah tatapan sunhee disana. Ia melakukan hal itu berulang kali untuk memastikan arah tatapan sunhee.
"mungkinkah, dia?" batin luhan.
"tidak mungkin"
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hai kaliannn maaf updatenya hari ini. harusnya kemaren malem.
Oh ya, maaf juga buat chap yang sebelumnya kalo kalian gak dapet feel. *bow *bow
Maaf ya kalo ff aku membosankan. dan momen otp kalian belom aku munculin. aku bakal usahain buat jalan ceritanya menarik. Tapi karena ini masih di chap awal, jadi ceritanya hanya sedikit improve. Karena aku juga bakal buat cerita ini 25 chapter jadi readers-nim mohon bantuannya ya. *smile dan satu hal lagi. disini bakal aku banyakin sudut pandang luhannya, yah karena luhannya itu pemeran utama -_-
Oh ya kemaren #hunhanday kan yaa... kangen momen hunhan. Berharap luhan kembali, tapi itu kemungkinan 0,00000000000001 %... tapi hunhan selalu dihati, bener ga?
Octa mau ngasih tau, kalau ff ini bakal aku update setiap 2 minggu ya, kalo gak pas sabtu yah minggunya.
Buat next chap, review juseyo...
Kritik dan saran yang membangun sangat diperbolehkan ya.
Gomawo, saranghae
#yehet #ohorat
