JAWABAN BAEKHYUN DAN KENCAN PERTAMA
Baekhyun mengerjapkan kedua matanya, bisa ia lihat bagaimana wajah serius dari pria tinggi di sampingnya. Hening diantara keduanya sebelum akhirnya Baekhyun membuka suaranya.
"Aku tidak tertarik dengan permainan seperti ini, Chanyeol-Ssi." Baekhyun berusaha tetap sopan meskipun sebenarnya ia merasa sedikit kikuk dengan pengakuan yang diucapkan Chanyeol.
"Selama hidupku aku tidak pernah bermain-main, apalagi bermain-main dengan hal seperti ini. Aku serius."
Baekhyun menghela nafasnya lelah. Lelaki dengan tinggi 174cm itu lantas menatap serius Chanyeol.
"Chanyeol..."
"Hm?"
"Aku membual jika aku bilang aku tidak tertarik padamu. kau tampan dan kesan pertama mu cukup memuaskan. Tapi... aku sedikit tidak nyaman untuk bergerak terlalu cepat, kau tahu. Tapi jangan salah paham, aku tidak keberatan jika kau ingin kita berteman atau saling mengenal, sungguh aku baik-baik saja dengan itu. Hanya saja apa kata-kata kau tertarik padaku itu tidak terlalu cepat? Maksudku kita bahkan baru mengenal dan baru bertemu dua kali."
Chanyeol menatap Baekhyun lantas mengangguk-anggukkan kepalanya menyetujui ucapan Baekhyun yang sudah ia duga akan keluar dari bibir tipis lelaki itu.
"Adalah hal yang wajar kalau kau merasa ragu, aku memakluminya. Tapi bisakah aku mencoba untuk dekat denganmu?"
"Berteman denganku?"
Chanyeol tertawa saat mendengar Baekhyun bertanya dengan nada dan ekspresi polosnya.
"Aku tidak berniat hanya mendekatimu sebagai teman. Jujur, Aku ingin lebih. Tapi jika kau merasa terlalu terbebani, aku tidak masalah menjadi teman dekatmu diawal." Chanyeol tersenyum tipis setelahnya.
'well, lelaki ini punya sikap yang baik dalam menerima penolakanmu, Byun. Lagipula tidak ada salahnya bukan untuk saling mengenal?' batin Baekhyun.
Baekhyun mengedikkan bahunya lantas tersenyum kecil lalu mengulurkan tangannya.
"Baiklah, kau menang. Mari berteman."
Chanyeol terkekeh lantas menyambut uluran tangan Baekhyun.
"Hai, manis. Perkenalkan namaku Park Chanyeol. Senang bisa berkenalan denganmu."
Semburat merah tanpa Baekhyun sadari muncul dikedua pipinya saat Chanyeol menyebut dirinya 'manis'
"Oh hai, Park Chanyeol. Perkenalkan namaku Byun Baekhyun. Senang bisa berkenalan denganmu juga."
.
.
.
Baekhyun memasuki apartemen dan mendapati adiknya tengah menonton televisi dengan sebungkus kripik kentang dipangkuan nya. Beberapa menit yang lalu sesaat setelah menjawab pertanyaan Chanyeol, lelaki tinggi itu pamit pulang dan berjanji akan datang lagi besok. Ia dan Chanyeol pun tadi sempat bertukar nomer handphone .
Baekhyun mendekati Baekhee lantas merebut kripik kentang dan mendudukkan dirinya di sebelah sang kembaran. Baekhee yang terkejut lantas memukul bahu Baekhyun agak keras.
"Bisakah kau sedikit bersuara saat kau pulang? Setidaknya ucapkan salam atau apapun itu. Ish!"
Baekhyun terlihat tidak peduli dan tetap asyik memakan kripik kentang yang saat ini berpindah diatas pahanya.
"Tumben sekali kau pulang sedikit larut, Tidak biasanya." Baekhee menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 10:30 PM
"Sebenarnya tadi aku pulang lebih cepat tapi tadi salah satu temanku meminta waktu untuk membicarakan hal penting. Ya... karena itulah." Mata Baekhyun fokus menatap telivisi didepannya sementara Baekhee menghadapkan tubuhnya antusias kearah Baekhyun.
"Seorang teman atau kekasih eoh?"
Baekhyun menoleh lantas mendorong pelan dahi Baekhee.
"Kenapa kau begitu ingin tahu eoh?"
Baekhee mem-poutkan bibirnya.
"Kau kan tidak pernah mau bertemu dengan teman-temanmu kalau tidak dalam kondisi bekerja. Tentu saja aku terkejut saat tahu kau mau meluangkan waktu untuk salah satu temanmu ini. Apa dia teman yang spesial?" Tanya Baekhee penasaran.
Baekhee mengenal Baekhyun dengan baik dan ia tahu kakaknya itu jarang atau bahkan tidak mau menghabiskan waktu untuk sekedar hang out bersama teman-teman sebayanya, karena bagi Baekhyun hidupnya hanya berisi kerja dan bekerja. Kalaupun ia ingin bersenang-senang maka ia akan melakukannya dengan Baekhee, itupun hanya dengan menonton film bersama atau memasak bersama. Harus Baekhee akui kehidupan kakaknya itu cukup atau mungkin sepenuhnya membosankan. Meskipun Baekhyun terlihat kaku diluar tapi sesungguhnya saat mengenalnya lebih jauh ia adalah orang yang memiliki kepribadian yang hangat dan menyenangkan.
"Hanya seorang teman, teman laki-laki."
"Ah! Sudah kuduga kau memang lebih tertarik dengan lelaki tampan dari pada gadis manis."
Baekhyun menatap adiknya kesal.
"Kalau sudah tahu kenapa kemarin kau sempat ingin menjodohkan ku dengan teman sekantormu?"
Baekhee mengedikkan bahunya.
"Hanya memastikan."
Baekhyun tidak habis pikir dengan sikap adik kembarnya itu.
"Oppa itu sudah cukup umur untuk menikah setidaknya cobalah mencari kekasih. Lagipula untuk ukuran laki-laki Oppa cukup manis. Aku yakin laki-laki yang tampan pasti akan tertarik pada Oppa."
Baekhyun merenungi ucapan Baekhee, selama ini Baekhyun bahkan hanya memfokuskan hidupnya untuk bekerja dan ia tidak sama sekali berpikir untuk mencari pasangan meskipun dari awal ia tahu bahwa ia sama sekali tidak tertarik dengan wanita tapi tetap saja Baekhyun terlalu malas untuk mencari pasangan. Dan tadi tiba-tiba saja Boom! Seorang lelaki tampan dan Baekhyun yakin 100% jika Chanyeol itu sudah memiliki karir yang baik tiba-tiba saja meminta ijin untuk mendekatinya.
"Baekhee-ya.." Baekhyun memperbaiki posisi duduknya agar berhadapan dengan sang adik.
"Wae?" Tanya Baekhee sambil mengambil kembali kripik miliknya.
"Kalau ada seseorang yang meminta ijin padamu untuk mendekatimu apa yang akan kau katakan padanya?"
Baekhee memasang wajah berpikir sebelum akhirnya menjawab.
"Pertama, aku akan terkesan karena lelaki itu dengan gentle meminta ijin padaku padahal dia bisa langsung mendekatiku tapi dia bertanya karena pasti ia memikirkan perasaanku, dia takut aku akan merasa tidak nyaman dengan sikapnya nanti. Yang kedua, kemungkinan besar aku akan menjawab 'ya' lagipula kan tidak ada salahnya untuk dekat entah sebagai teman atau apapun itu. Tapi kau harus memastikan dia lelaki bebas, karena kau tidak mungkin dekat dengan milik orang lain bukan?"
"Aah... begitu..."
"Seseorang mendekatimu?" Tanya Baekhee yang ditanggapi dengan anggukan oleh yang lebih tua.
Selanjutnya cerita tentang bagaimana ia dan Chanyeol bertemu dan permintaan yang di ucapkan Chanyeol lancar mengalir dari bibir tipis Baekhyun sementara sang adik hanya sesekali mengangguk paham.
"Kurasa Oppa sudah melakukan hal yang benar dengan menjawab seperti itu. Dan lagi lelaki itu juga bisa menghargai pendapat Oppa dan mau mengalah. Tidak ada salahnya mencoba bukan? Cobalah untuk mengenalnya lebih dekat lagi."
Baekhyun mengangguk membenarkan.
"Yah, kurasa aku akan memberinya kesempatan." Baekhyun berucap sambil tersenyum
#CHANBAEK#
pagi-pagi sekali Baekhyun dikejutkan dengan kedatangan Chanyeol. Lelaki itu berdiri dengang setelan jas mahalnya di depan pintu apartemennya dan Baekhee sambil tersenyum sesaat setelah Baekhyun membuka pintu.
"Um, selamat pagi?" Sapa Chanyeol dengan senyuman
"Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau tahu nomer apartemen ku?" Tanya Baekhyun bingung, seingatnya kemarin malam ia tidak mengatakan apapun tentang nomer apartemen nya tapi pagi ini ia berhasil dikejutkan dengan kedatangan Chanyeol yang mendadak dan lagi ia mengira Chanyeol tidak akan secepat ini bergerak untuk mendekatinya. Baekhyun yang masih tahu tata krama itu segera mempersilahkan Chanyeol untuk masuk kedalam apartemennya.
"Hmm? Menjemputmu? Hehe. Aku bertemu dengan adikmu saat aku bertanya nomer apartement mu dengan penjaga apartement. Aku fikir tadi itu kau yang memakai rok dan memakai wig, wajah kalian berdua benar-benar serupa" Chanyeol mengikuti langkah Baekhyun menuju ruang tengah. Baekhyun hanya tertawa menanggapi ucapan Chanyeol.
Baekhyun mempersilahkan Chanyeol untuk duduk diatas sofa putihnya.
"Karena kau sepagi ini sudah mampir kemari, mau sarapan bersama? Kebetulan saat kau datang tadi aku sedang memasak untuk sarapan." melihat Chanyeol yang sudah duduk dengan nyaman Baekhyun lantas beranjak meninggalkan Chanyeol yang di ruang tamunya sementara ia kembali ke dapur untuk melanjutkan acara memasaknya yang sempat tertunda.
Setelah selesai dengan acara memasak dan sarapan bersama, saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju sekolah tempat Baekhyun mengajar.
"Setelah ini kau akan pergi ke kantor?" Tanya Baekhyun.
"hari ini aku hanya menghadiri beberapa meeting di luar kantor." Jawab Chanyeol.
.
Setelah sampai di depan sekolah Baekhyun, Chanyeol menoleh kearah kanannya lalu memberikan tas kerja Baekhyun yang tergeletak manis di bangku belakang mobil. Baekhyun yang menerimanya hanya tersenyum kecil sambil bergumam 'terima kasih' dengan suara pelan. Baekhyun keluar dari mobil Chanyeol, sementara Chanyeol menurunkan kaca mobilnya agar bisa melihat wajah lelaki mungil yang tengah tersenyum padanya .
"Aku akan menjemputmu saat meeting ku selesai." Ucap Chanyeol.
"Tapi-" Baekhyun merasa tidak enak karena harus membuat Chanyeol kerepotan mengantar dan menjemput nya setelah bekerja, ia tahu Chanyeol pasti di sibukkan dengan pekerjaan-pekerjaannya.
"No! Aku akan kemari sebelum makan siang dan setelahnya kita pergi makan siang bersama." Chanyeol mengatakannya dengan tegas sehingga Baekhyun hanya bisa mengangguk menuruti kemauan Chanyeol.
"Tapi kalau kau masih sibuk jangan memaksa oke?" Ucap Baekhyun lembut.
"Arraseo. sana masuk kedalam!. Anak-anak muridmu pasti menunggu kedatangan guru Byun mereka." Mendengar ucapan Chanyeol tanpa sadar Baekhyun mengecek jam di tangannya lalu beralih menatap kearah Chanyeol.
"Kurasa aku harus segera pergi, Sebentar lagi jam masuk. sampai jumpa saat makan siang. Selamat bekerja, Chanyeol-ah"
Chanyeol tersenyum geli lalu mengangguk sambil melambaikan tangannya.
"Selamat bekerja, Baekhyunnie."
#CHANBAEK#
Baekhyun yang tengah bermain bersama salah satu anak muridnya tampak terkejut saat melihat sosok tinggi Chanyeol berdiri di depannya. Baekhyun yang tadinya duduk lantas berdiri dengan wajah bertanya-tanya.
"Sedang apa kau disini? Bukannya kau bilang kau akan datang saat makan siang? Masih ada 30 menit lagi sebelum makan siang."
Chanyeol hanya tersenyum lalu mengacak pelan rambut kecoklatan milik Baekhyun.
"Pekerjaan ku sudah selesai. Kebetulan ternyata Aku tadi menghadiri meeting di restaurant dekat sini. Jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk menjemputmu" jelas Chanyeol lembut.
Baekhyun mengangguk-anggukkan kepalanya lalu menoleh saat merasakan tarikan kecil di kemeja bagian belakangnya.
"Yeri-ya, waeyo?" Baekhyun berjongkok lalu mengusap keringat di dahi anak muridnya itu, pemandangan Baekhyun yang begitu menyayangi anak-anak semakin membuat Chanyeol yakin dengan keputusannya menjalani hubungan ini dengan Baekhyun, meskipun kenyataannya mereka masih sebatas 'pendekatan'.
"Bisakah aku bermain dengan Guru Ahn?"
"Guru Ahn?" Tanya Baekhyun lagi.
Gadis kecil bernama Yeri itu mengangguk semangat. Baekhyun yang melihat hanya tersenyum kecil lalu mengangguk, ia menjulurkan tangannya untuk menggendong Yeri.
'hup'
Yeri terlihat tertawa kecil saat berada di gendongan Baekhyun, Baekhyun berbalik untuk menatap wajah Chanyeol.
"Aku akan kedalam untuk mengantarnya sebentar, kau mau menunggu atau ikut masuk?"
"Aku menunggu disini saja, ngomong-ngomong sebentar lagi kau selesai bekerja bukan?"
Baekhyun mengangguk
"Baiklah kalau begitu aku mengantarkan Yeri dulu dan sekalian mengambil barang-barang milikku di dalam. Kau tunggu disini." Melihat Chanyeol mengangguk Baekhyun berbalik kemudian meninggalkan lelaki tinggi itu dihalaman sekolah.
.
.
.
"Kau bilang kita akan pergi makan siang tapi kenapa kita malah pulang ke apartemenku?" Tanya Baekhyun bingung.
"Aku ingin makan siang dengan masakanmu. Ku dengar dari Baekhee masakanmu cukup enak dan harus kuakui sarapan yang kau masak tadi pagi pun sangaaaaat enak. Kkk." Chanyeol menjawab sambil sibuk mencari parkiran di basement apartemen Baekhyun.
"Baekhee bercerita apa saja eoh? Anak itu dasar!" Kesal Baekhyun.
Chanyeol kembali terkekeh lantas mengusap pelan rambut kecoklatan milik Baekhyun, sedikit gemas dengan wajah kesal Baekhyun. Chanyeol lantas menjauhkan tangannya dari kepala yang lebih mungil.
"Jangan marah, Baekhee hanya memberi ku sedikit info tentangmu. Itu tidak masalah bukan? Lagipula kita memang sedang dalam tahap mengenal satu sama lain." Ucap Chanyeol santai yang mana membuat wajah Baekhyun sedikit memerah.
Tidak lama akhirnya mobil milik Chanyeol sudah terparkir dan saat ini Chanyeol tengah membuka seatbelt miliknya.
"Tapi kita bahkan belum sempat membeli bahan-bahan untuk memasak." Baekhyun menoleh dan mendapati wajah Chanyeol yang melirik kearah bangku belakang.
"Aku sudah mempersiapkannya, lihatlah di kursi belakang." Baekhyun yang bingung lantas menoleh kebelakang dan terkejut melihat beberapa kantong plastik besar yang entah bagaimana bisa luput dari pandangannya sejak ia memasuki mobil Chanyeol tadi.
"Kapan kau membelinya?" Baekhyun mengalihkan pandangannya ke wajah tampan Chanyeol
"Sebenarnya bukan aku yang membeli tapi sekertarisku." Chanyeol masih ingat betapa bersemangatnya Jongin saat ia tadi meminta tolong untuk membelikan bahan-bahan makanan untuknya dan Baekhyun memasak. Chanyeol tertawa pelan saat mengingatnya.
"Well, kau membeli cukup banyak." Baekhyun sedikit meringis saat mengucapkannya.
"Aku sengaja meminta sekertaris ku membeli banyak bahan karena aku ingin ada sarapan, makan siang atau makan malam bersama lagi dengan kau yang memasaknya. Aku tidak ingin ini menjadi yang terakhir."
Baekhyun yang mendengar kalimat itu terucap dari bibir Chanyeol lantas menatap lelaki itu sebelum akhirnya tertawa kecil.
"Bisa-bisanya kau mengatakan kalimat gombal seperti itu dalam situasi seperti sekarang ini huh?"
Chanyeol yang mendengarnya ikut tertawa. Merasa bahwa cukup sulit ternyata untuk menggoda Baekhyun hanya dengan kata-kata manis tapi hal itulah yang membuat Baekhyun terlihat berbeda di mata Chanyeol.
"Baiklah, ayo kita turun." Chanyeol membuka pintu kemudinya di susul Baekhyun yang juga membuka pintu penumpang. Bisa Baekhyun lihat Chanyeol mengeluarkan empat plastik besar berwarna putih yang berisi bahan-bahan yang akan mereka masak siang ini. Tapi saat Baekhyun mencoba membantu membawanya, Chanyeol menggeleng.
"Biar aku yang membawanya, tugasmu hanya memasak untukku nanti."
Baekhyun menggeleng, plastik-plastik itu terlihat berat dan Baekhyun tidak mungkin membiarkan Chanyeol membawanya sendiri. Setelah mengeluarkan empat plastik besar itu, ia dan Chanyeol berjalan beriringan masuk kedalam gedung Apartemen.
"Kau yakin bisa membawanya sendiri?" Tanya Baekhyun sedikit meringis karena melihat besarnya plastik-plastik itu. Sementara mereka menunggu lift yang akan membawa keduanya naik kelantai 6 dimana apartment tempat tinggal Baekhyun berada.
'Ting!'
lift terbuka, Chanyeol menahan pintu dengan kaki kanannya, mempersilahkan Baekhyun untuk masuk terlebih dahulu.
"Tentu saja. Jja, ayo cepat masuk."
Baekhyun hanya berdecak kecil sebelum akhirnya masuk kedalam lift yang hanya berisi dirinya dan Chanyeol. Lift tertutup dan Baekhyun menekan angka 6 setelahnya.
'Ting!'
Liftkembali terbuka dan keduanya berjalan menyusuri lorong lalu berhenti didepan kamar bernomer 6050, Baekhyun mengeluarkan kunci miliknya lalu membukanya.
Tanpa disuruh Chanyeol mengekori Baekhyun untuk masuk lalu tidak lupa menutup pintu apartemen itu dengan salah satu kaki panjangnya. Sebenarnya tangannya sudah sedikit kebas karena membawa plastik berisi bahan-bahan makanan ini tapi demi harga diri sebagai seorang seme dan sikap gentle yang selalu dijunjung nya Chanyeol rela melakukan hal ini untuk Baekhyun.
Chanyeol meletakkan plastik-plastik itu diatas meja makan Baekhyun sementara ia merenggangkan tangannya yang lumayan pegal ia menoleh ke kiri dan ke kanan mencari Baekhyun yang tiba-tiba hilang sejak mereka masuk tadi.
"Maaf meninggalkanmu sendirian, aku harus mengganti bajuku dulu sebelum memasak." Chanyeol menoleh dan mendapati Baekhyun yang berjalan mendekatinya yang masih berdiri di samping meja makan, bisa Chanyeol lihat sekarang Baekhyun hanya mengenakan baju berwarna kuning muda dengan celana pendek berwarna biru langit membalut tubuh mungilnya.
Merasa dipandangi, Baekhyun melihat baju dan celana yang dipakainya.
"Kenapa? Ada yang salah?" Baekhyun menatap Chanyeol bingung setelah memastikan bajunya baik-baik saja dan tidak ada kotoran ataupun noda menjijikkan. Baekhyun beralih membuka plastik-plastik itu untuk melihat bahan apa-apa saja yang sudah di beli sekertaris Chanyeol.
Chanyeol menggeleng lantas mengatakan kalimat yang sukses membuat Baekhyun tersedak ludahnya karena gugup.
"Kau semakin manis memakai baju seperti itu,kau terlihat seperti anak SMA daripada seorang lelaki dewasa. Meskipun, yaaa...tapi tetap saja celana pendekmu itu mengundang laki-laki lain untuk berpikiran kotor. Kkk"
'Buk!'
Chanyeol tertawa puas saat Baekhyun yang malu tiba-tiba melempar nya dengan sebungkus roti tawar tapi Chanyeol dengan sigap menangkapnya sebelum bungkusan itu mengenai tubuhnya.
"Jangan mengatakan hal-hal aneh seperti itu lagi!" Kesal Baekhyun sambil tetap mengeluarkan bahan-bahan lalu meletakkannya diatas meja.
"Baiklah, baiklah."
Chanyeol berusaha menghentikan tawanya lalu ikut membantu pekerjaan Baekhyun.
"Sekertaris mu ini benar-benar, ini sama saja kau yang membelikan kebutuhan apartemenku selama sebulan. Seharusnya kau membeli seperlunya saja." Baekhyun menggeleng sambil berdecak kecil sesaat setelah ia selesai mengeluarkan dan menyusun bahan-bahan itu di lemari pendingin dan lemari biasa tempat ia menyimpan bahan-bahan kering.
Sementara Chanyeol yang sejak tadi sudah duduk diam menatapi Baekhyun hanya terdiam tanpa berniat menyahut protes Baekhyun. Baekhyun berbalik lalu mendapati Chanyeol dengan beberapa bungkus sosis dan paprika lalu ada sebungkus kimchi di depannya sambil memandang Baekhyun dengan tatapan yang berhasil membuat Baekhyun gemas. Ternyata tadi tanpa Baekhyun sadari Chanyeol memisahkan beberapa bahan yang akan mereka masak siang ini.
"Kau ingin aku masakkan sosis? Sini berikan padaku." Baekhyun mengulurkan tangannya , Chanyeol mengangguk antusias lalu bangkit dan berjalan mendekati Baekhyun lalu memberikan bahan-bahan itu pada yang lebih mungil. Baekhyun mengambilnya lalu memutar tubuhnya kearah pantry, sibuk dengan bahan-bahan didepannya.
"Bolehkah aku membantu?" Tanya Chanyeol yang ditanggapi Baekhyun dengan anggukan, sementara Baekhyun mulai sibuk membuka bungkus sosis-sosis itu yang otomatis membelakangi Chanyeol.
"Tentu saja tapi lepas dulu jas kerjamu itu, tidak mungkin kan kau memasak dengan masih setelan jas?"
Chanyeol tersadar lalu mengangguk, chanyeol berjalan keluar dapur sambil melepas jasnya dan menaruhnya di sofa ruang tamu lalu chanyeol pun menggulung lengan kemejanya. Lelaki tinggi itupun kembali ke dapur dan mendapati sosok Baekhyun yang tengah sibuk mencuci paprika-paprika berwarna merah dan kuning itu, Chanyeol berjalan mendekati Baekhyun lalu merebut paprika-paprika itu.
Baekhyun yang hendak protes terhenti saat Chanyeol berucap lembut.
"Kemarikan, biar aku yang mencucinya."
Setelah selesai mencuci dengan terampil Chanyeol memotong paprika-paprika itu membuat Baekhyun sedikit kagum.
"Kau tampak luwes. Kau sering memasak sebelumnya?" Tanya Baekhyun setelah memasukkan beras yang sudah dicuci nya kedalam rice cooker.
"Saat aku tinggal di Amerika aku lebih memilih memasak sendiri jadi yah aku bisa sedikit berguna untuk hal-hal seperti ini" Chanyeol berucap dengan santai, sementara Baekhyun yang mendengarnya lantas tertawa.
"Baekhyun."
"Hm?" Baekhyun hanya berdehem sambil melihat tubuh belakang Chanyeol yang membelakanginya, lelaki tinggi itu saat ini tengah mengiris-iris bawang bombai dan potongan-potongan sosis.
"Ceritakan tentang dirimu. Aku ingin mendengarnya."
Well, sebenarnya Chanyeol sengaja mengajak Baekhyun memasak seperti ini karena ia ingin membangun suasana yang nyaman dan di tempat yang nyaman. Menurutnya kegiatan seperti memasak bersama ini bisa meningkatkan suasana yang baik diantara keduanya dan mereka berdua pun bisa berbicara satu sama lain secara bebas karena hanya ada mereka berdua di Apartemen ini.
"Well, tidak ada yang istimewa sebenarnya. Usiaku 26 tahun dan aku hanya memiliki satu orang adik yaitu Baekhee. kedua orang tua kami sudah bercerai sejak kami kecil, Ayahku saat ini tinggal di Jepang dan Ibuku tinggal di Australia mengikuti suami barunya. Dulu aku tinggal bersama dengan Ayahku tapi setelah kami lulus sekolah menengah aku dan Baekhee yang sebelumnya menetap di Australia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Korea dan yaaa...disinilah aku." Baekhyun bercerita sambil menyiapkan piring untuk kimchi yang dibawa Chanyeol, Baekhyun akui bahwa Chanyeol cukup cerdas dengan memulai pendekatan memakai cara seperti ini.
"Bagaimana denganmu?" Tanya Baekhyun pada Chanyeol yang saat ini sibuk mengaduk-aduk wajan berisi sosis.
"Sama, tidak ada yang istimewa. Aku punya dua saudara, kakakku laki-laki dan adikku perempuan. Kakak laki-lakiku saat ini menetap di Jepang karena tengah sibuk mengurus perusahaan cabang disana sementara adikku masih sibuk dengan kuliah seni nya. Ibu dan Ayahku juga tinggal di Korea hanya saja satu tahun belakangan aku menetap di Amerika untuk beberapa pekerjaan. Hidupku hanya berisi hal-hal membosankan seperti meeting, perjalanan dinas, kerja lembur hahaha."
Keduanya berbagi cerita tentang diri mereka masing-masing sambil memasak, terkadang Baekhyun akan tertawa saat Chanyeol melontarkan kalimat gurauan dan kadang berbalik Chanyeol yang akan tertawa geli karena gurauan Baekhyun.
"Well, selamat makan!" Baekhyun berucap dengan nada bersemangat saat keduanya duduk berhadapan di meja makan.
Setelah acara memasak- yang di dominasi oleh Chanyeol tadi selesai mereka berdua saat ini baik Chanyeol maupun Baekhyun berbinar saat menatap sosis, telur dadar gulung dan kimchi didepan mereka.
Chanyeol tersenyum kecil saat melihat wajah lelaki mungil yang tengah mengunyah makanan miliknya itu, pipinya akan menggembung lucu dan itu terlihat menggemaskan dimata Chanyeol.
Belum sempat Chanyeol ikut menyuapkan makanannya, ponsel yang diletakkan nya diatas meja itu bergetar mengalihkan perhatian Chanyeol dari piring di depannya.
"Buka saja. Siapa tahu penting." Baekhyun berucap saat melihat Chanyeol tengah memperhatikan ponselnya.
Chanyeol lalu membuka ponselnya dan mendapati satu pesan baru yang dikirim dari orang yang sangat di kenalnya.
Bby❤
Kau kemana saja? Kenapa tidak menghubungiku?
01:00 PM
Chanyeol menatap Baekhyun sejenak sebelum kembali menatap layar ponselnya.
'Well, Baekhyun memang menarik tapi yang satu ini tidak bisa dilewatkan' monolog Chanyeol dalam hati.
To Be Continue
A/n : hehehehehehehehe... I'm back babeeee wkwkwkw.
Duh masih kobam ngeliat moment chanbaek semalem pas fanmeet itu Chanyeol keliatan bgt elah saltingnya padahal cuma dibenerin kerahnya sama Baekhyun Baekhyun nya juga senyumnya manis bangettttttttt. Kin baperrrr perawan aja eleh. Hahahaha
Btw, yg kemaren nnya bby itu Baekhee apa bukan jawabannya adalah...bukan hehehe Baekhee mah sama chanlie dia :')))))
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa:))
See ya ❤
