Family Comes First

Sequel of 'Love & Alive' - KrisHo ft Sehun
Chapter 3: shocking news!

-..-

Yifan yang sedang sibuk merapikan presentasi untuk meeting nya dikejutkan dengan telefon dari nomor istri nya namun malah suara anak nya yang keluar dengan bahasa Mandarin dengan lancat dan juga tangisan.

"Baba, Mama sekarang ada di rumah sakit tempat dulu Sehun pernah sakit huhuhu cepat susul Sehun. Sehunnie takut."

Secepat kilat Yifan mengambil kunci mobil dan tas kerja nya, melesat pergi ke rumah sakit yang dimaksud oleh Shixun.

-..-

Yifan bisa menangkap suara tangisan lebay Shixun di lorong rumah sakit. Ia juga mendengar suara Ibu nya yang mencoba menenangkan Shixun.

"BABAAAA." Shixun berlari ke arahnya sesaat Yifan sudah ada didekatnya.

"Mama tadi saat Shixun suruh ambi es krim Mama jatuh memegangi perut Mama. Halmeoni langsung membawa Shixun kesini dan- dan- huaaa." Yifan menggendongnya saat tangisan anaknya makin kencang.

Ibu nya mendekatinya lalu memukul lengannya, "Kamu itu bodoh apa bagaimana sih?"

"Bodoh apanya sih Ma?" Yifan kembali menatap Ibu nya aneh. Baru saja Ibu nya ingin menjawab, dokter dari ruangan tempat Junmyeon di periksa keluar dan menatap Ibu dan Yifan.

"Apa ini keluarga nona Junmyeon?"

"Nyonya Wu. Nyonya Wu Junmyeon dan dia istriku. Apa yang terjadi dengan istriku dok?" Yifan langsung saja masuk ke ruangan dan melewati dokter yang sebenarnya ingin menjelaskan dulu apa yang terjadi dengan Junmyeon di luar ruangan.

Junmyeon terbaring lemah namun sudah sadar. Ia tersenyum lebar saat melihat suaminya dan anaknya yang sedang menangis.

"Junmyeonnie, are you ok?"

"Masih bertanya juga." Junmyeon menjawab seadanya. Yifan memajukan bibirnya lalu mengecup bibir Junmyeon.

"Apa Junmyeonnie lupa makan sampai bisa berakhir disini?" Yifan bertanya lagi namun Junmyeon malah menatapnya malas.

"Pikir saja sendiri."

"Tuan dan nyonya Wu." Dokter langsung menengahkan keduanya yang sedang berdebat.

Yifan dan Junmyeon menengok ke arah yang sama.

"Nyonya Wu Junmyeon mungkin mulai sekarang bisa mengurangi pekerjaan beratnya dan bisa mulai meminum susu khusus? Nyonya Wu juga kan sudah dua bulan hamil yang berarti-"

"-DUA?" Yang kaget malah Yifan. Shixun digendongannya yang sebenarnya sudah selesai menangis dan mulai tertidur kembali menangis karena Baba nya berteriak di telinganya. Yifan menurunkan Shixun di ranjang rumah sakit tempat Junmyeon sedang berbaring dan langsung mengacak rambutnya seakan dia stress.

"Eh ada apa?"

"Yifannie gege, ada apa?"

Kedua orang dewasa di ruangan ini langsung bertanya hal yang sama.

Masih saja diam sampai Ibu Yifan datang dan semua penjelasan dokter kembali dijelaskan (Terkecuali dengan Yifan yang entah ada gerangan apa dia seperti itu).

-..-

Di rumah saja, Yifan seakan-akan stress dan menabrak segala macam barang yang ada di hadapannya. Namun sebelum ia mencoba memecahkan puluhan koleksi barang luar negeri miliknya sendiri, Junmyeon menahan lengan suaminya dan berkata, "Ayok bicara."

Keduanya sudah ada di meja makan saat sudah menaruh Shixun tidur.

"Kenapa kamu tampak kaget sekali saat mendengar aku hamil Yi?" Junmyeon membuka pembicaraan dan Yifan masih menutup mulutnya.

Junmyeon berdiri dari posisinya dan malah mengambil posisi di atas pangkuan Yifan lalu memeluk Yifan erat dari depan.

"Yi, aku sudah berubah, jangan pernah berfikir aku akan mencoba melakukan hal aneh.. Aku tau kamu takut hal terjadi dengan anak kita lagi."

Yifan dengan pelan meluluh. Ia memeluk pinggang istrinya dan menaruh kepalanya di pundak istrinya.

"Aku janji akan menjaga bayi kita ini Yi. Maafkan aku tentang yang dulu?"

Masih saja Yifan diam. Junmyeon jadi makin tidak enak hati.

"Apakah kamu masih takut? Yi, kalau kamu masih takut tidak apa-apa kok, nanti aku akan ke rumah orang tua ku saja, aku akan menghabiskan masa hamilku disana. Kamu tidak perlu takut dan tidak perlu menjengukku." Junmyeon mengelus leher bagian belakang Yifan. Memijatnya juga agar Yifan tidak tegang.

"Jangan." Yifan mengucapkan satu kata.

"Tidak apa-apa Yi. Mama mu sudah bercerita kok, tidak perlu panik. Aku juga sudah menelfon Ibu ku dan dia mau menerima ku untuk sementara. Jadi kamu disini jaga Shixunnie dan mungkin kamu bisa mendekor ulang kamar untuk anak kita yang baru ini hehehe."

Yifan menggeleng, "Justru kalau kamu pergi aku tidak mau Jun."

Junmyeon mencium pipi suaminya ini.

"Jangan pergi. Aku juga mau menjaga anak kedua ini dengan baik."

Kalimat terakhir Yifan membuat Junmyeon senang. Junmyeon janji agar kejadian masa lalu nya itu menjadi pelajaran. Toh sekarang Shixun sudah lahir dan bahagia dengan Junmyeon yang sekarang, bukan?

THE END


Guest *1313: hehehe iya dong kan mama Junmyeon satu2nya perempuan in da hous si! Terima kasih udah mau baca!

Bekipan: tbh yes, Shixun emang butuh perhatian. Dia maunya disayang terus dan jadi perhatian semuana! Hahaha, terima ksih sudah baca.

Guest *Junmyeonnie baby: gemes kahh? Aku masih mau bikin dia lebih gemes tp gmn ya? Hehehe terima kasih sudah dibaca!
Dhantieee: Yess ini sudah dilanjut!