The Love Story about Hinata

Disclamer © Masashi Kishimoto

Disclamer © Santhy Agatha

[Hinata H. x Sasuke U. ]

Romance, Hurt/Comfort

DON'T LIKE? JUST DON'T READ..

CHAPTER 3

'Apa? Memangnya barangku yang mana tertinggal di tempatnya?, aku rasa itu hanya akal bulusnya untuk mengerjaiku lagi. Kenapa ada orang yang seperti dia terlahir di dunia ini? Terkadang dunia memang tidak adil, yang kaya selalu berkuasa dan menang atas segalanya.'

'Dan lagi kenapa CEO itu harus repot-repot memanggilku keruangannya?, astaga berbagai spekulasi di otakku tentang dia bisa membuatku mati muda' Hinata masih terus menggerutu dalam hati tentang bosnya yang satu itu, seorang CEO yang tampan dan sukses jangan lupa juga mesum.

'Dan kenapa CEO itu selalu membuatku jengkel, marah dan muak dalam satu waktu secara bersamaan, apa dia tidak ada kerjaan lain yang di kerjakan bukankah kata para pegawai di sini menangatakan kalau si CEO kurang ajar itu seorang workaholic ya?' pikir Hinata sambil meletakkan jarinya di dagu dan memasang pose berfikir didalam lift yang akan membawanya menuju ke lantai 20, dimana lantai itu hanya digunakan untuk CEO di perusahaan ini.

Hinata telah sampai ke lantai yang ia tuju, pemandangan yang pertama ia lihat setelah keluar dari lift adalah sebuah ruang tamu yang mewah dengan dekor ruang yang luar biasa indah dan jangan lupakan meja khusus untuk sekretaris bos, "Tuan Sasuke sudah menunggu anda dari tadi, anda silahkan masuk." Hinata hanya mengangguk sambil bergumam mengucapkan terima kasih.

Hinata membuka pintu itu lalu masuk dan menutupnya pelan, dia berdoa semoga tidak terjadi apapun di ruangan ini, karena perasaannya saat ini sangat tidak enak bertemu dengan sang bos besar itu.

"Kata pak Orochimaru anda memanggil saya, dan beliau mengatakan bahwa ada barang saya yang tertinggal pada anda saya tidak merasa ada barang saya yang tertinggal pada anda" Kata Hinata mencoba lebih sopan sebagai awal pembicaraan mereka.

Sasuke hanya diam tidak menjawab perkataan Hinata, yang ia lakukan hanyalah melihat Hinata dengan tatapan bahwa 'aku menginginkamu sekarang juga!'

Hinata merasa risih akan tatapan Sasuke yang di arahkan padanya seakan laki-laki itu sedang menelanjanginya, Hinata mencoba mengalihkan pandangan Sasuke darinya , " Tuan Sasuke apa anda mendengar saya?"

Sadar akan tatapan kurang ajarnya Sasuke hanya menjawab sekenanya, " Oh ya tidak ada, aku hanya ingin melihatmu membuka baju disini."

"Apa?" Hinata bukannya tidak dengar ucapan Sasuke tapi hanya memastikan kalau laki-laki itu tidak serius dengan ucapannya.

Menyadari ucapan ngawurnya Sasuke segera memperbaiki ucapannya, " Oh tidak, maksudku tidak ada barangmu yang tertinggal di sini, aku hanya ingin memastikan kau bekerja dengan serius di kantor ini."

"Terima kasih anda perhatian dengan saya"

"Ah ya sama-sama" Sasuke mengeluarkan sebuah remot dari laci meja kerjanya dan menekan tombol entah apa itu yang Hinata tidak mengerti tapi yang ia sadari saat ini adalah kaca di ruangan ini yang sebelumnya bening kenapa menjadi buram dan berembun?

Hinata yang tidak ingin mencari tau akan suasana dalam ruangan ini yang sudah berubah memutuskan untuk segera bangkit dari kursi dan kembali ke ruangannya," baiklah jika tidak ada yang ingin anda bicarakan dengan saya, saya mohon undur diri."

Melihat Hinata yang ingin meninggalkan ruangannya, Sasuke segera bangkit dari kursinya dan menarik lengan Hinata sambil mengatakan sesuatu, " aku ingin mengucapkan sesuatu soal..." Sasuke menggantungkan ucapannya karena ia ragu untuk mengatakannya pada Hinata.

"Soal...?"

"Kalau kau bukan tipe wanita idamanku, sebetulnya selama ini aku selalu memikirkanmu di dalam pikiranku dan aku juga selalu berfikir bagaimana caranya agar aku bisa memilikimu."

Mata Hinata hanya terbelalak lebar mendengar penuturan Sasuke secara frontal ini, bagaimana mungkin seorang CEO yang di kagumi oleh semua orang dapat mengatakan hal seperti ini.

"Aku menginginkan kamu seutuhnya, kau selalu masuk dalam imajinasi liarku, aku selalu membayangkan jika kamu telanjang di atas kasurku dan mendesahkan namaku dengan menggoda dan..."

PLAK

Sasuke tidak dapat melanjutkan kata-katanya karena sebuah tamparan melayang di pipi kanannya, " KENAPA ANDA MENGATAKAN HAL MENJIJIKAN SEPERTI ITU!" Hinata tidak peduli lagi siapa laki-laki di hadapannya ini, yang Hinata pedulikan adalah bagaimana caranya untuk mengentikan perkataan kotor yang diucapkan oleh Sasuke dan sebuah tamparanlah yang dapat menghentikan perkataan Sasuke.

"Cih jangan terlalu munafik kau, aku hanya ingin kamu melayaniku di atas ranjang serta memuaskan hasratku padamu lagi pula kamu akan mendapatkan apapun yang kamu inginkan." Suaranya yang rendah menandakan kalau Sasuke merendahkan Hinata dan menunjukkan jika segala sesuatu akan mudah ia dapatkan dengan uang.

"Saya tidak seperti wanita yang sering anda kencani Tuan Sasuke."

"Oh, jangan sok suci kau Hinata, semua wanita di hadapanku sama saja mereka hanya menginginkan uang serta hartaku saja begitu juga dirimu kan?" Sasuke masih saja meremehkan Hinata dan tetap memamerkan akan kekayaannya pada Hinata agar Hinata menerima tawarannya.

"Saya tidak menyangka jika anda ternyata hanya seseorang yang menjijikan dan brengsek"

"Kau mengatakan aku apa?" Suara Sasuke kini rendah dan itu menandakan kalau ia sedang dalam mode marah.

"Aku bilang anda..." tiba-tiba Sasuke menyeret Hinata dan mendorongnya ke atas sofa hitam empuk nan luas yang ada di ruangan Sasuke serta menindih tubuh mungil Hinata.

"Le-Lepaskan saya" Hinata yang merasa akan tanda bahaya segera memberontak dalam tindihan Sasuke ini.

Mendengar suara Hinata yang lirih benar-benar membuat Sasuke tidak tahan, tanpa membuang kesempatan Sasuke langsung mencium bibir mungil Hinata awalnya hanyalah ciuman biasa tapi lama kelamaan menjadi lumatan yang semakin liar.

"Mmmh...mmhhmmm" Hinata mencoba memberontak agar segera terlepar dari ciuman Sasuke. Mau-tidak mau Hinata harus mengakui ia sedikit terpana dan terbuai akan ciuman Sasuke, tapi Hinata segera sadar kalau dia masih memiliki tunangan yang saat ini berjuang hidup di sana dan tidak seharusnya ia terlena dengan ciuman ini.

HINATA POV

'ba-bagaimana ini aku tidak bisa melepaskan ciumannya,' Aku terus mencari cara terlepas dari ciuman menjijikan ini, dan syukurlah aku melihat ada celah. Aku mencoba mengeser kakimu agar tepat berada di 'barang kebanggaan lelaki' dan aku menedangnya entah itu akan berakibat fatal atau tidak aku tidak peduli.

"Aw apa yang kau lakukan pada 'juniorku' Hinata," dia menggeram marah padaku dan tidak lupa dengan tatapan tajamnya ia arahkan padaku.

"Lepaskan saya, atau saya teriak agar orang-orang dikantor ini bisa melihat kalau pimpinan perusahaan ini tidak ada bedanya dengan seorang pemerkosa." aku mengancamnya dan semoga dia takut akan ancamanku.

"Hahahahaha, apa kau tidak tau kalau ruangan ini sudah kedap suara dan orang-orang tidak akan mendengar serta melihat apa yang akan kita lakukan Hinata."

"A-apa?"

"Aku sudah mengaturnya dengan remot control sewaktu kita berbicara tadi," sial jadi remot tadi adalah remot control.

Sasuke kembali mencium bibirku sekali lagi dan saat ini tidak hanya bibirnya yang bekerja tetapi astaga! Tangannya berani membuka kancing baju kerjaku, aku bisa merasakan setiap inci tubuhnya yang mulai memanas. Tubuhku ditekan seluruhnya ke tubuhnya, payudaraku berat dan perih karena dia meremasnya dengan kasar dan brutal, aku tidak menginginkan ini. Aku pun dapat merasakan kemaluannya mulai mengeras dan menegang di bawah dan bersentuhan dengan vaginaku.

Aku mengarahkan semua kekuatanku untuk mendorong Sasuke melepaskan pagutannya dan menjauhkan tangannya dari atas payudaraku, dan aku mendorongnya keras agar dia tidak menindihku lagi. Dan berhasil !

"Aku tau kau menikmati sentuhanku Hinata" tanpa buang waktu aku berlari ke pintu dan menjauh dari jangkauan Sasuke.

END HINATA POV

Sasuke hanya diam duduk di atas sofa dan membiarkan keheningan menyelimuti ruangan itu. " Lihat kan kau menikmati sentuhanku kan Hinata? Jangan munafik kau di depanku" Sasuke melirik tajam kearah Hinata dan mengeluarkan seringai seksi.

Wajah Hinata memerah padam bukan karena ia malu tapi karena ia sangat marah dengan tindakkan yang dilakukan oleh Sasuke itu, " Kau memang brengsek, bajingan dan manusia rendahan. Sampai kapanpun aku tidak akan menikmati sentuhan yang kau berikan padaku camkan itu!"

"Aku tau kau mungkin masih malu mengakui sisi liarmu itu padaku, dan aku bisa jamin kalau kau akan ketagihan akan sentuhanku pada tubuhmu itu." Ucapnya pada Hinata.

"Lebih baik kau bunuh aku jika aku menikmati sentuhanmu itu!."

Hinata segera membalikkan badan dan membuka pintu membantingnya keras meninggalkan ruangan terkutuk itu.

"Heh, lihat saja aku pasti akan mendapatkanmu Hinata apapun caranya, seorang Uchiha harus bisa mendapatkan apapun keinginannya termasuk untuk mendapatkan tubuhmu." Desis Sasuke sambil melihat pintu yang ada di depannya tajam.

TBC/DELETE?