Yesung sungguh tidak tahu apa yang membuat keluarganya itu memperbolehkan Kyuhyun tinggal satu atap dengan mereka. Apalagi selama ruangan yang akan dijadikan kamar itu di renovasi, untuk sementara Kyuhyun tinggal di kamarnya. Meski begitu mereka tidak satu ranjang. Kyuhyun tidur di bawah –dilantai- sedangkan Yesung dia atas –ditempat tidur- Setiap kali Yesung bertanya 'Kenapa dia tinggal disini?' semua pasti menjawab 'Agar kau tak keluar malam untuk menemuinya' padahal'kan, kalau masalah keluar malam. Ia hanya pergi kerumah Hyuk Jae atau Donghae untuk meminjam DVD Vidio Game atau benda lain yang tak ia miliki.

Sekarang ia masih bingung dengan apa yang harus ia lakukan untuk menjelaskan kepada orang tuanya kalau Kyuhyun itu vampir penghisap darah yang berbahaya. "Ah! Bisa gila aku.." Umpat Yesung sembari mengacak-acak rambutnya. Dari tadi yang ia lakukan hanya mondar-mandir kesana-kemari –mencari alamat- di dalam kamarnya yang lumayan besar di lantai dua. Sementara Kyuhyun mungkin sedang berkumpul bersama orang tuanya di lantai dasar.

"Sebenarnya, apa yang terjadi sih?!" Tanya Yesung. Kemudian ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. KLEK Pintu kamar terbuka dengan Kyuhyun yang masuk kedalamnya. Ia terlihat lebih segar setelah mandi dan meminjam baju dari Kakak Yesung.

"Bisa kau jelaskan apa yang terjadi? Kenapa kau bisa ada disini?" Serang Yesung langsung, ia mendudukan dirinya. Kyuhyun menggaruk kepala bagian belakangnya. "Kata mereka kau sering keluar malam, maka aku disuruh tinggal disini untuk menjagamu." Entah siapa yang bodoh atau siapa yang salah pengertian. Yang jelas Kyuhyun sudah menjawab sesuai apa yang masuk keotaknya saat mendengar kata-kata keluarga Yesung beberapa jam lalu.

"Ah! Gila.. Aku bisa gila.. Kau pria tua gila~" Tunjuk Yesung dengan tingkat ke-frustasian di atas rata-rata. "Atau jangan-jangan kau suka padaku? Lalu memaksa orang tuaku untuk memperbolehkan kau tinggal disini, dikamarku. Kau mengancam mereka dengan taring tidak serammu! Iyakan? Mengaku~" Kyuhyun menggeleng tidak mengerti. Sungguh aneh pikiran anak jenius di depannya ini.

"Kau yang gila.. Berhenti memanggilku PRIA TUA.. AHJUSSI.. ATAU VAMPIR TERTIDAK MENYERAMKAN.. PANGGIL NAMAKU DENGAN BENAR~ ATAU KUMAKAN KAU MALAM INI JUGA~" Kyuhyun berteriak, yang sialnya hanya Yesung yang bisa mendengarkan. Teriakan itu menggema memenuhi pikiran dan kepalanya. "AH! BERHENTI! KAU MEMBUAT TELINGAKU SAKIT.. BUKAN.. TAPI KEPALAKU!" Wajah Yesung memerah, dengan sekuat tenanga ia melempar bantal kewajah Kyuhyun.

"Aku tahu kau akan melempar bantal itu, aku diam. Tapi setelah tahu apa yang kau pikirkan, yaitu kau akan melemparku dengan 'benda itu' kali ini aku menghindar.." Kyuhyun menutup wajahnya dengan bantal yang tadi dilempar Yesung. Benar apa yang Kyuhyun pikirkan –atau bisa dikatakan- Pikiran Yesung yang mengalir ke kepalanya. Yesung melempar sesuatu, dan itu tidak mengenai Kyuhyun, melainkan bantal yang menutupi wajah lelaki tampan nan bodoh tersebut.

"Benar'kan? Kau akan melempar pakaian dalammu!" Kyuhyun terkikik geli sembari berjalan menuju tempat tidur Yesung –bukan tempat yang disediakan untuknya. "Kau itu bodoh! Vampir bodoh! Kyuhyun bodoh.." Racau Yesung kehabisan kata-kata. Kemudian ia hanya bisa menganga melihat Kyuhyun merebahkan diri di ranjang kesayangannya.

"H-hei! Tempat tidurmu di bawah sana~ turun," Yesung berusaha menyingkirkan tubuh yang lebih besar darinya itu. "Apa-apaan kau mengusirku?" Kyuhyun menatap Yesung dengan matanya yang sudah berubah menjadi merah. "Aku tidak takut! Tempat tidurmu di bawah, ini punyaku!" Kyuhyun mengacak-acak rambut hitamnya.

Mungkin ia sudah salah karena memberikan kesan pertama yang tidak menyeramkan untuk Yesung. Bodohnya ia! "Aku tidak mau tidur disana, kau saja. Asal kau tahu KIM YESUNG. Biar aku tidur di peti mati, tapi peti itu sangat empuk, sangat nyaman, lebih dari tempat tidurmu ini. Jadi mana bisa aku tidur dilantai seperti itu!"

"Yasudah! Kenapa kau tidak bawa peti matimu saja sekalian?! Dan tidur dalam sana," Balas Yesung tak mau kalah. "Kau kira itu ringan? Kau kira itu mudah dipindahkan sesuka hatimu?" Kyuhyun menarik tangan Yesung hingga kepala remaja itu terjatuh tepat dibantal yang di atasnya terdapat kepala Kyuhyun. "Tentu saja tidak, bodoh! Sudahlah, tidur sana." Kyuhyun membalik tubuhnya jadi membelakangi Yesung.

"Cih! Kau itu kebesaran, ranjangku jadi sempit. Bagaimana kalau aku jatuh?!" Tidak ada balasan. "Peluk saja aku.." Sahut Kyuhyun kemudian. Jawaban itu sukses membuat jantung Yesung berhenti berdetak beberapa saat.

PLAK! BUK! "Jaga bicaramu~ Pergi dari tempatku~" Yesung mulai menendang-nendang tubuh bagian belakang Kyuhyun. Sementara Kyuhyun menghela napas. 'Salah apa lagi aku?! Kenapa sulit sekali akur dan membuat dia takut padaku?' Kyuhyun mulai menangis tersedu tanpa diketahui Yesung karena ia berpura-pura tidur lelap.

"Kau tidak seru! Kenapa malah tidur? Ya! Kyuhyun! Bangun.." Yesung menarik-narik baju Kyuhyun. 'Tenang Kyuhyun-ah! Tenang!'

.

~Beautiful Mistake~

.

Pagi menjelang setelah melalui tidur yang amat singkat. Sinar matahari merambat masuk melalui tirai jendela yang sedikit terbuka. Sebuah kamar berantakan disebuah rumah berlantai dua yang terlihat rapi sekaligus berantakan *?* terasa sangat hening, dua orang lelaki yang tidur di atas tempat tidur yang sama itu saling berpelukan tanpa sadar. Lelaki yang lebih besar tidur begitu nyenyak, sedangkan lelaki yang lebih kecil terlihat mulai terganggu karena suara ribut di luar rumahnya.

Begitulah pagi disebuah perumahan, selalu berisik karena orang-orangnya yang selalu memakai kendaraan dan mobil untuk bepergian. Yesung yakin, tetangga di sebelah kiri rumahnya sedang memotong rumput dihalaman depan dengan mesin pemotong rumput, tetangga di sebelah kanannya tengah menjemur pakaian di atap rumah sambil bernyanyi-nyanyi dengan suara fals, dan tetangga di depan rumahnya bangun kesiangan hingga sang ibu rumah tangga harus kerja ekstra untuk membangunkan anak-anak, suami, menjemur pakaian, dan membuat sarapan.

Tunggu! Jika tetangga depan rumahnya kesiangan, maka!

Matanya langsung terbuka lebar. Yang pertama ia lihat adalah leher seseorang. "Jam berapa ini?!" Ia langsung bangkit tanpa peduli dengan Kyuhyun yang masih memeluknya terbangun. "APA?! SETENGAH SEMBILAN?" Teriaknya ketika melihat jam beker yang tergeletak di atas lantai menunjuk ke angka yang ia sebutkan tadi.

"Aku bangun lagi karena teriakanmu, untuk kedua kalinya." Kyuhyun mengusap kedua matanya lalu menudukan diri di tengah tempat tidur sambil menguap lebar. "Arrgghhh! Aku terlambat!" Yesung segera menyambar handuk dan baju. Lalu ia lari kelantai bawah untuk mandi. Tetapi setelah sampai di depan pintu kamar mandi, di sana tertempel selembar note yang sepertinya ditulis oleh sang Ibu.

Yesungie sayang.. Kau tak perlu bangun terburu-buru dan juga pergi kesekolah. Eomma sudah menitipkan surat pada Donghae bahwa kau sakit dan tidak bisa masuk. Eomma juga sudah membuatkanmu dan pria tua itu sarapan. Ohya! Maaf eomma tidak membangunkanmu karena tidak enak pada si pria tua dan sepertinya kau sangat kelelahan. Hyung mu sudah berangkat, eomma, dan appa juga sudah berangkat kerja.

Nikmati harimu! Yesungie. Mungkin eomma dan appa akan pulang telat, jadi pesanlah makanan, uangnya juga ada di atas meja. Hyungmu juga, katanya mau menginap di rumah teman.

Yesung terduduk lemas di depan pintu kamar mandi, entah ini bisa dikatakan keberuntungan atau kesialan. Atau mungkin ini adalah kesialan yang beruntung. Atau juga, keberuntungan yang sial. Entahlah!

"Uh!? Apa ini?" Yesung mendengar suara di tengah renungannya. Ia menoleh ke asal suara yang bertempat di ruang makan, tak jauh dari ia berada sekarang. Ternyata itu Kyuhyun, ia sedang mengambil selembar uang lalu mengunyahnya.

"HEI! JANGAN DIMAKAN!" Segera saja Yesung berteriak dan berlari ke arah lelaki bodoh nan tampan itu. "AKU BARU TAHU KALAU KAU INI LEBIH DARI BODOH! UANGNYA KAU MAKAN.. BAGAIMANA KALAU EOMMA TIDAK PULANG NANTI? MALAM NANTI KITA, AH! TIDAK! AKU SAJA.. MALAM NANTI AKU MAKAN APA?" Yesung berteriak tepat diwajah Kyuhyun sambil berjinjit. "Aku kira ini makanan," Jawab Kyuhyun polos.

"Kh~ Bodoh.. Yang makanan itu, ini!" Seru Yesung emosi sambil menunjuk segelas susu dan dua tangkup roti bakar. "Ohh ini toh!" Kyuhyun mengambil segelas susu lalu meminumnya. Tapi, wajahnya berubah menjadi aneh hingga~

BYUR~ Menyemburkan apa yang belum ditelannya itu tepat ke wajah Yesung. Seluruh muka lelaki manis itu memerah, entah harus sampai kapan ia terus-terusan emosi berlebih hanya karena kelakuan bodoh Kyuhyun. Bisa-bisa ia mati jantungan kalau Kyuhyun terus berada di dekatnya.

"Rasanya aneh! Aku mau makan kau saja," Kedua tangan Yesung sudah mengepal di sisi tubuhnya. "Kyuhyun! Aku mohon, jangan buat aku mati muda~" Kesal remaja imut itu. "Kalau begitu carikan aku darah," Kyuhyun menarik salah satu kursi di dekatnya lalu duduk disana.

"Aku akan mencarikannya jika kau bisa mengembalikan uang ini seperti semula!" Yesung meletakkan selembar uang yang sudah sobek setengah, dan setengahnya lagi berada di perut Kyuhyun. "Kau yakin?" Tanya Kyuhyun memastikan.

"Tentu saja, aku akan melakukan apapun yang kau suruh jika kau bisa mengembalikan uang itu dan melipat gandakannya!" Yesung berbalik meninggalkan Kyuhyun, remaja itu menaiki tangga untuk kembali kekamar. "Kuharap kau tidak menyesal, Yesung." Mata Kyuhyun kembali menjadi merah.

Ditatapnya uang yang berada di atas meja. "Melipat gandakan? Berapa banyak kau mau?" Ia menyeringai, dengan dua kali jentikan jari. Uang setengah tadi sudah kembali utuh. "Mungkin kau butuh sepuluh lembar," Kyuhyun kembali menjentikan jarinya, uang tadi sudah menjadi seperti apa yang ia inginkan. "Apa ini cukup? Apa butuh sepuluh lagi? Atau mungkin jadikan seratus saja? Ah! Berapa sih yang dia mau?" Kyuhyun menjentikkan jarinya berkali-kali hingga tumpukan uang mulai memenuhi meja.

.

~Beautiful Mistake~

.

Kelas terasa sepi karena ketidak hadiran ketua kelas mereka yang paling heboh dan sukanya teriak-teriak itu. Biasanya saat tidak ada guru seperti ini maka Yesung adalah yang menjadi penghibur mereka semua. Sebenarnya tidak bisa disebut menghibur sih, itu adalah bahasa halusnya, jika kau ingin bahasa kasarnya, maka yang dimaksud menghibur adalah menindas!

Yesung memarahi anggota kelas yang tidak mematuhi aturan yang ia buat dengan suara melengkingnya di depan kelas hingga itu menjadi hiburan tersendiri saat jam kosong. Namun sekarang, Yesung –si penindas, si penyihir kejam, si jenius yang bodoh- sedang tidak masuk sekolah membuat beberapa orang yang sering melanggar aturan menghela napas, sementara yang suka melihat Yesung menghibur merasa bosan.

"Memangnya kenapa Yesung tidak masuk sekolah?" Seorang teman bertanya pada Hyuk Jae –yang merupakan teman Yesung dari kecil- Hyuk Jae menghela napas, ia menggeleng sambil menunjuk Donghae dengan dagunya. Menyuruh lelaki itu bertanya saja pada Donghae.

"Memangnya ada apa, Hae-ya?" Tanya lelaki itu, yang paling sering kena tindas karena selalu melanggar aturan kelas seperti membuang sampah sembarangan, tidak melakukan piket, dan pernah mengunci Yesung di gudang sekolah. "Kata Ibunya, sih. Dia sakit," Donghae merebahkan kepalanya ketumpukan buku di atas meja. "Kenapa, kau merindukannya? Kau rindu dengan tindasannya?" Lelaki itu menggeleng.

"Tentu saja tidak! Aku hanya merasa lega," Ucapnya gelagapan. "Pergi sana. Sekalipun kau menyukai Yesung dan berniat menjenguknya, kau pasti akan ditendang! Yesung itu benci badboy!" Jelas Hyuk Jae sadis. Lelaki itu mengangguk. "Baiklah." Ucapnya santai sambil melangkah meninggalkan HaeHyuk berduaan *?*

"Apa sebaiknya aku membuatkan kue untuknya? Agar dia tidak bisa masuk sekolah untuk selamanya?" Lelaki ber tag-name Choi Min Ho itu menyeringai. "Hei! Aku butuh bantuanmu," Kemudian ia mendatangi seorang perempuan. "Ya? Apa itu."

"Bisa kau buatkan aku kue? Dan tambahkan 'bumbu' ini." Ia menyerahkan bungkusan kecil transparan dengan sepertiga bubuk putih di dalamnya. "Kapan kau mengambilnya?"

"Eum~ Malam ini, bagaimana?" Perempuan cantik tersebut nampak menerawang. "Baiklah, apa kau akan memberiku uang?" Choi Min Ho mengangguk mantap.

"Baiklah." Balas gadis itu.

.

~Beautiful Mistake~

.

Kyuhyun menatap tumpukan uang yang berjumlah 100000 perlembarnya, ia bingung, harus ia apakan kertas yang manusia sebut dengan uang ini. Yesung belum juga turun dari kamarnya sejak 1 jam lalu. Kyuhyun juga tidak merasakan otak Yesung berpikir atau perasaan Yesung yang merasakan sesuatu, seperti marah, merasa terancam, takut, atau apapun. Ia tidak merasakan itu semua.

"Apa dia mau aku naik?" Kyuhyun memutar-mutar bola matanya. "Tapi bagaimana dengan uang ini?" Kemudian matanya menangkap keberadaan sebuah ember. Dan sekelebat idepun memuncrat dikepalanya.

Sedangkan di atas sana..

"Nyam~ Nyam~ Ah! Aku mau pizza~" Lelaki bernama Yesung itu kembali tidur, yang pantas saja membuat Kyuhyun tidak dapat merasakan kerja otak maupun perasaannya. "Kyuhyun.." Ucap Yesung dalam tidurnya. "Kyuhyun.. Itu.. Bodoh.." Lanjut Yesung. Ia berdiri, berjalan ketengah ruangan kamarnya dan mulai memukul udara.

"Kau rasakan, bodoh!" Hal itu terus berlangsung selama hampir satu menit, Yesung yang masih tidur tapi berjalan dan mungkin sedang bermimpi memukuli Kyuhyun tidak menyadari keberadaan orang yang ia pukul –di dalam mimpi. "Yesung, apa yang kau lakukan?" Tanya Kyuhyun bingung.

"Aku.. Tentu saja memukulmu.." Sahut Yesung. Tidak lama setelah mengatakan itu ia terjatuh, tapi masih saja dengan kesadaran yang entah kemana. "Yesung!" Seru Kyuhyun lalu berlari untuk menolong Yesung. "Dia tidur?" Tanya Kyuhun lagi, sungguh banyak hal aneh dan langka selama ia berada di dekat Yesung. Dan itu semua membuat ia merasa terhibur.

"Yesung.." Panggil Kyuhyun sambil menidurkan kepala Yesung kepahanya. "Yesung.. Bangun," Serunya kemudian menepuk-nepuk pipi Yesung bergantian. Lama ia memandangi wajah Yesung sampai akhirnya ia berhenti karena merasakan otak Yesung mulai bekerja.

"HA~" Kaget Yesung sambil meloncat menjauhi Kyuhyun. "APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?" Kyuhyun menggeleng. "Aku hanya melakukan apa yang kau suruh.. Ini, uangmu!" Kyuhyun mendorong ember berisikan uang tadi kehadapan Yesung. Mata Yesung mengerjab cepat, tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

"BOHONG! Ini pasti palsu.." Yesung mengangkat ember itu lalu menumpahkan semua uang yang ada di dalamya. "Darimana kau dapat ini?" Kyuhyun mengangkat kedua bahunya. "Kau pasti mencuri.. Kau pasti mengambil uang orang tuaku'kan? Mengaku."

"Tidak.. Aku bahkan tidak tahu dimana kamar orang tuamu,"

"Lalu.. Ah! Pasti kau merampok BANK!" Tuduh Yesung lagi. Dan Kyuhyunpun menggeleng lagi. "BANK itu apa?" Tanya Kyuhyun.

"Sudahlah.. Tidak mungkin kau bisa memperbaiki uang tadi dan melipat gandakannya. Kau pasti dukun.." Yesung menunjuk-nunjuk wajah Kyuhyun yang menggeleng.

"Dukun itu makhluk apa?" Yesung tidak menjawab, yang sekarang dipikirannya hanyalah darimanakah Kyuhyun mendapat uang itu. Dan juga, apakah itu asli. "Aku juga tidak tahu," Balas Kyuhyun tanpa Yesung bertanya.

Kyuhyun menghela napas. Ia mengangkat jari telunjuknya, seketika itu juga tubuh Yesung bergerak sesuai apa yang ia mau. Kyuhyun tersenyum, ia memilih duduk di kursi belajar Yesung. "H-hei! Hentikan.." Panik Yesung. "Kau terlalu banyak bicara dan teriak, aku butuh hiburan juga, bukan hanya mendengar suaramu." Jelas Kyuhyun sembari tertawa geli.

"Tunggu! Kau boleh lakukan ini setelah aku memeriksakan semua uang itu ke BANK!" Kyuhyun mengangkat Yesung tinggi-tinggi hingga menyentuh plafon rumah. "Okay!" DUG!

"SIALAN! KENAPA KAU MENJATUHKANKU?!"

.

~Beautiful Mistake~

.

Setelah mandi dan berganti baju, dan memastikan bahwa ia sudah cukup maksimal dalam penampilan. Yesung kemudian duduk santai di sofa ruang tengah sambil memainkan remot televisi, mengganti-ganti channelnya sesuka hati. Namun ia teringat pada sesuatu bergerak yang mengaku vampir di atas sana, masih tidak bergeming setelah menghempaskan ia ke lantai.

"YA! KAU, SIALAN! CEPAT TURUN!" Teriak Yesung penuh emosi. Entah kenapa setiap kali teringat lelaki itu rasanya ia selalu ingin marah-marah. "Aku sedikit bermasalah 'dengan ini' apa kau bisa bantu?!" Yesung berdecak kesal, dihempaskannya remot malang tersebut hingga baterainya menjauh dari tempat semula.

"Apaan sih?!" Tanyanya emosi walau tak dipungkiri ia juga merasa penasaran. Yesung lalu naik keatas, awalnya ia menduga mungkin Kyuhyun kesusahan melepas pakaian atau tidak mengerti kenapa dirinya memiliki kembaran ketika berdiri di depan cermin. KLEK Namun saat ia membuka pintu kamarnya sendiri, matanya langsung membelalak tatkala menemukan vampir bodoh yang tampan itu duduk di ujung tempat tidurnya dengan tidak mengenakan pakaian apapun.

"Ya! Kenapa kau telanjang?" Yesung segera menutupi matanya sendiri dengan kedua tangannya. "Tidak sengaja aku menemukan kertas berisikan foto-foto ini, dan setelah melihatnya sampai habis, tiba-tiba saja kelaminku jadi seperti ini. Sakit, Yesung-ah!" Kyuhyun menatap Yesung sambil memelas, raut wajahnya terlihat kesakitan. Lalu terdengar suara ringisan membuat Yesung merasa semakin awkward. Untung saja Kyuhyun tidak mengerti. Pikir Yesung.

"Mengerti apa?" Tanya Kyuhyun sontak, Yesung menggeleng sambil membalikkan badan membelakangi Kyuhyun. "Bahkan jika kau berada di ujung dunia, aku masih tahu apa yang kau pikirkan. Sebaiknya katakan!"

"Itu majalah, dewasa. Yang aku sembunyikan di bawah karpet, kenapa bisa kau menemukannya?" Yesung mengigit bibirnya, dia bertanya dengan malu-malu. "Tidak sengaja, saat aku memainkan benda-benda di kamarmu. Ohya! Majalah dewasa itu kenapa banyak gambar-gambar telanjang? Apa sekarang manusia memperoleh makanan dengan cara seperti ini?"

"L-lupakan saja foto tadi, kau ingin itu tidak sakit lagi'kan.. S-sebaiknya kau lupakan, setelah itu kau cepat mandi untuk ikut denganku ke BANK." Yesung bersiap ingin pergi, namun suara Kyuhyun menahannya. "Itu apa?" Tanyanya polos.

"Ya itu.. Itu.. Itu yang sakit," Gelagap Yesung. "Kepalaku juga sakit,"

"Kelaminmu, bodoh! Kau bilang itu sakit'kan? Jika kau ingin cepat sembuh, ya lupakan gambar-gambar tadi." Yesung berbalik, wajahnya merah padam, dengan garang ia merampas majalah dewasa yang berada di dekat Kyuhyun. "Baiklah." Jawab Kyuhyun singkat, Yesung menggaruk kepalanya heran, kenapa Kyuhyun malah tengkurap di lantai.

"Ini caraku melupakan sesuatu, meski terlihat tidak normal, tapi ini sungguh berhasil."

"Terserahmu deh, yang jelas cepat mandi." Berkali-kali Yesung menyadarkan dirinya dengan cara menepukkan majalah kepipinya, terasa sakit. Dan ia yakin ia tidak bermimpi melihat tubuh telanjang seorang vampir tampan –tapi sayangnya bodoh- "Setidaknya tutupi pantatmu," Yesung mengambil selimut lalu menutupi seluruh tubuh berkulit putih-pucat seperti kurang darah milik lelaki bodoh itu.

"Ooohh.. Aku rasa itu tidak perlu.. Tapi, terima kasih." Gumam Kyuhyun di tengah acara 'melupakan sesuatu' versi dirinya. Yesung hanya mengangguk maklum. "Jika sudah mandilah, aku meletakkan pakaianmu di atas mesin cuci. Lalu temui aku di ruang tengah."

Tidak terdengar apapun lagi, mungkin otak Kyuhyun sedang berusaha menghapus memorinya tentang gambar-gambar tadi. Dan Yesungpun memilih segera pergi.

.

~Beautiful Mistake~

.

Jam menunjukkan waktu pukul 3 sore. Sekolah-sekolah sudah memulangkan siswa-siswinya. Termasuk dua orang remaja yang saling bercanda itu, mereka memasuki kawasan Street34 dengan wajah sumringah karena terlalu banyak bercanda. "Hei Hyuk! Bagaimana jika kita kerumah Yesung dan bawakan dia catatan, aku takut dia tertinggal lalu siapa yang akan kita contek?!" Saran Donghae sambil merangkul teman baiknya itu.

"Iya.. Ide bagus, apa dia sungguh sakit? Kok aku tidak yakin ya? Yesung itu jarang sakit, fisiknya kebal, mentalnya kuat, bathin dan kejiwaannya juga," Hyuk Jae meletakkan jarinya di bibir, kebiasaan kalau ia bingung. "Mungkin benar saja, tadi malam'kan dia masuk mansion itu. Siapa tahu dia kaget karena bertemu Kyuhyun-ssi dan pingsan selama berjam-jam," Tebak Donghae.

Tidak berselang lama, mereka sampai di rumah teman mereka yang bisa dibilang jenius itu –jenius dalam segala hal. "YESUNG~" Panggil HaeHyuk berbarengan. "Ini bukan kita banget deh, biasanya'kan Yesung langsung masuk saja kekamar tanpa perlu ketuk pintu segala, apalagi pakai acara manggil-manggil di depan rumah, seharusnya kita juga seperti itu!" Kata Donghae kemudian mendapat anggukan dari Hyuk Jae. "Okelah kalau begitu," Ucapnya.

"YESUNG~ KAMI DATANG~" BRAK Hyuk Jae mendrobrak pintu, ruang tamu terlihat sepi. "Ah! Jam segini biasanya Yesung di ruang tengah, kalau tidak di kamar." Gumamnya setuju. Akhirnya mereka masuk setelah sebelumnya melepas sepatu.

Sementara di dalam sana.. Sekitar 5 menit sebelum kedatangan HaeHyuk couple..

"Yesung, aku sudah mencoba sekuat tenaga, dan bahkan sudah berjam-jam, tapi tetap saja kelaminku sakit." Kyuhyun datang mengagetkan Yesung. "Lalu?" Tanya Yesung tanpa menoleh, ia merasakan Kyuhyun duduk tepat di sebelahnya. "Ya aku ingin kau membereskan semua ini,"

"Loh!? Kenapa jadi aku? Yang lihat majalah itu kau, seharusnya kau bereskan sendiri.. Bukannya malah ak..." Ucapan Yesung menggantung setelah menoleh pada Kyuhyun, lelaki itu masih saja tidak pakai baju. Bahkan kelaminnya berdiri terancung minta dimanjakan. "..u.." Lanjut Yesung sambil memandang shock milik Kyuhyun.

"Hyak! Kau bukan hanya bodoh! Tapi juga mesum," Yesung bergerak cepat memukul-mukul bahu dan dada Kyuhyun. "Aku tidak butuh mesum, aku hanya ingin kau menyelesaikan ini." Jawab Kyuhyun polos. Yesung mengigit bibirnya, bingung apa yang harus ia lakukan. Tidak mungkin ia memikirkan hal-hal aneh karena Kyuhyun bisa membaca pikirannya.

"Sudahlah. Kau jangan bilang pada siapa-siapa aku melakukan ini," Kyuhyun mengangguk. "Aku melakukannya karena aku ingin segera pergi ke BANK untuk memeriksakan uang itu sebelum BANK nya tutup. Jadi jangan berpikiran aku menyukaimu atau apa." Kyuhyun mengangguk lagi.

"INGAT! Apapun yang terjadi jangan pernah bilang hal ini pada siapapun." Kyuhyun hanya mengangguk patuh. "Banyak bicara sekali," Desis Kyuhyun. "Kau pikir bagaimana aku tidak malu melakukan ini apalagi jika ada yang mengetahuinya! Mau ditaruh di mana mukaku hah!?"

"Taruh saja di pantatku," Kyuhyun tersenyum manis setelah mengatakan itu. "Terserahmulah. Yang jelas tutup mulutmu rapat-rapat tentang hal ini." Yesung menghela napas, sungguh sangat sulit melakukannya. Apalagi dengan status ia yang masih dibawah umur. "Jangan buat suara apapun,"

Yesung meremas rambutnya, jika ia tidak menyelesaikannya segera maka masalah akan menjadi semakin besar dan ia juga yang akan sulit. Dengan segenap perasaan canggung, malu, dan marah Yesung membuka mulutnya, mendekatkannya pada sesuatu yang berdiri di bagian bawah Kyuhyun. "Apa yang kau lakukan?" Tanya Kyuhyun penasaran.

"Diamlah, kau tidak tahu seberapa sulitnya melakukan ini." Kyuhyun menuruti perintah Yesung, ia hanya diam merasakan lidah mungil remaja itu mengenai miliknya. "Geli, Yesung-ah!" Kyuhyun menarik kepala Yesung menjauh dari alatnya. Kemudian Kyuhyun menatap mata lelaki manis itu. "Matamu indah," Pujinya jujur. "Terima kasih deh kalau begitu,"

"Jadi, boleh aku mencongkelnya?"

"Ne?!" PLAK "Bodoh! Urus sendiri sana alatmu itu. Aku mau pergi sendiri saja ke BANK!" Yesung merampas tas selempang di dekatnya, kemudian berjalan kesal menuju ruang tamu. "Kau itu, kebiasaan yah! Membuat orang terbang lalu menghempaskannya!" Serang Yesung sambil melempar kaus kaki yang akan ia pakai ke arah Kyuhyun. "Bukan begitu niatku, aku sungguh menyukai matamu." Kyuhyun berdiri, setelah itu ia berjalan menuju Yesung.

"Apa dekat-dekat?" Tantang Yesung, matanya menyiratkan kemarahan dan kebenciam mendalam. Kyuhyun tidak menjawab, ia terus saja berjalan ke arah Yesung dan meraih tangan remaja manis itu. Yesung terdiam, tidak mengerti dengan kelakukan Kyuhyun. Dan tiba-tiba saja Yesung merasakan bahwa Kyuhyun menyentuhkan tangannya kealat tersebut. Seketika saja wajahnya berubah menjadi merah padam.

"Diam, yang aku butuh hanya tanganmu." Seakan kata-kata Kyuhyun adalah perintah mutlak yang tak mungkin ia langgar, Yesung menurut. Bibirnya yang tadi akan terbuka terkantup kembali.

Kyuhyun terus saja menyentuhkan tangan mungil Yesung keseluruh bagian miliknya, ia diam tak bersuara meski sebenarnya hendak mengeluarkan lenguhan. Dari apa yang ia lihat dan masih terekam di memori otaknya, cara seperti ini mungkin bisa mengurangi sedikit derita sakit di bawah sana.

Yesung berdiri mematung sambil mendongak menatap Kyuhyun. Tatapannya shock, ia hendak melontarkan kalimat makian namun ketika melihat mata Kyuhyun entah kenapa bicara satu patah katapun serasa tidak memungkinkan. "Yeuppeuda.." Ucap Kyuhyun sebelum sebelah tangannya yang bebas memegang kepala Yesung. Ia sedikit merunduk untuk meraih bibir Yesung mengingat perbedaan tinggi mereka.

Mereka berciuman, dengan tangan Yesung yang masih berada di bawah sana bersama tangan Kyuhyun. Yesung merasakan bibirnya digigit pelan, dan itu membuat ia meringis serta 'tidak sengaja' meremas milik Kyuhyun.

Ini adalah ciuman pertama Kyuhyun –dengan manusia. Sedangkan ini adalah ciuman pertama Yesung yang rencananya hanya akan ia berikan kepada cinta pertamanya. Namun malah sudah dicuri oleh makhluk bodoh. 'Kau bodoh! Kyuhyun..' Ucap Yesung dalam hati. Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya. 'Benarkah?!'

Tidak berapa lama kemudian Kyuhyun melepaskan ciumannya, bukan karena Yesung kehabisan napas –ia bahkan yakin mereka bisa ciuman selama 10 menit lebih- tapi karena ia merasakan perutnya bergejolak, kemudian cairan putih kental mengotori tangannya dan tangan Yesung.

"HAAA~~~" Pekik Yesung kaget merasakan cairan hangat itu menyembur mengenai telapak tangan sucinya. "Akhirnya~" Desah Kyuhyun lega, sementara Yesung masih melotot memandangi tangannya. "K-KAU~ AARRRGGGHHHH! CEPAT MANDI~ AKU AKAN BERSIHKAN INI.. CEPAT... JANGAN MEMBUATKU BERUBAH PIKIRAN DAN MEMBUNUHMU!" Teriak Yesung –jika saja Kyuhyun manusia, mungkin gendang telinganya sudah pecah- "Oke! Oke!" Dengan santai dan tampang tidak bersalah, Kyuhyun pergi begitu saja. Sedangkan Yesung masih merutuki dirinya, dan merasa bahwa ia sangat bodoh karena tidak melawan saat Kyuhyun mencium bahkan menumpahkan 'sesuatu itu' di lantai rumah! Tidak. Melainkan di tangannya yang juga mengenai lantai.

"Haaa~ Gila... Aku gila.." Yesung mengacak-acak rambutnya dengan tangan kiri –yang tentunya bersih. "Kyuhyun itu bodoh atau apa?" Marahnya lagi. Kini ia berjalan menuju halaman belakang rumah untuk membersihkan tangannya –kebetulan disana ada kran air dan pel yang biasa digunakan untuk membersihkan lantai.

.

~Beautiful Mistake~

.

"H-Hae.. A-apa aku tidak salah lihat?" Suara Hyuk Jae terdengar bergetar. Matanya memerah dengan bibir kering, wajah pucat, dan tubuh seperti orang habis kejang-kejang. Donghae mengelus kepala Hyuk Jae.

Tubuh sahabat manisnya itu kini terbalut selimut, kebetulan mereka sudah berada di kamar Hyuk Jae setelah mengantarkan buku catatan untuk Yesung. "T-tenang Hyuk-ah.. A-aku juga t-tidak tahu.." Tangan Donghae terlihat bergetar saat mencoba meraih segelas air yang berada di atas meja tak jauh dari ranjang Hyuk Jae.

"I-ini, minumlah.. Tenangkan dirimu," Donghae membantu Hyuk Jae meminum segelas air itu, namun sayang, karena keduanya sama-sama kaget dan dilanda ketidak percayaan, air itu bukannya masuk kedalam mulut Hyuk Jae, tapi malah tumpah menguyur wajahnya.

"T-tidak apa.. a-aku mengerti perasaanmu," Hyuk Jae menyapu wajahnya dengan selimut. "Maaf," Gumam Donghae.

Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Yesung itu jika disentuh orang asing bahkan secuilpun, maka ia akan langsung membanting orang itu. Dan sekarang ini, itu KYUHYUN! Yang statusnya belum diketahui asalnya darimana, dalam artian lain Kyuhyun itu masih asing. Lalu kenapa Yesung malah berciuman dengannya! Tentu saja mereka shock luar biasa.

Yesung juga pernah mengatakan ia tidak akan berciuman kalau itu bukan benar-benar orang yang ia cintai atau cinta pertamanya. Namun sekarang. "A-apa mungkin Yesung.." Mereka saling pandang. Donghae hanya mendelikan bahunya yang masih gemetar karena mengingat kejadian tempo jam lalu.

Flashback On

"Jam segini biasanya Yesung di ruang tengah!" Ucap Hyuk Jae sambil menatap Donghae karena tidak menemukan Yesung nongkrong di ruang tamu. Mereka menatap lekat-lekat ruang tamu itu karena ini adalah pertama kalinya mereka masuk kesana.

Sesampainya mereka di pintu yang menghubungkan ruang tamu dan ruang tengah, mata Donghae maupun Hyuk Jae melotot tidak percaya. Buku yang berada di tangan Hyuk Jae jatuh begitu saja kelantai, tapi tidak menimbulkan suara berisik yang berarti dan tidak mampu menghentikan aktivitas dua manusia di depan mereka.

Pemandangan sekarang sungguh-sangat membuat napas mereka tercekat. Bagaimana tidak?! Seorang lelaki asing yang barusaja bertemu dengan mereka tadi malam tau-tau malah sudah mencium Yesung tepat dibibirnya. Walau Yesung dalam posisi membelakangi mereka, namun Donghae maupun Hyuk Jae yakin kalau Yesung menikmati apa yang mereka lakukan saat ini.

Terlebih saat keduanya menyadari bahwa lelaki bernama Kyuhyun itu tidak memakai apapun untuk menutupi tubuhnya. Apalagi! "Humph!" Donghae segera membekap mulut Hyuk Jae merasa lelaki itu akan berteriak karena sadar kalau tangan Yesung memegang sesuatu yang terlarang kepunyaan Kyuhyun.

Donghae segera mengambil buku milik Hyuk Jae yang jatuh lalu menyeret temannya itu keluar rumah. Sesampainya di teras rumah Yesung, segera saja Donghae menutup pintunya sepelan mungkin.

"Ayo pergi!" Terpaksa lelaki penyuka ikan –maksudnya suka makan ikan- itu menarik Hyuk Jae, walau ia tahu lutut temannya lemas –sama seperti dirinya.

Flashback Of

"Mungkin saja mereka sudah jadian.. Kyuhyun-ssi juga tidak mungkin mencium dan melakukan hal itu bersama Yesung jika Yesung tidak mengijinkan. Berpikir positif saja Hyuk-ah. Yesung dan Kyuhyun-ssi saling mencintai, berpacaran, lalu melakukannya! Sudah." Donghae tetap berusaha menenangkan Hyuk Jae dengan hipotesa dan opini yang kemungkinan terjadi di antara dua manusia tadi. Hyuk Jae berusaha tenang. Ia segera menyingkap selimut, berniat menutup tirai karena hari mulai sore.

"H-hae..." Gumam Hyuk Jae lemah, lututnya kembali terasa lemas. "Kenapa?" Donghae menghampiri Hyuk Jae dan menatap tepat kemana jari telunjuk temannya mengarah. Disana terlihat dua manusia sedang berjalan beriringan, langkah kaki keduanya serasi, namun ada jarak yang membatasi.

"Mau kemana mereka sore-sore begini?" Tanya Hyuk Jae sambil menatap Donghae dengan mata kembali melotot. "Sudah aku bilang mereka pacaran, tentu saja nge-date-lah. Jalan-jalan sore dan pulang tengah malam, bermain kesana-sini sambil berduaan." Terang Donghae –lagi-lagi dari sesuatu yang lari dari pikirannya.

"Iya.. Aku berpikir positif saja," Gumam Hyuk jae berusaha meyakinkan diri.

To Be Continue

Chap ini sengaja aku panjangin, ini adalah gabungan chap 3 dan 4. Biar cepet selese XD

Semoga gak bosan yah.. Ini 4k word lebih tepatnya 4.472 word XD

Baiklah~ Jadi disini juga ada yang nonton KUROSHITSUJI? Sebby itu keren banget Kaaaaannn~~~ *lol

Oh iya.. Kalian review cukup 1 kali.. di ffnnya emang gak masuk.. tp di email aku masuk kok ^^

Niat review?!