Cerita sebelumnya . . .
"aku ingin mengajak berkenalan" jawab Naruto lantang sambil tersenyum lembut senyuman yang tidak pernah Naruto tunjukkan pada siapapun
"be-berkenalan" kegugupan mulai melanda Hinata karena terpesona dengan senyuman Naruto
"perkenalkan namaku Uzumaki Naruto, panggil saja Naruto atau apapun asalkan jangan panggil dengan marga ku, hobiku adalah makan ramen" ucap Naruto semangat mengulurkan tangannya
"baiklah Naruto_kun" ucap Hinata sambil menjabat tangan naruto
"keinginan terbesarku adalah bisa memilikimu" gumam Naruto
"kamu mengatakan apa aku tidak dengar" tanya Hinata penasaran
"e-eto, perkenalkan dirimu" jawab Naruto gugup
"namaku Hinata Hyuga, hobiku adalah melihat langit biru karena warnanya sangat menenangkan hatiku" jawab Hinata tersenyum membuat Naruto kembali terpesona dengan senyuman Hinata
Flashback Off. . .
Disebuah ruangan kecil terlihat dua orang wanita yang tengah duduk berhadapan dimana wanita yang lebih dewasa membolak balik sebuah proposal ditangannya sementara didepannya duduk gadis yang nampak khawatir
"saya rasa proposal untuk judul skripsi kamu bisa di acc" ucap wanita yang lebih dewasa memulai percakapan
"arigato Kurenai sensei" balas gadis manis yang tak lain adalah Hinata
"2 minggu yang akan datang saya harap untuk BAB I sudah ready" ucap Kurenai sambil menyerahkan menandatangani proposal tersebut
"baiklah sensei, saya akan berusaha sebaik mungkin" ucap Hinata semangat
"saya percaya kamu bisa, karena kamu merupakan mahasiswi terbaik yang saya miliki" ucap Kurenai tersenyum menyemangati
"kalau begitu saya permisi sensei" ucap Hinata sambil membungkukkan badannya
#-#-#
'love me like you do love me love me like you do touch me like you do touch' suara dering handphone mampu membuat Hinata mengalihkan perhatiannya dari laptop lavender kesayangannya dan berhenti mengetik kemudian segera mengambil handphone
"moshi – moshi"
'Hinata jangan lupa nanti malam datang ke rumah ku, lupakan sejenak tentang skripsi mu' terdengar suara seseorang dari handphonenya
"entahlah Ino_chan, mungkin Tou_san tidak mengijinkanku" jawab Hinata sendu
'tenanglah Sakura dan tenten akan datang menjemputmu, Hiashi Jii_san pasti mengijinkan'
"baiklah Ino_chan, aku tutup telponnya ya" jawab Hinata
#-#-#
'tok tok tok'
Ceklek
"akhirnya kalian datang juga, ayo masuk" ucap gadis bersurai blonde mempersilahkan sahabatnya masuk
"tadi kami terjebak macet" ucap gadis beriris emerald yang mempunyai rambut mencolok seperti Bunga sakura bahkan mempunyai nama yang sama seperti rambutnya Sakura
"kalian langsung kekamar saja, aku akan mengambil minuman dan cemilan didapur" ucap Ino meninggalkan ke tiga sahabatnya
"aku akan membantu mu Ino_chan" ucap gadis bercepol dua yang nampak lebih dewasa dari ketiga sahabatnya yang tak lain Tenten
"Sakura_chan bagaimana dengan skripsinya?" tanya Hinata sambil berjalan beriringan dengan Sakura menuju kamar Ino
"beberapa page lagi akan selesai, skripsi mu bagaimana?"
"entalah aku rasa banyak kekurangan dan kesalahan yang harus diperbaiki"jawab Hinata murung
"kau pasti bisa Hinata, mana Hinata yang dulu yang selalu menjadi yang terbaik diantara kita" balas Sakura mengepalkan tangannya ke udara
"arigato untuk semangatnya" ucap Hinata sambil membuka pintu kamar Ino
"bagaimana dengan Naruto ?" tanya Sakura sambil duduk ditepi kasur king zise bergambar Sleeping Beauty
"Na-naruto_kun tidak pernah memberi kabar" ucap Hinata lirih dengan mata yang berkaca – kaca
"Apa ! jangan bercanda !" teriak Sakura terkejut dengan penuturan Hinata
"aku sedang tidak bercanda Sakura_chan" jawab Hinata sambil menutup matanya dan terlihat airmata mengalir di kedua pipinya
Flashback On
Detik jam terus berganti kegugupan dan ketakutan mulai menghinggapi gadis manis yang tertunduk sambil memainkan jari jari tangannya. Sampai ada suara memecah kesunyian tersebut
"Tou_san tidak mau mendengar ada penolakan" ucap lelaki dewasa memasang wajah serius
"aku ingin bersekolah di sekolah kejuruan, aku ingin menjadi seorang desainer" gumam Hinata namun masih mampu didengar oleh Tou_sannya karena suasana yang sunyi sehingga suara sekecil apapun bisa didengar
"seorang gadis terhormat tidak akan bergumam dihadapan orang tuanya yang sedang mengajaknya berbicara" ucap Hiashi Hyuga ketus
"selama ini aku selalu mengikuti perkataan Tou_san, tapi untuk kali ini ijinkan aku untuk bersekolah sesuai keinginanku" ucap Hinata memohon
"Tou_san sudah mengurus semuanya 1 minggu yang akan datang masa orientasi siswa" ucap Hiashi mengacuhkan ucapan Hinata
"tapi Tou_san, aku"
"Tou_san rasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan"potong Hiashi dan berlalu meninggalkan Hinata yang mulai menangis dipelukan Kaa_san tercintanya
#-#-#
Malam perayaan siswa baru kini telah tiba, malam yang ditunggu oleh semua siswa agar bisa mengenal lebih banyak lelaki tampan maupun gadis cantik yang akan dijadikan target untuk menjadi kekasih. Empat gadis – gadis cantik terlihat turun dari mobil pink diawali oleh gadis bermata emerald yang memakai gaun selutut berwarna hitam terlihat tergesa – gesa memasuki gedung meninggalkan temannya yang lain.
"teman – teman aku duluan ya, sudah tidak tahan ingin ke toilet" ucap gadis bermata emerald meninggalkan temannya yang lain
"dasar Sakura_chan jidat lebar" keluh gadis bersurai blonde panjang yang terlihat sexy dengan balutan gaun selutut bermotif bunga krisan
"Ino_chan seperti baru mengenal Sakura_chan saja, itu kan selalu menjadi kebiasannya" ucap gadis tomboy yang terlihat berbeda malam ini dengan balutan gaun selutut berwarna pink
"hei teman – teman tunggu, jalannya jangan cepat – cepat" ucap Hinata yang terlihat mempesona dengan sedikit polesan make up tipis karena dipaksa oleh sahabatnya Ino, ditambah dengan gaun selutut berwarna putih dengan tambahan renda – renda disekitar dadanya sehingga tidak mengekspos bagian yang membuat lelaki ingin memakannya saat itu juga. Dengan rambut yang digerai serta memakai bando senada dengan warna gaunnya sehingga kini Hinata terlihat seperti angel yang turun dari khayangan.
/backsong\
Berawal dari cintaku pertama
diawal ku jumpa
kamu benar membuat ku tergila – gila
kelangit jadinya
\stop/
Hinata tertinggal teman – temannya yang telah memasuki gedung perayaan tersebut, disaat Hinata tengah mencari – cari keberadaan teman – temannya, dia dikagetkan oleh suara seorang lelaki yang tiba – tiba berteriak dihadapannya.
"Hai !"
"ada apa" jawab Hinata
'siapa lelaki aneh ini, kenapa dari tadi terus memandangiku'batin Hinata
"hei, ada apa denganmu. Kenapa menatapku seperti itu" ucap Hinata karena lelaki dihadapannya tak kunjung berbicara dari tadi. Bukannya menjawab namun lelaki dihadapannya hanya tersenyum dan membuat Hinata terpesona akan senyumannya sehingga membuat hatinya bergetar dan jantungnya berdetak lebih cepat.
'senyumannya hangat seperti matahari, tidak seperti senyuman lelaki lain yang selama ini dekat denganku. Senyumannya mampu membuat ku terpesona" batin Hinata yang mulai blushing
"Heii Hinata cepatlah kenapa hanya diam saja disitu"teriakan Ino mengagetkannya sehingga Hinata langsung pergi meninggalkan lelaki dengan senyuman hangat itu
"hei teman – teman, sorry membuat kalian menunggu. Tadi ada orang aneh yang menghadang jalanku" ucap Hinata menunduk untuk menutupi rona merah yang muncul dikedua pipinya
#-#-#
Sebuah kamar bernuansa lavender seorang gadis tengah berbaring dikasur king zise nya yang terus membolak – balik tubuhnya kekiri dan kanan sambil tersenyum dan terkadang tertawa, entah hal lucu apa yang membuatnya sangat bahagia.
"baru tadi malam aku bertemu dengannya, tidak disangka disekolah bisa bertemu lagi" gumam Hinata yang masih dengan senyuman terukir dibibirnya
"jadi namanya Naruto"
"he he he" terdengar suara tawa dari bibir mungilnya
"tapi dia sedikit aneh"kini Hinata mengembungkan pipinya dan mulai memejamkan matanya tapi tiba – tiba terlintas bayangan Naruto yang tengah tersenyum hangat padanya
"Naruto_kun"gumam Hinata yang tengah blushing memikirkan lelaki aneh menurutnya
#-#-#
Pagi kini menyapa membuat orang – orang mulai disibukkan dengan aktivitas masing – masing
"Arigato Nii_san mau berangkat ke sekolah bersama ku" ucap Hinata sambil turun dari motor sport blue metallic milik Neji
"tentu saja, karena aku tidak mau adik ku tercinta harus naik bus untuk kesekolah" jawab Neji sambil mengusap rambut Hinata
"tapi kan biasanya Nii_san selalu berangkat bersama Tenten_chan" jawab Hinata mengembungkan pipinya
"maka dari itu cepatlah punya kekasih supaya ada yang mengantar kesekolah" canda Neji
"tidak ada lelaki yang menarik disini" ucap Hinata
"benarkah, lalu siapa lelaki berambut blonde yang selalu membuat keributan dan mengatakan mempunyai cita – cita ingin memiliki seorang gadis manis yang saat ini berada dihadapanku" goda Neji sambil tertawa
"a-apa yang Nii_san katakan, aku tidak mengerti" ucap Hinata blushing
"sudahlah aku mau kekelas" ucap Hinata meninggalkan Neji yang masih tertawa
/backsong\
kaupun kirimkan seribu puisi cinta
tak pernah ku duga
\stop/
Hinata berjalan melewati koridor dengan wajah lesu tidak seperti hari – hari kemarin.
"apakah yang dimaksud Neji adalah Naruto"gumam Hinata masih memikirkan lelaki blonde yang dikatakan Neji
"tapi selama 1 minggu ini aku bahkan tidak pernah bertemu lagi dengannya" ucap Hinata lirih
"tapi disini hanya ada dua orang bersurai blonde, yang pertama Ino_chan itu tidak mungkin karena dia wanita. Apa mungkin Naruto_kun"
Langkah Hinata terhenti tepat didepan lokernya, Hinata tersentak melihat isi lokernya sebuah cokelat dan surat berwarna biru seperti langit yang selalu membuat hatinya tenang disaat memandang langit biru. Karena penasaran Hinata segera membuka surat tersebut.
"hatimu
Wajahmu
Sungguh berbeda dari gadis lainnya
Kataku
Kaulah satu – satunya yang kupuja
Karena tiap kali kau didekatku
Darahku berdesir kencang di nadiku
Dan wajahku merona malu
Dan ku ingin menjadikanmu milikku
Kan ku bawa kau ke langit
Selamanya kau dan aku
Dan kita bersama hingga mati
Senyummu dan pesonamu
Selalu terbayang dibenakku
Kan kukatakan kaulah satu – satunya
Yang telah lama kunantikan
From
Uzumaki Naruto"
"Naruto_kun" gumam Hinata blushing
#-#-#
'Kring kring kring'
Bel istirahat telah berbunyi kini siswa siswi mulai keluar dari kelas menuju kekantin
"Hinata ikut kekantin tidak?"tanya Sakura yang sudah berada didepan pintu bersama kedua temannya Ino dan Tenten
"aku sedang tidak lapar" jawab Hinata yang tersadar dari lamunannya
"baiklah kami tinggal dulu ya"
"hhmm" gumam Hinata
"sebaiknya aku menemui Nii_san dan menanyakan langsung mengenai ucapan Nii_san tadi pagi" gumam Hinata meninggalkan kelas
#-#-#
"Hinata" panggil seseorang yang berada beberapa langkah dihadapannya
"hai Lee Nii_san" sapa Hinata
"mau kemana ?" tanya Lee
"aku sedang mencari Neji Nii_san, tadi aku dari kelas Neji Nii_san tapi tidak ada"
"nanti jika aku bertemu Neji akan ku katakan kalau kamu mencarinya" ucap Lee
"sampaikan pada Neji Nii_san, aku menunggu di perpustakaan"
"baiklah"
"arigato Lee Nii_san" ucap hinata sambil membungkukkan badan
#-#-#
"Hinata" panggil seseorang dibelakangnya reflex Hinata melihat siapa yang telah menyapanya padahal Hinata belum banyak mengenal siswa yang ada di KHS
"Na-naruto_kun" kegugupan mulai menyelimuti Hinata, lelaki aneh yang sedari tadi terus berada dipikirannya kini berdiri tepat dihadapannya
/backsong\
ku balas kamu dengan senyuman manja
kau hanya tertawa
\stop/
"lama tak bertemu" ucap Naruto tersenyum hangat membuat Hinata blushing dan merasakan kehangatan mengalir dihatinya
"bolehkan aku bertanya" ucap Hinata sambil memainkan jari telunjuknya
"apapun yang kamu mau tentu aku berikan apalagi hanya sebuah pertanyaan" ucap Naruto lantang
"bagaimana cara Naruto_kun membuka lokerku?" tanya Hinata penasaran dengan pikiran yang dari tadi pagi mengganggunya
"i-itu.." Naruto tak mampu menjawab pertanyaan Hinata
"apakah seperti di film – film ataukah Naruto_kun seorang pencuri sehingga bisa melakukan hal seperti itu"tanya Hinata penasaran
"aku memang pencuri" ucap Naruto dengan wajah serius memberi jeda ucapannya
"saat ini aku sedang berusaha mencuri hati seorang gadis manis bersurai indigo" tambah Naruto menatap tajam ke mata Hinata
"arigato coklatnya Naruto_kun" Jawab Hinata dan memberikan senyuman terbaiknya
"ha ha ha" namun hanya tawa yang diberikan Naruto sehingga membuat Hinata gugup merasa ditertawakan oleh Naruto. Apakah wajahnya sangat lucu saat tersenyum, mungkin setelah ini Hinata tidak akan tersenyum lagi karena tidak mau ditertawakan seperti ini lagi.
/backsong\
malu – malu tapi mau
kulihat sayang nampak jelas dimatamu
lama lama kau mendekat kulihat sayang
katakan cinta untukku
\stop/
"berhentilah tertawa Naruto_kun" ucap Hinata mengembungkan pipinya yang masih dihiasi warna kemerahan, namun Naruto tak kunjung berhenti tertawa disaat melihat tingkah Hinata yang menggemaskan
"lebih baik aku pergi saja" ucap Hinata berbalik meninggalkan Naruto
Grep
Namun ada seseorang yang menahan tangannya dan membalikkan tubuhnya untuk menghadap orang yang telah menahan kepergiannya
"jangan pernah meninggalkanku atau aku akan menjadi gila karena kehilanganmu" ucap Naruto
Hinata mencoba mencari kebohongan dari mata Naruto namun tidak ada sedikitpun kebohongan disana, Hinata hanya menemukan sebuah ketulusan dan tatapan penuh kasih sayang
"Aishi . ."
"Hinata" reflex Hinata melihat kearah suara yang memanggilnya dan mengabaikan perkataan Naruto
"Neji Nii_san" ucap Hinata sambil melepaskan tangannya dari cengkraman Naruto
"apakah tadi kamu mencari ku?"tanya Neji
"iya tadi aku mencari Nii_san, tapi sekarang tidak jadi" ucap Hinata
"lalu siapa lelaki yang ada disebelah mu" tanya Neji dengan nada menggoda
"perkenalkan ini Naruto_kun, dan Naruto_kun perkenalkan ini Nii_san ku"
"Uzumaki Naruto" ucap Naruto sambil mengulurkan tangan
"Hyuga Neji," ucap Neji menyambut uluran tangan Naruto
"a-ano sebaiknya aku kembali kekelas sepertinya sebentar lagi bel berbunyi" ucap Hinata meninggalkan kedua lelaki yang tengah menatap seakan ada aliran listrik diantara tatapan mata mereka
"Hinata gadis yang polos, aku harap kamu tidak mempermainkannya" ucap Neji mencairkan suasana
"percayakan padaku Nii_san" ucap Naruto dengan cengiran khasnya
#-#-#
"kamu mengecewakan Tou_san Hinata" ucap Hiashi sambil melihat kertas yang berada ditangannya
"Gomen ne Tou_san, aku janji akan belajar lebih giat lagi" ucap Hinata dengan tetesan air mata yang mulai mengalir dikedua pipinya
"apakah kamu sudah tidak menyayangi Tou_san lagi" tanya Hiashi lirih
"aku sangat menyayangi Tou_san, aku tidak akan membuat Tou_san merasa gagal dalam mendidik ku, aku berjanji ini akan menjadi terakhir kali mendapatkan nilai jelek" ucap Hinata diiringi dengan deraian airmata
#-#-#
"hiks. . hiks. .aku bodoh hiks. .hiks aku sudah membuat Tou_san kecewa"
"tidak baik seorang gadis menangis ditengah jalan saat tengah malam seperti ini" ucap seseorang yang tengah berdiri dihadapannya dengan pakaian serba hitam dan menutupi kepalanya dengan jaket sehingga sulit untuk dikenali
"hiks. . bunuh saja hiks. . aku tapi hiks. . hiks tolong jangan dimutilasi hiks . . hiks nanti keluarga ku tidak mengenali ku" ucap Hinata dengan tatapan memohon
"aku tidak menyangka seorang gadis bodoh dan polos masih berkeliaran diluar rumah tengah malam begini apalagi dengan keadaan menangis. Apakah kekasihmu telah mencampakkanmu" tanya lelaki tak dikenal itu
"aku bukan gadis bodoh" ucap Hinata bangkit dari tempat duduknya dan berusaha melihat siapa lelaki yang saat ini berbicara dengannya
/backsong\
kamu memang yang pertama
cinta . . .
menyentuh pipiku dengan manja
karena kamu yang kurasa
cinta . . .
mendapatkan segalanya
\stop/
"aku tidak bisa melihat seorang gadis manis menangis" ucap lelaki itu dan menghapus air mata Hinata dengan kedua tangannya dan membelai pipi Hinata
"Na-naruto_kun" ucap Hinata tersentak ketika menyadari kedua bola sapphire yang tengah menatapnya intens
Tanpa Hinata sadari terhipnotis dengan tatapan mata Naruto, namun Hinata tersadar ketika melihat senyuman hangat yang diberikan Naruto hanya untuknya dan mampu merasakan kehangatan yang sama saat pertama kali bertemu.
Cup
Tanpa sadar ternyata jarak diantara mereka kini telah tidak ada, hanya merasakan kehangatan yang mampu membawa Hinata seakan terbang ke angkasa, first kiss nya kini telah menjadi milik lelaki dengan senyuman hangat.
#-#-#
Matahari bersinar menerangi bumi memancarkan cahayanya, bunga – bunga bermekaran dengan indah. Sama halnya dengan hati Hinata yang tengah berbunga – bunga, pikirannya melayang – melayang masih terbayang akan manisnya bibir lelaki aneh yang telah berani merebut first kiss nya. Apalagi dengan jelas Hinata bisa merasakan lelaki itu tersenyum ditengah ciuman mereka.
"mau sampai kapan kamu duduk diatas motor ku Hinata"ucap Neji membangunkan Hinata dari lamunannya
"sejak kapan kita sampai Nii_san?" tanya Hinata menutupi kegugupannya
"sejak kamu mulai tersenyum – senyum sendiri" jawab Neji yang masih memperhatikan Hinata dari kaca spion
"a-aku kekelas duluan Nii_san"ucap Hinata bergegas turun dari motor dan segera menuju kelas
/backsong\
Kau mulai lagi dengan tingkah lakumu
Kutersipu malu
\stop/
"bunga untuk siapa ini?" tanya Hinata entah pada siapa, namun matanya tersentak saat membaca note yang ada di buket bunga tersebut
'ohayo
Gadis bodoh
Uzumaki Naruto'
"Na-naruto_kun" gumam Hinata blushing
"Hinata!" teriakan seseorang yang datang dengan tergesa – gesa menghampiri Hinata
"a-ada apa Sakura_chan" tanya Hinata dan berusaha menyembunyikan buket bunga kedalam tasnya
"hosh. .hosh Hinata hosh. . hosh aku"
"tarik napas yang benar baru kemudian berbicara" ucap Hinata yang kebingungan dengan ucapan Sakura
/backsong\
Kau titip salam lewat teman baikku
berdegup jantungku
\stop/
"hoi jidat lebar ada apa denganmu?" ucap Ino yang baru datang bersama Tenten
"aku punya kabar gembira untuk Hinata" ucap Sakura lancar yang mulai mengatur ritme napasnya dengan teratur
"kabar apa Sakura_chan"tanya Tenten penasaran
"lelaki aneh yang sering diceritakan Hinata_chan, tadi aku bertemu dengannya dikoridor"
"lalu apa yang kabar gembira" potong Ino
"aku belum selesai berbicara, dasar gendut" ucap Sakura menatap tajam kearah Ino
"lanjutkan ceritamu Sakura_chan" ucap Tenten yang mulai melihat aura – aura pertengkaran kedua sahabat pink dan blonde ini
"dia titip salam untuk Hinata_chan dan berpesan padaku untuk mengatakan pada Hinata_chan sepulang sekolah nanti dia menunggu di tempat biasa Hinata_chan makan siang" lanjut Sakura yang tidak tertarik untuk bertengkar dengan Ino, karena ada hal penting yang harus disampaikan untuk sahabat indigonya
"Apa aku tidak salah dengar, jadi si kuning bodoh pembuat onar itu secara tidak langsung mengajak Hinata_chan berkencan" ucap Ino yang tidak terima sahabatnya yang manis dan polos diambil lelaki bodoh pembuat keributan
"kamu tidak sadar dengan warna rambut yang berwarna kuning Ino_chan" ucap Tenten
"Na-naruto_kun" gumam Hinata yang tengah blushing
'bagaimana mungkin dia mengetahui tempat aku makan siang' batin Hinata yang tengah mengatur detak jantungnya yang berdetak lebih dari normal
#-#-#
Kring kring kring
Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi, siswa siswi mulai beranjak meninggalkan kelas untuk segera pulang dan istirahat, namun tidak dengan seorang gadis manis yang masih mematung di tempat duduk. Sampai dia tersadar karena terlalu lama melamunkan hal - hal yang membuatnya bertanya – tanya, namun setelah 30 menit memikirkannya tidak ada satu jawaban pun terlintas diotaknya.
"lebih baik aku tanyakan langsung pada Naruto_kun" gumam Hinata beranjak dari tempat duduknya menuju taman belakang sekolah ditepi danau
"apakah Naruto_kun sudah pulang" gumam Hinata melihat kesekitar danau yang sepi tanpa ada sesuatu berwarna kuning mencolok yang ditangkap penglihatannya
"Hai" ucap seseorang tepat dibelakang telinganya sehingga membuat bulu kuduknya berdiri serta jantungnya berdetak lebih cepat. Segera membalikkan tubuh melihat siapa yang telah menyapanya
"aku kira Naruto_kun sudah pulang" ucap Hinata
"aku menunggumu disana, dibawah pohon tempat biasa aku makan siang" ucap Naruto sambil menunjuk kearah pohon rindang
"aku tidak bisa melihat Naruto_kun dari sini" ucap Hinata
"tapi aku bisa melihat mu dengan jelas dari sana"
"ayo" ajak Naruto menggandeng tangan Hinata menuntunnya ke bawah pohon tempatnya makan siang dan sekaligus tempatnya memperhatikan Hinata dari jauh
"bagaimana bisa terlihat jelas kan" tanya Naruto
"uhm" gumam Hinata mengangguk
"bolehkan aku bertanya" ucap Hinata mendongak menatap Naruto tepat dimatanya
"tentu saja" ucap Naruto tersenyum hangat
"bagaimana caranya Naruto_kun tahu tempat aku makan siang disini" tanya Hinata penasaran
"hhmm, kamu sungguh ingin tahu jawabannya?"tanya Naruto kembali
"tentu saja" jawab Hinata dengan senyumannya
"itu karena"Naruto berhenti sejenak
"sebelum aku menjawabnya, aku akan mengatakan sesuatu padamu namun hanya boleh dijawab dengan kata iya" ucap Naruto tersenyum licik
"apa" ucap Hinata memiringkan kepalanya, terlihat menggemaskan dimata Naruto
"setuju" tanya Naruto lagi
"baiklah" ucap Hinata lantang
"kita mulai ya" ucap Naruto semangat
"apakah kamu tidak mau berada jauh dariku?" tanya Naruto memasang senyuman evil diwajahnya sehingga terlihat menyeramkan dimata Hinata
"iya" ucap Hinata
"apakah kamu takut kehilangan ku ?" tanya Naruto yang terus tersenyum jahil
'bagaimana ini apakah aku harus menjawab iya' batin Hinata
"i-iya" ucap Hinata gugup
"apakah kamu jatuh cinta pada ku?" tanya Naruto yang mulai serius dan menatap Hinata Intens
"hei Naruto_kun bukankah tadi aku yang bertanya lebih dulu, kenapa aku harus menjawab pertanyaan mu sementara pertanyaan ku tidak dijawab" ucap Hinata mulai kesal
"jadi kamu ingin tahu jawaban ku?" tanya Naruto masih dengan tatapan intens
"iya" ucap Hinata
'kenapa Naruto_kun menatapku seperti itu' batin Hinata
/backsong\
Malu – malu tapi mau kulihat sayang
Tampak jelas dimatamu
Lama lama kau mendekat kulihat sayang
katakan cinta untukku
\stop/
Bruk
Tubuh Hinata terdorong kebelakang mengenai pohon dan Naruto meletakkan kedua tangannya disisi kanan dan kiri Hinata.
"apa yang kamu lakukan"tanya Hinata yang mulai ketakutan apalagi dengan tatapan Naruto yang mampu menghipnotisnya
"apapun yang kamu lakukan" ucap Naruto dengan suara berat
"aku selalu mengetahuinya" Naruto mulai mengeleminasi jarak diantara mereka kini dahi mereka saling bersentuhan. Hinata seperti tenggelam didalam tatapan mata sapphire itu, hembusan nafasnya menggelitik pipi Hinata yang kini bersemu merah karena menyadari posisinya yang terlalu dekat.
"karena aku selalu memperhatikan mu" ucap Naruto yang semakin merapatkan tubuhnya yang kini menempel ketubuh Hinata
"tutup mata mu!" pinta Naruto
Seakan terhipnotis, Hinata melakukan apa yang diminta Naruto. Sesaat setelah Hinata menutup mata dia merasakan benda kenyal dan basah menyapu bibirnya melumat dengan kasar dan penuh nafsu berbeda dengan ciuman pertama yang terasa hangat namun kali ini terasa panas dan menggelora. Seakan terbuai Hinata mulai membuka bibirnya dan memberikan akses untuk Naruto menjelajahi lebih dalam. Karena kebutuhan akan oksigen Naruto melepaskan panggutannya dari bibir mungil Hinata dan tersisa benang – benang tipis diantara mereka. Kini Naruto membelai pipi gembil Hinata yang masih merona dan menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga serta membisikan sesuatu diiringi hembusan angin yang seperti melodi mengalun indah saat terdengar di telinga Hinata
"Aishiteru Hinata Hyuga" mengecup telinga Hinata dan mengigitnya kembali membuat Hinata terbuai menikmati kecupan yang diterimanya yang kini turun menjelajahi leher jenjangnya
"Aahh. ." tanpa disadari keluar desahan dari bibir mungil Hinata membuat Naruto berhenti dan menatap Hinata intens
"Aishiteru Sayang ku" kembali mengulangi kata yang sama
"A-a-a" meneguk ludah sejenak Hinata tak mampu melanjutkan kata – kata
"Hmm" Naruto masih menunggu Hinata melanjutkan perkataannya
"AISHITERU YO NARUTO_KUN !" ucap Hinata berteriak yang membuat Naruto tersentak karena mendengar teriakan Hinata, padahal jarak mereka sangat dekat namun kenapa harus berteriak bahkan detak jantung Hinata saja mampu didengarnya.
Grep
"aishiteru yo Naruto_kun" ulangi Hinata sambil memeluk Naruto dan membenamkan wajahnya didada bidang lelaki aneh yang sah menjadi kekasihnya
"Hinata Hyuga saat ini, nanti dan selamanya kamu adalah miliku Uzumaki Naruto" ucap Naruto membalas pelukan Hinata. Sebuah anggukan mewakili jawaban Hinata, bahwa saat ini dia telah menjadi miliknya Uzumaki Naruto.
/backsong\
Kamu memang yang pertama
Cinta . . .
Memulai dengan senyuman manja
Karena kamu yang ku rasa
cinta . . .
lebih dari segalanya
cinta . . .
\Tbc/
Byakugan no Hime : sepertinya untuk lagu Raisa-LDR tidak dapet inspirasi, karena sesungguhnya saya tidak menyukai Raisa.. hehehe
Apabila ada kesalahan penulisan mohon kritikannya
Kitsune n Gumiho & Reader Abal : ini sudah dilanjut
Yuniayunda68 : mungkin chapter selanjutnya ada sedikit lemon
