_HATE YOU_

Support By :

"Qhia503"

Cast :

Kim Kibum

Choi Siwon

Kim Jaejoong

Lee Sungmin

Lee Hyukjae

Lee Donghae

Kim (Byun) Baekhyun

And other cast

.

.

Main Pair : SiBum slight HaeHyuk / KyuMin / YunJae

Disclaimer : SiBum milik para shipper

A/N : Saya, selir Choi Siwon si Simba Kuda XD

Rated : T

Genre : Romance and Humor

Warning : Boy x Boy / Boys Love / Shonen Ai / GaJe / Alur Gagal / Typo / Kehancuran Karya / Author Gak Beres / OOC

Summary : Kibum yang menyukai Donghae malah harus terjebak dalam kehidupan seorang artis ternama yang bahkan tidak dikenalnya, hidupnya 100% berubah, dari siswa biasa menjadi namja paling dicari di Seoul.

.

"Qhia503"

Presents…

.

Chapter 3

"Menurut umma, berita itu benar?"

Leeteuk yang sedang menata makanan di meja makan menoleh sekilas pada putra bungsunya yang sedang duduk terpekur diseberang meja.

"Tentang hyungmu?"

Baekhyun mengangguk sambil mengerucut imut.

"Umma tidak tahu, Tanya sendiri saja pada hyungmu nanti" Leeteuk tersenyum sembari melanjutkan kegiatannya menata makanan.

"Kalau berita itu benar… Berarti Kibum hyung sangat beruntung~"

"Kau iri?"

"Tentu saja tidak, aku ikut senang kalau hyung bahagia"

Leeteuk tersenyum.

"Umma~ Kita makan sekarang saja ya? Aku sudah lapar…"

"Kau tidak mau menunggu hyungmu dulu?"

"Tidak usah umma, aku punya firasat dia akan pulang terlambat"

"Benarkah?"

Baekhyun mengangguk lucu sambil tersenyum, saat ummanya kembali kea rah dapur ia melirik ponsel yang sedari tadi digenggamnya.

From : Jaejoong hyung

To : Baekkie

Baekkie, Kibum hari ini pulang terlambat. Ada seseorang yang harus dia temui pulang sekolah tadi. Tolong sampaikan pada ummamu ya?^^

Baekhyun menyeringai kecil, rasa-rasanya ia tahu siapa orang itu.

.

I'm Siput

.

Zhoumi masih memilah-milah kertas ditangannya, sama sekali tidak menghiraukan suasana sunyi yang mendadak tercipta saat Kibum mendengar permintaan Yunho.

"A-Anu… Bisa diulangi sekali lagi? Mungkin saja saya salah dengar"

Siwon berdecak pelan menatap namja mungil disampingnya.

"Ternyata selain pendek, pendengaranmu juga bermasalah ya?"

'Seseorang tolong sumpal mulut namja itu dengan sepatu!' Kibum menyumpahi Siwon dalam hati sambil meng-glare sang artis. Sedang yang ditatap hanya memberikan senyuman megejek seakan berkata 'Tidak mempan sama sekali bodoh'

Jung Yunho berdehem pelan sebelum memulai kembali percakapan. Ia menatap Kibum sambil tersenyum.

"Kami ingin agar kau menjadi kekasih Choi Siwon, tidak dalam arti sebenarnya, hanya pura-pura. Dia memang kerap kali terlibat masalah dan skandal, tapi ini yang paling fatal karena menyangkut anak sekolah"

"Tapi Yunho -sshi, apa tidak ada cara lain?" mata Kibum berkaca-kaca.

"Maaf Kibum-sshi… Tapi hanya ini cara yang paling aman. Kalau kalian mengaku sebagai sepasang kekasih setidaknya orang-orang tidak akan mempermasalahkan jarak umur kalian yang agak jauh, umurmu masih 18 tahun kan?"

Kibum mengangguk pelan.

"Selain itu kami berharap dengan adanya 'status' ini bisa meredam atau setidaknya mengurangi skandal-skandalnya dengan publik figure lainnya"

Kibum merunduk sedih, tubuhnya semakin lemas mendengar penjelasan Yunho.

"Baiklah, tanda tangan disini"

Zhoumi menyodorkan beberapa lembar kertas yang berhasil ia susun sejak tadi.

"Tanda tangan?"

"Anggap saja ini kontrak, dan kita saling menguntungkan. Kau sebagai peredam gosipku dan aku akan membuatmu makin terkenal" ucap Siwon sembari memperbaiki posisi duduknya, langsung menghadap Kibum.

"Kau pikir aku peduli!" Kibum memberengut sebal.

"Ini hanya surat pernyataan agar kau tidak menuntut perusahaan dikemudian hari. Kami harus tetap memperhatikan kemungkinan terkecil walau itu sama sekali tak berarti"

'Bicara apa sih?' batin Kibum bodoh.

"Hanya tanda tangan dan masalah ini selesai" Sekali lagi Yunho tersenyum ramah pada Kibum. Membuat Siwon yang juga melihatnya memasang tampang kesal. Dasar musang kepala Sembilan!

Meski awalnya ragu, tapi akhirnya Kibum bersedia menandatangani surat yang bahkan belum sempat Ia baca karena tatapan mengintimidasi ketiga orang yang duduk bersamanya.

Yunho tersenyum setelah melihat kertas putih yang kini terdapat tanda tangan Kibum kini telah dipegang Zhoumi. Ia menatap Zhoumi yang juga menatapnya. Yunho memberikan isyarat agar ia segera menyelesaikan sisanya, dan Zhoumi pun mengangguk patuh lalu berjalan keluar dari sana.

Diam-diam Kibum bernafas lega. 'Akhirnya manusia es itu keluar…'

"Nah, karena kontrak sudah ditandatangani aku rasa kita bisa segera melaksanakan konferensi pers"

"Konferensi?"

Siwon menatap Kibum yang tampak mengerut.

"Gosip ini harus lurus, kau tahu aku bintang besar kan? Skandal sekecil apapun harus…"

"Aku tahu tak usah dilanjutkan" ketus Kibum.

Siwon tertohok.

Yunho terkekeh kecil sebelum beranjak dan menghampiri meja kerjanya. Jari kokohnnya mengetik beberapa angka sebelum membuat panggilan.

"Hyoyeon, tolong persiapkan konferensi pers untuk skandal Siwon besok, di kantor kita juga tak masalah, baiklah terima kasih"

"Apa aku sudah boleh pulang presdir Jung?" Kibum bertanya sambil mengemas tasnya.

Yunho yang baru saja meletakkan gagang telefon menoleh pada Kibum lalu tersenyum kecil.

"Tentu saja, masalahnya sudah selesai. Besok kita hanya perlu mengadakan konferensi pers untuk membersihkan nama kalian"

Kibum mengangguk sambil berterima kasih.

"Aku pulang dulu sajangnim ah presdir- maksudku…"

"Yunho hyung saja, aku punya firasat kita akan lebih sering bertemu nantinya"

"O-Oh, b-baiklah sa- maksudku Yunho hyung…"

Yunho tersenyum mengiringi Kibum yang berpamitan hingga keluar dari ruangan. Sama sekali melupakan sosok tampan yang dari tadi hanya diam.

"Kau tidak mengantarnya?"

"Dia tidak memintaku" Siwon merengut.

"Jangan pasang wajah seperti itu, tidak cocok. Lebih baik kau antar dia, mulailah mengakrabkan diri. Kalian kan sepasang kekasih"

Nadanya memang terdengar biasa, tapi Siwon tahu pimpinan tertinggi di agensinya itu sedang menyindirnya.

"Biarkan saja"

"Kau ini…"

Yunho hampir saja menyemprot Siwon kalau saja dering hp disakunya tidak mengganggunya. Ia tersenyum senang sebelum mengangkatnya.

"Annyeong chagiya~"

'….'

"Tentu saja tidak, ada apa?"

'….'

"Benarkah? Baiklah aku akan pulang cepat"

Yunho menutup telefonnya setelah melontarkan berbagai kata cinta dan rayuan gombal untuk sang penelefon. Ia berbalik hendak melanjutkan omongannya ke Siwon sebelum ia sadar tidak ada siapa-siapa disana.

"Hah~ Kenapa aku bisa punya teman seperti itu?"

.

.

.

.

"Ah, iya. Dia artis diagensi ini, kontraknya juga masih panjang"

Yunho memijit pelan pelipisnya sebelum kembali berkutat dengan berkas-berkas di mejanya.

.

_ I'M SIPUT _

.

Siwon menggerutu pelan sepanjang perjalanannya turun kebawah. Ia mengutuk presdir-nya yang masih bisa mengumbar kata-kata mesra pada kekasihnya sementara ia masih ada disana. Hey! Jangan berpikiran macam-macam! Dia Cuma risih! (Me : Alasanmu bagus sekali beb -_-) #diglare

Matanya awas memandang sekitar, ia mencari sosok pendek berseragam sekolah yang…

"Hei!"

Kibum menoleh, ekspresinya langsung berubah keruh lagi. Ia menatap tajam namja yang berjalan pelan mendekatinya. Ia bersumpah akan mencekik leher namja itu kalau ia memulai keributan lagi. Peduli setan kalau sekarang ini ia masih di kantor tempat Siwon bernaung.

"Aku mencarimu kemana-mana, kenapa kau tidak mau menungguku?"

"Kenapa aku harus?"

"Karena kau kekasihku sekarang"

Wajah Kibum langsung memerah. Ia tertunduk mencoba menyembunyikan rasa malunya.

"J-Jangan bicara yang tidak-tidak!"

"Apa? Bukannya dikontrak tertulis begitu?"

Ah iya, kontrak. Kibum lupa akan hal itu. Entah kenapa tapi hatinya terasa agak sedih mendengar kata kontrak. Hei~ Kau mengharapkan ini nyata ya~? Ini Siput yang ngomong XD

"Sudahlah, aku akan mengantarmu pulang, kajja"

Siwon menarik tangan Kibum agar namja manis itu mengikutinya masuk ke mobil. Entah kenapa kali ini Kibum tidak menolak atau berteriak. Siwon mengacuhkan itu. Ia hanya tersenyum senang.

Dan sepanjang perjalanan Kibum tidak berani berbicara. Apa ia takut? Tidak, aku rasa ia sedang menenangkan detak jantungnya yang berdentam tidak beraturan. Kenapa? Tanya sendiri saja, aku malas. #berlalu

.

_ I'M SIPUT _

.

"Kau tidak menyuruhku masuk?"

Kibum yang baru saja menutup pintu mobil menatap Siwon dengan alis bertaut.

"Untuk apa?"

"Aku namjachingumu sekarang, setidaknya sebagai kekasih yang baik kau berbasa-basi menyuruhku masuk sebagai formalitas"

Kibum menatap Siwon dengan pandangan menyelidik.

"Aku merasa kau sedang membodohiku"

"Apa kau merasa begitu? Berarti kau memang bodoh" jawab Siwon cuek.

"APA?"

"Katakan saja"

"Ck, kau tidak mampir?" Kibum mengatakannya dengan nada ogah-ogahan dan tidak ikhlas.

"Tidak, aku banyak job besok"

"Baiklah kalau begitu-"

"Tapi karena kau memaksa aku akan mampir sebentar"

Kaki jenjangnya menapak halaman rumah Kibum. Wajahnya terlihat berseri-seri sedang sang tuan rumah memberengut malas dibelakangnya.

"Dasar licik. Kapan aku memaksanya? Bilang saja kau memang ingin mampir"

Tapi Siwon tampak cuek. Dengan santainya ia malah memencet bel.

"Apa yang kau lakukan?"Kibum menatap heran kelakuan tamunya.

"Memencet bel" jawab Siwon polos.

Kibum berdecak dan langsung membuka pintu. Ia menoleh pada Siwon dan memberikannya isyarat untuk masuk.

"Kau sedang berjalan dengan tuan rumahnya, untuk apa kau memencet bel?"

Ia menggeleng prihatin dan melepaskan sepasang sepatu yang membalut kakinya. Menggelikan, Ia tak habis pikir, kenapa orang yang mengaku artis terkenal itu bisa begitu bodoh? Gerakannya terhenti saat ia menyadari Siwon masih mematung dibelakang.

"Apa yang kau lakukan? Tidak mau masuk?" tanyanya jengkel.

Siwon tersenyum kemudian menggeleng. Matanya melirik nakal pada Kibum.

"Aku pikir butt-mu cukup sexy untuk ukuran-"

PLAKK

Sebuah sepatu melayang tepat mengenai wajahnya.

.

_ I'M SIPUT _

.

Namja sulung dari kelurga Kim itu memijat pelan keningnya. Sudah lebih dari 20 menit ia, adik, ummanya dan seseorang yang dengan sangat berat hati harus Kibum akui sebagai pac-tamunya terdiam dalam kesunyian di ruang tamu.

Oh, Kibum saja karena umma dan saengnya sedang asyik memandangi Siwon yang tersenyum bangga.

"Kau sungguh Choi Siwon?" Tanya Leeteuk memandang tak berkedip wajah didepannya.

"Choi Siwon yang itu?" sambung Baekhyun tak percaya.

Siwon makin tersenyum makin lebar. Robek mulutnya! Robek! Kibum mengutuk dalam hati.

"Apa… Kau… Kekasih Kibum? Putraku?"

"Nde omonim"

Kibum hamper terjengkang dari kursi mendengarnya.

"YA! Siapa yang kekasihmu!" Ia mendelik kesal "Dan kenapa kau memanggil ummaku begitu?" serunya tak terima.

Bukannya menjawab Siwon malah tersenyum seperti orang bodoh. Kibum memandangnya ngeri, apa artis itu mulai gila karena bertemu dengan keluarganya? Eh? Teori dari mana itu -_-

"Orang tuamu adalah orang tuaku juga chagiya~"

Bulu kuduk Kibum meremang. Mengerikan sekali mendengar kata-kata itu dari mulutnya. Kabur saja, lebih baik ia masuk kamar dengan alasan mengantuk. Ia beranjak dan menuju tangga.

"Mau kemana Kibummie?" Leeteuk memandang putra sulungnya heran.

"Tidur umma, aku mengantuk. Besok kan sekolah" Kibum menjawab tanpa berbalik.

Disadari atau tidak Siwon baru saja tersenyum mendengar penuturan Kibum. Ia memandang geli wajah mulus kekasihnya yang merengut dilangkahnya menapaki tangga. Sepertinya sudah saatnya ia pulang.

"Kalau begitu aku pulang dulu omonim Baekki-ah, sampai jumpa" Siwon beranjak dari duduknya.

"Apa kau tidak ingin makan malam dulu Siwon-ah?" tawar Leeteuk.

"Iya hyung, atau kau mau menginap?" Tanya Baekhyun.

"Tidak usah, lain kali saja aku akan kesini lagi. Terima kasih atas tawarannya" ia menunduk hormat lalu berjalan pelan keluar rumah.

Ternyata Kibum belum benar-benar ke kamar, ia dari tadi menyaksikan bagaimana acara pamit-pamitan ala Siwon. Bibirnya mengerucut. Leeteuk yang tahu putranya belum sampai di kamar tidur segera memberi tanda agar ia menyusul Siwon. Kibum mendelik hendak protes, tapi didahului dengan bahasa isyarat ummanya yang sarat akan ancaman. Ia mengalah dan segera menyusul Siwon.

"Tuan Choi…"

Siwon yang hendak membuka pintu mobil berbalik, alisnya terangkat mendapati sosok Kibum dibelakangnya.

"Sedang apa kau disini?" ia berjalan mendekat.

Kibum memutar bola matanya malas, "Anggap saja ini bagian dari salah satu formalitasku sebagai 'kekasihmu'. Yaitu mengantar kekasihnya sampai ia benar-benar pulang"

Siwon terkekeh sembari menyandarkan dirinya dibadan mobil. "Kau akhirnya setuju ya?"

"Anggap saja begitu, ada seseorang yang berniat menghancurkan hidupku kalau aku tidak melakukannya" jawabnya datar. Siwon mengeryit.

"Siapa?"

"Bukan siapa-siapa" jawab Kibum cepat. Tentu saja yang dia maksud adalah ummanya sendiri.

Lampu-lampu bertiang tinggi menerangi setiap sisi jalan yang membentang luas dihadapannya. Kompleks perumahan ini sebenarnya tempat yang padat, tapi entah kenapa suasananya begitu sepi. Kibum menatapnya tanpa minat.

"Terima kasih sudah mengantarku pulang" ia berbicara dengan lirih nyaris berbisik.

"Hm, itu juga bagian dari formalitas. Jadi sudah sewajarnya"

"…"

"…"

"Kau tahu apa yang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih sebagai acara penutupan kunjungannya? Disaat seperti sekarang ini, saat kau mengeringiku keluar" Siwon tersenyum.

Namja manis yang dari tadi menghindari kontak mata itu langsung menatapnya penasaran. Matanya mengerjab pelan pertanda ia ingin tahu.

"Kissing" ia menyeringai.

Mata Kibum secara perlahan membelalak. Dia hampir saja berteriak kalau saja tidak ingat sekarang sudah terlalu larut. Ia bisa-bisa berbalik diteriaki tetangganya karena sudah mengganggu ketentraman malam(?)

"Jangan marah dulu, itu kalau pasangan kekasih yang biasanya. Tapi kasus kita berbeda" tubuhnya kembali berdiri tegak dan menghampiri Kibum. Namja manis itu masih memandangnya sengit.

"Jadi untukmu yang seperti ini saja sudah cukup"

Siwon langsung mengecup kening Kibum. Lama sekali. Entah berapa menit ia bertahan dengan posisinya karena tak mendapat perlawanan dari namja manis dihadapannya. Siwon menjauh sambil tersenyum, ia menatap senang Kibum yang tampak shock. Pandangannya terlihat tak focus dan blank.

"Aku pulang"

Dan Kibum baru tersadar setelah mendengar suara deru mesin mobil yang menjauh. Ia menyentuh keningnya. Kecupan itu sudah lewat, tapi rasa hangatnya masih ada. Kibum memegang kedua pipinya yang memerah tanpa sebab.

'Ada apa denganku?'

Tirai yang tadi sedikit tersibak itu kembali tertutup. Pertunjukan tadi cukup memberikan hiburan bagi kedua manusia yang menjadi pengintip dadakan itu.

"Umma lihat kan tadi?" Baekhyun mensejajarkan langkahnya dengan ummanya yang menuju dapur.

"Tentu saja! Bukankah ini kabar baik? Untuk pertama kalinya Kibum jatuh cinta dan itu adalah kekasihnya, nilai plus Siwon adalah artis" Leeteuk mengambil sekaleng soda dilemari pendingin.

"Apa umma tidak menyimpulkan terlalu cepat?" Baekhyun menyender di counter dapur, "Masa jatuh cinta secepat itu?" terawangnya.

Namja cantik berhati malaikat itu meneguk sedikit minumannya sebelum meletakkannya di meja makan.

"Itu namanya firasat seorang ibu Baekki~ Nah, sebaiknya kau panggil hyung-mu, mungkin saja dia masih berdiri didepan seperti orang bodoh" candanya.

Baekhyun tertawa lebar.

.

.

I'M SIPUT

.

.

KIcaukan saling bersahutan menyambut pagi yang menjelang. Cuaca hari ini begitu cerah. Langit biru tidak berawan, matahari sudah mulai terbit disebelah timur. Bias-bias cahaya masuk melalui celah-celah jendela, begitu terik namun tak cukup kuat untuk membangunkan sosok yang masih bergelung dibawah selimut.

Kibum merapatkan selimut yang membungkus tubuhnya. Hari ini ia malas seklai ke sekolah, padahal ada ulangan harian. Aih, cuacanya juga dingin sekali! Kibum makin enggan membuka mata.

"Hei bangun…"

Sebuah tepukan menyapa punggung Kibum.

"Hei…"

Kali ini sebuah guncangan kecil yang terasa.

"Bangun. Hei! Kau tidak ke sekolah?"

"Tidak ummaaaa~ Aku malasss~"

"Apa ? Heh, aku bukan ummamu"

Kibum mengeryit dalam dipikir ini memang bukan suara ummanya. Lalu jika bukan umma dan adiknya, siapa yang… Ia terbangun seketika dan menatap sosok tampan berpakaian rapi didepannya.

"Akhirnya kau bangun juga, selamat pagi…" sapa Siwon ramah.

Kibum terdiam dengan mata membelalak.

"GYAAAAAAAAAAAAAAAA"

.

.

Hate You

.

.

TBC

.

.

Dih, jumlah review-nya menurun -_-'

Biarlah, lanjut aja, yang penting update #dorr

Makasih buat yang udah review^^

Dan buat siders, tolong hargai sedikit karya saya. Review-lah walau hanya berupa tanda titik. Setidaknya itu lebih baaik daripada kayak gini -_-'

Ok, silahkan follow twitter atau via PM yang mau nanya…

Cha! Sampai jumpa chap depaaaaann! \(^0^)/s