Superdad.

Park Chanyeol - Byun Baek Hyun

Oh Sehun

others

PG17

Don't Like Don't Read. I told you.

Boys Love.

Storyline: kpowpers - Dale

Summary:

Chanyeol benar-benar buruk dalam mengasuh bayi. Tapi Baekhyun mempersulitnya sampai ia akan ikut menangis bersama Sehun si bayi yang menakutkan untuknya karena Sehun tidak suka padanya.

.

.

Superdad.

.

.

"Jadi Chanyeol, apa kau tahu harus memulainya dari mana?" Suho bertanya dengan serius kali ini. Pria itu bahkan membuat gesture tubuh mendekat pada Chanyeol, alisnya nyaris menyatu.

"Ya," Chanyeol mengangguk. "Aku harus mengurangi jam kerjaku pada mulanya"

Suho menjentikkan jarinya, "tepat sekali!" Suho bahkan bisa melihat senyum lebar Chanyeol menghiasi wajahnya. Melihat Chanyeol yang penuh percaya diri seperti membuatnya ikut senang.

"Seorang istri sangat menyukai suami yang perhatian pada anaknya, kau bisa mendapatkan penghargaan untuk itu." Suho menyeringai dan memainkan alisnya naik turun, "kau mengerti maksudku,kan?"

Chanyeol tertawa keras, "tentu saja" matanya tanpa sengaja melirik tempat Sehun bermain. Tapi pria tinggi itu tidak menemukan Sehun dimana. Chanyeol sontak berhenti tertawa dan memfokuskan dirinya pada tempat bermain Sehun. Ia sampai menunduk dan meraba karpet tempat Sehun bermain. Hanya ada robot Spidermannya.

Nafas Chanyeol memberat, "hyung?"

"Ya?"

"Apa kau melihat Sehun?" Chanyeol bertanya. Ia merasa badannya kaku dan jantungnya berpacu dengan cepat. Otaknya sulit berfikir. Apa Sehun diculik?

"Chanyeol, disana!" Suho berteriak mengagetkannya

"Apa?" Chanyeol mengambil robot Sehun dan berusaha berdiri dengan cepat. Melupakan meja yang berada diatas kepalanya yang membungkuk kearah bawah, "OUGH"

Fuck off, man!

.

.

Superdad.

.

.

Baekhyun memeluk Kyungsoo, "maafkan aku ya, aku merasa bersalah sekali" kata Baekhyun setelah pelukannya terlepas.

"Tak apa Baek, aku tahu bagaimana khawatirnya dirimu pada Sehun" Baekhyun tersenyum masam pada Kyungsoo. Dia merasa tidak enak hati. Pasalnya hari ini adalah reunian sekolahnya dulu. Ini adalah ide Baekhyun tapi dialah yang pulang lebih dulu dibanding teman-temannya. Baekhyun memang berencana akan bermalam disini bersama Kyungsoo. Tapi niatnya urung saat dia sudah berjanji pada Chanyeol jika dirinya akan pulang setelah makan malam.

Baekhyun berani bertaruh dia merasa tidak tenang semenjak ia meninggalkan Chanyeol bersama Sehun dirumah. Pria idiot itu mengalami Baby Blues yang sudah mencapai taraf tinggi. Baekhyun benar-benar mengkhawatirkan Sehun, bisa saja Chanyeol menaruh Sehun kedalam kulkas karena menganggap Sehun adalah potongan daging atau dia bisa saja dia memberi Sehun banyak ice cream. Baekhyun menggelengkan kepalanya, menepuk keningnya beberapa kali.

Sehun itu susah sekali tidur dan mudah sekali menangis jika sedang manja. Bisa saja Chanyeol kehilangan akal dan—

"Tidak boleh dibiarkan!" Baekhyun berteriak dan membuat Kyungsoo disampingnya kaget, "Baek? Kau baik-baik saja?"

Seolah dilempar dari planet lain, Baekhyun tersadar dari lamunannya dan wajahnya bersemu. Otot pipinya terasa kaku bahkan hanya untuk mengatakan aku baik-baik saja.

Jadi Baekhyun hanya mengangguk.

Kyungsoo menarik tangan Baekhyun dan menyelipkan kunci untuk Baekhyun, "Aku dan Kai sudah menyiapkannya jauh-jauh hari," Baekhyun ternganga. "Aku paham betul mengenai Chanyeol dan Sehun"

Baekhyun memekik dan memeluk Kyungsoo(lagi) dengan erat, "Aku benar-benar berterima kasih padamu!" Air mata Baekhyun nyaris jatuh karena terharu.

Kyungsoo tertawa lembut, "jangan sungkan, Baek" kata Kyungsoo. Matanya melirik mobil disamping Cafe miliknya, "tunggu apa lagi?"

Baekhyun mengecup pipi Kyungsoo, "kau yang terbaik!"

Kyungsoo tersenyum geli, Baekhyun berlari semangat kearah mobil miliknya dan Kai. Siapa yang tidak tahu penyakit Chanyeol? Kyungsoo berani bertaruh jika Chanyeol pernah nyaris menjatuhkan Sehun dari gendongannya karena melihat Sehun akan menangis.

Wajar saja jika semua orang mengerti posisi Baekhyun.

Baekhyun membuka kaca mobilnya, mobilnya sudah bergerak dari parkiran kearah depan Cafe. "Kyungsoo, sampaikan salamku pada Kkamjong ya. Katakan padanya jika dia terlambat datang! Sampai Jumpa" kata Baekhyun sebelum melesat pergi.

"Semoga berhasil, Baekhyun"

.

.

Superdad.

.

.

Chanyeol memeluk Sehun gemas, "SEHUN! Ayah nyaris saja terkena serangan jantung"

Suho mengerjapkan matanya berulang kali, Park Chanyeol memeluk Sehun begitu eratnya sampai membuat Suho terdiam ditempatnya. Chanyeol memang begitu dramatis, tapi satu hal yang pria itu Lupakan.

Sehun tidak suka mendengar suara berat Chanyeol yang berteriak

—entahlah. Suho adalah pengamat yang baik. Berulang kali dia mendapati keadaan yang sama dan di akhiri dengan amukan Sehun yang ingin menghindari Chanyeol.

Balita itu mengerang, badannya bergerak kesana kemari. Chanyeol tidak menyadari karena sudah terlalu senang dan tetap memeluk Sehun riang.

Suho mendesah dan menarik belakang baju Chanyeol, "jangan berlebihan Chanyeol" kata Suho.

"Oh. Kau benar" suara Chanyeol turun satu oktaf dan itu menjadi rendah. Sehun menepuk dada Chanyeol, menggeleng keras.

"Ani—aniya" gumam Sehun.

"Mau ikut dengan paman?" Tawar Suho. Dia merentangkan tangannya didepan Sehun. Chanyeol merengut sebal karena Sehun melompat melompat dipegangan Chanyeol—ingin ikut dengan Suho.

"Sialan" dengus Chanyeol.

.

.

Sehun tersenyum senang digendongan Suho. Tawanya meledak saat Suho mencium pipinya, "anakmu menggemaskan sekali, Chanyeol." Kata Suho.

Ya—Chanyeol memutuskan mengajak Sehun pulang karena jam makan malam hampir tiba dan itu artinya Sehun sebentar lagi akan mengeluh lapar. Yang paling membuat Chanyeol sebal adalah dia yang notabene ayah Sehun malah menyetir mobil! Sedangkan Suho bermain dengan Sehun.

What The Hell.

Jika Chanyeol gila, dia akan membanting setirnya sampai mobilnya menabrak. Hatinya tersinggung karena Sehun lebih suka bermain dengan Suho. Padahal baru saja—tadi Sehun mau bermain padanya meski hanya merespon Chanyeol sedikit.

Sesampainya dirumah, Chanyeol cepat-cepat turun dari mobil dan menghampiri Suho. Suho keheranan mendapati Chanyeol yang menghalanginya dengan Sehun untuk keluar mobil, "berikan Sehun padaku"

"Ah," Suho mengangguk dan memberikan Sehun pada Chanyeol—tanpa paksaan karena Sehun dengan senang hati menyambut Chanyeol. "Ini."

Chanyeol menyambutnya. Hatinya berbunga-bunga, suasana hatinya membaik dengan cepat. Dia berlari kearah pintu dengan Sehun yang tertawa.

Suho mengikutinya dibelakang.

"Wow, Baek?" Kata Chanyeol menginterupsi Suho yang berjalan serius dibelakangnya.

.

.

Superdad.

.

.

"Wow, Baek?" Kata Chanyeol.

Pria itu mendapati Baekhyun yang sudah duduk manis diruang keluarga—yang kebetulan letaknya dekat dengan pintu.

"C—Chanyeol?" Baekhyun tergagap ditempatnya, menyadari Chanyeol yang datang. "Kau menggendong Sehun?" Baekhyun tampak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, mata sipitnya membulat lucu.

Chanyeol tersenyum lebar—Bangga bukan main. Dia mengelus kepala Sehun yang sedang bertepuk tangan. "Tentu saja, Baek"

Baekhyun melonjak senang, berlari menemui Chanyeol dan memeluknya bersama Sehun. Dia senang sekali mendapati Chanyeol yang menggendong Sehun.

Sehun mencium kening Baekhyun yang memeluknya, "mma—ma" Sehun tersenyum kearah Baekhyun. Bocah itu bergerak riang digendongan Chanyeol selagi tangan Sehun meremas udara—ingin beralih pada gendongan Baekhyun.

"Ouhh anakku! " Baekhyun melompat gemas. Dia benjinjit untuk mengecup pipi Chanyeol, "Terima kasih ya sudah menjaga Sehun!"

"Y—"

Sehun berontak sampai membuat Chanyeol kewalahan.

"Halo? Ada yang menyadariku?" Suho melambaikan tangannya dari belakang Chanyeol—menginterupsi. Baekhyun mematung—baru menyadari keberadaan Suho.

Dia—Baekhyun menyuruh Chanyeol bergeser, "masuklah Hyung" kata Baekhyun Canggung. Tapi Suho hanya menggeleng, kemudian tersenyum. "Tidak perlu Baek—aku akan pulang. Aku hanya mengantar Sehun"

"Dimana mobilmu?" Baekhyun tampak khawatir, mata melirik parkiran rumahnya dan tidak menemukan mobil Suho disana, alis Baekhyun berkerut.

"Hnggggggg!" Sehun meronta. "Tenanglah Sehun." Kata Chanyeol berusaha tenang. Jantungnya mulai berdetak cepat—cemas.

"Aku meninggalkannya di Cafe. Ya—Aku bisa menggunakan taksi untuk kembali ke Cafe" Suho tersenyum manis kearah Sehun sampai membuat anak itu diam sejenak dan balas tersenyum cerah memperlihatkan gusinya yang mulai ditumbuhi gigi.

Baekhyun menanggapinya dengan gumaman halus, "Maaf merepotkanmu, Hyung." Kata Baekhyun sambil menunduk hormat.

"Tak apa, Baek" Balas Suho.

Suho melambaikan tangannya pada Sehun, "Paman pulang dulu, Sehun." Pria itu mengelus kepala Sehun, bayi itu begitu senang saat Suho mengelusnya—Sehun menggelengkan kepalanya kesana kemari karena senang. kemudian Suho berbalik dan meninggalkan rumah Chanyeol dan Sehun.

Baru saja Suho melewati pagar rumah Chanyeol, "Terima Kasih, Hyung. Kau yang nomor satu!" suara Chanyeol memecah keheningan yang baru saja melingkupinya sejak keluar dari pekarangan rumah Chanyeol, pria itu mengangguk meski sadar Chanyeol mungkin saja tidak melihatnya. Kemudian Suho bisa mendengar suasa tangis Sehun setelahnya.

"Dasar bodoh"

.

.

Superdad.

.

.

Mata Chanyeol berbinar saat melihat meja makan sudah penuh dengan bibimbap dan pizza. Chanyeol sudah lapar sekali. Tidak menyangka Baekhyun sudah memasak bahkan sebelum Chanyeol kembali ke rumah.

Chanyeol mengambil posisi duduk, "Baek, kau tidak jadi menginap?"

Baekhyun yang duduk didepannya bersama Sehun menggeleng, "tidak" kata Baekhyun

Alis Chanyeol naik, heran. "Memangnya kenapa? Kau tidak percaya padaku? Kau bisa pulang esok hari Baek" Chanyeol mulai percaya diri berkoar— melupakan dirinya yang nyaris kena serangan jantung saat Sehun menghilang.

Sehun sudah menghentikan tangisnya. Bayi itu memakan bubur merah favoritnya dengan semangat, dia bergerak aktif dipangkuan Baekhyun. Bahkan sesekali memuntahkannya sampai memenuhi wajahnya diiringi tawanya sendiri.

"Sayang," Chanyeol mengarahkan kimbap kemulut Baekhyun, ingin menyuapi. Tapi Baekhyun menggeleng—menolaknya halus dan kembali menyuapi Sehun. "Aku sudah kenyang, Yeol."

Chanyeol menarik kembali tangannya yang terulur, kemudian memasukkan kim bab kedalam mulutnya sendiri. "Tadi seru tidak?"

Baekhyun menggeleng. "Kenapa?" Chanyeol bertanya dengan serius, memandangi Baekhyun sampai menghentikan acara makannya.

"Aku sibuk mengkhawatirkanmu. Jantungku terasa ngilu. Sampai-sampai aku tidak mendengar mereka berbicara apa padaku. Aku pasti sudah gila," alis Baekhyun mengkerut. " membiarkanmu merawat Sehun sendirian" kemudian mengerucutkan bibirnya—wajahnya tampak sebal.

Chanyeol terkikik, "jangan berlebihan sayang. Kau sudah lihat kedekatanku dengan Sehun, kan?"

"Kau pamer padaku, ya?" Baekhyun memberi Sehun minum, "kemajuanmu itu sedikit sekali"

Chanyeol mencibir, "Kau ini kejam sekali" Chanyeol ikut tertawa saat Baekhyun tertawa, "aku bercanda"

"Aku tahu kok"

Baekhyun mengecup kening Sehun, "Chanyeol, bisa aku memintamu membereskan meja makan?" Chanyeol bisa melihat dengan jelas Sehun yang menguap. Bayi itu bergelung dipelukan Baekhyun. Pria tinggi menganggukan kepalanya, "tentu saja, Baek"

.

.

Superdad.

.

.

Ini sudah tiga puluh menit lebih Baekhyun mencoba menidurkan Sehun, Chanyeol bahkan sudah menyelesaikan tugasnya membereskan dapur.

Sesuatu yang aneh terjadi, Sehun tidak mau meminum susunya dan memilih bergelung dipelukan Baekhyun—yang ini memang kebiasaan Sehun. Baekhyun sudah tahu benar jika Sehun sudah mengantuk sejak makan malam lalu, matanya sudah tampak begitu sayu. Tangan kecil Sehun terus saja memeluk leher Baekhyun yang berbaring disampingnya—dengan memeluk.

"tidurlah Sehunah," nada Baekhyun mulai khawatir. Sehun tidak mengeluarkan suaranya dan hanya menggeleng ketika Baekhyun menyuruhnya tidur. Ini pertama kalinya Sehun bertingkah aneh. Sehun merupakan yang tergolong cepat terlelap seperti Chanyeol, dia tidak pernah segelisah ini sebelumnya.

Bayi itu tetap membenamkan wajahnya pada lekukan leher Baekhyun.

Baekhyun menghela nafas, tangannya tetap mengelus punggung Sehun, "kau tidak mau meminum susumu?" Baekhyun berbisik pada Sehun—menawarkan susu untuk yang kesekian kali. Bayi itu mengerang dipelukannya, "baik-baik" kata Baekhyun putus asa.

"Baek?" kepala Chanyeol menyembul dari balik pintu, "apa Sehun sudah tidur?" Tanya Chanyeol. Kaki panjangnya melangkah masuk kekamar Sehun, berdiri dibelakang Baekhyun yang memunggunginya.

Baekhyun menggeleng lemah, wajahnya ikut tampak lesu seperti Sehun.

Chanyeol mengelus kepala Baekhyun, "aku boleh berbaring disana?" Chanyeol menunjuk sisi kosong disamping Sehun. "aku ingin menemanimu saja disini."

Tanpa bicara pun Chanyeol sudah tahu jika mengijinkannya. Dia tersenyum saat Baekhyun mengangguk. Tanpa sungkan Chanyeol merangkang menaiki ranjang dan berbaring disamping Sehun—tangannya menumpu posisi Chanyeol yang berbaring menghadap Chanyeol, "jangan lesu begitu Baek"

"Tidak, Yeol. Aku hanya menngkhawatirkan Sehun,Tidak biasaya dia resah seperti ini"

Tangan Chanyeol terulur untuk mengusap pipi Baekhyun,"mungkin Sehun kelelahan. Jangan khawatir, sayang. Sehun itu sangat kuat" Chanyeol tersenyum.

Baekhyun balas tersenyum. "kau tidurlah dulu, aku tahu kau juga lelah" Chanyeol mengangguk menanggapi Baekhyun, mencium kening Baekhyun terlebih dahulu sebelum kemudian berbaring dan tertidur dalam sekejap.

.

.

Superdad.

.

.

Baekhyun terbangun dari tidurnya karena mendengar suara tangis Sehun. Dia tidak ingat kapan ia jatuh tertidur. Seingatnya, ia sedang mendiamkan rengekan Sehun ditemani Chanyeol yang tertidur disampingnya.

Mengabaikan pikirannya yang berkecamuk, Baekhyun cepat-cepat duduk untuk mengambil alih konsentrasinya yang buyar akibat baru bangun tidur, dia melirik Sehun yang menangis keras disampingnya.

Saat tangannya memegang Sehun, Baekhyun terkejut bukan main. badan Sehun begitu panas dan membuat air mata Baekhyun nyaris jatuh dalam hitungan detik, dia menggendong Sehun—berusaha meredakan tangis bayi Sehun.

"tenanglah sayang" Baekhyun ikut menangis, ia kalut luar biasa.

Sehun bergerak gelisah "umm—ma" bayi itu kembali merengek, menangis karena merasakan badannya yang tidak nyaman. Sehun kecil merasakan badannya begitu lemas, kepalanya pening. Tapi bayi itu tidak bisa mengatakannya dan hanya bisa menangis keras tanpa henti.

Baekhyun menghampiri Chanyeol dengan air matanya yang sudah menganak sungai, otaknya sudah tidak bisa berfikir jernih. Suara tangis Sehun membuatnya semakin kalut. Satu-satunya yang berpusat diotaknya adalah Sehun yang demam dan menangis keras. Baekhyun menarik tangan Chanyeol, berusaha membangunkannya. Lehernya terasa tercekat hanya untuk memanggil Chanyeol—Baekhyun kesulitan bicara karena dia berusaha menahan air matanya untuk berhenti mengalir.

"C—Chanyeol.."

Tidak ada jawaban, Chanyeol tetap tidur dengan tenang.

"C—Chanyeol.. hiks"

Pria itu mulai mengerutkan alisnya, ia dengan jelas suara Baekhyun yang memanggilnya diiringi dengan isakan, meski ia tertidur. Mata Chanyeol terbuka dan ia terlonjak mendapati Baekhyun yang penuh air mata serta Sehun digendongannya yang juga menangis,"B-Baek.." Chanyeol tergagap.

"R—Rumah sakit, Chanyeol. Kita butuh Rumah sakit" Baekhyun terus menangis dengan memeluk Sehun. Tanpa menunggu lagi Chanyeol bangkit berdiri dan menggamit kunci mobil diatas meja makan, "Kita pergi"

.

.

To be continue

.

.

Halo!

Ada yang inget superdad?

Maaf ya lama update. Feelnya buyar karena kurang asupan HunBaek /sayat nadi/

Terima kasih ya buat reviewnya. No sider please.

Boleh review?

Sign Kpowpers

Ps: follow fav boleh. Asal galupa ninggalin review orz