Life

Chapter 3: ToDai I'm Coming!!

Author : Aya-kuchiki chan

Disclaimer : punya Ay lah, (tolong… digebukin fansnya om tite)

Iye-iye.. Ni punya om tite kubo, Ay cuma author imut yang minjem tokoh2nya (ditimpuk sandal ma om tite)

Pairing : IchiRuki, slight IchiHime dan GrimRuki

(IchiAy,,whaaa..Ampun2. Ay g jadi rebut Ichi dari Ruki d)

Langsung Read aja ya!

Okkkkkk!! R&R ok!

Summary the last chapter

"Rukia berusaha untuk masuk ToDai, karena itu adalah cita-citanya dari kecil, dan karena di tempat itulah dia berjanji akan kembali bertemu dengan sahabat kecilnya, Ichigo. Rukia gagal di tahun lalu. Apakah tahun ini Rukia lulus masuk ToDai? Atau dia harus kembali menelan kegagalan untuk yang kedua kalinya?"

.: Chapter three :.

ToDai I'm Coming!!

Aku membaca koran pagi itu, aku tidak sabar membuka halaman yang berisi nama-nama siswa yang lulus masuk ToDai. Mataku terus mencari,aku masih belum menemukan namaku. Bagaimana ini? Tidak, aku tidak boleh gagal kali ini.. Aku harus LULUS..

Mataku terhenti pada satu nama, kuperhatikan nama itu baik-baik. Ku eja satu persatu huruf yang merangkai nama itu, K-U-C-H-I-K-I R-U-K-I-A. Aku yakin, itu.. Itu namaku. Aku LULUS!! ToDai I'm coming!!

Aku segera menyiapkan keberangkatanku ke Tokyo. Ayah, Ibu, dan adikku mengantar keberangkatanku sampai ke bandara. Aku sedih saat harus berpisah dengan keluargaku yang ku cintai, apalagi Yachiru adikku menangis saat mengantar keberangkatanku. Tapi, aku harus tetap berangkat. Ini demi cita-citaku dan..Ichigo.

Aku tiba di Tokyo jam 5 sore..

"Permisi, apa benar ini asrama putri untuk para mahasiswi Universitas Tokyo?"

"Iya, kau pasti siswi angkatan baru?"

"Iya, aku Kuchiki Rukia."

"Saya Nemu Kurotsuchi, saya adalah manajer asrama putri. Oya, Kuchiki san, apa kau bawa kartu nomor asramamu?"

"Iya, aku bawa. Ini.", ucapku sambil memberikan kartu nomor asramaku.

"Baiklah, ini kunci asramamu, kau menempati kamar nomor 2-18, 2 disini menunjukan lantai, dan 2 angka terakhir menunkukan nomor kamarmu, pintu asrama akan di kunci pukul 10 malam, kau tidak bisa masuk bila pulang lewat dari jam 10 malam, bagaimana mengerti?"

"Iya, terima kasih Kurotsuchi sama." Aku langsung menuju lantai dua. Pantas saja ToDai merupakan Universitas terbaik di Jepang. Saat ku memasuki asrama putrinya pun aku sudah bisa merasakan kesan high class.. Aku mencari nomor kamarku setelah sampai di lantai 2. Sepertinya di setiap lantai terdapat 20 kamar. Aku berhenti tepat di depan pintu kamar 18..

'Sepertinya ini kamarku'

Wah… Aku bahkan tidak tau apa yang harus aku katakan. Kamar ini sempurna, kamar mandi ada di sudut terbelakang dari pintu masuk, dan… mewah, anggun, cantik.. Aku tidak sabar ingin mandi disini, pasti rasanya seperti putri raja. Hehe.. Tempat tidur ku pun king size, menyenangkan.. Aku langsung merebahkan diriku di atas kasur. Aku pun tertidur..

"Wah!! Ini hari pertamaku! Aku tidak boleh telat!" Aku tidak berlama-lama mandi, padahal aku ingin sekali berendam lama di bathtub ku, tapi.. gara-gara aku kesiangan, aku harus buru-buru.

Aku berlari sepanjang jalan dari asrama menuju lapangan tengah ToDai, karena seperti tertulis di jadwal, hari ini adalah upacara penerimaan mahasiswa baru, bertempat di lapangan ToDai. Aku terus berlari, tanpa sengaja aku menabrak seseorang.

"Oopss..gomenasai, aku tidak sengaja.." Aku lalu melihat orang yang ku tabrak, ternyata seorang wanita, usianya hampir sama sepertiku, tapi melihat almamater yang dipakainya, sepertinya dia mahasiswi diatas angkatanku. Wajahnya cantik, rambutnya panjang sepinggang, rambutnya berwarna coklat tua, dan yang paling menarik perhatianku adalah dadanya. Dadanya itu besar, besar sekali. Aku lalu membandingkan dengan dadaku. Oh…dadaku kecil. Aduh, kenapa aku berfikir seperti ini. Aku membuang fikiran ini jauh-jauh.

"Oh, tidak apa-apa. Kau anak angkatan baru ya?"

"Eh iya.."

"Kalau begitu kenapa kau tidak segera masuk dalam barisan. Kau bisa kena masalah jika terus berada di sini"

"Eh, kau betul. Permisi." Dia menyadarkanku, aku langsung berlari dan mengambil posisi terbelakang dalam barisan. ' Fuih, untung saja upacaranya belum dimulai.'

Aku bosan setengah mati mendengar pidato panjang lebar dari rector ToDai.. 'Oh, maafkan aku kami sama, bukannya aku kurang ngajar, tapi pidato dari Yamamoto Genrusai sama sangat membosankan.' Aku hanya melirik ke kanan dan kiriku. Ekspresi anak-anak angkatan baru di sekelilingku sangat beragam. Ada yang mengantuk, terlihat stres, bahkan ada seorang cowok yang seperti banci mengedip ke arah ku. Amit-amit, hanya kata itu yang ada di kepalaku untuk menggambarkan cowok itu. Perhatianku kembali ke depan saat aku mendengar sebuah nama yang membuatku terkejut, nama yang selalu kurindukan selama 7 tahun, nama yang selalu menghiasi mimpiku, "Kepada ketua senat Kurosaki Ichigo, dipersilahkan."

Aku mengamati cowok yang bernama Ichigo, tanpa disebut namanya pun, aku bisa mengenalinya. Dia memang Ichigo ku, rambutnya.. Hanya Ichigo yang mempunyai rambut norak berwarna oranye seperti itu dan berapa banyak cowok berambut oranye yang bernama Ichigo. Dan aku tau jawabanya, hanya Ichigo ku. Ichigo, akhirnya aku menemukanmu.

"Kalian diberi waktu 30 menit istirahat, setelah itu berkumpul kembali di lapangan. Mengerti?"

Semua anak mulai bergerak bubar, aku..aku masih mencari, mataku masih mencari dimana Ichigo. Aku menemukannya, dia menuju gedung besar yang ada di samping lapangan. Aku langsung berlari ke arahnya, dan lagi-lagi tanpa sengaja aku menabrak seseorang..

"Ah, gomenasai aku tidak sengaja, aku buru-buru." Tanpa melihat orang yang ku tabrak, aku langsung kembali lari kea rah Ichigo, aku takut kehilangan sosok Ichigo, tapi baru selangkah aku berlari aku merasa ada yang menarik tanganku dengan kuat sampai aku merasa sakit..

"Aww.. lepaskan.", aku sekarang menghadap ke arah orang yang menarikku, seorang cowok dengan rambut jabrik berwarna biru langit. Sepertinya dia orang yang tadi ku tabrak.

"Apa kau bilang?", orang itu malah memperkuat pegangannya, membuatku sedikit menringis.

"Lepaskan! Apa kau tuli!!!", aku kehilangan kesabaranku.

"Cih, lepaskan kau bilang!? Tidak akan!!". Aku lalu menepis dengan kuat, dan akhirnya aku bisa melepaskan tanganku yang dipegangnya. Aku lalu berbalik memungginya dan melanjutkan usahaku untuk mencari Ichigo, tapi lagi-lagi langkahku terhenti karena sekarang aku merasakan rambutku dijambak oleh seseorang. Aku tidak perlu mempunyai otak jenius untuk tau siapa yang menjambakku? Pasti cowok brengsek tadi. Aku berbalik menghadapinya.

"Apa sih yang kau mau?", sambil menepis tangannya yang menjambak rambutku. Dia lalu melepaskan jambakkannya.

"Heh! Nona sombong! Aku hanya mau kau meminta maaf yang layak kepadaku!"

"Baiklah.. Aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja tadi. Sudah kan, aku buru-buru,"

"Tidak semudah itu nona sombong." Dia menatapku tajam

"Lalu apa yang harus aku lakukan, cowok gila hormat?!" aku balik menatapnya dengan tajam.

"Berlutut dan cium kakiku."

"Cih, jangan mimpi!!" Lalu aku sama sekali tidak menduga bahwa dia akan memukulku, tepat ke arah wajahku. Sial, aku tidak mungkin menghindar, gerakannya terlalu cepat, aku reflex menutup mataku, walaupun aku tau itu tidak akan mengurangi rasa sakit, tapi dimana rasa sakit itu? Kenapa sama sekali tidak terasa? Aku membuka mataku, ternyata ada tangan lain yang menghalangi pukulan itu, tangan itu?? Aku menoleh ke samping untuk melihat milik siapa tangan itu?

To be continue

Gimana?? Akhirnya Rukia nemuin Ichigo kan??..

Chapternya dikit banget ya?? Hiks… Maaf.. (bungkuk-bungkuk gaje)

Maaf juga ya, kalo fic Ay ini rada maksa dan banyak kekerasannya.. Abiz, gatau kenapa dapat idenya kaya gini??

Ay mau minta maaf karena di chapter sebelumnya Ay cuma dikit..

Sebagai permintaan maaf, Ay lansung update chapter 3 fic ini hari ini juga..

Ok, buat Sagara Ryuuki gimana ceritanya? Ad kemajuan ga?? Terima kasih ya atas ripiunya kemarin. Senangnya, ternyata typo ku sudah banyak berkurang..

Ichikawa Ami, terima kasih ya atas ripiunya. Ay lansung update ni.. R&R terus ya.. Mmm.. Ay emang telat UAS nya. Lama lagi, dua minggu. Hbufh...

Ok.. Saatnya ripiu..

Ada yang bisa nebak tadi itu tangan siapa?? (kedip-kedipin mata gaje) *digetok reader*