Heartache
Aku berharap aku bisa membalikkan waktu, kembali di saat kau jadi milikku. Penyesalan yang didapat berubah menjadi air mata. Senyumanmu di hari itu berubah menjadi kenangan. Hanya dirimu yang mengisi hatiku dan kini kau pergi. Ini sangat menyakitkan. Aku ingin segera melupakanmu.
.
.
.
"Aku tak bisa melanjutkan hubungan ini"
"Hn ? Nande ? Apa aku melakukan kesalahan ?"
"..."
"Naru, jawab aku. Gomen, hontou ni gomenasai jika aku berbuat salah. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku, Naru. Aku tak bisa"
"Gomen" Naruto berlalu meninggalkan Sasuke yang terpaku
"Naru, onegai. Jangan tinggalkan aku" Sasuke berlari mengejar Naruto, ia tak memperhatikan keadaan sekitar lalu tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi mengarah padanya
'Ckiiiiiitt'
'Braaak'
Tubuh Sasuke terpental, kesadarannya perlahan-lahan hilang. Hal yang terakhir ia lihat adalah Naruto yang terus berjalan tanpa memperdulikannya. Liquid bening menetes dari manik obsidiannya, lalu semuanya menjadi gelap.
.
.
"-ke.. Sasuke~"
"Apa yang kau mimpikan ? Kenapa sampai menangis seperti itu ?"
'Hanya mimpi' Sasuke menghembuskan nafas lega
"Hn. Jam berapa ini ?"
"Jam 7 malam"
"Kau mandilah dulu. Aku akan memesankan makan malam" lanjut Itachi
"Hn"
.
.
"Sasuke, ayo makan. Aku sudah memesan Spicy Fried Chicken" ucap Itachi saat melihat Sasuke menuruni tangga. Sasuke berjalan menuju meja makan dan mengambil satu potong ayam.
"Sasuke, daijobu desu ka ?"
"Daijobu, aniki"
"Sasuke, lusa kau akan mengikuti kompetisi ilmiah kan ?"
"Hn"
"Bagaimana persiapanmu untuk kompetisi itu ?"
"Hn"
"Kau tau otouto ? Salah satu dari peserta kompetisi itu adalah Sabaku no Gaara, adik rekan bisnisku"
"Lalu ?"
"Gaara adalah juara bertahan kompetisi itu"
"Kau meragukanku ?"
"Iie, aku yakin kau pasti menang" jawab Itachi
"Hn"
Mereka melanjutkan makan malam dalam diam. Sasuke kembali ke kamarnya setelah menyelesaikan makan malamnya. Ia sangat merindukan kekasihnya, ia memutuskan untuk mengirim pesan singkat kepada Naruto.
.
To : My little Kitsune
Naru, kau sedang apa ?
.
From : My little Kitsune
Mengerjakan tugass dari Kurenai-sensei. Suke ?
.
To : My little Kitsune
Merindukanmu
.
From : My little Kitsune
Darimana kau belajar menggodaku seperti itu ?
.
To : My little Kitsune
Aku tak menggodamu
.
From : My little Kitsune
Aku juga merindukanmu, Suke~ ^3^
.
Mereka saling mengirim pesan hingga rasa kantuk mulai menyerang keduanya.
.
To : My little Kitsune
Tidurlah, oyasumi. Aishiteru.
.
From : My little Kitsune
Aishiteru mo, Suke~
.
Sasuke terlelap setelah membaca pesan dari kekasihnya itu. Baru beberapa menit ia terlelap, sekelebat bayangan dimana Naruto mengakhiri hubungan mereka dan pergi meninggalkannya mulai bermunculan dalam alam bawah sadar Sasuke. Peluh mulai membasahi wajah dan tubuh Sasuke. Ia meneriakkan nama Naruto, membuat Itachi yang sedang menyiapkan bahan presentasi perusahaan menerobos masuk ke kamarnya. Itachi mengguncangkan bahu Sasuke.
"Sasuke, sasuke bangun"
"Eunghh" Sasuke memegang kepalanya yang terasa pusing. Itachi menyodorkan segelas air yang langsung diteguk habis oleh Sasuke
"Daijobu desu ka ?"
"Daijobu" jawab Sasuke lemah
"Mau bercerita ?" tawar Itachi
"..."
"Lebih baik kau ganti baju lalu melanjutkan tidurmu, Sasuke. Kau bisa sakit kalau memakai pakaian yang penuh keringat seperti itu"
"Hn"
Itachi merasa iba pada otoutonya itu. Ia memilih tidur di samping Sasuke, ia takut otoutonya mengalami mimpi buruk lagi.
.
.
Sinar mentari mengintip dari celah jendela kamar Sasuke. Sasuke mengerjapkan matanya dan menemukan Itachi tertidur di sampingnya. Sasuke tersenyum tipis. Anikinya ini memang terkadang sangat cerewet namun itulah caranya menunjukkan kepeduliannya.
Sasuke turun dari tempat tidur dan membersihkan diri. Ia membangunkan Itachi setelah berseragam lengkap.
"Aniki, bangun" Sasuke mengguncangkan bahu Itachi
"Eunghh.. 5 menit lagi, otouto"
"Bukankah kau ada meeting pagi ini ? Kau mau terlambat ?" Sasuke menjepit hidung Itachi
"Ittaii ! Sakit, otouto" ringis Itachi
"Cepat mandi. Aku akan menyiapkan sarapan"
"Hhh" Itachi menghela nafas
.
"Sarapan dulu sebelum berangkat, aniki"
"Hmm" Itachi menggigit sandwich tuna buatan Sasuke
"Otouto, apa kau yakin akan ke sekolah hari ini ?"
"Hn, nande ?"
"Kau terlihat pucat, Sasuke"
"Daijobu. Aku pergi dulu"
Itachi hanya mengangguk. Sebenarnya ia tak tega membiarkan Sasuke berjalan kaki namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena Sasuke sangat keras kepala.
.
Sasuke berjalan dengan gontai menuju apartment kekasihnya. Saat ia tiba di depan gedung apartment Naruto, kekasihnya yang manis itu tengah menundukkan kepalanya.
"Ohayou"
"Ohayou, Suke"
"Dimana Himura-senpai ?"
"Dia dijemput paksa oleh kekasihnya"
"Himura-senpai sudah memiliki kekasih ?"
"Ne. Kau tau Hyuuga Neji ?"
"Hyuuga Neji ? Ahh, dia salah satu rekan bisnis aniki. Aniki pernah bercerita tentangnya"
"Dia adalah kekasih Sai. Menyebalkan" Naruto mempoutkan bibirnya
"Kau menyukai Neji ?"
"Yak ! Tentu saja tidak. Aku sudah memiliki kekasih yang sangat perfect"
"Lalu ?"
"Aku kan jadi harus menunggumu sendirian karena tak ada Sai"
"Dasar manja" Sasuke mengacak rambut Naruto penuh kasih sayang. Naruto memalingkan wajahnya yang memerah.
"Ayo berangkat" Sasuke mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh Naruto. Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan tanpa memperdulikan pandangan orang di sekitar mereka.
.
"Nah, belajarlah yang baik, my little Kitsune"
"Ne, Suke"
"Aku akan menjemputmu sepulang sekolah" ucap Sasuke dan hanya dibalas anggukan oleh Naruto. Sasuke berjalan menuju kelasnya.
"Ohayou" teriak 2 siswa saat melihat Sasuke memasuki kelas
"Hn"
"Waaaaaaah ada yang sedang bahagia karena berangkat bersama kekasih tercinta" goda Lee
"Hn" gumam Sasuke. Reaksi Sasuke yang terlalu datar membuat kedua sahabatnya tidak tahan untuk terus menggoda Sasuke. Kiba sibuk menusuk pipi Sasuke. Kedua happy virus itu baru berhenti saat Yamato-sensei memasuki kelas mereka.
.
Pikiran Sasuke melayang pada mimpinya kemarin malam, ia sangat khawatir jika mimpi itu menjadi kenyataan. Ia terus melamun hingga...
"Uchiha Sasuke ! Jelaskan urutan proses sintesis protein"
"Proses sintesis protein dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama adalah transkripsi, yaitu pencetakan mRNA oleh DNA dengan menggunakan enzim RNA polimerase. Adanya enzim RNA polimerase ini akan menyebabkan rangkaian double helix akan membuka, sehingga basa-basa pasangannya menyusun adenin pada mRNA dan seterusnya. Hasil penyusunan mRNA yang sudah jadi akan meninggalkan inti untuk melekat pada ribosom, yang merupakan organela pelaksana sintesis protein"
"Tahap kedua adalah translasi, yaitu penerjemahan kodon menjadi asam amino dan menyambungkan setiap asam amino yang sesuai kodon dengan ikatan peptida menjadi protein. Kode pada mRNA akan terbaca oleh ribosom dengan dibantu oleh tRNA yang terdapat di dalam sitoplasma. tRNA akan datang untuk membawa asam amino yang sesuai dengan kode yang dibawa mRNA tersebut. Kemudian tRNA akan bergabung dengan mRNA yang sesuai dengan kode pasangan basa" lanjut Sasuke
"Bagus, saya tau kau adalah murid yang cerdas tapi jangan melamun selama saya mengajar. Kau mengerti ?"
"Maafkan saya, sensei" ucap Sasuke seraya berojigi
.
.
"Oi ! Kenapa kau melamun saat pelajaran Yamato-sensei ?" tanya Lee saat mereka berada di kantin
"Hn"
"Kalau kau ada masalah, ceritakan saja pada kami" giliran Shikamaru berbicara
"Hn"
"Tch. Berhenti bergumam tak jelas seperti itu" desis Kiba
Keempat sahabat itu melanjutkan makan siang mereka sambil sesekali bergurau. Tiba-tiba Sasuke merasakan ada seseorang yang menutup matanya. Sasuke meraba tangan orang itu lalu tersenyum.
"Naru ?"
"Apa sebegitu mudahnya ditebak kalau ini aku ?" Naruto mempoutkan bibirnya lalu duduk di samping Sasuke. Sasuke hanya tersenyum lalu mengacak rambut Naruto pelan.
"Sepertinya kami hanya mengganggu acara kalian" Shikamaru, Kiba, dan Lee hendak beranjak
"Ah, kalian duduklah. Aku hanya ingin mengobrol dengan Sasuke"
"Ha'i, senpai"
"Besok Sasuke akan mengikuti kompetisi ilmiah antar sekolah. Kalian mau ikut menonton ?"
"Aku mau~ Kita ikut, ne ?" jawab Lee antusias dan diikuti anggukan oleh kedua temannya
"Yosh ! Sudah diputuskan, besok kita akan memberi semangat pada Sasuke"
"Ayo kita kobarkan semangat masa muda, senpai !" teriak Lee dan membuat teman-temannya sweatdrop melihat tingkahnya
"Ah, aku harus kembali ke kelas. Bel sudah berbunyi" ucap Naruto
"Jaa ne, senpai" Naruto hanya tersenyum melihat Lee yang begitu bersemangat
"Tunggu aku sepulang sekolah"
"Ne, Suke"
.
.
"Naru.." Saat ini Sasuke dan Naruto tengah berjalan menuju apartment Naruto. Keduanya menikmati semilir angin yang membelai wajah mereka.
"Nande ?"
"Aishiteru yo"
"Aishiteru mo, Suke"
"Nah, masuklah" ucap Sasuke saat mereka telah berada di depan apartment Naruto
"Mmm, kisu ?" pinta Naruto seraya mengeluarkan puppy eyes
"Hn"
"Tch" Naruto mempoutkan bibirnya mendengar jawaban kekasihnya. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang kenyal menabrak pipinya. Matanya membulat karena gerakan tiba-tiba yang dilakukan oleh kekasihnya itu.
"E-eh ?"
"Nande ? Bukankah kau yang meminta ?"
"T-tapi.." Naruto menundukkan wajahnya yang memerah
"Masuklah, Naru" ucap Sasuke seraya menangkup pipi Naruto
"Umm, jaa ne~"
"Hn"
.
.
"Besok aku akan menontonmu"
"Hn"
"Sas-"
"Ck, cepat habiskan makananmu. Jangan banyak bicara" Sasuke sedikit mengeraskan suaranya saat menegur Itachii yang terus saja berceloteh mengenai kompetisi ilmiah yang akan diikutinya esok hari. Itachi cengo mendengar ucapan Sasuke
'Yang anak tertua itu aku atau dia sih ?' batin Itachi
"Aku selesai"
"Bagaimana dengan rubah itu ? Apa dia akan menemanimu ?"
"Hn"
"Kau tidak takut ?"
"Hn ?"
"Bagaimana jika ia meninggalkanmu setelah melihat Gaara ?"
'DEG'
"Naru tidak mungkin berpaling dariku" -semoga saja seperti itu
"Jangan terlalu yakin, otouto"
"Sudah, pergilah tidur" lanjut Itachi
.
.
.
"Aniki, cepatlah"
"Ne"
"Ke rumah Naruto dulu" ucap Sasuke
"Baiklah"
Itachi mengemudikan mobilnya menuju apartment Naruto. Ternyata Naruto telah menunggunya.
"Aniki, pindahlah ke belakang. Biar aku yang menyetir. Aku ingin Naruto duduk di sampingku" pinta Sasuke pada Itachi sebelum keluar dari mobil. Itachi menggerutu tak jelas karena penyakit Sasuke kambuh lagi. Sasuke selalu memanjakan kekasihnya itu.
"Ohayou, Tachi-nii" sapa Naruto
"..."
"Aniki" desis Sasuke karena Itachi tidak menjawab sapaan Naruto
"Ohayou" ucap Itachi dengan nada yang terdengar ketus namun dibalas cengiran lima jari oleh Naruto. Sasuke yang mendengarnya segera mengeluarkan deathglarenya pada Itachi.
"Sudahlah, Suke. Ayo kita jemput teman-temanmu"
"Hn"
.
Ketiga pemuda berbeda usia itu melanjutkan perjalanan menuju rumah Kiba.
"Ohayou" sapa Kiba saat berada di dalam mobil
"Mendokusai" Shikamaru menggaruk kepalanya
"Ohayou/Hn" jawab Naruto dan Sasuke
"Bagaimana persiapanmu, Sasuke ?" tanya Kiba
"Hn"
"Kau harus menang, Sasuke. Aku adalah fansmu" ucap Kiba dengan volume yang cukup tinggi dan membuat semua yang berada di mobil meringis karena telinga mereka berdenging mendengar suara Kiba. Shikamaru menoyor kepala puppy kesayangannya itu.
"Yak ! Kenapa kau memukulku ?"
"Ck, mendokusai"
.
.
"Wuahhh, sugoii. Sekolahnya besar~"
"Kau membuatku malu, Kiba" desis Sasuke
"Mendokusai" Shikamaru menarik Kiba ke dalam pelukannya sementara Naruto mengelus lengan Sasuke untuk menenangkan kekasihnya itu.
Keempat pemuda itu berjalan menuju aula tempat diadakannya kompetisi ilmiah antar sekolah. Naruto, Kiba, dan Shikamaru mengambil tempat di bangku penonton sementara Sasuke tengah melakukan registrasi.
"Senpai~ lihat"
"Ada apa, Kiba ?"
"Dia tampan sekali" tunjuk Kiba pada siswa berambut merah bata dengan mata azure bereyeliner yang menghipnotis. Siswa itu spontan menoleh sebab suara Kiba cukup keras. Ia menatap tajam pada 3 orang tersebut.
'DEG'
'Tatapan itu...'
.
.
.
.
.
Halo semua~
Aika dateng lagi nih..
Yosh! Gimana chapter 2 nya ? Aneh ? Gaje ?
Tolong tulis pendapat kalian mengenai fic ini di kotak review ne ?
Kritik dan saran readers sangat Aika harapkan..
.
Sebelum pamit, Aika mau ngucapin makasih buat | Haraguroi Yukirin | hanazawa kay | uzumakinamikazehaki | mifta cinya | Ahn Ryuuki | Little Kyung Kyung |
Makasih udah mau baca dan mereview fic Aika
Aika juga mau ngucapin makasih buat para siders, Aika sayang kalian..
Tapi Aika lebih sayang kalau kalian mau meluangkan sedikit waktu dan tenaga untuk mereview walau hanya satu kata..
.
Last, Aika pamit dulu, ne ?
Sampai ketemu di chapter selanjutnya~
