Sekuel: Under Moskow Sky
.
.
.
Yuuri On Ice milik Studio Mappa
Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari cerita ini
.
.
.
Part1
DLDR!
.
.
.
"Lanjutkan apa yang ingin kamu lakukan," Yuuri menggigit bibir bawahnya, "- Vitya" sambungnya.
Sontak saja Viktor menjadi sangat beringas dan menerkam Yuuri. Ia menciumi leher Yuuri dan tak lupa meninggalkan memerapa kissmark disana.
"Ngghh..." Desah Yuuri tertahan. Ia meremas rambut Viktor untuk menyalurkan rasa nikmatnya.
Menjadi semakin bersemangat, Viktor memainkan sesuatu diantara dada Yuuri.
"Vik-ahh" Desah Yuuri tertahan karena jari Viktor memasuki mulutnya , menyuruhnya untuk mengulumnya.
Viktor terus 'memakan' nipple Yuuri yang sebelah kanan, sementara yang kiri dipilin pilin dengan lembut, sesekali mencubitinya lembut.
Desahan desahan itu terus membahana di kamar mereka. Jari Viktor yang tadi dikulum Yuuri dikeluarkan. Viktor lalu pergi sejenak untuk mengambil sesuatu. Yuuri yang bingung lalu memiringkan kepalanya. Tak lama kemudian Viktor kembali dengan membawa tali, sabuk dan kawan kawannya.
"Hei Yuurii~" Panggilnya manja.
"Ayo bermain denganku" Ajaknya.
Dengan tersenyum Yuuri menjawab " Yes, Master"
.
.
.
Entah sejak kapan Viktor telah menurunkan resleting Yuuri, ia membukanya begitu saja. Tapi karena Viktor orang yang jahil, ia memilih untuk mempermainkan Yuuri dulu.
Ciuman lembut mendarat indah di bibirnya.
Lengan Viktor yang bebas melingkari pinggul Yuuri dan menariknya lebih dekat.
Hangat, dan... "Mggh!" basah.
Yuuri menutup matanya rapat-rapat ketika lidah Viktor memelintir lidahnya di dalam mulutnya sendiri. Sungguh, nikmat sekali.
Yuuri berhenti untuk mendesah dalam pagutan itu. Malah ia semakin rajin untuk mendesah, membuat tubuh yang merapat padanya semakin bersemangat. Tangan Viktor yang memegangi sabuk lantas membuangnya ke sembarang arah.
Ia memegangi dagu Yuuri untuk memperdalam ciumannya, mencari posisi lebih pas. Viktor berkali-kali menggamit bibir dan juga lidah Yuuri hingga saliva –yang entah milik siapa- mengalir melalui sela sela bibir Yuuri dan menuruni lehernya.
"Mnggh...vik-nggh!" desah Yuuri sambi terus mencengkram kemeja Viktor kuat-kuat sebagai peganganku. Tak cukup begitu, Viktor memojokkan tubuh Yuuri hingga merapat ke tembok.
Beberapa menit kemudian Viktor melepas pagutannya. Membiarkanku menarik nafas sebanyak-banyaknya. Viktor juga terengah engah, mulutnya menghirup rakus oksigen yang ada dirunagan itu. Walau nafasnya masih terengah, ia terus saja manatap Yuuri dari jarak yang sangat dekat hingga ujung hidung mereka bertemu.
"Anata ga.. hosh hosh... kirei" Viktor berkata dengan jujur, tak ada kilat jahil dimata itu, senyumnya pun tulus sekali. Menampakkan deretan gigi rapi dan putih yang membuat siapapun iri melihatnya. Yuuri merasakan bahwa mukanya terasa terbakar. Entah bagaimana mukanya dimata Viktor. Dia sudah tak peduli lagi!
.
.
Terpaan nafas hangat Viktor bisa Yuuri rasakan, entah kenapa itu membuat mukanya semakin terasa terbakar saja!
"Ready?" Bisiknya dengan nada menggoda. Ia menyingkirkan anak rambut Yuuri yang lepek terkena keringat ke samping.
"Yeah, Vitya"
Sejenak pipil mata Viktor melebar
"Katakan sekali lagi.."
"Hm?"
"Namaku"
"Vitya"
'Cukup, aku tak tahan lagi!'
"Ck"
Bibir Viktor berhenti di leher lagi, ia membuat kissmark sebanyak mungkin. Agar seluruh orang tahu, Yuuri itu hanya miliknya dan selamanya hanya miliknya.
"Ngghh! Ah!"
Menjilati tonjolan di dada pria itu dan menyesapnya seperti bayi, itulah yang Viktor lakukan selanjutnya.
"Ahh, yame-nghh! Yamete!"
Disela sela menjilat, tak lupa pula Viktor membubuhkan kissmark di nipple merah muda itu. Sementara tangan Viktor yang sebelah kiri memelintir nipple Yuuri yang lain. Putar, remas , cubit. Seperti itu seterusnya.
Yuuri mendesah lebih keras lagi, ia tak kuasa menahan beban tubuhnya, kakinya terasa lemas seperti jelly. Ia bisa saja rubuh jika Viktor tidak memegangi pinggulnya dan punggungnya tak bersandar pada tembok.
"Ha..mmhh...hah... hah... ahh."
Yuuri butuh kenikmatan lebih, ia merasakan bahwa 'dirinya yang lain' telah bangun. Benar saja, tangan Yuuri hampir menyentuh miliknya sendiri, namun karena Viktor lebih cepat, kedua tangan Yuuri ia letakan diatas kepalanya. Dengan segera, Viktor melepaskan sabuk yang masih melilit di pinggangnya, kemudian ia mengikat tangan Yuuri dengan kuat.
"No Yuuri... kamu tidak boleh melakukannya. Disini akulah yang memegang kendali." Ujar Viktor yang matanya sudah berkabut nafsu. Ia lalu melanjutkan kesenangannya. Pertama tama ia mengelus kejantanan Yuuri dari luar celana. Kemudian ia memijatnya hingga penis Yuuri mengeluarkan pre-cum, membuat celana itu basah.
"Ahh, mnghh! Ah... hosh hosh.. ngghh!" Yuuri berusaha melepaskan tangannya, ia ingin lebih. Ia tak ingin dibeginikan. Tapi ikatan itu kuat sekali, ia tak bisa melepasnya.
Viktor semakin jahil, dengan sengaja ia mendudukan dirinya tepat didepan penis Yuuri. Ia menjilatnya dari luar, membuat Yuuri mendesah semakin histeris.
"Ahhhh! Mou! Yameteeee! Ngghh...mngghh!" Tangan Yuuri terus berontak, alhasil membuatnya merah.
Sluurpp... Sluurp..
Tak lupa, tangan Viktor meremas bola bola imut Yuuri, menarik nariknya dengan lembut.
"Ngghh!"
Mata Yuuri terbuka lebar, ia merasa bahwa akan datang sebentar lagi. Viktor yang mengerti itu melepaskan kulumannya, namun sebelum Yuuri protes Viktor memasukkan tangannya ke celana Yuuri. Yuuri merasakan sengatan listrik luar biasa ketika Viktor meremas privasinya langsung. Tangannya memulai aksinya. Memulai handjob, ia lebih dahulu meremas dengan kuat penis Yuuri dan setelah itu menggerakkan tangan naik turun dengan irama pelan.
"Aaaangh— nghh! Vikthorr!"
Dan tangannya, tangannya semakin cepatnya melakukan hand job. Dia semakin mempercepat gerakan naik turun tangannya pada penis Yuuri. Semakin cepat hingga Yuuri bisa merasakan sesuatu yang melilit diperutnya ingin di keluarkan.
"anh-aku .. aku... aaaaanngh—" Belum selesai Yuuri meneruskan kata-katanya, Viktor dengan tega menggagalkan klimaksnya dengan menarik tangannya kembali. Tampak pre-cum menghiasi tangan putih itu.
.
.
Sedangkan Yuuri tampak kesal sekali. Dia masih tegang begini, sudah mau keluar, malah dilepas. Sakitnya tuh disini! Batin Yuuri sebal. Namun sang pelaku hanya cengar cengir, ia dengan sengaja menjilat pre-cum Yuuri yang tertinggal dengan pelan dan sensual.
'sial' Batin Yuuri, ia merasa penisnya berdenyut denyut. Ingin mengeluarkan isinya.
Sialnya Yuuri tidak meyadari bahwa Viktor tengah memperhatikan gerak geriknya. Ia segera membanting Yuuri ke ranjang. Masih dengan sabuk yang terikat di tangan, Yuuri mencoba melepaskan namun ikatan itu malah semakin kuat.
THRUST
one
"AH!" Desah Yuuri kaget, Viktor memasukkan jarinya ke lubang hangatnya. Mengorek ngoreknya, dan mencari titik yang ia inginkan. Yuuri yang belum sreg menggeliatkan tubuhnya, ia merasa belum nyaman.
"nghh! Ahh... sshh...mghh!"
THRUST
Two.
.
.
.
To be continued :v
Curhatan author:
Hu'um *pingsan ditempat*
Oemjih O.O Aku dimana, aku siapa, aku habis bikin apa? O.O
Kok hawanya panas ya? XD ada AC gak? Atau yang seger seger gituuu~~
Biar yahudd~
Ahahahahahahaha-uhuk uhuk *menggila*
review yaaaa~~ :D
no review = gulung tikar
Part ke 2 nya nyusul :v sabar yahh :v
btw, habis ini enaknya yuuri diapain viktor yah? ada yg mau request? siapa tahu nanti saya terinspirasi :v habisnya, imajinasi saya buntu sih
