ChangKyu fic

DBSK & SJ © SM Entertainment.

Member DBSK & SJ © Their parents.

Warning : AU, OOC, Weird, Typo(s), etc.

.

.

Don't Like, Don't Read

.

.


m(_ _)m Sumimasen deshita, saya updated-nya lama...

Saya masih newbie, maaf jika sekiranya FF saya ini jelek dan tokoh2nya pun OOC. Reader-tachi, RnR please...

Doumo arogatou gozaimashita~


.

.

.

"Jadi, bisa kau katakan apa maumu sekarang Kyu?" Suara datar Changmin membangunkan Kyuhyun dari lamunannya. Ia baru saja bangun dari tidurnya, dan baru saja menyelesaikan sarapannya yang sedikit terlambat.

"Bebaskan mereka." Sahutnya lirih.

"Siapa?"

"Mereka, yang ada ditempat itu." Jawabnya pelan tanpa memandang Changmin.

"Dimana?"

"Akan kuantar."

"Tidak, cukup katakan dimana tempatnya. Dan kau tetap disini. Donghae-ssi yang akan ikut denganku. Bukan begitu Donghae-ssi?"

"Mwo?" Mata Donghae melotot seketika saat mendengar ucapan Changmin, tidak ada kesepakatan apapun diantara mereka. "…Ah, y-ye. Aku akan pergi bersama Changmin-ah." Lanjutnya saat ia melihat death-glare yang Changmin layangkan padanya, terpaksa ia menyetujui keputusan Changmin.

Tubuhnya bergidik ngeri saat menatap Changmin, siapapun pasti akan berkeringat dingin jika ditatap seperti itu.

"Tapi aku ingin ikut. Dia meminta tolong padaku, bukan padamu Chwang."

"Kalau begitu anggap saja aku ini tangan kananmu."

"Mana bisa seperti itu!" Teriak Kyuhyun kesal.

"Tentu saja bisa. Pada dasarnya aku bukan orang yang akan melakukan hal-hal yang tidak berguna untukku. Karena aku ini tangan kananmu itu artinya aku milikmu, jadi kau bisa memerintahkan apapun. Tanpa perintahmu, aku tidak akan mau. Bukankah itu sudah membantu."

"YA! Aku serius Shim Changmin." Teriak Kyuhyun dengan wajah yang dihiasi semburat kemerahan.

"Memang kapan aku pernah bercanda Kyuhyun-ah? Aku tidak pernah main-main dengan kata-kataku." Sahut Changmin dengan wajah datarnya.

"Ta-tapi,"

"Tidak ada tapi, menolong bukan berarti kau harus menanganinya langsung. Kadang tangan kanan saja cukup untuk menyelesaikan masalah."

"Tapi kan kau bukan tangan kananku Chwang."

"Untuk kali ini anggap saja begitu." Sahut Changmin enteng.

"YA! Jangan seenaknya memutuskan Shim." Seru Kyuhyun.

"Seperti kau ini tidak pernah seenaknya saja."

'Kalian berdua sama-sama seenaknya. Dasar." Batin Jungsoo dan Donghae bersamaan. -_-'

"Ugh, kau. Jangan perlakukan aku seperti itu sialan." Teriak Kyuhyun.

"Kalian ini, sudah hentikan perdebatan kalian. Tidak bisakah kalian ini lebih tenang. Kalian sama-sama kekanakan dan keras kepala ya. Dan sama-sama seenaknya juga. Ckckckck…" Potong Donghae, dan matilah kau Lee Donghae. Sekarang bukan hanya Changmin yang menatap dingin padamu, tapi makhluk pucat disebelahnya pun ikut menatap tajam padamu.

GLEK

'Tamat sudah riwayatku. Ayah, ibu, maafkan anakmu yang pengecut ini. Mungkin hidup anakmu ini sudah tidak panjang lagi. Hiks!' Batin Donghae merana saat menyadari dia tengah mendapat tatapan mematikan dari Kyuhyun dan Changmin.

"Baiklah Chwang, aku tidak akan ikut. Sebagai gantinya, lakukan apa yang ada didalam otakmu." Sahut Kyuhyun dengan pandangan yang tidak lepas dari Donghae.

Begitupula Changmin, raut wajahnya berubah seketika saat mendengar kata-kata yang Kyuhyun sampaikan. Seringai mengembang diwajahnya.

"Tentu saja." Balas Changmin.

"Pfffft. Kalian ini. Hahahah… Pfft. Haha…" Suara tawa Jungsoo menghancurkan atmosfir negative yang ada diruangan itu, tiga orang yang lain kini sudah mengalihkan perhatian mereka pada Jungsoo yang tertawa lepas dengan tangan kanan menutup mulut dan tangan kiri memegang perut.

"Kalian, pffft. Mian." Tangan yang semula menutup mulutnya itu kini mengusap matanya yang berair karena terlalu lama tertawa. "Kalian benar-benar pasangan yang menarik ne. Pfffft…" Lanjutnya.

BLUSH

Wajah Kyuhyun bukan lagi pucat sekarang, wajahnya sangat-sangat merah dan itu membuatnya menundukkan wajahnya hingga sebagian rambutnya menutupi wajahnya. Dan seseorang yang ada disampingnya, jika diperhatikan maka akan terlihat juga semburat merah tipis dikedua pipinya. Wajahnya ia alihkan dari Kyuhyun dan dua orang didepannya.

Ini pertama kalinya bagi mereka disebut pasangan, dan itu membuat wajah mereka benar-benar panas.

"Ekhem, sebaiknya kita kembali ke masalah awal. Dimana tempatnya Kyu?" Changmin yang sudah bisa menguasai keadaannya kini mengalihkan perhatian semua orang.

"Aaa, itu. Saat kita baru sampai didesa ini kau melihat tebing kan Min. Mereka ada disana." Jawab Kyuhyun pelan.

"Mwo! Kau gila Kyuhyunnie. Maksudmu pertambangan itu? Itu markas para hunter didesa ini, jadi maksudmu membebaskan itu. Membebaskan tawanan-tawanan mereka begitu. Yang benar saja." Teriak Donghae seketika itu juga.

"Aku tidak tahu siapa mereka, hanya saja mereka sangat tersiksa. Apalagi bukan hanya orang dewasa yang ada disana. Anak-anak pun dipaksa untuk bekerja. Apa kau tidak kasihan pada mereka Donghae-ssi?" Sahut Kyuhyun. Dia benar-benar marah saat melihat apa yang ada disana. Banyak anak-anak siluman, setengah siluman, maupun penyihir dipaksa untuk bekerja.

"Bukan begitu, hanya saja kekuatan kita tidak akan cukup untuk melawan para hunter." Jawab Donghae sambil mengacak rambutnya frustasi. Dia juga ingin membebaskan para tawanan, hanya saja kekuatan sihirnya tidak akan mampu menandingi mereka. Dia bukanlah penyihir tipe petarung.

"Kau cukup mengantarku saja Donghae-ssi. Setelah itu serahkan semua padaku." Kata Changmin pelan.

"Aku ikut." Celetuk Kyuhyun lagi.

"Tidak."

"Tapi aku ingin ikut. Kumohon. Ijinkan aku ikut Minnie."

"Tetap tidak. Kau tadi bukankah sudah setuju untuk tidak ikut? Cih, dasar. Apa maumu sebenarnya?" Desis Changmin. Ah, sepertinya kali ini wajah memelas Kyuhyun tidak berjalan lancar seperti biasanya.

"Bukankah sudah jelas, aku ingin ikut. Kalau kau tidak setuju pun aku masih bisa pergi sendiri."

"Cih, memang sejak awal yang ada diotak licikmu itu memang kau akan kabur kesana sendiri kan, dasar setan kecil." Skakmat, Kyuhyun seketika menganga. Apakah semudah itu pikirannya dibaca?

"YA! Kau memanggilku apa? Dasar raja iblis. Pokoknya aku ingin ikut. Kau pikir aku selemah apa sampai-sampai kau tidak mengijinkanku bertarung. Aku bisa melindungi diriku sendiri, jangan perlakukan aku seperti perempuan. Ugh…" Kesal, diliriknya Changmin yang memandangnya datar.

"Terserah kau saja." Pada akhirnya memang seorang Kyuhyun selalu mendapatkan apa yang diinginkannya.

"Apakah aku perlu ikut?" Tanya Jungsoo akhirnya.

"Tidak, kau disini saja Jungsoo-ssi."

"Iya hyung, kau dirumah saja. Cukup kami saja yang pergi."


"Jadi, kemarin kau ke pertambangan itu eh?" Tanya Chngmin pada makhluk pucat disamping kanannya.

"Hm, begitulah." Sahut Kyuhyun pelan, memperhatikan makhluk yang ada didepan pertambangan itu.

"Mereka…? Donghae-ssi, bisakah kau jawab pertanyaanku. Sebenarnya Hunter itu apa?"

"Kalau itu, entahlah bagaimana aku menjawabnya. Karena kami juga kurang tau tentang kelompok mereka. Hunter itu semacam organisasi yang beranggotakan penyihir, siluman, bahkan setengah siluman dengan berbagai kemampuan. Mereka semua membentuk aliansi, banyak dari mereka yang memiliki kemampuan diatas rata-rata." Jawabnya sedikit ragu.

"Lalu, bisa kau jelaskan tentang para Goblin itu Donghae-ssi? Sepertinya kau tadi tidak mengatakan tentang Goblin juga. Atau aku yang salah dengar."

"Errr, itu… Ah, bagaimana aku menjelaskannya ya? Selain pasukan utama yang hanya berjumlah 10 orang, mereka juga membawa sekawanan Goblin yang berjumlah ratusan. Saat penyerangan waktu itu, kami semua kalah jumlah dengan pasukan Goblin itu. Kekuatan 10 orang itu saja sudah membuat kami kewalahan, ditambah dengan para Goblin yang seakan tidak ada habisnya." Jelas Donghae dengan wajah mengeras.

"Apa disana ada penyihir Kyu?" Tanya Changmin.

"Tidak hanya penyihir, tapi kurasa ada siluman juga disana."

"Tch, jadi hanya tikus-tikus itu saja yang harus kuhabisi? Kau tunggu disini saja."

"Mwo? Tidak, aku ikut. Kau tidak bisa memutuskan seenaknya lagi Chwang."

"Ya aku bisa, dan kau tetap disini. Tidak ada penolakan, kau dengar itu. Kau mau membangkang Kyu?"

"Ugh, terserah kau saja."

"Good boy."


Dengan langkah santai Changmin mulai beranjak dari tempat persembunyiannya. Tak menunggu waktu lama, saat para goblin diluar pertambangan itu melihatnya, mereka dengan segera menyerang Changmin.

5 goblin dengan tombak digenggaman tangan mereka menyerang Changmin secara bersamaan membuat Donghae yang bersembunyi dengan Kyuhyun menatap ngeri Changmin yang tidak melakukan apapun.

Seketika, mendekati jarak satu meter dari tubuh Changmin, para goblin itu berubah menjadi abu. Donghae menganga melihat kejadian itu.

'Apa-apaan itu, dia bahkan tidak melakukan apa-apa. Tapi tubuh mereka sudah hancur, seberapa kuat sebenarnya dia itu. Membuatku merinding saja, dan lagi kenapa Kyuhyun seolah santai saja melihatnya seperti itu.'

"Kau kenapa Donghae-ssi?"

"Err, sebenarnya apa yang terjadi disana? Kurasa Changmin tidak melakukan apapun, tapi bagaimana bisa para goblin itu hancur seperti itu."

"He? Apa aku belum memberitahumu, hanya menghancurkan makhluk seperti mereka saja itu bukan perkara sulit untuk Changmin. Energy yang mengelilingi tubuh Changmin saja sudah bisa menghancurkan mereka." Jawab Kyuhyun dengan polosnya, ada apa dengan Donghae-ssi pikirnya saat melihat Donghae semakin menganga.

"Dia itu manusia atau bukan, seperti monster saja kekuatannya."

"Tutup mulutmu Donghae-ssi, berani sekali kau mengatakan Changmin monster." Donghae membeku seketika. Saat ia menoleh kesamping, saat itu pula ia menyesali mulutnya yang tidak bisa diam.

"A-ano, Kyu?" Ngeri, itulah yang dirasakannya saat melihat pemuda yang tadi duduk disampingnya kini berdiri dengan aura kuat mengelilingi tubuhnya. Mata yang tadinya berwarna hitam kecoklatan kini berubah menjadi biru menyala. Menatap nyalang kearahnya.

Glek, entah kenapa menelan ludah pun terasa sulit bagi Donghae saat ini. Ia merangkak mundur mencoba menjauhi Kyuhyun.

Gigi taring dan kuku dari pemuda didepannya itu mulai memanjang menambah kengerian bagi Donghae.

"Kau sudah bosan hidup rupanya Donghae-ssi. Orang sepertimu, pantas untuk mati. Kau ingin mati dengan cepat, atau pelan dan menyakitkan Donghae-ssi?" Desis Kyuhyun berbahaya.


Changmin yang mulai memasuki pertambangan itu kini menghentikan langkahnya, aura berat dibelakang punggungnya terpaksa menghentikan langkahnya. Saat ia membalikkan badannya, dilihatnya Kyuhyun sudah dalam mode siap untuk membunuh pemuda didepannya yang tak lain adalah Donghae tadi.

'Gawat.' Batinnya, segera saja ia jejakkan kakinya ketanah dengan kuat. Satu detik kemudian ia sudah berada dibelakang Kyuhyun, menahan tangan dengan kuku-kuku yang panjang itu merobek leher Donghae yang berkeringat dingin karena ketakutan.

"Hentikan Kyu, kau tau ini tidak boleh kau lakukan."

"Dia mengatakan Changmin monster, dia pantas mati. Makhluk lancang sepertinya harus mati ditanganku." Kata Kyuhyun dingin.

"Kyuhyunnie-ku bukan seseorang yang pemarah seperti ini kan."

"Baiklah aku mengerti." Jawab Kyuhyun pelan.

"Bagus. Donghae-ssi, sebaiknya kau kembali saja dulu, tidak aman untukmu berada disini. Dan lagi, setan kecil ini sepertinya salah paham padamu."

"Ba-baiklah. Aku, pu-pulang duluan." Balas Donghae dengan terbata.


"Kau ini, kau salah paham Kyu." Changmin menghela nafas saat mengatakan hal itu, tangan kanannya menggenggam erat pergelangan tangan kiri Kyuhyun.

"Salah paham apanya, dia bilang kau monster." Mata yang tadinya kecoklatan itu masih saja diwarnai oleh warna biru. Meraka berjalan beriringan memasuki tambang masih dengan perdebatan tentang Donghae tanpa menghiraukan para Goblin yang ada dihadapan mereka.

"Bukan begitu Kyu, yang dia maksud itu adalah kekuatanku melebihi monster-monster itu." Kata Changmin pelan. 'Berbohong sedikit tidak masalah bukan, lagipula mana mungkin setan kecil ini mengerti jika dijelaskan yang sebenarnya.' Batinnya.

"Heeee? Begitukah? Ugh, sepertinya nanti aku harus minta maaf pada Donghae-ssi ne Chwang."

"Baguslah kalau kau sudah mengerti, jadi sekarang bisa kita mulai misi yang sudah kau berikan padaku your majesty?" Rona merah samar tercetak pada pipi pucat Kyuhyun, saat Changmin melihatnya seringai usil segera mengembang karena dia berhasil menggoda Kyuhyun. Menggoda Kyuhyun adalah salah satu kegiatan yang sangat disukai Changmin –selain makan tentu saja–.

"Tu-tutup mulutmu tiang-listrik-idiot." Kata Kyuhyun dengan nada ketus.

"Ne, ne… Bersiaplah your majesty, mereka sepertinya lumayan." Begitu berkata seperti itu, Changmin melepaskan genggaman tangannya. Dia sudah menghilang dari samping Kyuhyun dan berada jauh didepannya dengan aura orange kemerahan mewarnai seluruh tubuhnya.

Sedangkan Kyuhyun masih berada dibelakang, sedikit demi sedikit rambutnya mulai berubah warna menjadi keputihan. Aura yang mengelilingi tubuhnya berwarna putih seperti uap air. Dan mata yang berwarna biru itu mulai sedikit menggelap menjadi sewarna dengan lautan yang dalam.


"Wah… Wah… Sepertinya ada dua serangga kecil yang datang menyerahkan nyawanya." Kata salah seorang penyihir yang menyadari mereka dengan seringai meremehkan diwajahnya, jubah hitam dengan ukiran abstrak menutupi seluruh tubuhnya mulai dari kepala sampai mata kaki.

"Bebaskan mereka." Sahut Changmin dingin tanpa basa basi.

"Ckckckck… Anak muda, bicaramu angkuh sekali. Sebentar lagi kau pun akan menjadi bagian dari mereka." Dibukanya tudung jubah yang menutupi kepalanya, memperlihatkan rambut sepundak berwarna kemerahan. "Dan sepertinya kau membawa barang bagus eh?" Lanjutnya saat melihat Kyuhyun yang masih berdiri tenang dibelakang.

"Dia bukan barang sialan." Sahut Changmin mulai geram.

"Apapun katamu anak muda. Kau hebat juga bisa mengalahkan para goblin kami. Tapi kurasa kau tidak akan bisa mengalahkan kami hanya dengan makhluk didepan sana itu. Hahahahahaha…" Katanya sambil menunjuk Kyuhyun diiringi tawanya yang congkak.

"Jangan meremehkan kami ahjusshi tua sialan. Kau yang sudah bau tanah sebaiknya bersiap-siaplah untuk segera menjadi tanah. Siapa tau saja kau akan berteman baik dengan para cacing dibawah sana." Balas Changmin meremehkan salah seorang hunter didepannya.

"KAU! Mulutmu benar-benar harus diajari sopan santun sepertinya." Kata-kata yang Changmin lontarkan berhasil menyulut emosi orang didepannya. "OE! Kalian, hajar dua bocah sialan itu." Teriaknya pada para hunter dibelakangnya, sepertinya dia pemimpin dari pasukan yang ada dipertambangan itu.

Lima orang dengan jubah yang sama dengan si rambut kemerahan menyerang Changmin secara bersamaan. Kilat-kilat sihir dari tongkat mereka berluncuran menuju kearah Changmin namun berhasil dihindari dengan mudah. Sementara dibelakang Changmin, tiga orang siluman yang juga menggunakan jubah yang sama menyerang Kyuhyun bersamaan.

Para siluman dengan kekuatan menengah itu berhasil Kyuhyun tahan dengan salah satu sihirnya, mereka bertiga terperangkap didalam bola air besar didepan Kyuhyun. Salah satu dari mereka yang sepertinya memiliki kekuatan sihir berelemen api menyemburkan api dari mulutnya, membuat air yang mengurung mereka sedikit demi sedikit menguap dan pecah.

"Hah… Hah… Kau, bocah pucat sialan. Berani sekali kau membuat kami seperti ini." Katanya dengan terengah-engah, dua temannya masih belum bisa mengumpulkan energinya akibat terkurung didalam penjara air tersebut.

"Paman, kalian ini sudah tua tapi tidak tau aturan pertarungan yang terhormat ya. Selama ini aku memang hidup sendiri, tapi aku tau seperti apa pertarungan yang terhormat." Sahut Kyuhyun dengan raut wajah yang polos.

"Tutup mulutmu bocah, makhluk rendahan sepertimu tidak pantas menceramahi kami."

"Arara… Paman ini, tingkah kalian benar-benar seperti preman pasar saja." Kyuhyun menggelengkan kepalanya prihatin. "Chwang pernah bilang, jika kita bertarung harus secara terhormat. Jika hanya main kroyok saja itu perbuatan orang rendahan." Lanjutnya dengan senyuman manis.

"Tutup mulutmu. Kalian cepat kita habisi bocah sialan ini." Dan pertarungan berat sebelah pun kembali terjadi, tiga orang tersebut seolah hanya menjadi mainan bagi Kyuhyun.


Sementara itu didepan Kyuhyun, Changmin yang masih menghindari serangan-serangan itu hanya menghela nafas lelah.

"Kalian, apakah hanya segini saja kekuatan kalian. Yare-yare, kalian membuatku bosan. Kupikir akan menyenangkan. Bahkan setan kecil itu saja bisa jauh lebih menyenangkan menjadi lawan bertarungku. Kalian payah." Gerutu Changmin pelan mulai menyerang balik musuhnya.

Dua dari lima orang berhasil tumbang hanya dengan serangan tangan kosong Changmin, tiga lainnya mulai bergerak mundur ketakutan saat melihat kawan mereka tumbang hanya dengan satu pukulan.

"Apa-apaan kalian, cepat hajar dia." Teriak orang berambut kemerahan dibelakang mereka.

Dengan wajah ketakutan mereka mencoba menyerang Changmin lagi. Dan, hanya dengan sekali serangan tubuh mereka menghilang seperti kertas yang terbakar terkena sihir Changmin.

"Jadi paman, bisa kita mulai pertarungan kita. Kali ini kau akan menjadi lawanku bukan. Anak buahmu sudah tumbang semua." Kata-kata meremehkan dengan wajah yang terkesan angkuh milik Changmin semakin membakar emosi musuh didepannya.

"Dasar bocah sialan." Pertarungan sengit dengan Changmin pun tak terelakkan, serangan-serangan sihir tingkat tinggi dari sang hunter sedikit membuat Changmin kewalahan.

"Waaay…. Ayo Chwang, kau payah. Hajar dia, mana reputasi yang kau banggakan itu." Ditengah pertarungan dua penyihir itu teriakan Kyuhyun membuat perhatian mereka teralihkan. Namun sedetik kemudian mereka kembli focus pada pertarungan.

"Dasar setan kecil, tutup saja mulutmu." Sahut Changmin menanggapi teriakan Kyuhyun yang meremehkannya. Diliriknya Kyuhyun yang duduk tenang dipinggir pertambangan menonton pertarungannya. 'Keh, setan kecil itu sudah menang rupanya. Dasar.' Batin Changmin yang melihat musuh Kyuhyun sudah tumbang semua.

"Bhuuuuuu…. Kau payah, kalau hanya segitu saja kau kewalahan aku bisa dengan mudah mengalahkanmu Chwang." Teriak Kyuhyun lagi dengan seringai diwajahnya.

"Aku hanya ingin menikmati pertarungan ini setan kecil, bertarung denganmu saja itu membosankan. Kau kan hanya bisa sihir itu-itu saja." Sahut Changmin lagi dengan senyum meremehkan.

"YA! Apa maksudmu, aku lebih kuat dari musuhmu itu. Keterlaluan kau, dasar raja iblis." Sungut Kyuhyun tidak terima.

"Kalian, tutup mulut kalian. Kalian meremehkanku. Hah… Hah…" Teriak musuh Changmin yang mulai kelelahan akibat pertarungannya dengan Changmin. 'Sialan bocah-bocah ini, berani sekali mereka mengabaikanku. Bahkan si bocah tinggi ini sedang bertarung denganku, tapi sempat-sempatnya dia lebih memperhatikan si bocah pucat itu.' Batin sang hunter kesal, tenaganya hampir habis saat itu. Kecepatannya sudah menurun sejak tadi, sedangkan Changmin hanya mengeluarkan sedikit keringat dipelipisnya. Walaupun diawal ia berhasil membuat Changmin sedikit kewalahan, namun itu tak bertahan lama. Karena pada akhirnya dialah yang terpojok.

"Chwang, cepat selesaikan. Aku sudah bosan, kau tidak lapar?" Sahut Kyuhyun mengabaikan teriakan sang hunter.

"Ah! Benar juga, aku sudah tidak sabar bertemu dengan belahan jiwaku. Maaf paman, sepertinya kita tidak bisa bermain-main lagi. Jadi ini yang terakhir." Begitu Changmin mengatakan hal itu, dikedua tangannya muncul api kemerahan dengan kilatan-kilatan hitam serta orange. Membuat musuhnya yang saat ini kesusahan ingin berdiri menatap ngeri pada kedua mata Changmin.

'S-sihir apa itu?' Batinnya saat melihat Changmin, tubuhnya bergidik ngeri saat itu juga. Sihir yang belum pernah ia lihat, seolah api yang dikeluarkan Changmin mengandung unsur-unsur dari petir. Tangan yang ia gunakan untuk menopang tubuhnya bergetar pelan saat melihat tanah-tanah disekitar mereka semakin banyak yang mengambang keatas karena pengaruh besarnya energy yang dikeluarkan Changmin. Batu-batu yang dekat dengan mereka mulai hancur sedikit demi sedikit dan ikut mengambang.

"He-hentikan, apa yang akan kau lakukan bocah. Kau bisa membunuhku dengan api itu." Katanya ketakutan saat Changmin akan melepaskan api itu kearahnya.

"He? Jadi kau takut mati paman? Lalu kenapa kau tadi tidak menuruti kata-kataku saja?" sahut Changmin malas.

"Kumohon, lepaskan aku."

CRIK.

"Itu, ambil itu. Itu seluruh kunci dari borgol budak-budak itu." Katanya setelah melemparkan kumpulan kunci kedepan kaki Changmin.

"Ceh, apa boleh buat aku juga sudah lapar. Cepat pergi sebelum aku berubah pikiran paman. Ayo Kyu." Kata Changmin sambil berbalik memunggungi musuhnya setelah mengambil kunci yang tadi dilemparkannya.

"Bhuuuuu…. Chwang payah, sudahlah cepat kita bebaskan mereka ne. Aku ingin cepat-cepat pulang dan meminta maaf pada Donghae-ssi." Sahut Kyuhyun sambil berjalan mendekati Changmin yang ada didepannya. Saat ia menoleh kearah musuh dapat dilihatnya orang itu membentuk sebuah sihir seperti asap hitam dan ingin mengarahkannya kearah Changmin.

"Min awas!" Teriakan Kyuhyun membuat Changmin yang lengah menoleh kearah musuhnya, dan yang ia lihat adalah asap hitam yang sudah ada tepat didepannya. Tak sempat mengelak, asap itu berhasil menembus pundak kiri Changmin.

"MIN!" Kyuhyun berlari kearah Changmin yang memegangi pundak sebelah kirinya.

"Hahahahahahahahahahahaha…. Mati kau bocah sialan, kau pikir aku akan mengalah begitu saja." Musuh yang menyerang Changmin itu kini berdiri dengan congkaknya dan tertawa kesetanan karena serangannya yang berhasil.

"KAU! AWAS KAU!" Teriak Kyuhyun lagi dengan penuh emosi. Matanya menatap nyalang pada orang yang sudah menyerang Changmin.

.

.

TBC


.

.

wonkyufa - Ne, ini sudah dilanjut. Arigatou gozaimashita, maaf klo lama updated-nya. ^^

FiWonKyu0201 - Nanti diakhir mungkin dijelaskan siapa ortunya Changmin chingu. Arigatou review-nya, maaf kl saya lama updated-nya. ^^

js-ie - Ne, arigatou...

iloyalty1 - Ah, nee... Ini dah dilanjut. Maaf kl lama...

yuriko kannda - Hehehehehehe... Yang ini panjang kok, silahkan dibaca ne. Doumo~

Fitri MY - Hehehe... Arigatou...

KimKimi - Doumo arigatou... Nanti mungkin diakhir akan dijelaskan chingu...

Bona - Ne, doumo arigatou. Ini dah dilanjut kok chingu...

Augesteca - Hehehehe... Apa ya? Nanti diakhir mungkin akan ada ceritanya sendiri chingu. Hehehehe

PandaMYP - Hehe... Arigatou review-nya, maaf kl ff saya membingungkan. ^^

riekyumidwife - Doumo arigatou ne, ini sudah saya updated chingu. Maaf lama... ^^

cilenmelisha - Doumo... Ne, ini dah di updated. Maaf kl lama... ^^