Harry Potter adalah kepunyaan Bunda Rowling, saya hanya meminjamnya.

Cerita murni dari leppi saya, saya ketik dengan susah payah*ok ini lebeh

OOT - Banyak yang beda

gak suka gak usah dibaca, kritik saran I need it!

Kekasih untuk Suamiku (Chapter 3)

Hermione's POV

Aku terpukul malam ini, aku tak pernah menyangka suamiku yang telah kunikahi selama 10 tahun, telah menamparku. Terasa perih dipipi tapi lebih perih dihati, aku tidak habis pikir apa yang ada dipikiran suamiku dan mertuaku. Aku seolah seperti barang yang bisa dibeli dan jika tidak dibutuhkan disimpan digudang, aku tidak serendah itu!. Aku masih bergulat dengan hatiku, aku masih tak percaya kalau masalah pelik ini telah mengikatku, aku masih berpikir apakah ada dosa masa lalu sehingga karma yang kuterima atau aku memang sedang diuji untuk melalui ini semua, tapi Tuhan ini sangat berat. Aku tahu Kau tidak akan menguji hamba-Mu melebihi batas kemampuannya, tapi persoalan hidup yang satu ini mempertaruhkan batinku sebagai wanita. Aku ingin berteriak rasanya tapi apa semua masalahku bisa hilang?tidak!. betapa malangnya aku, seorang wanita yang ditelantarkan suaminya karena kekurangannya tidak bisa menghasilkan keturunan. Aku menjerit dalam hati, kata-kata Parvati masih tergiang ditelingaku ketika dia bilang Jika Tuhan memberikan seseorang keturunan karena dia sudah siap menjadi orang tua,. Aku bertanya Tuhan, apakah menurut-Mu aku tidak pantas menjadi orang tua? Ataukah suamiku yang tidak berperasaan itu yang tidak pantas? Tuhan tolong jawab doaku. Ditengah hujan deras seperti ini aku pergi kepinggiran kota Amsterdam, desa tempat Mom dan Dad tinggal. Sepanjang perjalanan air mata ini terus mengalir, aku berusaha menghentikan tangisan ini. Buat apa menagisi bajingan seperti Draco? Buat apa menangisi keluarga Malfoy yang berhati berbulu! 'mione hentikan tangisanmu!. Aku berusaha dengan sekuat tenagaku tapi entah kenapa perasaanku tak bisa berbohong aku masih mencintai Draco.

Aku terus melajukan mobilku melewati sebuah gapura kecil diseberang ladang luas yang aku kenali tempatku dulu bermain bersama teman di desa. Aku sudah sampai tepat didepan rumah sederhana seorang dokter gigi yang merupakan rumah masa kecilku, rumah orang tuaku.

Aku turun dari mobil dan berlari menuju rumah itu, sial! Aku lupa memakai payung dan aku basah kuyup. Tapi aku bersyukur bisa basah, setidaknya mom dan dad tidak akan menyadari kalau malam ini puterinya sedang menangis. Aku mengetuk pintu kayu berukir sederhana ini,

"Mom? Dad? 'mione pulang?"

Aku menunggu reaksi dari dalam, aku sesekali menggosok kedua tanganku dan mengusapkannya ke wajahku. Tak beberapa lama kemudian, pintu akhirnya terbuka dan seorang wanita paruh baya keluar dengan drees panjang cokelat khas petani.

" 'mione? Masuklah sweetheart!"

"Mom, aku rindu," aku memeluk Mom

" Mom juga rindu. Draco mana? Dia tak ikut?"

" Dia tidak ikut Mom"

"Bahkan mengantarmu? Ini aneh 'mione"

"mom, ayo masuk nanti aku menceritakan semuanya"

Mom dan aku masuk kerumah, kami beranjak ke ruang keluarga disana ada Dad yang sedang bersantai.

" Dad! 'mione rindu" aku berlari memeluk Dad

" 'mione? Dad juga rindu. Mana Draco? Dia tidak ikut?"

" tidak Dad, dia tidak ikut."

"tidak biasanya kalian seperti ini? Ada masalah sweetheart?" tanya Dad,

Mom datang dari dapur membawa cokelat hangat dan setoples biskuit keju kesukaanku,

" Ya Dad, aku juga curiga dengan hubungan 'mione dan Draco. Pasti ada alasan kenapa kau disini dan Draco tak ikut bersamamu?" tanya Mom

" ok, Dad Mom 'mione minta maaf .'mione ada disini karena 'mione lari dari kediaman Malfoy"

" 'mione? Lari? Apa yang terjadi sweetheart?" tanya dad

" Draco ingin menikah lagi dengan wanita lain dan ini adalah usulan mertuaku."

"Apa? Menikah lagi" Mom dan Dad terbelalak hampir bersamaan

"Apa lagi yang mereka inginkan? Apakah kau tak cukup untuk menjadi istri Draco" tanaya Mom

" Aku mandul Mom Dad, jadi itulah alasan mereka. Mereka ingin cucu dari Draco"

" mandul? Kenapa kau tidak memberitahu Dad dan Mom" Mom mulai terisak

" 'mione, Dad paham dengan masalahmu. Dan Dad sudah tahu jalan yang terbaik untuk itu"

"Apa dad?"

"bercerailah dengan Malfoy sialan itu! Dia sudah menginjak harga diri kita!"

" Dad, bagaimana mungkin? Aku masih mencintainya! Aku tak bisa , dad"

"Tak bisa karena kau mencintainya? Tapi tanyakan pada dirimu sweetheart apakah Draco juga mencintaimu setelah perlakuannya padamu sekarang! Tak ada yang ditawar-tawar lagi Dad ingin kau bercerai dengan Malfoy brengsek itu!"

"Dad, tenanglah jangan biarkan emosimu menguasaimu. 'mione baru tiba dan datang dengan beban psikologi yang sangat berat. Setidaknya biarkan dia tenang dan beristirahat" ucap Mom

"Huh, maaf sweetheart. Dad tidak terima puteri Dad diperlakukan seperti ini. Baiklah cukup untuk malam ini, beristirahatlah sweetheart"

" thanks Dad, thanks Mom. Kalian adalah pengobat segala sakit ini. Kumohon jangan tinggalkan aku, aku mencintai kalian"

Aku tersenyum melihat kedua orang tuakku berusaha tersenyum walau perasaan mereka robek dengan perlakuan besan dan menantu mereka . aku begitu lelah dengan semua ini, menguras tenaga, menguras air mata dan menguras hati, aku harus beristirahat karena aku ingin melihat kedua orang tuaku tersenyum .

Suara ayam yang berteriak sahut-sahutan membangunkanku dari tidurku yang lelap, aku bangun dan mengedarkan pandanganku ke segala sudut rumah ini, tapi aku tak menemukan Mom dan Dad dimanapun. Aku bediri dan menuju dapur, dan oh sarapanku sudah siap. Aku menengok ke jam dinding arah jarumnya menunjukkan sudah pukul 7. Pantas saja, kalau begini Dad sudah ada klinik dan Mom ada di peternakan. Sebaiknya aku juga bersiap dan menyusul mereka.

Aku segera bersiap untuk menyusul Dad dan Mom, aku memakai Jaket panjang dan boots cokelat yang tersimpan di rak sepatu. Let's Go! Aku melirik sepeda yang terparkir cantik di garasi rumah, aku segera mengambilnya dan mengendarainya menuju peternakan mom. Aku kesetanan sepertinya, aku melajukan sepeda ini dengan kencang. Aku berteriak kegirangan, whuuu!

BRAK

Au, aku tersandung batu dan kakiku berdarah, duh malangnya nasibku. Baru saja aku ingin berusaha berdiri, tangan kekar langsung mengangkatku. Aku kaget dan segera berpaling ke arah tangan itu.

"Hei, Apa-apaan kau. Beraninya mengangkatku tanpa izin" dengusku

"Hei, 'mione! Sungguh kau begitu sombong sekarang!" suara pemuda

"Eh, berani-beraninya kau! Siapa kau? Ha?"

"Victor Krum! Ya Tuhan sampai segitukah 'mione? Kau tak mengenali pria keren ini?"

"Victor? Oh My God! Kamu terlihat berbeda sekarang! Lebih rapi, ganteng dan wih pakaiannya ala-ala eksekutif muda. Haha"

" 'mione! Hentikan ocehan konyolmu. Oh ya kau disini sendirian? Mana suamimu?"

"Suamiku? Oh sedang sibuk, dia harus menghadiri beberapa pertemuan jadi tidak ikut'

" Oh begitu, by the way kamu mau ke mana?"

"em, mau ke peternakan sih. Tapi melihat keadaanku seperti ini aku memilih ke Klinik Dad!"

"Ok, karena keadaan seperti ini biar aku yang mengantarmu. Ok! Titik dan tidak ada komentar!"

"hm, terserah padamu"

Karena kecelakaan tadi akau harus satu mobil dengan teman kecilku Victor, yang OMG sekarang semakin keren!. Aku masih meniup lukaku yang kelihatannya hanya sobek sedikit. Aku terdiam saja dalam mobil, sepertinya ada kecanggungan antara kami berdua. Kami tak ada yang bersuara, memandang saja tak pernah, aduh ini momen paling "ngeh" yang pernah kualami. Dan untungnya kita sudah sampai di klinik Dad.

" sudah sampai 'mione. Maaf aku antar sampai sini saja ya. Aku ada keperluan dan harus ke ladang sekarang. Ok. Bye!"

"oh iya, kalau begitu salam dengan Dad dan Mom mu! Bye"

Aku turun dari mobil Victor dan menuju klinik Dad. Aku mengetuk pintu klinik dan Oh betapa lamanya pintu ini dibuka, aku mengoceh tak karuan. Dan saat aku masih mengoceh pintu terbuka dan Hop! Pria tampan dan rapi berpakaian putih-putih layaknya dokter seperti Dad.

Aku sembat terbengong dibuat pria yang membukakan pintu,

"Nona cari siapa? Atau nona mau berobat?" tanya pria dengan ramah

"Eh, Granger! Maksudnya saya mencari dr. Granger?"

"oh dr. Granger ? kau sudah membuat janji atau kau ingin diperiksa?"

" em aku sebetulnya tidak punya janji, dan tidak ingin berobat"

" maaf nona kau tak bisa bertemu dengan dr. Granger "

"aduh, masa aku harus membuat janji kalau ingin bertemu Dadku?"

" Dad mu? ? jadi kau Hermione Grarger?"

" Yup! Dan bisa kan aku masuk?"

" Baiklah, but anyway perkenalkan aku ."

"Ok, aku masuk dok.!"

Aku masuk ke ruangan Dad yang tidak terkunci dan pucuk dicinta ulam pun tiba ternyata Mom sedang di ruangan Dad.

"Mom Dad! Tega banget sih ninggalin anak perempuannya di rumah sendirian!" protesku

" 'mione? Maaf tadi Mom tidak tega membangunkanmu karena kau terlihat terlelap sweetheart"

"Ok mom tak apa. Dad bisa bantu aku ? obati lukaku."

"luka yang mana? Dad kira kau baik-baik saja"

"Dad, coba lihat jeansku dan lututku berdarah Dad"

"Baiklah, kemari Dad obati"

"Oh ya Dad Mom, tadi aku bertemu Victor. dia terlihat lebih berkelas sekarang"

"Jelas sweetheart, Victor itu pengusaha jadi wajarlah seperti itu."

" and Dad siapa sih dokter yang tampan itu?"

"dokter yang mana? Semua dokter disini tampan 'mione? " tawa Dad dan Mom meledak

"dad aku tak bercanda, kalau tidak salah namaya Mcmilk ? atau Mickeymilky?"

" hus! Nama orang jangan dibikin jelek. Dari clue yang kau sebutkan sih berati di dr. Ernie Macmillan. dia dokter baru, sekitar setahun yang lalu bergabung di klinik ini."

" Oh ya Dad, aku bermaksud menemui kalian. Ingin mendengar keputusan kalian tentang hubnganku dengan Draco."

"Dad sudah final dengan kepeutusan Dad semalam kalau kau harus bercerai."

"Bagaimana denganmu Mom'

"Mom berbicara sebagai seorang ibu dan wanita. Mom berfikir perceraian adalah jalan terbaik.

" jadi kalian berdua berpendapat bercerai lebih baik?"

"Ya sweetheart, Mom sudah memikirkan ini tadi malam bersama Dadmu. Dan kami harap kau mau mendengarkan nasehat kami."

Belum sempat aku berbicara, terdengar ketukan dari luar ruangan, ketukan 3 kali disertai dengan suara permisi yang sopan,

"permisi dr. Granger?" terdengar suara dibalik pintu

"Iya masuk, tidak dikunci"

"dr. Granger diluar ada seorang pria mencari dokter dan keluarga"

"aku dan keluargaku? Siapa orang itu?"

" namanya Draco Malfoy!"

Kami bertiga terbelalak dengan ucapan perawat tadi, bagaimana mungkin Draco berani menginjakkan kaki di Klinik Dad setelah perlakuannya padaku. Oh, apalagi yang akan terjadi selanjutnya? Ini benar-benar misteri.

*TBC*

thanks atas review-nya, maaf baru update lagi sekarang mulai sibuk. biasa anak baru hehehe. ini kelanjutannya. ohya silahkan baca juga fic saya yang One Way Love sekarang sudah Update.

Thanks All :)