Hari kedua acara talkshow abal-abal—oke, apapun itu, surat-surat dari para Readers tercinta rupanya sudah mendarat mulus di meja para anggota D-Agency. Untung saja, semua suratnya tampak normal—ingatkan hari pertama yang penuh monopoli dan kejahilan sekelas Jai*an, terlebih lagi korbannya si narsis melulu. Surat-suratnya juga sudah lebih banyak, duh Narrator serasa menangis terharu—lantaran makin banyak bahan untuk menistai para aktor kesayangan kitaaa~! Wooo-hoooo~!

Kaminaga : Woi! Udah ketauan nih, niatmu Tor!

Narrator : U-Ups... Sebaiknya jangan dibocorkan... Mari, disclaimernya di sini~

.

.

.

Joker Game ~ D-Agency Talkshow!

© Himomo Senohara (is now Sakurasakakihara-P)

Disclaimer : Punya om Koji Yanagi. Saya mah... Direktur acara abal-abal— *dilempar cabe rawit setruk*

Warning : Sekarang jauh lebih berwarna-warni! Sumpah serapah dimana-mana, LGBT merajalela, adanya manusia x binatang (?). OOC sudah sepaket sama AU, melanggar rules, tetapi Author tetap membandel! Wuooh! Diduga terjadi cuap-cuap (?), drama 2k16, masih banyak lagi. Kotak tawa harap dimasukkan ke brankas biar nggak kecolongan, pinggangnya tolong sekalian dirantai biar tidak tiba-tiba meroket ke alam lain wowowowowo~

.

.

.

Hatano : Ini talkshow makin sini makin nggak beres nih...

Jitsui : *angguk-angguk suci*

Kaminaga : Bah, Jitsui... Di belakangmu pasti ada rekorder buat merekam kejadian memalukan kan... Dih...

Jitsui : Belum pernah ya, dipeluk lehermu? *senyum bisnis ke Kaminaga*

Kaminaga : N-NGGAK DEH—.


(Terimakasih buat Author-san yang udah ngidupin lagi alm. om Miyo. KASIAN OM SAKUMA DITINGGAL SENDIRI DI DUNIA INI /nangis/ — AoLily)


Miyoshi : Memangnya kenapa dengan Sakuma?

Kaminaga : Mending lu gugel di laptopmu sendiri, Miyoshi... *tepok dahi*


(oh iyaa mau nanya buat semua om om ganteng!: "lebih milih anjing atau kucing?" — AoLily)


Kaminaga : Wah ini pertanyaan sepeleee! *cengir*

Tazaki : PIGEON!

Hatano : Nggak usah dibilang pun semua juga tahu kali, kalo kamu itu gila burung gak guna itu. *tatap sinis Tazaki*

Tazaki : Diam kau! Burung merpati is da bes!

Kaminaga : Bahasamu woi, Tazaki... *getok kepala Tazaki*

Jitsui : Kalau begitu... Aku kucing deh. *senyum*

Hatano : Anjing bagus sih... Tapi kalau disesuaikan image-ku, mungkin kucing ya?

Fukumoto : Anjing?

Odagiri : Anjing juga...

Amari : Anjing! Guk guk guk~ FRATEEEEE— *langsung menghambur ke barisan penonton*

Kaminaga : Dih, ternyata Amari juga gila anjing... Di luar dugaan!

Hatano : Terus? Kau, Kaminaga?

Kaminaga : Errr... Kucing? Soalnya bisa dipakai buat menjahili satu sama lain~ *tatap jahil ke Hatano + Jitsui*

Miyoshi : Anj—.

Kaminaga + Hatano + Jitsui : Ku~cing~ *chorus berjamaah di belakang Miyoshi*

Miyoshi : ANJING! POKOKNYA ANJING—.

Narrator : (Ini trio Kaminaga-Hatano-Jitsui kok kompakan...?! Ya looorrd!)

Kaminaga : Image-mu cocok jadi kucing tuh~ *cengir*

Miyoshi : Belum pernah ya, ditoel pipi kalian bertiga? *senyum sambil siap-siap tawuran*

Narrator : STOP! STOOOOP! Arrrrghhh, Cut!


(UWAH! AUTHOR RELA BONGKAR AIB PARA D KIKAN!? — EIN)


Hatano : Nggak deh, pleas—.

Narrator : Iya. *senyum jahil*

Hatano : Mau kuremukin tangan kirimu, Narrator? *senyum*

Narrator : Eng... Nggak, ding...


(Pertama untuk hatano terjintha *kedip-kedip gaje*, kenapa ya tiap aku liat kamu jantungku selalu berdetak kencang? Kalau aku pelihara kamu dirumahku boleh enggak? Btw kamu paling benci kaminaga atau rambut miyoshi? — EIN)


Miyoshi : Wow... Pertama kalinya mendengar ada fans Hatano... *pasang muka OMG*

Hatano : Bisa tidak sih, jahit mulutmu sendiri, Miyoshi? *tatap sinis*

Miyoshi : Oh! Bisa, bisa deeeng! Habisnya, dari yang kudengar di fandom tercinta, adanya pada meneriak-neriakiku sih...

Narrator : (Itu benar sih... Seringnya begitu—)

Hatano : Sudahlah... Btw, merci beaucoup, Milady. *senyum ala pangeran* Kalau bisa, sekalian saja aku yang memelihara dirimu, Milady~ *cengir nakal*

Miyoshi : Diiiihh, Hatano seketika jadi begitu! *gusur-gusurin mendekat ke Kaminaga*

Kaminaga : Diiih! *langsung gusur mendekat ke Jitsui*

(Lalu Jitsui mendorong Kaminaga dan Miyoshi jatuh dari sofa, yang mengakibatkan para Fans seketika menjerit bahagia. Miyoshi dan Kaminaga lalu bersekutu, berniat menjatuhkan Jitsui—hingga tampak pemandangan Hatano berdiri di depan, dan di belakangnya terjadi adegan dorong-mendorong diantara trio kwek-kwek plus jahil itu)

Narrator : Su-Sudah dong, kalian... *lalu melerai Miyoshi, Kaminaga dan Jitsui*

Hatano : Soal yang dibenci aku di antara dua hal itu... Kayaknya rambut Miyoshi deh. Membuatku pengin menghiasinya dengan poop-nya burung ganjen punya Tazaki~ *cengir jahil*

Miyoshi + Tazaki : TIDAAAAK— HATANO, SOHN EINER HÜNDIIIIIIIIIIIIIIN— *lari mengejar Hatano*

Miyoshi : TIDAK ADA YANG MEMBENCI RAMBUTKUUU—

Narrator : ... Lelah aing... Cut saja deh.

Kaminaga : (... Jangan-jangan Hatano masih mending kalo bareng sama aku...?!)


(Kedua untuk miyoshi , Apa kamu suka sama sakuma?, kok rasanya banyak yang pairkan kalian? Kamu senang?,;jawablah dengan berbohong. — EIN)


(Narrator lalu mengejar Miyoshi dan Tazaki yang asyik ber-Bollywood ria bersama Hatano dalam edisi Miyottaran *?*, dan menyeretnya kembali ke sofa dalam acara abal-abal ini. Miyoshi dengan napas terburu-buru, menyeka wajahnya yang berkeringat habis mengejar Hatano yang memang jawaranya kenistaan di agensi super berwarna-warni itu)

Miyoshi : Ah? Kepadaku ya—KENAPA DENGAN BERUANG LAGIIIII—

Hatano : Karma, nih! Makan nih, kaaa~rmaaaa~ *mengitari Miyoshi dengan cengir-cengiran tiada henti*

Miyoshi : —Momment mal, bitte! Itu ada yang nyelip... *membuka selembar kecil pada surat yang ditujukan kepadanya*

Jitsui : Haaa?

(Miyoshi lalu memperlihatkan sobekan kecil pada di belakang surat itu. Semua anggota D-Agency berkumpul membaca sobekan itu—dan betapa mereka memasang muka OMG melihat isinya. Intinya, Miyoshi disuruh berbohong mengenai jawaban yang akan diberikannya dalam pertanyaan kali ini.)

Miyoshi : Ck. Disuruh berbohong—oke sip. Keciiiil!

Tazaki : Maksudmu, Miyoshi...?

Miyoshi : Jika kau bertanya demikian, aku akan menjawabnya—aku mencintainya laksana sang putri menanti uluran kasih sang Pangeran... Aku tak bisa menunggu terlalu lama; aku harus berada dalam pelukan Pangeran tercintaku, secepatnya...~ *langsung berakting dengan sempurna*

Kaminaga : ... Whoa... Kalimatmu manis sumpah...

Hatano : Cocok nih, kalau masuk ke Hollyw*od... *cengir*

Jitsui : Itu kau hafal dari dialog abal-abal bikinan aku, Miyoshi? *lalu tersenyum nano-nano*

(Dan semua anggota D-Agency seketika membisu, terhisap oleh perkataan surprise-nya Jitsui. Miyoshi langsung memasang wajah horor, pun dengan Kaminaga dan yang lainnya. Jitsui lalu menyengir sambil memberi peace sign, di dua tangannya pula.)

Jitsui : Iya, itu aku yang bikin dialog. Kau suka ya? Nanti kubikinkan satu lagi, penuh SakuMiyo. Mau? *senyum malaikat*

Miyoshi : Ji-tsu-i... Mau coba adu gulat?

Narrator : CUT! CUUUT! SAMWAN, HENTIKAN MIYOSHIIII


(Ketiga untuk fukumoto : kalau suatu saat emma minta diajari masak kamu mau gk ngajarin? — EIN)


Fukumoto : Dengan senang hati. *senyum*

Hatano : Ck, pertanyaan membosankan!

Tazaki : Selain karena pertanyaannya biasa, dia juga normal... Tidak ramai sih.

Kaminaga : Pssst... Tazaki, mending lu koreksi deh. Dia itu penipu... *bisik di belakang Tazaki*

Tazaki : Iya juga sih... *bisik-bisik*


(Keempat odagiri (hiroyuki) : Id line mu apa ? (' W ' ) ? — EIN)


Narrator : Wuaaah! Ada juga yang nanya id line-nya Oda—eh, Hiroyuki! Ayuk dong!

Oda—eh, Hiroyuki : ...!

BEEEP

[Odagiri : Ti-Tidak akan kuberitahu! *emot sad*]

Miyoshi : Odagiri. *lalu seketika merebut HP-nya Odagiri*

Odagiri : !? *langsung shock se-shock-shocknya*

Tazaki : ... Miyoshi... Sebaiknya kau mengembalikannya... *pasang muka horor*

Fukumoto : Kurasa itu ide bagus, Tazaki...

(Oda—eh, Hiroyuki seketika mojok di belakang stage. Lagi-lagi Fukumoto harus turun tangan membujuknya kembali ke stage—malah, Miyoshi terpaksa diseret untuk mengembalikan HP-nya. Kaminaga mengigit jarinya, khawatir kalau-kalau Odagiri ikut ketularan sifat gampang meledak Miyoshi barusan tadi—entah gara-gara siapa. Siapa coba, yang tadi rebut HP-nya dari tangan Oda—eh, Hiroyuki-chan yang manis?!)

Amari : ... Odagiri benar-benar tak bisa melepaskan dirinya dari HP kesayangannya... *pasang muka ngeri*

Narrator : Jadi... eerrrr... Odagiri, mau jawab nggak—.

BEEEP

[Odagiri : Tak akan kuberitahu. Selesai. *emot angry*]

Narrator : Ulah kau nih, Miyoshi! *tatap horor*

Miyoshi : Lah kok aku?!


(Kelima untuk jitsui : jitsui? Kamu gk marah kan kalau aku bawa pergi hatano? Aku ini pecinta pair jitano namun lebih cinta lagi sama hatano — EIN)


Jitsui : Oh, silakan kok. *senyum bisnis*

Kaminaga : Whoa... Dia dengan entengnya...

Jitsui : Oh ya, sekalian peringatan untuk penanya. Hatano itu orangnya manipulatif, jadi jangan kaget kalau Hatano sudah bawa pulang duit kemari—dari rekening orang tuamu ya, pastinya.

Kaminaga : Woi! Itu sih pencuri! Pinteeer!


(Keenam untuk tazaki dan kaminaga : untuk kaminaga, jika pada suatu hari kau diberi kesempatan memasak merpati tazaki, merpati yang mana yang bakal kau masak? Dan untuk Tazaki : aku atau merpati, eh salah, maksudku kaminaga... Bukan... Maksudku ... — EIN)


Tazaki & Kaminaga : Wow, ada pertanyaan untuk kita—...

*krik*

Miyoshi : ? Halo, Tazaki? Kaminaga?

Tazaki & Kaminaga : ...

*krik*

*krik*

Tazaki : Don't you dare—

Kaminaga : Gabriel pastinya. Dia seneng banget nge-poop di bajuku! %*&^#^&*—

Tazaki : Dia bilang kalau bajumu baunya kayak got—.

Kaminaga : GABRIEL YOU SON OF *^$*#—

(Tazaki lalu menahan segenap hati Kaminaga yang kesal sekali. Miyoshi tersepona, Hatano langsung menggusur-gusur posisinya menjauhi Kaminaga dan Tazaki. Pun dengan Jitsui dan Fukumoto—lupakan Odagiri yang masih mojok dan tidak sukses sama sekali untuk diajak kembali ke sofa.)

Tazaki : Uwaaaahh—Ja-Jangan memasak Gabrieeeeel-kuuu— *sambil masih menahan Kaminaga yang sudah siap-siap menangkap salah satu merpatinya*

Kaminaga : BODOH AMAT?! DIA KOK SUKA SEKALI NGE-POOP BAJUKU SIIIH—AAJISKJAGDHKWJD—

Tazaki : A-Aku bisa mengusirnya sih—

Kaminaga : KAU GIMANA SIH TAZAKIIIII— PILIH AKU ATAU MERPATI?!

Miyoshi : (Wooowww, harus kurekam nih!)

Hatano : (Miyoshi, nanti simpan rekorder itu dan sogok Kaminaga yak!)

Miyoshi : (Tentu saja! Aku dendam sama dia diiih!)

Tazaki : Errr... Me-Merpati, memangnya kenapa?

Kaminaga : Oke.

(Lalu Miyoshi dan kawan-kawan tersepona. Tangan Kaminaga seketika menampar habis pipi Tazaki. Berasa drama sekali. Lalu Kaminaga memanfaatkan celah itu, dengan kabur dari stage. Tazaki kemudian lari mengejar Kaminaga—menduga kalau dia pasti akan membalas dendam kesumatnya ke Gabriel dengan menangkap dan menjadikannya hidangan malam yang lezat spesial untuknya!)

Jitsui : ... Ini jadinya jauh lebih drama dari Odagiri—.

Hatano : Mau coba dinominasikan dalam Piala Oscar? *kode keras ke Miyoshi*

Miyoshi : Boleh, boleh. Nanti aku suap petingginya untuk meluluskan adegan ini—.

Narrator : Kalian. Jahit mulutmu sendiri dong! Cut kek!

.

.

.

(Emma : Papa Amari, itu Om Tazaki sama Om Kaminaga kenapa?)

(Amari : Ahahahaha... hahaha.. Lupakan saja, Nak...)


(Nanya lagi yaa~ Boleh kan? Gak boleh bakal kuledakkin D-Agency pake petasan buat kawinan itu :-) — Denisaomine8)


Narrator : JANGAAAN— *nangis*

Miyoshi : Lakukan saja! Capek aku sama Narrator gila itu!

Narrator : Kau dendam sama aku?! *nangis lebai*

Miyoshi : Kalau iya, lalu kenapa?

*Narrator langsung mojok*


(" Odagiri. Atau Tobisaki. Hyuuga. Sousuke. Kunikida. Tsukun. Atau siapapun dirimu. Biasanya kan kamu terus-terusan sama si titan kolosal D-Agency (baca : Fukumoto), gimana dengan yang lain? KALAU BOLEH LAGI. CONTOH : AMARI-SAN. — Denisaomine8)


BEEEEP

[Odagiri : Biasanya sama... errr... Kaminaga? Atau Tazaki, biasanya. *emot bingung*]

Hatano : Hebat... Bahkan jawabannya pun via HP...

Fukumoto : Irit ngomong ya...

Hatano : Nyadar diri kek, kamu juga. *lirik Fukumoto*


(Papa Amarii! not gomen saya pakai nama Emma dulu ya wkwkw..saya juga anak papa kok hanya tempatnya disini terpisah oleh dimensi /nangis/ — Emma)


Amari : Kau ya, pelakunyaaaa...!

Narrator : Wai—TUNGGGUUUUU—

*Amari keburu menghilang, mencari si peniru anak kesayangannya*

Narrator : Gimana ini sih... Tiga diantaranya sudah kabur... Ah sudahlah...


(Pertanyaan selanjutnya untuk Kambing naga (masih berhubung dgn Miyoshi sih haha) :)) -benarkah kamu itu best friend-nya Miyoshi bahkan sebelum kalian masuk agency? kalo iya apa si doi punya tempat khusus dihatimu ? terus ngeliat dia yg malah lirik orang lain (Sakuma) gimana perasaanmu? — Emma)


Narrator : ... Itu Kaminaga kemana sih—.

(Dan stage kembali dikejutkan dengan kedatangan Tazaki yang sudah berpakaian berantakan, entah bagaimana ceritanya. Dan di belakangnya—hei, kok Kaminaga-nya sudah kayak nggak bernyawa?! Tazaki lalu duduk di lantai—ingatkan, dia bahkan tak mempedulikan dirinya yang berkotor-kotor ria di lumpur *keknya* dengan Kaminaga. Duh, ini duet kok bisa lawak sekaligus drama banget sih?)

Kaminaga : Ngghh... Awas lu ya Tazaki... Hng? Ada pertanyaan ya... Eh?!

Miyoshi : Apaan sih? Kok mata lu kek mengawasiku, Naga... Diiih!

Kaminaga : Elah, GR lu. Woi Miyoshi...

Miyoshi : Iya?

Kaminaga : ... Memangnya kita terlihat akrab? *masih loading*

Miyoshi : ... Kau kesurupan apa? Perlu obatkah? Oh, perlu kupanggilkan si light bulb

Kaminaga : JANGAAAAN—! Aduh... Ini pertanyaan ada kaitan sama kamu sih... Dibilangnya kita ini bahkan besfren, bahkan sebelum masuk agensi kita...

Miyoshi : Emang iya? Orang kita baru kenalan saat di pelatihan pertama, kok...

Kaminaga : Dan... Ah sudahlah. Aku dan Miyoshi cocok-cocok saja, lumayan sering ketawa jahil dan suka cari korban kejahilan sih..

Miyoshi : Kamu tuh ya, biasanya suka begitu.

Kaminaga : Terus kau sama Hatano dan Jitsui? Hayoloh? *cengir*

Miyoshi : U-Ulah mereka kok! *tetiba berdalih*

Kaminaga : Hahahahaha~ jadi gitu deh. Kami hanya teman baik, sesama penista. Hahahahahaha~

Miyoshi : Ei, kalau mau nista lakukan saja sendiri! Hush, huuus!

Kaminaga : (Kok perasaanku kayak ditolak... Dih, asem!)


(benarkah rumor kalo kamu berusaha move on dari Miyoshi dan mengincar sang Pawang Merpati aka Tazaki? — Emma)


Kaminaga : A-APAAA?!

Miyoshi : Lucu ya... Di luar dugaan, kau juga kena perkara semacam ini, Kaminaga...

Kaminaga : N-Nggak lah ding! Yah... Tazaki kan kalem, lucu juga kalau suka mengisenginya...

Miyoshi : Terus ini apa? *sodorin rekorder berisi tawuran ala rumah tangga-nya Kaminaga*

Kaminaga : ...

Hatano : Oh iya, sudah dilaporkan ke juri Piala Oscar. *wink wonk*

Kaminaga : ...

Jitsui : Perlu ditambah dengan literatur homoseks berisi kamu dan Tazaki? *senyum malaikat*

Kaminaga : ... Gusti Kanjeng, tolonglah hamba... *mojok*


(ato jangan2 lebih milih move on ke Om2 Bohlam penyuka serum itu? wwww :))) — Emma)


Kaminaga : Itu sih aku sudah gantung diri kali. Mending Tazaki-lah daripada si bulb sialan itu...

Tazaki : Tega sekali—... (Wow... A-Aku terhuraaaa...!)

Miyoshi : Woh! Berani dan jantan sekali! *prok prok*

Kaminaga : Diamlah kalian, terutama Miyoshi! *pouts*


(Oke kali ini buat Jitsui yang manis super unyu tapi bisa sadis. Sebenarnya kamu itu jati dirinya apa, sih? Mau jadi unyu apa sadis?! — InfiKiss)


Jitsui : Aku? Aku ya aku~

Miyoshi : Woi, maksudnya kamu itu seme apa uke? Gitu, masa jawabnya begitu?

Jitsui : Mau membuktikannya? *senyum, lalu mendekati ke Miyoshi*

Hatano : Nih orang gak bisa berhenti senyum sih... *gusur-gusur mendekat ke Kaminaga dan Tazaki*

Kaminaga : Keknya ini orang bisa jadi unyu, uke, dipadu sama sadis deh... *ikut mundur*

Narrator : JITSUI! JANGAN LAKUKAN KEKERASAAAN—cut cut cut! Pokoknya CUT!


(Dan di episod Jitsui itu kok kamu jadi spy rasa uke gitu? Ayoo ngaku jangan-jangan emang uke sado yaa? hhaha — InfiKiss)


Jitsui : Oh, biasa, standar kalau mau menerkam mangsa~

Amari : Standarmu itu yang ngeri woi, Jitsui...

Jitsui : Aku sih nggak peduli kalau mau dibilang uke... Insting dong, kalau orang bersikap lemah, biasanya banyak dibantu. Makanya langsung kusambar, gitu deh.

Amari : Ya makanya dibilang, standarmu itu yang ngeri! Serem, tauk!

Jitsui : Oh... Diantara semua anggota agensi ini, cuma kamu yang belum punya sensasi dipeluk sama aku? Hm?

Kaminaga : RUN! AMARI, RUN FOR YOUR LIFEEEE—.


(Kaminaga. Gombalin gue dong. Abis itu gombalin tazaki ;)) — Mandanese)


Kaminaga : Rambutmu laksana cahaya, membimbingku mencintai keindahan tubuhmu. Marilah bersampan dalam mabuk dara ini...~

Miyoshi : Eng... Kok kedengarannya erotis?

Fukumoto : Dia habis mencari bahan untuk perjalanannya ke Italia nanti, Miyoshi... *bisik*

Miyoshi : Oh iya iya... Di sana mah surganya erotis... Porno, gitu...—Momment mal, bitte! Dia ke bagian mana di Italia itu?!

Fukumoto : Sekitar Napoli... Atau kalau nggak ya San Marino...

Miyoshi : BANGSAAAAT! NGGAK AJAK-AJAK GUE NAPAAA?!

(Miyoshi modus. Modus mau gombalin ke cewek Italia, belum pernah dia coba menggombalnya— *dilempar sepatu hak tinggi*)

.

.

.

Kaminaga : ... Matamu laksana elang, perkasa bak pangeran... Singkirkan pigeon sialan itu!

Tazaki : Kok begitu?! *pasang muka nangis lebai*


(Terus, SEBENARNYA YANG SEME DAN UKE DIANTARA KALIAN ITU SIAPA? KENAPA KALIAN BERDUA SEKE? KAN BINGUNG JADINYAAAAA — Mandanese)


Kaminaga : Dih... Kok pertanyaannya ambigu gini...

Miyoshi : Enak kan, diteror pertanyaan macam gini? *cengir*

Kaminaga : Aku benci ini oh gusti... *mojok*

Tazaki : ... Seme dan uke itu apa? *pura-pura polos (?)*

Miyoshi : ... Kusarankan kau dipeluk Jitsui deh, Tazaki. *tepok dahi lagi*


(Pertanyaan kali ini saya tujukan untuk om Hiro-chan yang punya wajah dan hati hello baby : - mm... Kalo disuruh pilih, om Hiro maunya jadi ukenya om Fuku atau om Ama? Tolong dijelaskan alasannya ya — Sve Ann)


BEEEEP

[Odagiri : I'M NOT ANSWERING THIS— *emot angry*]

Narrator : Please deh... Kalau kau mau jawab, tak Narrator lindungi kamu dari siksaan anak-anak nakal deh—.

BEEEEP

[Odagiri : Benar kah? Janji, lho. *pouts*]

Narrator : Iya deh! Sini, deh~

BEEEEEEP

[Odagiri : Nggak dua-duanya. Tetapi saya merasa nyaman kalau bareng sama Fukumoto-san...]

Narrator : Be-Begitukah—

Miyoshi : Fuuuu~kuuuu~motooo~ Hiro-chan maunya sama kamu tuh—

Fukumoto : (...?!) *pasang muka syok*

Narrator : Jitsui, peluk dia! *glare*

Jitsui : Hahahaha, oke~

Miyoshi : O-Oke—momment mal, bitte... Jangan lagi... Ok-Oke aku nggak akan mengulanginya, Jitsui—.

(Dan Jitsui langsung 'memeluknya'—mencekik hingga dia bisa menyerah. Fans auto teriak-teriak panik, mencoba menyelamatkan si narsis yang satu ini—apa daya tukang jaga dari fandom sebelah pada kekar dan kuat menjaga mereka. Langsung deh, jejeritan pada saling lempar-melempar di stage nista~)

Oda—eh, Hiroyuki : Cu-Cukuuup—Cu-Cut!

Narrator : Bagus! Nice one, goo—eh, jangan rebut jatahkuuu—!


(kenapq om Hiro ngebet banget ngejar-ngejar tante Nogami? — Sve Ann)


BEEEEP

[Odagiri : ... Dia mirip sama kakak yang sering menemaniku di saat kecil. *emot sad (x99999)*]

Miyoshi : Whoa, spam banget! Itu stikernya jangan di-spam napaaaa?!

Hatano : Itu... Stikernya kok Kaminaga?! Lho—tunggu, ada stiker kita-kita?!

BEEEEEP

[Odagiri : Aku dapat dari toko stiker. *emot hepi*]

Jitsui : Bahkan ada stiker kau yang mati, Miyoshi...

Miyoshi : Apa segitu nge-tren ya, mukaku pas mati gitu?!

Tazaki : Habis, mukanya pada malaikat banget itu, Miyoshi~

Miyoshi : *TRIGGERED* Aku memang cantik...~

Jitsui, Hatano dan Kaminaga : (Diiih, narsisnya udah tidak ketolong deh! Samwan, tolong rukyah dia!)

[Odagiri : ... Someone, help me... *emot galau*]

Narrator : Wadoo Oda—eh, Hiroyuki-chan... *tepok dahi*


(kenapa om Jaki suka banget sama merpati? Taukah om kalau diluar sana saya melihat para fans om tuh nangis sesenggukan gara-gara ga mampu bersaing sama merpati? Yah, katanya sih, kalo bersaing sama om Kaminaga masih ga masalah. Lah ini? — Sve Ann)


Tazaki : Karena manis?

Kaminaga : Pinteer! Mana ada yang bisa memuji segitunya ke burung begituan! Lagian, merpati itu sejenis burung jalanan!

Tazaki : Ta-Tapi mereka bisa dilatih! Tahu tidak, sejak aku disuruh Yuuki-san melatih merpati demi tugas mata-mata, dia kasih RATUSAN merpati kepadaku! Sejak saat itu... Kau tahulah... Tahu-tahu aku malah jatuh hati...

*krik*

*krik*

Hatano : Ternyata rumor itu benar... *memasang muka horor*

Miyoshi : Apaan sih?

Hatano : Itu loh, waktu paruh tahun pertama, ada gosip santer kalau di kantor agensi itu menjadi markas burung merpati. Gara-gara itu, sejumlah murid langsung mengajukan pengunduran diri dari pelatihan gara-gara tidak sanggup melatih merpati galak itu. Dan yaa... Ada satu diantaranya yang tahu-tahu dijadikan pawang mereka... Ternyata itu kamu, Tazaki—.

Tazaki : Bulunya yang lembut... Abu-abu... Hijau... Bola matanya yang indah—aaaAAAAAHHH— *langsung menutup muka, blushing parah*

Kaminaga : Eeeewww... Ternyata kau segitunya ya... *mundur tiga langkah*

Tazaki : Sumpah! Aku nggak bermaksud demikian! Lama-lama tahu tuh, para fangirl -ku pada melabeliku "Pigeon Man"! *tunjuk fans-fansnya*

Kaminaga : Aku nggak ada urusan sama kamu lagi. Bye.

Tazaki : R&*^%&^$%#%^%—

Narrator : (Ini kok jatuhnya jadi drama lagi?! Kurang apaan sih mereka—?!)


(dan benarkah om akan menjomblo selamanya demi merpati? — Sve Ann)


Tazaki : Sebenarnya nggak tega menjomblo sih—tahu sendiri, lelaki kadang juga ada kemauan menikah. Tetapi... Ya, kau tahulah... *lirik Kaminaga + Yuuki yang duduk di bangku penonton*

Miyoshi : Aku sangat mengerti maksudmu, Tazaki... *puk puk Tazaki*

Hatano : Ew, ini Miyoshi memangnya berpengalaman ya, soal cinta?

Miyoshi : Lu kira nggak ada? Aku bisa berakting untukmu, Hatano! *twitch*

Hatano : Nggak mau, ah~


(Untuk om Miyoshi lagi - beberapa hari ini saya melihat foto-foto yang bertebaran, yaitu foto mesra om Miyoshi dan eyang Yuuki sewaktu muda. Saya memang ga tau sebenarnya seberapa jauh perbedaan ueia kalian, tapi dari desas desus, saya dengar om Miyoshi bahkan pernah tidur (um dalam arti konotatif(?) mungkin?) sama eyang Yuuki makanya sangat dianak emaskan. Benarkah begitu om? Kok rasanya om terdengar begitu nyabe ya? — Sve Ann)


Miyoshi : Hah?

Kaminaga : What?

Miyoshi : Welche Art von Scheiße hat sie gesagt gerade?! (maksudnya : What kind of sh*t did she just say?!)

Kaminaga : Jangan sok Jermanlah kamu ini! *getok Miyoshi*

Miyoshi : Jangan ngomong yang aneh-aneh deh, kamu! *tunjuk si penanya* Matamu buta atau nggak sih? Aku sama Yuuki-san beda usianya dua digit tahu! Mana bisa ada foto macam gitu?!

Hatano : Mau saya perlihatkan, Miyoshi? *cengir nista*

Miyoshi : Buktikan kalau memang ada! *mangkel*

(Lalu Hatano berikut Jitsui membawa satu album jadul. Lalu Jitsui juga membawa sejumlah foto dari sumber lain—jangan tanya deh sumbernya dimana. Miyoshi dkk minus Hatano dan Jitsui, lalu membukanya. Dan memang tersepona; muka Miyoshi langsung pasang wajah 'WTF?!' melihat seabrek foto terlarang itu. Jangan tanya deh isinya apa; pasti foto esek-esek eyang Yuuki pas muda dengan Miyoshi.)

Miyoshi : Kurang ajar! Sohn einer Hündiiiiin! Scheiße! Ini dapet darimana sih?!

Tazaki : Itu siapa ini siapa... Kok Yuuki-san pas mudanya... *ngiler*

Kaminaga : JANGAN SELINGKUH WOI! *tutupin muka Tazaki*

Odagiri : (Ya ampun Yuuki-san terlihat muda...! Dan ada bau-bau militer juga—.)

Miyoshi : Jelaskan, Hatanooo! Jitsuiii!

Hatano + Jitsui : Sumber rahasia dong~~~ *chorus berjamaah*

Miyoshi : KALIAAAAN—.

Narrator : Cut! Ah sudahlah, jangan bertikai lagi! *nangis darah*

.

.

.

Miyoshi : Pokoknya, kami pun sering sependapat, gitu! Kaliannya saja yang kelewat nista! *tunjuk-tunjuk Fans*

(Fans : Iiiih Miyo Miyo cundele aaah~)

Miyoshi : (Lihat saja, nanti kujahit mulut kalian satu-per-satu...! Aku sudah ada bekal alamat rumah kalian masing-masing...!)

Kaminaga : Kayaknya para fans bakal didatanginya satu per satu... *bisik-bisik ngeri*

Fukumoto : Iya... Kasihan para fans... *ikut bisik-bisik bareng Kaminaga*


(Untuk Hatano-chaaannn - um, beberapa hari ini saya melihat foto (lagi) yang bersliweran, dan disana ada gambar wajah anda yang beradegan mesra. Foto pertama dengan om Kaminaga dan foto kedua dengan om Amari. Dan jika anda harus memilih, manakah diantara mereka lebih anda sukai? Dan bolehkah saya meminta adegan mesra kalian jadi nyata? — Sve Ann)


Hatano : !?

Miyoshi : Rasakan! Kena kau! Hahahaha~ *songong*

Hatano : KOK ADA PERTANYAAN MACAM BEGINI—

Narrator : Kalian yang kena, ya, sama rata~ *cengir*

Hatano : KOMUNIS LU, NARRATOOOR!

Narrator : NGAWUR LU HATANO

Hatano : Terus, darimana ada foto aku sama Amari?! Amari sudah punya anak, masa dia mau lagi?! TAMAAAAK! *acak-acakin rambut*

Miyoshi : Perkataanmu itu yang ambigu, Hatano...~ *duduk anteng*

Hatano : Coba tebak, di episode mana aku yang terlihat akrab sama Amari?!

Miyoshi : Cari tahu sendiri. *eye twitch*

Hatano : Brengsek kau Miyoshi—... Duh, jadi bingung jawabnya...!

Kaminaga : Gini, Hatano. Lu tipu aja merek— *bisik-bisik*

*CTAR!*

Narrator : Tidak ada tipu-menipu, oke, Kaminaga? *cengir setan*

*CTAR!*

Kaminaga : —... Berjuanglah, Hatano... *pasang muka kalah*

Hatano : Amari kan sudah ada Emma... Kaminaga deh. Hitung-hitung bisa saling cakar. *cengir jahil*

Kaminaga : Hahahaha, coba saja—asal nggak di martial deh, ya.

Hatano : Nanti kamu yang sering kujadikan sansak. Mohon bantuannya ya, Kaminaga~ *aura lope lope + muka jahil*

Kaminaga : YOU SON OF B*TCCCCCCHHH—.

.

.

.

Narrator : Fuuuh, capeknya bukan main!

Miyoshi : Semuanya saling tawur-menawur begini... Sedih aku...

Fukumoto : ... Sadar diri dong, Miyoshi. *pokerface*

Miyoshi : Iya, iya deh! Enak deh, yang nggak kebagian suratnya... *lirik Fukumoto*

Fukumoto : ... Try me. *senyum mengejek*

Miyoshi : (... Nanti kau rasakan amarahku nih, Fukumotooo...!)

Narrator : Makin panas, dan di akhirnya malah naik lagi temperaturnya... Duuuuh... *nangis*

.

.

.

Jitsui : Kau kelupaan satu hal, Narrator-san.

Narrator : A-Ah iya?

Jitsui : Yuuki. *senyum*

Narrator : ... KITA AKAN MEMASUKKAN DIA KEMARI—! *speaker volume : MAX!*

(Fans : YAAAAY! MAAFKAN KAMI, KAKEK TERCINTA! KAMI TIDAK AKAN MENGAPA-APAKAN KAMU KOK, BAPAK YUUKI-SAAAAN! *sudah dalam posisi siaga ketika Narrator tetiba meneriakkannya sambil mengipasi mukanya yang keringat*)

Jitsui : (WHOAAAA—Benar-benar wanita perkasa yang tak takut mati...! A-Apakah harus kusiapkan nisan untuk Narrator-san...?!)

Akhirnya Yuuki pun terkena getahnya...! Bersama dengan para murid-coret-anak asuhannya, Yuuki pun mau tak mau harus berkotor ria menerima pertanyaan-pertanyaan seputar dirinya! Mari saksikan fakta-coret-curhatan nista para agen mata-mata kawakan D-Agency, pada program D-Agency Talkshow di channel FanficTV! Anda juga bisa mengirim mail atau SMS ke nomor tertera: 089XXXXXXXXX— *ditikam ramai-ramai*

.

.

.

[You cannot say to be co without to be coo coo~!]