0000000000

"Apa yang terjadi?" Yunho bergumam.

Nyonya Ahn, pemilik Flat empat lantai itu berdesis kesal lalu menunjuk Donghae dan Sungmin bergantian.

"Eunhyuk memergoki suaminya bercinta dengan perempuan ini. Kau tau betapa sakitnya dia? Suaminya berselingkuh dengan orang yang setiap hari bersamanya. Aku tidak pernah mempermasalahkan pekerjaan wanita ini sebagai pelacur. Karena itu aku menerimanya tinggal disini. Tapi kejadian ini pasti membuat Eunhyuk sakit hati, akupun yang melihatnya juga sakit hati" Kata Nyonya Ahn sambil memandang sinis Sungmin

"Astaga, Hyukie" Yunho terdengar mengerang. Dirinya sama sekali tidak menyangka dengan apapun yang terjadi saat ini. Eunhyuk pasti sangat kecewa,

"Aku pernah bertanya padamu, apakah kau bahagia atau tidak. Kau mengatakan ya, Aku harap semua kebahagiaanmu sebanding dengan apa yang kau tinggalkan. Tapi kalau begini tidak ada yang bisa di bilang sebanding" Kata Yunho sambil berdiri menghadap gadis itu

"Siapa kau sebenarnya?" Donghae memotong ucapan Yunho dengan nada heran.

"Aku Jung Yunho, Jika bukan karenamu, Eunhyuk adalah calon istriku" Kata Dokter itu sambil memandang Donghae dengan tatapan yang sulit diartikan

0000000000

"Last man"

"a Kyumin Fanfiction"

"REMAKE from one of novels by Phoebe"

Warning : Crack pair at first until third story, but asfter that i will showering you with a lot of Kyumin moment

Chapter 3

0000000000

SUNGMIN tidak pernah mengerti tentang hubungan rumit mereka. Yang di ketahuinya hanyalah masa lalunya dengan Donghae. Mereka sepasang kekasih, lalu berpisah. Setelah bertahun-tahun mereka bertemu lagi sebagai tetangga di flat ini. Dan Donghae ternyata sudah menikah dengan Eunhyuk yang sudah dekat dengan Sungmin sejak awal pertemuan mereka. Sungmin merasa kalau dirinya sangat sial dan tidak seharusnya hidup di dunia ini.

Ia kecewa karena Siwon meninggalkannya setelah mereka melarikan diri ke Guangzhou. Sekarang ia nyaris saja membuat Donghae melakukan hal yang sama kepada Eunhyuk. "Sekarang, apa yang akan kau lakukan?" Yunho melanjutkan ucapannya lagi sambil menoleh kepada Eunhyuk yang bersembunyi di belakang tubuhnya.

"Kau akan pulang? Aku akan siap mengantarkanmu pulang!" Kata yunho tegas

Mendengar perkataan Yunho itu Eunhyuk berusaha untuk menghentikan tangisannya. Tapi kelihatannya ia kesulitan melakukan hal itu hingga Eunhyuk memutuskan untuk terus menangis beberapa lama. Setelah merasa lebih tenang Eunhyuk sedikit bergeser untuk melihat wajah suaminya hanya suaminya dan ia bertindak seolah-olah Sungmin tidak ada disana. Sungmin merasa semakin pedih.

"Katakan sesuatu!" Ujarnya kepada Donghae.

"Katakan sesuatu yang bisa mempertahankanku untuk ada disisimu. Satu hal saja, dan aku akan tinggal!" Donghae kelihatan tak percaya karena Eunhyuk masih bersedia bersamanya.

Tapi dia sudah membuat Eunhyuk sangat menderita. Sungmin tidak mengerti apa yang sedang Donghae fikirkan. Tapi kata-kata Donghae selanjutnya membuat Sungmin akan membenci hidupnya selama-lamanya.

"Pulanglah, Kau akan lebih bahagia dengan hidupmu yang seharusnya" Donghae berujar dengan kata-kata putus asa.

Sungmin membenci Donghae saat itu. Sangat! Terlebih saat menyaksikan Eunhyuk pergi dan dia, sebagai suaminya tidak bisa mencegah. Sungmin membenci Donghae yang melepaskan Eunhyuk, padahal Eunhyuk jelas-jelas masih ingin bersamanya. Melihat Eunhyuk berjalan di belakang Yunho dengan kikuk membuat Sungmin sedih.

Apakah ada sesuatu hal yang bisa di lakukannya untuk memperbaiki kesalahannya? Ia tidak bisa membiarkan Eunhyuk dan Donghae berpisah. Sungmin menoleh kepada Donghae sejenak hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengejar Eunhyuk menuju lantai terbawah. Langkahnya sangat lemah. Ritual menyiksa diri semalaman menghambat langkah-langkahnya untuk mengejar Eunhyuk. Sungmin masih berusaha sekuat tenaga hingga ia berhasil menggenggam tangan Eunhyuk sebelum wanita itu masuk ke mobil.

Ia menatap Eunhyuk dan berharap Eunhyuk mau memandangnya. Sayangnya tidak, Eunhyuk berontak melepaskan tangannya dari genggaman Sungmin dan memutuskan untuk segera menghilang di dalam mobil. Eunhyuk tidak perduli meskipun Sungmin memanggi-manggil namanya.

"Sudahlah, Sungmin. Dia tidak mau bicara denganmu sekarang!" Jungmo berusaha menenangkan. Sungmin bahkan tidak sadar kalau laki-laki itu terus mengikutinya sejak tadi. Ingatannya hanya terfokus pada Eunhyuk dan rasa bersalah yang mendesak di dadanya. Sungmin memandang mobil milik Harold, lebih berharap. Tapi mereka terlalu segera memutuskan untuk pergi. Sungmin putus asa.

"Hyukie!" Teriak Sungmin melihat mobil itu membawa Eunhyuk menjauh dari area parkir

"Sungmin!" Jungmo berusaha menghentikan Sungmin yang hendak berlari dengan keadaan kacau sperti ini

"Aku tidak bisa membiarkannya pergi. Aku sudah bersikap terlalu buruk kepadanya. Hidupku sudah buruk dan semakin buruk setelah ini. Hanya Hyukie satu-satunya yang kumiliki" Sendu Sungmin sambil menatap ke bawah dengan air mata yang jatuh mengikuti pandangannya

"Kau masih memilikiku!" Jungmo memotong kata-kata Sungmin dengan ucapan tegas. Saat melihat Sungmin terpaku menatapnya, Jungmo berusaha meraih tubuh Sungmin dan memeluknya erat-erat.

"Masih ada aku, Sungmin! Aku saja sudah cukup kan? Kau tidak perlu orang lain jika ada aku. Aku berjanji!" Sungmin mengangguk.

Ya, masih ada Jungmo.

Sungmin merasa lebih baik bersama Jungmo hingga akhirnya, Jungmo pun pergi meninggalkannya.

0000000000

HIDUP seseorang seharusnya di penuhi mimpi. Tapi Sungmin meragukan dirinya akan bisa bermimpi lagi jika satu-satunya mimpi yang di milikinya sudah hilang. Ingatannya bahkan kesulitan menangkap saat-saat bahagia lagi. Terlebih setelah Jungmo meninggalkannya untuk selamanya. Ada perasaan marah terselip, tentang nasib buruknya yang entah sampai kapan akan berubah, terlalu sering kehilangan dan frustasi karena di tinggalkan membuat Sungmin hampir gila.

Ia fikir hidupnya akan bahagia. Bagaimana mungkin Jungmo meninggalkannya setelah ia berjanji? Padahal Sungmin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk meyakini kalau Jungmo memilikinya. Sungmin menangis lagi. Hidupnya begitu getir delapan tahun belakangan ini.

Pindah ke China dan berharap bisa hidup bahagia malah menjerumuskannya kedunia yang sangat gelap. Di saat Jungmo berjanji akan mengeluarkannya dari kegelapan itu, mimpi-mimpi Sungmin benar-benar tumbuh. Jungmo adalah satu-satunya laki-laki yang menerima keadaannya. Sejauh ini hanya Jungmo yang membuatnya merasa berharga. Tapi Tuhan mengambil Jungmo darinya di saat rencana pernikahan itu semakin dekat. Padahal Sungmin sudah bergantung padanya. Hidup bersama Jungmo membuat Sungmin melupakan kalau dirinya pernah hidup sebagai wanita siap pakai yang harus di bayar per-jam dengan tarif tertentu. Jungmo membawanya menuju kehidupan yang tenang dan sangat nyaman.

Tapi di saat harapannya tumbuh, Sungmin lagi-lagi harus kehilangan. Ia lelah berharap. Demi biaya pengobatan Jungmo, Sungmin sudah berhutang lagi kepada Sooman. Sekarang ia harus membayarnya dengan cara yang sama dengan sebelumnya. Menjajahkan diri, entah sampai kapan. Sungmin berdiri sejenak. Langkahnya terhenti meskipun rumah hiburan milik Sooman masih beberapa blok lagi.

Ia masih bisa melarikan diri jika mau. Sungmin bisa pergi dan tidak perlu melakukan hal itu lagi. Tapi buat apa melarikan diri? Dimanapun ia berada, keadaannya akan tetap sama. Karena Sungmin di takdirkan untuk mengalami kesedihan di sepanjang hidupnya.

Sungmin menepuk-nepuk rambutnyanya yang sudah kembali berwarna gelap dan terkontaminasi debu jalanan. Beberapa orang laki-laki bersiul menggodanya. Ia tersenyum getir, pasti karena pakaiannya yang terlalu terbuka. Gaunnya terlalu pendek. Hampir setengah dari payudaranya terlihat dan Sungmin harus rela memamerkan punggungnya di balik kain tembus pandang. Ia berharap bisa memulai kerja hari ini. Selama ini pekerjaan itu bisa membuat Sungmin melupakan masalahnya. Maka ia ingin segera bekerja agar bisa melupakan penderitaannya.

Langkahnya menyala lagi meskipun lemah. Sungmin memandangi ujung-ujung sepatunya dengan tidak bersemangat hingga tiba-tiba rasa nyeri menyerangnya. Seseorang memukul kepalanya dengan sangat keras. Ia tidak bisa menahan diri untuk berteriak, hanya sekali karena Sungmin langsung terkapar dan tak sadarkan diri. Samar-samar terdengar suara-suara orang berdiskusi tentang seseorang yang menebus Sungmin dengan uang kepada Sooman Sungmin diambil alih, ia mungkin akan di pekerjakan sebagai wanita hiburan juga. Tapi di tempat yang berbeda.

0000000000

SEBUAH ruangan yang luas dan hagat tiba-tiba saja menyejukkan matanya. Sungmin menggeliat dan merasakan betapa nyamannya ranjang dimana dirinya berbaring sekarang. Ia nyaris saja melupakan apa yang sudah terjadi padanya. Seseorang membelinya dari Sooman yang memperkerjakan Sungmin di rumah hiburan miliknya, dan entah mengapa dirinya tiba-tiba saja ada di tempat hangat ini setelah mendapat pukulan di kepalanya.

Ya, Sungmin nyaris saja melupakannya. Sayangnya sakit kepala itu kembali menggerogotinya yang harus membuatnya memejamkan mata kembali beberapa saat untuk menenangkan diri. Sungmin kembali membuka matanya lagi saat ia merasa kalau semuanya akan baik-baik saja. Sakit di kepalanya juga sudah lebih baik. Begitu ia membuka mata, Sungmin harus mengakui bahwa yang terjadi kepadanya bukanlah mimpi. Sekarang dirinya tengah berada di dalam sebuah kamar yang luas dengan warna marun yang dominan. Ia tertidur di atas seprai satin berwarna merah hati dan berapa tumpukan bantal bulu yang di lapisi katun dengan warna marun. Sebuah selimut marun yang tebal juga menghangatkan tubuhnya. Sungmin yakin kalau dia akan baik-baik saja jika selimut itu tidak ada karena ruangan itu cukup hangat. Lampu menyala berwarna kekuningan tapi cukup terang seolah-olah cahaya itu timbul dari nyala api di tungku perapian yang berada di tepi ruangan.

Hal yang tidak pernah di alaminya selama ini, ia tertidur di dalam sebuah kamar yang sangat indah. Selama ini dirinya hanya bisa hidup di dalam sebuah flat kecil yang penuh dengan barang-barang. Lalu saat ini? Sungmin selalu berharap menjadi putri dimana seorang pangeran datang dan menjemputnya untuk menikmati tempat seindah ini. Hidup bersama selamanya, mempunyai anak yang banyak, mimpi yang di janjikan oleh Jungmo sebelum kecelakaan itu merenggut nyawanya dan melemparkan Sungmin kembali ketangan Sooman.

Seumur hidup Sungmin, yang di kenalnya hanya panti asuhan hingga dirinya di adopsi oleh seorang wanita tua yang berharap memiliki teman sebelum ia meninggal. Lalu Sungmin menjadi anaknya meskipun sebenarnya Sungmin lebih pantas memanggilnya nenek. Nama Lee Sungmin juga di berikan oleh wanita itu untuk menggantikan nama Sung Min-ah yang selama ini di sandangnya dan sejak awal Sungmin tau kalau dirinya harus berterima kasih dengan mengurusi wanita itu di hari tuanya hingga akhirnya, satu-satunya keluarga yang di milikinya itu meninggal.

Semenjak itu, Sungmin hidup sebatang kara, pergi kemanapun yang di sukainya hanya berbekal uang hasil penjualan rumah peninggalan ibu angkatnya dan membeli sebuah mobil tua yang pada akhirnya menjadi rumahnya sebelum ia bertemu dengan Siwon dan pergi ke Guangzhou, China.

Siwon, laki-laki yang entah berada di mana itu adalah penyebab Sungmin menjual dirinya hingga dirinya bisa berakhir di tempat ini. Seharusnya Sungmin tau kalau semua yang di lakukannya adalah salah. Siwon pasti menyesal telah pergi bersamanya, menjalani hidup yang serba kekurangan sedangkan Sungmin tau kalau Siwon berasal dari keluarga berada. Seharusnya Sungmin tidak pernah bermimpi untuk bisa hidup bahagia di pelarian. Apalagi menjadi gadis biasa yang mendapatkan pangeran. Ia sudah terlalu tua untuk bermimpi.

Sungmin melangkah perlahan mendekati tirai beludru merah yang mungkin menutupi jendela di baliknya. Ia menggesernya pelan-pelan sehingga bunyi besi-besi pengaitnya saling bertumburan terdengar nyaring. Sebuah pemandangan indah memanjakan matanya. Pohon-pohon Ume, bangunan-bangunan menjulang tinggi di kejauhan, ilalang-ilalang berwarna kekuningan, jalan setapak dengan alas kayu. Pemandangan ini mengingatkan Sungmin kepada…

'Astaga, ini Sungai Han?' Sungmin berbisik. Jadi dirinya sekarang berada di Seoul? Sungmin sudah kembali ke Korea dan sekarang dirinya sedang berada di Seong dong-gu, di sebuah rumah besar yang menghadap ke sungai Hangang.

Sungmin berusaha mengamati semakin serius. Sekarang mungkin dirinya sedang berada di lantai dua sebuah rumah yang megah. Rumah ini berbentuk huruf U dimana Sungmin berada di tengah-tengah ceruk yang menjorok ke dalam. Sungmin juga yakin kalau sekarang dirinya tidak menghadap ke depan rumah, jendela kamar ini pasti menghadap ke belakang rumah karena di bawah sana, rumah ini seolah-olah di kurung oleh pagar yang terbuat dari susunan batu-batuan besar yang menjulang tinggi dengan pemandagan Sungan Han yang Sungmin yakini berada di wilayah Ttukseom Hangag Park yang berada di bawah Cheongdamdaegyo bridge, tempat itu memang menakjubkan di musim gugur seperti sekarang.

Keyakinan Sungmin pupus kalau dirinya sedang berdiri di balik jendela di lantai kedua, pasti ia sedang berada di lantai yang lebih tinggi lagi. Lantai ke tiga? Atau ke empat? Entahlah, Sungmin tidak perduli dengan hal itu. Ia bahkan tidak yakin kalau sekarang dirinya sedang berada di rumah seseorang. Mungkin Sungmin sedang berada di sebuah Hotel? Bukankah di sebuah resort biasa tersedia hotel? Sungmin tidak tau dengan Hotel yang ada di sebuah Resort, ia hanya pernah ke hotel untuk melayani seorang pelanggan memuaskan nafsunya dan itu selalu terjadi di hotel kelas menengah kebawah.

Bunyi pintu di buka membuat Sungmin membalikkan tubuhnya secepat yang ia bisa dan melihat sesuatu yang membuatnya termenung. Sungmin memandang seorang laki-laki berjalan mendekat setelah ia menutup pintu. Laki-laki itu berambut kecoklatan dengan rahang tegas yang membuat Sungmin teringat pada seseorang. Tapi Sungmin tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Laki-laki itu, benarkah dia…

"Kau sudah bangun rupanya!" Kata pria itu

Tidak, Sungmin yakin dia bukan orang yang sama. Suara mereka sangat berbeda. Sungmin tidak menjawab pertanyaan itu dengan sepatah katapun meskipun sebenarnya Sungmin bisa memastikan kalau pertanyaan itu memang untuknya. Ia memandang laki-laki yang berada di hadapannya dengan lebih seksama. Tapi wajah itu benar-benar tidak asing.

"Anda siapa?" Laki-laki itu tersenyum.

"Ucapan yang sangat sopan untuk seorang pelacur!"

Pelacur? Ya, laki-laki itu kembali mengingatkan Sungmin tentang siapa dirinya. Dia hanya seorang pelacur yang sudah berpindah tangan kepada seseorang. Mungkin orang ini? .Kau yang membeliku dari Sooman?

"Ya, Kau tidak bertanya siapa aku?" Tanya pria itu dengan senyuman khas miliknya

"Apakah kau akan memberi tahu namamu yang sebenarnya? Atau hanya nama palsu seperti yang kebanyakan orang pakai?" Lagi-lagi Sungmin memandang senyumnya.

Ada sesuatu yang bergelora, Sungmin mendapati dirinya seperti kehilangan tenaga melihat senyuman itu. Senyuman yang sangat menarik yang belum pernah di lihatnya pada wajah lelaki manapun di dunia ini. Sungmin yakin dia orang yang berbeda dengan orang yang di duganya.

"Kau beruntung Nona. Hari ini aku sedang ingin menunjukkan siapa diriku yang sebenarnya kepadamu. Namaku, Cho Kyuhyun! Kau ingat sesuatu? Tentang Cho misalnya?" Tanya pria itu kini sambil berjalan ke arah Sungmin

Cho Kyuhyun? Tentu saja Sungmin mengingat dengan jelas nama belakang Cho itu. Nama yang selalu di kenakan oleh laki-laki yang sangat di percaya. Laki-laki yang pada akhirnya membuat Sungmin terjerumus dalam club milik Sooman dan menjadi pelacur demi membayar hutang-hutangnya.

"Ada hubungan apa kau dengan Cho Siwon?" Sungmin menyadari bahwa nada suaranya berubah.

Ia mungkin terdengar sangat marah saat ini. Sungmin sangat membenci Siwon dan apapun yang menyangkut laki-laki itu. Tapi sekarang ada seseorang yang mengaku memiliki nama belakang yang sama dengannya? Mereka pasti memiliki hubungan darah, mereka punya kemiripan itu,

"Jawab pertanyaanku!" Teriak Sungmin mulai hilang kesabaran karena pria itu tak kunjung menjawabnya

"Kenapa kau harus marah-marah!" Kyuhyun memberi jeda sesaat.

"Kau tidak ingin membicarakan semuanya secara perlahan? Tentang dimana kau sebenarnya? Mengapa kau di bawa kemari?" Tanya Kyuhyun dengan santai

"Aku juga butuh itu, tapi jawaban untuk pertanyaan yang pertama lebih ku butuhkan!" Kata Sungmin dengan tegas

"Kalau begitu duduklah dulu, kita bicara secara baik-baik. Aku yakin kau cukup cerdas untuk tidak memberontak"

"Tidak perlu. Cukup beri tau aku…."

"Dan kau akan bertahan dalam posisi berdiri seperti itu? Bagaimana kalau ceritaku sangat panjang dan sangat memakan banyak waktu. Aku hanya memintamu duduk meskipun sebenarnya saat ini aku lebih suka untuk membayangkan bagaimana bila seandainya kau berbaring telanjang di atas ranjang itu..."

"Aku tidak akan mengabulkan permintaanmu yang satu itu meskipun kau membayarku dengan harga tinggi. Aku tidak menyukai siapun yang menyandang nama Cho. Sekarang segera jawab pertanyaanku, Aku ingin jawaban secepatnya!" Sela Sungmin sebelum pria dihadapannya semakin banyak bicara tentang omong kosong

Kyuhyun mendekat lalu mencengkram bahu Sungmin kuat-kuat, kedua matanya yang tajam mengawasi setiap inci wajah Sungmin yang kelihatannya sangat tidak meyukai suasana seperti sekarang. Dengan agak keras Kyuhyun menarik Sungmin untuk duduk di atas ranjang dan setelah Sungmin tenang, ia kembali ke Sofa yang membelakangi ranjang. Kyuhyun tidak duduk disana. Ia berpindah ke kursi kayu yang berada di dekat tungku pembakaran lalu duduk mengadapi Sungmin dengan sangat nyaman, Kyuhyun sedang menunjukkan bahwa dia adalah rajanya.

"Baiklah, Nona. Aku akan menceritakan semuanya selagi kau tetap diam seperti itu!" Kyuhyun memulai.

"Namaku Cho Kyuhyun, seperti yang sudah ku bilang. Dan aku adalah sepupu ketiga dari Cho Siwon—pertanyaan pertamamu sudah ku jawab. Lalu…. "

"Lalu ada urusan apa kau membawaku kemari?" Sela Sungmin lagi dengan tidak sabaran

Kau cukup keras kepala. Bukankah aku sudah bilang kalau aku akan menceritakan semuanya jika kau diam!" Kata-kata Kyuhyun berintonasi lebih kokoh di bandingkan dengan kata-katanya sebelumnya.

Hal itu cukup membuat Sungmin kembali tutup mulut. Ia harusnya tidak perlu marah-marah, seharusnya Sungmin bisa bersikap sedingin biasa.

"Baiklah, aku akan diam!" Sungmin kahirnya mengalah dan duduk dengan manis disana

"Nah, begitu lebih baik!" Kyuhyun kembali mengeluarkan senyumnya.

"Aku membayar mahal kepadaSooman untuk membawamu kemari. Kau adalah kekasih Siwon, Kan? Sepupuku itu meninggal beberapa minggu yang lalu dan kau tau kejutan apa yang menjadi alasan mengapa kau di bawa kemari? Siwon mewariskan semua harta kepadamu!" Alis Sungmin terangkat, dia sama sekali tidak tertarik.

Siwon sudah meninggalkannya. Lalu apa yang dia inginkan dengan harta itu? Minta maaf? arena dia takut akan langsung ke Neraka jika membiarkan Sungmin terus segsara? Meskipun begitu Sungmin tetap merasa terpukul mendengar kematian Siwon, walau bagaimanapun, kematian Siwon tidak pernah berada dalam khayalannya.

"Lalu? Aku tidak tertarik dengan semua harta itu!" Jawab Sungmin yang memang tidak akan pernah tertarik dengan harta milik Cho manapun

"Kau serius? Bukankah kau menjual dirimu untuk mendapatkan harta yang berlimpah?" tanya Kyuhyun mungkin agak meragukan perkataan gadis di depnnya

"Sekarang jangan katakan kalau aku harus membayar uang yang kau berikan kepada Sooman dengan tubuhku. aku mungkin akan tetap menjual diri, tapi jangan berharap aku akan melakukan itu denganmu! Aku akan pergi sekarang!" Sepertinya emosi Sungmin sangat mudah terpancing bila berada dekat denganCho yang satu ini

"Tunggulah sebentar lagi. Aku akan bercerita lebih banyak lagi!" Tawar Kyuhyun berharap Sungmin kembalik ke posisinya semula

"Aku tidak ingin mendengar cerita dan tidak ingin berhubungan dengan keluarga Cho" Bentak Sungmin

"Kau ingin pergi? Membawa lari harta itu sedangkan disini banyak orang yang membutuhkannya? Keluarganya lebih berhak di bandingkan dengan dirimu" Kata Kyuhyun seolah menuduh gadis itu

"Aku sudah mengatakan kalau aku tidak tertarik, Kan?" Sungmin semakin gusar.

"Sekarang yang terpenting adalah hartamu. Dia menyia-nyiakan keluarganya, juga hartanya dan pergi ke China bersamamu. Sejak itu aku harus mengurusi semuanya, begitu juga saat dia kembali, Siwon tidak pernah sekalipun menjalankan kewajibannya yang satu ini. Lalu setelah meninggal dia fikir bisa memberikannya padamu?" Ucap Kyuhyun panjang lebar mungkin dengan sedikit mencurahkan isi hatinya

"Kalau begitu ambillah. Aku sudah mengatakan kepadamu kalau aku tidak butuh harta itu, kan? Sekarang biarkan aku pergi" Sungmin kembali berdiri dan hendak melangkah

"Ya, Aku sangat senang karena kau mengatakan hal yang tak terduga seperti itu. Karena itulah kau tidak boleh pergi, Nona! Kau harus tetap tinggal untu mengembalikan harta itu kepadaku. Kau harus melakukannya karena aku tidak akan merelakan semuanya begitu saja!" Kyuhyun kembali duduk setelah menemukan kembali pikiran dinginnya

"Maksudmu?"tanya Sungmin tidak mengerti

Cho Kyuhyun tersenyum lagi. Sungmin yakin jika ia terus melihat pemandangan seperti itu, pertahanannya akan runtuh. Kyuhyun memiliki kemiripan yang sangat akrab, tapi pesonanya jauh di atas Siwon. Ia tau bagaimana caranya membuar dirinya terlihat sangat menggoda sedangkan Siwon hanya tau bagaimana caranya untuk terlihat baik hati dan terhormat.

"Kau hanya perlu menunggu sampai aku menyiapkan surat-suratnya, Nona! Dan aku harap kau tidak berubah fikiran untuk mengembalikan semua harta itu kepadaku!" Ucapan Kyuhyun itu di ucapkan dengan tatapan yang sangat sensual sehingga membuat Sungmin tertegun lama.

0000000000

HANGANG river terlihat brilian seperti biasanya. Warna biru tua yang nyaris kehijau-hijauannya kembali menyejukkan hati dan kepala Kyuhyun. Ada beban besar yang menyelubunginya sekarang. Wanita yang mendapat anugrah harta yang berlimpah itu sudah memaksa Kyuhyun untuk memperhatikannya lebih dari yang seharusnya. Lee Sungmin ternyata seorang wanita yang sangat spesial dan segar.

Bagaimana mungkin di usia yang mungkin hampir menginjak tiga puluh tahun, Sungmin memiliki keremajaan yang menggairahkan. Sebagai penakhluk wanita, Kyuhyun tentunya sudah sangat sering berhadapan dengan perempuan cantik, tapi Sungmin lah yang tercantik. Ia memiliki kesempurnaan yang semua laki-laki inginkan. Seharusnya ia hanya mengutus Yesung untuk menemuinya, bukan menemui Sungmin sendiri seperti yang di lakukannya hari ini. Sekarang Kyuhyun benar-benar terjerat dengan kecantikannya.

Sungmin sangat istimewa, dia memiliki kulit keemasan yang nyaris putih, kulit terang yang berkilauan sehingga membuat Kyuhyun terus membayangkan bagaimana rasanya menyentuh Sungmin dan membelai kulitnya dengan lembut. Bukan hanya itu, Sungmin memiliki rambut gelap bergelombang panjang dengan bola mata yang nyaris sama gelap. Jika tidak jeli, Kyuhyun juga tidak akan melihat bulu mata berwarna gelap yang meneduhi matanya dengan sangat lebat. Hidungnya mancung dan mungil, bibirnya memiliki bentuk yang jelas dan sangat menggairahkan.

Tentunya hal itu saja tidak cukup. Kyuhyun tidak akan mengatakan kalau Sungmin memiliki apa yang laki-laki inginkan dari seorang perempuan jika hanya kecantikan yang seperti itu. Gadis itu juga menyempurnakan dirinya dengan tubuh yang indah, berlekuk dengan sangat jelas dan hal itu tidak mungkin di sembunyikan dengan pakaian seperti apapun. Tubuh Sungmin sangat penuh, tapi ia memiliki lengan dan kaki yang langsing. Pinggul dan dadanya seimbang, dan terakhir, lekuk pinggangnya cukup dalam sehingga mendorong Kyuhyun untuk menggenggamnya dengan erat. Tapi tentu saja ia tidak bisa melakukan hal seperti itu pagi ini. Ia harus menunjukkan kepada Sungmin betapa dirinya adalah seorang yang berbahaya demi mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.

Kyuhyun harus bisa membuat Sungmin melepaskan hartanya dan mengembalikan harta itu ke dalam genggaman Kyuhyun, orang yang semestinya. Tapi, setelah melihat seperti apa Sung Min-ah ia merasa maklum mengapa Siwon meninggalkan segala dunia yang sudah menjadi miliknya demi seorang wanita yang menyebut dirinya dengan nama Lee Sungmin.

Siwon terlalu baik, terlalu polos untuk mencintai seseorang dengan sepenuh hati. Sepupunya itu membawa kepolosannya untuk melarikan diri dengan Sungmin dan membawanya pergi ke China. Ia bahkan meninggalkan Seulgi begitu saja di Altar setelah janji suci terucap. Siwon benar-benar menggemparkan keluarganya, bahkan seluruh Seong dong-gu dengan gossip bodoh meninggalkan seorang istri yang cantik dan kaya demi wanita yag tidak jelas siapa.

Yang pasti aib seperti itulah yang membuat Kyuhyun terpaksa mencari Siwon dan dalam waktu beberapa minggu, laki-laki itu berhasil di culik dan di bawa kembali kepada istrinya di Seong dong-gu.

Kyuhyun sudah berusaha membujuk Siwon untuk menjalankan kehidupan yang normal dan meninggalkan wanita itu. Sayangnya Siwon berkeras dan selalu ingin kembali menemui Sungmin di China hingga pada suatu hari, saat Siwon hendak melarikan diri sekali lagi, Ia mengalami kecelakaan tragis yang membuatnya seperti mayat dengan bantuan selang-selang untuk bertahan hidup selama lebih dari delapan tahun. Dan semenjak itu, tidak ada keributan tentang simpanan atau yang di sebut Siwon sebagai cinta sejatinya lagi, yang ada hanya Seulgi yang dengan setia menunggui suami yang tidak mencintainya dan itu berhasil membuat Seulgi di juluki wanita mulia karena dengan setia mengurusi mayat hidup itu dengan perhatian ekstra.

Siapa sangka kalau ternyata wanita yang di tinggalkan Siwon di China itu ternyata sangat mempesona. Senadainya Kyuhyun tau sejak awal, maka ia akan mencari Sungmin lalu menjadikan wanita itu sebagai miliknya. Sayangnya, Kyuhyun telah membiarkan banyak lelaki di Guangzhou menikmati tubuhnya karena ketidak tahuan itu.

Sungmin menjadi wanita penghibur demi membayar hutang dan sepertinya ia sangat membenci Siwon karenanya. Sungmin terlihat tidak perduli saat Kyuhyun menceritakan tentang apa yang terjadi pada Siwon, Kebenciannya kepada Siwon sudah berakar. Bisa di bayangkan kalau saat ia dan Siwon melarikan diri, usianya masih Sembilan belas tahun dan dia harus menjual dirinya hingga beberapa tahun kemudian.

Tapi Siwon yang dia benci dengan sangat itu terbangun di suatu hari dan langsung meminta Kyuhyun untuk memanggil pengacaranya. Semua orang tau kalau dia sedang mengurusi tentang hartanya, mungkin Siwon juga sudah mengetahui kalau kematian sudah semakin dekat. Siwon juga bersikap dengan sangat baik di akhir hayatnya, ia terlihat menyayangi Seulgi dengan sangat berbeda, mungkin karena saat itu Siwon menyadari kalau Seulgi selalu setia merawatnya selama delapan tahun? Tidak, Kyuhyun tau itu tidak benar. Siwon masih mencemaskan Sungmin sehingga ia mencantumkan nama Sung Min-ah dalam sebagai satu-satunya nama yang tertera pada surat wasiatnya.

"Semua prosedurnya sudah siap, Kyuhyun! Kau hanya perlu meminta tanda tangannya dan semua itu akan beralih kepadamu!" Kata-kata Kyuhyun di telepon terngiang terus.

Ya, semudah itu dan seharusnya Kyuhyun bahagia karena seluruh harta berharga itu akan berada di genggamannya. Tapi haruskah ia melakukan semua ini? Haruskan ia melepaskan Sungmin dalam waktu sesingkat ini? Tentu saja tidak. Ia harus mengulur waktu lebih lama agar Sungmin tetap berada di sisinya. Setidaknya sampai dirinya merasa bosan.

Kyuhyun mengangkat telpon genggamnya lagi dan menghubungi Ned yang mungkin sedang berada di sisi lain dari rumah itu. Yesung terdengar menjawab dengan mulut penuh dan pemuda yang sudah menjadi tangan kanannya selama lima tahun lebih itu mengakui kalau dirinya sedang menikmati kudapan sore yang di buatkan oleh Mrs. Song, Satu-satunya wanita terpercaya yang sudah melayani keluarga Cho sejak usianya masih belia.

"Cepat masuk ke kamarku!" Dan ponsel itu di tutup lagi.

Kyuhyun kembali mengamati sungai Han dari jendela kamarnya. Di seberang sana, ia bisa melihat kalau kerlip lampu kendaraan menyala dari kejauhan. Di bawahnya terdapat sebuah taman yang tepat berada di pinggir sungai Han. Sewaktu remaja, Kyuhyun dan Siwon seringkali bermain kesana. Mereka sudah seperti saudara kembar yang sering bertukar identitas karena kemiripan mereka. Tentu saja mereka melakukan hal itu kepada orang-orang yang tau siapa keluarga Cho tapi belum pernah melihatnya.

Siwon terlalu baik sehingga ia merelakan namanya untuk Kyuhyun gunakan sebagai senjata untuk memikat perempuan cantik. Lalu siapa yang bisa menolak saat pangeran dari keluarga Cho mendekatinya? Semua wanita tergila-gila dan Kyuhyun menikmatinya. Ia tampan dan Kaya, dan siapapun akan bersedia menyerahkan dirinya tanpa di minta. Lalu sekarang? Jika seluruh harta itu berpindah ketangan Sungmin, maka Image itu akan segera sirna.

Semula Kyuhyun mengira kalau wanita jalang seperti Sungmin pasti akan menghabiskan seluruh harta itu untuk bersenang-senang. Tapi kenyataannya, Sungmin malah menolak dan Kyuhyun akan segera mendapatkan harta yang di inginkannya. Tapi ketamakan Kyuhyun menjalar. Ia bukan hanya harus mendapatkan hartanya saja, dia juga harus mendapatkan Lee Sungmin. Setidaknya sampai ia merasa bosan. Bunyi pintu di ketuk beberapa kali, Kyuhyun hanya perlu mengucapkan satu kali kata 'Masuk' dengan intonasi yang biasa dan Yesung segera masuk kedalam ruangan itu lalu menutup pintu. Pemuda itu berjalan perlahan menghampiri Kyuhyun dan menghadapnya dengan perilaku yang mencerminkan betapa ia menghormati Cho Kyuhyun.

"Apa yang bisa ku bantu?" Kyuhyun melirik sebuah bangku di dekat jendela dan berkata.

"Duduk disana. Aku ingin bertanya sesuatu hal" Yesung mengikuti perintah Kyuhyun dan duduk di kursi yang membelakangi ranjang sambil terus memandangi Kyuhyun yang berdiri dengan bahu bersandar ke pinggiran jendela kaca yang lebar. Ia menunggu Kyuhyun mengucapkan sesuatu.

"Apa mungkin kita membuat prosedurnya sedikit lebih sulit?" Akhirnya Kyuhyun berbicara. Yesungmengangkat sebelah alisnya.

"Prosedur apa?"

"Pemindahan harta Siwon, tentu saja!" Kata Kyuhyun sambilmenoleh ke Yesung

"Semua orang menginginkan kemudahan Bos! Apa yang terjadi padamu? Hanya sebuah tanda tangan saja dan kau akan mendapatkan semuanya!" Pikir Yesung

"Masalahnya, aku tidak hanya mengingikan tanda tangan. Aku ingin Lee Sungmin lebih lama disini, bersamaku!" Yesung berdecak tak menyangka.

Ekspresinya menunjukkan tak habis pikir dengan keinginan konyol Kyuhyun barusan. Dia sudah tertarik dengan Sungmin, tentu saja. Yesung tau kalau Kyuhyun tidak pernah membiarkan keinginannya kepada wanita tidak tersalurkan. Ia tertarik kepada Sungmin dan Sungmin harus menjadi miliknya.

"Tapi, jika kau menginginkannya kau bisa membayarnya. Dan dia pasti akan melakukan hal apapun untukmu" Kata Yesung memberikan alternatif lain

"Aku rasa kau salah, hyung. Dulu dia memang seorang pelacur. Tapi kita juga tau kalau tiga atau empat tahun belakangan ini dia sudah tidak lagi melakukan hal itu semenjak hidup bersama dengan laki-laki bernama Jungmo Sampai akhirnya laki- laki itu meninggal" Kyuhyun tidak setuju dengan apa yang dikatkan Yesung

"Tapi kau membayar semua hutangnya dengan kompensasi besar kepada Sooman sehingga wanita itu terjebak dan bisa kita bawa kemari. Dia harusnya melakukan apapun untuk berterimakasih" Protes Yesung

"Ya.." Kyuhyun membenarkan ucapan Yesung barusan. Tentu saja Yesung tau, Yesung selalu mengetahui hal apapun yang di lakukannya.

"Ada alasan lain, Dia membenci Cho Siwon, dan siapapun yang menyandang nama Cho. Mustahil dia mau melakukan hal itu dengan laki-laki Cho manapun" Kyuhyun menjelaskan

"Lalu?" Tanya Yesung

"Aku akan menakhlukkannya dengan cara lain, Hyung. Kau tau kemampuanku untuk yang satu itu. Yang perlu kau lakukan adalah memikirkan bagaimana caranya agar Lee Sungmin bisa bersamaku lebih lama disini. Dan aku berjanji akan menakhlukkannya dalam waktu singkat" Ucap Kyuhyun dengan seringaian tercetak indah di bibirnya

"Ya, tidak ada yang bisa menolak ketampananmu!" Yesung berdengung lemah, ia tidak yakin Kyuhyun mendengar keluhannya karena laki-laki itu segera mengatakan;

"Cepatlah fikirkan sesuatu!" Yesung mengerutkan keningnya beberapa lama lalu bergumam penuh semangat.

"Bukankah Siwon memang menginginkan wanita itu tinggal disini mengurusi hartanya?" Tanya Yesung mengingat sesuatu

"Dia tidak akan mau!" Jawab Kyuhyun malas

"Aku punya ide, aku yakinkan ini akan menjadi alasan mengapa dia harus tinggal disini lebih lama sedangkan kau bisa menikmati harta yang sudah jatuh ke tanganmu" Ucap yesung semangat yang membuat alis pria Cho itu terangkat.

TBC

*preview next chapter

.

.

"Kalau begitu kau tidak akan bebas dariku. Nona! Kau harus berusaha untuk berbaur dengan mereka. Tinggal disini dan…."

"Menerima banyak penghinaan?" Sela Sungmin, Kyuhyun tertawa sejenak.

"Begitu menurutmu?"

"Lalu apa lagi yang akan ku dapatkan jika bertahan di rumah ini?"

"Aku dan ranjangku, bagaimana?" Kata kyuhyun dengan tatapan nakalnya

.

.

"Baiklah, aku akan segera kesana! Aku perlu ganti pakaian dulu!" Ucap Sungmin yang sebenarnya terselubung perintah agar Kyuhyun segera keluar dari kamar itu

"Kalau begitu, gantilah, sekarang!" Ucap Kyuhyun yang lebih terdengar seperti perintah

"Ya, tentu, kau keluar dulu dan tutup pintu!" Jawab Sungmin

Kyuhyun memiringkan kepalanya seolah-olah tidak mengerti dengan permintaan Sungmin. Laki-laki itu berhasil membuat Sungmin menggeram. Apa maksud ekspresi itu? Ia ingin melihat Sungmin mengganti pakaian di hadapannya dengan pintu terbuka dan ada Mrs. Song yang memperhatikan mereka. Laki-laki itu bukan hanya tamak, tapi juga cabul.

.

.

"Siapa tau, kau hanya takut jatuh cinta padaku!" Kata Kyuhyun menggoda Sungmin

"Aku sudah lama berhenti mengharapkan cinta. Semenjak hal itu di renggut dengan kejam dari takdirku.. "

"Oh, Sungmin…." Suara Kyuhyun terdengar makin lembut. Selanjutnya, Kyuhyun benar- benar menjadikan kata-katanya tadi sebagai kenyataan. Dengan sedikit usaha dan tenaga lebih, Kyuhyun menggenggam pinggang Sungmin dengan kedua tangannya dan memindahkan wanita itu ke pangkuannya.

.

.

#intermezo

BOM buat Sj sama ELF akhir-akhir ini banyak banget yaa, sampe hancur lebur nih hati gue! Hukzzz

Gomen, kali ini gk bisa balas review-nya, tapi saya sudah membaca semuanya kok, makasi ya untuk kalian yg sudah menyempatkan diri me-review...*hug
masih pendek-kah? kalo masih saya usahakan next chap akan diperpanjang..hehehe

See ya next chapter