Secret Behind Secret Chapter 3

Author : Miyuri_K

Cast :

Byun Baekhyun

Oh Sehun

Xi Luhan

Park Chanyeol

And Other's

Pair : HunBaek, LuBaek, ChanBaek, KaiSoo, etc.

Rate : T

Length : 3 of?

Genre : Romance, Hurt, Drama, Friendship, Family

Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, orangtua mereka, dan tentu saja SMent. Saya hanya memiliki fanfic ini sebagai karya saya dengan meminjam nama mereka sebagai cast.

Warning : YAOI, BL, Typo(s), OOC, tidak sesuai EYD, dan menyebabkan efek samping bosan karena ceritanya garing

Sejak pertemuan pertamanya dengan Sehun malam itu, Baekhyun sering sekali bertemu dengan namja tampan itu apalagi Sehun selalu datang ke sekolah Minkyu dan menjemputnya di sekolah, terkadang ia juga mengajak Minkyu makan bersama di toko Xiumin sambil menunggu Baekhyun pulang kerja. Selain dengan Sehun, Baekhyun juga semakin dekat dengan Luhan yang dengan terang-terangan menunjukkan rasa ketertarikannya pada Baekhyun.

"Minkyu tidak pernah melihat wajah appa hyung, Minkyu hanya tau dari Umma" ucap Minkyu ketika Sehun bertanya padanya tentang appa kandungnya, saat ini seperti biasa Sehun menjemput Minkyu di sekolahnya dan membawa namja imut itu jalan-jalan bersamanya.

"Benarkah?" Tanya Sehun

"Ne, Umm bilang appa tampan sepertiku, ia tinggi, kulitnya putih, dan wajahnya sering terlihat datar" jawab Minkyu lagi, Sehun terdiam sebentar cirri-ciri appa Minkyu agak mirip dengan dirinya. Hanya mirip, karena Sehun bukanlah appa kandung Minkyu.

"Hyung, Minkyu senang sekali sejak hyung sering menjemput Minkyu teman-teman tidak lagi mengejek Minkyu tak punya appa, mereka juga sekarang mau berteman denganku" ujar Minkyu ceria. Memang benar, saat pertama kali Sehun menjemput Minkyu ia mendapati namja kecil itu tengah menangis karena ejekan teman-temannya. Karena merasa kasihan melihatnya, Sehun kemudian mengaku bahwa ialah appa Minkyu didepan teman-teman Minkyu.

"Seandainya saja appa ada disini, aku dan umma pasti sangat bahagia" gumam Minkyu penuh harap.

'Minkyu-ah, sejujurnya hyung menyukai ummamu apakah mungkin kau akan menerima jika hyung menginginkan posisi appamu?' batin Sehun

"Hyung, menurut hyung apakah umma cantik?" Tanya Minkyu tiba-tiba, ditanya seperti itu Sehun langsung tersenyum.

"Tentu saja, ummamu sangat cantik" jawab Sehun jujur

"Cantikan mana umma atau bidadari" Tanya Minkyu polos

"Tentu saja ummamu, dia kan secantik malaikat"

Mendengar jawaban Sehun, sontak saja membuat Minkyu tersenyum jahil "Hyung suka ummaku ya?" tebak Minkyu tepat sasaran. Wajah putih Sehun berangsur berubah menjadi kemerahan, efek malu tentu saja.

"A-aniya, hyung hanya berkata jujur" dusta Sehun, bagaimanapun ia tak mau membuat Minkyu marah karena ia sangat tau selama namja kecil itu belum melihat appa kandungnya maka Minkyu tidak akan pernah mau appanya digantikan orang lain.

"Umm, hyung Minkyu merindukan umma. Memangnya umma bekerja dimana? Kenapa umma selalu pulang sore?" rengek Minkyu, Sehun tak tau harus menjawab apa karena ia sendiri tak tau dimana Baekhye nuna bekerja.

Drrt

Sehun segera merogoh saku celananya saat merasakan hpnya bergetar pertanda ada sebuah pesan masuk.

From : Kkamjong Kai

Sehun-ah, kau dimana? segeralah ke toko bunga Luhan hyung, kami sedang berkumpul disini. Kau tau namja pujaan Luhan hyung ada disini. Ppalliwa :D

"Minkyu-ah, apa kau suka bunga?" Tanya Sehun, ia berniat mengajak Minkyu bersamanya daripada namja kecil itu bersedih terus.

"Bunga? Minkyu kan namja jadi Minkyu tak suka, tapi umma sangat suka bunga" jawab Minkyu ceria. Sebuah bohlam muncul diatas kepala Sehun

"Kalau begitu ayo kita belikan bunga untuk ummamu, anggap saja sebagai hadiah" ajak Sehun. Minkyu mengangguk setuju.

Luhan's Shop

Chanyeol tak henti-hentinya menatap Baekhyun yang sedang merangkai bunga mawar untuk seorang pelanggan, sejak Luhan memperkenalkan Baekhyun kepada Kai, Kyungsoo, juga Chanyeol saat itu pula mata Chanyeol tak bisa lepas dari sosok Baekhyun. Dan yang ditatapi tentu saja merasa risih, juga bingung dengan sikap Chanyeol.

"Awwhh" karena terlalu memikirkan mengapa Chanyeol terus menatapnya, Baekhyun jadi tak fokus dan tak sengaja duri bunga mawar menusuk jarinya. Mendengar ringisan Baekhyun, Luhan segera berjalan menghampirinya. Namun…

"Eeh" Baekhyun tersentak kaget saat Chanyeol yang sejak tadi menatapnya sekarang tengah mengulum jarinya yang terluka begitu juga dengan Kai dan Kyungsoo. Sedangkan Luhan diam-diam mengepalkan tangannya.

"Chan-Chanyeol-ssi tolong lepaskan" pinta Baekhyun pelan. Chanyeol yang tersadar segera melepaskan bibirnya dari jari Baekhyun. Ia tersenyum canggung

"Mianhae Baekhyunie, aku hanya ingin menolongmu" ucap Chanyeol

"Ahh ne, gwenchana gomawo" balas Baekhyun sambil tersenyum menampilkan eye smilenya

"Baekki-ya, apa sudah selesai? Kalau iya segera berikan pada pelanggan" ujar Luhan dingin, namun Baekhyun tak menyadarinya hanya Kai dan Kyungsoo yang sadar akan hal itu. Chanyeol pun tidak karena ia masih sibuk menetralkan detak jantungnya.

"Kurasa Luhan hyung tengah cemburu" bisik Kai pada Kyungsoo

"Tentu saja, Luhan hyung jelas-jelas sudah memberitahu kita kalau dia menyukai Baekhyun tapi si Park itu malah dengan bodohnya menunjukkan rasa sukanya juga pada Baekhyun" dengus Kyungsoo kesal, ia memang tak suka jika ada seseorang yang mencoba merebut apa yang telah diinginkan orang lain apalagi dalam hubungan cinta.

Teng teng teng

Bunyi lonceng yang dipasang diatas pintu toko menandakan ada seorang pembeli yang baru saja masuk, sebagai karyawan yang baik Baekhyun bergegas menuju ke pintu guna menyambut para pembeli.

"Selama da… " Baekhyun yang biasanya bersikap manis saat menyapa pembeli sekarang malah terdiam saat melihat dua orang yang baru saja memasuki toko. Mereka berdua Sehun juga Minkyu, Baekhyun tentu saja gugup ia takut jika Sehun mengenalinya apalagi Minkyu.

"Sehun-ah kau sudah datang" sapa Kyungsoo saat melihat kehadiran Sehun, namun ia kemudian mengernyit bingung saat melihat Sehun datang bersama seorang anak kecil.

"Dia siapa Sehun-ah?" Tanya Kai mendahului Kyungsoo.

Tanpa memperdulikan Baekhyun yang masih mematung, Sehun segera mengajak Minkyu masuk untuk bertemu dengan teman-temannya.

"Hyung, apa kau ingat namja kecil yang selalu kuceritakan yang namanya Minkyu?"

Kai dan Kyungsoo tampak berpikir sejenak, mencoba mengingat-ingat "Ah yang selalu kau jemput setelah pulang kuliah?" tebak Kyungsoo

"Ne, ini dia orangnya nah Minkyu-ah ayo beri salam pada teman-teman hyung" suruh Sehun

"Annyeonghaseyo, Byun Minkyu imnida naneun 5 sal imnida, bangapseumnida" ujar Minkyu polos dengan nada imut khas anak-anak

"Kyaa kyeopta" Kyungsoo yang memang seorang anak tunggal berteriak heboh melihat tingkah Minkyu.

"Annyeong Minkyu-ah, nama hyung Kai dan yang berteriak itu Kyungsoo ia kekasih hyung" sapa Kai sambil merangkul bahu Kyungsoo.

"Kekasih? apa itu?" Tanya Minkyu polos

Kai menepuk pelan keningnya, ia lupa anak umur 5 tahun mana tau apa itu kekasih, sedangkan Kyungsoo dan Sehun tertawa mendengar pertanyaan Minkyu pada Kai.

"Baekhyun-ah, kau kenapa?" Luhan yang tadinya berniat ingin menemui Minkyu juga berbalik menghampiri Baekhyun yang terdiam didepan pintu.

"A-ah aku baik-baik saja" balas Baekhyun

"Kalau begitu ayo berkenalan dengan Sehun" Baekhyun mengangguk kemudian mengikuti langkah Luhan dengan rasa gugup yang meluap.

"Sehun-ah, kenalkan ini Byun Baekhyun namja yang sering aku ceritakan pada kalian" ujar Luhan. Baekhyun menatap Sehun begitu juga dengan Sehun.

Deg

deg

Sehun terdiam, ia tidak mengerti mengapa jantungnya tiba-tiba berdetak tak karuan saat menatap mata Baekhyun, ia merasa mata itu sama dengan mata seseorang.

'Baekhye nuna' Sehun menggelengkan kepalanya, tidak mungkin yang didepannya sekarang adalah Baekhye yang jelas-jelas adalah seorang yeoja. Tapi, mata Baekhyun seolah tak bisa membohonginya.

"A-annyeonghaseyo Sehun-ssi" sapa Baekhyun sedikit terbata karena gugup

"Ah annyeong Baekhyun-ssi" balas Sehun

"Apakah ini Minkyu? wah kau sungguh imut, kenalkan nama hyung Luhan senang bertemu denganmu Minkyu-ah" Baekhyun dan Sehun melepas kontak mata mereka begitu Luhan memperkenalkan dirinya pada Minkyu, namun Minkyu tidak membalas sapaan Luhan. Namja kecil itu justru menatap Baekhyun. Melihat itu, Baekhyun kemudian berlutut untuk menyamakan tingginya dengan Minkyu.

"Ada apa anak manis? kenapa terus-terusan menatap hyung?" Tanya Baekhyun lembut seperti biasanya.

"Hyung cantik, mirip seperti umma" ujar Minkyu. Baekhyun kembali terdiam, sepertinya tak hanya Sehun yang merasa kemiripan antara Baekhyun dan Baekhye namun Minkyu juga melihatnya.

"Be-benarkah? tapi hyung namja adik manis" sanggah Baekhyun setenang mungkin.

"Oh iya, mianhae hyung" Baekhyun bernafas lega, dalam hati ia bersyukur anaknya menerima apa yang ia katakan.

"Kai-ah kemana Chanyeol?"

"entahlah hyung, mungkin di toilet" balas Kai acuh. Tak lama sosok tinggi Chanyeol datang menghampiri mereka semua.

"Eihh anak siapa ini?" tanyanya menatap Minkyu

"Ini Minkyu, anak kecil yang selalu aku ceritakan itu" jawab Sehun.

"Ah anak yeoja genit itu" balas Chanyeol remeh, ia memang meyebut yeoja yang disukai Sehun genit. Menurutnya yeoja itu tak tau malu karena telah berani menggoda sahabatnya padahal ia telah memiliki seorang anak. Tak taukah ia bahwa sosok yang ia sebut genit itu tengah menatapnya sedih.

"Hyung, aku sedang tak ingin berdebat"

"Sudahlah, apa kalian semua lapar? sebaiknya kita pesan makanan saja" ucap Luhan mencairkan suasana.

"Tak perlu hyung, biar aku saja yang memasak tak baik makan makanan instan terlalu sering" ujar Kyungsoo yang jiwa keibuannya mulai keluar.

"Kalau boleh, aku akan membantumu Kyungsoo-ssi" usul Baekhyun. Kyungsoo mengangguk senang

"Tentu hyung, ah cukup panggil aku Kyungsoo saja"

Kedua namja bertubuh mungil itu kemudian memasuki dapur yang memang disediakan di toko milik Luhan. Sementara yang lainnya memutuskan untuk mengobrol serta bermain PSP diruangan Luhan.

"Kudengar dari Luhan hyung, kau sangat pandai memasak Kyungsoo-ah" ucap Baekhyun memulai pembicaraan. Kyungsoo yang sedang mengeluarkan bahan makanan dari kulkas hanya tersenyum manis.

"Aku juga mendengar hal yang sama dari Luhan hyung, tentang dirimu hyung" balas Kyungsoo. Giliran Baekhyun yang tersenyum.

"Tidak juga, aku hanya bisa memasak beberapa macam makanan" ujar Baekhyun merendah.

"Aih tak usah malu, lagipula masakanmu enak hyung. Luhan hyung sering membaginya pada kami" puji Kyungsoo. Setelahnya kedua namja keibuan itu mulai sibuk mengolah bahan makanan yang ada.

Sementara itu diruangan Luhan, Chanyeol dan Kai sedang beatle game sedangkan Sehun menemani Minkyu menyusun puzzle. Luhan? Jangan Tanya, karena ia tidak ada diruangannya, ia sedari tadi sibuk memotret Baekhyun yang tengah sibuk memasak.

"Kau memang namja sempurna, cantik dan pintar memasak" gumam Luhan tanpa menyadari seseorang yang tengah tersenyum-senyum sendiri melihat dan mendengar ucapannya.

"Ah benarkah? gomawo hyung aku memang sempurna makanya Kai jatuh cinta padaku apa kau juga mulai menyukaiku?" goda Kyungsoo, Luhan terlonjak kaget melihat kehadiran Kyungsoo dibelakangnya.

"Se-sejak kapan kau disini? bukankah kau sedang memasak?" Tanya Luhan gugup. Kyungsoo menggelengkan kepalanya.

"Eoh? sepertinya kau terlalu fokus pada Baekhyun hyung sampai kau lupa kalau tadi kita berpapasan saat aku ke toilet" jawab Kyungsoo dengan senyum jahilnya.

"A-ah Kyungsoo-ya jangan katakan padanya ne" pinta Luhan dengan puppy eyesnya

"Haha tenang saja hyung, lagipula kau ini lambat sekali kenapa tak menyatakan sejujurnya saja eoh?"

"Aku belum siap Kyungsoo-ya, sudahlah segera bantu dia" Luhan pun meninggalkan tempatnya begitu juga dengan Kyungsoo yang kembali melanjutkan aktivitas memasaknya.

"Baekhyun hyung kau membuat jjangmyeon? Wah kau begitu tau selera Luhan hyung" goda Kyungsoo, Baekhyun tersenyum singkat sebenarnya jjangmyeon itu ia buat untuk Minkyu.

"Hyung menurutmu Luhan hyung itu bagaimana?" Tanya Kyungsoo. Baekhyun mengernyitkan keningnya bingung kemudian menatap Kyungsoo.

"Bagaimana apanya?"

"Jika kau seorang yeoja, apakah menurutmu Luhan hyung masuk tipe idealmu?" Tanya Kyungsoo lagi. Baekhyun menghentikan kegiatannya menata mangkuk. Ia tampak berpikir sebentar.

"Luhan hyung namja yang tampan, ia baik, perhatian, juga sangat lembut, aku rasa dia tipe ideal semua yeoja termasuk bebarapa namja juga kurasa" jawab Baekhyun.

"Hyung benar, tapi menurutku dan Kai ia jauh lebih baik saat berhubungan dengan dirimu. Maksudku ia begitu senang bercerita tentangmu kepada kami. Apakah kau tau kenapa?" Kyungsoo mencoba memancing Baekhyun berharap namja itu sadar jika Luhan benar-benar menyukai dirinya.

Baekhyun tentu tau jawabannya, Luhan menyukai dirinya dan ia tak bodoh untuk menyadarinya. Perlakuan lembut Luhan, ciuman Luhan, juga perhatian Luhan terhadapnya. Baekhyun menikmati semuanya, ia takkan berbohong jika ia mungkin juga menyukai Luhan. Masih mungkin karena jauh dalam lubuk hatinya perasaannya terhadap Luhan juga ia rasakan pada orang lain.

"A-ah itu karena ia memang seperti itu, Kyungsoo-ya apa kau sudah selesai? kurasa mereka sudah kelaparan" ujar Baekhyun mengalihkan pembicaraan, namun Kyungsoo tidak semudah itu percaya karena ia bisa melihat jika sebenarnya Baekhyun memiliki rasa yang sama terhadap Luhan.

Kyungsoo membawa hasil makannya bersama Baekhyun kedalam ruangan Luhan, sedangkan Baekhyun ia masih sibuk di dapur menyiapkan dua gelas susu strawberry.

"Wah kelihatannya enak sekali" ujar Kai yang sejak tadi memang sudah kelaparan.

"Kemana Baekhyun?" berbeda dengan Kai, Luhan jutsru menanyakan keberadaan Baekhyun.

"Masih di dapur"

Tak lama Baekhyun datang membawa sebuah nampan dengan dua gelas susu strawberry dan semangkuk jjangmyeon diatasnya.

"Nah ini untuk Minkyu yang imut" ujar Baekhyun, ia meletakkan nampan yang ia bawa dan memberi segelas susu strawberry juga semangkuk jjangmyeon untuk Minkyu sedangkan, segelas susu lagi untuk dirinya sendiri.

Mata bulat Minkyu berbinar lucu "Hyung kok tau Minkyu suka susu strawberry?" Tanya Minkyu

"Karena kita berdua sama-sama imut, jadi hyung pikir selera kita juga akan sama" jawab Baekhyun asal, meski begitu Minkyu tetap mengangguk tanda mengerti.

'Kyeopta' batin ketiga namja yang sedari tadi menatap Baekhyun, well kalian pasti tau siapa mereka bertiga.

Setelah selesai sarapan, Kai pamit pulang bersama Kyungsoo dengan alasan akan makan malam bersama keluarga besar Kyungsoo. Sedangkan Chanyeol masih kekeuh untuk tinggal demi menatap Baekhyun, lain lagi dengan Sehun yang harus tinggal karena Minkyu yang begitu senang bermain bersama Baekhyun. Saat melihat Baekhyun yang begitu menyayangi Minkyu ia jadi semakin merasa bahwa sosok Baekhyun sama dengan Baekhye, selain itu ia juga baru menyadari satu hal bahwa Baekhyun dan Baekhye memiliki marga yang sama.

"Minkyu-ah, sudah hampir jam 5 ummamu pasti sudah menunggu dirumah Xiumin hyung" ujar Sehun, Minkyu yang tengah asyik menggambar bersama Baekhyun menghentikan aktivitasnya dan menatap Sehun juga Baekhyun secara bergantian.

"Ada apa? Kenapa menatap kami begitu?" Tanya Sehun yang diangguki oleh Baekhyun.

"Aku masih ingin bermain dengan Baekhyun hyung" jawab Minkyu sedih.

"Minkyu sayang, kau harus pulang sekarang nanti ummamu khawatir apa kau ingin ummamu sedih karena memikirkanmu? Minkyu anak yang baik kan? anak baik tak boleh membuat ummanya sedih lho" Baekhyun dengan segala kelembutannya membujuk Minkyu, ia menangkup kedua pipi Minkyu sambil menatap tepat pada mata bulat namja kecil itu kemudian tersenyum manis.

"Ne hyung, tapi kapan-kapan kita main lagi ya?"

"Arraseo"

"Kalau begitu, Minkyu boleh tidak minta satu bunga mawarnya? Minkyu ingin memberikannya pada umma" pinta Minkyu dan Baekhyun mengangguk setelah mendapat persetujuan dari Luhan.

"Baiklah, Luhan hyung, Chanyeol hyung kami pulang dulu ne" pamit Sehun

Sekarang tinggallah Baekhyun, Chanyeol, juga Luhan. Jujur saja Baekhyun merasa canggung berada diantara kedua namja itu, berdua dengan Luhan saja ia sudah gugup setengah mati apalagi dengan kehadiran Chanyeol yang selalu menatapnya, ia bisa gila kalau begini. Ck,

"Chanyeol-ah kau tak pulang? ini sudah sangat sore, sebentar lagi juga kami akan tutup" ucap Luhan terdengar menyindir.

"Aku masih ingin disini hyung, kenapa kau seperti mengusirku? kau tak suka aku disini?" Tanya Chanyeol. Luhan menggeram kesal namun ia menahannya, ia tak ingin Baekhyun melihat ia marah. Ia harus jaga image kan?

"Terserah kau saja, hm Baekkie-ya hari ini aku antar pulang ne" tawar Luhan dan ini pertama kalinya ia menawari Baekhyun pulang bersama, tentu saja ia punya alasan tersendiri soal itu.

"Bukankah hyung harus langsung pulang? lagipula aku sudah biasa pulang sendiri jadi lebih baik hyung tak usah mengantarku" tolak Baekhyun, dan ia juga punya alasan sendiri untuk meolak ajakan Luhan.

Sebenarnya alasan Luhan ingin mengantar Baekhyun pulang adalah karena ia yakin Chanyeol juga akan menawari Baekhyun hal yang sama dan Luhan takkan pernah mau memberi Chanyeol kesempatan untuk mendekati Baekhyun. Dan untuk Baekhyun, alasan ia menolak ajakan Luhan karena ia tak mau Luhan tau dimana ia tinggal.

"Tak apa, aku akan mengantarmu dulu" Luhan tetap bersikeras ingin mengantar Baekhyun.

"sudahlah hyung jangan memaksanya, apa kau ingin aku temani menunggu taksi Baekhyun-ah?" tawar Chanyeol dan dibalas gelengan kepala dari Baekhyun.

"Tak apa, sudah ya aku pulang duluan annyeong" Baekhyun akhirnya tetap pulang sendirian, ia kemudian berjalan menuju sebuah toilet umum yang tak jauh dari toko Luhan untuk merubah penampilannya.

Setelah selesai ia kemudian menyetop taksi menuju rumah Xiumin, tanpa ia sadari sejak ia masuk toilet tadi seseorang mengintainya bahkan mengikutinya menuju rumah Xiumin.

"Umma belum pulang?" Minkyu berujar sedih setelah mengetahui ummanya belum pulang juga padahal biasanya ummanya sudah ada dirumah Xiumin jam segini.

"Sudah tak usah sedih, sebentar lagi umma pasti datang" bujuk Sehun

"Minkyu-ah, umma pulang" Baekhyun tampak tergesa-gesa memasuki rumah Xiumin dan langsung menyapa putranya yang tampak murung.

"Umma" melihat kehadiran sang umma Minkyu segera berlari ummanya itu.

"Mianhae umma pulang terlambat, apakah harimu menyenangkan?" Tanya Baekhyun. Minkyu mengangguk semangat.

"Ne hari ini aku berjalan-jalan ditaman, makan ice cream, lalu bertemu dengan teman-teman Sehun appa" jawab Minkyu. Baekhyun juga Sehun kaget mendengar ucapan terakhir Minkyu.

"A-appa?" gumam Baekhyun.

"Ne, Minkyu akan memanggil Sehun hyung appa karena ia memiliki ciri-ciri seperti appa, tampan, tinggi, dan berkulit putih jadi Minkyu akan memanggilnya appa" ucap Minkyu polos.

"A-ah Minkyu, appamu lebih tampan dari hyung" sanggah Sehun, sebenarnya dalam hati ia bertanya apakah itu berarti Minkyu menerima dirinya untuk menggantikan appa kandungnya?

"Tapi appa tidak pernah menemui Minkyu, jadi Sehun hyung mau kan menjadi appa untuk Minkyu sampai appa datang? Mau ya? Umma boleh kan?" rengek Minkyu. Ternyata Sehun salah, Minkyu hanya ingin ia menjadi appanya untuk sementara waktu sampai appa kandungnya datang menemuinya. Namun, karena tak tega melihat rengekan Minkyu Sehun kemudian menatap Baekhyun.

"baiklah" ucapan singkat Baekhyun menjadi tanda persetujuan yang membuat Minkyu bersorak senang.

Sehun begitu canggung sekarang, sejak tadi ia hanya bisa diam. Kelihatannya ia memang sedang fokus menyetir tapi sebenarnya dalam hati ia ingin sekali mengajak Baekhyun berbicara.

"Nuna, apakah tak apa-apa jika Minkyu memanggilku appa?" Tanya Sehun

"Asal dia bahagia, maka tak apa-apa lagipula appanya juga sudah tak ada" jawab Baekhyun singkat.

"Kau sendiri kenapa tak keberatan?" lanjut Baekhyun

"Karena aku menyayanginya, aku tak ingin ia sedih"

'Dan karena aku memang berharap menjadi ayahnya' sambung Sehun dalam hati.

"Gomawo Sehun-ah, kau begitu baik dan begitu menyayangi Minkyu. Suatu saat ketika kau memiliki seorang anak, ia pasti senang punya appa sepertimu" puji Baekhyun.

"Umm nuna apa kau tak punya niat untuk menikah lagi?" Tanya Sehun. Baekhyun terdiam sejenak, pandangannya tertuju pada jalanan yang padat kendaraan.

"Jika suatu saat Minkyu menginginkannya dan aku merasa namja itu adalah orang yang tepat maka tak ada salahnya walau sejujurnya aku takut untuk berhubungan dengan seorang namja tapi demi Minkyu maka akan aku lakukan" jawab Baekhyun. Sehun perlahan menggenggam sebelah tangan Baekhyun dan menautkan jari-jari mereka. Baekhyun reflex menoleh dan menatap genggaman tangannya dengan Sehun.

"Apakah jika Minkyu menginginkan aku menjadi appanya kau akan setuju?" Sehun menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Baekhyun, namun ia tak berniat membuka pintu sebelum mendapat jawaban dari Baekhyun. Begitu juga dengan Baekhyun ia tetap setia terduduk sambil terdiam.

"Aku tau mungkin terlalu cepat aku mengatakannya, tapi aku tak bisa menahannya lagi nuna, aku menyayangi Minkyu dan aku mencintaimu" ungkap Sehun. Setetes airmata jatuh mengaliri pipi putih Baekhyun.

"A-aku tak tau Sehun-ah, aku bingung" jawab Baekhyun seadanya.

"Baiklah aku mengerti, aku takkan memaksamu tapi tolong jangan memintaku untuk melupakan perasaanku karena kau masih belum memiliki jawaban yang pasti untukku" pinta Sehun. Baekhyun mengangguk kemudian tersenyum.

Sehun melepaskan beltnya kemudian memajukan tubuhnya kearah Baekhyun, ia berniat menghapus air mata dipipi Baekhyun namun saat melihat betapa cantiknya wajah Baekhyun dari jarak sedekat ini ia berubah pikiran.

Chu~

Sebuah ciuman ia daratkan pada bibir tipis Baekhyun, bukannya menolak Baekhyun jutsru menutup matanya. Ia tak tau mengapa ia melakukannya, yang ia tau hanyalah ia juga menginginkan hal ini meski hatinya masih bingung. Sehun melumat lembut bibir bawah Baekhyun kemudian melakukan hal yang sama pada bibir atas Baekhyun. Hanya sebuah ciuman lembut yang sarat akan cinta bukan nafsu dan paksaan.

"Saranghae Baekhye nuna" lirih Sehun setelah memutuskan ciumannya dengan Baekhyun, dan yang ia dapat kembali hanya sebuah senyuman dari Baekhyun.

Baekhyun keluar dari mobil Sehun setelah menggendong tubuh mungil Minkyu yang tertidur di bangku belakang. Ia tersenyum melihat setangkai bunga mawar yang digenggam Minkyu, sepertinya putranya tak sempat memberikannya karena terlalu lelah.

"Hati-hati dijalan Sehunnie"

"Ne nuna, aku pulang dulu" Sehun pulang dengan perasaan yang begitu bahagia, meski belum mendapat jawaban pasti setidaknya Baekhye nuna-nya memberinya harapan.

Seseorang yang sejak tadi mengikuti Baekhyun menyeringai saat melihat Baekhyun yang tengah menggendong Minkyu memasuki rumahnya.

"Ternyata kau tinggal disini eoh?" gumamnya dengan seringaian yang makin lebar.

"I Got u Byun Baekhyun"

TBC

RnR Juseyo

Saranghae ^^