GyuMin407

Present

"We found the maturity"

Cast : Super Junior member, OC's, and SMent artist.

Rated-T, GS, Typo's, Newbie, Gak jelas, Alur berantakan

Romance, Drama, Family

Disclaimer: alur, ide cerita, setting, semua sah milik author. Kecuali para tokoh yang bersangkutan, mereka milik orang tua, agensi, dan fans mereka masing-masing. Author hanya meminjam nama demi kelangsungan cerita, jadi tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Tidak lah sopan meng-Copy paste cerita atau hasil karya tulis seseorang tanpa meminta izin dari author yang terkait. Hargai penulis, tinggalkan komentar setelah membaca, terima kasih :^)

.

Summary : Kyuhyun yang masih ingin menikmati masa muda nya kini harus tersudutkan dengan tekanan pernikahan dari orang-orang disekitarnya. Di tengah kebingungannya, sosok itu kembali muncul, membawa harapan masa depan tanpa komitmen yang Kyuhyun inginkan. Bagaimana Kyuhyun mengatasinya?

Enjoy^o^

.

.

.

Sungmin sedang asik dengan masakannya ketika sepasang lengan besar memeluk nya dari belakang. Tanpa menoleh pun Sungmin tahu siapa yang memeluknya, tentu saja Kyuhyun, memang nya siapa lagi.

Kyuhyun menarik dagu Sungmin agar menghadapnya dan mengecup bibirnya sekilas, "Kau, pagi hari, dan dapur ku adalah kesempurnaan untuk mengawali hari, sayang,"

Sungmin tersenyum, mengusap rahang kekasihnya dengan lembut, "Sarapan sebentar lagi siap, lebih baik kau menyiapkan piring nya,"

"Baiklah," sahut Kyuhyun, sedikit tidak rela ketika melepaskan pelukannya pada pinggang Sungmin.

Sungmin tertawa kecil ketika melihat wajah Kyuhyun yang cemberut, mematikan kompor, Sungmin pun berjalan mendekati Kyuhyun yang sedang menata piring di meja makan. Kyuhyun melirik sedikit lewat bahunya dan memilih untuk pura-pura tidak tahu, Sungmin yang melihat Kyuhyun sengaja mengacuhkannya hanya mncibir sambil terus melangkah. Sungmin membungkuskan lengannya dipinggang Kyuhyun untuk mendapat perhatian Kyuhyun, sementara Kyuhyun tertawa melihat kelakuannya.

Mereka tertawa keras dan berhenti ketika Kyuhyun mengangkat Sungmin untuk duduk di meja makan. Mereka awalnya saling menatap sebelum akhirnya Kyuhyun menyeringai dan mencium bibir Sungmin panas. Mereka saling melumat satu sama lain, seakan-akan diapartement itu hanya ada mereka berdua saja.

"Oh, Astaga!"

Kyuhyun dan Sungmin sontak langsung memisahkan diri ketika mendengar pekikan seseorang yang berasal dari ujung lorong dapur dimana disana berdiri Heeyon yang sedang berdiri mematung dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya. Selang beberapa detik kemudian, Heeyon tersadar dan tiba-tiba merasa gugup.

"Oh, maaf. Aku mengganggu, ya? Aku-aku…" Heeyon memutar matanya, mencari kalimat yang pantas diucapkan.

Kyuhyun menghela nafas, jengkel dengan suasana yang mendadak menjadi canggung, "Baiklah, lebih baik kita sarapan sekarang. Aku ada meeting pagi ini,"

Sungmin mengangguk, ia pun bergegas mengambil masakannya di atas wajan dan segera memindahkannya ke piring sebelum ia sajikan di meja makan, Kyuhyun juga ikut membantu Sungmin menyiapkan makanan sambil sesekali melempar candaan guna mencairkan suasana yang sempat canggung.

"Mian soal yang tadi, ne? lebih baik sekarang kita sarapan," ucap Sungmin sambil mendudukan tubuhnya di kursi sebelah Kyuhyun.

Heeyon tersenyum canggung dan mulai memakan sarapannya, "Ini enak, aku tidak menyangka Sungmin-ssi bisa memasak makanan seenak ini," puji Heeyon,

"Ah, benarkah? Kyuhyun sering bilang kalau masakan ku tidak enak," ucap Sungmin sambil melirik Kyuhyun yang tengah menyeringai disebelahnya.

Kyuhyun tertawa, memilih untuk tidak berkomentar.

.

"Apa rencana kalian hari ini?" tanya Sungmin, meletakkan sumpitnya di samping mangkuk nasinya.

"Pagi ini aku ada meeting dengan salah satu klien ku, setelah itu kosong sampai selesai jam makan siang, kemungkinan aku akan menjemput mu ke sekolah saat makan siang, Min." jawab Kyuhyun sambil terus memakan sarapannya, "Kau?"

Sungmin mengerutkan dahinya mengingat-ingat jadwalnya hari ini, "Hari ini pemilik yayasan sekolah dimana aku mengajar datang dari London, dan aku yang ditugaskan untuk menjeputnya di bandara pukul Sembilan, jadi bisa dipastikan aku bisa makan siang dengan mu," Sungmin tersenyum, kemudian mengalihkan pandangannya pada Heeyon, "Bagaimana dengan Heeyon-ssi?"

Heeyon berdehem sebelum menjawab, "Mungkin aku akan mengunjungi beberapa teman lama,"

Sungmin mengangguk, "Oh itu bagus sekali, semoga hari kita semua lancar, ne?"

Kyuhyun tersenyum sambil mengusap puncak kepala Sungmin. Tidak menyadari bahwa sedari tadi Heeyon terus menatap Sungmin dengan tatapan mata mengerikan.

.

.

.

USA

Kibum membulatkan kedua matanya ketika melihat isi dari e-mail yang dikirimkan Yesung, sekretaris Kyuhyun kepadanya. Ia mengusap kedua matanya kemudian kembali membaca kata-per-kata yang tercetak dalam surat elektronik tersebut.

Hanni yang baru masuk ke ruangan kerja Kibum setelah selesai menidurkan Baro, anak mereka pun mengerutkan dahi nya melihat ekspressi wajah suaminya.

"Bum-ah, gwenchana?" tanya Hanni, berjalan mendekati Kibum.

Kibum mengankat wajahnya dari laptop, kemudian tersenyum manis menyambut istrinya, "Baro sudah tidur?" tanya Kibum, tidak menjawab pertanyaan Hanni.

"Sudah, dan jangan mengalihkan pembicaraan, ku tanya kau sedang baik-baik saja? Ekspressi wajah mu terlihat sangat terkejut,"

Kibum mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan istrinya kemudian membimbingnya agar duduk dipangkuan Kibum, Kibum memeluk pinggang ramping istrinya dengan satu tangan sementara tangan lainnya ia gunakan untuk menunjuk layar laptopnya.

"Bacalah," ujar Kibum pelan, mulai menenggelamkan wajahnya di punggung istrinya.

Hanni mulai membaca isi e-mail tersebut dan ketika merasakan tubuh istrinya menegang, Kibum langsung mengeratkan pelukannya, menegaskan posisinya pada istrinya, sesuatu yang tidak bisa Kyuhyun lakukan.

"Jadi, dia belum meninggal?" tanya Hanni, menoleh untuk melihat wajah suaminya.

"Ternyata belum," sahut Kibum.

"Minggu depan kita akan pindah ke Seoul, kita pasti akan bertemu dengannya, kan?" tanya Hanni, mulai mencari informasi tentang perasaan suaminya terhadap cinta pertamanya kini.

"Ya, tentu saja kita akan bertemu dengannya. Tapi tenanglah, aku hanya kaget karna dia ternyata masih hidup, aku sudah tidak memiliki perasaan apapun yang akan membuat mu tidak nyaman…" ucap Kibum menggantung,

"Tapi?" desak Hanni.

"Aku hanya menyayangkan sikap Kyuhyun. Mungkin aku bisa mengerti dia khawatir karna di Seoul Heeyon tidak memiliki kerabat selain aku dan Kyuhyun, tapi mana bisa dia mengajak wanita lain tinggal bersama nya dimana ada tunangannya disana." Jelas Kibum.

Hanni mengangguk, "Geurom, ini akan menjadi sulit untuk Sungmin, apalagi yang ku tahu Kyuhyun masih belum terpikirkan untuk berkomitmen pernikahan, Sungmin sampai frustasi ketika menceritakannya pada ku di video call terakhir kami,"

Kibum mendesah pelan, "Semoga saja Kyuhyun tidak mengacaukan segalanya,

.

.

.

Sungmin mengangkat tinggi-tinggi sebuah banner yang bertuliskan nama lengkap calon atasan barunya. Jika begini, Sungmin merasa seperti seorang fangirl yang sedang menunggu kedatangan artis idolanya di bandara, Sungmin teringat dengan Hyukjae yang pernah mengajak nya ke bandara hanya untuk melihat kedatangan boyband Super Junior yang baru pulang konser diluar negeri semasa kelas tiga SMA sampai kuliah. Mereka bahkan rela bolos kuliah hanya demi melihat Super Junior lewat di bandara Incheon.

Sungmin terkekeh kecil ketika mengingat masa-masa fangirlnya. Sayang, semenjak mereka lulus kuliah, mereka tidak punya waktu lagi untuk fangirl atau semacamnya.

Sungmin sedang asik mengingat masa lalu ketika seorang pria yang sangat tinggi dengan kacamata hitam tengah memandangnya lekat. Dari ujung kepala sampai ujung kaki lalu kembali lagi ke ujung kepala dan kembali sampai ke ujung kaki dan berakhir ke banner yang dibawa Sungmin. Sungmin yang risih dilihati seperti itu pun menghentakkan kaki nya kelantai, kemudian berdecak pinggang.

"YA! Kau tidak punya sopan santun, ya? Kenapa melihati seorang gadis sampai seperti itu?!" omel Sungmin. Dahi pria itu berkerut, kemudian ia melepas kacamata hitamnya.

Sungmin melebarkan kedua matanya ketika melihat wajah pria didepannya.

SANGAT TAMPAN,

Itu kata pertama yang ada dibenak Sungmin ketika melihat rupa pria itu. Wajahnya terkesan dingin dan benar-benar tampan, walau masih lebih tampan Kyuhyun, tapi pria ini tampan.

Sungmin mengalihkan pandangannya ke pakaian yang dipakai pria ini, sebuah kemeja berwarna biru laut melekat dengan indah ditubuhnya yang tegap dengan lengan yang digulung sampai siku, dipadukan dengan celana jeans dan… OH! Kenapa Sungmin jadi menilai penampilan pria ini?!

"Kau menjemput Kris Wu, kan?" tanya pria itu, membuat Sungmin tersadar dan kembali pada realita.

"Ah, nde. Apa kau pengawalnya? Lalu dimana Wu Sajangnim? Apa beliau masih didalam?" ucap Sungmin sambil sesekali berjinjit agar bisa melihat dibalik bahu pria tinggi itu.

"Kau pasti Lee Sungmin, kan? Salah satu guru seni disekolah ku sekaligus orang yang ditugaskan menjemput ku? Perkenalkan nama saya Kris Wu," ucap pria itu sambil menyimpan kacamata hitamnya disaku kemejanya.

Sungmin mengangguk, "Saya tidak berniat untuk berkenalan dengan anda, dan ya, saya Lee Sungmin dan o…. Apa? Saya menjemput mu?" Sungmin melebarkan kedua pupil matanya, "Jangan bilang kau…"

Pria itu tiba-tiba menyela, "Ya, Saya adalah orang yang seharusnya anda jemput. Saya direktur Wu,"

"Mwoya? A-ah… jwesonghamnida sajangnim…" ucap Sungmin dengan kepala tertunduk.

Sungmin mengutuk dirinya sendiri dalam hati, dia fikir direktur Wu adalah seorang ahjussi dengan kepala botak atau beruban, bukankah seorang CEO biasanya berpenampilan seperti itu? Bukan seorang pria muda yang bahkan sangat tampan. Ya, kecuali Kyuhyun, dan atasannya ini.

'Habislah kau, Sungmin,' batin Sungmin.

Kris menatap gadis didepannya dengan senyum tertahan. Gadis ini pasti sedang mengumpati dirinya sendiri karena sudah salah mengira bos nya sebagai pengawal. Kris sebenarnya ingin marah-marah, tapi kasihan juga. Sungmin ini pasti jarang melihat majalah dan forum bisnis di internet makanya tidak mengenali wajahnya.

Kris berdehem sebelum bicara, "Bisakah kita langsung ke mobil saja?"

Sungmin terkesiap dan langsung mengangguk. Dengan sigap ia menghela atasannya untuk berjalan menuju tempat parkir bandara. Kris mengerutkan dahinya ketika sampai didepan mobil yayasan yang dibawa Sungmin.

"Tidak ada supir?" tanya Kris.

"Ah, supir yayasan sedang tidak masuk, sajangnim. Saya yang akan menyetir," jawab Sungmin takut-takut.

"Saya yang akan menyetir,"

Sungmin memasang ekspressi terkejut, "A-Apa? Tidak bisa sajangnim, bagaimana bisa direktur menyetiri pegawainya,"

Sungmin menahan tangan Kris yang hendak membuka pintu mobil. Kris mengerutkan dahi melihat tangan Sungmin yang menahan tangannya, dengan sekali hentak, Kris menghempaskan tangan Sungmin di tangannya.

"Jwe… Jwesonghamnida, sajangnim," Sungmin buru-buru melepaskan tangannya dari tangan Kris.

"Saya akan disupiri jika pegawai yang menjemput saya namja, tapi saya tidak bisa menerima jika disupiri oleh seorang yeoja. Berikan kunci nya," Kris mengadahkan tangannya didepan Sungmin.

Sungmin tidak bisa berkata apa-apa selain menyerahkan kunci mobil kepada atasannya, dan tanpa protes masuk kedalam mobil ketika atasannya menyuruhnya masuk kedalam mobil.

.

.

.

Kyuhyun mengerutkan dahi nya ketika Sungmin tidak juga mengangkat teleponnya, biasanya sesibuk apapun Sungmin, gadis itu pasti akan menyempatkan diri untuk mengangkat atau membalas pesan Kyuhyun. Tapi sejak Kyuhyun mengantar gadis itu ke sekolah nya, Sungmin belum mengabari Kyuhyun lagi. Apa Sungmin sedang benar-benar sibuk? Bukankah atasan barunya hari ini datang dari London?

TOK TOK

Suara ketukan itu datang bersama masuk nya Yesung yang mengatakan bahwa meeting akan dimulai dalam waktu sepuluh menit.

"Sajangnim, meeting akan dimulai sepuluh menit lagi,"

Kyuhyun mengangguk, menatap ponselnya yang ada dimeja sekali lagi lalu menghela nafas, "Baiklah, hyung tolong kau persiapkan bahan persentasinya,"

Yesung mengangguk, "Allgaseumnida,"

Kyuhyun pun bergegas berdiri dari meja nya dan berjalan keluar ruangan tanpa menyadari bahwa ponselnya sedang menyala dan tertera nama Sungmin disana.

.

.

.

"Huh? Bukankah tadi dia menelfon?" gumam Sungmin, menatap ponselnya dengan dahi berkerut.

Sungmin buru-buru memasukan ponselnya ketika melihat atasannya keluar dari minimarket dan masuk kedalam mobil. Sungmin dan atasannya memang sengaja mampir ke minimarket karena sajangnimnya ingin membeli sesuatu yang Sungmin juga tidak tahu. Dan untuk apa juga Sungmin tahu?

"Sajangnim, soal dibandara tadi saya benar-benar minta maaf, saya tidak tahu kalau itu anda," ucap Sungmin terdengar lantang dalam keheningan.

Kris hanya melirik Sungmin seklias dan kembali fokus pada jalan didepannya, melihat respon Kris membuat Sungmin ketar-ketir. Kris sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda ingin damai dengannya, Sungmin menghela nafas. Mungkin besok dia akan menjadi pengangguran.

.

"Saya akan mulai mengajar besok, jadi tolong minta kepala sekolah untuk atur jadwal saya mengajar," ucap Kris sambil menyerahkan kunci mobil pada Sungmin.

Kini keduanya sedang berada didepan gedung kompleks apartement elite dikawasan Gangnam yang Sungmin yakini adalah kawasan tempat tinggal atasannya. Dan yang mengejutkan adalah gedung apartement atasannya bersebrangan dengan gedung apartement nya dengan Kyuhyun.

"Baik, saya pamit kalau begitu," Sungmin membungkukkan tubuhnya dan bergegas masuk kedalam mobil, kembali ke sekolah.

Kris menatap mobil itu sampai hilang ditikungan, ia menghela nafas sebelum akhirnya berbalik masuk kedalam gedung setelah bergumam, "Lee Sungmin, akhirnya aku menemukan mu."

.

.

.

"Bagaimana bisa kau menyebut bos mu dengan pengawal, heh? Haha" Kyuhyun tertawa keras mendengar cerita Sungmin tentang atasannya.

Sungmin sebenarnya ingin sekali melempar bbimbap yang ada dimeja dan menyumpalkannya kedalam mulut Kyuhyun yang terbuka lebar.

"Cho Kyuhyun berhentilah tertawa! Kau menyebalkan sekali, sih," dumal Sungmin, tapi tidak bereaksi apa-apa karena Kyuhyun masih tertawa keras.

Sungmin menghela nafas, mencoba menekan rasa kesalnya sedalam-dalamnya. Sungmin menggebrak meja dengan pelan dan ternyata itu mampu membuat tawa Kyuhyun berhenti, Sungmin memelototi Kyuhyun yang tengah menatapnya.

"Ah, ya, mian, aku keterlaluan, ya?" tanya Kyuhyun sambil cengengesan.

Sungmin mengangguk, niatnya untuk menyumpal Kyuhyun dengan bimbap menguap entah kemana, "Dia tinggal di gedung apartement diseberang gedung apartement kita, Kyu,"

"Jeongmal?" tanya Kyuhyun terlihat terkejut, Sungmin mengangguk.

"Waw, kebetulan sekali," komentar Kyuhyun sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

.

.

.

Suasana di restaurant western itu cukup tenang walaupun ramai pengunjung, sekarang memang jam-jam sibuk restaurant karna sekaranga dalah jam makan siang. Disebuah meja yang terletak di sudut ruangan, terlihat seorang wanita dan pria yang sedang asik menyantap steak nya sambil mengobrol akrab, terlihat sekali jika mereka adalah teman lama.

"Jadi kau tinggal di rumah Kyuhyun itu?" tanya pria berwajah tampan itu sambil mengiris dagingnya.

"Ya, aku berhasil tinggal dirumah nya," sahut wanita itu dengan nada menggantung.

Pria itu mengangkat alisnya, "Tapi? Ada apa Hee?"

"Kyuhyun sudah memiliki tunangan, Wu," gadis itu, Hee alias Heeyon menghembuskan nafasnya pelan.

Kris makin mengerutkan dahinya, "Kau tahu Kyuhyun sudah punya tunangan dan kau masih bersikukuh tinggal bersama nya? kau kan bisa tinggal di salah satu apartement milik ku, apa kau tidak merasa risih tinggal dirumah orang yang sudah bertunangan?"

"Bukan begitu," Heeyon meletakkan pisau dan garpunya, "Tunangannya mengijinkan ku tinggal, Wu. Dan aku rasa itu tidak akan menjadi masalah selama tunangannya mengijinkan,"

Kris tertawa jengkel, "Aku tahu siapa dan bagaimana sikap mu, kau tentu tidak akan melepaskannya, kan?"

"Urus saja gadis kecil mu yang kau cari itu dan berhenti merecoki ku,"

.

.

.

Kris mengantar Heeyon sampai ke lobby apartement, ia mengerutkan dahi nya karna ternyata apartement Kyuhyun yang teman nya ceritakan itu bersebrangan dengan apartement yang kini ditinggali nya.

"Kenapa dengan wajah mu itu?" tanya Heeyon, heran melihat ekspressi Kris.

"Ternyata apartement Kyuhyun itu bersebrangan dengan apartement yang ku tinggali sekarang," jawab Kris apa adanya.

"Jeongmal?"

Kris mengangguk. Ia melihat jam tangannya dan melihat sudah pukul delapan malam, sudah waktu nya dia kembali ke apartement nya dan mempersiapkan diri untuk ke sekolah besok.

"Sebaiknya aku pulang, kau bisa naik sendiri, kan?"

Heeyon memutar bola matanya, "Kau meremehkan ku,"

Kris tertawa dan ia pun berbalik hendak melangkah ketika Kyuhyun dan Sungmin masuk, Kris tiba-tiba terdiam melihat tangan Kyuhyun yang berada di pundak Sungmin. Selama ini ajudan yang ia suruh memantau Sungmin tidak pernah melaporkan jika Sungmin memiliki kekasih atau teman dekat laki-laki, jadi wajar saja jika ia terkejut melihat kedekatan Sungmin dan Kyuhyun.

Kris langsung memasang wajah datar nya ketika Sungmin melihat dan berjalan ke arah nya.

"O- Sajangnim, sedang apa kau disini?" Sungmin melirik Heeyon yang berdiri disamping Kris, "Apa kalian saling mengenal?"

Heeyon tertawa canggung, "A-ah, aku belum memberitahu kalian ya? Dia adalah Kris Wu, teman ku selama di London, Sungmin-ssi, Kyuhyun-ah,"

Kris menoleh pada Heeyon, "Jadi dia Kyuhyun?"

Kyuhyun yang merasa nama nya disebut pun berdehem kecil, "Saya Cho Kyuhyun,"

Kris pun menjabat tangan Kyuhyun kuat, "Kris Wu, Sungguh kebetulan yang sangat langka,"

"Ya, dunia sempit sekali bukan. Orang yang kita kenal ternyata kenal juga dengan teman kita yang lain," sambung Sungmin.

Kris tersenyum kecil pada Sungmin, dan Kyuhyun mengeryitkan dahi ketika melihat nya. namun ia langsung bersikap biasa ketika Kris kembali menoleh pada nya, "Sepertinya kita akan bertemu lagi, banyak yang ingin ku bicarakan dengan mu," ucap Kris.

Kyuhyun mengangguk, "Kau bisa mengatur jadwal mu dengan jadwal ku nanti,"

"Baiklah, sepertinya aku harus pulang, selamat malam," salam Kris kemudian berbalik keluar.

Kyuhyun memandang punggung Kris sampai menjauh, alarm pejantannya tiba-tiba saja mengeluarkan peringatan serius. Ia bisa tahu tatapan apa yang diberikan atasan tunangannya itu kepada Sungmin, dan dia tidak bisa mengabaikan bagaimana cara Kris memandang Sungmin. Ada yang tidak beres, bahkan mereka baru bertemu hari ini, kan?

Kyuhyun tersentak, baru sadar jika sedari tadi melamun ketika Sungmin mengguncang lengannya,

"Kyu, kau mau naik tidak?" ucap Sungmin, menunjuk lift yang terbuka dengan dagunya.

.

.

.

Keesokan harinya.

Suasana lorong sekolah sedang ramai ketika Sungmin berjalan melewati lorong bersama beberapa murid nya yang berlarian masuk karna bel masuk sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Sungmin tersenyum melihatnya, seperti de javu.

"Guru Lee!"

Sungmin menoleh ketika seseorang berteriak memanggil namanya di belakang, Sungmin menoleh dan melihat Seohyun sedang berjalan menghampirinya melewati kerumunan murid-murid. Seohyun tersenyum, merapihkan kemeja nya yang kusut karna berlari.

"Kau mau ke ruangan guru, kan? Bareng ya,"

Sungmin mendengus sebal, "Terserah," dan Sungmin pun kembali berjalan.

Seohyun yang tertinggal pun buru-buru menyusul, "Guru Lee, ku dengar sajangnim akan mulai mengajar hari ini. Dan yang ku dengar dia masih muda dan sangat tampan, apa itu benar? Kau kan menjemputnya di bandara kemarin,"

Sungmin melirik Seohyun sebentar, "Kau ini, sejak kuliah kalau sudah membicarakan pria tampan pasti sangat antusias. Kau kan sudah punya Yonghwa Oppa,"

"Eish… Aku kan hanya antusias, bukan berniat untuk macam-macam." Seohyun mendumal, "Jadi, bagaimana? Tampan tidak?"

Sungmin tersenyum kecil mendengar pertanyaan temannya, "Kupastikan kau akan langsung pingsan ketika melihatnya,"

.

"Mulai hari ini saya akan membantu di sekolah ini sebagai pengajar, mohon bimbingannya," ucap Kris mengakhiri pidato selamat datangnya di ruangan guru sambil membungkukkan badannya.

Semua guru bertepuk tangan tanda antusias, apalagi guru-guru wanita dan pengurus tata usaha yang rata-rata wanita berusia muda yang belum menikah. Sepertinya, karisma Kris sudah cukup membuat wanita-wanita diruangan tersebut lupa diri, kecuali Sungmin yang sudah bertemu Kris kemarin.

"Aku memang tidak pingsang ketika melihat nya, tapi aku merasa tulang-tulang ku meleleh ketika melihat direktur," bisik Seohyun pada Sungmin yang berdiri di sebelahnya.

Sungmin tertawa kecil, "Kau memang lemah terhadap mereka yang berwajah tampan, Seohyun-ah,"

"Seperti kau tidak saja," cibir Seohyun.

"Aku memang sempat terpesona, tapi aku sudah punya Kyuhyun. Dan bagiku, memiliki Kyuhyun sudah lebih dari cukup," sahut Sungmin.

Seohyun memutar bola matanya, "Lagi-lagi, kau dan ucapan penuh cinta mu,"

Sungmin tertawa, mengabaikan tatapan bosan Seohyun kepadanya.

.

.

.

Kyuhyun sedang membaca proposal yang diajukan Yesung dengan teliti ketika asisten perempuannya masuk ke ruangannya setelah mengetuk sebanyak tiga kali. Pekerjaan Kyuhyun yang menggunung memungkinkan Kyuhyun memiliki satu sekretaris dan satu asisten, walaupun begitu Kyuhyun tetap memantau pekerjaannya langsung. Selama Ia masih sanggup mengerjakannya, ia tidak akan membebani sekretaris dan asistennya.

"Sekretaris Kim," sapa asisten Kyuhyun kepada Yesung yang berdiri disebrang meja Kyuhyun. Yesung tersenyum kecil sambil mengangguk, dan asisten Kyuhyun pun mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun.

"Sajangnim, rapat dengan Direktur Park akan diundur setelah jam makan siang karna Direktur Park ada acara mendadak. Setelah itu jadwal anda akan kosong pada jam empat sore," lapor asisten Kyuhyun, "Dan seorang wanita bernama Han Heeyon sedang menunggu anda didepan, ia mengatakan ingin bertemu dengan anda,"

Yesung mengerutkan dahinya ketika asisten Kyuhyun menyebut nama gadis yang ada dimasa lalu bos nya. ia melirik ke arah Kyuhyun untuk melihat reaksi bos sekaligus temannya itu, Kyuhyun terdiam, yang tadi fokus kini mambatu seperti patung. Yesung berdehem, apa sebesar itu pengaruh Han Heeyon terhadap atasannya ini?

"Suruh dia masuk," ucap Kyuhyun, menutup proposalnya dan menyerahkannya pada Yesung, "Hyung, akan ku baca lagi nanti, bisakah kau memberi ku sedikit waktu?"

Yesung tersenyum maklum, ia mengambil proposal dari tangan Kyuhyun dan membungkuk, "Pastikan kau menggunakan kesempatan ini dengan baik, Kyu,"

Kyuhyun mengangguk, ia menghela nafas dan menghebuskan nafas pelan. Setelah Yesung menghilang dari balik pintu ruangannya, muncul Heeyon. Kyuhyun menegakkan tubuhnya, ia sedikit atau mungkin terpesona dengan tampilan Heeyon saat ini. Gadis itu memakai dress terusan selutut berwarna peach yang sangat cocok ditubuhnya, dan ditangannya terdapat dua rantang yang Kyuhyun asumsikan berisi makanan.

Kyuhyun berdiri, sementara Heeyon tersenyum lebar mendapat respon itu. Seakan-akan Kyuhyun memang menunggunya dan akan menerima nya kembali.

.

Yesung sedang menyeduh kopi instan di pantry kantor ketika Hangeng masuk. Yesung membungkukkan tubuhnya memberi salam yang dibalas senyuman akrab oleh Hangeng. Hangeng mengambil mug, dan mulai menyeduh kopinya.

"Hyung," sapa Yesung,

"Kyuhyun sedang ada tamu? Ku lihat ada seseorang di ruangannya ketika aku lewat,"

Yesung mengangguk, "Tamu nya adalah nona Han Heeyon,"

Tangan Hangeng yang sedang mengaduk kopi pun terhenti, "Han Heeyon? Maksud mu Heeyon yang itu?"

Yesung mengangguk.

"Bukankah dia sudah meninggal?"

"Belum, Hyung. Dia belum meninggal. Selama ini dia tinggal di London dan sekarang dia kembali,"

"Dan adik ku menerima nya begitu saja?" tanya Hangeng tidak percaya,

"Dia bahkan menginjinkan gadis itu tinggal di apartementnya bersama dia dan Sungmin, Hyung," sahut Yesung.

Kali ini Hangeng benar-benar menghentikan acara menyeduh kopinya, tiba-tiba selera minum kopi nya hilang, "Apa? Apa dia sudah gila?! Bagaimana bisa membiarkan cinta pertamanya tinggal bersama tunangannya? Dia bodoh atau apa?!"

Yesung dengan santai menyesap kopinya, "Kyuhyun sudah dewasa, Hyung. Dia sudah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,"

Hangeng menghela nafas, "Tidak ada pria dewasa yang takut dengan pernikahan,"

Hangeng langsung bergegas keluar dari pantry, sementara Yesung hanya menghela nafas melihat tingkat sahabatnya. Ia pun kembali menyesap kopinya yang sudah mulai mendingin.

.

.

.

Suasana cafeteria sekolah tampak ramai ketika jam istirahat berbunyi, semua murid berhamburan menuju kantin untuk mengganjal perut mereka. Sungmin melihat keramaian itu dengan pandangan akrab, untungnya cafeteria guru dengan murid terpisah, jadi dia tidak harus terjebak diantara kerumunan murid-murid yang hendak makan.

Sungmin melirik ponsel nya yang senyap, tidak ada satupun pesan atau telfon dari Kyuhyun setengah hari ini. Ini sebuah hal baru, biasanya sesibuk-sibuknya Kyuhyun ia akan menyempatkan diri untuk setidaknya mengirim pesan pada Sungmin, tapi hari ini, tidak ada satupun.

"Tumben kau makan disekolah, biasanya kau keluar dengan Kyuhyun Oppa," ucap Seohyun, meletakkan nampan makanannya di depan Sungmin,

Sungmin meminum juice nya, "Dia tidak ada kabar, tumben sekali."

"Mungkin dia sedang sibuk," ucap Seohyun mulai memakan makanannya, "Ya, kenapa hanya minum? Makan makanan mu, baru sekali tidak diajak makan siang saja sudah merengut seperti ini,"

Sungmin mendelik sebal, "Eish, siapa yang merengut? Lagi pula aku juga ingin memakannya,"

Sungmin langsung mengambil sumpitnya dan memakan makan siangnya dengan tampang kesal. Seohyun tertawa, melihat sahabatnya ini makan denganw ajah ditekuk seperti itu sangatlah lucu. Seohyun berhenti tertawa ketika mengingat sesuatu.

"A-ah… aku baru ingat, Sungmin-ah, kapan kau dan Kyuhyun oppa tampil lagi di café Yonghwa oppa?" tanya Seohyun.

Sungmin mengedikkan bahunya, "Molla, wae?"

"Eish… biasanya kan kalian setiap sabtu atau minggu malam pasti tampil disana, tapi minggu kemarin kalian tidak datang. Fans kalian banyak yang menanyakan keberadaan kalian,"

"Berlebihan, kami tidak punya fans," elak Sungmin.

"Aish anak ini, terserah lah. Yang pasti minggu ini kalian harus datang untuk tampil."

Sungmin tertawa kecil, "Aku akan bicara dulu dengan Kyuhyun,"

.

.

.

Kyuhyun tercengang ketika melihat isi nampan yang di bawa Heeyon untuk makan siang nya. Semuanya adalah makanan kesukaan Kyuhyun ketika ia sekolah menengah pertama, dan Heeyon masih mengingatnya. Heeyon tersenyum senang ketika melihat ekspressi terkejut Kyuhyun.

"Aku membelinya di restoran yang sering kita dan Kibum kunjungi dulu,"

Kyuhyun menganggukkan kepalanya, "Waw, ini luar biasa. Tapi ada apa kau tiba-tiba kesini dan membawa makan siang? Tanpa menelfon dulu pula,"

Heeyon merengut, "Apa aku tidak boleh menunjukan perhatian ku pada sahabat terbaik ku?"

"A-ah, bukan begitu… hanya saja…" Kyuhyun tiba-tiba kehilangan kata-katanya.

"Kau mengkhawatirkan Sungmin? Dia kan sudah dewasa, Kyu. Tidak makan siang dengan mu sekali juga dia tidak akan mati," cetus Heeyon, namun ia segera menutup mulutnya ketika sadar kalau salah bicara.

Kyuhyun mengerutkan dahinya, "Ucapan mu kasar sekali,"

Heeyon tergagap, "A-ah, maksud ku bukan begitu, aku hanya becanda, hehe. Ayolah, kenapa kau serius sekali? Cepatlah makan dan segera telfon Sungmin,"

Kyuhyun sempat ragu namun akhirnya memilih untuk mulai memakan bekal yang dibawa Heeyon untuknya.

Sementara Kyuhyun asik makan, Heeyon menghela nafas lega. Hampir saja, batinnya.

.

.

.

TBC

Oke ini tanggung banget dan kelamaan pula update nya, mian neeee-_-

Tugas menumpuk seperti gunung karna sebentarlagi ujian kenaikan kelas jadi gak punya waktu buat nulis dan update, bahkan buka social media pribadi aja gak sempet. Ketinggalan banget deh jadinya huhu :"

Big Thanks Too :

Sera Lee, unicorn ajol, L.s, banana joyer, KyuKyunie, joy, ChoiMerry-Chan, ShinShinSparkyu, PaboGirl, anakyumin, keykyu, fariny, x, Guest, Helda Cho, hanna, koukei8696, kityming90, melee, lovers, 137, rhara, Aey raa kms, danactebh, KyuminTown, KikyWP16, fivah, chkyumin, Rinda Cho Joyer, kyumin joyerChoLee, whey.k, Lilin Sarang Kyumin, dewi. , chominhyun, Cho MeiHwa, minnalee1, , prfvckgyu, imSMinL, cloudswan, riesty137, 217NAP, aprilbunny9, Cho Hyun Ah SparKins 137, LiveLoveKyumin, .vikink, Heldamagnae, adhe kyumin 137, ratu kyuhae, Meonbelle713, imAlfera, TifyTiffanyLee, abilhikmah, aryaahee, Jessyuri, Sera Lee, nanayukeroo, dan semuanyaaa^^/

Maaf gak bisa balas satu-satu, tapi beneran deh suwer aku terima kasih banget buat yang dukung ff ini buat terus update, sampai jumpa di chapter depan yaa^^

Salam Tjoyers^^

GyuMin407