NCT and SMRookies are brands associated with SM Entertainment
and
Hogwarts is a part of Harry Potter verse that owned by none other than J.K. Rowling
.
Beberapa perubahan disesuaikan untuk kebutuhan jalannya cerita .
Tidak ada keuntungan yang diperoleh dari cerita fiksi ini
-xXx-
A Day in Hogwarts (Series)
by Dee
-xXx-
List of Trouble (by Nakamoto Yuta)
Yuta focus!
(warn typos tehehe)
List of Trouble (by Nakamoto Yuta)
.
Yuta, Nakamoto Yuta, siapa sih yang tidak kenal dengan pemuda yang satu ini, tampang jauh di atas A plus, senyum menawan yang sering disebut healing smile, dan mata yang bersinar dengan jenaka.
Dengan sekali jentikan jari dan kerlingan mata, ia bisa membuat seisi populasi gadis Hogwarts kalang kabut membenahi penampilannya. Yang sebenarnya percuma, karena mereka akan berdesakan berebut tempat terdekat dengan pemuda asal Jepang tersebut hingga semua tatanan pakaian mereka berakhir acak-acakan.
Sexy, salah satu kelebihan fisik Yuta yang lain. Proporsi tubuhnya yang tidak terlalu kurus tetapi tidak terlalu bulky seperti beruang Alaska alias ramping tetapi berotot – terutama di bagian lengannya.
Begitulah menurut testimoni sebagian besar penggemar Yuta yang tergabung dalam "NakaYut fans club"
Yap, semua itu berkat kepopuleran Yuta dengan hanya aset fisiknya.
Belum lagi dengan asetnya yang lain.
Tidak hanya kaum wanita saja yang bisa terpesona oleh Yuta, murid laki-laki pun terkadang juga dibuat kagum olehnya.
Selain dari segi betapa menariknya di antara populasi para gadis, banyak siswa laki-laki Hogwarts juga mengaguminya dari beberapa kelebihan lain yang dimiliki oleh siswa Gryffindor ini.
Sebut saja Yuta ini termasuk ke dalam tipe pemuda yang humoris, selera humornya sering kali membuat meja Gryffindor heboh dengan tawa yang keras. Tidak hanya humoris, tetapi ia pun terkenal dengan keramahannya, tidak membeda-bedakan teman, itulah standar keramahannya – meskipun hal itu tidak berlaku pada sesuatu yang berhubungan dengan Slytherin.
Tidak hanya sifatnya, jangan lupakan jabatannya sebagai chaser tim Gryffindor sejak tahun keduanya di Hogwarts menambah nilai plus yang membuatnya diakui oleh populasi lelaki macho di seluruh angkatan Hogwarts.
Di tambah lagi tahun ini ia dipercaya sebagai kapten tim Gryffindor, setelah salah satu ketua murid Hogwarts – yang berasal dari asrama yang sama dengan Yuta – menyerahkan jabatan tersebut pada pemuda Nakamoto itu.
Uh, betapa sempurnanya Yuta jika dilihat dari satu sisi yang sangat cerah.
Karena terkadang kecerahannya menutupi sisi gelap Yuta yang lain.
Humoris, ya, pemuda yang satu ini memang humoris tetapi kejahilan yang menyertainya sering kali membuat ia hinggap di satu masalah.
Entah sudah berapa masalah yang ia buat karena ia dan Professor Edward – bagian kedisiplinan – sudah lelah menghitungnya.
Saking banyaknya masalah yang ia buat, nama Nakamoto Yuta mungkin akan tercatat di dalam sejarah Hogwarts karena memiliki daftar masalah yang dibukukan tersendiri.
" Kali ini aku tidak akan melaporkan masalah ini kepada Professor Wang. Kepala asramamu yang satu itu sama troublemaker-nya dengan kalian berdua. Jadi setelah ini silahkan menghadap pada Professor Maison, ia yang akan menangani detensimu secara khusus, Nakamoto Yuta."
" Tapi Madam, Professor Maison adalah kepala asrama Slytherin, bagaimana jika dia dengan tidak adil memberikan hukuman kejam padaku!"
Yuta mulai memprotes kenapa hanya ia yang menjadi korban disini padahal 'unjuk kekuatan' yang baru saja ia lakukan di dalam perpustakaan juga dilakukan oleh dua orang lainnya.
" Itu yang kumaksudkan, Nakamoto Yuta. Sudah berapa kali kau membuat kekacauan di perpustakaanku, heum?" Penekanan dilakukan oleh Madam Bridge pada akhir kalimatnya dengan ekspresi wajah yang sebenarnya sanggup menakuti sebagian besar pupulasi Hogwarts.
" Eum... e-entahlah."
" That's my point! Kau bahkan lupa berapa kali kau mengacaukan perpustakaan ini. Perlu kuberitahu bahwa ini adalah kenakalanmu yang ke empat puluh tujuh selama lima tahun kau bersekolah di perpustakaan!"
Trio pembuat onar itu harus menahan nafasnya untuk beberapa detik saat Madam Bridge meninggikan suaranya di akhir kalimat.
" Tapi bukan hanya aku yang melakukannya, Madam Bridge! Ada Doyoung dan juga satu stinky Slytherin ini! Dia yang sudah membuatku naik emosi dan kelepasan!"
Yuta mulai menjalankan misinya.
Menggunakan kitty eyes-nya untuk membuat siapapun luluh dan berakhir melepaskannya. Sebuah hal yang biasa ia lakukan untuk lepas dari masalah.
Sebenarnya hanya berlaku untuk beberapa professor.
" Aku tidak akan melepaskanmu hanya dengan permohonan maaf palsu seperti itu, Nakamoto!"
" Kalau begitu Doyoung dan Kun juga harus mendapatkan hukuman yang sama denganku! Mereka juga membuat kekacauan yang sama, kenapa hanya aku yang harus di detensi bersama dengan professor kolot itu!"
Yuta belum menyerah!
Pantang menyerah sebelum benar-benar tertembak adalah salah satu prinsip yang dianut Yuta.
Alasan besar kenapa topi seleksi menempatkannya di asrama Gryff bukan Slytherin, setelah sebelumnya si topi seleksi juga mempertimbangkan sifat Yuta yang sangat cocok dengan sifat dasar para penghuni asrama ular, kecerdikan.
" Nakamoto Yuta, jaga bicaramu tolong!"
" Tapi itu benar, Madam. Kau tahukan jika ia yang menangani detensi maka detensi itu tidak akan pernah selesai."
" Sekali tidak tetap tidak!"
" Kumohon, Madam, jangan biarkan ibuku mengirimi Howler kemari, please."
Senjata terakhir yang dimiliki oleh Yuta.
" Oh, aku dengan senang hati mendengarkan nyanyian merdu ibumu setelah sekian lama aku menunggunya."
Savage Madam Bridge.
Yuta mulai melemparkan death glare -nya pada Doyoung dan Kun yang berada di ruangan yang sama tetapi mendapatkan perlakuan yang berbeda dari si Madam.
" Jangan tertawa Kim Doyoung, Qian Kun. Kalian yang selanjutnya."
Ternyata nasib tidak hanya menginjak-injak imej yang selama ini Yuta miliki.
Saatnya ia tertawa di atas penderitaan orang lain, batin Yuta.
Meskipun ia sedikit melupakan sebuah fakta bahwa masih ada bahaya yang mengintai kehidupan damainya.
.
.
Yuta, Doyoung, dan Kun keluar dari kantor Madam Bridge dengan wajah yang sepenuhnya lemas. Karena tidaak hanya Yuta yang mendapatkan bagian pengawas detensi yang killer, Doyoung dan Kun mendapatkan jatah yang sama.
Yuta bersama dengan Professor Maison, kepala asrama Slytherin sekaligus professor pertahanan yang killer. Doyoung dengan Professor Babbling, professor ramuan tingkat atas yang terkenal perfeksionis dan tidak pandang bulu.
Dan Kun bersama dengan Professor McGonagall, salah satu pahlawan dunia sihir sekaligus professor aktif untuk pelajaran Transfigurasi, terkenal akan sedikit bias-nya pada murid asrama Slytherin.
" Bagaimana?"
Sebuah suara memecah kesunyian dan kegalauan yang dirasakan oleh ketiga pembuat onar dari tingkat kelima.
" Hopeless."
Doyoung yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Taeil saat menyambut ketiganya.
" Seberapa hopeless kali ini?" gantian Jaehyun yang melanjutkan interogasinya atas rasa penasaran yang mereka rasakan.
" Hansollie, tolong jangan katakan pada ibuku kalau sebenarnya aku yang memecahkan semua pot tanaman di rumah. Tolong jangan katakan juga bahwa kejadian rak buku jatuh itu bukan karena sihir kecelakaan, sebenarnya aku sengaja melakukannya."
" Jaehyun, tolong jangan katakan pada princess-mu itu kalau aku sebenarnya telah mensabotase pertandingan olahraga antar-asrama waktu itu. Taeil, maafkan aku karena sudah merobek buku koleksi langkamu itu. Dan Taeyongi, maafkan aku karena sudah memakan semua persediaan cokelatmu selama sebulan ke depan."
" Pokoknya aku sayang kalian semua, termasuk dengan duo Slytherin menyebalkan itu."
Yuta mengatakannya semuanya dalam sebuah tarikan nafas.
Beberapa memandang Yuta tak percaya. Lebih tepatnya Taeil dan Taeyong yang menjadi korban aksi Yuta secara langsung.
" Aku sayang kalian, tolong jangan makamkan jasadku bersama dengan Dumbledore di dalam Hutan Terlarang."
Rombongan penjemput troublemaker itu masih memandang Yuta dengan rahang yang jatuh. Bahkan saat Yuta dengan secepat kilat kabur dari ruangan yang kini dijuluki ruangan terkutuk oleh si pemuda Jepang.
" Apa-apaan orang itu?"
" Apa dia sudah gila?"
" Finally dia gila?"
" Jadi dia yang sudah membuatku menghabiskan 10 galleon untuk memperbaiki buku langkaku?"
Serentak semua orang menoleh ke arah Taeil dengan penasaran, tapi sepertinya Taeil tidak menggubrisnya karena ia sibuk merencanakan cara untuk membalaskan dendamnya pada si Nakamoto.
" Oh, jadi semua cokelat itu menghilang karena ulahnya?"
Kali ini giliran Taeyong yang menggeram penuh kekesalan.
" Siapa lagi yang bisa disalahkan, Taeyong-ah? Kau tahu sendiri siapa yang hafal di luar kepala dimana tempat penyimpanan cokelatmu."
" Which is hanya kau dan Yuta."
" That's it! Terlalu banyak berkencan dengan Yuta membuatmu lamban seperti ini astaga."
" Hansol!"
" Why? Am I right? Berapa kali kau berkencan dengannya setelah latihan quidditch selama seminggu ini?"
" Eh, itu..."
" Salahmu sendiri mau saja dikelabui oleh pacar rubahmu itu!"
" Taeyong bodoh."
" Dolt."
" Moron."
" Guys, please. Yuta terlalu pintar memanipulasiku dengan—"
" Lee Taeyong! Too much information!"
" Tidak butuh informasi kegiatan curi-curimu, Ddaeyongie."
.
.
Dan sebut saja keesokan paginya Yuta benar-benar mendapatkan kejutan sebuah Howler tanda sayang dari sang ibu tercinta yang diakhiri dengan semburan api yang membuat beberapa helai rambutnya terbakar.
" NAKAMOTO YUTA APA-APAAN DENGAN DAFTAR KEDISIPLINAN YANG SUDAH KAU LANGGAR INI—"
" KAU BAHKAN BARU BERSEKOLAH SELAMA LIMA TAHUN BAGAIMANA BISA SEBANYAK INI! SERATUS DUA PULUH TUJUH WAH! AKU TIDAK MENYANGKA—"
" MENYIHIR TUTUP TOILET UNTUK MENGGIGIT SIAPAPUN YANG MENDUDUKINYA APA INI KERJAMU DI SEKOLAH—"
" Tuhan tolong sembunyikan aku dimana pun asal bukan di tempat ini."
Yuta berkali-kali membenturkan kepalanya di atas meja Gryffindor yang mulai penuh dengan kasak-kusuk seputar ocehan sang Howler berwarna merah mencolok yang tampaknya belum akan berhenti.
" AWAS SAJA, NAKAMOTO YUTA! TIDAK ADA LIBURAN MUSIM PANAS UNTUKMU!"
" Oh my god no! Ibu—"
Belum selesai Yuta melakukan protesnya, surat yang mewakili ibunya untuk menceramahinya itu sudah robek menjadi butiran debu dan meninggalkan beberapa helai rambut Yuta mencuat kering karena terbakar.
" Say cheese Nakamoto!" seru sebuah suara dari seberang ruangan yang terdengar familiarly annoying.
" CHITTAPHON!"
Baru saja Yuta akan berbalik menyembur si pemilik suara, blitz kamera sudah membutakannya untuk beberapa saat.
Tentu saja Chittaphon Leechaiyapornkul mendapatkan gambar of the year-nya dengan sangat sempurna.
.
To Be Continued
Balasan Review:
Rimm : Udah lumayan lama pengen bikin tema ini hehehe... Makasih sudah baca dan meninggalkan review~~
ROXX h : Jaedonya padahal belum keluar hahaha... Ditunggu yaa... mungkin nanti bakalan ada beberapa note tambahan untuk mempermudah yang masih abu-abu soal Harry Potter dan Hogwarts... Makasih banyak udah review dari awal ehehhee
LuNAF : YEAPS ada NOREN juga... sebagai shipper nggak tahan kalau nggak ada mereka ehehe...
Pojok Cuap-cuap : Sebenarnya sedikit kecewa juga karena yang baca cukup banyak (?) tapi yang review hanya beberapa. Mungkin banyak yang nggak terlalu suka pair-nya ya? ehehe
Anyway, saya suka banget sama HP verse ini sih jadi akan tetap saya lanjutkan entah sampai kapan... Bingung mau sampai berapa chap... kalau satu member NCT plus SR17B punya satu chap berarti ada sekitar 18 chap bahahahahaa...
Mungkin ada yang mau usul cerita? I'll work hard to meet everyone expectation so please be patient with me
Last, please Review?
Love you all~~
