'PLAKK..'

"ya Cho Kyuhyun, seharusnya kau bersyukur masih ada rumah yang cukup layak untuk dihuni. Kita sudah bangkrut Kyu, seharusnya kau sadar untuk mengubah sikapmu. Kau sudah tak kaya, sudah tidak ada yang bisa kau banggakan. Jika kau tidak ingin tinggal disini, pergilah ! Cari tempat yang ingin kau huni"


"aishh Kyu bantu ummamu ini eoh!" menoleh kebelakang namun ia tak mendapati anaknya disana dan tersadar bahwa anaknya tertinggal di halte. "KYUHYUN" teriak Heechul seraya melambaikan tangan.


"huh ternyata yeoja yang mengendarai motornya? Ahh tak apalah. Ya noona atau ahjuma bisakah kau mengatarku kerumah?" Tanya Kyuhyun pada pengendara motor misterius yang menundukan kepala tersebut.

"MWO? APA KAU BILANG? YEOJA? NOONA? AHJUMA?" teriak pengendara motor tersebut pada Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya melamun melihat orang dihadapannya ini ternyata namja.


"aishh Chulie bagaimana bisa Kyuhyun tertinggal di halte"

"aku pun juga tak tahu Hanie, kukira ia mengikutiku di belakang"


"baiklah tapi ada syaratnya" jawab Kyuhyun menghadap Sungmin yang sekarang juga menatapnya.

"Nde? A… a…ada sya…ratnya? Untuk a..a..apa?" Tanya Sungmin gugup melihat seringaian Kyuhyun yang ada di hadapannya.


::

^^Cho Rich^^

::

By Gpristiya

::

Pair : Kyumin Always

An other

::

Its all about Kyumin

::

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Dan akan bertambah dengan banyaknya chap chap selanjutnya

::

Chapter 2B/?

Rate :: T

::

Warning : bahasa tak sesuai EYD, Typo's, pasaran

.::.

Saya hanya meminjam nama mereka

Lee Sungmin hanya milik orang tuanya dan para Pumpkins or dsb

Cho Kyuhyun hanya milik Orang tuanya dan Sparkyu or dsb

.

Dont like dont read please no plagiat okeyy and no siders no bash

::

.

This is for all our reader

you guys rock!

.

.

.

.

^^Cho Rich ^^

.

.

.

.

.

'Bugh' sebuah tinjuan mendarat di perut Kyuhyun. Membuatnya meringis kesakitan.

"arrghh apa yang kau lakukan Minnie? Kenapa kau meninjuku eoh?" Tanya Kyuhyun seraya memegangi perutnya yang tadi kena tinju oleh Sungmin. Jujur tinjuan Sungmin sungguh menyakitkan. #poorKyuvil

"seharusnya aku yang bertanya seperti itu Kyuhyunie?" bukannya menjawab Sungmin justru meminta penjelasan dengan wajah memerah pada Kyuhyun yang masih meringis kesakitan.

"wae wae wae? Kenapa wajahmu memerah seperti itu? Apa jangan jangan? Kau.."Tanya Kyuhyun disertai godaan setiap bait kalimatnya dan juga seringaiyan evilnya itu.

"ya ya ya wajahku tidak memerah Kyuhyun" elak Sungmin seraya merebut selang air yang ada di tangan Kyuhyun dan diam-diam mengarahkannya pada wajah Kyuhyun.

"benarkah? Bilang saja kau mengiraku ingin menciumu kan?" pertanyaan Kyuhyun sukses membuat kadar kemerahan diwajah Sungmin bertambah kkk.

'Byurrrr'

"ya apa yang kau lakukan Sungminnie?" teriak Kyuhyun yang terkena siraman air dari Sungmin.

"itu semua salahmu Kyuhyunie" teriaknya tidak terima dengan pernyataan Kyuhyun yang memang dibenarkan didalam hati kecilnya.

"aishh jinjja Sungminnie, awas kau. Kau akan menyesal menyiram mukaku yang tampan dan kaos mahalku ini. Awas kau Sungminnie" ancam Kyuhyun dengan kaos dan wajah basahnya yang mengejar Sungmin untuk merebut selang air tersebut. Lalu membalas perbuatan Sungmin. *balasdendamrupanya

"Ahhh aishh Kyuhyunie"

"HAHAHAHAHA"

"yaish berhenti tertawa kau, bajuku basah Kyunie"

"HAHAHA"

.

.


.

Disinilah sekarang Kyuhyun di teras rumah Sungmin dengan handuk yang menyelimuti badannya menunggu Sungmin yang sedang mengganti baju.

Tak berapa lama terlihatlah Sungmin dengan kaos pink one peacenya membawa nampan ditangan kananya dan kaos di tangan kirinya untuk Kyuhyun.

"Cha Kyunie, pakai ini ! aku tahu kau kedinginan. Pakailah sebelum kau masuk angin !" ujar Sungmin menaruh nampan berisi 2 gelas teh dan sekaleng cemilan kue beras seraya menyodorkan Kaos untuk Kyuhyun pakai.

"Ah gomawo Sungminnie, tapi..." jawab Kyuhyun pada Sungmin yang ada dihadapannya.

"tidak ada penolakan. Palliwa aku tak ingin kau sakit" suruh Sungmin pada Kyuhyun yang sepertinya ingin mengajukan penolakan.

"memangnya kalau aku sakit kenapa? Kau mengkhawatirkanku eoh?" Tanya Kyuhyun dengan seringaiayan andalannya pada Sungmin yang hanya memandanginya ilfeel dan sedetik kemudian ia tertawa mendengar penuturan Kyuhyun yang terdengar lucu di telinganya.

"hahaha aishh aishh jinjjayeo kau percaya diri sekali eoh? Aishh kau membuat perutku sakit hahaha" Sungmin tertawa seraya memegangi perutnya.

"lalu kau mengkhawatirkanku karena apa?" Tanya Kyuhyun dengan malunya karena terlalu percaya diri tadi. Perlahan tapi pasti Sungmin menghentikan tawanya untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"jika kau sakit, besok tidak ada yang membantuku untuk membersihkan kandang. Kau ini makanya jangan terlalu percaya diri" nasihat Sungmin pada Kyuhyun yang menatapnya malas.

"jadi kau memanfaatkanku?" Tanya Kyuhyun dengan sikap angkuhnya kembali.

"ani, mungkin lebih tepatnya untuk mendidikmu menjadi pembantu professional tuan Cho" jawab Sungmin menatap Kyuhyun.

"ne? pembantu? Kau ingin menjadikanku pembantu?" Tanya Kyuhyun tak terima dengan pernyataan Sungmin yang akan mendidiknya menjadi pembantu professional.

"aigoo susah sekali menjelaskan padamu, sudahlah lebih baik kau ganti bajumu sebelum kau masuk angin palliwa!" perintah Sungmin pada Kyuhyun yang masih ngotot untuk meminta penjelasan

"ne" ujar Kyuhyun pasrah "ah keundae dimana kamar mandinya?" Tanya Kyuhyun pada Sungmin yang duduk diteras.

"baiklah aku antar, ayo palli" ujar Sungmin berjalan mendahului Kyuhyun.

"dimana umma dan appa mu?" Tanya Kyuhyun melihat lihat rumah Sungmin yang sedari tadi sepi bahkan hanya ada mereka berdua.

"umma dan appa diladang karena sekarang sedang masa panen" jawab Sungmin yang sekarang berhenti karena sudah sampai pada tujuannya "nah masuklah, jangan lupa basuh dirimu agar tidak sakit araseo!"

"ne" jawab Kyuhyun yang sekarang telah berada didalam kamar mandi untuk melakukan perintah yang Sungmin beri. Sungminpun kembali menuju teras untuk meminum teh seraya menunggu Kyuhyun.

.

.


.

"hah segarnya" ujar Kyuhyun yang sekarang berada diteras rumah bersama Sungmin. Kyuhyun sedang menikmati teh bersama Sungmin yang sekarang ada disampingnya.

"SUNGMIN OPPA" ujar seorang yeoja memasuki halaman rumah Sungmin menghampiri mereka berdua. Berlari menuju Sungmin yang sedang duduk diteras.

"ahh Sunny~ah" jawab Sungmin dengan mata berbinar. Sementara Kyuhyun hanya menatap bingung keduanya. Sekarang Sunny sudah berada dihadapannya dan juga Sungmin.

"nugu?" Tanya Sunny pada Kyuhyun yang menatapnya datar.

"ahh Sunny~ah kenalkan dia temanku Kyuhyun, Kyuhyun kenalkan ini temanku Sunny" ujar Sungmin pada kedua orang disekitarnya.

"Lee Sunny imnida bagapta Kyuhyun~ssi" ujar Sunny menjulurkan tanganya di hadapan Kyuhyun dan tersenyum ramah.

"ah ne, Kyuhyun, Cho Kyuhyun imnida do bangatpa Sunny~~ssi" jawa Kyuhyun membalas uluran tangannya Sunny dengan wajah datar. Lalu dengan segera melepaskannya. Sunny yang melihat perlakuan Kyuhyun pun memilih untuk tidak peduli dan lebih memilih untuk bertanya pada Sungmin.

"ah oppa, besok kau ikut festival Chuseok kan?" Tanya Sunny pada Sungmin dan ikut mendudukan diri diantara Sungmin dan Kyuhyun. Membuat si evil ini geram.

"tentu saja, itukan hanya 1 kali dalam setahun, sayang jika dilewatkan" jawab Sungmin antusias membuat satu orang terlupakan.

"kalau begitu datang bersama ne oppa?" bujuk Sunny pada Sungmin dengan wajah aegyo andalannya.

"nde, tentu saja. Ya Kyuhyunie, kau juga ikut bukan?" jawab Sungmin diikuti pertanyaan yang tertuju pada Kyuhyun.

"ehm, festival? Chuseok?" Tanya Kyuhyun memastikan.

"nde Chuseok" jawab Sungmin dengan senyuman manisnya.

"Chuseok adalah Perayaan berupa pesta makan untuk mengucapkan terima kasih atas keberhasilan panen, sehingga juga disebut juga sebagai Hari Panen, Festival Bulan Musim Panen, atau Hangawi ("han" = "raya", "gawi" = "tengah"), "hari besar di tengah-tengah musim gugur". jelas Sunny pada Kyuhyun.

"nan mollayo, apakah itu menyenangkan?" Tanya Kyuhyun pada Sunny dan Sungmin.

"tentu saja menyenangkan. Iya kan oppa?" Tanya Sunny pada Sungmin.

"ehm benar menyenangkan, ayolah kau ikut saja bersama kami" ajak Sungmin pada Kyuhyun yang notabenenya orang kota maka tak mengerti tentang Chuseok.

"benarkah? Apakaah boleh?" Tanya Kyuhyun memastikan.

"tentu saja boleh kan oppa?, pasti akan sangat menyenangkan jika ada Kyuhyun~ssi" kata Sunny menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi.

"ehm boleh, kalau begitu besok aku dan Sunny akan menjemputmu dirumahmu Kyuhyunie" ujar Sungmin pada Kyuhyun yang berada disamping Sunny.

"Baiklah kalau begitu aku akan menunggu kalian berdua di teras" jawab Kyuhyun dengan senyumannya. Sepertinya si evil ini sudah melupakan ketidaknyamanannya pada Sunny.

Dan mereka bertiga pun bercanda tawa bersama memainkan permainan tradisional. Sepertinya Sunny dan Kyuhyun sudah mulai akrab.

.

.


.

Matahari sudah berada ditengah namun itu semua tidak membangunkan Kyuhyun dari tidurnya. Sepertinya ia kelelahan karena seharian membantu Sungmin dan belanjut bermain dengan Sunny dan Sungmin.

'ayo ayo silahkan dipilih, walaupun barang bekas tapi ini asli dan kualitasnya masih bagus, silahkan diperhatikan ibu-ibu' teriak seseorang dari halaman rumah Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun terbangun dari tidurnya. Masih dengan mata sayunya. Berjalan menghampiri siapa yang membuat onar di pagi hari ini.

"Ayo ayo ibu-ibu harus mencoba alat alat canggih ini. Ini semua berkualitas ya ibu ibu"

"yang ini? Apakah ini dijual?" Tanya seorang yeoja pada yeoja yang menjual barang bekas berkualita tersebut.

"tentu, anda ingin membelinya?" Tanya yeoja penjual terhadap calon pembeli dihadapannya.

"apakah ini cocok untuk hadiah?"Tanya calon pembeli itu.

"ne tentu saja, apakah anda ingin saya mengajukannya?" Tanya yeoja penjual itu.

"ne bolehkah? Kalau begitu hadiah yang cocok untuk sepupu namja saya" kata san calon pembeli itu.

Yeoja penjual itu melirik barang-barang yang ia jajakan dan tertuju pada benda persegi berwarna hitam tersebut "ah ini akan sangat cocok menjadi hadiah untuk sepupu anda" ujar yeoja penjual itu menyerahkan benda persegi berwarna hitam tersebut.

"UMMA" teriakan Kyuhyun diambang pintu yang melihat ummanya sedang menjual barang barang bekas itu pada ahjuma-ahjuma tetangga.

"Umma, apa yang umma lakukan?" ujar Kyuhyun mengahampiri ummanya yang dikerubuti ahjuma-ahjuma. "umma mau kau apakan PSPku? Hah, Laptopku? Hah, barang barang berhargaku. Apa yang umma lakukan? Tanya Kyuhyun saat melihat barang-barangnya ditata sang umma serapih mungkin diatas meja.

"menjualnya" jawab Heechul santai dan masih sibuk menjawab pertanyaan ahjuma yang ingin membeli barang bekas tersebut.

"Umma, tidak, kau tidak boleh menjualnya. Ani ani itu barang barang berhargaku umma" rajuk Kyuhyun yang bersiap ingin merebut PSPnya dari ahjuma calon pembeli tadi.

"YA KYUHYUN DIAMLAH, LEBIH BAIK KAU MASUK KEDALAM!" ujar Heechul dengan deathglarenya dan itu membuat Kyuhyun terpaksa menurutinya.

"ah silahkan lanjutkan ayo ayo"

"ah PSP ini berapa harganya?" ujar ahjuma itu menanya harga benda persegi berwarna hitam yang ada ditanganya.

"eoh itu 100.000 ribu won saja" jawab Heechul. Sontak jawaban tersebut membuat Kyuhyun melongo.

"baiklah ini" ujar ahjuma itu menyerahkan 1 lembar won dan menerima plastik pemberian Heechul.

'aishh PSP mahalku dijual segitu? Hiks malangnya PSP ku' Kyuhyun hanya dapat melihat PSP nya miris yang sudah dibawa ahjuma itu pergi 'PSP KU' teriak Kyuhyun dalam hati.

.

.


.

1 jam Kemudian

"Haah lelahnya" ujar Heechul menghampiri anak dan suaminya yang sedang menonton tv di ruang keluarga multiguna tersebut seraya mengipaskan lembaran uang won.

"selelah itukah? Mau ku pijat?" Tanya Hangeng yang melihat istrinya yang sudah duduk diantara mereka masih dengan mengipaskan- ngipaskan uang hasil jualannya tadi.

"boleh boleh Hannie" jawab Heechul menerima tawaran suaminya yang baik hati dan tidak sombong berbeda dengan anaknya aka Kyuhyun yang angkuh dan pemboros itu. Sementara Kyuhyun yang merasakan tatapan sinis dari ummanya pun hanya bisa merajuk dengan mempouthkan bibir tebalnya itu.

"yayaya, kau kenapa? Kau pikir kau itu lucu dengan kelakuan merajukmu itu eoh?" Tanya Heechul ilfeel saat melihat anaknya mempouthkan bibir yang menurutnya sangat jelek.

"umma kembalikan PSP, Laptop, dan semua barang barang berharga ku" ujar Kyuhyun menuntut ummanya yang mengambil dan menjual paksa tanpa sepengetahuan Kyuhyun, sang pemilik barang.

"aishh kau masih membahas itu eoh?" Tanya Heechul bersiap untuk menjitak anaknya yang kurang ajar ini.

"itu barang barang berharga ku umma, sangat berharga dan umma menjualnya secara paksa" jawab Kyuhyun menatap ummanya angkuh yang sedang di pijit oleh Hangeng.

"aishh jadi kau lebih memilih mati daripada kujual barang- barangmu eoh?" Tanya Heechul geram bersiap untuk melempar anaknya namun tertahan karena sedang dipijit oleh suaminya.

"apa hubungannya dengan mati umma?" Tanya Kyuhyun menuntut pasalnya ia tidak mengerti dengan pertanyaan ummanya tadi.

"aishh kau masih saja bodoh eoh? Jika aku tidak menjual barang-barang berhargamu itu kau tidak bisa makan malam ini, besok dan seterusnya. Dan kau akan mati, kaau mau itu?" jelas Heechul yang masih tetap menikmati pijitan Hangeng yang ada dibelakangnya.

"lebih baik aku memilih mati, daripada harus kehilangan PSP ku" cibir Kyuhyun yang masih terdengar jelas di kuping gajah Heechul.

"jadi kau lebih memilih mati tuan muda Cho yang terhormat" Tanya Heechul memastikan jawaban dari mulut sang putra.

"ne lebih memilih mati daripada harus kehilangan PSP ku dan juga harus tinggal didesa kampungan ini" jawab Kyuhyun lantang mengangkat dagunya dan menatap ummanya angkuh.

"baiklah kalau begitu aku akan turuti keinginanmu" jawab Heechul seraya melepaskan diri dari pijatan Hangeng "Hannie ambilkan pisau didapur" suruh Heechul pada suaminya yang sedang terkejut dengan perintah istrinya. Sementara Kyuhyun ia juga terkejut dengan perkataan ummanya barusan.

'apakah dengan pisau ia bisa mengembalikan PSP dan semua barangku' batin Kyuhyun heran.

"untuk apa Chulie?" Tanya Hangeng meminta penjelasan pada istrinyaa.

"tentu untuk membunuh bocah ini" jawab Heechul dengan disertai deathglarenya, sementara Kyuhyun dan Hangeng yang mendengar penjelasan Heechul hanya melotot terkejut.

"mwo?" Tanya Kyuhyun dan Hangeng bersamaan meminta penjelasan.

"maksud umma apa?/maksudmu apa chulie?" Tanya Kyuhyun dan Hangeng yang masih saja bersamaan.

"kalian masih bertanya?" Tanya Heechul malas, dan menatap 2 orang yang berharga dihidupnya ini dengan wajah malas. "tentu saja membunuhmu sesuai permintaanmu, umma akan turuti permintaanmu. Tunggulah! Umma ambil pisau dulu ne" ujar Heechul beranjak dari duduknya yang bergegas menuju dapur untuk menuruti permintaan anaknya, namun, kakinya ditahan oleh sebuah tangan ya dapat diketahui itu adalah Kyuhyun.

"ani umma tak perlu, tadi aku hanya bercanda" jawab Kyuhyun dengan senyuman nista dan raut ketakutan masih terpampang di wajahnya. Sementara heechul yang melihat kelakuan anaknya hanya dapat menatap dengan wajah malas. "Oh iya umma ada skripsi yang meski aku kerjakan" pamit kyuhyun menuju kamarnya namun….

"untuk apa kau membuat skripsi Kyuhyun~ah? Apa kau masih kuliah?" Tanya Heechul dengan tampang dinginnya namun di satu sisi ia sedang menahan tawanya melihat tingkah anaknya yang aneh. Pertanyaan ummanya itu sontak membuat Kyuhyun menghentikan langkah dan hanya bisa menelah ludahnya.

Kyuhyun pun berbalik menghadap ummanya dan memberikan senyuman paksaan. Sementara, Hangeng yang melihat perbincangan kedua orang tersebut hanya dapat menyembunyikan tawanya.

"hehehe aku lupa umma, oh iya aku ingat aku ada janji dengan Sungmin" entah alasan darimana namun kalimat tersebut terlontar tanpa sadar. "kalau begitu aku pamit dulu umma, appa" kata Kyuhyun gugup dan segera berlari meninggalkan keduanya.

Mendengar penjelasan sang anak Heechul dan Hangeng hanya dapat mengerutkan dahi dan menatap satu sama lain.

"siapa Sungmin?" Tanya Heechul pada Hangeng yang masih terduduk diruang keluarga multiguna itu.

"aku tak tahu" jawab Hangeng mengedikan bahunya. "mungkin temannya" lanjut Hangeng yang kembali terlarut untuk menonton tv.

"baguslah" komentar heecul dan kembali duduk disebelah Hangeng suaminya dan juga ikut terlarut dalam acara tv.

.

.


.

Sekarang Kyuhyun berada ditepi sungai dimana tempat ia dan Sungmin bertemu kemarin. Kyuhyun yang terduduk ditepi sungai memandang kosong hamparan air dihadapannya seraya melemparkan kerikil kecil yang mungkin saja mengganggu pergerakan para ikan.

"YA" teriak seseorang dari belakang yang membuat Kyuhyun terkejut. Menoleh kearah belakang untuk mengetahui siapa pelakunya yang telah seenak jidatnya mengusik lamunan seseorang.

"Sungmin?" ujar Kyuhyun saat menemukan Sungmin dibelakangnya yang sedang tersenyum nista.

"hehe mianhae, aku membuatmu terkejut" ujar Sungmin dan mendudukan diri tepat disamping kanan Kyuhyun.

"sedang apa kau kemari?" Tanya Kyuhyun sekedar untuk basa basi.

"hanya tak sengaja lewat dan melihatmu melamun membuatku ingin mengerjaimu" jawab Sungmin ringan mengikuti aktivitas Kyuhyun yaitu 'melempar kerikil'

"oh, ku kira kau menguntitku" tebak Kyuhyun seenak jidatnya membuat Sungmin ilfeel menatapnya.

"ck percaya dirimu tinggi sekali eoh?, lagipula apa yang membuatmu kemari Kyunie?" kata Sungmin menatap hamparan air sungai dihadapannya.

"melarikan diri dari kasus pembunuhan" jawab Kyuhyun dengan tatapan kosong.

"ne? pembunuhan?" Tanya Sungmin menghadap Kyuhyun untukmemastikan pendengarannya.

"ne pembunuhan, aku ingin dibunuh" jawab Kyuhyun dengan nada sendu miliknya.

"siapa yang ingin membunuhmu Kyunie?" Tanya Sungmin khawatir.

"ummaku" jawab kyuhyun masih dengan tatapan kosongnya.

"ummamu? Bagaimana bisa?" Tanya Sungmin heran.

"itu semua karena….."

Dan Kyuhyun pun menjelas kejadian hari ini pada Sungmin yang mendengakannya dengan serius. Terkadang Sungmin akan bertanya lalu selanjutnya menganggukkan kepala tanda mengerti.

.

.

.


.

"mmffffttthh.."

"tertawalah!" suruh Kyuhyun memandang malas pada Sungmin yang nampak menahan tawanya dengan susah payah.

"mmffthh bo.. bo… mmfth bolehkah?" Tanya Sungmin menatap Kyuhyun dengan menahan tawanya ingin meledak.

"ehm" jawab Kyuhyun dengan deheman seketika membuat namja disamppingnya itu…

"buahahaha …hahaha… uhuk.. uhuk… Kyu kau lucu sekali aishh haha" seketika ketawa Sungmin langsung meledak membuat Kyuhyun hanya menatapnya malas.

"apa yang lucu eoh?" Tanya Kyuhyun heran.

"tentu saja lucu, jika aku menjadi ummamu aku juga akan menuruti keinginanmu itu" jawab Sungmin dengan ketawanya yang sudah reda. Sementara Kyuhyun memberikan tatapan tidak mengerti membuat Sungmin melanjutkan kembali penjelasannya.

"ne? jadi kau juga akan membunuhku?" Tanya Kyuhyun terkejut mendengar penjelasan Sungmin.

"ne aku akan membunuhmu, mana ada manusia normal yang lebih memilih melindungi benda mati tersebut dan lebih memilih mati. Kau ini bodoh sekali ya?" jelas Sungmin memandang Kyuhyun malas.

Sementara Kyuhyun yang mendengar penjelasan Sungmin hanya bisa terdiam dan menundukan kepala. Jauh di dalam hatiya ia juga membenarkan apa yang dijelaskan Sungmin. PSP,Laptop memang sangat berharga baginya namun kini ia sudah mempunyai sesuatu yang lebih berharga dari barang-barang yang dijual paksa ummanya.

"Minnie~ah" seru Kyuhyun manatap Sungmin dalam.

"ehm?" Tanya Sungmin pada Kyuhyun yang sedang menatapnya.

"bolehkah aku bertanya sesuatu?" ijin Kyuhyun pada Sungmin masih dengan tatapan hangat, tulus, dan dalam tersebut.

"ehm" jawab Sungmin dengan deheman singkat, seraya menunggu pertanyaan yang akan Kyuhyun lontarkan padanya.

.

.

.

.

'Minnie~ah, bolehkah aku menyukaimu?'


.

.

.

.

.

END

.

.

Aku pengennya TBC hiks :(

Hahaaha maap ceritanya jadi kaya sinetron gini wkwk

Okey terima kasih buat yang udah nunggu ff ini dan sudah mengsupport aku hehe

Gomawo :D

Sebernarnya chap ini pengen di update kemarin, tapi ternyata harus mati lampu dan dengan terpaksa membatalkan publihs hehe mianhae.

Jadi ada yang puas ama cerita ff ini kah?

Ah sepertinya tidak, bahkan aku yang mengetiknya saja masih banyak cerita yang pengen diketik tapi terlalu panjang nanti ceritanya :(

Dari oneshoot di jadiin two shoot terus nambah lagi jadi 3 ada yang minta dilanjutkan tidak? Sebenarnya ceritanya masih banyak banget. hehe

Jadi reader mau aku lanjutin atau end disini?

Ku tunggu tanggapan kalian

Kenapa chap ini aku tulis END? Karena untuk menepati janji author yang kemarin hehe

Pada gak puas yaa? Mianhae

Aku lanjutin itu pasti tapi sesuai permintaan para reader ya !

So?

TBC?

OR

END?

.

.


Q and A untuk penyemangat di kicauanku hehe


kyutmin : lanjutttt..

A : iya udah lanjut kok, makasih yaa

.

riesty137 : lanjuuuut dong..

A : udah, makasih untuk penyemangatnya.

.

deviyanti137 : saran aku yaa ... jangan takut sama bashingan belum tentu yang bashing bisa buat ff yang bagus..
dunia itu butuh keritikan .. buat bashingan itu sebagai pelajaran sama motivasi.. asalkan yang author lakukan itu tidak merugikan siapa pun itu ff sepertinya bisa dilanjutkan..
ayolah para author kms sekarang tinggal sedikit yang aktif.. jangan buat ff kyumin menjadi tak terurus..

lebih baik author tunjukin bagaimana ff mu itu layak untuk di baca daripada dengerin orang yang belum tentu nyimak bener ff mu..

itu aja yahh.. maaf kalo kepanjangan _

A : ehm, makasih sarannya, aku pakai saranmu ya , makasih , gwenchana :')

.

Zahra Amelia : lanjut author,,

A: ehm gomawo ne ini udah lanjut kok

.

pumpkinsparkyumin : andwaeeee TT
lanjut thorrr TT
jgn enddd
saya tidak relaaa TT
lanjutt lanjuttt XD
please jgn enddd
jgn buat saya penasaran TT
pkokny lanjut XD
hwaiting XD

A : *pukpuk1000kalibuatpumpkinsparkyumin

Yahh tapi ini END gimana dong?

Udah lanjutk kok

Masih penasaran kah?

Kalo minta lanjut saya akan lanjut kok chingu

Ehm gomawo

.

abilhikmah : tbc

ehm gomawo semangatnya

itapurnamawati30 : lanjut dong masa cerita yg dah cape2 dibuat ga jg nunhguin lanjutannya nich.
cepet sembuh ya biar bs nulis bash apa ga jgn sampai membuat down jg pangen buat cerita tp ga tau caranya hehehe
yg penting kt dah menyakurkan bakat kita yg kt bs ya bgg jg kan kl ada yg baca hehehe
smangat smangat dong

A: udah lanjut kok chingu

Gomawo hiks :')

Aku aja gak tau cara menulis yang baik dan benar hehe

Ne

Gomawo

.

InnaSMl137 : Ya lanjutt lah thor

kan nanggung

A : udah lanjut kok chingu, sudah puas blm ?

.

sitapumpkinelf : Lnjuuuut thor
Get well soon ne

A: udah chingu, gomawo hiks :')

.

kimyuisa : go to next chap... hwaiting author... I always waiting your write ok

A: gomawo hiks :'), thanks for waiting

.

sirly3424 : Lanjut thor ..

Aq penasaran bgt ..
Ehh sabar thor .. Jdi author emang bnyk resiko ..
Bash? Ga ush di ladenin aj dehh..
Keep fighting ya :)

A : udah kok chingu

Emh bener *menganggukan kepala

Sip terimakasih sarannya

Ne hwaiting

.

CharolineElf : Lanjut ya thor. Kocak ff na. Aku suka. ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

A : udah chingu, masasih kocak? Hehe, terimakasih aku juga suka hehe

.

CNH: Lanjut

A : emh ne gomawo

.

bunnyblack136 : Next dong!
Gpp chingu q jg nglmin kok tp q g nyngka phak yg dkung q jg ad n kt"nya it bkn trhru aplg klo org it brhrga bwt qt :'(
Cpt smbuh ne chingu.
HWAITING! :)

_one shot_
himCHANrin

A : ehm chingu, gomawo . Maap aku gak bisa bantu waktu itu

Gomawo ne

Ehm hwaiting

.

winecouple: dilanjut z..

A : sudah, dibaca hehe (y)

.

jungagashi : lanjut...

A : ehm gomawo

.

sissy: Nextttt

A : sip sudah lho

.

.

.

Hug and Chu :*

pumpkinsparkyumin, Cho Sa Min, itapurnamawati30, riesty137, Zahra Amelia, kimyuisa , abilhikmah, , kyutmin, InnaSMl137, bunnyblack136, sissy, A B C, winecouple, Minhyunni1318, sitapumpkinelf, deviyanti, CharolineElf, CNH, jungagashi.

Dan juga untuk 1,421 siders aku ucapkan terimakasih

Tapi bisakah kalian mengeluarkan review kalian?

.

.

Maap yang gak kesebut ini semua kelalaian author hiks

.

.

.

.

SO?

END?

OR

TBC?

Mian for TYPO'S

OH ya KYUMIN GWS NE :*

.

.

Credit by

Gpristiya pristyagita