Disclaimer : Kuroko no Basuke milik Fujimaki Tadatoshi
Warning : Nggak tau ini AU apa Canon, OOC (semoga nggak), EYD berantakan, pergantian sudut pandang yang tiba-tiba, typo(s), cerita ngawur dan banyak ngayal, DLDR
.
Langsung aja kalau begitu. Enjoy!
.
Kise Ryouta
.
Pernah tidur dengan posisi tangan atau kaki menggantung? Pernah berpikir kalau akan ada 'sesuatu' yang menarik kaki atau tanganmu ke bawah? Atau kau tidur sendiri di atas tempat tidur yang terlampau luas? Hati-hatilah, mungkin kau akan menemui sosok yang seharusnya tak kasat mata terbaring di sampingmu.
.
Memejamkan mata, Kise mencoba mengenyahkan bayang-bayang akan refleksi hal tak kasat mata. Tapi semakin diingat-ingat, bukannya hilang, hal itu semakin terasa nyata. Tangannya meraba ke samping. Perasaan lega menjalari tak kala mendapati sisa tempat tidur di sampingnya kosong.
Belakangan ini, Kise sering mendapati rasa aneh (seperti memegang guling) saat meraba ke samping. Hal itu bermula saat ia iseng-iseng menggerak-gerakkan tangan ke samping, membayangkan kala itu ia meraba permukaan kulit putih milik Kuroko.
Pikiran Kise kotor saat itu, tak bisa dipungkiri.
Tapi rasa asing menyerang indra perasanya. Permukaan tempat tidur berubah menjadi serasa gundukan guling. Tidak keras, tapi juga tak selembut kulit beruang teddy ukuran jumbo milik Momoi Satsuki.
Anehnya, Kise pada akhirnya sadar kalau ia tak memiliki guling.
Lantas, apa yang ada di sampingnya kala itu?
Hening, hanya terdengar suara jarum jam dan suara hujan yang lolos dari cela-cela lubang tak kasat mata yang ada di dinding. Berpuluh mata terasa mengawasi, menerobos lapisan keberanian milik Kise.
Jam di dinding menunjukkan pukul sepuluh malam. Padahal Kise sudah mengenakan penutup mata bergambar Kuroko dan berharap mendapat mimpi indah, tapi mata tak kunjung mau memejam. Ia malah mengingat-ingat Kuroko yang kini sedang terbaring di rumah sakit karena luka punggung serius. Semoga lelaki penyuka vaniLla shake itu baik-baik saja.
Digerakkannya tubuhnya, memunggungi sisa tempat tidur dan menghadap tembok. Lagi-lagi dadanya berdesir tak nyaman. Kise berteriak dalam hati dan berharap pagi segera menyingsing dan mengenyahkan semua khayalan buruknya.
Tunggu...
Itu semuanya hanya khayalan kan? Kise tak perlu takut dengan khayalan.
Akhirnya setelah membiarkan pikirannya terlarut, Kise dapat memejamkan mata.
V
Hari yang cukup cerah. Setidaknya Kise bisa berjalan santai ke sekolahnya, juga bisa pulang dengan keadaan serupa. Di jalan, ia berpapasan dengan Midorima yang (anenya) sedang berjalan sendiri. Sepertinya lelaki itu juga baru pulang dari sekolah.
"Ah. Midorimacchi!" teriak Kise sambil melambaikan tangan.
Midorima tak menoleh, justru mempercepat langkahnya.
"Oi Midorimacchi! Tunggu aku!"
Kise tau kalau Midorima sempat melihatnya barang sedetik. Tapi lelaki bersurai hijau lumut itu malah bertingkah seperti tak melihat apapun dan menghilang di pertigaan. Ah biarkan saja.
Toko dengan tulisan 'Fiv Sleep' membuat Kise berhenti berjalan. Setiap hari ia melihat toko itu, tapi tak pernah setertarik ini. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya ia masuk ke dalam.
Kakinya melangkah menuju bagian bantal dan guling. Di sisi kanan dan kirinya terlihat tempat tidur berbagai ukuran. Untuk sejenak ia tertarik mengeluarkan uang untuk tempat tidur single bed berwarna coklat. Tapi keinginan itu terkikis. Kise tak membawa uang yang cukup untuk membeli tempat tidur baru. Dompetnya tertinggal di atas meja hari ini, sedang ia hanya memiliki beberapa lembar uang yang kebetulan tertinggal di dalam seragam sekolahnya.
Semoga uang itu cukup untuk membeli satu guling.
Persetan dengan hantu! Kise mengacak helai pirangnya frustasi. Seharusnya ia membawa dompet itu bersamanya. Sudahlah...
Akhirnya Kise keluar dari tokoh itu dengan memeluk guling berwarna oranye seukuran Kuroko. Ah, sepertinya nanti malam ia bisa membayangkan guling itu sebagai Kuroko. Dengan begitu ia dapat tidur dengan nyenyak.
Kise tersenyum lebar dengan rencananya.
Guling itu terhempas ke tempat tidur yang selalu membuatnya horror sendiri. Titik-titik hujan kembali turun. Kise bersyukur karena dapat sampai di apartemennya sebelum hujan mengguyur.
V
Detik-detik jam membuat konsentrasi Kise menurun sedikit demi sedikit. Diraihnya ponsel di depannya dan membuka mail. Ada satu mail dari Akashi, mengatakan kalau Kuroko sudah sadar. Kise menghela nafas lega. Sampai sekarang ia masih tak bisa berpikir apa yang membuat Kuroko sampai harus mendekam di rumah sakit, sepertinya ia akan menemukan jawabannya tak lama lagi.
Buku ditutup karena soal terakhir sudah diisinya. Setelah memastikan tak ada yang ketinggal, ia menutup tas sekolahnya dan meletakkan benda biru di atas meja belajar.
Kakinya melangkah menuju tempat tidur sembari melirik-lirik gelisah. Guling telah siap di sebelahnya. Kali ini Kise tak boleh takut.
Per berderit saat Kise merangkak di atas tempat tidur dan merebahkan diri setelah sebelumnya mematikan lampu. Guling didekapnya sambil membayangkan hal indah. Seperti rancananya tadi, Kise membayangkan guling itu sebagai Kuroko. Malam ini sepertinya ia tak memerlukan penutup mata karena merasa akan tertidur sebentar lagi.
Kesadarannya mulai terkikis. Ditelentangkannya kedua tangan. Samar-samar ia mendengar suara benda jatuh ke bawah saat kakinya membuat gerakan menendang. Entah apa itu, otak Kise tak dapat memprosesnya lagi. ia mengubah posisi karena merasa tak nyaman. Punggungnya menghadap tembok. Merasa ada yang kurang, ia meraih guling yang sepertinya ada di hadapannya.
Ah, guling ini rasanya nyaman sekali. Rasanya dingin. Kuroko, guling ini adalah Kuroko. Delusinya begitu nyata sampai Kise dapat merasakan halusnya kulit pucatnya dan sapuan nafasnya.
Akhirnya Kise dapat tidur nyenyak malam ini. Terima kasih... guling.
FIN
Oke, kali ini nggak ada ganjil-ganjilan. Ntar yang ada readers pada bingung. Kise di sini kayak Kuro freak ya? Maaf kalau ada yang kurang nyaman. Kenapa Midorima bertingkah seperti itu, akan dibahas di Ch lain. Jadi do'ain aja authornya nggak terlalu males lanjutin xD
Ampun, Vee tempat tidurnya juga kelebihan. Loh kan, jadi takut sendiri. Bagaimana kalau ntar ada yang numpang tidur di samping Vee?/ketakutan
.
Terima kasih sudah membaca ^^
