Our Weird Sister

Rated : T

Disclaimer : Diabolik Lovers Rejet

Our Weird Sister Arisa

Gendre : Supernatural , Romance , Humor(?)

Warning : OOC , OC , abal , aneh , typo , ancur , gaje , OC x Sakamaki

Summary : Kedatangan dua orang kembar identik di kediaman Sakamaki membuat semua orang yang disana dibuat geger , siapa kah sebenarnya dua orang itu ?

PS. Karena kayaknya ngebuat dua anak ini umur 14 , kayaknya terlalu muda , kasian yang lain kayak pedo(?) aja ke mereka , makanya kami buat mereka umurnya 15 aja ya OwO

Terus tinggi Alice-Laura sama-sama 160 cm~

Laura hanya mengikuti Reiji yang sedang menggendong Alice . Reiji sedang menuju kamar yang dulu nya ditempati ayahnya , yah bukan nya dia malas menyiapkan kamar . Tapi kebetulan butler mereka sedang izin dan dua orang ini datangnya mendadak . Masa harus Reiji yang menyiapkan kamar seperti pembantu ? Dih , gila saja . Masa gue yang ganteng harus repot-repot nyiapin kamar untuk mereka . Begitulah isi hati sang Reiji yang sebenarnya .

Dan mereka sampai ke kamar yang kelihatannya kamar yang paling besar dari semua kamar yang ada di masion ini .

" Laura...bisa kau buka pintu ini untuk ku ? Ini kuncinya , aku tak bisa membuka nya karena aku sedang menggendong adik mu ini ." Reiji memberikan kunci yang mempunyai ukiran unik di gagang kunci nya .

" Tapi Reiji Nii-san...apa kamar ini tidak terlalu besar ? Kami lebih suka dengan kamar yang biasa saja..." Laura memandang kamar di depannya dengan ragu-ragu .

" Aku memberi mu kamar yang lebih besar karena kalian itu akan tinggal berdua di kamar ini , karena aku yakin kalian tidak akan mau pisah kamar . Dan sekarang tolong lah buka pintu itu Laura..."

Laura pun mengambil kunci dari Reiji dan membuka pintu lalu ia melihat sekeliling ruangan dan ia merasa aura kamar tidak asing .

"Ano...Reiji nii-sama...sepertinya aku kenal dengan aura dikamar ini...apakah kamar ini pernah ditempatin oleh seseorang ?." Tanya Laura kepada sang kakak kedua .

Sebelum Reiji menjawab pertanyaan Laura, ia menidurkan Alice di ranjang yang lumayan besar cukup untuk mereka berdua lalu Reiji kembali dengan pose yang sedang berpikir .

"Tentu saja kau tahu tempat ini Laura , ini kan bekas kamar ayah kalian dulu..." Jawab Reiji sambil menatap Laura .

Mendengar jawaban dari Reiji , Laura langsung limbung dan memundurkan tubuhnya dan memegang meja yang kebetulan disana .

" Be-bekas oyaji...Reiji nii-sama , apakah kita boleh pindah ke kamar lain ? Tinggal di kamar ini mengingatkan ku pada kenangan buruk..."

" Hm...kenapa memangnya ? " Tanya Reiji sedikit bingung .

" Karena oyaji itu menjijikan...dia terlalu over-protektif pada kita" Jawab Laura dengan ekspresi shock walaupun Laura berusaha membunyikan dengan muka datarnya .

Reiji yang bingung dengan jawaban Laura langsung menaikkan kacamatanya yang turun beberapa senti .

" Aku tak percaya dia seperti itu...tapi maaf saja , untuk kamar seperti nya tidak bisa . Kamar-kamar lain sedang direnovasi karena perbuatan kakak mu yang hobi merusak barang apapun yang dia lihat . Kalian pasti tidak mau kan menumpang di kamar kakak kalian yang lain ? Apa kalian mau tidur di kamar Yui ? ." Saran Reiji yang tidak membuat hati Laura senang .

" Kami tidak mungkin tidur dengan kakak-kakak itu . Dan juga kami tidak mau merepotkan Yui-san ." Laura menghela nafas pasrah . Sepertinya mereka memang harus tidur di kamar ini .

Reiji melihat jam tangannya jam sudah menunjukan pukul 01.30 . Sudah cukup malam ternyata semenjak kedatangan dua adik baru nya ini .

" Sudah malam...kau juga tidur dulu Laura , kututup pintu nya ya ." Reiji pun berjalan menuju pintu dan menutup pintu itu .

Setelah kepergian Reiji, Laura naik keatas ranjangnya dan dia melirik sekilas adiknya yang sedang tertidur dengan nyenyak. Saat Laura beranjak tidur tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya dan Laura berdecih karena tidurnya di ganggu.

Saat Laura membuka pintu nya , Laura kaget akan siapa yang mengetuk pintunya . Tapi gadis cantik itu segera memasang muka datarnya lagi .

" Oi gakki ! Seperti nya kau belum tidur...aku masih bisa mendengar suara mu dari bawah ." Ujar laki-laki yang selalu mengganggap dirinya ore-sama . Dan dengan seenak jidatnya memanggil Laura dengan sebutan gakki .

" Ayato Nii-sama...apa kamu ada keperluan dengan ku ? Karena serius aku sangat ingin tidur ." Jawab Laura dengan nada tidak niat. Lalu Ayato diam sejenak sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Laura masih setia menunggu jawaban dari Ayato.

Tiba-tiba Ayato mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya dan melemparkannya kepada Laura yang langsung ditangkap olehnya.

"Bukannya ore-sama ingin memberikanmu sebungkus darah tapi ore-sama tidak haus jadi sayang untuk dibuang" Ujar Ayato yang langsung pergi meninggalkan Laura yang sedikit melongo melihat kelakuan Ayato tadi.

"Kakak yang aneh" Ujar Laura yang kembali dengan muka datarnya dan melihat sekilas sebungkus darah yang ditangannya. Laura tersenyum sekilas dan kembali masuk kekamar untuk kembali tidur.

" Ngh...nee-san , tadi itu siapa ? ." Tanya Alice dengan nada mengigau dan bertanya pada kakaknya .

" Bukan siapa-siapa kok...sudah kita kembali tidur saja ." Jawab Laura disertai senyuman yang selama ini hanya dia perlihatkan pada adiknya .

Malam berikutnya pun tiba. Laura dan Alice keluar dari kamar dan menuju ke ruang tengah yang ternyata semua keluarga Sakamaki sedang berkumpul disana tak terkecuali Shuu yang tengah tertidur disana .

" Konbanwa~ Imouto-tachi yang sangat manis~ ayo bergabung dengan kita~ ." Sapa Laito kepada Alice dan Laura , Alice hanya memasang tampang jijik dan Laura hanya memasang tampang datar .

" Konbanwa minna. Sepertinya kalian siap-siap untuk pergi sekolah ? " Tanya Laura kepada kakak-kakaknya

" Sudah jelas lah kak...lihat baju mereka yang sudah memakai seragam seperti itu ." Celetuk Alice menjawab pertanyaan kakak nya .

" Tentu saja kami akan bersekolah , dan sebelum kami berangkat , aku ingin membacakan peraturan mansion ini ." Reiji pun membacakan tata-tertib di mansion ini .

Saat Reiji membacakan peraturan itu , hanya Laura dan Yui memperhatikannya . Shuu hanya tertidur seperti biasa nya , Ayato dan Laito malah bertengkar karena takoyaki Ayato dimakan oleh Laito . Kanato malah memainkan teddy-nya . Subaru dan Alice hanya memasang tampang mengantuk , yah sudah tidak diragukan lagi pasti Alice itu adiknya Subaru .

Setelah selesai membaca tata tertib Laura hanya mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.

"Aku mengerti Reiji nii-sama. Kau bisa mempercayakan mansion ini kepadaku dan aku menjamin Alice tidak menghancurkan barang yang dia lihat seperti yang dilakukan Subaru nii-sama" Ujar Laura yang setia memasang muka datarnya sedangkan tersangka yang dia sebutkan langsung protes marah.

"KATA SIAPA AKU SUKA MENGHANCURKAN BARANG ?. " Teriak Alice dan Subaru bersamaan dan membuat seisi ruangan langsung membatin "Dasar tidak sadar diri".

"La-nee sendirikan juga sama suka menghancurkan barang" Ujar Alice tidak terima dengan perkataan Laura.

"Aku bisa menahan emosi tidak seperti kamu yang marah langsung menhancurkan barang. Bersyukurlah oyaji tidak memarahimu karena selalu menghancurkan barang" Ujar Laura dengan tampang datarnya .

" Tapi kan sekali nya La-nee marah , kau bisa menghancurkan setengah dari mansion orang itu , aku kan tidak ." Lawan Alice yang tidak mau aib nya terbongkar oleh kakaknya .

Lalu keluarga Sakamaki+Yui yang melihat perdebatan kakak-adik itu pun ber sweatdrop ria , dan mereka tidak akan ragu lagi . Mereka pasti adik Subaru .

"Terserah kalian saja. Kami akan berangkat keselah karena sudah waktunya kami sekolah" Ujar Reiji yang membuat Alice dan Laura yang sedang debat langsung terhenti.

" Ya sudah , kalau kalian mau berangkat ya berangkat saja . Ngapain melihat kami sedang berdebat ?." Jawab Alice tidak sopan dan langsung membuat Laura menjitak kepala Alice .

"Cih...kita berangkat saja" Ujar Ayato yang langsung pergi duluan menuju limousin dan disusul oleh yang lain.

Setelah bunyi limousin sudah menjauh Alice dan Laura masuk kedalam mansion . Alice hanya menidurkan dirinya di sofa yang selalu dipakai kakaknya yang bernama Shuu . Dan Laura yang sedang iseng nya memeriksa kotak surat disana .

Laura menemukan surat yang terdapat lambang sekolah kalau tidak salah tempat Sakamaki bersekolah dan disana terdapat nama mereka.

" Hei Alice , apa kau tahu surat apa ini ? Tidak mungkin ini punya Sakamaki , karena ada nama kita disini ." Tanya Laura sambil meneliti surat tersebut .

" Hm...mungkin surat permintaan kita sebagai guru karena kita terlalu pintar ?." Jawab Alice asal sambil meminum jus strawberry yang baru tadi dibuatkan oleh butler keluarga Sakamaki .

" Hm...sepertinya tebakan mu benar Alice , karena disini tertera kita diminta untuk jadi guru ." Ujar Laura yang telah membaca isi surat dan Alice yang mendengarnya pun langsung menjatuhkan jusnya.

"APA ? malas ah, kakak saja yang menjadi guru. " Ujar Alice yang sedikit berteriak kepada Laura.

"Alice, kita harus menjadi guru karena ini langsung permintaan oyaji jadi kita harus menurutinya" Ujar Laura sambil melihat adiknya dengan pandangan sedikit mengancam.

"Ya-ya sudahlah...sepertinya kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi , sepertinya kita harus menjadi guru ." Kata Alice yang terbata-bata karena takut pandangan kakaknya .

"Dan kapan kita mulai mengajar. " Tanya Alice kepada Laura tapi Alice langsung merinding melihat kakaknya tersenyum manis tapi mengerikan.

"Kita mulai mengajar hari ini dan kita akan membuat mereka terkejut dengan kedatangan kita" Jawab Laura dengan senyum manisnya.

Lalu bagaimana nasib Alice dan Laura yang tiba-tiba harus dipaksa jadi guru ? Tonton kisahnya di chp 3 kalo niat sih :'v