Hai Haru balik lagi bawa chap 3 nih

Sori banget ya di chap sebelumnya buanyak banget typo yang nggak mengenakkan untuk dibaca, gomen gomen(nunduk nunduk minta maaf) soalnya Haru nggak sempat ngedit, dipelototin terus sama onee-chan karena pake kompie malem-malem(kok malah jadi curhat?) Thanks buat semua yang udah review para senpaiku yang Cute ;-) maaf nggak bisa bales satu-satu

Disclaimer: Permisi saya cuma mau bilang kalau Bleach bakalan jadi kepunyaan Ha...

Blak!(di lempar sendal) tetep punya Om Tite Kubo kok T-T.

AU,OOC,garing,abal,typo menjamur saya sudah berusaha untuk mengilangkan typo tapi kalu masih ada ya maaf :-P

Happy reading

Chapter 3

You are...

"Grimmjow"

"Sepertinya aku telah mengingatmu"

"Dulu kau memintaku untuk melupakanmu selamanya" Orihime menatap lurus Grimmjow

"A...apa?" Mata Grimmjow makin melebar sementara Ichigo dan Rukia hanya terdiam menanti kelanjutan kata-kata Orihime.

Orihime masih terdiam menatap Grimmjow membuat suasana antara keempat orang itu semakin tegang terutama Grimmjow.

Hening

1 detik

2 detik

3 detik

"Pffft..."Orihime seperti menahan tawanya.

"Ha...Ha...Ha...Ha..." Great kali ini dia tak bisa lagi menahan tawanya yang langsung meledak.

"Hello Mr. Toirre no Grimmy...Ha...Ha...Ha..." Lanjut Orihime masih dengan tertawa yang tak tertahan, Ichigo dan Rukia benggong, Grimmjow mukanya udah mejikuhibiniu.

"Toirre no?"

"Grimmy?"

Tanya Ichigo dan Rukia bergantian, mereka masih bingung dengan apa yang dikatakan Orihime(sejak kapan Grimmjow menjadi hantu penunggu toilet? Setahu mereka hantu itu namanya Hanako bukan Grimmjow)

"Ceritakan pada kami Hime!" Buru Ichigo dan Rukia yang langsung menyerbu Orihime mereka sadar julukan itu tidak didapatkan Grimmjow dengan cara biasa.

"Tidaaak, tolonglah aku Kami-sama, buatlah Orihime melupakan kejadian itu sekali lagi" Mohon Grimmjow dalam hati, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, dan autor pun berkehendak untuk membocorkannya, diremet Grim.

Flashback

Musim semi tahun ajaran baru SMP Aranigami.

Seorang anak laki-laki berrambut biru langit memasuki gerbang sekolah, dia melangkahkan kakinya sedikit tergesa menuju papan pengumuman.

"Oi Grim!"

Seorang anak laki-laki berrambut merah menyala memanggil anak itu dari depan papan pengumuman , yang dipanggil hanya membalasnya dengan lambaian tangannya dan menuju ke arah anak yang memanggilnya tadi.

"Gimana?"

Anak laki-laki bernama Grimmjow bertanya pada temannya

"Kita sekelas lagi bro!" Kekeh anak berrambut merah sambil merangkul pundak Grimmjow.

"Bukan itu, lo tadi SMS katanya ada anak cewek baru, btw cantik nggak?" Buru Grimmjow yang emang udah tersohor dengan predikatnya sebagai Playboy cap kucing garong, gambarnya Grimmjow dengan Neko formnya(ngarang banget)

"Wuih mantab bro, pokoknya jangan ngaku playboy kalo lo belom bisa nakhlukin ni cewek!"

"Kalo lo bisa nakhlukin dia, gue rela jadi pembokat lo selama setahun deh" Tantang si rambut merah.

"Oke gue terima tantangan lo Renji, jangan nyesel lho ya kalo gue yang menang, ha...ha...ha...ha..." Grimmjow tertawa yakin kalau dirinya lah yang akan menang.

"Oya mana orangnya?" Tanya Grimmjow mencari targetnya.

"Mau lo mulai sekarang juga?" Renji memastikan pendengarannya yang udah mulai berkurang(ya ampuun masih muda udah mulai BDK, digorok Renji)

"Gue jamin gue bisa nakhlukin dia dalam waktu kurang dari 5 menit" Kata Grimmjow dengan PDnya yang selagit dan bumi sambil nepok dadanya sendiri.

"Oke kalo itu mau lo"

"Tuh dia lagi jalan sama Loly, Menoly di koridor kelas dua" Renji menujuk ketiga gadis berbeda warna rambut di depan kelas 2-1.

"Wuih manteb bener Ren, kalo ini sih bakalan gue pacarin seumur idup" Seru Grimmjow saat melihat gadis cantik berrambut orange diantara Loly dan Menoly.

"Oke gue kesana dulu, lihat baik-baik aksi gue!" Tuding Grimmjow ke Renji yang saat ini ngeliat ke bawah, mukanya berubah horor.

"TUNGGU DULU GRIM!" Renji memanggil Grimmjow yang entah sejak kapan sudah berada di dekat ketiga cewek yang ditunjuknya tadi.

"Tamatlah kau Grim, di bawah itu..." Renji geleng-geleng pasrah.

Ditempat Grimmjow

"Hai!"

Sapa Grimmjow di depan ketiga cewek yang lagi asik ngobrol dengan gaya flirtingnya yang khas, ketiga cewek yang tadi sedang mengobrol sambil cekikikan kini menghentikan kegiatannya untuk menatap cowok nyentrik di depam mereka.

"Kyaaa Grimmjow-sama..."Seru Loly dan Menoly yang emang ngefans sama Grimmjow.

"Kamu anak baru ya, nama kamu siapa nona manis?" Grimmjow mulai ngegombal, tagannya terulur memilin sejumput rambut orange panjang gadis didepannya dan mengecupnya pelan, gadis itu hanya tertunduk malu, wajahnya sudah semerah tomat kematengan.

"Orihime, ini Grimmjow-sama yang kami ceritakan tadi lho" Bisik Loly pada Orihime yang masih senyum-senyum menahan malu.

"Oh jadi kalian tadi sedang membicarakan aku?" Goda Grimmjow yang sukses membuat Loly,Menoly meleleh.

"Yes!"

"Sejauh ini sukses" Inner Grimmjow udah berakrobat ria.

"Jadi namamu Orihime?"

"Nama yang cantik seperti orangnya" Grimmjow melancarkan senyumnya yang kata orang menggoda setiap wanita itu kepada gadis bernama Orihime.

"Eumm...i...iya, te...terima kasih" Wajah Orihime semakin merah kepalanya semakin tertunduk menyembunyikan wajahnya(dia binggung mau mengarahkan pandangannya kemana, kalau ke atas kelihatan kalau mukanya merah,ke bawah ada itu?)

"Khukhukhu dia malu-malu, dia pasti suka sama aku nih, langsung tembak aja kali ya?" Inner Grimmjow masih dengan PDnya bersaumsi.

"Gimana ya, aku cuma mau bilang, aku suka kamu Hime" Bisik Grimmjow tepat di telinga Orihime, Orihime bergindik geli merasakan nafas Grimmjow menggelitik telinganya.

"A...ano..." Orihime terbata.

"Hm, apa?" Tanya Grimmjow masih dengan nada menggodanya.

"Eto...Grimmjow-san mau ke toilet?" Wajah Orihime kini terangkat sedikit menampakkan wajahnya yang semakin merah, Grimmjow,Loly dan Menoly bingung dengan pertanyaan Orihime yang nggak sesuai topik.

"Tunggu!"

"Hei aku ini sedang menembaknya, kenapa dia malah tanya apa aku mau ke toilet, apa hubungannya coba?" inner Grimmjow frustasi.

"Apa sebegitu kebeletnya Grimmjow-san sampai-sampai..." Kata-kata Orihime tertunda, kepalanya menunduk lagi tapi matanya terpejam, wajahnya merah kuadrat.

"Sampai-sampai resletingnya nggak tertutup, maaf Grimmjow-san resleting anda terbuka total" Seru Orihime mengangkat kepalanya matanya masih terpejam erat menahan malu.

GrimLolMen Loading...

1 detik

Mulai nengok ke bawah degan efek slow motion

2 detik

Baru sampe tengah jalan

Dan detik ke tiga...

"Kyaaaaaa...!" (Loly, Menoly)

"GYAAA...!" (Grimmjow) buru-buru narik resleting celananya tapi nggak naik-naik.

"Blush" (Orihime)

Grimmjow langsung balik kanan, tancap gas dan lari sekenceng-kencengnya menjauh dari Orihime, masih berusaha narik resletingnya tapi nggak naik-naik juga.

"KUMOHON LUPAKAN AKU SELAMANYAAAA!" Seru Grimmjow di sela larinya.

"Sudah kulihat aksimu Grim hahahahaha" Renji tertawa guling-guling di tanah menertawakan teman birunya yang sedang lari pontang panting.

Dan sejak saat itu Grimmjow insyaf dari dunia playboy dan mengundurkan diri dari asosiasi playboy se Kota Karakura.

Dan lagi mulai saat itu juga Grimmjow terkenal dengan julukan 'Toirre no Grimmy' dari lagu yang dipopulerkan oleh Loly dan Menoly dengan judul sama.

End of Flashback.

IchiRuki nengok ke Grimmjow yang udah membeku dari tadi, mukanya udah sebiru rambutnya.

"Grim...,ah bukan Mr. Toirre no Grimmy" Ichigo menyindir Grimmjow, hidungnya udah kembang kempis menahan ledakan tawanya.

"Hihihi" Rukia berusaha nggak ketawa namun gagal

"HAHAHA Grim jadi ini alasan kamu insyaf dari keplayboyamu itu?" Sindir Ichigo yang udah nggak bisa lagi nahan ketawa.

"Grimmjow, kamu ngerayu cewek dalam keadaan begitu...hahahaha" Rukia menambahi.

"Kamu kena karma Grim, makannya jangan sok jadi playboy bro hahahahahaha" Ichigo masih belum bisa diam juga

Grimmjow makin pucet.

"Hihihihi" Orihime cuma ngikik aja.

Grimmjow melirik Orihime, sorot matanya meredup

"Aku pergi dulu" Kata Grimmjow pelan meninggalkan ketiga orang temannya di atap.

Grimmjow menuruni tangga dengan gontai, berkali-kali dia menghela nafas panjang (kasihan amat Grim)

"Grimmjow" Seseorang memanggil Grimmjow, yang merasa dipanggil menolehkan kepalanya ke sumber suara.

"Hime?" Sebut Grimmjow lemas tak seperti biasanya.

Orihime menuruni tangga menghampiri Grimmjow, setelah sampai didepan Grimmjow Orihime menatap pria itu dengan takut-takut.

"A...ano...maaf Grim" Lirihnya, mata Grimmjow melebar mendengar permintaan maaf gadis di depannya,jantungnya berdegup kencang saat melihat langsung mata abu-abu Orihime tepat didepan mata birunya.

"Kau marah ya?" Kali ini Orihime memegang ujung seragam Grimmjow, kepalanya dia tundukkan dalam-dalam.

"Kenapa menunduk?"

"Kali ini resletingku nggak terbuka lagi kan?" Tanya Grimmjow, Orihime mendongakkan kepalanya, dia melihat seulas senyum di bibir Grimmjow.

"Mana mungkin aku bisa marah sama kamu bodoh!" Imbuh Pria berrambut biru itu sambil mengacak rambut orange Orihime.

"Tapi kau terlihat kecewa tadi, bagaimanapun aku harus minta maaf padamu" Paksa Orihime, tangan mugilnya mencengkram erat seragam Grimmjow.

"Hahaha iya iya aku maafkan kok" Grimmjow semakin gemas pada gadis di depannya itu dan semakin ganas mengacak rambut Orihime.

Tanpa mereka sadari sepasang mata ungu violet memperhatikan mereka dari tangga paling atas dengan tatapan iri.

Orihime tengah berjongkok mengamati rumpun clover diantara rerumputan.

"Kok nggak ada yang berdaun empat ya?" Gumam Orihime yang masih mengamati dengan seksama tumbuhan rumput itu.

Saat ini Orihime sedang berada di taman kota Karakura, mumpung hari minggu dia memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di taman demi melepas penat yang dia tanggung selama seminggu yang dia lewati di sekolah.

"Aaah dilihat berkali-kali pun tetap nggak ada" Keluh Orihime.

Perhatian Orihime kini teralih ke sekeliling taman, taman itu cukup ramai saat hari minggu disana terdapat sarana bermain anak-anak,juga menyediakan berbagai sarana untuk olahraga seperti lapangan basket dan tenis di dekat pintu masuk, di bawah pohon setiap jarak lima meter terdapat kursi panjang degan ukiran berbentuk rangkaian clover pada sandarannya, Orihime sangat menyukai kursi panjang itu seakan ingin membawanya pulang, di bagian dalam taman terdapat danau kecil dengan perahu-perahu mini yang digunakan pengunjung untuk menikmati suasana taman dari tengah danau, jika taman itu dilihat dari atas maka akan terlihat ada sekitar enam buah air mancur mini yang mengelilingi danau itu dan menjadi tempat favorit orang-orang untuk sekedar mengabadikan foto mereka.

Orihime tertarik untuk mengamati salah satu air mancur mini di taman itu, matanya menagkap sesosok pria berrambut hitam yang sedang duduk di pinggir air mancur sambil mencorat coret sketchbook, di depan pria itu berdiri seorang gadis kecil berusia sekitar 4-5 tahun dengan rambut diikat dua dan seorang wanita berrambut ungu panjang diikat ekor kuda sedang berjongkok di belakang gadis itu.

"Itu kan...Ulquiorra Schiffer, sedang apa dia?" Tanya Orihime pada dirinya sendiri, dia tertarik untuk mendekati pemuda itu, setelah sampai didekat pemuda yang dia kenali sebagai Ulquiorra dia memberanikan diri untuk duduk di sebelahnya, matanya tertarik untuk melihat sketchbook di tangan Ulquiorra.

"Waw manis sekali, ternyata kamu pintar menggambar ya Ulqui?" Puji Orihime, Ulquiorra hanya melirik Orihime lewat ekor matanya dan masih sibuk menggambar objek di depannya.

"Nah selesai, siapa namamu adik kecil?" Tanya Ulquiorra lembut, Orihime tercengang melihat sikap Ulquiorra yang lain dari biasanya.

"Ururu kak" Jawab gadis kecil itu riang.

"Hmm...Ururu ya? Baiklah" Ulquiorra menuliskan nama Ururu dibawah sketsa yang telah dia buat.

"Ini untuk Ururu-chan" Ulquiorra menyodorkan selembar kertas sketsa bergambar wajah Ururu pada gadis itu, senyum manis terpancar di wajahnya yang selalu datar, Orihime semakin tercengang.

"Wah manisnya" Wnita berrambut ungu mengomentari gambar Ulquiorra.

"Ayo Ururu bilang terima kasih pada kakak!" perintahnya pada Ururu sambil membelai lembut kepala gadis itu.

"Terima kasih kak" Kata gadis itu, senyum cerah terpancar di wajah manisnya.

"Kami permisi, terima kasih sudah menggambar putriku dengan begitu manis" Kata wanita berrambut ungu yang ternyata ibu Ururu dengan menundukkan kepalanya sopan sebelum pergi.

Orihime masih terdiam melihat pemandangan langka yang baru saja terjadi di depannya, Ulquiorra hanya meliriknya sekilas kemudian berdiri dan mulai beranjak meninggalkan Orihime yang masih bengong.

"Eh?"

"Hei, hei Ulquiorra tunggu!"

Orihime tersadar saat Ulquiorra beranjak pergi dan berlari-lari kecil untuk menyusul langkah pria bermata emerald itu.

"Hei Ulqui, coba kau bisa bersikap seperti tadi pada semua orang, pasti penggemarmu akan semakin bertambah" Kata Orihime saat dirinya sudah sejajar dengan Ulquiorra.

"Aku nggak butuh penggemar, aku bukan artis" Jawab Ulquiorra datar.

"Datar amat sih, mana Ulqui yang tadi?" Orihime menengok ke wajah Ulquiorra yang datar sambil menyamakan langkahnya dengan pemuda itu.

"Anggap saja nggak pernah ada!" Ulquiorra memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Nggak mungkin lah, aku sudah terlanjur melihat itu" Bantah Orihime.

"Eh kamu jago banget gambar ya?"

"Gambar aku dong" Pinta Orihime yang kini berjalan mundur menghadap Ulquiorra di depan pemuda itu.

"Nggak!"

Ulquiorra menjawab permintaan Orihime tadi dalam waktu kurang dari 1 detik, Orihime langsung menghentikan langkahnya dan menggembungkan pipinya tanda kesal.

"Kenapa?"

"Tadi kamu dengan senang hati menggambar Ururu" Protes Orihime pada Ulquiorra yang kini telah berjalan melewatinya.

"Kalau mau bayar dulu!" Ulquiorra mengulurkan tangannya didepan Orihime dengan maksut meminta bayaran.

"Hah?"

"Tadi kan kamu nggak minta bayaran apa-apa" Orihime kembali memprotes Ulquiorra.

"Kalau nggak mau ya udah" Ulquiorra memasukkan tangannya ke saku celana dan mulai berjalan lagi.

"Hei, tunggu!"

Orihime menyusul Ulquiorra dan kembali kesisinya.

"Kalau sekedar menemani jalan-jalan boleh kan?"

"Siapa tahu kau berubah pikiran dan mau menggambarku hehehe" Orihime nyengir, Ulquiorra hanya melirknya sekilas.

"Terserah kau saja"

Ulquiorra mengalihkan pandangannya lagi, Orihime hanya senyum-senyum senang karena Ulquiorra nggak mengusirnya, dia bersenandung kecil di sela langkahnya, tanpa dia sadari senyum simpul terukir di bibir pemuda berkulit pucat di sebelahnya.

Skip time

Tak terasa sudah setengah hari Orihime menemani Ulquiorra jalan-jalan keliling taman, kini dia duduk melepas lelah di kursi favoritnya menuggu Ulquiorra yang baru saja pergi entah kemana.

"Hai non, sendirian aja nih?"

Tiba-tiba muncul dua orang pria tak diundang di depan Orihime, yang satu berkepala botak dan yang satu lagi berrambut hitam dan bertato angka 69 di wajahnya.

"E...enggak kok, aku sedang menunggu seseorang" Jawab Orihime gugup.

"Mana? orangnya nggak muncul muncul" Kata pria bertato sambil melihat sekeliling.

"Mungkin dia nggak datang, bisa saja dia meninggalkanmu kan?" Kata pria botak yang kini mendekatkan wajahnya pada Orihime.

Orihime pun berpikir bisa saja Ulquiorra meninggalkannya karena tadi Orihime lah yang memaksa untuk ikut Ulquiorra, mungkin dia kesal lalu pergi meninggalkannya, Orihime menundukkan kepalanya.

"Sudahlah ikut kami saja!"

Pria bertato menarik lengan Orihime tapi tangan lain menahannya, tangan putih pucat mencengkram erat tangan pria bertato itu dan melepaskannya dari lengan Orihime, Senyum lega terpancar di wajah cantik Orihime saat mengetahui orang itu adalah Ulquiorra, orang yang sedang dia tunggu.

"Maaf dia sedang bersamaku"

Kata Ulquiorra dingin, mata emeraldnya menatap tajam kearah kedua pria dideepannya, dalam segi postur tubuh memang Ulquiorra tak sebanding dengan mereka tapi dari segi kekuatan siapapun tahu Ulquiorra lah yang lebih unggul (iya nggak readers?) Orihime yang duduk di belakang Ulquiorra tak dapat melihat ekspresi pria itu saat ini.

"Cih, cowoknya datang, nggak asik, kita pergi shuuhei!" Kata pria botak yang kemudian pergi disusul temannya meninggalkan Ulquiorra dan Orihime.

"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Ulquiorra yang masih memunggungi Orihime.

"Um, nggak apa-apa kok, terima kasih" Orihime tertunduk.

"Maaf aku sudah meninggalkanmu, aku tadi membeli minuman dingin,ini untukmu"

Ulquiorra duduk di samping Orihime dan menyodorkan sekaleng minuman dingin kepadanya

"Kupikir kau nggak akan kembali" Lirih Orihime saat menerima minuman dingin dari Ulquiorra.

"Tadinya aku juga berpikir untuk itu" Ulquiorra membuka kaleng minumannya.

"Tapi nggak jadi" Lanjutnya sebelum Orihime sempat melancarkan protesnya.

"Kenapa?"

Tanya Orihime kemudian.

"Perasaanku nggak enak" Kata Ulquiorra sebelum meneguk minumannya, Orihime tercengang mata abu-abunya menatap sosok pria di sampingnya.

"Ulquiorra ternyata baik ya" Kata Orihime kemudian, seulas senyum tersungging di bibirnya.

"Hanya pada orang-orang tertentu saja" Batin Ulquiorra (andai saja dia berani mengutarakannya, sayangnya dia cuma berani menyelatankannya saja :-p)

Suasana menjadi hening, hanya suara hembusan angin yang membelai lembut dedaunan mengisi kekosongan diantara mereka.

Tiba-tiba sepasang lengan kekar memeluk Orihime dari belakang.

"Kyaaaaa!"

Orihime kaget setengah mati, Ulquiorra langsung berdiri mengambil posisi untuk menghajar siapa saja yang berani menyerang Orihime di depannya, tapi niatnya terhenti saat melihat orang yang memeluk Orihime ternyata adalah seorang pemuda berrambut biru lagit yang merupakan teman segeng Orihime.

"G...Grimmjow?"

Sebut Orihime saat melihat siapa yang tengah memeluknya.

"Kamu kok disini Hime?"

Tanya Grimmjow bergelayut manja masih pada posisinya memeluk Orihime dari belakang, mata birunya melirik kearah pemuda bermata emerald yang kini berdiri menghadapnya.

"Kenapa kamu bisa sama dia?" Decak Grimmjow kesal dan menunjuk Ulquiorra.

"Jngan dekat-dekat dia Hime, nanti kamu ketularan emo!"

Grimmjow kini dengan seenaknya menarik legan Orihime menjauh dari Ulquiorra.

"Eh, eh Grim tunggu!"

Orihime berusaha menghentikan langkah Grimmjow, tapi tak berhasil,tenaga Grimmjow jelas jauh lebih kuat darinya.

Orihime pasrah, dia menoleh kearah Ulquiorra dan menundukkan kepalanya kearah pemuda itu.

"Terima kasih atas yang tadi!" Seru Orihime di sela langkahnya meninggalkan Ulquiorra

Ulquiorra menatap kepergian Orihime yang diculik paksa oleh Grimmjow, matanya tertuju pada sketchbook yang dia letakkan di kursi taman, dibukanya lembar terkhir buku itu, disana terpampang jelas sketsa seorang gadis berrambut panjang yang sedang mengamati rumpun clover, rambut panjangnya tersibak sedikit seperti terkena hembusan angin memperjelas kecantikan wajah objeknya.

Ternyata Ulquiorra telah menggambar Orihime sejak gadis itu tengah mengamati rumpun clover,bahkan sebelum gadis itu menyadari keberadaan dirinya di taman.

Bersambung

Haru: "Update kilat,keburu ilang idenya"

Grim: "Haru, kok aku malu-maluin banget sih?" ngembungin pipi, ngambek dia

Haru: "Ah cuma bentar aja Grim, kan abis itu kamu bisa deket-deketan sama Hime"

Grim: Blushing "Ck, terserahlah"

Ulqui: "Haru" Aura negatif berkobar di belakang punggung Ulqui

Haru: "Eh Ulqui, ada apa sayang?" nyamperin Ulqui

Ulqui: "Rasanya diatas sana tulisannya Orihime I. & Ulquiorra S. Deh kok jadi banyakan

GrimHimenya?" Ni anak ngambek juga

Haru: "Sabar Ulqui tadi kamu kan udah jalan-jalan setengah hari sama Hime ditaman" ngelus kepala Ulqui

Ulqui: "Tapi tetep aja diganggu sama tuh kucing garong" Ulqui nunjuk Grim

Grim: "Biarin suka-suka gue Wek!" Grim nyibir Ulqui langsung kena cero panas

Ulqui: "Awas lo kalo laen kali ganggu lagi"

Grim: "Bodo amat sama elu!"

UlquiGrim cakar cakaran

Haru: "Lupakan mereka!"

Nah para senpai yang sebangsa dan setanah airku Indonesia mohon review sehabis baca

*Salam Cute dari Yuzumi Haruka :-)*