The Prince of Olympus
Genre:
Adventure, Fantasy, Romance.
Rating:
M
Pairing:
Naruto X ?
Warning:
Typo, OOC, GodLike!Naru, Strong!Naru, Smart!Naru, Demi-God!Naru, Blade of Athena!Naru, and Blade of Olympus.
Summary:
Naruto merupakan seorang manusia setengah dewa,anak dari dewi Athena yang berambisi membalas dendam kepada pembunuh kedua orang tuanya.
Langit biru sudah mulai menguning di tutupi cahaya matahari yang berada di ufuk barat. Di dalam kelas XI-B terlihat sepi dan hanya menyisahkan Naruto yang masih berkutat dengan tidurnya.
Tep! Tep! Tep!
Terdengarlah langkah kaki di koridor sekolah semakin besar dan mendekat tertangkap pendengaran Naruto walau dirinya masih tertidur di bangkunya.
Tump!
Tampak seorang gadis berambut hitam sebahu sudah berdiri di depan kelas XI-B itu, mata beriris violetnya menyusuri setiap sudut kelas yang sudah kosong.
"Firasatku saja atau memang tadi ada orang?" gumam gadis itu.
Gadis itu bernama Souna Shitori alias Sona Sitri, ketua OSIO Kuoh Academy, gadis yang terkenal paling displin dan tegas dalam menegakkan hukum di Kuoh Academy, dan jangan lupakan wajah manisnya yang membuat dirinya terkenal di kalangan kaum adam.
Tep! Tep!
Sona kembali berjalan meninggalkan kelas itu, tanpa ia sadari di belakangnya sudah berdiri Naruto sambil menggengam pedang Blade of Athena di kedua tanganya.
"Perempuan yang berbahaya" gumam Naruto sambil memandangi punggung Sona yang mulai menjauh.
Naruto tiba-tiba memicingkan mata saat dirinya merasakan seseorang dengan aura yang sama dengan Sona datang mendekat dari belakang.
Tump! Tump! Tump!
"Apa Naruto sudah pulangnya? kuharap dia masih di kelas. Haaa~ Buchou macam-macam saja ingin mengundang Naruto ke klub" ucap seseorang yang datang itu dengan berlari di sepanjang koridor yang ternyata Issei.
Tump! Tump…
"Itu dia!" ucap Issei girang saat dirinya melihat Naruto masih tertidur di bangkunya.
"Hei, Naruto!" seru Issei dengan berjalan mendekati Naruto.
"Haah! Apa?" tanya Naruto dengan mendongakkan wajahnya yang seperti orang baru bangun tidur.
"Hei, Naruto! cepat kau bersihkan wajahmu, Buchou ingin bertemu denganmu" ucap Issei.
"Buchou? siapa Buchou? aku tidak kenal orang yang bernama Buchou?" tanya Naruto dengan otaknya belum bekerja 100%.
"Ck, dia itu orang yang aku ceritakan tadi, dia ingin bertemu denganmu sekarang di klub" jawab Issei.
"Bilang pada orang yang bernama Buchou itu, jika dia ingin bertemu denganku kenapa tidak dia yang kesini saja" ucap Naruto dengan mata mulai terpejam kembali.
"Ayolah, Naruto, kali ini saja…" ucap Issei dengan tampang memohon.
"Cih, merepotkan saja" balas Naruto sambil beranjak dari duduknya dan mengambil tasnya, Naruto 'pun berjalan mengekori Issei yang menuntung jalan.
.
.
.
Occult Research Club
Kreet….
Pintu Occult Research Club mulai terbuka memperlihatkan seisi ruangan klub yang tampak gelap.
"Apa ini klub tidak punya lampu?" tanya Naruto sedikit bercanda
"Bisa dibilang begitu" jawab Issei dengan mengangkat kedua bahunya membuat Naruto sweatdrop.
Tep! Tep! Tep!
Naruto dan Issei berjalan masuk secara perlahan melewati pintu tersebut yang tertutup sendiri membuat ruangan klub itu menjadi gelap gulita.
Brush! Brush! Brush!
Tiba-tiba semua lilin yang berada di beberapa sudut ruangan menyala dengan sendirinya.
"Apa kau takut, Naruto?" tanya Issei dengan menyeringai di sudut bibirnya.
"Tidak" jawab Naruto datar menbuat Issei terpingkal kebelakang.
Tump! Tump!
Terdengarlah suara langkah kaki mengema di dalam ruangan diikuti munculnya gadis berambut merah dari balik tirai salah satu pintu disana. Gadis berambut merah di gerai itu berjalan ke tempat duduk kebesarannya.
"Namaku Rias Gremory, ketua Occult Research Club dan orang yang di panggil Buchou oleh Issei" ucap gadis berambut merah itu memperkenalkan diri.
"Halo Rias atau Buchou, aku Naruto Uzumaki, murid kelas XI-B" balas Naruto.
"Hei, Naruto. Yang boleh memanggil Rias-senpai Buchou hanya anggota klub saja" bisik Issei di samping Naruto.
"Oh, begitu ya" ucap Naruto.
"Kau bisa duduk disana, Naruto-san" ucap Rias dengan mempersilahkan Naruto duduk di salah satu sofa.
"Aku Buchou?" tanya Issei sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Terserahmu saja" balas Rias membuat Issei pundung sambil berjalan dan duduk di samping Naruto.
Tidak lama kemudian pintu klub terbuka kembali menampakkan dua orang berbeda gender berjalan pertama adalah seorang pemuda berambut pirang dan berirs mata abu-abu dengan wajah tersenyum menebar pesonanya dan yang kedua adalah seorang gadis bertubuh loli berambut perak pendek dan mata beriris emas sambil memakan sebatang permen dengan wajah datar. Mereka berdua adalah Kiba Yuuto dan Koneko Toujou. Kiba, pemuda paling terkenal di kalangan para siswi dan Koneko, gadis loli maskot Kuoh Academy.
"Kiba, Koneko-chan, kalian datang rupanya" ucap Issei senang.
"Ya, begitulah Issei-kun" jawab Kiba ramah
Sementara Koneko hanya bergumam membalas sapaan Issei. Mereka berdua kini duduk di sofa yang ada di seberang Naruto dan Issei.
"Ara, ara… sudah berkumpul rupanya" ucap genit seorang gadis berambut hitam di kuncir kuda dengan pita orange itu yang muncul dari dapur sambil membawa secangkir teh untuk Naruto. Gadis itu bernama Akeno Himejima, salah satu The Great Onee-sama seperti Rias.
"Arigatou" balas Naruto.
"Ufufuf… sama-sama Naruto-kun" ucap genit Akeno.
"Jadi, ada apa kau mengundangku kemari, Rias-senpai?" tanya Naruto sesudah meminum tehnya.
"Aku ada satu pertanyaan untukmu, siapa dirimu sebenarnya?" tanya Rias tanpa basa-basi.
"Aku Naruto Uzumaki, murid kelas XI-B Kuoh Academy" jawab Naruto.
"Bukan itu maksudku, maksudku siapa dirimu sebenarnya, aku merasakan kau memiliki kekuatan dalam dirimu walau samar-samar" ucap Rias.
"Sebenarnya kau siapa? Aku tidak mengerti dengan perkataanmu itu?" tanya Naruto dengan raut wajah dibuat-buat seperti orang binggung.
"Jadi kau tidak tahu ada kekuatan dalam dirimu, ya?" tanya Rias percaya diri.
'Kena kau' pikir Naruto dengan menyeringai tipis di sudut bibirnya.
"Aku akan memperkenalkan diri lagi. Namaku Rias Gremory, Heiress klan Gremory, satu dari 72 klan Iblis di Mekai dan adik dari Maou Lucifer saat ini" ucap Rias membeberkan identitasnya.
"Kau sedang tidak bercandakan, Rias-senpai? maksudku aku tidak mengerti tentang Iblis, 72 klan Akuma, Mekai, atau Maou Lucifer" balas Naruto.
"Mungkin ini akan menyadarkanmu" ucap Rias sambil memandang semua orang disana yang mengangguk mengerti.
Basst!
Tiba-tiba semua orang disana, kecuali Naruto mengeluarkan sepasang sayap kalelawar di punggung mereka.
"WUUUAA! kalian benar Iblis?" tanya Naruto kaget dengan terjungkal kebelakang sofa dan bersembunyi disana.
"Tidak usah takut, Naruto. Kami tidak akan menyakitimu" ucap Issei.
"Kami hanya ingin menjadikanmu salah satu dari kami dan kau akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa" ucap Rias.
"Oh… ya?" tanya Naruto yang sudah berada di belakang Issei.
Semua Akuma disana terkejut bukan main karena sama sekali tidak melihat pergerakan Naruto.
Buag!
Issei tiba-tiba pingsan saat Naruto memukul tengkuknya cukup keras membuat semua Akuma disana membuat kuda-kuda bertarung dengan mengeluarkan kekuatan masing-masing.
"Akuma seperti kalian tidak pantas memerintahku menjadi seperti kalian" ucap Naruto datar.
ZRRRS!
"Dia menghilang!" seru Rias.
Bruk!
Tiba-tiba Kiba jatuh pingsan saat Naruto sudah berada di belakangnya.
"Kiba!" pekik Rias.
"Rasakan ini!" seru Rias sambil melemparkan bola terbuat dari Power of Destruction kepada Naruto.
ZRRRSS!
Naruto kembali menghilang dengan kilat biru membuat bola Power of Destruction milik Rias hanya menghantam meja yang hancur dan lenyap termakan Power of Destruction.
Koneko yang tengah mencari keberadaan Naruto di buat terkejut dengan Naruto sudah berada di depannya.
Koneko melayangkan pukulan berenergi mengarah ke perut Naruto, Naruto dengan cepat menahan pukulan berenergi milik Koneko dengan tangan kananya membuat gelombang kejut mengoyangkan rambut Naruto.
'Pukulan yang mematikan' pikir Naruto sambil mebgeratkan cengkraman kepalan tangan Koneko.
Koneko meringis kesakitan saat tangannya di cengkram dengan erat oleh Naruto.
Akeno tidak bisa diam saja, dirinya membuat lingkaran sihir di atas Naruto yang mengeluarkan sambaran petir.
Duuar!
"Kau gila Akneo! disana masih ada Koneko!" teriak marah Rias pada wakilnya.
ZRRRSS!
Tiba-tiba muncul Naruto dibelakang Rias dan Akeno sambil memanggul Koneko yang pingsan di pundaknya.
Buag!
Akeno pingsan seketika saat Naruto memukul tengkuknya.
"Apa yang ka- mmph…" perkataan Rias harus terhenti saat mulutnya dibekap oleh tangan Naruto.
"Ssstt… aku tidak mau melukai gadis manis dan cantik sepertimu, apalagi kau adalah adik Maou Lucifer saat ini. Bagimana reaksinya jika nyawa Imoutonya berada di tanganku? apa dia akan mendatangiku dan kami akan bertarung, kau tidak perlu berharap Onii-sanmu akan menang dariku" ucap Naruto di samping telinga Rias.
"Kau tahu apa ini" ucap Naruto sambil menujukkan pedang Blade of Athena yang mengalungi leher Rias. Mata Rias membulat sempurna melihat pedang itu.
"Melihat reaksimu, kau pasti tahu pedang ini. Benar, ini adalah pedang Blade of Athena, pedang yang dapat merobek tubuh para dewa. Apa jadinya ya, jika aku bertarung dengan Onii-sanmu menggunakan pedang ini atau aku juga akan menghancurkan semua keluargamu?" tanya Naruto masih tepat di samping telinga Rias.
Rias mulai terisak, hidupnya sekarang sedang di permainkan oleh pemuda pirang di belakangnya yang tadinya ia kira pemuda polos itu.
"Jangan… jangan sakiti Onii-sama hiks.." ucap rilih Rias disela tangisnya.
"Apa? Aku tidak mendengarnya?" ucap Naruto.
"Aku mohon… hiks jangan sakiti Onii-sama dan keluargaku hiks.. aku mohon kepadamu, aku hiks.. akan melakukan apa saja untukmu hiks.. tapi jangan sakiti Onii-sama dan keluargaku hiks.." ucap Rias di sertai deraian air mata di kedua pipinya.
"Kau lucu sekali saat menangis" ucap Naruto sambil menjilat telinga Rias.
"Aku punya satu permintaan buatmu" ucap Naruto.
"Apa itu hiks..?" tanya Rias, dirinya mulai mengkira-kirakan permintaan Naruto.
"Aku ingin kau memberi tahuku semua informasi tengang Khaos Brigade" jawab Naruto.
"Khaos Brigade? aku sama sekali tidak tahu tentang Khaos Brigade yang kau bicarakan" ucap Rias.
"Jadi begitu…" gumam Naruto.
"Kalau begitu, maaf" ucap Naruto sambil memukul tengkuk Rias membuat gadis berambut merah itu jatuh pingsan.
"Aku harus menghapus semua ingatan mereka tentang kejadian ini…" gumam Naruto dengan memandang semua anggota Occult Research Club yang jatuh pingsan.
"Sekarang tinggal mencari informasi dari perempuan berbahaya itu" ucap Naruto dengan memandang bulan purnama dari balik jendela.
To Be Continue
A/N: Akhirnya selesai juga chapter ini. Maaf sekali lagi jika chapter ini wordnya kurang banyak dari kemarin saja janjikan, tapi kuharap Author dan Reader bisa mengerti betapa susahnya mencari ide untuk membuat cerita ini. Mungkin Naruto tidak akan ikut campur berurusan dengan kelompok Rias dan Sona kecuali mencari informasi tentang Khaos Brigade yang menjadi tujuan utamanya.
Profil
Name: Naruto Namikaze
Nicknames: The Prince of Olympus
Race: Demi-God
Abilities: Thunderbolt
Equipment:
The Blade of Athena
The Blade of Olympus
Relatives:
Minato (Father) - Dead
Athena (Mother) - Alive
Kushina (Foster Mother) - Dead
Pair: Kurumi Tokisaki
Affiliations : Olympus
Kritik dan Saran
Review
