Annyeong ^^ . Hallo Minna-san. Salam kenal. Saya author yang baru. Masih fresh, newbie nya :D. Saya Sifa kepanjangan dari Siti Fatimah \ ._.)

Bleach itu punyanya ahjussi © Tite Kubo. Saya Cuma meminjam tokohnya saja #Semoga ga dilempar panci buluk lebih enak lagi kalo dilempar nasi uduk XO

Pairing : IchiRuki

Genre : Comedy Romance (Mungkin, soalnya engga yakin XD)

Rate : T (saya engga bisa nge-Rate)

Warning : Typo, OOC (banget -_-") cerita kacau, abal (yakin deh), alur –ga jelas (dari maju, mundur, maju lagi) – Cerita ini fiksi asli dari hasil imajinatif saya sendiri.

I'm Your Target © _SheWonGirl_

*Chapter II

Rukia masih berkutat dengan panasnya matahari senja, mencoba menghubungi nomor sopir yang tidak segera menjemputnya. Rukia segera memencet papan tombol 0 di Hpnya. Dial cepat untuk menghubungi Ikkaku, angka 0 untuk mendeskripsikan kepala plontosnya. Sejenak Rukia mendekatkan hp flip dengan bandul kelinci –yang ia panggil Chappy– itu ke telinganya. Raut kecewa segera hadir diwajahnya. " Hn… Tidak aktif." Rukia menunduk lemah.

Sebenarnya mudah bagi Rukia untuk pulang dengan bis atau kereta, tapi jika ia tidak pulang bersama sopirnya, Jii-sama nya pasti langsung jantungan. 1 menit berikutnya, didepan Rukia sudah muncul mobil dengan lambang empat lingkaran buatan Jerman. Mobil Audi itu berhenti. Rukia mengamati mobil itu sejenak. Ia tahu, mobil itu jenis Audi A8 yang hanya ada 333 buah didunia.

Seseorang baru saja hampir keluar dari mobil itu, pertama kali dijejakkan kaki panjangnya, Rukia mengamati dan sejurus kemudian Rukia melihat wajah si pemilik Audi itu. ' Hah …. Si jeruk busuk? Kenapa ada disini?' pikirnya. Rukia bergerak kaku. Malas jika harus meladeni makhluk itu.

' Kau pikir dia kesini untukmu, Rukia? Bisa saja kan dia menjemput adiknya atau pacarnya? Tapi tunggu, aku kira dia sudah tua ternyata si jeruk itu memakai seragam Karakura Gakuen. **. Jangan bercanda, Jadi dia masih SMA?'

Si Jeruk itu berjalan mendekat. " Yo .. Kuchiki." sapa Ichigo bersemangat. Lalu Ichigo berdiri disamping Rukia.

Rukia mendongak dan menjawab " Kau siapa? Apa kau pikir aku mengenalmu." Ucap Rukia dingin.

Dan kemudian hening beberapa saat.

Sedangkan ke-3 makhluk antik yang ada di mobil Ichigo itu tertawa mendengar tanggapan dari si Kuchiki. " Baru kali ini ada seorang wanita yang berbicara seperti itu pada si Jeruk." Ucap Renji

" Kau masih berpikir dia itu wanita? Dia itu bocah, nanas!" kesal Szayel. Renji menoleh kea rah Szayel dan Szayel menatap kesal pada Renji.

" Aku berfikir kapan terakhir kalinya strawberry mencuci rambutnya, benar-benar menyebalkan melihat dia menggaruk-garuk kepala orangenya itu. Dia punya riwayat berketombe ya?" sela Grimmjow.

" Ucapanmu tidak penting." Ucap Szayel dan Renji bebarengan. Mereka saling melotot.

" Hey, jangan meniruku." ucap kedua orang itu lagi.

" Miris hidupku, mempunyai teman baka seperti mereka." Gumam grimmjow

" Ck … kau sombong sekali, Kuchiki. Kau masih marah padaku? Itu kan sudah seminggu yang lalu. Ah…Ini menyebalkan, aku memanggilmu Rukia saja."

" Hey, seberapa akrab kau denganku?". Ternyata pancingan Ichigo berhasil. Percayalah, sikap cuek Rukia itu benar-benar membuat dia jadi salah tingkah sendiri.

" Seakrab dirimu dengan si Yumi- Er..r siapa namanya, pokoknya yang itu." Jawab Ichigo asal.

Dan triiinggg…. Rukia seperti mendapat angin segar. ' Bodoh, kenapa aku tidak menghubungi Yumi saja, aku kan bisa mampir kerumahnya dulu, baru aku menyuruh si plontos menjemputku.' Rukia kesal dan menggigit bibir bawahnya.

" Nona, kenapa kau diam? " tanya Ichigo yang sudah beberapa centi didepan wajah Rukia. Rukia menatap mata amber milik Ichigo. Sinar dimata itu terasa menghanyutkan.

Ichigo baru menyadari betapa ungunya manik mata Rukia. Alis mata Rukia yang terukir sempura, bulu mata yang hitam dan lentik, lalu hidungnya yang mungil dan mancung, selanjutnya … bibir itu. . . Ia berwarna merah muda menggoda dan begitu tipis serta …. basah.

Ichigo memegang sudut bibir Rukia lalu menyentuh dengan ibu jarinya. " Seorang wanita tidak boleh menggigit bibirnya, itu bisa menyebabkan luka." Ungkapnya.

Rukia menggembungkan kedua pipinya. Tetapi saat itu juga si Jeruk itu melekatkan bibir tebalnya ke bibir Rukia. Rukia terbelalak tak percaya. Matanya membulat sempurna. Beberapa saat kemudian Ichigo melepaskan ciuman itu dari bibir Rukia.

" Hangat dan … Ichigo menjilat bibirnya sendiri " rasa strawberry". Ichigo manggut-manggut. Tak sampai 2 detik kemudian Rukia menendang kaki kiri Ichigo – tepat tulang keringnya. Ichigo menjerit kesakitan.

" Jeruk busuk sialan! Kembalikan ciumanku." Pekik Rukia. Kembali Rukia menendang kaki kanan Ichigo.

" Hey midget, sakit tau." Ucap Ichigo, ia mengelus-elus kakinya.

" Itu bukan urusanku." Balas rukia sarkastik.

Tanpa mereka berdua sadari, si kepala plontos yang ditunggu Rukia sedang memarkirkan mobilnya didekat mereka. Setelah mematikan mobil itu, si kepala plontos lantas keluar. Menutup pelan mobil pintu.

" Chappy-chan, ayo kita pulang." Panggil Ikkaku ceria.

Rukia mengenal suara itu. Ia melepas salah satu sepatu yang dikenakannya lalu berbalik arah, melemparkan sepatu itu dengan sekuat tenaga tetapi hasil dari lemparan itu hanyalah ruang kosong karena Ikkaku langsung menunduk cepat. Ikkaku dan juga Ichigo menatap kasihan pada sepatu yang dibuang Rukia itu.

" Botak, kau menyebalkan.' Umpat Rukia. Mata ungu Rukia berkilat marah. Bahunya naik turun tak berirama.

" Nona, sebenarnya kau kenapa? Tanya Ikkaku polos.

" Kau itu yang kenapa. Aku sudah menunggumu disini lebih dari satu jam yang lalu. Kenapa ponselmu tidak bisa aku hubungi?"

Ikkaku tahu, Rukia sudah di mode high temper jadi dia harus mengalah kali ini. " Nona, tadi ban mobilnya bocor dan tadi aku lupa men-cash ponselku, tapi tenang saja aku sudah menghubungi Ginrei-sama."

" Baiklah ayo kita pulang, kalau aku disini mukaku bisa lebih buruk."

" Baiklah ayo kita pulang, kalau aku disini mukaku bisa lebih buruk gara-gara si jeruk baka itu."

" Huh ... bukankah tadi kalian berciuman? Kalian pacaran kan? Aku akan menyembunyikannya dari Byakuya-sama, jadi nona tenang saja." Ucap Ikkaku, ia tersenyum lebar.

" Siapa bilang dia pacarku."

" Aku calon pacarnya." Ujar ichigo dengan pd selangitnya.

Ikkaku berjalan menghampiri Ichigo. Dengan cepat ia menarik krah baju sekolah Ichigo.

" Kau baru mendaftarkan diri jadi calon pacarnya tetapi kau sudah mencium nonaku? Kau pikir kau siapa? Kau ingin mati di tangan Byakuya-sama?" Ikkaku menepuk-nepuk pipi Ichigo.

Rukia tersenyum senang. Sopirnya itu memang sangat amat berguna sekali disaat seperti ini, saat Rukia terancam. Ketiga teman Ichigo itu nampak khawatir. Grimmjow sudah akan keluar dari mobil Ichigo, tetapi dilarang oleh Syazel.

" Ck, biru kau tenang saja, Jeruk bisa mengatasi ini. Lagipula ini taruhan kita, dia kan harus berusaha sendiri." Larang Syazel.

" Ya ampun, dari kemarin dan kau juga, kenapa terus menyebut kata 'mati' dan 'Byakuya', nii-sama atau apa itu. Apa dia pemimpin Yakuza? Dan satu hal, aku ini Idol diseluruh Jepang tetapi kau tidak tahu? Dasar anak desa."

" Jangan bilang rambut orange ini si Ichigo Kurosaki dari Black Butterfly! Kau lebih keren seperti ini. Boleh aku minta tanda tangan?" Tanya Ikkaku polos.

Kening Rukia berkerut marah. Mulutnya mengatup dengan gigi bergemeretak. Ia segera melempar sepatu yang dikenakan kaki yang satunya dan tepat mengenai kepala plontos Ikkaku sedang Ichigo menatap kasihan Ikkaku. Ikkaku menengok kearah Rukia.

" Bersyukurlah aku hanya melemparimu dengan sepatu, lain kali aku berjanji melempar besi kemukamu." Geram Rukia, ia berjalan menuju mobil, membuka, duduk didalam dan menutupnya dengan kasar.

" Kenapa nonaku labil begitu ya?"

Ichigo mengangkat bahunya. " Masa menstruasi mungkin. Kau jadi meminta tanda tanganku?"

_SheWonGirl_

Ikkaku masih senyam-senyum didalam mobil memandangi bahu kanannya-dari spion mobil- yang ditanda tangani oleh Ichigo.

" Hentikan senyuman mirismu Ikkaku. Itu menjijikkan." Dengus Rukia.

" Nona, ayolah, kau itu diincar oleh Ichigo. Dia tampan, populer dan dia juga kaya, Ayahnya pemilik Kurosaki Entertainment, mempunyai hotel berbintang yang ada di 5 negara besar di dunia. Kenapa kau tidak mau? Kalau aku, aku akan langsung menikah dengannya."

" Dia itu playboy, sok tampan, dan yang terpenting lagi adalah nii-sama tidak akan pernah mau setuju jika aku mendapat suami dari kalangan artis atau sebangsanya itu."

" Yang menikah itu kau nona, bukan Byakuya-sama."

"Hey, kenapa kau membicarakan masalah pernikahan, aku ini baru 18 tahun." Sungut Rukia.

" Aku kan hanya mengajarimu untuk sharing kepadaku nona."

" Ini bukan sharing namanya plontos."

_SheWonGirl_

Sekitar 20 menit kemudian mereka sampai di Kuchiki mansion. Rukia tak langsung menginjakkan kakinya kekamar. Ia malah menuju ruang keluarga. Sudah pasti di jam-jam sekarang ini Nii-sama, Nee-san dan Jii-sama nya sudah ada di situ. Menikmati teh hijau hangat sambil memandangi bunga berguguran ditaman samping.

Rukia berjalan masuk lalu menyapa dan membungkuk.

" Rukia, kenapa jam segini kau baru pulang." Tanya Hisana lembut.

" Tanyakan saja pada kepala plontos nee-san, dia benar-benar membuatku kesal." Jawab Rukia.

" Hahahahaha…. Sudahlah Rukia, istirahat sebentar lalu kita makan malam."

" Ehn…" Rukia mengangguk senang. Lalu duduk didekat Jii-sama nya.

" Jangan mendekat kesini Rukia, kau tahu kau bau keringat." Ledek Jii-samanya itu.

Rukia mengerucutkan bibirnya lalu berujar, "Jii-sama sedang apa?" tanyanya antusias. Jii-samanya itu sedang mengutak-atik tablet kecil.

"Memilih calon suamimu." ucap Jii-sama dengan senyum lebar.

Rukia hanya melongo tak percaya. " Aku akan mencarinya sendiri Jii-sama." Rengeknya manja.

" Memangnya kau bisa?" Tanya Hisana. Jii-sama dan Nee-san nya itu tertawa sedang Byakuya twrsenyum tipis.

" Tsk… kalian senang memojokkanku." Rukia memincingkan matanya. Lalu dilihatnya tablet itu dan disitu terpampang dengan jelas video music dari Black Butterfly.

" Jii-sama, jangan bilang kalau kau fans dari mereka." Rukia begidik ngeri.

" Kenapa? Aku dan Hisana menyukainya, tapi beda dengan nii-sanmu itu."

" Baiklah, aku permisi." Ucap Rukia lemah. ' Rupanya aku memang harus membasmi Black Butterfly sialan itu. Bisa-bisanya orang yang berhubungan denganku terlalu menyukai mereka.' Umpat Rukia dalam hati.

Ia berjalan menjauh dari ruang keluarga. Menuju kamar ungu tercintanya diujung lorong dengan langkah terseok.

_To Be Continue_

** bagian ini nanti jga di cahp selanjutnya XD

Hahahahha, tuh kan OOC banget XD

Apakah yang akan terjadi selanjutnya, saksikan hanya di I'm Your Target chapter selanjutnya #Ala presenter SILET

Oh ya, boleh tau ini yang review Golongan darahnya apa aja, secara terawanganku engga ada yg bergenre AB (:

Semangat-semangat. Arigatou, monggo direview ya :D

Thanks to :

Naruzhea AiChi : harapan buat fic ini sama kaya didrama2 kaya gitu beneran ga ada kok, plotnya udah ampe final tinggal ngetik ceritanya aja :D

ai-chan SasuHina : Kutunggu Ice creamku ya XD

Keiko Eni Naomi : Semoga chap-chap selanjutnya bisa lebih lagi

nenk rukiakate : Si nenk, ni updatean nya, semoga saya lebih di saying Siwon, dan kamu disayang Kyuhyun X3

Sakura-Yuki15 : Mau bilang apa ya? Hahahahaha, semoga chap ini menarik u,u

: boleh kok, ketawa bareng member suju semuanya aja yuk (:

life's really hard : Darling ini si shepa uda update, kasi repiew lagi lho ya XD

: Ini udah update say :D

Pintripipinponipe : Dongsaeng yang baik kamu #PukPuk, kutunggu janjimu padaku pin :P

Seo Shin Young : Ia, Rukia jadi model baru 2 tahun, hadiahnya entar ada dicahp berikutnya chingu,hehehhe. Mereka engga satu sekolah kok. :D

Toyama Ichiru : Si tangan baja Ayo, kita sharing2an lagi XDD #Dilempar kursi

aeni hibiki : selamat membaca. Semangat juga buat kamu ('-')9

Hiyoshi Hyun : Aku tunggu lho ya XD